<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Dunia Gol A Gong Banten Baca Buku Taman Bacaan Perpustakaan &#187; peduli</title>
	<atom:link href="http://rumahdunia.com/isi/tag/peduli/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahdunia.com/isi</link>
	<description>Rumah Dunia,Banten,buku,taman,bacaan,taman bacaan,Gol A Gong,majalah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 13:56:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>YAYASAN KALPATARU PEDULI PENDIDIKAN DAN LINGKUNGAN</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/04/19/yayasan-kalpataru-peduli-pendidikan-dan-lingkungan/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/04/19/yayasan-kalpataru-peduli-pendidikan-dan-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 15:12:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[kalpataru]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3849</guid>
		<description><![CDATA[SERANG&#8212;“Berbagi kasih dengan sesama”, itulah kalimat yang meluncur dari bibir Martha Sinaga (51) Pendiri Yayasan Kalpataru ketika dikonfirmasi www.rumahdunia.com, Minggu (18/4) kemarin, di Rumah Dunia. Kalimat tadi sekaligus merupakan salah satu program kerja Yayasan Kalpataru yang beralamat di jalan Villa Nusa Indah blok G 1 Bekasi. Kedatangan 6 relawan Yayasan Kalpataru ke Rumah Dunia dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/04/Sesama.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3850" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/04/Sesama.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>SERANG&#8212;“Berbagi kasih dengan sesama”, itulah kalimat yang meluncur dari bibir Martha Sinaga (51) Pendiri Yayasan Kalpataru ketika dikonfirmasi <a href="http://www.rumahdunia.com/" target="_blank">www.rumahdunia.com</a>, Minggu (18/4) kemarin, di Rumah Dunia. Kalimat tadi sekaligus merupakan salah satu program kerja Yayasan Kalpataru yang beralamat di jalan Villa Nusa Indah blok G 1 Bekasi.</p>
<p>Kedatangan 6 relawan Yayasan Kalpataru ke Rumah Dunia dalam rangka berbagi dengan sesama. Acara tersebut turut dimeriahkan dengan lomba menggambar tingkat SD, baca puisi, dan penampilan musik anak jalanan. Seusai acara, puluhan anak dari lingkungan Ciloang dan Kubil Kota Serang itu mendapat bingkisan berupa buku dan alat tulis.</p>
<p>Menurut Martha Sinaga disela-sela acara, selain berbagi kasih dengan anak-anak, pihaknya juga peduli terhadap pendidikan. “Kami sangat tersentuh melihat kemiskinan yang melanda negeri ini (Indonesia: red). Ternyata masih banyak anak-anak yang belum mendapat pendidikan yang layak,” kata Martha.</p>
<p>Melihat kondisi itulah Yayasan Kalpataru didirikan pada tahun 1990, dengan jumlah 12 relawan yang rata-rata dosen. Meskipun hanya berjumlah 12 relawan, program kegiatan Yayasan Kalpataru terus bergulir selain bakti sosial juga peduli terhadap lingkungan. Kepedulian itu dipraktikkan dengan mendaur ulang barang-barang bekas menjadi barang berharga. “Sebagian perajinnya kami rekrut dari masyarakat setempat,” kata wanita berkaca mata ini. (Harir baldan)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/04/19/yayasan-kalpataru-peduli-pendidikan-dan-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SUKMAJAYA ALANG: PEDULI ANAK MUDA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/28/sukmajaya-alang-peduli-anak-muda/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/28/sukmajaya-alang-peduli-anak-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 15:56:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawara]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3452</guid>
		<description><![CDATA[SUKMAJAYA ALANG: PEDULI ANAK MUDA Oleh: Harir Baldan LEBAK&#8211;Cipanas terkenal dengan objek wisata alamnya seperti, pemandian air panas, dan Arung Jeram Ciberang, ternyata masih menyimpan satu potensi lain. Yakni, ajang motorcross yang terletak di Tugu Wates, Hamberang, Luhur Jaya, Cipanas, Lebak. Selain memiliki sumber daya alam yang menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sumber daya manusia-nya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/MTR-CROS1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3454" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/MTR-CROS1.jpg" alt="" width="500" height="472" /></a>SUKMAJAYA ALANG: PEDULI ANAK MUDA</p>
