STASIUN RANGKAS BITUNG

Bagi wisatawan pemandian air panas Tirta Lebak Buana Cipanas, Lebak, Banten, yang menggunakan kendaraan pribadi atau bus bisa melalui jalur Jasinga, Bogor. Namun, jika anda menggunakan jasa kereta api, turun di Stasiun Rangkas Bitung. Sekira 38 KM dari Terminal Mandala, Rangkas Bitung, anda bisa menggunakan jasa angkot ke arah Pasar Gajrug dengan tarip Rp. 15.000,- tiba di sana, lalu menyambung naik angkot jurusan Cipanas-Pasar Jasinga. [Teks&Foto: Harir Baldan]

MEMET RAHMAT SANG PETUALANG

SANG PETUALANG

Oleh Harir Baldan

Menjadi petualang bukan hal yang mudah untuk ditempuh.  Selain mental, kerja keras, ulet, tekun, lanjutkan membaca »

KAMPUNG IDEALIS PENUH PESONA KEHIDUPAN

KAMPUNG IDEALIS PENUH PESONA KEHIDUPAN

CIPANAS-LEBAK- Minggu (24/1), pagi yang cerah di kampung Lurah, Desa Sipayung Kecamatan Cipanas, terlihat cukup damai dan tentram masyarakatnya. Hari Minggu adalah hari untuk berkumpul keluarga, menikmati hari libur kerja selama satu Minggu kemarin. Anak-anak kecil berlarian mengejar temannya untuk main balap sepeda. Mungkin pernah tersimpan pertanyaan ada apa dengan nama sebuah kampung tersebut?

Kampung Lurah adalah sebuah kampung di Kecamatan  Cipanas yang letaknya tidak jauh dari kantor Camat Cipanas. Kantor Camat Cipanas letaknya ada di kampung Lurah. Sebagai pengingat saja untuk para generasi muda di kampung ini, konon nama kampung Lurah itu berasal dari orang-orang yang sudah jadi pemimpin banyak tinggal di kampung Lurah. Para pemimpin tersebut terdiri dari berbagai bidang kehidupan di masyarakat, seperti Camat, TNI, Polri, Guru, pegawai dinas di Kabupaten, unsur kepemudaan, dan lain-lain. Informasi ini saya dapatkan dari beberapa tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya.Tidak ada yang istimewa dengan kampung Lurah. Namun kampung Lurah memiliki makna sebuah kampung yang dilingkupi oleh berbagai macam profesi kehidupan sampai sekarang.

Kampung Lurah, Desa Sipayung Kecamatan Cipanas, sebuah kampung yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi para pendatang dari pelosok tanah air Indonesia. Boleh dikatakan kampung Lurah sudah lebih maju pesat bila dibandingkan dengan kampung-kampung lain yang ada di kecamatan Cipanas. Jumlah warga yang tinggal di kampung Lurah saat ini sudah mencapai 550 kepala keluarga, terdiri dari 14 rukun tetangga dan dua rukun warga. Gambaran jumlah  rukun tetengga di kampung Lurah seharusnya sudah ditambah lagi karena sudah memenuhi syarat menjadi sebuah rukun tetangga.

Kampung Lurah merupakan kampung pertama dari Desa Sipayung. Di Desa Sipayung ada dua kampung, yang satunya lagi adalah kampung Babakan Pedes. Letak kampung Lurah dengan kampung Babakan Pedes  saling berdampingan. Kedua kampung tersebut dipimpin oleh seorang Kepala Desa, namanya pak Ended (panggilan akrabnya ).

