<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Dunia Gol A Gong Banten Baca Buku Taman Bacaan Perpustakaan &#187; Menulis</title>
	<atom:link href="http://rumahdunia.com/isi/tag/menulis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahdunia.com/isi</link>
	<description>Rumah Dunia,Banten,buku,taman,bacaan,taman bacaan,Gol A Gong,majalah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 13:56:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>KUNJUANGAN MA MATHLAUL ANWAR PUSAT KE RUMAH DUNIA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2011/01/31/kunjuangan-ma-mathlaul-anwar-pusat-ke-rumah-dunia/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2011/01/31/kunjuangan-ma-mathlaul-anwar-pusat-ke-rumah-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Jan 2011 01:10:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[mathlaul anwar]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=4518</guid>
		<description><![CDATA[SERANG&#8212;Minggu (30/1/11) pagi, sinar matahari yang jatuh di permukaan Taman Budaya Rumah Dunia atau persisnya di Kampung Ciloang, Kota Serang, Banten, begitu terasa berbeda, cerah dan penuh sesak. Taman Budaya Rumah Dunia yang luasnya hampir 1000 m2 hasil sumbangan dari para facebooker di akun Gol A Gong dan donatur Rumah Dunia, dibanjiri siswa-siswi MA Mathlaul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/01/MA.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4519" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/01/MA.jpg" alt="" width="476" height="364" /></a>SERANG&#8212;Minggu (30/1/11) pagi, sinar matahari yang jatuh di permukaan Taman Budaya Rumah Dunia atau persisnya di Kampung Ciloang, Kota Serang, Banten, begitu terasa berbeda, cerah dan penuh sesak. Taman Budaya Rumah Dunia yang luasnya hampir 1000 m2 hasil sumbangan dari para facebooker di akun Gol A Gong dan donatur Rumah Dunia, dibanjiri siswa-siswi MA Mathlaul Anwar Pusat (Almapus) Menes, Pandeglang. Kehadiran mereka ke RD merupakan rangkaian kegiatan yang mengusung tema, ‘Menulis dan Menggali sejarah dengan mengunjungi perziarahan di Banten lama’.<span id="more-4518"></span></p>
<p>Sebanyak 303 siswa mendapatkan materi penulisan sastra yaitu membuat cerita pendek (cerpen) dan puisi yang dipandu langsung Gol A Gong dan Toto ST Radik selaku pendiri RD. Gong membahas unsur-unsur insterinsik di antaranya, tokoh, karakter, latar waktu, tempat, dan lainnya. “Bakat saja tak cukup untuk menjadi seorang penulis harus diiringi banyak bacaan dan terus berlatih menulis,” ujar Gong di sela-sela acara.</p>
<p>Selanjutnya, metode penyampaian materi dikemas secara tanya-jawab. Acara semakin meriah saat para peserta berhasil menjawab pertanyaan dari pemateri karena diberikan <em>doorprize</em> beberapa buku terbitan Gong Publishing.</p>
<p>Gong menyatakan, saat ini RD memang tengah menyosialisasikan tanah RD seluas hampir 1800 m2, yang akan dijadikan sebagai taman budaya di Banten, seperti halnya taman Ismail Marjuki. Pihaknya juga tengah gencar mengkampanyekan gerakan shodakoh Rp 10 ribu/orang guna membantu pembebasan lahan tersebut. “Ini adalah gerakkan penyelamatan uang receh dari masyarakat Banten,” tandasnya.</p>
<p>Sekretaris kegiatan Dede Rahmawati Anugrah mengatakan, kunjungan ke RD adalah untuk mempraktikkan 3 mata pelajaran yaitu, Bahasa Indonesia, Sosiologi, dan Sejarah. Bermaksud untuk memberikan motivasi kepada siswa perihal teknik penulisan cerita pendek dn puisi. “Kami sengaja pilih Rumah Dunia karena di sini tempat yang tepat untuk belajar sastra dan bisa bertemu dengan pakarnya langsung,” ujarnya.</p>
<p>Guru bahasa Indonesia ini menuturkan, setelah kunjungan ke RD ratusan siswa selanjutnya akan mengunjungi obyek wisata ziarah di Banten lama. Ia berharap, kegiatan itu juga dapat menambah khazanah tentang ilmu kesejarahan terlebih sejarah lokal. “Mudah-mudahan siswa tertarik menulis dan mengetahui sejarah tentang Banten,” tandasnya.</p>
