PONPES DAAR EL QOLAM GELAR ‘BE WRITER!’

TANGERANG–Pondok Pesantren Modern Daar El Qolam yang berdiri pada tanggal 20 Januari 1968, beralamatkan Jl. Pasir Gintung, Jayanti-Tangerang, Jumat (9/4) pagi, mengundang Gol A Gong menjadi pembicara pada acara ‘Be Writer! sebuah program kursus menulis cerita pendek dan novel yang digagas oleh Gol A Gong sendiri, dan diterapkan oleh pihak Ponpes Daar El Qolam sebagai program kursus menulis yang dikhususkan untuk santriwan santriwati Ponpes Daar El Qolam, serta dilaksanakan setiap hari Jumat selama empat kali pertemuan di bulan April ini.

Gol A Gong, seorang penulis terkenal dengan karya novel fenomenalnya Balada Si Roy, novel remaja penuh pelajaran kehidupan yang pada era tahun 1980-an sempat booming di kalangan remaja Indonesia dan pada tahun ini buku novel tersebut akan terbitkan kembali  membeberkan ilmu menulisnya. “Kita bahas satu-satu dulu. Sinopsis. Ada yang sudah tahu tentang sinopsis?” kata Gong memancing peserta “Be Writer!”. “Kalau kamu bercerita. Sisnopsis itu adalah ringkasan cerita atau inti dari cerita itu sendiri. Biasanya tidak panjang. Hanya beberapa baris saja. Misal, ada seorang anak sedang mengumpulkan sampah plastik, dia bermimpi ingin meneruskan sekolahnya.” Terang Gong dengan nada suara yang lantang penuh semangat.

Sekira 100 peserta ‘Be Writer!’ yang terdiri dari kelas 1-3 SMP dan kelas 1-3 SMA memadati ruang pertemuan yang di mulai sejak pukul 09.00 WIB. Mereka para peserta ‘Be Writer!’ tampak antuasias menyaksikan pemaparan materi yang disampaikan oleh Gol A Gong tersebut. Selama dua jam Gol A Gong menerangkan tentang unsur-unsur penulisan seperti sinopsis, alur (maju atau mundur), tokoh, karakter, latar tempat, latar waktu, konflik, dialog, poin of view (sudut pandang) dan terakhir ending. Akhirnya giliran tanya jawab pun dimulai. Dari salah satu peserta laki-laki mengacungkan tangan dan mulai menerangkan tentang sinopsis. Namun, karena penjelasan atau komentar yang dilakukan oleh peserta terlalu panjang, akhirnya Gong menghentikannya. Sebagai penyemangat, Gong juga memberikan Door Prize dua buah buku untuk peserta yang berani maju dan aktif bertanya.

Sebenarnya kursus menulis atau ‘Be Writer!’ sendiri sudah berlangsung sejak bulan Maret lalu. Ketika itu yang mengawali atau mengadopsi ‘Be Writer!’ adalah Pondok Pesantren Modern La Tansa Mashiro, Rangkasbitung, Lebak. Dan untuk di Pondok Pesantren Daar El Qolam, baru bulan April ini diadakan.

Rita Lismiyati selaku pembimbing murid-murid Ponpes Daar El Qolam mengungkapkan jika kursus ‘Be Writer!’ bersama Gol A Gong ini adalah untuk pembekalan kepada murid-murid mengenai dunia kepenulisan. “Diadakan ‘Be Writer!’ ini agar murid-murid tahu tentang teknik penulisan fiksi itu seperti apa,” tutur Rita.

Selepas acara usai, Iska, siswa kelas 2 SMA, salah satu peserta ‘Be Writer!’ mengaku sekarang makin mengerti tentang unsur-unsur menulis cerita. “Saya jadi tahu, tentang apa itu plot,” kata Iska.

Kursus menulis ‘Be Writer!’ ini, selain diadakan di Ponpes La Tansa Mashiro dan  Ponpes Daar El Qolam, pada tanggal 5-13 Mei mendatang, ‘Be Writer!’ akan diadakan di negara Yaman. Dan Gol A Gong sendiri selaku pembicara ‘Be Writer!’ berseloroh. “Nanti, pada bulan Juni tanggal 7 sampai 16, ‘Be Writer!’ ada di Kalimantan tengah,” kata Gong. “Wah, jadwal saya bulan ini sampai bulan depan padat sekali!” Sambungnya kemudian. [Ahmad Wayang adalah relawan dan wartawan www.rumahdunia.com]

ABDUL SALAM: SABET BEASISWA BEBAS SPP 4 BULAN

SABET BEASISWA BEBAS SPP

Oleh Harir Baldan

Pernahkah kamu mendapat penghargaan di sekolahmu? Kalau belum tidak perlu cemas ataupun panik. Biasanya, beasiswa diberikan pada pelajar berprestasi atau tidak mampu. Tapi kini, penghargaan itu bisa diraih karena menulis berita, cerpen, dan puisi. Sperti yang dialami Abdul Salam. HS., siswa SMP PGRI 1 Serang. Ingin tahu ceritanya lebih lengkap? Simak terus tulisan ini.