Kampung Lurah memiliki tanah garapan yang terdiri dari pesawahan dan kebun. Hasil komoditi pertanian di kampung Lurah adalah padi. Selebihnya hasil perkebunan, seperti kopi, cengkih, buah-buahan dan lain-lain. Kampung Lurah tidak akan lepas dari sejarah masa lalunya. Karena para pendahulu kampung Lurah sangat kesohor sampai tingkat nasional. Jadi, para generasi penerus yang ada di kampung Lurah ini tidak akan terlena dengan buaian zaman yang semakin menggoda. Salah satu bentuk perkembangan dalam mengisi pembangunan di kampung ini ialah adanya organisasi kepemudaan. Yang terhimpun dalam Himpunan Muda-mudi Kampung Lurah (Hikmah). Dimana terdiri dari berbagai kalangan. Mulai dari pelajar, Mahasiswa, guru, kepala KUA, TNI, Polri, pengusaha, petani, dan lain-lain. Tujuan Hikmah berdiri tiada lain untuk mengembangkan kepemimpinan para generasi muda dalam  mengisi kemerdekaan yang telah diwariskan kepada kita sebagai warga negara Indonesia. Bila tidak dipersiapkan dari sejak dini, maka kemerdekaan yang dicita-citakan kepada warga negara Indonesia khususnya yang ada di kampung Lurah, maka memungkinkan tidak akan tercapai cita-cita para pendahulu kita. (Solehudin)

PAKET KREATIF RUMAH DUNIA SEHARGA RP. 100.000,-

Rumah Dunia, lini sosial Yayasan Pena Dunia, berakta notaris Fachrul Kesuma Dharma, SH, nomor 006 tanggal 12 Juni 2006, mengawali kegiatan sepanjang tahun 2010 dengan pencanangan tema besar “Change with Reading” (CwR); ubahlah dirimu dengan membaca oleh HM Masduki, Wakil Gubernur Provinsi Banten pada 9 Januari lalu. Januari 2010 sebentar lagi usai, berganti Februari.  Diskusi “Lebak Membara pada 16 Januari pun berhasil dilewati dengan menghadirkan pembicara Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah dan para tokoh pemuda Lebak.

UANG KAS

Rumah Dunia sebagai learning centre di jurnalistik, sastra, teater, seni rupa, dan film bagi masyarakat luas mencoba berpartisipasi meningkatkan kualitas generasi muda di Banten khususnya dan Indonesia umumnya. Fase membaca huruf sudah lewat, kini saatnya membaca dalam arti keseluruhan, mulai dari fenomena di sekitar (lokal) hingga tingkat global. Kini Rumah Dunia menggelinding ke tahun delapan sejak efektif  3 Maret 2002. Hari-hari bergulir dengan makna yang berbeda. Tergantung dengan warna apa mengguratkannya di kanvas. Hari-hari mengalir seperti air di sungai, terantuk batu-batu, atau setenang danau di tengah belantara tanpa riak.

Untuk mewujudkannya, Rumah Dunia pelan-pelan mencoba membebaskan tanah di pintu masuk. Areal seluas 1000 m2 sekarang dirasakan kurang. Alhamdulillah, berkat bantuan facebooker dan donatur perorangan dan perusahaan seperti U Saefudin Noor, Ahmad Mukhlis Yusuf, DR. Zulkieflimansyah SE MSc, Ganis Supriyadi, Fuad Hasyim, Iip Umar Rifai, Das Albantani, Herdy Prihanto, Riska Ruswandi, Tupperware, Marqueen, Belsoap, Suhud Media Promo, Elvy Z,  Eva B, Annis D, Boyke Pribadi, Ariful Amir, Ferijanto, Deddy Mulya Sugih, Jay “Teroris” Abidin, Aneka Swalayan, Yayasan Nurani Dunia, Yayasan Tunas Cendekia, noval Y. Ramsis, Lawang Bagja, Nurhayati, Ipang Aja, Ochan, Yulia Eka, Lies YA, Muchtar Mandala, Donny Nandika, dan yang tidak bisa kami sebutkan namanya atau yang terlewat berhasil membebaskan tanah seluas 969 m2 pada September 2009. Kini tanah itu sudah digunakan sebagai Taman Rumah Dunia dan perpustakaan anak dengan menggunakan gerobak bajay library dan motor perpustakaan yang rusak.

Bahkan pembebasan tanah Rumah Dunia tahap kedua seluas 1873 m2 berhasil mengumpulkan uang sejumlah Rp. 145 jt. Sayangnya, pemilik tanah tidak mau dicicil, ingin cash. Harga tanah waktu itu semeter Rp. 150.000,-, total uang yang dibutuhkan Rp. 280.850.000,-  Lalu sumbangan dari CSR Tupperware sebanyak Rp. 50 jt kami pergunakan untuk operasional Rumah Dunia sepanjang September – Desember 2009.Tersisa uang di kas Rumah Dunia sejumlah Rp. 104 jt.

