<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Dunia Gol A Gong Banten Baca Buku Taman Bacaan Perpustakaan &#187; Literasi</title>
	<atom:link href="http://rumahdunia.com/isi/tag/literasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahdunia.com/isi</link>
	<description>Rumah Dunia,Banten,buku,taman,bacaan,taman bacaan,Gol A Gong,majalah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 13:56:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>MENGGIATKAN LITERASI DARI LUAR NEGERI</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2012/05/01/menggiatkan-literasi-dari-luar-negeri/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2012/05/01/menggiatkan-literasi-dari-luar-negeri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2012 14:26:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Etalase]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[giat]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[luar]]></category>
		<category><![CDATA[negeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=4900</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada yang berbeda pada sepasang remaja yang dikenalkan oleh temanku itu. Mereka terlihat seperti orang Indonesia pada umumnya yang berkulit sawo matang. Perbedaan yang sangat nyata baru kurasakan ketika beberapa saat kemudian bertengkar memperebutkan sesuatu. Gagap Berbahasa Indonesia Bahasa yang mereka gunakan bukan bahasa Indonesia, bahasa Sunda, atau bahasa daerah lainnya, tapi bahasa Inggris. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small"><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2012/05/2-Duber-Deddy1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4902" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2012/05/2-Duber-Deddy1.jpg" alt="" width="828" height="613" /></a>Tidak ada yang berbeda pada sepasang remaja yang dikenalkan oleh temanku itu. Mereka terlihat seperti orang Indonesia pada umumnya yang berkulit sawo matang. Perbedaan yang sangat nyata baru kurasakan ketika beberapa saat kemudian bertengkar memperebutkan sesuatu.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small"><strong>Gagap Berbahasa Indonesia</strong></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small">Bahasa yang mereka gunakan bukan bahasa Indonesia, bahasa Sunda, atau bahasa daerah lainnya, tapi bahasa Inggris. Dan bahasa Inggris yang tertumpah dari kedua mulut dua anak remaja tanggung itu bukan sekedar bahasa Inggris, tapi bahasa Inggris dengan aksen British yang sangat kental. Saya hanya bisa melongo dan mencoba menyimak sebentar pertengkaran mereka yang lumayan seru, walau pun pada akhirnya saya menyerah, ketika mereka sudah bicara terlalu cepat. Ayah mereka pun hanya bisa tersenyum simpul melihat saya yang berusaha keras memicingkan telinga untuk sekedar menangkap kata- kata yang berhamburan dari kedua anaknya.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small">Timbul pertanyaan pada diri saya, apakah jika suatu saat mereka kembali ke tanah air, mereka bisa berkomunikasi dengan baik dengan bahasa Ibunya?</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small">Berbicara bahasa Ibunya pun mereka sudah kepayahan, apalagi merambah jauh ke dalam dunia literasi yang memerlukan kemampuan berbahasa yang bukan sekedar seadanya dan “asal bisa nyambung”.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small">Mungkin saja orangtuanya memang mempunyai rencana jangka panjang agar anaknya kelak memang akan bekerja dan hidup di luar negeri seperti mereka. Dan sangat mungkin juga mereka memang berniat untuk berdiaspora di negeri orang, pergi tak kembali.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small"><strong>Jangan Melupakan Jati Diri</strong></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small">Biar bagaimana pun, dan selama apa pun, para ekspatriat Indonesia yang bekerja di luar negeri ini tetap adalah orang Indonesia, walau pun sudah tidak menjadi Warga Negara Indonesia lagi. Suatu saat, mereka akan ingat bahwa mereka lahir di Indonesia, atau hanya sekedar memiliki orang tua Indonesia, dan pernah menginjakkan kaki di Indonesia.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small">Mereka bisa sangat bangga ketika bisa mengajari anak- anaknya untuk mementaskan kesenian daerah, atau memakaikan pakaian adat di International Day sekolah anak- anaknya.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small">Mereka sangat bangga karena memiliki keragaman budaya yang luar biasa yang membuat warga negara lain terkagum- kagum dan terpesona.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small">Mereka sangat bangga ketika para karya para fotografer professional memajang  keindahan alam Indonesia yang luar biasa di sebuah galeri seni paling terkenal di Qatar.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small">Perasaan bangga yang luar biasa juga ketika kalimat “ from Indonesia” terdengar setelah salah seorang warga negara Indonesia memenangi sebuah penghargaan fotografi paling bergengsi di Qatar.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small">Akan ada perasaan rindu untuk pulang. Akan ada perasaan ingin membantu memperbaiki kondisi Indonesia ke arah yang lebih baik ketika membaca berita- berita buruk tentang tanah airnya di media online dan televisi.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small"><strong>Memulai Perubahan dari Luar Negeri</strong></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small">Tahun 2007, di tempat saya bekerja, orang Indonesia tidak lebih dari 25 orang. Tapi sekarang, sudah lebih dari seratus orang. Sejak itu pula, dimulailah “eksodus” kecil-kecilan tenaga kerja professional dari Indonesia. Walau pun tidak sebanyak orang India dan Filipina,<br />
