<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Dunia Gol A Gong Banten Baca Buku Taman Bacaan Perpustakaan &#187; Lebak</title>
	<atom:link href="http://rumahdunia.com/isi/tag/lebak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahdunia.com/isi</link>
	<description>Rumah Dunia,Banten,buku,taman,bacaan,taman bacaan,Gol A Gong,majalah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 13:56:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>SI PENJUAL GORENGAN JADI WARTAWAN</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/08/07/si-penjual-gorengan-jadi-wartawan/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/08/07/si-penjual-gorengan-jadi-wartawan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2010 07:20:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Harir]]></category>
		<category><![CDATA[Kampungku]]></category>
		<category><![CDATA[Lebak]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[penjual kue]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=4207</guid>
		<description><![CDATA[Catatan Harir Baldan “Alhamdulillah&#8230;” itulah kata syukur yang terucap dari mulut saya usai menggelar rapat evaluasi Pesta Anak Rumah Dunia, Minggu (25/7) lalu. Ucapan rasa syukur dan terima kasih itu saya haturkan kepada para donatur Rumah Dunia yang sudah membantu berlangsungnya kegiatan di Rumah Dunia yang mengusung visi “mencerdaskan dan membentuk generasi baru di Banten” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Catatan Harir Baldan</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/08/din.bmp"><img class="size-full wp-image-4208 alignleft" title="din" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/08/din.bmp" alt="" /></a>“Alhamdulillah&#8230;” itulah kata syukur yang terucap dari mulut saya usai menggelar rapat evaluasi Pesta Anak Rumah Dunia, Minggu (25/7) lalu. Ucapan rasa syukur dan terima kasih itu saya haturkan kepada para donatur Rumah Dunia yang sudah membantu berlangsungnya kegiatan di Rumah Dunia yang mengusung visi “mencerdaskan dan membentuk generasi baru di Banten” ini. Alhasil, bantuan tersebut juga dirasakan oleh saya sendiri. Saya adalah Miftah Udin alias Harir Baldan, salah satu relawan Rumah Dunia. Saya bergbung di Rumah Dunia tahun 2007. Saat itu saya berjualan gorengan dan sering dating ke Rumah Dunia untuk membaca tabloid “Bola”.</p>
<p>Saya bertemu Gol A Gong dan ditawari bergabung di tabloid “Kaibon” (sekarang almarhum) sebagai office boy. Saya terima. Lalu Mas Gong menyuruh saya ikut KelasMenulis pada 2009. Saya disuruhnya menulis tentang laporan sepakbola. Saya juga ditawri Mas Gong jadi kurir kaset berita ke Banten TV dari relawan Rumah Dunia sejak 2000 – 2010. Sat itu Mas Gong membentuk divisi film Gong Media Cakrawala. Para relawan Rumah Dunia yang tertarik ke jurnalisme TV menjadi VJ (video jurnalis)-nya.</p>
<p>Kemudian saya digembleng Mas Gong sejak awal 2010. Pada Februari 2010, saya diajak menemani Mas Gong terapi di Cipanas, perbatasan Jasinga, Bogor. Mas Gong mengidap penyakit pengapuran di tulang belakang, dari lumbar hingga ke leher. Mas Gong harus terapi berenang air panas. Mas Gong mengontrak sebuah rumah di pertigaan Cipanas, persis di depan pemandian Cipanas. Rumah itu diserahkah ke mahasiswa-mahasiswa yang tergabung di Ikatan Keluarga Mahasiswa Cipanas.</p>
<p>Kesempatan itu tidak saya sia-siakan. Saya makan dan tidur bareng dengan Mas Gong. Ilmu-ilmu jurnalistiknya saya serap. Saya praktek langsung. Setiap laporan hard news saya langsung dikoreksi Mas Gong. Awalnya saya hendak menyerah, tak kuat dengan cara Mas Gong menggembleng saya. Tapi, Mas Gong terus  membimbing saya, hingga muncul rsa percaya diri saya. Jika mental kita tidak kuat, pasti akna runtuh saat dikritik Mas Gong. Terasa pedas kritikannya, tapi selalu memberi jawabannya. Inilah yang disebut kritik membangun.</p>
<p>Pada April 2010, saya ditinggal sendirian di Cipanas oleh Mas Gong. ”Kamu hijrah, ya!” kata Mas Gong. ”Ini motor inventaris Rumah Dunia dari para donatur dan kamera dari saya. Manfaatkan untuk pekerjaan kamu sebagai wartawan Banten Raya Post. Rawaty, agar para donatur mengalir pahalanya.”</p>
<p>Seperti mimpi. Saya jadi wartawan. Mas Gong memberi amanah kepada saya untuk menulis berita tentang Cipanas di Banten Raya Post. Namanya ”Pojok Cipanas”. Pesan lain dari Mas Gong, saya harus seperti agen minyak. ”Jika kita datang ke gaen minyak, beli minyaknya, pasti ada. Nah, sekarang kamu jadi ’agen perubahan’ di Cipanas. Mka, ktika orang-orang kampung Cipanas datang beli ’perubahan’, kamu harus sediakan.”</p>
<p>Maka terhitung Februari 2010 hingga sekarang, saya menggunakan motor inventaris Rumah Dunia (yang kreditannya didanai oleh para donatur) sebagai sarana untuk mencari berita di Cipanas dan kamera dari Mas Gong. Saya betul-betul dibantu Rumah Dunia. ”Kamu harus mendoakan para donatur Rumah Dunia, karena berkat mrekalah kamu bisa meningkatkan kualitas hidup,” Mas Gong setiap saat selalu mengingatkan itu.</p>
<p>Ya, seperti mimpi. Dari pedagang gorengan menjadi wartawan. Dari nama ”Miftah Udin” ke ”Harir Baldan”. Keberadaan saya di Cipanas, Lebak, Banten adalah buah dari rekomendasi Mas Gol A Gong, pendiri Rumah Dunia untuk menjadikan saya sebagai agen reportase harian Banten Raya Post (Baraya Post) di wilayah Kecamatan Cipanas. Saya malah disarankan untuk menetap di Cipanas. ”Cari perempuan di Cipanas untuk dijadikan istri,” kata Mas Gong. ”Kamu jangan ke Serang, saingannya terlalu berat!”</p>