Pada 18 Januari 2010, kami memutuskan membeli tanah lagi seluas 225 m2. Posisinya jika dari Taman Rumah dunia membentuk huruf “L”. Posisi Taman Rumah dunia berada di selatan, ditarik ke timur bersebelahan dengan tanah seluas 1873 m2 yang tidak berhasil dibebaskan, dan membelok ke barat; di sisi itulah tanah seluas 225 m2 kami beli. Harganya Rp. 250.000,-/m2. Setelah negosiasi, harganya dibulatkan jadi Rp. 55 jt. Kami bermimpi, tanah seluas 1873 m2 itu tahun ini berhasil kami bebaskan. Semoga ada sebuah perusahaan yang merelakan CSR kepada kami. Dari uang kas di Rumah Dunia yang tersisa Rp. 49 juta, musti dikeluarkan uang sebesar Rp. 10 jt untuk membuat surat akta jual beli tanah lewat perantara. Tanah seluas 969 m2 itu ternyata cukup rumit, berpindah tangan ke 4 orang kepemilikan.

Kini sisa uang kas Rumah Dunia sejumlah Rp. 39 juta. Kami berusaha agar uang kas ini tetap aman, karena niatnya diperuntukkan untuk membebaskan tanah. Alhamdulillah, untuk operasional dan kegiatan Rumah Dunia perbulannya, walaupun belum maksimal, beberapa donatur perorangan seperti Das Albantani, Ahmad Mukhlis Yusuf, Fuad Hasyim, Elvy Z, Nurhayati, Ochan, Deddy Mulyadi Sugih, Yulia Eka, Jay “Teroris”, Ipang, dan Herdy Prihanto rutin berbagi dengan kami.

SIAP TEMPUR

Jika melihat kegiatan sepanjang 2010, ciut hati kami. “Begitu kolosal,” komentar para relawan, saat kami menggodoknya di pantai Kelapa 7, Merak, pada 25 Desember 2009. Mungkinkah kami menjalankannya? Beberapa instansi di Banten hingga saat ini mendukung secara moril. Sedangkan perusahaan seperti XL Care dan Sampoerna Foundation sedang mempertimbangkannya. Semoga semuanya lancar.

Tapi walaupun minim dana, para relawan siap bertempur menghadapi beragam kegiatan regular, bulanan, tahunan, perayaan nasional, dan perayaan dunia. Aneka lomba kreativitas bagi anak-anak di Pesta Anak, Kado Lebaran, dan hari AIDS. Stimulus bagi pelajar dan mahasiswa di Perayaan Agustusan, World Book Day, Ode Kampung (Tenu Pencinta Indonesia), Festival teater, Festival marawis, Festival Film Pendek, diskusi dan bedah buku, dan Perayaan Provinsi Banten. Masyarakat umum seperti tukang ojek, petani, supir angkot, pedagang diberi ruang berekspresi dalam lomba pembacaan dan penulisisan puii wong cilik. Guru-guru bahasa Indonesia ditingkatkan kualitasnya dengan pelatihan penulisan. “Selalu ada orang baik yang mau berbagi dengan Rumah Dunia. Tuhan sudah merencanakan semuanya,” kata Gol A Gong, pendiri Rumah Dunia yakin.

Tapi, “Sayangnya perpustakaan keliling Rumah Dunia tahun 2010 ini tidak akan berlangsung,” Langlang Randhawa, Secretary General Rumah Dunia menjelaskan. Mobil bajay library dan motor perpustakaan sumbangan XL Care, Yayasan Nurani Dunia, dan Kelompok Pencinta Bacaan anak rusak, membutuhkan dana lumayan besar untuk memperbaikinya. “Tahun ini belum ada sponsor,” tambah Langlang.

GALANG DANA

Untuk menyiasati ini, Yayasan Pena Dunia sebagai lembaga yang menaungi, menggulirkan program “Galang Dana Paket Kreatif” seharga Rp. 100.000,- Menurut Gol A Gong, Ketua Yayasan Pena Dunia, “Selain menyumbang, mereka juga mendapatkan manfaat dari karya anak-anak Rumah Dunia.”