tapi sejak saat itu keberadaan tenaga kerja professional asal Indonesia mulai diperhitungkan.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small">Berdasarkan data dari KBRI Doha, di Qatar ada 35.000 tenaga kerja Indonesia yang 6000 di antaranya adalah tenaga kerja profesional, yang menjabat level teknisi sampai level manajerial di perusahaan-perusahaan yang tersebar di Qatar.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small">Ini adalah potensi yang luar biasa besar.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small">Setelah KBRI Doha memfasilitasi kegiatan “Gempa Literasi Asia” bersama Gol A Gong dan Tias Tatanka, tiba-tiba muncul secercah harpan. Apalagi ketika pada Senin, 23 April 2012, Gong dan Tias menginisiasi Perayaan Hari Buku se-Dunia, di Aspire Park, Doha, dimana sekitar 100-an professional Indonesia mendeklarasikan 3 hal; harus mengusasai bahasa asing, jangan melupakan bahasa nasional dan daerah, serta menghapus stigma negeri pembantu, timbul gagasan besar di dalam pikiran saya.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small">Saya merasa bahwa ini adalah saatnya menggaungkan “Gerakan Literasi Dunia Menuju Indonesia Membaca”, yang digawangi oleh orang – orang Indonesia yang bekerja dan tersebar di seluruh dunia.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small">Dengan kekuatan finansial dan tidak ada lagi istilah “jatah buku berebut dengan jatah beras”, seharusnya para orang tua yang bekerja di luar negeri bisa mengenalkan dunia literasi kepada anak- anaknya.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small">Menyediakan perpustakaan pribadi yang berisi buku- buku karya penulis Indonesia, dari zaman Angkatan 45 sampai zaman Raditya Dika seharusnya tidak sulit. Agar anak- anak mereka tahu dan mengenal bangsanya lewat karya sastra, dan mungkin kelak akan memberi pengaruh besar untuk kemajuan bangsa Indonesia dengan perannya masing- masing.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small">Dengan kekuatan finansial ini juga, mereka seharusnya bisa berperan lebih besar dengan membuat taman bacaan gratis di lingkungan kampung halaman mereka.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small">Siapa yang tahu kalau ternyata perubahan Indonesia yang lebih baik malah dimulai dari gerakan- gerakan literasi dari orang- orang Indonesia yang tinggal di luar negeri.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small">Tidak hanya menambah devisa negara dengan mentransfer puluhan juta rupiah setiap bulan, tapi kita juga bisa menggiatkan dunia literasi di luar negeri untuk merubah bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. (*)</span></span></p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small">*) Diday Tea, salah seorang tenaga kerja professional Indonesia di Qatar, dan ambassador Rumah Dunia.<br />
</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Times New Roman,serif"><span style="font-size: small">26 April 2012</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2012/05/01/menggiatkan-literasi-dari-luar-negeri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CIPANAS IQRA, GEMPA LITERASI MENUJU INDONESIA MEMBACA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/28/cipanas-iqra-gempa-literasi-menuju-indonesia-membaca/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/28/cipanas-iqra-gempa-literasi-menuju-indonesia-membaca/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 18:16:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[iqra]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3446</guid>
		<description><![CDATA[LEBAK–Kegiatan “Gempa Literasi: Cipanas Iqra”  di Kampung Cipanas, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas-Lebak, Sabtu (27/2) pukul 09.00 WIB sukses dibuka oleh Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah. Wakaf buku terkumpul 150 buku dari Rumah Dunia, 50 buku dari warga Cipanas, uang tunai Rp. 3.000.000 dari Wakil Bupati Lebak dan Rp. 150.000 dari Bela Adikarya, anggota DPRD Lebak. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/Panas.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3449" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/Panas.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>LEBAK–Kegiatan “Gempa Literasi: Cipanas Iqra”  di Kampung Cipanas, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas-Lebak, Sabtu (27/2) pukul 09.00 WIB sukses dibuka oleh Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah. Wakaf buku terkumpul 150 buku dari Rumah Dunia, 50 buku dari warga Cipanas, uang tunai Rp. 3.000.000 dari Wakil Bupati Lebak dan Rp. 150.000 dari Bela Adikarya, anggota DPRD Lebak. Gempa literasi pun terasa menggoncang Lebak hingga kekuatan skala 26 HA (huruf alphabet).</p>
<p><strong>FORUM TBM</strong><strong> </strong></p>
<p>Sejak pukul 09.00 WIB Kampung Cipanas yang berada di jalur Rangkasbitung–Jasinga, Bogor, terasa hangat dengan nyanyian dan gerak tubuh para santri dari Ponpes Nurul Madaany, dari Babakan Pedes, Sipayung-Cipanas. “Kampung Cipanas akan dicatat dalam sejarah perpustakaan yang dikelola masyarakat atau jadi pelopor dalam gerakan taman bacaan masyarakat Indonesia, dengan mengawali gempa literasi ini,” Gol A Gong, Ketua Umum Taman Bacaan Masyarakat Indonesia, pada saat memberi sambutan.</p>
<p>Kata Gong, “Cipanas Iqra bagian dari program besar Taman Bacaan Masyarakat Indonesia, yaitu ‘gempa literasi’. Dan Cipanas adalah titik gempa literasi pertama. Ini bukan gempa yang menghancurkan, tapi gempa yang akan membangun, menuju Cipanas membaca terus ke Banten mambaca, dan meluber ke Indonesia Membaca.”</p>
<p><strong>AGEN</strong><strong></strong></p>
<p>Selain wakaf buku, di Cipanas Iqra juga diadakan peresmian sekretariat Ikatan Keluarga Mahasiswa Cipanas (IKMC) sekaligus <em>launching</em> taman bacaan masyarakat “Kosala Library”. Untuk peresmian sekretariat IKMC dan Peluncuran Kosala Library sendiri dilakukan oleh Wakil Bupati Lebak Ir. H. Amir Hamzah. Dalam sambutannya, Amir  berharap, “Kosala Library harus menjadi tempat mencari ilmu. Dan IKMC bisa menjadi agen perubahan.”  Amir mengingatkan, bahwa Jasinga yang menjadi tetangga Cipanas sudah diagendakan jadi Kabupaten Bogor Barat. “Jadi, kehadiran ‘Kosala Library’ sangat tepat, karena melengkapi potensi Cipanas yang sudah ada, yaitu arena motor cross, off road, arung jeram sungai Ciberang, dan pemandian air panas.”</p>
