LOMBA RESENSI BERHADIAH RP. 1 JT DARI GONG PUBLISHING

Buku-buku terbitan Gong pub

Alhamdulillah, sejak Januari 2010 digulirkan, Gong Publishing yang diniatkan membantu penulis local (Banten) menembus pasar nasional, berjalan sukses. Hingga Juli 2008, tujuh buku diterbitkan, yaitu Balada Si Roy (Gol A Gong), Gilalova (25 penulis FLP Banten), Be a Writer (Gol A Gong), Tamasya ke Masjid (Jaya Komarudin Cholic), Melihat Tanpa Mata (Abdul Latief), Gadis Bukan Perawan (Jenny Ervina), dan Banten Bangkit (27 penulis Banten). Ketujuh buku itu diluncurkan di Pesta Buku Jakarta 2010. Ketujuh buku tersebut bisa didapat di TB. Gramedia, Tisera dan www.tokorumahdunia.com. lanjutkan membaca »

BE A WRITER: DARI YANG REGULER HINGGA EXCLUSIVE”

Pingin jadi pengarang? Penuli skenario? Jangan pusing-pusing. Untuk mengisi liburan pelajar/mahasiswa, yuk, kita isi dengan kegiatan bermanfaat. lanjutkan membaca »

BE A WRITER: CARA MUDAH JADI PENGARANG

Taman Bacaan Rumah Dunia tidak sekedar sebuah taman, tapi juga pusat belajar. lanjutkan membaca »

HARI KEBANGKITAN BUKU RUMAH DUNIA

Oleh Gol A Gong

“HARI KEBANGKITAN BUKU #3” di Taman Bacaan Rumah Dunia pada 15 Mei 2010, pukul 13.00 – 17.00 WIB adalah gerakan kebudayaan yang tiada henti sejak tahun 2000, dimana batu-bata ditanamkan ke tanah untuk mendirikan Rumah Dunia, seperti halnya di Babad Banten, Pupuh XII, “Gawe Kuta baluwarti bata kalawan kawis”; membangun peradaban atau kota dengan batu dan karang. Begitulah Rumah Dunia, membangun peradaban baru di Banten yang melek aksara dan informasi. Lalu Gong Publishing hadir untuk Banten, yaitu membangkitkan lagi tradisi menulis yang sudah lama tenggelam, karena “menulis adalah membaca dua kali”..

UBAH STIGMA
Kini 10 tahun bergulir sejak Rumah Dunia didirikan. Fase ketertarikan membaca dan kebiasan membaca sudah merasuki warga di sekitar Rumah dunia; yaitu Kampung Ciloang, Kubil, tegal Duren, dn Kesuren. Anak-anaknya kini rajin ke sekolah. Setiap pagi, anak-nak kampung berseragam merh-putih berduyun-duyun ala warga Baduy ke sekolah. Ini sangat menggembirakan. Beberapa anak Kampung Ciloang pun sudah pandai menulis berita dan essay di koran, serta menulis cerpen dan novel.

Keberadaan Taman Bacaan Masyarakat Rumah Dunia di Kampung Ciloang memberi warna tersendiri bagi perkembangan keaksaraan di Banten, bahkan di Indonesia. Rumah dunia ibarat titik gempa literasi, sehingga getarannya terasa ke seluruh pelosok Banten, bahkan Indonesia. Di Banten kini bermunculan banyak komunitas baca dan taman bacaan masyarakat. Setiap akhir pekan, para aktivis buku berbondong-bondong menghadiri kegiatan literasi di Rumah Dunia. Seusai pesta literasi di Rumah dunia, mereka pulang ke kampungnya dan sepakat meneggelorakan visi ”Banten Membaca”. Di Cipanas, Ikatan Keluarga Mahasiwa Cipanas menyulut sumbu literasi ”Lebak Membaca” dengan mendirikan ’Kosala Library”. Di Pandeglang, Forum Pandeglang Bangkit bersiap menyulut dinamit ”Pandeglang Membaca”.