DITITIPKAN DI RUMAH DUNIA

Salam lahir dari pasangan H. Husni dan Hj Sherina. Ia adalah anak ke-5 dari enam bersaudara. Saat Salam lulus dari bangku SMP, keluarganya bimbang untuk mencarikan sekolah yang tepat untuknya. Kedua orangtuanya pun khawatir akan keselamatan Salam. “Dulu saya sempat mau dititipkan di masjid sebagai marbot (penjaga masjid-red). Tapi karena masih kecil, orangtua kuatir dengan kesehatan saya,” ujar Salam. Untungnya sang kakak, Rahmat Heldy H.S yang biasa disapa Rahel, kenal akrab dengan Gol A Gong pendiri Rumah Dunia. Akhirnya Salam yang kini berusia 17 tahun ini dititipkan di Rumah Dunia pada pertengahan Juni 2008.

Memilih sekolah pun sempat jadi perbincangan keluarga. Selain permasalahan biaya, waktu belajar pun jadi pilihan. “Awalnya mau ke MAN 2 Serang. Tapi karena jam belajarnya lama kakak saya (Rahel-red) lebih menganjurkan ke SMA PGRI 1 Serang. Alasannya lebih dekat, tidak memakan waktu di sekolah dan ada teman dari Rumah Dunia, “ pungkasnya.

ANAK PEMALU

Ketika awal-awal di Rumah Dunia, Salam mengaku sangat pemalu. Jangankan untuk bertanya saat diskusi, bertutur sapa dengan sesama relawan, atau tamu saja ia merasa malu. Apalagi tamunya perempuan. “Dulu saya pemalu banget saat disuruh bicara. Sekarang saya berani bahkan lebih banyak bicara,” kata remaja asal kampung Bojong, Waringin Kurung, Serang ini. Baru setahun setengah di Rumah Dunia, dampaknya sudah bisa dirasakan oleh lelaki kelahiran 16 Juni 1992 ini. Salam yang dulu dikenal kalem, pendiam, dan kuper, kini berubah 180 derajat. Di Rumah Dunia dia bisa mengakses buku-buku dengan gratis dan belajar apa saja terutama ilmu menulis: jurnalistik, cerpen, dan puisi.

Selain menulis, Salam bisa berteman dan berkenalan dengan siapa saja. Semakin banyak orang yang dia temui semakin banyak pula ilmu dan pengalaman yang dia dapatkan. Rasanya kurang lengkap bila bicara kemampuan tanpa dipadukan dengan bukti yang nyata. Ya, karya tulisnya pernah dimuat di media lokal: Essai-nya di Tabloid Kaibon, Puisi dan cerpen-nya di Radar Banten, Fajar Banten, dan Tribun Tangerang. Bahkan tulisannya dimuat media nasional; Annida online, Kompas.com, dan rumahdunia. com. Maka sangat wajar jika teman-teman sekelas dan gurunya membicarakan lelaki pemenang ke-2 Gebyar Bahasa Sastra Indonesia 2008 di Untirta, Serang ini. Dan klimaksnya, pada Sabtu (2/1/10) pekan lalu dia masuk sepuluh besar siswa yang meraih prestasi non akademik di kelasnya. Salam adalah salah satu siswa dari 80 murid SMA PGRI 1 Serang yang meraih Bantuan Keuangan Murid Miskin (BKMM) dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten. “Uang itu dialokasikan untuk bayar SPP selama 4 bulan,” kata Salam. Profesinya bertambah sejak 1 November 2009 lalu, selain pelajar SMA PGRI 1 Serang, dia juga termasuk salah wartawan Rumah Dunia.com.

TERUS BERKARYA

Salam tumbuh dari keluarga yang sederhana. Kendati begitu, dia tidak mudah putus asa dalam berkarya. Kemampuannya dalam berbicara pun diakui oleh gurunya, Ida Faridah. “Meski terkadang ia jarang masuk kelas, Salam sebenarnya rajin dan saya mengakuinya dia punya kelebihan dalam berbicara,” terang guru PPKN ini.  Masih menurutnya, semoga dengan meraih Beasiswa Bantuan dari pemerintah ini bisa menambah semangat belajarnya.Apa yang dituturkan Ida Faridah semoga dipegang teguh Abdul Salam. “Tetap terus berkarya,” ujarnya singkat.