<p>Ditemui usai acara, Ahmad Arif, selaku ketua IKMC menjelaskan, “Kosala Library  membuka kursus menulis cerpen, novel, sekenario film bersama Gol A Gong.  Setiap Selasa, Rabu dan Kamis. Juga diskusi mingguan, kajian bulanan, dan sanggar dongeng anak,” kata Arif menginginkan keberadaan “Kosala Library” bisa diterima masyarakat Cipanas dan memacu kreativitas anak-anak.</p>
<p>Dalam acara itu hadir pula camat  Cipanas, H. Sukandi Mangku Alam, DPRD Lebak, Bela Adikarya, Asep Sukmara selaku Ketua (UPTD) Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan, Ade Mujhaerimi dari Komisi Transparasi dan Partisipasi, perwakilan Ponpes Daur El-Irfan, Tokoh masyarakat Cipanas, Kepala Sekolah SD dan SMA  Cipanas, serta mahasiswa IKMC.  Gempa Literasi Cipanas Iqra ini terselenggara berkat support Rumah Dunia, Suhud Media Promo, Banten Raya Post, IKMC, Nurul Madaany, Himpunan Keluarga Muda-mudi Kampung Lurah, dan Forum Lingkar Pena Lebak.( Ahmad Wayang)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/28/cipanas-iqra-gempa-literasi-menuju-indonesia-membaca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CHANGE WITH READING MENUJU BANTEN MEMBACA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/12/change-with-reading-menuju-banten-jaya/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/12/change-with-reading-menuju-banten-jaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 15:29:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Banten Bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[Banten Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Change With Reading]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Minat Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Spirit Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Bacaan Masyarakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2808</guid>
		<description><![CDATA[Setelah pada Kamis, 31 Desember 2009, Rumah Dunia yang identik dengan taman bacaan masyarakat di Banten, menutup kegiatan selama 2009 dengan diskusi “Komunitas Sastra di Banten” dalam acara rutin “Detik Akhir, Detik Awal”, maka seminggu kemudian pada Sabtu 9 Januari 2010, Rumah Dunia memulai kegiatan sepanjang 2010 dengan pencanangan “Change with Reading” (CwR) oleh HM [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2805" title="Laput cwr" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>Setelah pada Kamis, 31 Desember 2009, Rumah Dunia yang identik dengan taman bacaan masyarakat di Banten, menutup kegiatan selama 2009 dengan diskusi “Komunitas Sastra di Banten” dalam acara rutin “Detik Akhir, Detik Awal”, maka seminggu kemudian pada Sabtu 9 Januari 2010, Rumah Dunia memulai kegiatan sepanjang 2010 dengan pencanangan “Change with Reading” (CwR) oleh HM Masduki, Wakil Gubernur Banten. Kegiatannya berupa lomba menggambar untuk SD dan poster tingkat SMP, serta lomba pidato untuk SMA dan perguruan tinggi se-Banten. Juga pertunjukan seni marawis dari Ponpes Nurul Fallah dan rampak bedug UKM Pandawa Untirta Serang.</p>
<p>LOMBA GAMBAR</p>
<p>“Mulai sekarang tidak ada waktu santai lagi,” kata Langlang Randhawa, <em>Secretary General</em> Rumah Dunia, yang ditemui di sela-sela pencanangan CwR. “Agenda Januari saja padat. Sabtu 16 Januari  diskusi ‘Lebak Membara’, mendatangkan nara sumber Amir Hamzah, wakil bupati Lebak. Sabtu 23 Januari festifal qasidah se-Banten,” tambah Langlang yang kebagian jadi Ketua Pelaksana CwR.</p>
<p>Pencanangan CwR dibuka oleh Nursalim, Kepala Bidang Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan Kota Serang, pukul 10.00 WIB dalam keadaan langit mendung. “Banten harus kembali jaya dengan kegiatan ini, karena buta aksara sudah berhasil kita berantas. Sekarang fasenya ‘Banten Membaca’, membaca seluruh isi alam semesta,’ kata Nursalim dalam sambutannya. “Kita sudah harus mengisi rumah dengan buku!”</p>
<p>Peserta menggambar tingkat SD sejumlah 40-an anak dan lomba poster tingkat SMP dengan tema CwR digelar. Hujan pun turun. Mereka yang tadinya menyebar di tenda Taman Rumah Dunia seluas 969 m2 hadiah dari facebooker, mengungsi ke panggung. Tapi, untung hujan hanya sekejap. Lomba pun diteruskan. Tawa ceria anak-anak saat menggoreskan warna mengangkasa. “Yang penting anak-anak gembira,” kata Indra Kesuma, Ketua Juri menggambar. “Kalau hati mereka senang, insya Allah, minat membaca mereka terhadap buku akna meningkat.” Pemenangnya mendapatkan piala, sertifikat, uang Rp. 100.000,- dan paket buku. Juara I lomba lukis disabet Adelia Rahma Putri (SDN 20 Serang), kedua M. Anas (SDIT Ibadurahman), dan ketiga Kholifah (SDN Cipocok Jaya). Lomba poster digondol Kania Asri Liany (SMPN 4 Kota Serang, kedua M Sabihis (SMPN 3 Serang), terakhir Asep D (SMPN 3 Kota Serang).</p>
<div id="attachment_2806" class="wp-caption alignleft" style="width: 510px"><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr-1.jpg"><img class="size-full wp-image-2806" title="Laput cwr 1" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr-1.jpg" alt="" width="500" height="334" /></a><p class="wp-caption-text">Nursalim, Kabid PNF Kota Serang memberi sambutan</p></div>
<p>DUTA</p>
<p>Sedangkan di panggung Rumah Dunia diadakan lomba pidato “Duta CwR” tingkat SMA dan mahasiswa. Diikuti 20 SMA dan perguruan tinggi se-Banten. Duta-duta tingkat SMA dari SMAN 1 Ciruas, MAN 2 Serang, SMAN 2 Kota Serang, SMA El- Daar Qolam, SMA Al- Irsyad, SMAN 3 Rangkas, MAN Cilegon, SMAN 1 Serang, SMAN 5 Kota Serang dan SMAN 1 Pandeglang. Sedangkan tingkat mahasiswa,  yaitu STIE Bina Bangsa Serang, STIT Al-Khaeriyah Cilegon, UNMA Pandeglang, Untirta Serang dan IAIB Serang. Masing-masing peserta diwajibkan mengirimkan karya tulis berupa essay tentang CwR. “Kami kaget menerima tulisan mereka. Awalnya tidak percaya. Mereka sudah hebat menulis!” aku Firman Venayaksa, Presiden Rumah Dunia sekaligus juri.</p>