<p>Zia Ulhaq (15), salah satu siswa mengaku, sangat terkesan bisa berkunjung ke Rumah Dunia. Jauh sebelum bertandang ke RD, ia berimajinasi RD tempat yang sangat besar sesuai namanya. “Tapi, saya sangat senang bisa datang ke sini, karena bisa mendapat ilmu langsung dengan penulis hebat seperti pak Gol A Gong dan lainnya,” ujarnya sumringah.</p>
<p>Senada dikatakan Daril Farhana, siswi yang duduk di kelas VIII ini mengemukakan, bisa menimba ilmu di Rumah Dunia dengan para penulis terkenal merupakan pengalaman yang sangat langka. “Saya juga jadi tahu banyak penulis dari Banten khususnya yang lahir dari Rumah Dunia,” kata Daril, seraya mengatakan, suatu saat ia berkeinginan untuk belajar menulis secara regular di RD. (Harir Baldan)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2011/01/31/kunjuangan-ma-mathlaul-anwar-pusat-ke-rumah-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PONPES DAAR EL QOLAM GELAR ‘BE WRITER!’</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/04/11/ponpes-daar-el-qolam-gelar-%e2%80%98be-writer%e2%80%99/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/04/11/ponpes-daar-el-qolam-gelar-%e2%80%98be-writer%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 02:40:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[kursus]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3772</guid>
		<description><![CDATA[TANGERANG&#8211;Pondok Pesantren Modern Daar El Qolam yang berdiri pada tanggal 20 Januari 1968, beralamatkan Jl. Pasir Gintung, Jayanti-Tangerang, Jumat (9/4) pagi, mengundang Gol A Gong menjadi pembicara pada acara ‘Be Writer! sebuah program kursus menulis cerita pendek dan novel yang digagas oleh Gol A Gong sendiri, dan diterapkan oleh pihak Ponpes Daar El Qolam sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/04/writer1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3773" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/04/writer1.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>TANGERANG&#8211;Pondok Pesantren Modern Daar El Qolam yang berdiri pada tanggal 20 Januari 1968, beralamatkan Jl. Pasir Gintung, Jayanti-Tangerang, Jumat (9/4) pagi, mengundang Gol A Gong menjadi pembicara pada acara ‘Be Writer! sebuah program kursus menulis cerita pendek dan novel yang digagas oleh Gol A Gong sendiri, dan diterapkan oleh pihak Ponpes Daar El Qolam sebagai program kursus menulis yang dikhususkan untuk santriwan santriwati Ponpes Daar El Qolam, serta dilaksanakan setiap hari Jumat selama empat kali pertemuan di bulan April ini.</p>
<p>Gol A Gong, seorang penulis terkenal dengan karya novel fenomenalnya Balada Si Roy, novel remaja penuh pelajaran kehidupan yang pada era tahun 1980-an sempat booming di kalangan remaja Indonesia dan pada tahun ini buku novel tersebut akan terbitkan kembali  membeberkan ilmu menulisnya. “Kita bahas satu-satu dulu. Sinopsis. Ada yang sudah tahu tentang sinopsis?” kata Gong memancing peserta “Be Writer!”. “Kalau kamu bercerita. Sisnopsis itu adalah ringkasan cerita atau inti dari cerita itu sendiri. Biasanya tidak panjang. Hanya beberapa baris saja. Misal, ada seorang anak sedang mengumpulkan sampah plastik, dia bermimpi ingin meneruskan sekolahnya.” Terang Gong dengan nada suara yang lantang penuh semangat.</p>
<p>Sekira 100 peserta ‘Be Writer!’ yang terdiri dari kelas 1-3 SMP dan kelas 1-3 SMA memadati ruang pertemuan yang di mulai sejak pukul 09.00 WIB. Mereka para peserta ‘Be Writer!’ tampak antuasias menyaksikan pemaparan materi yang disampaikan oleh Gol A Gong tersebut. Selama dua jam Gol A Gong menerangkan tentang unsur-unsur penulisan seperti sinopsis, alur (maju atau mundur), tokoh, karakter, latar tempat, latar waktu, konflik, dialog, poin of view (sudut pandang) dan terakhir ending. Akhirnya giliran tanya jawab pun dimulai. Dari salah satu peserta laki-laki mengacungkan tangan dan mulai menerangkan tentang sinopsis. Namun, karena penjelasan atau komentar yang dilakukan oleh peserta terlalu panjang, akhirnya Gong menghentikannya. Sebagai penyemangat, Gong juga memberikan <em>Door Prize</em> dua buah buku untuk peserta yang berani maju dan aktif bertanya.</p>