<p>Oleh: Harir Baldan</p>
<p>LEBAK&#8211;Cipanas terkenal dengan objek wisata alamnya seperti, pemandian air panas, dan Arung Jeram Ciberang, ternyata masih menyimpan satu potensi lain. Yakni, ajang motorcross yang terletak di Tugu Wates, Hamberang, Luhur Jaya, Cipanas, Lebak.</p>
<p>Selain memiliki sumber daya alam yang menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sumber daya manusia-nya (SDA) pun tak kalah potensial. Khusus di 2 Kecamatan; Cipanas dan Lebak Gedong banyak menyimpan bakat-bakat muda yang jago ngebut di jalan raya.</p>
<p>Alhasil, berawal dari sanalah ide menggelar motorcross dimulai. “Lomba balap motorcross pertama diadakan pada 12-13 Desember 2009,” kata Alang. Untuk mengadakan acara itu Alang harus menghabiskan modal Rp. 37 juta. “ 7 juta untuk buka lahan dan 30 juta untuk biaya pelaksanaannya,” terang Alang. Kendati begitu, Alang berharap kerja keras dan pengorbanannya dapat apresiasi dari Pemda Lebak. “Karena turnamen ini bisa mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Desa, Kecamatan, dan Pemda Lebak.” Masih Alang.</p>
<p>Menurut lelaki beranak 2 ini tujuan diadakan Grasstrack untuk menggali SDM dan SDA khususnya di Kecamatan Cipanas dan Lebak Gedong. “Selain itu untuk mengantisipasi kecelakaan di jalan dan memfasilitasi bakat-bakat pembalap muda,” terangnya.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/28/sukmajaya-alang-peduli-anak-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CARE BOX ALA BELLA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/28/care-box-ala-bella/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/28/care-box-ala-bella/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 04:14:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gonjlengan]]></category>
		<category><![CDATA[Alfamart]]></category>
		<category><![CDATA[Care]]></category>
		<category><![CDATA[Care box]]></category>
		<category><![CDATA[Indomilk]]></category>
		<category><![CDATA[Kecersdasan Emosi]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=1783</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Gol A Gong Suatu hari di saat puasa September 2009 lalu, putri pertama saya, Bella (12 th) membeli susu kemasan merek Indomilk di Alfamart. Seusai buka puasa, dus susu Indomilk tidak dibuang. Bella tekun sendiri menyulap dus susu itu menjadi sesuatu yang luar biasa bagi anak-anak seusianya di lingkungan tempat kami tinggal, yang sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">
<div id="attachment_1784" class="wp-caption alignleft" style="width: 385px"><img class="size-full wp-image-1784" title="Care box" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/11/Care-box.jpg" alt="Care box terbuat dari dus minuman susu" width="375" height="500" /><p class="wp-caption-text">Care box terbuat dari dus minuman susu</p></div>
<p>Oleh Gol A Gong</p>
<p style="text-align: left;">Suatu hari di saat puasa September 2009 lalu, putri pertama saya, Bella (12 th) membeli susu kemasan merek Indomilk di Alfamart. Seusai buka puasa, dus susu Indomilk tidak dibuang.<span id="more-1783"></span> Bella tekun sendiri menyulap dus susu itu menjadi sesuatu yang luar biasa bagi anak-anak seusianya di lingkungan tempat kami tinggal, yang sudah sibuk dengan <em>hand phone</em> keluaran terbaru. Lalu Bella memberi nama dus minuman Indomilk itu: <em>care box</em>.</p>
<p>PARCEL</p>
<p>Dus itu diperlihatkan kepada kami; saya, ibunya, dan ketiga adiknya – Abi (10 th) , Odi (5 th) , Kaka (4 th). Saya membaca tulisan tangan Bella dengan spidol berwarna hijau di dinding dus kanan:  <em>Sumbangkan uang Anda di sini. Akan disalurkan untuk minuman bergizi pada anak2 yang kurang gizi</em>. Di sisi kiri Bella menulis dengan warna <em>pink</em>: <em>Dengan uang Anda yang disumbangkan  turut menciptakan pelangi di mata mereka. </em>Di bagian depan dengan warna kuning, sehingga saya harus meminta tolong Abi membacakannya: <em>Mari budayakan Rp. 500,-/orang/hari. Ikhlas, pahala, menanti</em>.</p>