<p>Pemilihan duta CwR ini awalnya panitia mengirimkan surat permohonan kepada sekolah-sekolah dan PT untuk mengirimkan Duta pada acara CWR, berdasar rekomendasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Duta yang dikirim harus  mengumpulkan karya tulis bertema “Mengubah Hidup dengan Membaca”. Berdasar karya tulis inilah akan dipilih siapa yang terbaik. Untuk membuktikan orisinalitas gagasan, para duta itu di audisi dan diwawancarai . “Kami meniru ‘Indonesian Idol’!” kata Gol A Gong, pendiri Rumah Dunia. “Supaya ‘gaya’ dan mudah diterima anak muda sekarang. Duta baca itu harus ‘gaul’! Jangan lagi istilah kutu buku itu identik dengan kaca mata dan wajah jutek!” Tambah Gong, mestinya para duta baca itu wajahnya ganteng seperti “Rangga dan Cinta” di film “Ada Apa dengan Cinta”.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2807" title="Laput cwr 2" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr-2.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>Pada acara tersebut para peserta diuji dengan cara mempresentasikan tulisannya di depan peserta yang hadir. Dari kedua kategori tersebut nanti akan dipilih duta CwR SMA dan perguruan tinggi. Kedua Duta yang terpilih itu adalah orang yang terbaik dari segi tulisan dan lisan serta sikap. Mereka  nanti menjadi kordinator di kampus dan di sekolahnya, agar bisa mengajak teman-temannya supaya gemar membaca. Ketiga juri; Toto, Firman, dan Ibnu Adam Aviciena memilih dua orang duta yaitu, Sayuti Zakaria dari kampus STIT Al-Khaeriyah Cilegon dan Nastity dari pelajar SMA 1 Pandeglang. Mereka mendapatkan hadiah uang Rp. 200.000,- piala, sertifikat, dan paket buku. Kepada duta-duta yang tidak menang, mereka diberi sertifikat.</p>
<p>“Saya merasa senang sekali terpilih menjadi duta CwR ini. Tadinya saya mengira bukan saya yang akan mendapat kesempatan baik ini,” kata Sayuti Zakaria. Masih diakuinya, tulisan yang dipresentasikan olehnya itu isinya berdasarkan pengalaman pribadi yang terjadi di lapangan dan juga mengutip dari buku yang berjudul “Rahasia Sukses Orang Besar” karangan Dr. Aed Al- Qorni. Sayuti akan membetuk kelompok diskusi bersama teman-temannya di kampus dimana dia belajar. Kelompok diskusi itu bertujuan menyebarkan semangat betapa pentingnya membaca kepada para teman yang lain.  Kini Sayuti menjadi peserta Kelas Menulis Rumah Dunia angkatan ke-15.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr-3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2809" title="Laput cwr 3" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr-3.jpg" alt="Ubahlah dirimu dengan membaca!" width="500" height="388" /></a>Hal serupa  dijelaskan oleh Nursalim dalam  sambutannya, “Kita juga harus gemar membaca! Kita sebagai umat Islam harus merasa malu jika tidak gemar membaca,&#8221; tegasnya. Nursalim juga menghimbau kepada orang yang hadir khususnya kepada Rumah Dunia, supaya kegiatan ini terus berlangsung. “ Insya Allah akan menjadi dontur terhadap kegiatan ini,” tambahnya lagi. CwR diharapkan menjadi gerakan menuju Banten Membaca.</p>
<p>MOTIVASI</p>
<p>Usai lomba pidato, predikat duta CwR tidak berhenti dari sekedar menerima hadiah dan tepuk tangan. Rumah Dunia berencana menjadikan mereka sebagai Duta CwR. Tugas mereka memotivasi teman dan masyarakat di sekitar agar aktif membaca, dan secara terus-menerus  menyebarkan spirit bahwa dengan membaca bisa mengubah hidup kita menuju ke arah yang lebih baik.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr-4.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2810" title="Laput cwr 4" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr-4.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>Menurut Toto ST Radik, Ketua Juri CwR, “Wewenang seluruh Duta CwR adalah mengadakan acara dengan tujuan membuka wawasan teman dan masyarakat sekitar, misalnya dengan memulai dari kegiatan membaca dan berdiskusi. Duta CwR diperkenankan melakukan koordinasi dengan kami sebagai pencetus CwR, dengan sepengetahuan Kepala Sekolah dan guru pendamping.” Kelak, para duta ini yang menggerakkan taman bacaan masyarakat di kampungnya. Dan buta aksara di Banten tidak ada lagi.</p>
<p>Hal ini dilakukan berkelanjutan, agar  155.305 warga di Banten yang buta aksara dientaskan. Menurut Kompas edisi Senin (11/1), hingga akhir tahun 2009, jumlah warga usia 13 tahun ke atas yang masih buta aksara di Provinsi Banten tercatat 155.305 orang. Pada tahun 2010 pemerintah daerah setempat menargetkan penurunan jumlah warga buta aksara ini minimal 40.000 orang.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr-5.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2811" title="Laput cwr 5" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr-5.jpg" alt="Sayuti dan Nastity, para duta CwR" width="500" height="375" /></a>Saat menjadi pembicara di sesi diskusi CwR, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Eko Endang Koswara di Serang, Provinsi Banten mengatakan, “”Penyebab buta aksara ini antara lain karena faktor keterjangkauan akses, rendahnya minat belajar, dan juga faktor ekonomi.”</p>
<p>DUKUNG</p>
<p>Sekitar pukul 14.00 WIB, HM Masduki, Wagub Banten tiba beserta istrinya. Ruang tunggu VIP pun penuh. Selain HM Masduki, juga ada Ahmad Mukhlis Yusuf (direktur Antara), Endang Eko Koswara, Hafidzi (Kadisdik Kota Serang), Amriti (Perpusda Kota Serang, Nenny (Sekrtetaris Umum Yayasan Kesetiakawan dan Kepedulian Sosial Jakarta), Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D, Wien Muldian (Forum Indonesia Membaca), dan Sudiyati (Kepala Perpusda Banten).</p>