<p>Selain itu, saya juga diamanatkan untuk melakukan pendampingan terhadap teman-teman Ikatan Keluarga Mahasiswa Cipanas (IKMC). IKMC sudah mendirikan TBM Kosala Library yang berakronim Komunitas Sastra Lebak di rumah yang Mas Gong kontrak. Taman Bacaan Masyarakat Kosala Library diresmikan oleh Wabup Amir Hamzah pada 27 Februari 2010. Mas Gong yang saat itu terpilih jadi Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat Indonesia di Yogya memulai program ’gempa literasi” di Kosala Library. Nama Cipanas mulai menggaung kemana-mana.</p>
<p>Beberapa kegiatan Rumah Dunia juga diadopsi oleh TBM Kosala Library, seperti kelas menulis Gol A Gong, diskusi 2 mingguan IKMC yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, wisata gambar, wisata dongeng, dan wisata baca dan berita seputar Pojok Cipanas di Baraya Post yang hadir setiap Senin, Rabu, dan Jum’at.</p>
<p>Keberadaan kolom Pojok Cipanas di Baraya Post merupakan relasi solid Mas Gong dengan pihak Baraya Post. Mas Gong bermaksud untuk memandirikan rekan-rekan IKMC dalam mencari dana operasional untuk menjalankan program kerjanya. Sebagai barternya IKMC mencari pelanggan untuk koran Baraya Post sebanyak mungkin. Dari sana saya juga dapat insentif sebesar Rp. 300 ribu/bulan. Bulan Juli ini pelanggan Barayapost sebanyak 41 orang.<br />
Dalam sirkulasi atau penyebaran Baraya Post IKMC memperkerjakan jasa loper koran. Upah loper setiap bulannya Rp. 500 ribu. Mengapa upah loper intensifnya besar, lantaran tugas loper setiap hari dan jaraknya pun terbilang cukup jauh, bahkan ada satu pelanggan yang berada di kaki gunung Panggo, Luhur Jaya, Cipanas.</p>
<p>Sejak berita-berita Cipanas menghiasi Koran Baraya Post, yang menjadi loper koran adalah rekan-rekan dari IKMC: Ahmad Nurjani alis Obet dan Cucu Nuryadin. Tapi, mereka hanya bertahan selama dua bulan saja. Alasan mereka berhenti menjadi loper lantaran ingin fokus kuliah. Untuk sementara ini, posisi loper kosong.</p>
<p>Sekarang IKMC sedang mencari pengganti loper baru, yang mau bekerja keras, jujur, dan amanah. Tapi, Mas Gong menyarankan saya agar menggantikan posisi loper itu. Katanya, bila saya yang mengisi posisi itu kemungkinan motor inventaris yang sedang saya pakai, tidak akan ditarik lagi ke Rumah Dunia. Sebab, kata Mas Gong, jika saya menjadi loper, honornya bisa untuk menyicil kreditan motor Rumah Dunia (nopol A 6274 BD) sebesar Rp 450 ribu/bulan berikut cicilan DP Rp 5 juta dan tunggakan 7 bulan sebelumnya. Setelah saya pikir-pikir, kenapa tidak dicoba? Menjadi loper sekaligus mencari berita, kenapa tidak?  Subhanallah, saya punya motor  sendiri? Saya tidak percaya. Ini anugrah terindah!</p>
<p>Saya pun menyangupi tawaran dan tantangan dari Mas Gong ini. Meski biaya pelunasannya mencapai 36 bulan atau 3 tahun. Saya siap mencoba menjalankan dua amanah ini dengan baik. Saya pun akan selalu mengingat pesan dari Mas Gong, yang mengatakan, ”Jangan jadikan kreditan motor dan ngeloper ini menjadi beban kamu. Tapi, jadikan itu sebuah pengalaman untuk peningkatan kemandirian dan tantangan!” Kata Mas Gong lagi, “Yang terpenting tingkatkan kualitas menulismu, karena saya sudah merekomendasikan kamu ke Baraya Post tahun depan.”</p>
<p>Ya, Allah! Andai saya jadi wartawan betulan! Karena sekarang saya masih magang. Saya bersyukur dan senang mendengar ucapan Mas Gong ini. Sekali lagi, terima kasih para donatur Rumah Dunia, insya Allah, rezekinya melimpah-ruah, karena membuat orang lain seperti saya merasakan manfaatnya! Terima kasih Banten Raya Post! Juga Mas Gong serta keluarga besar Rumah Dunia. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/08/07/si-penjual-gorengan-jadi-wartawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PETERNAK TELUH PUYUH BUTUH MODAL</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/07/31/peternak-teluh-puyuh-butuh-modal/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/07/31/peternak-teluh-puyuh-butuh-modal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jul 2010 10:38:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[dana]]></category>
		<category><![CDATA[Lebak]]></category>
		<category><![CDATA[telur]]></category>
		<category><![CDATA[ternak]]></category>
		<category><![CDATA[vitamin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=4194</guid>
		<description><![CDATA[LEBAK- Menggeluti usaha ternak bebek sudah dimulainya sejak tahun 1997, namun untuk ternak burung puyuh baru dilakoni Suherman lima bulan ini. Ide itu terbesit saat Herman, sapaan dari Suherman, pindah ke Kampung Hamberang, Cipanas. “Awalnya ternak bebek tapi lantaran tak berkembang saya jual dan beralih keternak burung puyuh,” katanya. Lelaki kelahiran Bandung, 5 Februari 1997 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_4195" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/07/yuh.jpg"><img class="size-medium wp-image-4195" title="yuh" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/07/yuh-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Suherman sibuk mengurus ternaknya. </p></div>
<p>LEBAK- Menggeluti usaha ternak bebek sudah dimulainya sejak tahun 1997, namun untuk ternak burung puyuh baru dilakoni Suherman lima bulan ini. Ide itu terbesit saat Herman, sapaan dari Suherman, pindah ke Kampung Hamberang, Cipanas. “Awalnya ternak bebek tapi lantaran tak berkembang saya jual dan beralih keternak burung puyuh,” katanya. Lelaki kelahiran Bandung, 5 Februari 1997 itu mengatakan, modal awalnya sebesar lima juta rupiah. Dari modal itu ia mendapatakan 300 ekor burung puyuh yang ia pesan dari Solo, Jawa Tengah. Lantaran menguntungkan, akhirnya ia menambah burung puyuh lagi sebanyak 200 ekor. “Sebagian modalnya saya dapatkan dari pinjaman rekan-rekan istri saya,” kata Herman.<br />
