RAFIN SEPTIANI: KERJA KERAS DAN PANTANG MENYERAH

RUMAH DUNIA—Paribahasa mengatakan “Tak kenal maka tak sayang” dengan mengenal otomatis rasa memiliki itu akan tumbuh sendiri secara alamiah. Namun rasa memiliki tidak hanya sebatas jalinan persahabatan semata, tapi juga berkaitan dengan hobi seseorang terhadap suatu bidang kreatifitas. Hal ini yang ditekuni oleh Rafin Septiani (17), remaja yang duduk di kelas 2 SMK Negeri 2 Serang, ini sudah jatuh cinta terhadap seni rupa sejak usia 8 tahun.

“Pertama kali hobi menggambar diajarin oleh kakak saya, Ebi Juliana,” kata Rafin yang merasa  bakat alami terasah ketika mengikuti perlomban lukis se-Provinsi Banten dengan meraih juara kedua. Masih dilomba yang sama remaja berkulit sawo matang ini juga menggondol juara pertama di tingkat Kabupaten Serang. Kendati begitu tak membuat Rafin berpuas diri. Justru dengan prestasi ini Rafin sadar bahwa kompetisi dibidang seni rupa khususnya di tanah Banten beberapa tahun ini sudah bertumbuhan, alasan inilah yang membuat Rafin terus meningkatkan kualitas hobinya tersebut.

Untuk meningkatkan talentanya, remaja bertinggi 165 centimeter ini bergabung di komunitas Rumah Kreatif di Lopang, Kota Serang. “Atas ajakan dari teman, saya bergabung dengan Rumah Kreatif pada tahun 2008,” kata Rafin. Di Rumah Kreatif kemampuan Rafin bertambah. Selain belajar karikatur juga diajarkan menggambar, membuat komik, animasi, dan yang berhubungan dengan seni rupa lainnya.

Dengan beragam kesibukan bergabung di Rumah Kraetif dalam proses menggali hobi atau bakatnya tersebut, Rafin dituntut untuk pandai membagi waktu. Selain sekolah remaja berambut cepak ini harus mengikuti latihan di Rumah Kreatif dan latihan di rumah.

Alhasil setelah bergabung dengan Rumah Kreatif kemampuan karikatur Rafin membuahkan hasil, karena keluar sebagai juara 2 lomba karikatur tingkat SMA yang dilaksanakan oleh Rumah Dunia  dalam rangka merayakan Ulang Tahun Rumah Dunia yang ke-8, Minggu (14/3). “Hari Jum’at (12/3) kemarin saya baru dihubungi oleh pak Ahyadi (guru seni di Rumah Kreatif) dan tidak latihan sebelumnya. Jujur ini sebuah kejutan yang luar biasa. Piala ini saya persembahkan untuk Rumah Kreatif dan SMKN 2 Serang,” pungkasnya. [Harir Baldan]

HERI: USAHA WARNET BERKAT DOA ORANGTUA

LEBAK, Cipanas–Dengan niat dan kerja keras serta sungguh-sungguh menjalankan suatu pekerjaan, apapun pekerjaan itu, pasti akan berhasil. Sekiranya itulah yang sudah dilakukan Heri Sumantri (23), pemilik warnet ‘Vega’ yang sudah bisa dikatakan berhasil dalam menjalankan usahanya.

Lelaki lulusan SMAN 1 Cipanas itu menuturkan, awalnya ia hanya belajar kursus komputer pada seorang guru bernama Indra, selama satu bulan. Dari situ ia sering diminta untuk membantu dalam jasa pengetikan. Namun, pada 2009 Indra menawarkan usahanya pada Heri. “Waktu itu pak Indra diangkat menjadi pegawai negeri, jadi saya yang meneruskan usahanya,” kenang Heri saat ditemui di tempat warnet Vega-nya, Selasa (02/3).

Berkat doa dan dukungan moril maupun materil dari kedua orangtuanya, Heri meminjam modal dari orangtuanya senilai 2 juta. “Tapi, sekarang alhamdullilah, sudah bisa bayar modal pada ibu dan sekarang tinggal menuai untungnya,” tutur Heri. Diakui Heri, hasil dari membuka warung internet (warnet) tersebut mendapat keuntungan 3 juta perbulannya. “Itu saya niatkan untuk usaha dan dengan sungguh-sungguh saya kelola,” lanjutnya.

Mengingat sekarang ini, usaha warnet semakin menjamur, khususnya di kampung kelahirannya, Sipayung-Cipanas, Heri hanya mengatakan enjoy-enjoy saja. “Saya tidak merasa ada persaingan, urusan rizki itu sudah ada yang mengatur,” katanya sambil mengatakan dirinya hanya berusaha untuk membuat pengunjung nyaman, dengan memasang stiker pengumuman, jika ada yang tidak mengerti tanyakan pada operator. “Saya akan siap melayani dan membantu (pengunjung) sampai  paham,” kata lelaki yang bercita-cita ingin menjadi guru ini.

Di tanya mengenai arti hidup, bagi Heri, hidup ini menyenangkan, “Karena mencari rizki Allah itu mudah, asalkan ada ridho dari orangtua,serta kerja keras intinya,” katanya sambil tersenyum.[Ahmad Wayang]

Tengku Rahmat (46): HIDUP PENUH KERJA KERAS

KISOKEHIDUP KERJA KERAS

Aku adalah lelaki kelahiran Serang 46 tahun silam dengan nama lengkap Tengku Rahmat. lanjutkan membaca »

BURUH DUKUNG PERWAL CILEGON

BuruhCILEGON—Puluhan anggota serikat pekerja seluruh Indonesia (SPSI) dari empat perusahaan outsorching PT. Krakatau Steel, Senin (23/11) pagi kemarin melakukan audiensi dengan walikota Cilegon, Aat Syafaat. Dalam audiensi tersebut puluhan SPSI mendukung walikota Cilegon mengeluarkan peraturan walikota (perwal) yang isinya meminta agar PT. Krakatau Steel mengangkat pekerja outsorching menjadi karyawan tetap di PT. Krakatau Steel Cilegon.

Selama ini pekerja dari empat perusahaan outsorching yang terdiri dari PT.Asa Bangun Nusantara, PT. Nusa Bara Cilegon, PT. Delapan Mitra Mandiri dan PT. Baja INdah Cilegon hanya menyediakan jasa untuk tenaga kerja kontrak bagi PT. Krakatau Steel Cilegon. Sudah bertahun-tahun puluhan pekerja yang tergabung di SPSI menjadi tenaga kontrak di empat perusahaan tempat mereka bekerja tapi belum juga diangkat.

Menurut Aat Syafaat, “Isi Perwal mengatur tentang standarisasi kerja, pengawasan kerja dan penyedia jasa kerja outsorching pekerja kontrak. Dimaksud dalam Perwal tersebut antara lain pekerja menyediakan makanan tenaga jasa angkutan yang menunjang pertambangan dan pekerjaan layanan kebersihan,” ujarnya. Aat juga menegaskan bahwa peraturan walikota (perwal) ini dikeluarkan lantaran banyak para pekerja outsorching yang tidak diangkat menjadi tenaga kerja tetap, sehingga para buruh kontrak banyak dirugikan.[Den]

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Full Story | July 18th, 2010