REKAMAN SADAPAN KPK MENJADI NADA DERING

LEBAK-Kecanggihan teknologi ternyata tidak hanya memudahkan segala sesuatu, tetapi juga bisa menciptakan trend baru di masyarakat. Salasatunya adalah rekaman penyadapan telefon yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap anggodo, yang diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu. Kini rekaman tersebut telah beredar luas dan dijadikan sebagai nada panggil pribadi di Handphone-nya masing-masing.

Seperti yang terjadi di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Masyarakat biasa dan para pengguna facebook banyak yang menggunakan nada sambung tersebut sebagai nada sambung pribadi. Mereka mendapatkannya dari hasil mengunduh di internet atau dengan mendapatkannya dari HP teman-temannya melalui Bluetooth.

Di akui Usep, salah seorang warga Rangkasbitung, bahwa memakai nada sambung ini bukan semata-mata trend saja, Tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Saya juga yakin jika rekaman itu adalah upaya untuk menjatuhkan nama baik KPK,” ujarnya mantap. (Rudi Gunawan)

DEMO KUMALA DUKUNG KPK

LEBAK- Keluarga Mahasiswa lebak (KUMALA) siang tadi (4/11) melakukan unjuk rasa di sepanjang jalan Multatuli, Rangkasbitung. Aksi ini dilakukan sebagai sikap mendukung KPK. Dalam aksinya ini mahasiswa mengajak para pelajar dan masayarakat untuk membubuhkan tandatangan pada kain putih sebagai bentuk dukungan terhadap KPK. Dalam orasinya mahasiswa menilai bahwa saat ini banyak pihak yang sedang berusaha menghancurkan kredibilitas KPK melalui skenario politik.

Kemudian unjuk rasa dilanjutkan ke  kantor Kejaksaan Negeri Rangkasbitung untuk meminta dukungan yang sama. Mahasiswa meminta seluruh pegawai kejaksaan turut membubuhkan tandatangan sebagai bentuk dukungan. Namun mereka harus kecewa karena hanya beberapa pegawai saja yang keluar dari kantor dan membubuhkan tandatangan ke sepanduk yang sudah disiapkan.

Sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa melakukan jalan mundur beberapa ratus meter dari halaman kantor kejaksaan. Yang dimaknai sebagai bentuk kemunduran rasa keadilan di negeri ini. Aksi yang berjalan damai ini mendapatkan pengawalan dari aparat kepolisian. Sebelum mengakhiri aksinya, mahasiswa memajang spanduk yang berisi tuntutan dan tandatangan dukungan terhadap KPK di pagar alun-alun Multatutuli, Rangkasbitung. (Rudi)

PASCA PENANGGUHAN, KELUARGA BIBIT UCAPKAN SELAMAT

foto KPKTANGERANG – Pasca penangguhan penahanan atas Bibit Samad Riyanto dikabulkan, anggota keluarga Bibit mendatangi kediamannya untuk memberikan ucapan selamat dan berikan dukungan moral.

Satu persatu, empat anak kandung dari Wakil Ketua Kpk Non Aktif Bibit Samad Riyanto mendatangi kediamannya di Perumahan Griya Kencana 1 Rt 1 Rw 12 nomor 7, Ciledug Kota Tangerang pada Rabu (4/11). Keempat anak Bibit itu adalah Yudhi, AKP Bayu yang kini  menjabat sebagai Kapolsek Pagedangan, Endah,  serta Rini.

Endah, salah satu anak Bibit, mengaku bersyukur pasca penangguhan penahanan oleh Mabes Polri. Kedatangannya kali ini untuk memberikan selamat dan dukungan moril kepada mantan Kapolda Kaltim tersebut.

Sementara Bibit yang ditemui saat hendak berangkat menuju Mabes Polri dan Kantor KPK belum mau berkomentar terkait isi rekaman yang diduga mengarah kepada kriminalisasi KPK sebagaimana yang diperdengarkan pada sidang Mahkamah Konstitusi (MK). Bibit mengaku dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hokum.