Melihat antusiasme masyarakat Banten selama 10 tahun usia Provinsi Banten cukup menggembirakan. Indikasinya di setiap mall di Banten sudah ada toko buku tiga Serangkai, pasar buku murah di terminal Pakupatan, Serang, Banten book Fair di Radar Banten, para mahasiswa mulai rajin ke toko buku dan mengadakan bedah buku serta jumpa penulis di kampus. Ini sangat menggembirakan. Taman-taman bacaan masyarakat bersaing dengan pembangunan real estate, rumah toko, atau rumah kantor. Koran-koran lokal bertumbuhan. Televisi lokal bertambah. Ini luar biasa. Banten memasuki peradaban baru; over load informations! Bnbjir informasi.

Eko Koswara, Kadisdik Provinsi Banten sumringah di setiap acara, ”Buta aksara di Banten berhasil diberantas!” Dan kejutan paling hangat ibarat sang mentari fajar, saat Disdik, Perpusda Banten, Disbudbar Banten dan Kota Serang bekerjasama dengan Forum Taman Bacaan Masyarakat Indonesia menggagas TBM@Mall (baca: Taman Bacaan Masyarakat di mall) di Carrefour Serang. Keseriusan warga Banten yang ingin menghancurkan ”mitos” ketertinggalan di pendidikan dan stigma buram tentangteluh dan santet dibuktikan pada 2 Mei 2010, persis pada saat seluuruh anak negeri larut dalam suka-cita Hari Pendidikan nasional.

Pada 2 Mei itu, hanya 2 kota yang meluncurkan TBM@Mall; yaitu di Plaza Semanggi, Jakarta, yang diresmikan Mentri Pendidikan Nasional, Moh. Nuh, dan TBM@Mall Banten Membaca di Carrefour, Serang, oleh Gubernur, Banten, Rt. Atut Chosiyah. Peristiwa ini akan tercatat di gerakan “Indonesia Membaca”, bahwa Banten berada di garis depan! Kata Atut, “TBM@Mall adalah usaha dari ‘Banten untuk Indonesia Membaca’.nati harus ada di 8 tempat di Banten.”

TBM@Mall ibarat bom literasi di Banten. Ledakannya tidak akan menghancurkan, tapi membangunkan orang-orang untuk berpikir, bahwa membaca adalah pintu menuju ilmu pengetahuan. Para relawan di TBM Rumah Dunia, Permadani, Al-Ikhlas yang tergabungdi Forum TBM Kota Serang pimpinan Ratu Nizma Susanti, sudah siap tempur mengelola TBM@Mall. “Kami akan mengingatkan orang-orang yang berbelanja di Carrefour agar tetap ingat pada buku. Belanja boleh, tapi jangan melupakan buku!” kata Novi dari TBM Al-Ikhlas, Serang, yang kebagian jaga pagi di TBM@Mall Banten Membaca. Hal itu diamini Erna, pengelola TBM Permadani, Serang.

MENU KOLOSAL
Mengimbangi kecepatan “Banten Membaca” yang mulai masuk gigi tiga, Rumah Dunia membuka lini usaha, yaitu Gong Publishing. Dengan motto “warnai hidupmu dengan buku”.Gong Publishing ingin membantu para penulis Banten menembus pasar nasional. Ini adalah cara paling strategis mengubah citra atau stigma Banten yang identik dengan jawara plus kekerasan , santet, pelet, dan ketertinggalan. Dengan Gong Publishing, mencoba membangun citra baru; saatnya otak, bukan otot, yaitu interprestasi dari kredo Toto ST Radik, “simpan golokmu, asah penamu”.

Kerja keras pertama adalah menyelenggarakan “HARI KEBANGKITAN BUKU #3” (HKB) di Rumah Dunia. Pada HKB pertama (2008) peluncuran 6 novel terbaru Gol A Gong. Setahun berikutnya di HKB #2, memestakan penulis lokal; Iwan K. Hamdan dan Khatib Mansyur. Di HKB #3 kolosal. Beragam menu digodok, sehingga HKB #3 mewakili harapan warga Banten.

