JALAN PUSKESMAS RUSAK

CIPANAS—Akses jalan menuju UPTD Puskesmas Cipanas kondisinya cukup memprihatinkan. Pantauan di lokasi, Jum’at (1/7), kondisi jalan rusak, permukaan masih semen dan di kanan-kiri jalan banyak mengelupas, dikhawatirkan kondisi tersebut dapat membahayakan pasien dan atau keluarga pasien yang tengah menjenguk. lanjutkan membaca »

PULUHAN TAHUN JALAN BELUM DI ASPAL

CIPANAS—Sudah puluhan tahun jalan poros Desa Lebak Sangka-Banjaririgasi kondisinya masih berbatu alias belum tersentuh aspal. Akibatnya, arus transportasi warga menjadi terhambat. Pantauan di lokasi, Jum’at (10J/6), jalan berbatu sudah tampak dari Kampung Buluheun, Desa Banjaririgasi sampai Kampung Padurung, Desa Lebak Sangka. Bahkan, kru Rumah Dunia, menyaksikan seorang pengemudi sepeda motor  yang bermuatan penuh ambruk.

Ujang, guru yang bertugas di lembaga pendidikan di desa setempat mengatakan, buruknya infrastruktur jalan penyebab tersendatnya akses ekonomi masyarakat. Banyak hasil bumi warga seperti karet, cengkeh, padi, kayu, dan palawija lainya jadi susah dipasarin, lantaran akses jalan belum dihotmik. “Jarak tempuh Padurung-Buluheun yang semestinya cuma 30 menit bisa sampai hampir satu jam. Itu kalau tidak sedang hujan,” kata Ujang.

Senada dikatakan Cece, warga berprofesi sebagai tukang ojek, dampak buruknya infrastruktur jalan tidak hanya roda transportasi warga menjadi terhambat. Tapi kerap mengakibatkan kecelakaan tunggal. “Kalau ngalamin jatuh saya sering mas. Apalagi kalau gerimis wah pokoknya repot,” tandasnya.

Kepala Desa Lebak Sangka, H. Komarudin menyatakan, jalan sepanjang 5 kilometer itu merupakan akses jalan satu-satunya warga Desa Lebak Sangka dan Lebak Gedong. Katanya, akibat buruknya infrastruktur jalan pasokan beras atau barang lainnya menjadi mahal. “Itu saya pake jasa ojek aja untuk ngangkut beras raskin dari Kampung Buluheun ke Padurung sampai lima puluh ribu rupiah,” katanya. Karenanya, warga berharap Pemkab Lebak segera merealisasikan pembangunan jalan Desa Lebak Sangka-Banjaririgasi. Hal itu dikarenakan agar supaya arus transportasi warga menjadi lancar. Dihubungi via telepon genggam sebanyak tiga kali handphone Kepala Bappeda Dede Djaelani dalam keadaan aktif namun sedang diluar jangkauan. (hb)

JALAN POROS DESA GIRILAYA RUSAK

CIPANAS—Jalan poros Desa Girilaya melintasi 3 Kampung Cilisung, Cibilik, dan Cikeris kondisinya rusak. Pantauan di lokasi, Rabu (8/6), kondisi di kanan-kiri jalan amblas dan berlubang. Akibatnya, akses transportasi warga menjadi terhambat. Seperti diungkapkan Ery, warga yang rutin menggunakan akses jalan itu. Kerusakan sudah tampak dari ujung Kampung Cilisung, Kampung Cibilik hingga menuju Kampung Cikeris. “Pokoknya tidak nyaman buat kendaraan. Disamping kerap rusak juga sakit pada badan,” kata guru yang bertugas di wilayah setempat. lanjutkan membaca »

WARGA KELUHKAN JALAN RUSAK

LEBAK—Sejumlah titik diruas jalan Pasar Gajrug Muncang dikeluhkan warga. Hal itu disebabkan, kondisi jalan banyak yang berlubang, sehingga kerap berakibat kecelakaan. Abas, warga Kampung Sampalen, Desa Haurgajrug, menyatakan, titik-titik yang rawan itu sebagian besar terdapat di wilayah Kecamatan Cipanas di antaranya, Pasar Gajrug, Kampung Pasir Manggu, tanjakan di Kampung Lewisema, Kampung Malang Nengah, dan Kampung Kadubitung. “Memang tidak bisa diprediksikan tiap hari, tapi dalam seminggu itu pasti ada sekitar 3 atau 4 kali kecelakaan bahkan pernah ada yang tewas,” ujar  Abas. lanjutkan membaca »

JALAN PASAR GAJRUG-KAMPUNG BUJAL RUSAK

LEBAK—Akibat tak kunjung mendapat respons dari Pemkab Lebak, Gorong-gorong di ruas jalan Pasar Gajrug, Kampung Bujal atau persisnya di Kampung Kadubitung, Desa Malangsari, Kecamatan Cipanas, Senin (31/1), diperbaiki warga sekitar. lanjutkan membaca »

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Full Story | July 18th, 2010