Dikatakan, dalam sehari ia bisa memanen telur puyuh sebanyak 350 butir. Meski begitu, suherman masih tetap tidak mampu memenuhi kuota pesanan para pelanggannya. Karena setiap pemesan rata-rata meminta 400-500 butir telur. “Bahkan, saya sering kewalahan dengan permintaan yang tinggi itu,” ucap Herman seraya mengatakan pelanggannya tidak hanya dari Gajrug tapi, juga datang dari Jasinga dan Lewiliang-Bogor.<br />
Ketika ditanya terkait cara pemeliharaan, Herman menerangkan, mengurus burung puyuh tak bedanya dengan hewan ternak lain. Sehari 3 kali mesti rutin memberi pakan ayam pur alias pokpan, pemberian vitamin dengan ukuran 10 mm untuk 20 liter air dengan aturan 2 kali sehari. “Pemberian vitamin penting untuk produktifitas telur,” kata Herman seraya mengatakan, faktor cuaca juga memengaruhi hasil telur. Herman beranggapan peternakan puyuh yang dikelolanya itu terbilang langka di Kecamatan Cipanas. “Semoga Pemda Lebak dalam hal ini Dinas Peternakan mau memberikan bantuan modal karena ini amat berpotensi kemandirian masyarakat,” Herman menambahkan. [Harir Baldan]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/07/31/peternak-teluh-puyuh-butuh-modal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TAMAN BACA QI FALAH DIRESMIKAN</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/07/29/taman-baca-qi-falah-diresmikan/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/07/29/taman-baca-qi-falah-diresmikan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 07:51:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[baca]]></category>
		<category><![CDATA[Falah]]></category>
		<category><![CDATA[Lebak]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Taman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=4174</guid>
		<description><![CDATA[LEBAK- Bagi masyarakat yang ingin membangun taman baca haruslah melihat kondisi masyarakat sekitar. Jangan asal mendirikan begitu saja demi mendapatkan bantuan dari pemerintah. Hal dimaksudkan agar kehadiran taman baca memang dibutuhkan warga di sekitar taman baca tersebut. Jika masyarakat sudah merasa membutuhkan akan keberadaan taman baca, maka keberlangsungan taman baca akan awet dan tidak ditinggal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/07/qi1.jpg"><img class="size-medium wp-image-4175 alignleft" title="qi1" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/07/qi1-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a>LEBAK- Bagi masyarakat yang ingin membangun taman baca haruslah melihat kondisi masyarakat sekitar. Jangan asal mendirikan begitu saja demi mendapatkan bantuan dari pemerintah. Hal dimaksudkan agar kehadiran taman baca memang dibutuhkan warga di sekitar taman baca tersebut. Jika masyarakat sudah merasa membutuhkan akan keberadaan taman baca, maka keberlangsungan taman baca akan awet dan tidak ditinggal para pembacanya. Ada atau tidak ada bantuan, maka taman bacaan itu akan terus hidup karena memang dibutuhkan. Hal itu dipaparkan pendiri Rumah Dunia sekaligus Ketua Taman Baca Nasional Gol A Gong pada acara Dialog Publik sebagai salah satu rangkaian acara temu kangen alumni serta peresmian Taman Baca Qi Falah yang berada di areal Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Cikulur, Lebak, pada Selasa (27/7) dengan tema Eksistensi Taman Baca Dalam Mendukung Lebak Sebagai Kota Pendidikan. ”Jika taman baca sudah dibutuhkan, selanjutnya si pemilik taman baca harus rela jika tempatnya bakal didatangi banyak orang dan buku-bukunya berantakan,” ujar Gong. ”Di Rumah Dunia, buku bisa robek oleh anak-anak. Mereka jangan dimarahi. Tinggal diberi pengertian bahwa buku itu berharga. Terus dan terus sehingga mereka sendiri sadar bahwa buku itu sangatlah berharga,” imbuh Direktur Gong Publishing ini.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/07/qi2.jpg"><img class="size-medium wp-image-4176 alignleft" title="qi2" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/07/qi2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Hal senada juga diungkapkan wakil ketua komisi B DPRD Kabupaten Lebak A. Erwin Komara Sukma. Erwin menjelaskan bahwa buku adalah gudangnya ilmu. Meski demikian gudang tersebut akan didatangi orang jika minat mereka sendiri sudah tumbuh. Meski demikian, Erwin menambahkan, minat baca harus ditumbuhkan secara perlahan-lahan karena tanpa sadar manfaat membaca itu sangatlah banyak. Erwin mengakui, bahwa kebiasaannya membaca selama ini membawa manfaat baginya. ”Jika saya dulu tak banyak membaca, mungkin saya tidak bisa duduk di kursi dewan hingga seperti saat ini,” Ujar Erwin.  Sementara itu keberadaan Taman Baca Qi Falah sendiri sebenarnya sudah berjalan setahun lalu. Setelah dirasa efektif berjalan karena menggandeng dinas-dinas terkait serta taman bacaan yang lebih dulu berkiprah semisal Rumah Dunia, maka Taman Baca Qi Falah pun diresmikan. Setidaknya itulah yang diungkapkan Ido Nardallah selaku ketua panitia. ”Keberadaan taman baca Qi Falah ini diharapkan bisa merangsang minat baca siswa. Baik di lingkungan pesantren atau juga warga sekitar,” Ujar Ido.  