<p>Pertunjukan seni marawis dai SMPIT Darul Fallah dan rampak beduk UKM Pandawa Untirta Serang unjuk kabisa. Para peserta CwR, tamu dan undangan merasa terhibur. “Luar biasa, ya!” kata Wina dari TBM Zakiyah Bandung, peserta Kelas Menulis Rumah Dunia angkatan ke-15, yang sedang <em>technikal meeting</em>. Wina jauh-jauh dari Bandung, karma tertarik dengan kemasan Rumah Dunia dalam upayanya meningkatkan minat baca masyarakat.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr-6.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2812" title="Laput cwr 6" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr-6.jpg" alt="Pameran komunitas literasi" width="500" height="375" /></a>Kemudian HM Masduki memberi sambutan, bahwa pencanangan gerakan membaca ini untuk meningkatkan kualitas hidup. “Persoalan gerakan membaca ini bukan hnya urusan pemerintah, tapi kita semua. Rumah Dunia harus kita dukung.” Usai itu, HM Masduki mencanangkan CwR dengan pemecahan kendi berisi kartu-kartu bertuliskan huruf alphabet.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/CwR2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2813" title="CwR2" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/CwR2.jpg" alt="Diskusi CwR saat hujan" width="424" height="364" /></a>DISKUSI</p>
<p>Acara puncaknya adalah diskusi. Tapi sebelum diskusi ada penyerahan sumbangan. Alhamdulillah, saat CwR, Rumah Dunia kebanjiran hadiah. Pemprov Banten menyumbang voucher mebuler dan buku, Perpusda Banten se-dus besar buku, Aneka Swalayan 20 dus minuman mineral gelas, Universitas Serang Raya memberi beasiswa kepada Roy Goozly, relawan Rumah Dunia dan Untirta Serang juga memberi beasiswa kepada Muhzen Den. SUHUD Media Promo tak mau ketinggalan, urusan cetak-mencetak; standing banner, liflet, dan backdrop ditanggungnya.Yang kolosal sumbangan dari Yayasan Kepedulian dan Kesetiakawanan Sosial Jakarta berupa 2 komputer dan mejanya, 1 wireless, 100 kursi plastik, 50 meja gambar, dan printer. Bahkan Nenny Sri Utami (Sekretaris Umum YKDK) menambahkan, “Nanti menyusul tenda, buku, dan alat-alat kesenian marawis!”</p>
<p>Saat diskusi CwR dengan narasumber Endang Eko Koswara, Wien Muldian, Ella, hujan mengguyur. Tapi peserta tetap bertahan. Eko memberi informasi, bahwa upaya penuntasan buta aksara bagi ratusan ribu warga di Banten itu tidak mampu dilakukan sendirian oleh dinas pendidikan tanpa melibatkan sektor lain. ”Tanpa ada pendekatan budaya, misalnya, tidak mungkin bisa menuntaskan buta aksara di Baduy,” katanya. Demikian pula untuk menuntaskan buta aksara di kalangan anak jalanan, dinas pendidikan membutuhkan kerja sama dengan satuan polisi pamong praja dan dinas sosial.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/laput-cwr-7.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2814" title="laput cwr 7" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/laput-cwr-7.jpg" alt="Tias and his gank di stand CwR" width="500" height="375" /></a>Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Banten Sudiyati mengatakan, pihaknya berupaya mendekatkan akses masyarakat kepada buku dengan membangun taman bacaan, perpustakaan desa, juga mengirim mobil perpustakaan keliling. ”Saat ini di Banten ada sekitar 200 taman bacaan dan 143 perpustakaan desa. Tahun ini ada rencana penambahan 44 perpustakaan desa,” kata Sudiyati.</p>
<p>Menurut Gol A Gong, pihaknya selama ini juga ikut berusaha menurunkan angka buta aksara, yakni dengan mengajari baca tulis bagi anak sekolah dasar—termasuk pemulung—yang belum bisa membaca. Terkait gerakan CwR, Gong mengatakan bahwa kegiatan itu dimaksudkan untuk menggelorakan ke seluruh warga Banten, bahwa dengan membaca bisa mengubah kualitas hidup warga. Hal laionnya, Banen akan kembali jaya seperti pada abad ke-16.</p>
<p>Sedangkan  menurut Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D, anak-anak yang  lebih memiliki minat baca akan mempunyai kinerja akademis yang lebih baik.  Laporan studi  PISA (2006) menunjukkan remaja dari berbagai kalangan termasuk dari latar belakang ekonomi yang paling kurang mampu dapat lebih cemerlang dari teman-teman sebaya mereka yang lebih kaya jika mereka secara teratur membaca buku-buku, surat kabar dan komik di luar sekolah.</p>
<p>Menurut laporan studi “Membaca untuk Perubahan” (2007) ditemukan secara signifikan  bahwa mendorong membaca untuk kesenangan bisa menjadi salah satu cara yang paling efektif untuk mewujudkan perubahan sosial. Remaja usia lima belas tahun  dengan status  pekerjaan orangtua yang rendah terbukti  mencapai nilai rata-rata membaca (540) bila sangat terlibat dalam kegiatan membaca. Skor ini sangat  signifikan lebih tinggi dari pencapaian remaja yang orangtuanya memiliki status pekerjaan tinggi, tetapi yang kurang terlibat dalam membaca.</p>
<p>Semua siswa yang sangat terlibat dalam membaca membaca terbukti secara signifikan dapat mencapai nilai di atas skor rata-rata  internasional, terlepas dari apa pun latar belakang keluarga mereka. Hal ini membuktikan bahwa, walaupun latar belakang sosio-ekonomi sangat berperan, bukan berarti dapat menjadi  faktor dominan dalam memprediksi keterlibatan  membaca bahan bacaan yang beragam.  Tetapi penelitian juga menemukan bahwa ketersediaan bahan bacaan di rumah sangat berperan dalam mengembangkan kemampuan membaca anak. Anak-anak yang memiliki akses ke sejumlah besar buku cenderung  untuk lebih tertarik membaca secara meluas. Sementara keterkaitan latar belakang  sosio-ekonomi dengan profil membaca lemah, keterkaitan akses ke banyak buku di rumah berperan lebih tinggi. (Jang RuDun/Laporan Lanang Sejagat, harir Baldan, Kompas dot com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/12/change-with-reading-menuju-banten-jaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PUSLING JADI STAND CHANGE WITH READING</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/pusling-jadi-stand-change-with-reading/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/pusling-jadi-stand-change-with-reading/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 12:53:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Banten Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[Buta aksara]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[mobil pintar]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan keliling]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Spirit Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Bacaan Masyarakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2780</guid>