<p>Sebenarnya kursus menulis atau ‘Be Writer!’ sendiri sudah berlangsung sejak bulan Maret lalu. Ketika itu yang mengawali atau mengadopsi ‘Be Writer!’ adalah Pondok Pesantren Modern La Tansa Mashiro, Rangkasbitung, Lebak. Dan untuk di Pondok Pesantren Daar El Qolam, baru bulan April ini diadakan.</p>
<p>Rita Lismiyati selaku pembimbing murid-murid Ponpes Daar El Qolam mengungkapkan jika kursus ‘Be Writer!’ bersama Gol A Gong ini adalah untuk pembekalan kepada murid-murid mengenai dunia kepenulisan. “Diadakan ‘Be Writer!’ ini agar murid-murid tahu tentang teknik penulisan fiksi itu seperti apa,” tutur Rita.</p>
<p>Selepas acara usai, Iska, siswa kelas 2 SMA, salah satu peserta ‘Be Writer!’ mengaku sekarang makin mengerti tentang unsur-unsur menulis cerita. “Saya jadi tahu, tentang apa itu plot,” kata Iska.</p>
<p>Kursus menulis ‘Be Writer!’ ini, selain diadakan di Ponpes La Tansa Mashiro dan  Ponpes Daar El Qolam, pada tanggal 5-13 Mei mendatang, ‘Be Writer!’ akan diadakan di negara Yaman. Dan Gol A Gong sendiri selaku pembicara ‘Be Writer!’ berseloroh. “Nanti, pada bulan Juni tanggal 7 sampai 16, ‘Be Writer!’ ada di Kalimantan tengah,” kata Gong. “Wah, jadwal saya bulan ini sampai bulan depan padat sekali!” Sambungnya kemudian. [Ahmad Wayang adalah relawan dan wartawan www.rumahdunia.com]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/04/11/ponpes-daar-el-qolam-gelar-%e2%80%98be-writer%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ABDUL SALAM:  SABET BEASISWA BEBAS SPP 4 BULAN</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/20/abdul-salam-sabet-beasiswa-bebas-spp-4-bulan/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/20/abdul-salam-sabet-beasiswa-bebas-spp-4-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 15:12:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banten Star]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[telat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3011</guid>
		<description><![CDATA[SABET BEASISWA BEBAS SPP Oleh Harir Baldan Pernahkah kamu mendapat penghargaan di sekolahmu? Kalau belum tidak perlu cemas ataupun panik. Biasanya, beasiswa diberikan pada pelajar berprestasi atau tidak mampu. Tapi kini, penghargaan itu bisa diraih karena menulis berita, cerpen, dan puisi. Sperti yang dialami Abdul Salam. HS., siswa SMP PGRI 1 Serang. Ingin tahu ceritanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/sal.jpg"><img class="size-medium wp-image-3012 alignleft" title="sal" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/sal-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a>SABET BEASISWA BEBAS SPP</p>
<p>Oleh Harir Baldan</p>
<p>Pernahkah kamu mendapat penghargaan di sekolahmu? Kalau belum tidak perlu cemas ataupun panik. Biasanya, beasiswa diberikan pada pelajar berprestasi atau tidak mampu. Tapi kini, penghargaan itu bisa diraih karena menulis berita, cerpen, dan puisi. Sperti yang dialami Abdul Salam. HS., siswa SMP PGRI 1 Serang. Ingin tahu ceritanya lebih lengkap? Simak terus tulisan ini.</p>
<p>DITITIPKAN DI RUMAH DUNIA</p>
<p>Salam lahir dari pasangan H. Husni dan Hj Sherina. Ia adalah anak ke-5 dari enam bersaudara. Saat Salam lulus dari bangku SMP, keluarganya bimbang untuk mencarikan sekolah yang tepat untuknya. Kedua orangtuanya pun khawatir akan keselamatan Salam. “Dulu saya sempat mau dititipkan di masjid sebagai marbot (penjaga masjid-red). Tapi karena masih kecil, orangtua kuatir dengan kesehatan saya,” ujar Salam. Untungnya sang kakak, Rahmat Heldy H.S yang biasa disapa Rahel, kenal akrab dengan Gol A Gong pendiri Rumah Dunia. Akhirnya Salam yang kini berusia 17 tahun ini dititipkan di Rumah Dunia pada pertengahan Juni 2008.</p>