Terkait dengan wacana Lebak sebagai Kota Pendidikan, di sela-sela kedatangannya saat berakhirnya acara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Ade Nur Hikmat mengungkapkan, keberadaan taman baca di Lebak selayaknya mendapatkan dukungan dari pemerintah karena sebenarnya mereka sudah melakukan kontribusi membantu pemerintah. Sementara itu soal kontribusi yang akan diberikan Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak sendiri, Ade menuturkan, bahwa yang disebut dengan kontribusi tidak semata berupa uang melainkan juga dukungan dalam hal program yang sesuai dengan cita-cita meningkatkan minat baca. “Bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional kemarin, kami sudah mencanagkan Lebak Membaca,” ujar Ade. “Nantilah, Dinas Pendidikan akan ikut menyumbangkan buku,” imbuh Ade. [Langlang Randhawa, Wakil Presiden Rumah Dunia]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/07/29/taman-baca-qi-falah-diresmikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JUARA CERPEN, DIDUKUNG WABUP</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/17/juara-cerpen-dapat-dukungan-wabup/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/17/juara-cerpen-dapat-dukungan-wabup/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 07:52:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawara]]></category>
		<category><![CDATA[Anyer]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[juara]]></category>
		<category><![CDATA[Lebak]]></category>
		<category><![CDATA[Lebak Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3358</guid>
		<description><![CDATA[JUARA CERPEN, DIDUKUNG WABUP LEBAK Banyak baca banyak tahu, sedikit baca sedikit tahu. Kiat-kiat inilah yang jadi kunci sukses Nunu Fauzan Helwah, yang meraih juara ke-1 lomba menulis cerpen tingkat Provinsi Banten, yang digelar di Anyer pada Mei 2009 lalu. “Sejak dari SD sudah hobi baca buku seperti cerita atau dongeng,” tuturnya. Hobi baca anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/DE.jpg"><img class="size-medium wp-image-3359 alignleft" title="DE" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/DE-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a>JUARA CERPEN, DIDUKUNG WABUP LEBAK</p>
<p>Banyak baca banyak tahu, sedikit baca sedikit tahu. Kiat-kiat inilah yang jadi kunci sukses Nunu Fauzan Helwah, yang meraih juara ke-1 lomba menulis cerpen tingkat Provinsi Banten, yang digelar di Anyer pada Mei 2009 lalu. “Sejak dari SD sudah hobi baca buku seperti cerita atau dongeng,” tuturnya. Hobi baca anak ke-6 dari 7 bersaudara ini berbuah manis ketika mengikuti ekstrakurikuler,  yakni klab bahasa di sekolahnya, SMPN 1 Cipanas. Alhasil, bermula dari sanalah bakat menulis Nunu berkembang. “Menulis cerpen sangat menarik, tidak menyita waktu dan bebas mengekpresikan diri,” urai Nunu.</p>
<p>Selain menulis cerpen, bakat yang dimiliki oleh siswi yang duduk di kelas 3, ini adalah membaca puisi dan berhasil menggondol peringkat pertama se-Kecamatan Cipanas dan Kecamatan Lebak Gedong. Tak cukup sampai di situ, pelajar yang ngefans dengan novel Laskar Pelangi, ini ternyata jago bercerita. Bakat ceritanya dihadiahi juara kesatu tingkat Kabupaten Lebak.</p>
<p>Sangat beralasan jika guru-gurunya bangga dan menyambut baik hasil postif ini. Salah satunya, guru pembimbing klab bahasa Indonesia, Drs Sastra. Menurutnya, prestasi tidak melulu ditentukan oleh status atau yang lainnya. “Yang pasti bangga dengan keberhasilan yang digapai Nunu. Sangat luar biasa ternyata anak daerah mampu bersaing dengan pelajar-pelajar dari kota yang ada di Banten,” beber Sastra.</p>
<p>Ternyata pujian dan dukungan tak hanya mengalir dari pihak sekolah saja. Orang sekelas Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah pun turut memberikan apresiasi atas keberhasilan anak dari pasangan KH. H. Cece Assasudin dan Hj. Oong Aulia ini. Dijelaskan Nunu,  Wabup pernah berkata kepadanya,”Lanjutkan aja belajar nulisnya. Nanti kamu kuliah di jurusan Informasi dan Komunikasi, biar jadi wartawan.” Nah, terus rajin membaca, ya! (HB)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/17/juara-cerpen-dapat-dukungan-wabup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TIRTA LEBAK BUANA BANTU PEMDA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/08/tirta-lebak-buana-bantu-pemda/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/08/tirta-lebak-buana-bantu-pemda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 09:03:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Lebak]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[melek]]></category>
		<category><![CDATA[PAD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3271</guid>
		<description><![CDATA[Pada tahun 1982 tempat pemandian air panas sudah dikelola Memet Rahmat (63), namun lambat laun pengunjungnya semakin bertambah. Hal inilah yang akhirnya membuat mata Pemda Lebak (Disporaparbud) melek untuk memfasilitasi infrastruktur di area Tirta Lebak Buana. Dari tahun 2003 akhir objek wisata alam tersebut terus menyetorkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp. 35 juta. Jangan aneh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/91.jpg"><img class="size-medium wp-image-3273 alignleft" title="9" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/91-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Pada tahun 1982 tempat pemandian air panas sudah dikelola Memet Rahmat (63), namun lambat laun pengunjungnya semakin bertambah. Hal inilah yang akhirnya membuat mata Pemda Lebak (Disporaparbud) melek untuk memfasilitasi infrastruktur di area Tirta Lebak Buana. Dari tahun 2003 akhir objek wisata alam tersebut terus menyetorkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp. 35 juta. Jangan aneh jika dikarcisnya menemukan depan loketnya menemukan tulisan, “Dengan membeli tiket ini berarti anda telah membantu Pendapatan Asli Daerah Lebak. [Teks&amp;Foto: Harir Baldan]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/08/tirta-lebak-buana-bantu-pemda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>STASIUN RANGKAS BITUNG</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/08/3261/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/08/3261/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 08:48:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Lebak]]></category>