		<description><![CDATA[Sedih juga, pusling (perpustakaan keliling) Rumah Dunia berupa bajay dan motor sumbangan XL Care, Yayasan Nurani Dunia, dan Kelompok Pencinta Bacaan Anak, kini rusak dan ngejorok tak terawat. Padahal pusling yang merupakan taman bacaan masyarakat berjalan,  ini adalah spirit Banten untuk dunia. Program pusling 2010 gagal. Biasanya armada pusling ini mendatangi desa-desa di provinsi Banten, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/CwR-stand-com.jpg"><img class="size-full wp-image-2779 alignnone" title="CwR stand com" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/CwR-stand-com.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Sedih juga, pusling (perpustakaan keliling) Rumah Dunia berupa bajay dan motor sumbangan XL Care, Yayasan Nurani Dunia, dan Kelompok Pencinta Bacaan Anak, kini rusak dan ngejorok tak terawat. Padahal pusling yang merupakan taman bacaan masyarakat berjalan,  ini adalah spirit Banten untuk dunia. Program pusling 2010 gagal. Biasanya armada pusling ini mendatangi desa-desa di provinsi Banten, agar buta aksara di Banten berkurang. Selama 2009 program pusling masih berjalan. Kini, pusling dijadikan stand Change with Reading di Taman Rumah Dunia. Jika ada perusahaan yang tertarik menyumbang mobil perpustakaan atau mobil pintar milik istri-istri pejabat teras Indonesia (Ikatan Istri-istri  Pejabat Negara) ke Rumah Dunia, dengan senang hati kami terima. Pusling jalan lagi. Kami suka iri jika melihat mobil perpustakaan diparkir di halman kantor perpustakaan. Andai Rumah Dunia memiliki mobil perpustakaan, insya Allah, akan bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/pusling-jadi-stand-change-with-reading/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MARAWIS DI CHANGE WITH READING</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/marawis-di-change-with-reading/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/marawis-di-change-with-reading/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 12:43:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Banten Bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[Change With Reading]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspresi]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Marawis]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Spirit Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Bacaan Masyarakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2777</guid>
		<description><![CDATA[Rumah Dunia tidak pernah melupakan memberikan ruang dan waktu untuk anak-anak muda Banten berekspresi. Di Change with Reading selain rampak beduk UKM Pandawa Untirta unjuk kabisa, juga group marawis dari SMP Darul Fallah tampil menghibur peserta dan tamu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/CwR-marawis.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2776" title="CwR marawis" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/CwR-marawis.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a></p>
<p>Rumah Dunia tidak pernah melupakan memberikan ruang dan waktu untuk anak-anak muda Banten berekspresi. Di Change with Reading selain rampak beduk UKM Pandawa Untirta unjuk kabisa, juga group marawis dari SMP Darul Fallah tampil menghibur peserta dan tamu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/marawis-di-change-with-reading/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BANJIR SUMBANGAN DI CHANGE WITH READING</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/banjir-sumbangan-di-change-with-reading/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/banjir-sumbangan-di-change-with-reading/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 12:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Banten Bangkiit]]></category>
		<category><![CDATA[Banten Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[CSR]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbangan]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Bacaan Masyarakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2772</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, saat Change with Reading, Rumah Dunia kebanjiran hadiah. Pemprov Banten menyumbang voucher mebuler dan buku, Perpusda Banten se-dus besar buku, Aneka Swalayan 20 dus minuman mineral gelas, Universitas Serang Raya memberi beasiswa kepada Roy Goozly, relawan Rumah Dunia dan Untirta Serang juga memberi beasiswa kepada Muhzen Den. SUHUD Media Promo tak mau ketinggalan, urusan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/CwR-FV-YKDK.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2773" title="CwR FV YKDK" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/CwR-FV-YKDK.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Alhamdulillah, saat Change with Reading, Rumah Dunia kebanjiran hadiah. Pemprov Banten menyumbang voucher mebuler dan buku, Perpusda Banten se-dus besar buku, Aneka Swalayan 20 dus minuman mineral gelas, Universitas Serang Raya memberi beasiswa kepada Roy Goozly, relawan Rumah Dunia dan Untirta Serang juga memberi beasiswa kepada Muhzen Den. SUHUD Media Promo tak mau ketinggalan, urusan cetak-mencetak; stnding banner, liflet, dan backdrop ditanggungnya.Yang kolosal sumbangan dari Yayasan Kepedulian dan Kesetiakawanan Sosial Jakarta berupa 2 komputer dan mejanya, 1 wirless, 100 kursi plastik, 50 meja gambar, dan printer, Bahkan Nenny Sri Utami (Sekretaris Umum) menambahkan, &#8220;Nanti menyusul tenda, buku, dan alat-alat kesenian marawis!&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/banjir-sumbangan-di-change-with-reading/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DUTA CHANGE WITH READING GELORAKAN BANTEN MEMBACA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/duta-change-with-reading-ajak-membaca/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/duta-change-with-reading-ajak-membaca/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 03:51:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Banten Bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[Banten Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Spirit Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Bacaan Masyarakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2764</guid>