<p>Memilih sekolah pun sempat jadi perbincangan keluarga. Selain permasalahan biaya, waktu belajar pun jadi pilihan. “Awalnya mau ke MAN 2 Serang. Tapi karena jam belajarnya lama kakak saya (Rahel-red) lebih menganjurkan ke SMA PGRI 1 Serang. Alasannya lebih dekat, tidak memakan waktu di sekolah dan ada teman dari Rumah Dunia, “ pungkasnya.</p>
<p>ANAK PEMALU</p>
<p>Ketika awal-awal di Rumah Dunia, Salam mengaku sangat pemalu. Jangankan untuk bertanya saat diskusi, bertutur sapa dengan sesama relawan, atau tamu saja ia merasa malu. Apalagi tamunya perempuan. “Dulu saya pemalu banget saat disuruh bicara. Sekarang saya berani bahkan lebih banyak bicara,” kata remaja asal kampung Bojong, Waringin Kurung, Serang ini. Baru setahun setengah di Rumah Dunia, dampaknya sudah bisa dirasakan oleh lelaki kelahiran 16 Juni 1992 ini. Salam yang dulu dikenal kalem, pendiam, dan kuper, kini berubah 180 derajat. Di Rumah Dunia dia bisa mengakses buku-buku dengan gratis dan belajar apa saja terutama ilmu menulis: jurnalistik, cerpen, dan puisi.</p>
<p>Selain menulis, Salam bisa berteman dan berkenalan dengan siapa saja. Semakin banyak orang yang dia temui semakin banyak pula ilmu dan pengalaman yang dia dapatkan. Rasanya kurang lengkap bila bicara kemampuan tanpa dipadukan dengan bukti yang nyata<em>.</em> Ya, karya tulisnya pernah dimuat di media lokal: Essai-nya di Tabloid Kaibon, Puisi dan cerpen-nya di Radar Banten, Fajar Banten, dan Tribun Tangerang. Bahkan tulisannya dimuat media nasional; Annida online, Kompas.com, dan rumahdunia. com. Maka sangat wajar jika teman-teman sekelas dan gurunya membicarakan lelaki pemenang ke-2 Gebyar Bahasa Sastra Indonesia 2008 di Untirta, Serang ini. Dan klimaksnya, pada Sabtu (2/1/10) pekan lalu dia masuk sepuluh besar siswa yang meraih prestasi non akademik di kelasnya. Salam adalah salah satu siswa dari 80 murid SMA PGRI 1 Serang yang meraih Bantuan Keuangan Murid Miskin (BKMM) dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten. “Uang itu dialokasikan untuk bayar SPP selama 4 bulan,” kata Salam. Profesinya bertambah sejak 1 November 2009 lalu, selain pelajar SMA PGRI 1 Serang, dia juga termasuk salah wartawan Rumah Dunia.com.</p>
<p>TERUS BERKARYA</p>
<p>Salam tumbuh dari keluarga yang sederhana. Kendati begitu, dia tidak mudah putus asa dalam berkarya. Kemampuannya dalam berbicara pun diakui oleh gurunya, Ida Faridah. “Meski terkadang ia jarang masuk kelas, Salam sebenarnya rajin dan saya mengakuinya dia punya kelebihan dalam berbicara,” terang guru PPKN ini.  Masih menurutnya, semoga dengan meraih Beasiswa Bantuan dari pemerintah ini bisa menambah semangat belajarnya.Apa yang dituturkan Ida Faridah semoga dipegang teguh Abdul Salam. “Tetap terus berkarya,” ujarnya singkat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/20/abdul-salam-sabet-beasiswa-bebas-spp-4-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BACA MAKALAH SEBELUM DISKUSI</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/17/baca-makalah-seblum-diskusi/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/17/baca-makalah-seblum-diskusi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 16:33:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Makalah]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2946</guid>