		<category><![CDATA[Rangkas]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3261</guid>
		<description><![CDATA[Bagi wisatawan pemandian air panas Tirta Lebak Buana Cipanas, Lebak, Banten, yang menggunakan kendaraan pribadi atau bus bisa melalui jalur Jasinga, Bogor. Namun, jika anda menggunakan jasa kereta api, turun di Stasiun Rangkas Bitung. Sekira 38 KM dari Terminal Mandala, Rangkas Bitung, anda bisa menggunakan jasa angkot ke arah Pasar Gajrug dengan tarip Rp. 15.000,- [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/6.jpg"><img class="size-medium wp-image-3262 alignleft" title="6" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/6-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Bagi wisatawan pemandian air panas Tirta Lebak Buana Cipanas, Lebak, Banten, yang menggunakan kendaraan pribadi atau bus bisa melalui jalur Jasinga, Bogor. Namun, jika anda menggunakan jasa kereta api, turun di Stasiun Rangkas Bitung. Sekira 38 KM dari Terminal Mandala, Rangkas Bitung, anda bisa menggunakan jasa angkot ke arah Pasar Gajrug dengan tarip Rp. 15.000,- tiba di sana, lalu menyambung naik angkot jurusan Cipanas-Pasar Jasinga. [Teks&amp;Foto: Harir Baldan]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/08/3261/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MEMET RAHMAT SANG PETUALANG</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/01/memet-rahmat-sang-petualang/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/01/memet-rahmat-sang-petualang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 14:23:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawara]]></category>
		<category><![CDATA[Lebak]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[petualang]]></category>
		<category><![CDATA[ulet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3185</guid>
		<description><![CDATA[SANG PETUALANG Oleh Harir Baldan Menjadi petualang bukan hal yang mudah untuk ditempuh.  Selain mental, kerja keras, ulet, tekun, modal, sabar, dukungan, juga harus cinta terhadap dunia petualangan saja. Sebab seorang petualang harus siap menghadapi segala rintangan dan tantangan. Hal ini juga pernah dirasakan Memet Rahmat (63), warga Cipanas, Lebak, Banten.  Hujan panas, perih getir, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /></p>
<p>SANG PETUALANG</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/met.jpg"><img class="size-medium wp-image-3183 alignleft" title="met" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/met-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a>Oleh Harir Baldan</p>
<p>Menjadi petualang bukan hal yang mudah untuk ditempuh.  Selain mental, kerja keras, ulet, tekun, <span id="more-3185"></span>modal, sabar, dukungan, juga harus cinta terhadap dunia petualangan saja. Sebab seorang petualang harus siap menghadapi segala rintangan dan tantangan. Hal ini juga pernah dirasakan Memet Rahmat (63), warga Cipanas, Lebak, Banten.  Hujan panas, perih getir, dan segela kondisi medan di lapangan harus ia hadapi. Baginya, itu adalah sebuah konsekuensi. Soal resiko sudah siap ditanggung tentunya.</p>
<p>PRESTASI</p>
<p>Rahmat, biasa dia disapa. Lelaki yang lahir pada 24 September 1948 ini adalah asli warga Cipanas, Lebak, Banten. Kedua orangtuanya asli Banten. Setelah lulus bangku SLTP pada tahun 1963, dia melanjutkan pendidikan ke SMA. Namun karena faktor ekonomi, pendidikan Rahmat berhenti di tengah jalan pada 1966. Kendati demikian, tak membuat Rahmat yang kini beranak tiga ini putus harapan.  Dengan modal semangat dan keyakinan, Rahmat melakukan petualangan ke negeri orang.  Mulai dari Sumatera Selatan sebagai karyawan PT. Isapati, Jambi.  Rahmat bekerja di bidang pengeboran sejak tahun 1972 sampai 1980. Pengorbanan dan kerja kerasnya tak sia-sia, atas prestasinya di perusahaan tersebut, membuat perusahaan memberikan tugas ke luar negeri. Negara-negera yang pernah disinggahi kakek dari empat cucu adalah Warsawa (Polandia), Hawaii (USA), Thailand, dan Singapura. “Selama 2 bulan saya di luar negeri dan ini adalah penghargaan pribadi saya, karena  prestasi kerja saya dinilai perusahaan sangat membanggakan,” akunya.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/met2.jpg"><img class="size-medium wp-image-3184 alignleft" title="met2" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/met2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>ORGANISASI</p>
