ABDUL SALAM: SABET BEASISWA BEBAS SPP 4 BULAN
langlang | Banten Star | January 20th, 2010 | 1 Comment »
Oleh Harir Baldan
Pernahkah kamu mendapat penghargaan di sekolahmu? Kalau belum tidak perlu cemas ataupun panik. Biasanya, beasiswa diberikan pada pelajar berprestasi atau tidak mampu. Tapi kini, penghargaan itu bisa diraih karena menulis berita, cerpen, dan puisi. Sperti yang dialami Abdul Salam. HS., siswa SMP PGRI 1 Serang. Ingin tahu ceritanya lebih lengkap? Simak terus tulisan ini.
DITITIPKAN DI RUMAH DUNIA
Salam lahir dari pasangan H. Husni dan Hj Sherina. Ia adalah anak ke-5 dari enam bersaudara. Saat Salam lulus dari bangku SMP, keluarganya bimbang untuk mencarikan sekolah yang tepat untuknya. Kedua orangtuanya pun khawatir akan keselamatan Salam. “Dulu saya sempat mau dititipkan di masjid sebagai marbot (penjaga masjid-red). Tapi karena masih kecil, orangtua kuatir dengan kesehatan saya,” ujar Salam. Untungnya sang kakak, Rahmat Heldy H.S yang biasa disapa Rahel, kenal akrab dengan Gol A Gong pendiri Rumah Dunia. Akhirnya Salam yang kini berusia 17 tahun ini dititipkan di Rumah Dunia pada pertengahan Juni 2008.
Memilih sekolah pun sempat jadi perbincangan keluarga. Selain permasalahan biaya, waktu belajar pun jadi pilihan. “Awalnya mau ke MAN 2 Serang. Tapi karena jam belajarnya lama kakak saya (Rahel-red) lebih menganjurkan ke SMA PGRI 1 Serang. Alasannya lebih dekat, tidak memakan waktu di sekolah dan ada teman dari Rumah Dunia, “ pungkasnya.
ANAK PEMALU
Ketika awal-awal di Rumah Dunia, Salam mengaku sangat pemalu. Jangankan untuk bertanya saat diskusi, bertutur sapa dengan sesama relawan, atau tamu saja ia merasa malu. Apalagi tamunya perempuan. “Dulu saya pemalu banget saat disuruh bicara. Sekarang saya berani bahkan lebih banyak bicara,” kata remaja asal kampung Bojong, Waringin Kurung, Serang ini. Baru setahun setengah di Rumah Dunia, dampaknya sudah bisa dirasakan oleh lelaki kelahiran 16 Juni 1992 ini. Salam yang dulu dikenal kalem, pendiam, dan kuper, kini berubah 180 derajat. Di Rumah Dunia dia bisa mengakses buku-buku dengan gratis dan belajar apa saja terutama ilmu menulis: jurnalistik, cerpen, dan puisi.
Selain menulis, Salam bisa berteman dan berkenalan dengan siapa saja. Semakin banyak orang yang dia temui semakin banyak pula ilmu dan pengalaman yang dia dapatkan. Rasanya kurang lengkap bila bicara kemampuan tanpa dipadukan dengan bukti yang nyata. Ya, karya tulisnya pernah dimuat di media lokal: Essai-nya di Tabloid Kaibon, Puisi dan cerpen-nya di Radar Banten, Fajar Banten, dan Tribun Tangerang. Bahkan tulisannya dimuat media nasional; Annida online, Kompas.com, dan rumahdunia. com. Maka sangat wajar jika teman-teman sekelas dan gurunya membicarakan lelaki pemenang ke-2 Gebyar Bahasa Sastra Indonesia 2008 di Untirta, Serang ini. Dan klimaksnya, pada Sabtu (2/1/10) pekan lalu dia masuk sepuluh besar siswa yang meraih prestasi non akademik di kelasnya. Salam adalah salah satu siswa dari 80 murid SMA PGRI 1 Serang yang meraih Bantuan Keuangan Murid Miskin (BKMM) dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten. “Uang itu dialokasikan untuk bayar SPP selama 4 bulan,” kata Salam. Profesinya bertambah sejak 1 November 2009 lalu, selain pelajar SMA PGRI 1 Serang, dia juga termasuk salah wartawan Rumah Dunia.com.
TERUS BERKARYA
Salam tumbuh dari keluarga yang sederhana. Kendati begitu, dia tidak mudah putus asa dalam berkarya. Kemampuannya dalam berbicara pun diakui oleh gurunya, Ida Faridah. “Meski terkadang ia jarang masuk kelas, Salam sebenarnya rajin dan saya mengakuinya dia punya kelebihan dalam berbicara,” terang guru PPKN ini. Masih menurutnya, semoga dengan meraih Beasiswa Bantuan dari pemerintah ini bisa menambah semangat belajarnya.Apa yang dituturkan Ida Faridah semoga dipegang teguh Abdul Salam. “Tetap terus berkarya,” ujarnya singkat.










