SISWA SMKN 1 CIPANAS DEMO

LEBAK—Ratusan siswa SMKN 1 Cipanas unjuk rasa di halaman sekolah setempat, Rabu (9/3). Dalam aksinya, siswa yang terdiri dari kelas X sampai XII itu membentangkan karton yang sudah dipenuhi tulisan tuntutan mereka. Demo yang digelar pukul 08.00 WIB sampai 12.00 WIB, berjalan lancar dan aman. Kendati, aparat keamanan dari Polsek dan Koramil Cipanas disiagakan. Setelah mencapai kesepakatan, aksi itu berpindah tempat ke ruang kelas dengan sistem dialog atau tanya-jawab.

Meliawati (17), Ketua OSIS SMKN 1 Cipanas sekaligus Koordinator aksi, saat diberi kesempatan menyampaikan aspirasi, menuntut pihak sekolah agar transparan terkait dana bantuan dan kenaikan dana operasional pembangunan (DOP) sekolah, Dana Sumbangan Pendidikan (DSP), disiplin waktu guru, fasilitas sekolah, kebijakan guru, kepala sekolah tidak salah gunakan dan diperjelas, dan hak-hak siswa.

“Kami minta pihak sekolah menjelaskan dengan transparan digunakan untuk apa dana bantuan yang masuk seperti BOMM (Bantuan Oprasional Menejemen Mutu), Bantuan Keluarga Miskin (BKM), dan kenaikan DOP dan DSP,” ujar Meliawati.

Senada dikatakan Anti (18), siswa kelas XII ini mengatakan, guru kerap melangar standar kompetensi kelulusan (SKL) dan melakukan indisipliner soal waktu dan menyalah-gunakan kebijakannya dalam hal memberikan pembelajaran. Padahal, kata Anti, siswa kelas XII sebentar lagi akan menghadapi ujian nasional.

“Kami hanya mau kami memperoleh hak kami sebagai siswa yang berhak memperoleh pengajaran yang sesuai dengan SKL. Bagaimana siswa mau pintar bila gurunya jarang masuk kelas dan kerap terlambat datang,” tegas Anti.

Kepala SMKN 1 Cipanas, Roshadi Rizky, mengakui dana bantuan yang masuk sekolah seperti BOMM, Bantuan Oprasional Sekolah Daerah (BOSDA), BKM, DOP, dan DSP, DOP, tidak dipublikasikan ke siswa.

“Semua itu pertanggung jawabannya sudah kami laporkan ke pusat (Kemendiknas) dan Pemda Lebak bukan ke siswa. Begitu juga dengan DSP dan DOP hasilnya sudah kami laporkan ke orangtua masing-masing,” kata Roshadi, yang disaksikan Kapolsek Cipanas, Asep Sukandarsuman, dan dewan guru SMKN 1 Cipanas.

Terkait fasilitas sekolah, Roshadi membenarkan, saat ini pihak sekolah baru menyediakan komputer, laptop, bangku, dan lapangan voli yang anggarannya diambil dari sisa BOMM tahun kemarin.

“Ya dana BOMM memang diperuntukkan untuk barang yang mudah habis seperti tinta, kertas, ATK dan lainnya. Tetapi itu sudah melalui kesepakatan dengan menejer BOMM,” ujarnya, seraya mengatakan, per siswa mendapat Rp 120 ribu/tahun 2010 dengan nilai Rp 31.990.000 untuk 2 jurusan tehnik komputer jaringan (TKJ) dan akuntansi. (Harir Baldan).

PESTA ANAK KE-9 SIAP DIGELAR

Dalam rangka memeriahkan Hari Anak Nasional yang biasa diperingati pada 23 Juli, Rumah Dunia akan menggelar  Pesta Anak ke-9 Rumah Dunia. Acara yang biasa dihelat Rumah Dunia setiap tahun dan sudah yang ke-sembilan ini akan dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu (24-25/7) dengan mengangkat tema “Kembali ke Sekolah.”