<p>Bella berpesan kepada kami, “Nanti diisi, ya. Berapa saja. Abi juga. Sisa uang jajannya dimasukin ke care box.” Abi mengiyakan. Kedua adik Bella yang lain; Odi dan Kaka juga antusias. Bella cuma meminta Rp. 500,-/orang/hari kepada kami untuk dimasukkan ke <em>care box</em>nya. Bella dan Abi uang jajannya Rp. 5000,-/hari. Sedangkan Odi dan Kaka kadang-kadang Rp. 3000,- atau Rp. 2000,-. Mereka semua bersekolah di TK/SD Peradaban. Bella beranggapan, ketiga adiknya bisa menyisikan Rp. 500,-</p>
<p><em> </em></p>
<div id="attachment_1785" class="wp-caption alignleft" style="width: 385px"><em><em><img class="size-full wp-image-1785" title="Care Box 1" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/11/Care-Box-1.jpg" alt="Kaka dan Odi menyerahkan parcel ke teh Riah" width="375" height="500" /></em></em><p class="wp-caption-text">Kaka dan Odi menyerahkan parcel ke teh Riah</p></div>
<p><em>Care box</em> itu Bella tempel di dinding ruangan depan. Saya lihat ada <em>newsletter</em> ditempel di sisinya. Dalam perjalanannya, ketiga adik Bella – selain kami – sesekali mengisi <em>care box</em> itu. Tidak ada paksaan. Hasilnya, sebelum kami mudik lebaran, Bella membuka <em>care box</em>nya. Bella dan ketiga adiknya dengan bersemangat belanja di Alfamart. Lalu Bella <em>and her gank</em> membuat parcel. “Kasihan Teh Riah, belum pernah mengapat hadiah parcel,” kata Bella. Odi dan Kaka menghadiahkan parcel kepada Teh Riah, pembantu kami. Tidak lupa, Bella memotret moment bersejarah ini. Hingga November, <em>care box</em> sudah membantu seorang lagi warga Ciloang, yaitu pak Wawang. Uang yang terkumpul hampir Rp. 50.000,- Dana itu dibelanjakan sembako; gula, telur, minyak, mie,</p>
<p>PROYEK SOSIAL</p>
<p>Saya mendiskusikan hal ini dengan ibunya. Tampaknya Bella akan serius dengan <em>care box</em> ini. Ketika saya tanyakan kepada Bella, care box adalah proyek sosialnya. Dari royalty novel yang didapatnya, Bella ingin menyisihkannya untuk proyek social.</p>
<p>Saya jadi teringat ke masa-masa awal menggelorakan gerakan literasi lokal “Banten Membaca” di Rumah Dunia pada 2000 – 2002. Saya pernah mengusulkan kepada seluruh jajaran pegawai negeri di Pemerintah Provinsi Banten dan anggota dewannya untuk menyisihkan Rp. 50.000,- saja tiap bulan dari penghasilannya. Untuk anggota DPRD Banten, kabupaten dan kota se-Banten saja, asumsi saya, jika masing-masing mencapai 50 orang saja, dikalikan 10 wilayah sudah mencapai 500 orang. Jika Rp. 50.000,- dikalikan 500 orang pejabat di dewan sudah menghasilkan dana 25.000.000,- Dari uang itu bisa dipakai untuk membuat perpustakaan masyarakat atau yang lebih dikenal dengan taman bacaan masyarakat seperti Rumah Dunia. Dengan dana sebanyak itu perbulannya, saya dan Rumah Dunia bisa melakukan banyak hal; membina taman-taman baca di setiap sudut Banten. Dan tentu gerakan “Banten Membaca” bisa lebih efektif. Insya Allah.</p>
<p>Akankan proyek sosial Bella berjalan mulus, sementara teman-temannya lebih asyik membincangkan hal-hal yang berbau konsumerisme? Emak saya pernah bilang, “Kepedulian sosial harus ditanamkan sejak dini. Caranya dengan mencontohkan, jangan menyuruh.” Saya merasa heran, kenapa harus “kepedulian sosial”? Kenapa tidak ilmu pengetahuan? Emak menegaskan, “Jangan masuk ke wilayah otak dulu. Tapi, hati yang lebih penting.” Tambah Emak, jika hati seorang anak sejak kecil diisi dengan hal-hal baik, maka kecerdasan otak akan datang dengan sendirinya. Belajar bagi anak-anak di saat hati bahagia dan dihiasi bunga-bunga sangat bagus dan dengan cepat si anak mencernanya.</p>
<p>Kecerdasan emosi, ini yang sering dilupakan para orangtua. Hampir kebanyakan orang tua, menginginkan anak-anaknya sudah bisa membaca sejak usia dini, bukan melatih mereka untuk mencintai buku. Akibatnya, setelah mereka dewasa, mereka tumbuh bukan sebagai orang yang sanggup mengungkap makna di balik kata atau membaca tanda-tanda kehidupan. Mereka tumbuh sebagai anak-anak Indonesia yang bagai robot dn hanya cinta pada statistik, follower, instans, dan menjdai generasi yang lemah. Mereka menjadi pintu masuk unsur-unsur dekadensi moral di negeri ini. Tentu kita tidak ingin memiliki anak-anak yang kelak termasuk penghancur bangsa.</p>