		<description><![CDATA[SERANG- Acara bertema Change With Reading  digelar di Rumah Dunia pada Sabtu (9/1) dari pukul 09.00 sampai pukul 17.00 WIB. Acara ini bertujuan supaya masyarakat sadar, betapa pentingnya membaca. Di  acara ini juga diadakan lomba-lomba seperti lomba gambar untuk SD dan lomba poster untuk SMP se-Banten. Lalu, selain ada lomba juga ada pemilihan Duta CwR. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/cwr.jpg"><img class="size-medium wp-image-2767 alignleft" title="cwr" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/cwr-300x252.jpg" alt="Calon duta mempresantasikan karya tulis di depan juri" width="300" height="252" /></a>SERANG- Acara bertema Change With Reading  digelar di Rumah Dunia pada Sabtu (9/1) dari pukul 09.00 sampai pukul 17.00 WIB. Acara ini bertujuan supaya masyarakat sadar, betapa pentingnya membaca. Di  acara ini juga diadakan lomba-lomba seperti lomba gambar untuk SD dan lomba poster untuk SMP se-Banten. Lalu, selain ada lomba juga ada pemilihan Duta CwR. Di pemilihan Duta CwR ini diikuti oleh sejumlah perwakilan pelajar dari SMA se-Banten dan mahasiswa perguruan tinggi se-Banten.</p>
<p>Dari pelajar yaitu berasal dari SMAN 1 Ciruas, MAN 2 Serang, SMAN 2 Kota Serang, SMA El- Daar Qolam, SMA Al- Irsyad, SMAN 3 Rangkas, MAN Cilegon, SMAN 1 Serang, SMAN 5 Kota Serang dan SMAN 1 Pandeglang. Sedangkan dari mahasiswa yaitu berasal dari kampus STIE Bina Bangsa Serang, STIT Al-Khaeriyah Cilegon, UNMA  Pandeglang, Untirta Serang dan IAIB Serang.</p>
<p>Pada acara tersebut para peserta diuji dengan cara mempresentasikan tulisannya di depan peserta yang hadir. Dari kedua kategori tersebut nanti akan di pilih salah satu peserta calon  Duta CwR sebagai Duta CwR, baik dari sekolah maupun perguruan tinggi. Kedua Duta yang terpilih itu adalah orang yang terbaik dari segi tulisan dan lisan serta sikap.  Mereka yang terpilih menjadi duta nanti menjadi kordinator di kampus dan di sekolahnya agar bisa mengajak teman-temannya supaya gemar membaca. Kedua orang yang menjadi duta yaitu, Sayuti Zakaria dari kampus STIT Al-Khaeriyah Cilegon dan Nastity dari pelajar SMA 1 Pandeglang.</p>
<p>“Saya merasa senang sekali terpilih menjadi duta CwR ini. Tadinya saya mengira bukan saya yang akan mendapat kesempatan baik ini,”  kata Sayuti Zakaria. Masih diakuinya, tulisan yang dipresentasikan olehnya itu isinya berdasarkan pengalaman pribadi yang terjadi di lapangan dan juga mengutip dari buku yang berjudul Rahasia Sukses Orang Besar karangan Dr. Aed Al- Qorni. Harapan Sayuti kedepannya akan membetuk kelompok diskusi bersama teman-temanya di kampus dimana dia belajar. Kelompok diskusi itu bertujuan menyebarkan semangat Banten Membaca kepada  teman yang lain.</p>
<p>Hal serupa juga dijelaskan oleh Nursalim yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidikan Non Formal di Dinas Pendidikan Kota Serang. Dalam sambutannya dia menjelaskan, “Kita juga harus gemar membaca! Kita sebagai umat Islam harus merasa malu jika tidak gemar membaca,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Nursalim juga menghimbau kepada orang yang hadir khususnya kepada Rumah Dunia supaya kegiatan ini terus berlangsung, karena ini adalah spirit Banten untuk bangkit dan maju. “Kami Insya Allah akan menjadi dontur terhadap kegiatan ini,” tambahnya lagi. <strong>[lanang sejagat]</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/duta-change-with-reading-ajak-membaca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puisi-puisi Dhe Lintang Wengi</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/puisi-puisi-dhe-lintang-wengi/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/puisi-puisi-dhe-lintang-wengi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 03:20:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Banten Bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[Banten Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Penyair Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Spirit Banten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2762</guid>
		<description><![CDATA[BERAPA BANYAK Berapa banyak sunyi yang harus kuhitung Pun gelisah yang tak pernah istirah Ah, barangkali kita tak perlu khawatir Karena gelap masih memiliki malam Dan daun masih setia dengan hijaunya Begitu pun engkau Akan kembali membawa hujan Dan aku menunggumu di tepi malam Seperti seorang kekasih yang gigil oleh air matanya sendiri Kita akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Cangkul.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2790" title="Cangkul" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Cangkul.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>BERAPA BANYAK<br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Berapa banyak sunyi yang harus kuhitung</p>
<p>Pun gelisah yang tak pernah istirah</p>
<p>Ah, barangkali kita tak perlu khawatir</p>
<p>Karena gelap masih memiliki malam</p>
<p>Dan daun masih setia dengan hijaunya<span id="more-2762"></span></p>
<p>Begitu pun engkau</p>
<p>Akan kembali membawa hujan</p>
<p>Dan aku menunggumu di tepi malam</p>
<p>Seperti seorang kekasih yang gigil oleh air matanya sendiri</p>
<p>Kita akan punya waktu untuk bercerita</p>
<p>Tentang bebintang dan pohon rambutan</p>
<p>Di belakang rumah yang kini berbuah</p>
<p>Maka</p>
<p>Pulanglah sayang</p>
<p>Sebelum langit terbakar</p>
<p>Dan bintangbintang berjatuhan</p>