ANEKA LOMBA

Menurut Ahmad Wayang selaku Ketua Panitia, Pesta ini akan menghadirkan aneka lomba literasi seperti; mengarang, menulis dan membaca puisi, serta menggambar. Selain itu akan ada juga lomba yang sifatnya hiburan bagi anak-anak; lomba makan kerupuk, joget jeruk, balap sarung (bukan karung), dan lainnya. “Seperti tahun yang sudah-sudah, Rumah Dunia ingin membahagiakan anak-anak dengan membuat Pesta Anak ini,” ujar Wayang. “Hanya saja konsep kali ini adalah tentang pendidikan. Jadi kami juga menyediakan hadiah-hadiah yang nantinya akan bermanfaat saat anak-anak sudah aktif belajar di sekolah,” imbuh Wayang yang salah satu cerpennya dibukukan dalam antologi cerpen berjudul “Gilalova” yang diterbitkan Gong Publishing ini.

Untuk memotivasi anak-anak, Rumah Dunia akan menyiapkan hadiah-hadiah berupa ragam alat-alat sekolah semisal buku dan alat tulis, penggaris, tas, kaos kaki, dan lain-lain. Hal ini diakui Wayang agar hadiah tersebut dinilai akan lebih terasa manfaatnya saat anak-anak sudah aktif belajar di sekolah. Terkait pendanaan Pesta Anak ini, Rumah Dunia mengajak para donatur untuk berbagi dalam melengkapi kebahagiaan anak-anak. “Jika ada yang mau menyumbang hadiah, kami akan sangat berterimakasih sekali,” ujar Wayang.

AGENDA

Pesta Anak Rumah Dunia selalu berlangsung 2 hari. Sabtu untuk umum, siapa saja boleh ikut serta. Hari Minggu khusus untuk anak-anak yang aktif di Rumah Dunia secar reguler, walaupun pada pelaksanaannya ada saja peserta lomba yang nimbrung ikut serta.

Pada Sabtu, 24 Juli 2010, lomba literasi terbuka untuk umum, yaitu lomba menggambar, mengarang, dan menulis dan membaca puisi. Sedangkan pada  hari Minggu, 25 Juli 2010, lombanya khusus, yaitu lomba makan kerupuk, tusuk balon, tempayan, memasukan paku dalam botol, joget jeruk, dan balap sarung (bukan karung)

Hadiah bagi para pemenang buku, pulpen, dan tas.  Dibutuhkan sekitar  20 pak buku tulis seharga total Rp. 400.000,-, hadiah 20 pak crayon  seharga Rp. 300.000,- , 5 pak pulpen seharga Rp. 60.000,- dan hadiah 16 pasang kaos kaki seharga Rp. 75.000,- Hadiah lainnya yaitu tas, penghapus, dan penggaris. Kata Wayang, ”Total dana Rp. 2,5 juta!”

Jika ada donatur yang ingin iuran mendanai ”Pesta Anak Rumah Dunia” ini, langsung saja transfer ke BCA Serang, nomor rekening 245 188 5733, an: Asih Purwaningtyas C. Mari, kita bahagiakan anak-anak kita! (Jang RuDun)

FKGS WARINGINKURUNG GELAR LOMBA KREATIVITAS

SERANG- Forum Komunikasi Guru dan Kepala Sekolah (FKGS)  Kecamatan Waringinkurung mengadakan rapat untuk menyambut Lomba Kreativitas Siswa (LKS), di  gedung serba guna Kecamatan Waringinkurung pada (8/3), lalu.

Rapat tersebut tidak hanya dihadiri oleh seluruh panitia saja, tetapi dewan juri yang akan melakukan penilaianpun diundang untuk membahas kisi-kisi penilaian yang relefan di tingkat Kabupaten-Serang. Ahmad Naji selaku ketua FKGS meminta kepada seluruh dewan juru yang diundang akan tanggungjawabnya dalam hal penilaian. “Dari setiap penilaian ini diminta tanggungjawabnya,” katanya. Masih menurut Naji, “Dalam hal penilian saya minta dewan juri untuk memberikan penilaian seobyektif mungkin, dan selururus-lurusnya, sebab nantinya para pemenang akan mewakili Kecamatan Waringinkurung di tingkat Kabupaten” tegasnya.