<p>Lahir dari ayah seorang mantan Pejuang, Abdul Muis dan ibu seorang pensiunan guru, Hj. Dedeh Hamzah, jiwa petualang Rahmat sudah terlihat sejak duduk di bangku SLTP kelas 1 tahun 1960. Hal ini dimulai dengan menjadi anggota Gerakan Siswa Nasional Indonesia. Rupanya petualangan Rahmat pun terus merambah ke dunia politik. Selain mengelola pemandian Titra Lebak Buana di Cipanas, Lebak, Banten, Ayah tiga anak ini pun sempat menjadi anggota kongres partai. Ia bergabung menjadi anggota organisasi beberapa partai; Pemuda Marhaenis, Partai Nasional Indonesia, Partai Demokrasi Indonesia, dan terakhir adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Di partai berlambang banteng moncong putih ini, Rahmat dilantik sebagai wakil ketua Dewan Pimpinan Cabang untuk Kecamatan Cipanas. Jabatan ini tentu menambah kesibukan dan rutinitas Rahmat. Undangan seminar partai ke beberapa daerah seperti di Sange, Tanah Lot (Bali), Kalimantan, Pare-pare (Sulawesi Selatan), Ambarawa (Semarang, Jawa Tengah). Kiprahnya di bidang politik terhenti pada tahun 2005. “Karena sudah tak sejalan lagi, maka saya memutuskan mundur,” tuturnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/01/memet-rahmat-sang-petualang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KAMPUNG IDEALIS PENUH PESONA KEHIDUPAN</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/25/kampung-lurah-kampung-idealis-penuh-pesona-kehidupan/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/25/kampung-lurah-kampung-idealis-penuh-pesona-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 13:17:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampong]]></category>
		<category><![CDATA[idealis]]></category>
		<category><![CDATA[Kampungku]]></category>
		<category><![CDATA[Lebak]]></category>
		<category><![CDATA[pejabat]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Banten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3035</guid>
		<description><![CDATA[KAMPUNG IDEALIS PENUH PESONA KEHIDUPAN CIPANAS-LEBAK- Minggu (24/1), pagi yang cerah di kampung Lurah, Desa Sipayung Kecamatan Cipanas, terlihat cukup damai dan tentram masyarakatnya. Hari Minggu adalah hari untuk berkumpul keluarga, menikmati hari libur kerja selama satu Minggu kemarin. Anak-anak kecil berlarian mengejar temannya untuk main balap sepeda. Mungkin pernah tersimpan pertanyaan ada apa dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/sol.jpg"><img class="size-medium wp-image-3036 alignleft" title="sol" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/sol-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>KAMPUNG IDEALIS PENUH PESONA KEHIDUPAN</p>
<p>CIPANAS-LEBAK- Minggu (24/1), pagi yang cerah di kampung Lurah, Desa Sipayung Kecamatan Cipanas, terlihat cukup damai dan tentram masyarakatnya. Hari Minggu adalah hari untuk berkumpul keluarga, menikmati hari libur kerja selama satu Minggu kemarin. Anak-anak kecil berlarian mengejar temannya untuk main balap sepeda. Mungkin pernah tersimpan pertanyaan ada apa dengan nama sebuah kampung tersebut?</p>
<p>Kampung Lurah adalah sebuah kampung di Kecamatan  Cipanas yang letaknya tidak jauh dari kantor Camat Cipanas. Kantor Camat Cipanas letaknya ada di kampung Lurah. Sebagai pengingat saja untuk para generasi muda di kampung ini, konon nama kampung Lurah itu berasal dari orang-orang yang sudah jadi pemimpin banyak tinggal di kampung Lurah. Para pemimpin tersebut terdiri dari berbagai bidang kehidupan di masyarakat, seperti Camat, TNI, Polri, Guru, pegawai dinas di Kabupaten, unsur kepemudaan, dan lain-lain. Informasi ini saya dapatkan dari beberapa tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya.Tidak ada yang istimewa dengan kampung Lurah. Namun kampung Lurah memiliki makna sebuah kampung yang dilingkupi oleh berbagai macam profesi kehidupan sampai sekarang.</p>
<p>Kampung Lurah, Desa Sipayung Kecamatan Cipanas, sebuah kampung yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi para pendatang dari pelosok tanah air Indonesia. Boleh dikatakan kampung Lurah sudah lebih maju pesat bila dibandingkan dengan kampung-kampung lain yang ada di kecamatan Cipanas. Jumlah warga yang tinggal di kampung Lurah saat ini sudah mencapai 550 kepala keluarga, terdiri dari 14 rukun tetangga dan dua rukun warga. Gambaran jumlah  rukun tetengga di kampung Lurah seharusnya sudah ditambah lagi karena sudah memenuhi syarat menjadi sebuah rukun tetangga.</p>
<p>Kampung Lurah merupakan kampung pertama dari Desa Sipayung. Di Desa Sipayung ada dua kampung, yang satunya lagi adalah kampung Babakan Pedes. Letak kampung Lurah dengan kampung Babakan Pedes  saling berdampingan. Kedua kampung tersebut dipimpin oleh seorang Kepala Desa, namanya pak Ended (panggilan akrabnya ).</p>
<p>Kampung Lurah memiliki tanah garapan yang terdiri dari pesawahan dan kebun. Hasil komoditi pertanian di kampung Lurah adalah padi. Selebihnya hasil perkebunan, seperti kopi, cengkih, buah-buahan dan lain-lain. Kampung Lurah tidak akan lepas dari sejarah masa lalunya. Karena para pendahulu kampung Lurah sangat kesohor sampai tingkat nasional. Jadi, para generasi penerus yang ada di kampung Lurah ini tidak akan terlena dengan buaian zaman yang semakin menggoda. Salah satu bentuk perkembangan dalam mengisi pembangunan di kampung ini ialah adanya organisasi kepemudaan. Yang terhimpun dalam Himpunan Muda-mudi Kampung Lurah (Hikmah). Dimana terdiri dari berbagai kalangan. Mulai dari pelajar, Mahasiswa, guru, kepala KUA, TNI, Polri, pengusaha, petani, dan lain-lain. Tujuan Hikmah berdiri tiada lain untuk mengembangkan kepemimpinan para generasi muda dalam  mengisi kemerdekaan yang telah diwariskan kepada kita sebagai warga negara Indonesia. Bila tidak dipersiapkan dari sejak dini, maka kemerdekaan yang dicita-citakan kepada warga negara Indonesia khususnya yang ada di kampung Lurah, maka memungkinkan tidak akan tercapai cita-cita para pendahulu kita. (Solehudin)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/25/kampung-lurah-kampung-idealis-penuh-pesona-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PAKET KREATIF RUMAH DUNIA SEHARGA RP. 100.000,-</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/19/paket-kreatif-rumah-dunia-seharga-rp-100-000/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/19/paket-kreatif-rumah-dunia-seharga-rp-100-000/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 03:31:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal RumahDunia]]></category>