<p>Rangkasbitung, 2009</p>
<p>***</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>PUISI DARI MASA LALU<br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Terbanglah sayang</p>
<p>Jangan pernah kembali</p>
<p>Hingga kujumpai engkau pada senja yang baru</p>
<p>Pada langit sore yang kau lukis sebagai tawa</p>
<p>Pada musim yang kau tinggalkan di sisa ruang kita</p>
<p>Kuciumi engkau pada jalan yang basah</p>
<p>Di sana akan kutemui kota kita yang romantis</p>
<p>Meski</p>
<p>Hanya sebuah masa silam</p>
<p>Dan guratan cerita yang tak menyisakan bahagia</p>
<p>Serang, 2009</p>
<p>***</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>INI KUTULIS UNTUKMU<br />
</strong></p>
<p>Dan</p>
<p>Aku pun ingin seteduh musim januari</p>
<p>Di harinya yang ketiga</p>
<p>Ini kutulis untukmu</p>
<p>Ketika daundaun berguguran</p>
<p>Menjadikan hutan di malamku</p>
<p>Entah berapa banyak cerita yang telah kita baca</p>
<p>Biar desember menyimpan cerita dari masa silam</p>
<p>Dan nyanyian masa kanak yang semakin menjauh</p>
<p>Ini kutulis untukmu</p>
<p>Ketika ranjang malamku mengerang</p>
<p>Dan aku pun meleleh perlahan</p>
<p>Kita semakin dekat dengan kepastian Tuhan</p>
<p>Rangkasbitung, 2010</p>
<p>***</p>
<p><strong>Dhe Lintang Wengi<em> , </em></strong>Lahir di Lebak 10 Juli 1990. Setamat SMA Negeri 1 Rangkasbitung kuliah pada jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Tirtayasa Serang, Banten. Aktif sebagai anggota Hima Diksatrasia dan bergiat di Kubah Budaya Serang. Puisi-puisinya dimuat di harian <em>Fajar Banten</em>, <em>Radar Banten</em>, dan <em>Buletin Jendela</em> Hima Diksatrasia. Kini kost  di Serang.</p>
<p>***</p>
<p>REDAKSI menerima kiriman puisi 5-6 judul disertai biodata, alamat, foto diri, dan nomor rekening bank dalam satu file attachment ke <a href="mailto:puisi@rumahdunia.com">puisi@rumahdunia.com</a>. Puisi yang dimuat akan diberi honorarium sebesar Rp. 50.000,- per-edisi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/puisi-puisi-dhe-lintang-wengi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PARA PEJABAT NGUMPUL DI RUMAH DUNIA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/para-pejabat-ngumpul-di-rumah-dunia/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/para-pejabat-ngumpul-di-rumah-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 01:01:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[baca]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Bacaan Masyarakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2758</guid>
		<description><![CDATA[Selain Wagub Banten, hadir pula di pencangan Change with Reading Endang Eko Koswara (Kadisdik Banten), Sudiyti (Kepala Perpusda Banten), Ahmad Mukhlis Yusuf (Direktur Antara), Hafidzi (Kadisdik Kota Serang), Amriti (Perpusda Kota Serang), Eneng Nurcahyati (Kepala Ketahanan Pangan Banten),  Nenny Sri Utami (Sekretaris Umum Lembaga Kesetiakawanan dan Kepedulian Sosial Jakarta), Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D (Direktur Penmas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/CwR-pejabat.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2759" title="CwR pejabat" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/CwR-pejabat.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Selain Wagub Banten, hadir pula di pencangan Change with Reading Endang Eko Koswara (Kadisdik Banten), Sudiyti (Kepala Perpusda Banten), Ahmad Mukhlis Yusuf (Direktur Antara), Hafidzi (Kadisdik Kota Serang), Amriti (Perpusda Kota Serang), Eneng Nurcahyati (Kepala Ketahanan Pangan Banten),  Nenny Sri Utami (Sekretaris Umum Lembaga Kesetiakawanan dan Kepedulian Sosial Jakarta), Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D (Direktur Penmas Depdiknas), dan Wien Muldian (forum Indonesia Membaca).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/para-pejabat-ngumpul-di-rumah-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FOTO, FOTO BERSAMA WAGUB, YUK!</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/foto-foto-bersama-wagub-yuk/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/foto-foto-bersama-wagub-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 00:47:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Banten Bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[Banten Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Spirit Banten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2751</guid>
		<description><![CDATA[Wagub Banten, HM masduki berfoto bersama UKM Pandawa dan Pers Kampus Untirta di Change with Reading. UKM Pandawa trmasuk yang aktraktif saat pencanangan CwR. Kesenian tradisional rampak beduknya menjadi daya tarik. Ini bisa dijadikan sebagai cara meraih massa dalam mengkampanyekan pemberantasan buta aksara di Provinsi Banten. Taman-taman bacaan masyarakat harus mau membuat strategi, agar buku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/CwR-bersama-com.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2753" title="CwR bersama com" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/CwR-bersama-com.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Wagub Banten, HM masduki berfoto bersama UKM Pandawa dan Pers Kampus Untirta di Change with Reading. UKM Pandawa trmasuk yang aktraktif saat pencanangan CwR. Kesenian tradisional rampak beduknya menjadi daya tarik. Ini bisa dijadikan sebagai cara meraih massa dalam mengkampanyekan pemberantasan buta aksara di Provinsi Banten. Taman-taman bacaan masyarakat harus mau membuat strategi, agar buku digemari warga, yaitu berkolaborasi dengan seniman. Di Rumah Dunia cara itu sudah berlangsung; lewat teater, film, dan menggambar. Kata-kata ditransformasikan lewat media kesenian. Insya Allah, denga cara ini Banten Bangkit segera terwujud. Banten membaca akan menggelinding like snow ball.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/foto-foto-bersama-wagub-yuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