Sementara ketua LKS, Abdul fatah meminta kepada seluruh panitia dan dewan juri untuk ikhlas dalam menyukseskan kegiatan ini. Sedikitnya cabang lomba yang akan diadakan  12 cabang lomba, di anataranya; Baca Tulis menghitung (Calistung), komputer, nyanyi solo, sinopsis, baca puisi, pidato bahasa jawa, pidato bahasa inggris, pidato bahasa indonesia,  KTK, rumah adat, dll.

Tetapi, dari rapat yang dihasilkan dengan panitia LKS, sedikit ada jalan penerang untuk meminimalisir agar tidak terjadi kecurangan dalam hal penilian, sebab rata-rata dewan juri diambil dari tingkat SMP/MTs dan SMA di wilayah Kecamatan Waringinkurung. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pelaksanaan

Lomba yang diadakan pada tanggal 25 dan 27 Maret yang dihadiri hampir seluruh siswa- siswi se-Kecamatan Waringinkurung nampak antusias. Untuk lomba baca puisi, beberapa dewan juri yang didulat di antaranya; Rahmat Heldy HS (Penyair), Bambang (Ketua PGRI Kecamatan Waringinkurung) dan Rita (Kepsek SDN 4 Sasahan). Dari perlombaan ini terlihat ada geliat perubahan dalam pembelajaran sastra (puisi), secara kontekstual. Walaupun dibabak awal puisi dengan tema “Ibu” dibuat di sekolah masing-masing,  tetapi ketika mencari 10 finalis peserta membuat puisi sendiri dengan tema “Lingkungan,” inilah yang dimaksud kontekstual tadi. Murid yang membuat dengan jatah waktu 15 menit ini mampu menceritakan alam Waringinkurung dengan sangat lihai, ada yang menuliskan keindahan gunung sampai pengrusakan alam.

Dari hasil perlombaan itu juara I diraih Emah Hujaemah SDN Sukabares, juara II Siti Masyatul Laila SDN 2 Waringinkurung, dan juara III diraih oleh Qurotu A’yun SDIT Bina Insani.

Dalam hal lomba baca puisi, Rita selaku dewan juri puisi ketika diwawancaari wartawan Rumah Dunia.com menyampaikan unek-uneknya terkait perlombaan baca puisi tersebut. “Ekspresi dan mimik tidak begitu jelek dan juga tidak begitu baik, biasa-biasa saja. Begitu juga dalam hal intonasi” katanya. Tetapi ia meminta kepada guru-guru pendamping puisi, “Idealnya untuk guru-guru pendamping dapat melakukan perubahan dalam hal pembacaan, sebab setiap tahun gaya dan nada bacaan berubah,” tegasnya.” [Rahel]

MTsN CILEGON WORKSHOP DONGENG

RG. Kedung Kaban saat mendongeng

SERANG- Salah satu manfaat mendongeng adalah penyampaian pesan moral. Selain itu jika dalam keluarga terbiasa mendongeng, maka anak dan orang tua akan menjadi akrab. Hal itu diungkapkan RG. Kedung Kaban, pendongeng Rumah Dunia, di hadapan sekitar 239 siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Cilegon yang berkunjung ke Rumah Dunia (RD) pada Rabu (27/1) dalam rangka Studi Observasi Lapangan (SOL). Pada kesempatan itu, pihak MTsN meminta diadakan pembelajaran mendongeng sekaligus praktek mendongeng dari Rumah Dunia yang akan dibawakan oleh RG. Kedung Kaban, salah satu relawan Rumah Dunia yang sudah empat tahunan menggeluti dunia dongeng.

Dalam sambutannya,  Utar Sunandar, S.Pd, guru pembimbing SOL, lembaga pendidikan itu ada yang formal ada juga yang non formal. Salah satu lembaga pendidikan non formal adalah Rumah Dunia.  “Ilmu itu tidak hanya ada di dalam Sekolah saja, tapi di dunia luar juga ada, seperti Rumah Dunia ini,” ujarnya. Utar juga mengatakan, kunjungannya ke RD, selain sebagai target kurikulum SOL, juga ingin mengenal apa itu Rumah Dunia dan apa saja kegiatan di dalamnya.