		<category><![CDATA[Banten Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[CSR]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatifitas]]></category>
		<category><![CDATA[Lebak]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2969</guid>
		<description><![CDATA[Rumah Dunia, lini sosial Yayasan Pena Dunia, berakta notaris Fachrul Kesuma Dharma, SH, nomor 006 tanggal 12 Juni 2006, mengawali kegiatan sepanjang tahun 2010 dengan pencanangan tema besar “Change with Reading” (CwR); ubahlah dirimu dengan membaca oleh HM Masduki, Wakil Gubernur Provinsi Banten pada 9 Januari lalu. Januari 2010 sebentar lagi usai, berganti Februari.  Diskusi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Paket-4-com.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2968" title="Paket 4 com" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Paket-4-com.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>Rumah Dunia, lini sosial Yayasan Pena Dunia, berakta notaris Fachrul Kesuma Dharma, SH, nomor 006 tanggal 12 Juni 2006, mengawali kegiatan sepanjang tahun 2010 dengan pencanangan tema besar “Change with Reading” (CwR); ubahlah dirimu dengan membaca oleh HM Masduki, Wakil Gubernur Provinsi Banten pada 9 Januari lalu. Januari 2010 sebentar lagi usai, berganti Februari.  Diskusi “Lebak Membara pada 16 Januari pun berhasil dilewati dengan menghadirkan pembicara Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah dan para tokoh pemuda Lebak.</p>
<p>UANG KAS</p>
<p>Rumah Dunia sebagai <em>learning centre</em> di jurnalistik, sastra, teater, seni rupa, dan film bagi masyarakat luas mencoba berpartisipasi meningkatkan kualitas generasi muda di Banten khususnya dan Indonesia umumnya. Fase membaca huruf sudah lewat, kini saatnya membaca dalam arti keseluruhan, mulai dari fenomena di sekitar (lokal) hingga tingkat global. Kini Rumah Dunia menggelinding ke tahun delapan sejak efektif  3 Maret 2002. Hari-hari bergulir dengan makna yang berbeda. Tergantung dengan warna apa mengguratkannya di kanvas. Hari-hari mengalir seperti air di sungai, terantuk batu-batu, atau setenang danau di tengah belantara tanpa riak.</p>
<p>Untuk mewujudkannya, Rumah Dunia pelan-pelan mencoba membebaskan tanah di pintu masuk. Areal seluas 1000 m2 sekarang dirasakan kurang. Alhamdulillah, berkat bantuan facebooker dan donatur perorangan dan perusahaan seperti U Saefudin Noor, Ahmad Mukhlis Yusuf, DR. Zulkieflimansyah SE MSc, Ganis Supriyadi, Fuad Hasyim, Iip Umar Rifai, Das Albantani, Herdy Prihanto, Riska Ruswandi, Tupperware, Marqueen, Belsoap, Suhud Media Promo, Elvy Z,  Eva B, Annis D, Boyke Pribadi, Ariful Amir, Ferijanto, Deddy Mulya Sugih, Jay “Teroris” Abidin, Aneka Swalayan, Yayasan Nurani Dunia, Yayasan Tunas Cendekia, noval Y. Ramsis, Lawang Bagja, Nurhayati, Ipang Aja, Ochan, Yulia Eka, Lies YA, Muchtar Mandala, Donny Nandika, dan yang tidak bisa kami sebutkan namanya atau yang terlewat berhasil membebaskan tanah seluas 969 m2 pada September 2009. Kini tanah itu sudah digunakan sebagai Taman Rumah Dunia dan perpustakaan anak dengan menggunakan gerobak bajay library dan motor perpustakaan yang rusak.</p>
<p>Bahkan pembebasan tanah Rumah Dunia tahap kedua seluas 1873 m2 berhasil mengumpulkan uang sejumlah Rp. 145 jt. Sayangnya, pemilik tanah tidak mau dicicil, ingin cash. Harga tanah waktu itu semeter Rp. 150.000,-, total uang yang dibutuhkan Rp. 280.850.000,-  Lalu sumbangan dari CSR Tupperware sebanyak Rp. 50 jt kami pergunakan untuk operasional Rumah Dunia sepanjang September – Desember 2009.Tersisa uang di kas Rumah Dunia sejumlah Rp. 104 jt.</p>
<p>Pada 18 Januari 2010, kami memutuskan membeli tanah lagi seluas 225 m2. Posisinya jika dari Taman Rumah dunia membentuk huruf “L”. Posisi Taman Rumah dunia berada di selatan, ditarik ke timur bersebelahan dengan tanah seluas 1873 m2 yang tidak berhasil dibebaskan, dan membelok ke barat; di sisi itulah tanah seluas 225 m2 kami beli. Harganya Rp. 250.000,-/m2. Setelah negosiasi, harganya dibulatkan jadi Rp. 55 jt. Kami bermimpi, tanah seluas 1873 m2 itu tahun ini berhasil kami bebaskan. Semoga ada sebuah perusahaan yang merelakan CSR kepada kami. Dari uang kas di Rumah Dunia yang tersisa Rp. 49 juta, musti dikeluarkan uang sebesar Rp. 10 jt untuk membuat surat akta jual beli tanah lewat perantara. Tanah seluas 969 m2 itu ternyata cukup rumit, berpindah tangan ke 4 orang kepemilikan.</p>
<p>Kini sisa uang kas Rumah Dunia sejumlah Rp. 39 juta. Kami berusaha agar uang kas ini tetap aman, karena niatnya diperuntukkan untuk membebaskan tanah. Alhamdulillah, untuk operasional dan kegiatan Rumah Dunia perbulannya, walaupun belum maksimal, beberapa donatur perorangan seperti Das Albantani, Ahmad Mukhlis Yusuf, Fuad Hasyim, Elvy Z, Nurhayati, Ochan, Deddy Mulyadi Sugih, Yulia Eka, Jay “Teroris”, Ipang, dan Herdy Prihanto rutin berbagi dengan kami.</p>
<p>SIAP TEMPUR</p>
<p>Jika melihat kegiatan sepanjang 2010, ciut hati kami. “Begitu kolosal,” komentar para relawan, saat kami menggodoknya di pantai Kelapa 7, Merak, pada 25 Desember 2009. Mungkinkah kami menjalankannya? Beberapa instansi di Banten hingga saat ini mendukung secara moril. Sedangkan perusahaan seperti XL Care dan Sampoerna Foundation sedang mempertimbangkannya. Semoga semuanya lancar.</p>