		<description><![CDATA[Membaca makalan dan menguasai apa yang didiskusikan adalah hal yang lumrah di Rumah Dunia agar diskusi hidup dan semarak. Hal ini juga berlaku saat diskusi Lebak Membara di Rumah Dunia pada Sabtu (11/1/10). Nampak peserta khusyuk membaca makalah milik Rahmat Heldy, HS., sang pembedah buku Lebak 181 Tahun Bara Menjadi Daya. [Teks: Langlang/ Foto: Muhzen]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/lebak_10.jpg"><img class="size-medium wp-image-2947 alignleft" title="lebak_10" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/lebak_10-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Membaca makalan dan menguasai apa yang didiskusikan adalah hal yang lumrah di Rumah Dunia agar diskusi hidup dan semarak. Hal ini juga berlaku saat diskusi Lebak Membara di Rumah Dunia pada Sabtu (11/1/10). Nampak peserta khusyuk membaca makalah milik Rahmat Heldy, HS., sang pembedah buku Lebak 181 Tahun Bara Menjadi Daya. [Teks: Langlang/ Foto: Muhzen]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/17/baca-makalah-seblum-diskusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CHANGE WITH READING, DARI PENJUAL GORENGAN KE WARTAWAN</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/06/change-with-reading-dari-penjual-gorengan-ke-wartawan/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/06/change-with-reading-dari-penjual-gorengan-ke-wartawan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 22:42:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Gorengan]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Penjual]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2694</guid>
		<description><![CDATA[Namaku Miftahudin, tapi teman-teman biasa memanggilku Udin. Aku dilahirkan dari pasangan Ruhaedi dan Maftuha sekira 26 tahun lalu, di sebuah kampung bernama Ciloang, yang jarak ke kota Serang hanya membutuhkan waktu 5-15 menit jika berjalan kaki.  Alhamdulillah, meski anaknya setengah lusin, ibu-bapak mampu menyekolahkanku hingga lulus SMK Pasundan 2 Serang tahun 2001-2002. KE JAKARTA Setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2696" title="CwR Udin" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/CwR-Udin.jpg" alt="CwR Udin" width="500" height="375" />Namaku Miftahudin, tapi teman-teman biasa memanggilku Udin. Aku dilahirkan dari pasangan Ruhaedi dan Maftuha sekira 26 tahun lalu, di sebuah kampung bernama Ciloang, yang jarak ke kota Serang hanya membutuhkan waktu 5-15 menit jika berjalan kaki.  Alhamdulillah, meski anaknya setengah lusin, ibu-bapak mampu menyekolahkanku hingga lulus SMK Pasundan 2 Serang tahun 2001-2002.<span id="more-2694"></span></p>
<p>KE JAKARTA</p>
<p>Setelah lulus dari SMK aku harus mencari kerja dan tidak mau menganggur. Itu janji hati kecilku dan juga pesan guruku. Sebenarnya aku ingin melanjutkan sekolah ke tingkat perguruan tinggi, tapi karena keadaan keluarga dan kelima adikku yang masih sekolah, akhirnya aku memutuskan untuk bekerja.</p>
<p>Aku mendapatkan pekerjaan [2002] di sebuah percetakan di dekat makam pahlawan, stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang. Tawaran itu datang ketika aku berkunjung ke kantor sahabatku, Maman.  Gajinya seratus lima puluh ribu rupiah. Hatiku senang, karena sudah punya pengahsilan sendiri dan bisa membantu keluarga. Namun iu tidak lama.  Aku harus kembali menganggur.</p>
<p>Aku sempat merantau ke Jakarta dan bekerja di konveksi selama 2 Minggu. Lalu pindah kerja lagi di gudang besi dan bertahan hingga dua tahun. Mencoba peruntungan sebagai <em>cleaning service </em>di Puri Mall, Cengkareng selama tiga bulan. Kembali lagi bekerja sebagai kuli angkut <em>puing</em> (bongkahan bangunan) yang hanya tahan sebulan. Kerja di bengkel bubut PT Karya Cipta Surya Sejahtera (KCSS) Daan Mogot, Tangerang selama setahun. Pindah kerja lagi di Rawa Bokor, Tangerang di PT Trimindo selama sebulan.</p>
<p>Dengan memiliki keahlian bubut aku sempat melamar di bengkel bubut Legok, Serang. Di test bikin drat baut, sempat interview pengalaman, status, dan gaji namun tak ada panggilan. Lalu dari sana aku sempat melamar lagi di bengkel bubut Kepandean, Kebon Jahe dan Ciruas. Lelah menunggu surat balasan, akhirnya aku menjadi penjual gorengan. Awalnya sempat malu, selain ibuku juga jualan, di kampungku hanya aku yan ualan gorengan. Malu juga seorang bujangan seperti aku jualan gorengan. Tapi itu tak membuat mentalku jatuh. Bahkan ada orang bijak mengatakan, musuh terbesarmu dalam menggapai suatu impian adalah dirimu sendiri. Selama setahun aku menggeluti usaha gorengan ini.</p>