Menu utamanya, peluncuran dan book signing buku bundel BALADA SI ROY (BSR). Novel remaja fenomenal karya Gol A Gong,. yang sudah menginspirasi jutaan pembaca di Indonesia. Buku BSR awalnya dimuat bersambung di majalah HAI (1989 – 1994) dan diterbitkan Gramedia berupa 10 jilid. Kini Gong Publishing menerbitkan kembali dalam bentuk bundel, hard cover, 680 halaman, ukuran buku 15 x 23 cm, jenis kertas HVS 70 gram, harga di too buku Rp. 150.000,- . Tapi saat launching di HKB #3 harga promosi saat peluncuran Rp. 100.000,-

Menu tambahan yang sedap di hati, adalah deklarasi ”Klab Penulis Banten”. Mengusung visi ”Membangkitkan Kembali Tradisi Menulis”, para penulis Banten siap menyerbu pasar Jakarta. Itu dibuktikan dengan soft launching beberapa buku yang diterbitkan Gong Publishing, yaitu novel ”Gadis Bukan Perawan” karya Jenny Ervina, buku kumpulan tulisan pembangun jiwa ”Melihat Tanpa Mata [Penghargaan Pada Inspirasi]” karya Abdul Latief, buku sosial-politik ”Membaca Banten, Membaca Indonesia” karya Iwan K. Hamdan, buku kumpulan cerpen “Gilalova [Segila-gilanya Cinta] karya 25 penulis muda yang tergabung di Forum Lingkar Pena Banten, buku pencerahan spiritual “Tamasya ke Mesjid [catatan buruh migrant di Dubai] karya Jaya Komarudin Cholik, dan buku panduan menulis “Be a Writer” karya Gol A Gong.

Profesor Yoyo Mulyana, guru besar Untirta Serang, menulis di situs jejaring sosial Facebook, ’Acaran HKB #3 dahsyat banget tuh. Mari, use your brain and heart, not your muscle!” Profesor Yoyo siap melakukan orasi dengan tema “Membngkitkan Kembali Tradisi Menulis di Banten.”

Menu penyedap lainya akan ada perang bintang pembacaan Puisi-puisi ”Balada Si Roy” oleh penyair 2 geberasi; Toto ST Radik versus Rahmat Heldy HS. Toto dikenal sebagai penulis sajak pembuka di hampir semua episode Balada Si Roy. Juga ada musikalisasi Ki Amuk pimpinan Firman Venayaksa. Tidak ketinggalan testimoni pembaca ”Balada Si Roy”, yang sudah memberikan inspirasi kepada mereka.

Eit, satu lagi menu gurih! Penjualan kaos merchandise Balada Si Roy! Cover lawas yagn apik dari Mas Wedha dan penggalan puisi Balada Si Roy dari puisi karya Toto ST Radik! (*)

*) Penulis adalah Pendiri Taman Bacaan Rumah dunia dan Ketua Umum Forum Taman Bacaan Masyarakat Indonesia

TBM@MALL TUNGGU KESIAPAN CARREFOUR

Radar banten, 8 april 2010

SERANG – Pelaksanaan program taman bacaan masyarakat di pusat perbelanjaan modern atau lebih dikenal dengan istilah TBM@ Mall yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) di Provinsi Banten, tinggal menunggu kesiapan Carrefour selaku mal yang ditunjuk Pemprov Banten sebagai tempat pelaksanaan program tersebut.
Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Nasional Gol A Gong mengungkapkan, hingga saat ini manajemen Carrefour belum memberikan kepastian bisa dijadikan tempat TBM@Mall. “Mereka (Carrefour-red) beralasan belum menyampaikan program ini ke manajemen pusat Carrefour di Jakarta,” ungkap Gol A Gong, yang juga pendiri Taman Bacaan Masyarakat Rumah Dunia di Serang, terkait progress pelaksanaan program TBM@ Mall di Kota Serang, Rabu (7/4).
Gol A Gong berharap, Carrefour sebagai mall pilihan pertama bisa segera memberi kepastian terkait kesiapannya mendukung program nasional yang bertujuan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya membaca ini. “Hal ini terkait dengan fungsi CSR (corporate social responsibility) Carrefour sebagai salah satu perusahaan yang berusaha di Banten,” katanya.
Terkait dukungan Pemprov, dalam hal ini Dinas Pendidikan (Dindik), Gol A Gong menyatakan mendukung penuh. “Selain siap memberi dukungan berupa sarana prasarana taman bacaan, seperti buku, Dindik Banten juga siap mengarahkan Dindik kabupaten/kota untuk memberi dukungan serupa,” ujarnya.
Ditemui terpisah, Kepala Dindik Provinsi Banten Eko E Koswara memaparkan, pelaksanaan program TBM@Mall di Kota Serang merupakan percontohan bagi daerah lainnya di Indonesia mengenai model taman bacaan masyarakat di pusat perbelanjaan. “Selain Kota Serang, ada dua daerah lain yang ditunjuk Kemendiknas sebagai program percontohan yakni Jakarta dan Makassar. Untuk tahun ini memang hanya tiga provinsi yang dijadikan model percontohan program TBM@ Mall yaitu Banten, DKI Jakarta, dan Sulawesi Selatan,” paparnya, seraya menambahkan, program TBM@ Mall akan dilaunching pada 2 Mei 2010, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional. (ila)

