RATUSAN RUMAH BELUM TERALIRI LISTRIK

LEBAK—Ratusan rumah di Kampung Pasir Gombong dan Pasir Langkap, Kecamatan Lebak Gedong, hingga kini masih belum teraliri listrik. Alhasil, kondisi itu sangat memengaruhi aktivitas warga di 2 kampung tersebut.
Dani, salah seorang warga Kampung Pasir Gombong mengatakan, kondisi itu sangat memengaruhi ekonomi masyarakat. Pasalnya, selama ini ia dan warga lainnya saat hendak melakukan aktivitas malam seperti sholat, mengaji, tugas kantor, belajar, dan lainnya harus menggunakan lampu tempel yang menggunakan bahan baku minyak tanah. Sedangkan, ketersediaan minyak tanah di Kampungnya amat langka dan harganya hingga mencapai Rp 11.000/liter. “Sehari semalam bisa menghabiskan lebih dari 2 liter minyak tanah,” ujar Dani.
Senada dikatakan Sarijo, tokoh masyarakat Kampung Pasir Gombong ini mengaku, untuk menerangi kegiatan di rumahnya dalam semalam ia mesti menghabiskan 3 liter bensin untuk keperluan mesin diselnya. Kata Sajiro, Kalau stok bensin di kampungnya habis terpaksa ia membeli bensin dan minyak tanah ke kampung lain yang jaraknya lumayan jauh. “Kami berharap PLN pusat segera merealisasikan kebutuhan warga dengan mengalirkan listrik di kampong kami,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Lebak Gedong Amsa membenarkan kondisi di dua kampung itu hingga kini belum mendapat distribusi listrik dari PLN Pusat. Ia menyatakan, tahun 2008, Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben -red) Lebak pernah meninjau ke lokasi. Mereka berjanji akan segera mengalirkan listrik di dua kampung tersebut. “Kabarnya, rencana itu akan direalisasi pada tahun ini,” ujar Amsa saat dihub via telepon, Kamis (20/1). (Harir Baldan)

LISTRIK DI DUA KECAMATAN PADAM

LEBAK—Dalam sepekan terakhir, aliran listrik di dua Kecamatan Cipanas dan Lebak Gedong sering terjadi padaman. Akibatnya aktivitas warga di dua Kecamatan tersebut terganggu.

Ketua KNPI Kecamatan Cipanas Nazmudin mengatakan, akhir pekan kemarin listrik di rumahnya Kampung Taleus, Desa Hamberang, Kecamatan Cipanas sempat padam sampai 3 kali dalam sehari. Menurut Pimpinan Ponpes Daar El Irfaan At Talaasy ini, kondisi tersebut sangat memengaruhi kegiatan belajar mengajar (KBM) di Ponpesnya. “Pokoknya hampir tiap hari listrik sering padam,” ujarnya, Senin (17/1).

Senada dikatakan Anti, warga Kampung Karangpayung, Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong pun menyesalkan aliran listrik yang sering padam. Bahkan, ia khawatir peralatan elektronik yang ia miliki seperti Tivi, dispenser, magicom, kulkas, DVD players, mesin cuci, komputer, dan lainya akan cepat rusak. “Saya berharap, PT. PLN baik di Kabupaten atau di Kecamatan Cipanas segera meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Sebab, jika ini terus terjadi akan berdampak pada kenyamanan masyarakat,” ujarnya.

Udin, salah seorang pegawai PLN Unit Cipanas mengakui, akhir-akhir ini distribusi listrik di Kecamatan Cipanas dan Lebak Gedong sering padam. Namun, kata Udin, pemadaman tersebut, bukan lantaran pelayanan dari pihak PLN khususnya, Cipanas kurang maksimal. “Itu disebabkan karena faktor alam seperti hujan, angin, longsor, pohon tumbang, dan binatang. Karena itu, listrik sering padam,” kata Udin, seraya menginformasikan, Jum’at (21/1) nanti ada pemadaman listrik untuk wilayah Lebak. (Harir Baldan)

PUISI-PUISI Y.THENDRA BP

Buton
dari cerita singkat wa ode wulan ratna

sekali lagi, kubayangkan matahari tropis sore memandang seribu pulau yang

dijaga benteng benteng
sebelum akhirnya angslup ke dalam laut, membawa seribu misteri kesunyian

gunung siontapina
seperti atlantis yang hilang

aku ingin jadi kanak-kanak ria lagi, hilang sejenak segan pada usia,
berlari-lari di negeri yang dilupakan itu

aku tak ingin datang untuk aspal, wa ode
yang telah membuat jalan jalan kotaku jadi malam
negerimu jadi demam

aku ingin datang karna puisi
karna makam sultan dikeramatkan
karna makam rakyat kecil tidak dikeramatkan