Paket kreatif Rumah Dunia seharga Rp. 100.000,- berupa CD album “Mencari Pelangi” Ki Amuk, 2 buku awal-mula Rumah Dunia; Menyusun Batu dan Bata, dan Dari Koran ke Koran. Plus stiker, gelas mug, dan pin Rumah Dunia.  Ki Amuk pimpinan Firman Venayaksa, Presiden Rumah Dunia pada 2009, diproduseri Lawang Bagja, merilis CD album “Mencari Pelangi”, dimana lagu-lagunya berdasarkan puisi para penyair Banten. Paket kreatif ini akan dikirim lewat pos bagi yang di luar Banten (tidak termasuk luar negeri). Jika masih di sekitar Banten, jika memungkinkan akan diantar langsung.

KONTAK

Dengan galang dana penjualan paket kreatif Rumah Dunia ini, diharapkan kegiatan Rumah Dunia sepanjang tahun 2010 lancar dan terkendali. Kepada para donatur perorangan yang dengan setia berbagi rezeki dan terus menyemangati, melebihi gunung dan samudra, kami haturkan terima kasih.

Jika ada yang berkenan membantu gerakan kebudayaan Rumah Dunia dengan tema “Change with Reading” sepanjang 2010 ini, sudilah kiranya mentransfer ke :

BRI CABANG SERANG,

Atas nama : Yayasan Pena Dunia

Nomor Rek. : 0084 – 01 – 034240 – 50 – 5
BANK MUAMALAT CABANG SERANG

Atas nama: Asih Purwaningtyas C

Nomor Rek. : 9085 – 999 – 799
BCA CABANG SERANG

Atas nama : Asih Purwaningtyas C

Nomor Rek. : 245 – 188 – 5733

Untuk confirmasi kirim e-mail alamat surat dan bio-data.ke email: rumahduniakreatif@yahoo.com. Semoga lembaga, instansi/kantor yang Bapak/Ibu pimpin bisa mendukung gerakan literasi lokal mneuju Indonesia Membaca. Semoga niat baik kita mendapat ridho Allah SWT dan diberi kemudahan dalam mewujudkannya. Sumbangan Anda – insya Allah, akan mengubah hidup orang lain menuju ke arah yang lebih baik. Amien ya rabbalalamien.

Alamat RUMAH DUNIA:

Komplek Hegar Alam No. 40 Ciloang, Serang 42118, Banten.

Tlp 0254-224955, 0254 – 202861. E-mail: rumahduniakreatif@yahoo.com

Situs: www.rumahdunia.net, www.rumahdunia.com,

youtube: http://www.youtube.com/watch?v=3VsdCpbUPVg

UDIN ANGKOT BACA PUISI LEBAK MEMBARA

Udin Angkot, pemenang lomba baca puisi wong cilik,  sebelum acara Lebak Membara, Sabtu (16/1/10) di Rumah Dunia. Udin sempat memukau hadirin kerana dia adalah bukan seorang penyair tetapi seorang supir angkot. Jika ingin bertemu dengan Udin, silahkan cari angkot Serang-Pandeglang bertuliskan “Gola Gong The Power Man”  [Foto: Langlang]

advert

Tags Kata

Gonjlengan

BE A WRITER: DARI YANG REGULER HINGGA EXCLUSIVE”

Pingin jadi pengarang? Penuli skenario? Jangan pusing-pusing. Untuk mengisi liburan pelajar/mahasiswa, yuk, kita isi dengan kegiatan bermanfaat.

Full Story | May 20th, 2010

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa*
Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari tabung [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong
MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak mengganggu [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK
I.
“ora et labora”
di pertigaan jalan menuju rumah
beberapa tukang becak menyemadikan nasib
: bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha
- memejam di tempat duduk
masingmasing-
II.
“nrimo ing pandum”
kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan
begitu saja kepada puingan matahari dan purnama
mereka mengabadikannya sebagai penanda becak
yang telah menerima dan menemukan kesadaran bahwa
lapar dan haus adalah
foto-doa
III.
“kerja adalah ibadah”
di sisi adzan,
kretek [...]

Full Story | July 18th, 2010