advert

Gonjlengan

Hari Puisi 2015

Ini catatan ringan buat saya atau untuk kita. Sekadar instropeksi saja. Saya ingat, pada Hari Puisi Indonesia 2013, saya mengirimkan buku puisi “Membaca Diri” (Gong Publishing, April 2013). Saat itu saya pesimis, karena puisi-puisi biasa saja. Tapi, saat itu saya berdo’a di dalam hati, “Ya, Rabb.., unuk tahun 2014, ijinkan buku puisi ‘Air Mata Kopi’ […]

Full Story | July 21st, 2014

Kuliner

Sarapan Nasi Megono di Pekalongan

Beribu pagi di kepalaku Masihkah Engkau bersembunyi di kota lain yang belum kusinggahi sementara nafasku sudah di genggaman-Mu Hotel Princess, Palembang, 16 Juli 2012 *** Saya sangat menyukai pagi. Saya selalu memaksakan diri untuk bisa menikmati pagi. Termasuk di Pekalongan. Saya dan Abdul Salam HS – relawan Rumah Dunia, datang di Pekalongan pukul 05:30, Minggu […]

Full Story | July 22nd, 2014

advert

Traveling

10 Kota Romantis di Indonesia

Selama saya menyusuri kota demi kota di bumi Indonesia, saya menemukan banyak keunikan diluar kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, Denpasar. Ada kota-kota yang dianugrahi laut dan pantai yang indah seperti Balikpapan, Makasar, Padang, dan Bengkulu. Ada kota yang memiliki pesona gunung seperti Bukit Tinggi, Yogya, Bandung dan Bogor. Ada yang mendapat kado sungai seperti […]

Full Story | July 20th, 2014

advert

Cerpen

Memace

Cerpenis rumahdunia.com pekan ini ialah Dini Surya Triani. Ia lahir di Serang, 11 Maret 1994. Sekarang sedang menempuh pendidikan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia semester empat. Salah satu mimpinya menjadi cerpenis. Berdomisili di Kota Cilegon.

Full Story | July 1st, 2014

Novel

Tembang Kampung Halaman [9]

BAB lll — DI KAMAR NOMOR SEMBILAN — IPULtergopoh-gopohturun dari becak sambil membopong tubuh perempuan. Dia disambut oleh Mardi dan Ramli dengan beribu pertanyaan. Antara keheranan dan menyudutkan. Tanpa menjawab dulu Ipul langsung membawa Maisaroh ke kamarnya, kamar nomor sembilan. “Cepat ambil air hangat!” Mardi memerintah Ramli. “kamu apakan dia, heh?!” bentaknya gusar pada Ipul. […]

Full Story | July 20th, 2014

Puisi

Tiga Puisi Anna Lestari

lahir di Tangerang 19 Februari 1990. Selalu jatuh cinta pada senja dan puisi. Belajar menulis novel dan puisi di Rumah Dunia dengan Gol A Gong dan Toto ST Radik. Terus melatih menulis di bengkelbacatariblogspot.com. Suka memotret dan ingin jadi fotogarfer. Kini menghabiskan hari-harinya di Bengkel Baca Mini Library di samping rumahnya.

Full Story | July 7th, 2014