***

Kepada Fatris dan 30 September 2009
dari sebuah potret

yang datang pada jam 5 sore itu
begitu tiba-tiba
yang pergi pada jam 5 sore itu
begitu tergesa-gesa

aku sanggup melupakan
yang datang
tapi tak sanggup melupakan
yang pergi

gadis kecil memeluk kucing hitam
di antara reruntuhan bangunan
dan air mata hitam

***

Ngai Oi Ngi

waktu yang singkat
menyusun ingatan yang panjang, mei lan
di belinyu, di belinyu
kita bertemu
ruko-ruko tutup pada jam 4 petang
dikepung bekas lubang-lubang tambang
yang ditinggalkan

aku menggenggam tanganmu lebih dalam
–tangan yang datang dari negeri hutan terbakar–
di benteng bongkap, pha kak liang
pantai penyusuk, atau di bawah bulan
ketika listrik padam
pada jam 9 malam

tetapi sepanjang jalan depati amir
angin mengembalikan tangan kita
jadi milik kita masing-masing
agar bisa menangkap senja
bangunan-bangunan tua
dari masa gemilang timah
hingga kesedihan
orang-orang hakka
dalam pembakaran taiseja

agar bisa merasakan
suara mereka yang hidup dan tak bisa pulang
lalu membangun kampung dalam dirinya
jauh lebih sunyi, jauh lebih sunyi
daripada sihir puisi
igauan pelayaran
yang tak pernah menyentuh lautan

Belinyu-Yogyakarta, Agustus 2009

***

Solilokui

dingin bulan
gigil jalan
dan aku terus melangkah
rumah tutup
kedai larut malam
pengendara motor
melintasi embun
yang jatuh dari bintang tak bernama
betapa lengang jam berdentang
di mata jaga
malam tinggal bayang
lampu-lampu hotel
lampu-lampu reklame
cuma bikin asing pada kepulangan
pada kekasih yang menyimpan ciuman:
lidah lembut dalam telinga

angin kencang berhembus
tapi sedikit suara yang tergambarkan
dan aku terus melangkah
ambang subuh
engkau makin tertinggal jauh
yang tidur dalam sajak:
rabun senja!
dan aku terus melangkah
pada bengkolan ke tujuh
aku memasuki pagi baru

***

Y. Thendra BP, berasal dari nagari Padang Sibusuak, Sumatera Barat. Lahir di Bangkinang 10 Mei 1980.  Puisinya pernah dimuat di Koran Suara Pembaruan, Bali Post, Minggu Pagi, Jawa Pos, Jurnas Bogor, Tabloid Nyata, Padang Ekspres, Singgalang, Cybersastra.net, titikoma.com, Jurnal ruang puisi rumah lebah. dll. Juga tergabung dalam antologi komunal, Filantropi FKY (2001), dian sastro for president#2 (2003), Herbarium (2007), Kampung Dalam Diri (2008), Pedas Lada Pasir Kuarsa (kumpulan puisi TSI II 2009). Dan peraih utama kedua lomba puisi cinta nyata, tabloid Nyata (2008). Tuhan, telpon aku dong (Gambala Media, 2004) adalah kumpulan puisi tunggalnya yang pertama. Pengelola Weblog:  http://langit-puisi.blogspot.com dan berdiskusi sambil minum kopi di Rumah Lebah. Sekarang ia berdomisili di Yogyakarta.

***

REDAKSI menerima kiriman puisi 5-6 judul disertai biodata, alamat, foto diri, dan nomor rekening bank dalam satu file attachment ke puisi@rumahdunia.com. Puisi yang dimuat akan diberi honorarium sebesar Rp. 50.000,- per-edisi.

SESEPUH KAMPUNG

H. Acep Soheh (65) sesepuh kampung Cipanas yang nyambi jadi perantara bagi warga Cipanas yang hendak membayar listrik (Kolektor). Menurut suami Hj. Itoh ini, kampung yang sebelumnya bernama kampung Dana ini berganti nama dengan Cipanas. Dan toko penggagasnya adalah lurah H. Kardan, ayahnya dan dibantu rekannya,H. Ukik Sanukri. [Teks&Foto: Harir Baldan]

DARI KOLEKTOR REKENING LISTRIK, KINI BUKA DI RUMAHNYA

Kolektor PLNDARI KOLEKTOR REKENING LISTRIK, KINI BUKA SENDIRI

Berawal dari niat baik dan ikhlas untuk menolong sesama manusia dalam berbagai urusan. Kini gilirannya mendapatkan kemudahan, hasil dari upaya  kebaikan-kebaikan yang ia  tanam.  lanjutkan membaca »

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Full Story | July 18th, 2010