rumahdunia | Warta Banten | August 19th, 2011 | No Comments »
CIPANAS – Sejumlah warga di 4 Desa yakni Sipayung, Luhur Jaya, Sukamaju, dan Bintangresmi, Kecamatan Cipanas, mengeluhkan kualitas air sungai Cimangeunteng yang bermuara di sepanjang ke empat desa tersebut. Mereka menengarai aktivitas penambangan emas dan batu di Gunung Gede, Kabupaten Bogor, menjadi penyebabnya. lanjutkan membaca »
rumahdunia | Warta Banten | August 11th, 2011 | No Comments »
CIPANAS—Akibat musim kemarau, sejumlah warga Kecamatan Cipanas mengalami kesulitan air bersih. Air sumur atau jet pump yang biasa dijadikan sumber andalan, namun semenjak musim panas ini warga terpaksa memanfaatkan air sungai yang terdapat di sekitar tempat tinggal mereka. Hal itu terlihat di Sungai Cimangeunteng, Kampung Sukamaju, Desa Talagahiang, Kecamatan Cipanas, Selasa (9/8). Tidak sedikit warga menggunakan air sungai untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus. Padahal kondisi air sungai tampak keruh dan kotor, karena dipenuhi oleh sampah rumah tangga.
Hj. Bay Jubaedah, warga Kampung Sukamaju, Desa Talagahiang, mengatakan, krisis air bersih yang melanda kampungnya sudah berlangsung sejak sepuluh hari lalu. Akibatnya, ia harus membeli air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya, terutama pada bulan Ramadhan ini. “Sejak sumur di rumah kering, saya tidak lagi bisa memasak air. Untuk keperluan air minum saya membeli air aqua yang harganya mencapai tiga belas ribu rupiah. Sedangkan air satu galon hanya mencukupi untuk dua hari,” kata Bay.
Hal senada dikatakan Oon, ibu beranak 2 ini mengatakan, semenjak sumur jet pump-nya kering. Segala aktivitas dan kebutuhan sehari-harinya terpaksa harus memanfaatkan aliran sungai Cimangeunteng yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Ia mengakui bahwa menggunakan air sungai yang kotor rawan penyakit. “Ya mesti gimana lagi, sumurnya kering, jet pump juga tersendat-sendat. Tapi kalau untuk kebutuhan air minum saya sering minta ke saudara saya yang tinggal di dekat rumah,” kata Oon.
Kepala Desa Talagahiang Dede Kurnia Halim mengakui, banyak warganya yang kekurangan air bersih lantaran musim kemarau. Akibatnya mereka memanfaatkan air yang seadanya. “Berharap pemerintah bisa memfasilitasi masalah kesulitan air bersih di Desa kami, dengan membangun sarana air bersih. Oleh karena, air merupakan kebutuhan primer untuk keperluan sehari-hari,” ujar Dede. (HB)
rumahdunia | Warta Banten | February 1st, 2011 | No Comments »
LEBAK—Sejumlah titik diruas jalan Pasar Gajrug Muncang dikeluhkan warga. Hal itu disebabkan, kondisi jalan banyak yang berlubang, sehingga kerap berakibat kecelakaan. Abas, warga Kampung Sampalen, Desa Haurgajrug, menyatakan, titik-titik yang rawan itu sebagian besar terdapat di wilayah Kecamatan Cipanas di antaranya, Pasar Gajrug, Kampung Pasir Manggu, tanjakan di Kampung Lewisema, Kampung Malang Nengah, dan Kampung Kadubitung. “Memang tidak bisa diprediksikan tiap hari, tapi dalam seminggu itu pasti ada sekitar 3 atau 4 kali kecelakaan bahkan pernah ada yang tewas,” ujar Abas. lanjutkan membaca »
rumahdunia | Warta Banten | January 20th, 2011 | No Comments »
SERANG—Setiap hari di daerah sekitar Kragilan, Warung Selikur, dan Tambak, yang terletak di Serang Timur, merupakan daerah langganan macet pada jam-jam tertentu. Biasanya, sekitar pukul 6 sampai 7 pagi, kendaraan roda dua akan bercampur dengan kendaraan roda empat di sepanjang jalan, berdesakan, dan saling membunyikan klakson. lanjutkan membaca »
rumahdunia | Warta Banten | March 25th, 2010 | No Comments »
CIPANAS—Memiliki sebuah tempat belajar yang secara fisik memadai adalah impian semua sekolah. Namun untuk memenuhi impian tersebut tentu harus memerlukan perjuangan dan kerja keras pastinya. Belum lagi anggaran Pemda Lebak yang terbatas. Alhasil kemungkinan untuk mewujudkan impian itu kadang terhambat atau karena alasan lainnya. Tapi sekali lagi keadaan yang terus menghimpit tak membuat SD Negeri 02 Luhur Jaya, Luhur Jaya, Cipanas menyerah begitu saja. Meski keadaan ini bisa berdampak pada kegiatan belajar mengajar guru dan murid. Tapi berkat dukungan Peran Serta Masyarakat
(PSM)-nya, Kampung Taleus, Luhur Jaya, Cipanas. SD Negeri 02 Luhur Jaya kini mengalami kemajuan secara infrastruktur.
Kepala Sekolah SDN 02 Luhur Jaya, Jahar Hermawan, menyatakan, perubahan fisik yang dialami oleh sekolahnya tak lepas dari Peran Serta Masyarkat (PSM) sekitar. “Peran serta itu berupa bentuk barang seperti pasir, batu kali, dan tenaga,” kata Jahar, ketika dikonfirmasi di kantornya, Selasa (23/2). “Dan peran serta itu tidak langsung dilakukan oleh orang tua wali murid tapi, melalui 137 murid dengan membawa sekantong pasir dan batu,” jelas Jahar.
Masih dikatakannya, perubahan itu meliputi pembuatan pondasi tebing, lapangan voli, dan pagar pembatas yang hanya dalam tempo 2 bulan. Rencana selanjutnya adalah membangun pondasi disekeliling sekolah, membuat panggung untuk kegiatan belajar mengajar, membangun perpustakaan sekolah dan pelebaran jalan. “Diharapkan dengan masukan ini Pemda Lebak tidak diam diri. Tapi memberikan bantuannya segera mungkin,” harap Jahar.
Sementara itu ketika ditemui di kantornya, Ketua Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Cipanas, Asep Sukmara, menuturkan, bantuan untuk pembuatan pondasi bisa melalui bantuan bencana alam. “Bantuannya melalui Departemen Sosial baru diusulkan. Tapi saya tidak bisa memastikan apakah bantuan itu masih ada,” terang Asep. Untuk pembangunan perpustakaan, lanjut Asep, proposalnya sudah diusulkan dan masuk anggaran 2009-2010. “Mudah-mudahan bulan Oktober atau November 2010 terealisasi,” harap Asep. [Harir Baldan]