BACA MAKALAH SEBELUM DISKUSI

Membaca makalan dan menguasai apa yang didiskusikan adalah hal yang lumrah di Rumah Dunia agar diskusi hidup dan semarak. Hal ini juga berlaku saat diskusi Lebak Membara di Rumah Dunia pada Sabtu (11/1/10). Nampak peserta khusyuk membaca makalah milik Rahmat Heldy, HS., sang pembedah buku Lebak 181 Tahun Bara Menjadi Daya. [Teks: Langlang/ Foto: Muhzen]

CHANGE WITH READING, DARI PENJUAL GORENGAN KE WARTAWAN

CwR UdinNamaku Miftahudin, tapi teman-teman biasa memanggilku Udin. Aku dilahirkan dari pasangan Ruhaedi dan Maftuha sekira 26 tahun lalu, di sebuah kampung bernama Ciloang, yang jarak ke kota Serang hanya membutuhkan waktu 5-15 menit jika berjalan kaki.  Alhamdulillah, meski anaknya setengah lusin, ibu-bapak mampu menyekolahkanku hingga lulus SMK Pasundan 2 Serang tahun 2001-2002. lanjutkan membaca »

LIMA NOMINASI MENULIS KARAKTER ORANG MUNAFIK

Uang Palsu comSERANG – Rekan facebooker, inilah 5 nominasi menulis karkater orang munafik. Ada sekitar 53 yang mencoba menggambarkan karakter orang munafi. Kata bisa menjadi bermakna, ketika kita memahami apa yang hendak kita tulis. Silahkan SMS alamatnya ke 081906311007. Kelima nominasi mendapatkan hadiah buku. Jika diluar Serang akan kami kirim. Jika di Serang, silahkan ambil ke Rumah Dunia. Siapa saja mereka? Bacalah:

Neo Tommie : “Namanya Pak RP. Kemarin bilang jangan korupsi, besoknya dia nilep-nilep komisi. Pagi ini mengaji, malamnya menipu bini.”

Haura Aja Dehh : “ ada org namana bu ceng. kalau pagi ia menjadi mawar, tp bila malam tiba ia menjadi liar. akibat ulahnya, anak2nya jadi terlunta2 bak musafir tak tau arah tujuan. didepan para lelaki ia bagai sesosok bunga cempaka, yang wanginya harum memikat hati para jejaka. jika ia d dpn suami, bagai bunga sepatu. yg hny indah d pandang tp tak ada bau (wangi/harum).. alias tak ada yg istimewa. :D

Fran Hy : Orang munafik. . .hmm. . .ada org bernama Komen. Tergila-gila dgn fesbuk. Sukanya ya kasih komen, sesuai namanya. Suatu hari diminta menuliskan ciri2 org munafik. Dngan berapi-api dan semangat 45 ia menulis celaan dan kutukan buat org munafik. Tapi ia lupa, tak sadar ia sedang bercermin di kaca maya. Gitu kali ya. . .hehehe

Muhammad Ery Zulfian : Kadang Ber surban di ats kejahatan, kadang ber anting di ats kebaikan. Berucap menasihati tp tak melaksanakannya.

Hamam Muhlishun : Kukenal ia dgn julukan ‘KUDIS’ sok kudus tp kelakuan najis. Berbaju taqwa tp hatinya buaya, doyan ceramah tp ahlaknya sampah, kalo jalan sok tegap tapi mentalnya gagap, berpenampilan ustad tapi kelakuanya bejat, gemar nasihat tapi gak pernah solat, nilai matematika dapat sembilan tapi bangun pagi jam 9..

Selamat menulis! [Jang RuDun]

advert

Tags Kata

Gonjlengan

BE A WRITER: DARI YANG REGULER HINGGA EXCLUSIVE”

Pingin jadi pengarang? Penuli skenario? Jangan pusing-pusing. Untuk mengisi liburan pelajar/mahasiswa, yuk, kita isi dengan kegiatan bermanfaat.

Full Story | May 20th, 2010

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa*
Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari tabung [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong
MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak mengganggu [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK
I.
“ora et labora”
di pertigaan jalan menuju rumah
beberapa tukang becak menyemadikan nasib
: bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha
- memejam di tempat duduk
masingmasing-
II.
“nrimo ing pandum”
kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan
begitu saja kepada puingan matahari dan purnama
mereka mengabadikannya sebagai penanda becak
yang telah menerima dan menemukan kesadaran bahwa
lapar dan haus adalah
foto-doa
III.
“kerja adalah ibadah”
di sisi adzan,
kretek [...]

Full Story | July 18th, 2010