<p><strong>RUMAH DUNIA</strong></p>
<p>Jarak rumahku  dengan Rumah Dunia yang hanya sekitar lima menit berjalan kaki, tak membuatku mengenal lebih banyak tentang kegunaan perpustakaan. Saat aku mengenal Rumah Dunia, yang aku tahu Rumah Dunia adalah sebuah perpustakaan dengan seabreg buku. Walaupun terlambat menenal Rumah Dunia, sambil berdagang gorengan aku mendaftar jadi peserta Kelas Menulis di Rumah Dunia pada tahun 2005.  Status pedagang gorengan sempat membuatku <em>minder</em>. Namun berkat dukungan teman-teman, akhirnya aku mengikuti kelas menulis angkatan ke-11.</p>
<p>Sekarang aku bergabung di Rumah Dunia dengan status relawan dan juga wartawan <a href="http://www.rumahdunia.com/">www.rumahdunia.com</a> terhitung sejak 1 November 2009. Beberapa tulisan beritaku sudah dipublikasikan. Nama penaku “Harir baldan”; artinya orang yang berpanas-panasan. Wartawan kan bekerja mencari berita di hari yang panas. Aku ditugaskan mengisi rubrik wisata kuliner dan wisata Banten. Tugas pertamaku adalah meliput jalan rusak. Dari kampung ke kampung dan hasilnya tiga belas kampung di dua Kecamatan Serang dan Cipocok Jaya, Kota Serang sudah aku kunjungi dan jalannya rusak parah.</p>
<p>Liputan hari kedua sangat berkesan. Aku “disergap” empat polisi di pos gerbang tol Serang Timur. Ketika itu aku sedang memotret kendaraan yang keluar-masuk gerbang tol. Aku bilang foto ini akan aku koleksi bukan untuk dipublikasikan. Namun, mereka tak percaya, bahkan melarangku memotret penumpang bus yang sedang menunggu di depan gerbang tol. Kata Gol A Gong, “Orang baik ada di mana-mana.” Dan hal itu pun aku alami, ketika ketiga polisi sibuk mengintrogasiku, salah seorang polisi ternyata mengenal Rumah Dunia dan  Gol A Gong. Polisi itu berhasil menetralkan suasana dan mengizinkanku pulang.</p>
<p>KE ITALIA</p>
<p>“Uthlubul Ilma Walau Bishshiin” atau jika ditafsirkan dalam bahasa Indonesia “Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina”. Nabi memerintahkan kepada ummatnya untuk menuntut ilmu meski harus ke negeri orang. Dan harapanku bisa menulis adalah ingin menjadi wartawan olah raga,  khususnya sepak bola.</p>
<p>Meliput pertandingan Inter Milan versus AC Milan di Kota Milan, Italia, adalah impian terbesarku. Tapi untuk merealisasikannya butuh pengorbanan dan perjuangan yang lebih. Bagaimana caranya agar aku bisa terbang ke sana? Orang bijak mengatakan: banyak cara menuju Roma. Artinya, kita bisa meraih sukses dengan berbagai cara. Sebagai salah satu persyaratan adalah mampu berbahasa Inggris. Dengan bisa berbahasa Inggris yang baik jalan menuju ke Milan tinggal selangkah. Kenapa harus bisa berbahasa Inggris? Karena bahasa ini dijadikan sebagai bahasa internasional. Menurut Ibnu Adam Aviciena relawan Rumah Dunia yang pernah kuliah di negeri Kincir Angin Belanda. “Belajar bahasa Inggris itu mudah dan enak. Karena kalau sudah bisa, contohnya seperti saya, kuliah tidak mengeluarkan biaya sepeser pun,” kata Ibnu.</p>
<p>Senada dengan Ibnu, Gol A Gong pun mengatakan belajar bahasa Inggris itu sangat penting. “Kenapa dulu saya gagal tes di koran Kompas, karena bahasa Inggris saya kurang baik,” ujar Gong. Dan separuhnya adalah harus mematangkan ilmu menulisku segera mungkin.</p>
<p>Aku berharap, Rumah Dunia bisa menuntunku mewujudkan impianku. Aku semakin yakin, ini semua gara-gara aku membaca buku-buku yang berjejr di rak-rak di Rumah dunia. Ya, <em>change with reading</em>! Aku berharap semua warga Banten bisa terlibat dalam gerakan “Change with Reading” yang akan dicanangkan Rumah Dunia bersama Banten Raya Post pada Sabtu, 9 Januari 2010 ini. Aku sudah merasakan manfaatnya! (Harir Baldan)</p>