<p>Maka jika kami bepergian, kami menunjukkan kehidupan yang sesungguhnya kepada keempat anak kami. Kami membawa mereka melihat pengemis, mengunjungi orang miskin, memberi sedekah jika ada pengemis datang ke rumah, berbagi kepada yang membutuhkan. Dan tentu Rumah Dunia adalah laboratorium kehidupan bagi mereka. Pelan tapi pasti, mereka melihat apa yang dilakukan oleh ayah-ibunya. Mereka mulai paham sejak dini, bahwa kita sebetulnya saling membutuhkan. Kalau kita pintar, tidak serta-merta hasil jerih-payah sendirian. Selalu ada keterlibatan orang lain. Kita tidak pernah berhasil sendirian. Tidak boleh ada anggapan seperti itu. Pintar harus sama-sama. Sejahtera pun sama-sama. (***)</p>
<p>- Rumah Dunia, 28 November 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/28/care-box-ala-bella/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KARENA PEDULI, GURU RELA ANTAR JEMPUT SISWA PAUD</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/06/tiga-kampung-di-rangkasbitung-masih-tertinggal/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/06/tiga-kampung-di-rangkasbitung-masih-tertinggal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 16:23:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina insani]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[cimanggu]]></category>
		<category><![CDATA[dini]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Murid PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[mahal]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[pemda Lebak]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[prasarana.]]></category>
		<category><![CDATA[PTPN]]></category>
		<category><![CDATA[relawan]]></category>
		<category><![CDATA[rendah]]></category>
		<category><![CDATA[sarana]]></category>
		<category><![CDATA[usia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=545</guid>
		<description><![CDATA[LEBAK -  Karena sadar akan pentingnya pendidikan anak usia dini, beberapa warga rela menjadi relawan demi berdirinya sebuah kelompok bermain anak usia dini (KOBER-PAUD), yang di beri nama Bina Insani di Kampung Cimanggu Desa Rangkasbitung Timur. KOBER ini diperuntukan bagi pendidikan anak dengan rentang usia 0-6 tahun. “Kelompok bermain ini dibentuk karena kepedulian yang tinggi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>LEBAK -  Karena sadar akan pentingnya pendidikan anak usia dini, beberapa warga rela menjadi relawan demi berdirinya sebuah kelompok bermain anak usia dini (KOBER-PAUD), yang di beri nama Bina Insani di Kampung Cimanggu Desa Rangkasbitung Timur. KOBER ini diperuntukan bagi pendidikan anak dengan rentang usia 0-6 tahun.</p>
<p>“Kelompok bermain ini dibentuk karena kepedulian yang tinggi terhadap minimnya tingkat pendidikan di kampung tersebut. Yang 90 persen warganya hanya lulusan SD,” kata Nurmanah, pengelola KOBER Bina Insani. Di jelaskannya pula bahwa untuk pendidikan setiap siswa KOBER Bina Insani tidak memungut biaya. Untuk biaya operasional mereka dibiayai oleh para donator di wilayah kota Rangkasbitung. Bahkan untuk menjaring  simpati warga serta memudahkan akses para siswanya yang bermukim cukup jauh, para relawan bersedia menjemput dan mengantarkan para siswa dari KOBER ke rumahnya.</p>
<p>Ketika ditanya, Risma (4 th) salah seorang siswa mengaku kalo dirinya merasa senang belajar bersama teman-temannya di KOBER Bina Insani.</p>
<p>Ironisnya, sejak berdiri tiga tahun silam, pemerintah kabupaten Lebak tetap saja masih memandang sebelah mata. Hal ini terasa karena perhatian dari Pemda tak juga dirasakan. Dengan kondisi bangunan yang masih mengontrak serta sarana prasarana yang masih minim, para relawan berharap pemerintah dapat memberikan bantuan. (RG)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/06/tiga-kampung-di-rangkasbitung-masih-tertinggal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

