YAYASAN KALPATARU PEDULI PENDIDIKAN DAN LINGKUNGAN

SERANG—“Berbagi kasih dengan sesama”, itulah kalimat yang meluncur dari bibir Martha Sinaga (51) Pendiri Yayasan Kalpataru ketika dikonfirmasi www.rumahdunia.com, Minggu (18/4) kemarin, di Rumah Dunia. Kalimat tadi sekaligus merupakan salah satu program kerja Yayasan Kalpataru yang beralamat di jalan Villa Nusa Indah blok G 1 Bekasi.

Kedatangan 6 relawan Yayasan Kalpataru ke Rumah Dunia dalam rangka berbagi dengan sesama. Acara tersebut turut dimeriahkan dengan lomba menggambar tingkat SD, baca puisi, dan penampilan musik anak jalanan. Seusai acara, puluhan anak dari lingkungan Ciloang dan Kubil Kota Serang itu mendapat bingkisan berupa buku dan alat tulis.

Menurut Martha Sinaga disela-sela acara, selain berbagi kasih dengan anak-anak, pihaknya juga peduli terhadap pendidikan. “Kami sangat tersentuh melihat kemiskinan yang melanda negeri ini (Indonesia: red). Ternyata masih banyak anak-anak yang belum mendapat pendidikan yang layak,” kata Martha.

Melihat kondisi itulah Yayasan Kalpataru didirikan pada tahun 1990, dengan jumlah 12 relawan yang rata-rata dosen. Meskipun hanya berjumlah 12 relawan, program kegiatan Yayasan Kalpataru terus bergulir selain bakti sosial juga peduli terhadap lingkungan. Kepedulian itu dipraktikkan dengan mendaur ulang barang-barang bekas menjadi barang berharga. “Sebagian perajinnya kami rekrut dari masyarakat setempat,” kata wanita berkaca mata ini. (Harir baldan)

SUKMAJAYA ALANG: PEDULI ANAK MUDA

SUKMAJAYA ALANG: PEDULI ANAK MUDA

Oleh: Harir Baldan

LEBAK–Cipanas terkenal dengan objek wisata alamnya seperti, pemandian air panas, dan Arung Jeram Ciberang, ternyata masih menyimpan satu potensi lain. Yakni, ajang motorcross yang terletak di Tugu Wates, Hamberang, Luhur Jaya, Cipanas, Lebak.

Selain memiliki sumber daya alam yang menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sumber daya manusia-nya (SDA) pun tak kalah potensial. Khusus di 2 Kecamatan; Cipanas dan Lebak Gedong banyak menyimpan bakat-bakat muda yang jago ngebut di jalan raya.

Alhasil, berawal dari sanalah ide menggelar motorcross dimulai. “Lomba balap motorcross pertama diadakan pada 12-13 Desember 2009,” kata Alang. Untuk mengadakan acara itu Alang harus menghabiskan modal Rp. 37 juta. “ 7 juta untuk buka lahan dan 30 juta untuk biaya pelaksanaannya,” terang Alang. Kendati begitu, Alang berharap kerja keras dan pengorbanannya dapat apresiasi dari Pemda Lebak. “Karena turnamen ini bisa mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Desa, Kecamatan, dan Pemda Lebak.” Masih Alang.

Menurut lelaki beranak 2 ini tujuan diadakan Grasstrack untuk menggali SDM dan SDA khususnya di Kecamatan Cipanas dan Lebak Gedong. “Selain itu untuk mengantisipasi kecelakaan di jalan dan memfasilitasi bakat-bakat pembalap muda,” terangnya.[]

CARE BOX ALA BELLA

Care box terbuat dari dus minuman susu

Care box terbuat dari dus minuman susu

Oleh Gol A Gong

Suatu hari di saat puasa September 2009 lalu, putri pertama saya, Bella (12 th) membeli susu kemasan merek Indomilk di Alfamart. Seusai buka puasa, dus susu Indomilk tidak dibuang. lanjutkan membaca »

KARENA PEDULI, GURU RELA ANTAR JEMPUT SISWA PAUD

LEBAK -  Karena sadar akan pentingnya pendidikan anak usia dini, beberapa warga rela menjadi relawan demi berdirinya sebuah kelompok bermain anak usia dini (KOBER-PAUD), yang di beri nama Bina Insani di Kampung Cimanggu Desa Rangkasbitung Timur. KOBER ini diperuntukan bagi pendidikan anak dengan rentang usia 0-6 tahun.

“Kelompok bermain ini dibentuk karena kepedulian yang tinggi terhadap minimnya tingkat pendidikan di kampung tersebut. Yang 90 persen warganya hanya lulusan SD,” kata Nurmanah, pengelola KOBER Bina Insani. Di jelaskannya pula bahwa untuk pendidikan setiap siswa KOBER Bina Insani tidak memungut biaya. Untuk biaya operasional mereka dibiayai oleh para donator di wilayah kota Rangkasbitung. Bahkan untuk menjaring  simpati warga serta memudahkan akses para siswanya yang bermukim cukup jauh, para relawan bersedia menjemput dan mengantarkan para siswa dari KOBER ke rumahnya.

Ketika ditanya, Risma (4 th) salah seorang siswa mengaku kalo dirinya merasa senang belajar bersama teman-temannya di KOBER Bina Insani.

Ironisnya, sejak berdiri tiga tahun silam, pemerintah kabupaten Lebak tetap saja masih memandang sebelah mata. Hal ini terasa karena perhatian dari Pemda tak juga dirasakan. Dengan kondisi bangunan yang masih mengontrak serta sarana prasarana yang masih minim, para relawan berharap pemerintah dapat memberikan bantuan. (RG)

advert

Tags Kata

Gonjlengan

BE A WRITER: DARI YANG REGULER HINGGA EXCLUSIVE”

Pingin jadi pengarang? Penuli skenario? Jangan pusing-pusing. Untuk mengisi liburan pelajar/mahasiswa, yuk, kita isi dengan kegiatan bermanfaat.

Full Story | May 20th, 2010

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa*
Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari tabung [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong
MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak mengganggu [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK
I.
“ora et labora”
di pertigaan jalan menuju rumah
beberapa tukang becak menyemadikan nasib
: bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha
- memejam di tempat duduk
masingmasing-
II.
“nrimo ing pandum”
kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan
begitu saja kepada puingan matahari dan purnama
mereka mengabadikannya sebagai penanda becak
yang telah menerima dan menemukan kesadaran bahwa
lapar dan haus adalah
foto-doa
III.
“kerja adalah ibadah”
di sisi adzan,
kretek [...]

Full Story | July 18th, 2010