<p>*) Miftahudin adalah nama asli Harir Baldan. Kini relawan dan wartawan www.rumahdunia.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/06/change-with-reading-dari-penjual-gorengan-ke-wartawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LIMA NOMINASI MENULIS KARAKTER ORANG MUNAFIK</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/23/lima-nominasi-menulis-karakter-orang-munafik/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/23/lima-nominasi-menulis-karakter-orang-munafik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 02:24:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Facebooker]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Munafik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/2009/12/23/lima-nominasi-menulis-karakter-orang-munafik/</guid>
		<description><![CDATA[SERANG &#8211; Rekan facebooker, inilah 5 nominasi menulis karkater orang munafik. Ada sekitar 53 yang mencoba menggambarkan karakter orang munafi. Kata bisa menjadi bermakna, ketika kita memahami apa yang hendak kita tulis. Silahkan SMS alamatnya ke 081906311007. Kelima nominasi mendapatkan hadiah buku. Jika diluar Serang akan kami kirim. Jika di Serang, silahkan ambil ke Rumah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2316" title="Uang Palsu com" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/12/Uang-Palsu-com.jpg" alt="Uang Palsu com" width="500" height="350" />SERANG &#8211; Rekan facebooker, inilah 5 nominasi menulis karkater orang munafik. Ada sekitar 53 yang mencoba menggambarkan karakter orang munafi. Kata bisa menjadi bermakna, ketika kita memahami apa yang hendak kita tulis. Silahkan SMS alamatnya ke 081906311007. Kelima nominasi mendapatkan hadiah buku. Jika diluar Serang akan kami kirim. Jika di Serang, silahkan ambil ke Rumah Dunia. Siapa saja mereka? Bacalah:</p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000376548396">Neo Tommie</a> : &#8220;Namanya Pak RP. Kemarin bilang jangan korupsi, besoknya dia nilep-nilep komisi. Pagi ini mengaji, malamnya menipu bini.&#8221;</p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1824056876">Haura Aja Dehh</a> : “ ada org namana bu ceng. kalau pagi ia menjadi mawar, tp bila malam tiba ia menjadi liar. akibat ulahnya, anak2nya jadi terlunta2 bak musafir tak tau arah tujuan. didepan para lelaki ia bagai sesosok bunga cempaka, yang wanginya harum memikat hati para jejaka. jika ia d dpn suami, bagai bunga sepatu. yg hny indah d pandang tp tak ada bau (wangi/harum).. alias tak ada yg istimewa. <img src='http://rumahdunia.com/isi/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://www.facebook.com/fran.hy">Fran Hy</a> : Orang munafik. . .hmm. . .ada org bernama Komen. Tergila-gila dgn fesbuk. Sukanya ya kasih komen, sesuai namanya. Suatu hari diminta menuliskan ciri2 org munafik. Dngan berapi-api dan semangat 45 ia menulis celaan dan kutukan buat org munafik. Tapi ia lupa, tak sadar ia sedang bercermin di kaca maya. Gitu kali ya. . .hehehe</p>
<p><a href="http://www.facebook.com/muhammad.ery">Muhammad Ery Zulfian</a> : Kadang Ber surban di ats kejahatan, kadang ber anting di ats kebaikan. Berucap menasihati tp tak melaksanakannya.</p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1546791065">Hamam Muhlishun</a> : Kukenal ia dgn julukan &#8216;KUDIS&#8217; sok kudus tp kelakuan najis. Berbaju taqwa tp hatinya buaya, doyan ceramah tp ahlaknya sampah, kalo jalan sok tegap tapi mentalnya gagap, berpenampilan ustad tapi kelakuanya bejat, gemar nasihat tapi gak pernah solat, nilai matematika dapat sembilan tapi bangun pagi jam 9..</p>
<p>Selamat menulis! [Jang RuDun]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/23/lima-nominasi-menulis-karakter-orang-munafik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