<p>Tapi walaupun minim dana, para relawan siap bertempur menghadapi beragam kegiatan regular, bulanan, tahunan, perayaan nasional, dan perayaan dunia. Aneka lomba kreativitas bagi anak-anak di Pesta Anak, Kado Lebaran, dan hari AIDS. Stimulus bagi pelajar dan mahasiswa di Perayaan Agustusan, World Book Day, Ode Kampung (Tenu Pencinta Indonesia), Festival teater, Festival marawis, Festival Film Pendek, diskusi dan bedah buku, dan Perayaan Provinsi Banten. Masyarakat umum seperti tukang ojek, petani, supir angkot, pedagang diberi ruang berekspresi dalam lomba pembacaan dan penulisisan puii wong cilik. Guru-guru bahasa Indonesia ditingkatkan kualitasnya dengan pelatihan penulisan. “Selalu ada orang baik yang mau berbagi dengan Rumah Dunia. Tuhan sudah merencanakan semuanya,” kata Gol A Gong, pendiri Rumah Dunia yakin.</p>
<p>Tapi, “Sayangnya perpustakaan keliling Rumah Dunia tahun 2010 ini tidak akan berlangsung,” Langlang Randhawa, Secretary General Rumah Dunia menjelaskan. Mobil bajay library dan motor perpustakaan sumbangan XL Care, Yayasan Nurani Dunia, dan Kelompok Pencinta Bacaan anak rusak, membutuhkan dana lumayan besar untuk memperbaikinya. “Tahun ini belum ada sponsor,” tambah Langlang.</p>
<p>GALANG DANA</p>
<p>Untuk menyiasati ini, Yayasan Pena Dunia sebagai lembaga yang menaungi, menggulirkan program “Galang Dana Paket Kreatif” seharga Rp. 100.000,- Menurut Gol A Gong, Ketua Yayasan Pena Dunia, “Selain menyumbang, mereka juga mendapatkan manfaat dari karya anak-anak Rumah Dunia.”</p>
<p>Paket kreatif Rumah Dunia seharga Rp. 100.000,- berupa CD album “Mencari Pelangi” Ki Amuk, 2 buku awal-mula Rumah Dunia; <em>Menyusun Batu dan Bata, </em>dan<em> Dari Koran ke Koran.</em> Plus stiker, gelas mug, dan pin Rumah Dunia.  Ki Amuk pimpinan Firman Venayaksa, Presiden Rumah Dunia pada 2009, diproduseri Lawang Bagja, merilis CD album “Mencari Pelangi”, dimana lagu-lagunya berdasarkan puisi para penyair Banten. Paket kreatif ini akan dikirim lewat pos bagi yang di luar Banten (tidak termasuk luar negeri). Jika masih di sekitar Banten, jika memungkinkan akan diantar langsung.</p>
<p>KONTAK</p>
<p>Dengan galang dana penjualan paket kreatif Rumah Dunia ini, diharapkan kegiatan Rumah Dunia sepanjang tahun 2010 lancar dan terkendali. Kepada para donatur perorangan yang dengan setia berbagi rezeki dan terus menyemangati, melebihi gunung dan samudra, kami haturkan terima kasih.</p>
<p>Jika ada yang berkenan membantu gerakan kebudayaan Rumah Dunia dengan tema “Change with Reading” sepanjang 2010 ini, sudilah kiranya mentransfer ke :</p>
<p>BRI CABANG SERANG,</p>
<p>Atas nama : Yayasan Pena Dunia</p>
<p>Nomor Rek. : 0084 – 01 – 034240 – 50 – 5<br />
BANK MUAMALAT CABANG SERANG</p>
<p>Atas nama: Asih Purwaningtyas C</p>
<p>Nomor Rek. : 9085 – 999 – 799<br />
BCA CABANG SERANG</p>
<p>Atas nama : Asih Purwaningtyas C</p>
<p>Nomor Rek. : 245 – 188 – 5733</p>
<p>Untuk confirmasi kirim e-mail alamat surat dan bio-data.ke email: <a href="mailto:rumahduniakreatif@yahoo.com">rumahduniakreatif@yahoo.com</a>. Semoga lembaga, instansi/kantor yang Bapak/Ibu pimpin bisa mendukung gerakan literasi lokal mneuju Indonesia Membaca. Semoga niat baik kita mendapat ridho Allah SWT dan diberi kemudahan dalam mewujudkannya. Sumbangan Anda – insya Allah, akan mengubah hidup orang lain menuju ke arah yang lebih baik. Amien ya rabbalalamien.</p>
<p>Alamat RUMAH DUNIA:</p>
<p>Komplek Hegar Alam No. 40 Ciloang, Serang 42118, Banten.</p>
<p>Tlp 0254-224955, 0254 &#8211; 202861. E-mail: <a href="mailto:rumahduniakreatif@yahoo.com">rumahduniakreatif@yahoo.com</a></p>
<p>Situs: <a href="http://www.rumahdunia.net/">www.rumahdunia.net</a>, <a href="http://www.rumahdunia.com/">www.rumahdunia.com</a>,</p>
<p>youtube: <a href="http://www.youtube.com/watch?v=3VsdCpbUPVg" target="_blank">http://www.youtube.com/watch?v=3VsdCpbUPVg</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/19/paket-kreatif-rumah-dunia-seharga-rp-100-000/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UDIN ANGKOT BACA PUISI LEBAK MEMBARA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/17/udin-angkot-baca-puisi-lebak-membara/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/17/udin-angkot-baca-puisi-lebak-membara/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 14:11:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Angkot]]></category>
		<category><![CDATA[Lebak]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2899</guid>
		<description><![CDATA[Udin Angkot, pemenang lomba baca puisi wong cilik,  sebelum acara Lebak Membara, Sabtu (16/1/10) di Rumah Dunia. Udin sempat memukau hadirin kerana dia adalah bukan seorang penyair tetapi seorang supir angkot. Jika ingin bertemu dengan Udin, silahkan cari angkot Serang-Pandeglang bertuliskan &#8220;Gola Gong The Power Man&#8221;  [Foto: Langlang]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Lebak_7.jpg"><img class="size-medium wp-image-2901 alignleft" title="Lebak_7" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Lebak_7-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Udin Angkot, pemenang lomba baca puisi wong cilik,  sebelum acara Lebak Membara, Sabtu (16/1/10) di Rumah Dunia. Udin sempat memukau hadirin kerana dia adalah bukan seorang penyair tetapi seorang supir angkot. Jika ingin bertemu dengan Udin, silahkan cari angkot Serang-Pandeglang bertuliskan &#8220;Gola Gong The Power Man&#8221;  [Foto: Langlang]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/17/udin-angkot-baca-puisi-lebak-membara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