Pada kesempatan itu, Presiden Rumah Dunia Firman Venayaksa, memberikan sambutannya di depan siswa-siswi. Ia menjelaskan awal berdiri Rumah Dunia dengan gaya mendongeng, “Pada suatu hari kala.. ada seorang pemuda yang gelisah memikirkan Banten. Pemuda itu bernama Gol A Gong. Maka dia pun bersama sang istri dan sahabatnya mendirikan Rumah Dunia hingga sekarang,” ujar Firman yang sontak membuat anak-anak serius mendengarkannya. Selain mendapatkan materi dongeng, mereka juga disuguhkan film documenter Rumah Dunia.

Terkait dengan banyak jumlah peserta, maka Rumah Dunia membagi mereka ke dalam dua kelompok yang juga diamini pihak MTsN Cilegon. Seperti yang diungkapkan Muhzen Den, penanggung jawab acara dari Rumah Dunia. “Dari jumblah 239 siswa dan siswi MTsN Cilegon itu tidak semuanya di tamping bersamaan. Mereka dibagi dua kelompok. Kelompok satu dari Pukul 08.00 sampai Pukul 09.30, terus disambung kelompok dua dari Pukul 11.00 sampai Pukul 13.00,” ujar Muhzen Den.

Peserta serius menyimak dongeng

Malu dan Seru

Tidak hanya RG, panggilan akrab RG. Kedung Kaban, yang becerita atau menjelaskan tentang materi dongeng, pelajar juga diminta untuk aktif bertanya. Nova Sridamayanti (14), siswi kelas VII terlihat ragu-ragu dan malu saat dipanggil RG untuk maju membacakan ceritanya. Saat ditanya selepas membacakan atau mendongeng, Nova yang tinggal di Kampung Martaputra Kecamatan Jombang Kota Cilegon ini mengaku deg-deng-an. “Gerogi. Malu,” katanya kemudian. Berbeda dengan M. Firman, siswa kelas VII ini terlihat aktif bertanya dan tidak malu. Firman dengan semangatnya membacakan karya cerita yang dibacakannya. Menurut Firman, dongeng itu suatu kesenangan. “Kita bisa punya banyak teman dengan mendongeng, dan bisa kenal sama Kakak relawan (RG-red) yang pinter mendongeng,” kata Firman yang mengaku hobi membaca komik Naruto.

Menyikapi suasana seperti ini, Firman mengaku sangat senang sekali. Lokasi Rumah Dunia membuat suasana belajar jadi berbeda dan bertambah semangat. “Belajar di sini seru. Bisa ketawa-ketawa. Seneng rasanya. Rumah Dunia kaya bioskop. Sangat bagus,” kata pelajar yang baru berumur 12 tahun ini mantap. [Ahmad Wayang]

GMC GARAP VIDEO PROFIL MAN 2 SERANG

SERANG- Sebagai sekolah berstandar Internasional, MAN 2 Serang yang berada di Jalan KH. Abdul Hadi No.3 Cijawa Serang, terus melakukan terobosan. Kali ini, agar lebih dikenal masyarakat luas, pihak MAN 2 Serang membuat profil lembaga selama tiga hari. Sementara harinya tidak berurutan. Shooting akan dilaksanakan pada Senin (18/1), Rabu (20/1), dan Sabtu (23/1). Untuk penggarapannya sendiri, MAN 2 mempercayakan pada Gong Media Cakrawala (GMC). GMC adalah Production House (PH) yang merupakan badan usaha Rumah Dunia. Menurut Aji setiakarya, pimpinan proyek ini, GMC sudah cukup berpengalaman dalam penggarapan company profile. “Kita pernah garap profil Banten dari Humas Pemprov dan juga profil Polda Banten,” ujar Aji.

Kru yang diturunkan sendiri adalah RG Kedung Kaban sebagai kamera 1, dan Renaldi sebagai kamera 2.  Sementara bagian unit produksi dihandle saya.

Selain aktivitas pelajara dan guru, gambar yang diambil pun meliputi peringatan upacara, ruang lab-lab; lab IPA, Bahasa Inggris, Agama, dan lab Komputer. “Meski capek, kami tetap berusaha professional,” ujar RG yang sudah berpengalaman dalam pembuatan film indie. [Ahmad Wayang]

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Full Story | July 18th, 2010