Warga sekitar menyambut baik penangguhan penahanan terhadap bibit. Mereka yakin Bibit dan Chandra tidak bersalah. Mereka juga menilai telah terjadi rekayasa atas penetapan status tersangka kedua pimpinan KPK non aktif tersebut. [ahmadi]

advert

Tags Kata

Gonjlengan

MENGOPTIMALKAN POTENSI TAMAN BACAAN MASYARAKAT

Oleh Gol A Gong
Beberapa kali saya kedatangan tamu yang selalu minta diajari membuat proposal pembuatan taman bacaan masyarakat. Mereka adalah para mahasiswa. Mereka menduga, bahwa saya mendirikan taman bacaan masyarakat bernama Rumah Dunia dengan membuat proposal. Saya katakan kepada mereka, bahwa Rumah Dunia tidak dibangun dengan proposal, tapi dengan kata-kata. Juga Rumah Dunia tidak dibangun [...]

Full Story | February 21st, 2010

Banten Kuliner

MAKANAN TRADISIONAL SERABI GURIH DAN ALAMI

SERABI GURIH DAN ALAMI

Oleh: Rama
Di pinggir jalan Bayangkara Sumampir Cilegon, atau tepatnya di depan Lapangan Bola Sumampir,

Full Story | February 8th, 2010

advert

Wisata Banten

PEMANDIAN CIPANAS SEHAT DAN SEGAR

LEBAK – Selain mimpi jadi kota pelajar, Lebak yang belum lama berusia 181 tahun ini juga rupanya menyimpan banyak keindahan alam. Saya belum lama ini sempat coba-coba menelisik, mengunjungi dan menikmati bahkan tadinya ingin menjamah semua tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Lebak, baru sebagian saja sih, mengingat beberapa tujuan wisata masih cukup jauh dan [...]

Full Story | December 27th, 2009

advert

Cerpen

BABI NGEPET BUKU

Cerpen Langlang Randhawa*
Alkisah, Banten punya taman budaya yang megah. Gedung berlantai lima yang berdiri di atas tanah bekas gedung kegubernuran Banten itu ramai dengan diskusi mengalahkan hiruk-pikuk mall-mall. Selain berada di jantung kota dan mewah, fasilitasnya pun mengalahkan Gedung Putih Amerika; kenyamanan, keamanan, pelayanan, dan kebersihan sangatlah terjaga dan tertata. [...]

Full Story | March 9th, 2010

Novel

SEGERA “TEMBANG KAMPUNG HALAMAN” KARYA GOL A GONG

Nantikan di bulan Februari 2010, cerita bersambung “Tembang Kampung Halaman”  karya Gol A Gong – dulu Gola Gong. Cerita ini pernah dimuat di majalah HAI  tahun 1990-an dan diterbitkan jadi buku mungil oleh Gramedia. Menceritakan anak-anak kampung dari kampung yang agraris di wilayah pesisir utara, lalu mengalami perubahan sosial.  Mimpi-mimpi dilontarkan setinggi bintang dan ada [...]

Full Story | January 21st, 2010

Puisi

PUISI-PUISI DEA ANUGRAH

KEPADA PISAU

airmatamu mengalir
sampai jauh
pelan pelan menghampir kesunyianku.
***

BLUES BUAT PEREMPUAN R
di kotaku. di kotaku yang jauh ini
selalu kutemukan kilau senyummu
pada lampu lampu jalan, pada bau malam yang khas
juga pada dingin angin pelabuhan.
padahal hidup
hanya menunda kekalahan
seperti payung
yang perlahan lahan sobek
dikoyak moyak angin kencang jelek.
di kotaku.
di kotaku yang jauh ini
aku selalu mengingat senyummu
meski hidup hanya serupa
payung [...]

Full Story | March 9th, 2010