<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Dunia Gol A Gong Banten Baca Buku Taman Bacaan Perpustakaan &#187; Guru</title>
	<atom:link href="http://rumahdunia.com/isi/tag/guru/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahdunia.com/isi</link>
	<description>Rumah Dunia,Banten,buku,taman,bacaan,taman bacaan,Gol A Gong,majalah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 13:56:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>SMPN 4 “SATAP” CIPANAS BELUM MEMILIKI GURU PNS</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2011/02/26/smpn-4-%e2%80%9csatap%e2%80%9d-cipanas-belum-memiliki-guru-pns/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2011/02/26/smpn-4-%e2%80%9csatap%e2%80%9d-cipanas-belum-memiliki-guru-pns/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2011 17:37:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[belum pns]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=4580</guid>
		<description><![CDATA[LEBAK&#8212;SMPN 4 “Satap” Cipanas yang berlokasi di Kampung Gununghaur, Desa Pasirhaur, Kecamatan Cipanas, belum memiliki guru tetap. Akibatnya, pihak sekolah mempekerjakan guru honorer dengan gaji setiap kali mengajar Rp 15 ribu per jam. Menurut Kepala SMPN 4 “Satap” Cipanas Agus Supriyatna, di rumahnya, Sabtu (25/2), jumlah guru PNS di SMPN 4 hanya 1 orang guru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/02/Kepsek-SMPN-4-Satap-Cipanas-Agus-Supriyatna.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4581" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/02/Kepsek-SMPN-4-Satap-Cipanas-Agus-Supriyatna.jpg" alt="" width="150" height="200" /></a>LEBAK&#8212;SMPN 4 “Satap” Cipanas yang berlokasi di Kampung Gununghaur, Desa Pasirhaur, Kecamatan Cipanas, belum memiliki guru tetap. Akibatnya, pihak sekolah mempekerjakan guru honorer dengan gaji setiap kali mengajar Rp 15 ribu per jam.<span id="more-4580"></span></p>
<p>Menurut Kepala SMPN 4 “Satap” Cipanas Agus Supriyatna, di rumahnya, Sabtu (25/2), jumlah guru PNS di SMPN 4 hanya 1 orang guru yakni dirinya. Sedangkan guru honorer yang membantu mengajar sebanyak 11 orang mendapatkan gaji/upah dari bantuan operasional sekolah (BOS) tiap bulan sekali.</p>
<p>“Gaji guru honorer mata pelajaran Rp 15 ribu per jam. Sedangkan jam mengajar satu guru honorer rata-rata 8 jam dan tiap guru tidak sama. Bila jam mengajar di hitung dalam satu bulan dan dikalikan dengan jumlah guru honorer yang ada tentunya dana BOS lebih banyak dialokasikan untuk bayar guru honorer,” ujarnya.</p>
<p>Agus mengungkapkan, jumlah guru yang mengajar di SMPN 4 “Satap” Cipanas 12 orang termasuk dirinya. Bahkan dari 12 guru itu 3 di antaranya lulusan SMA. Masih kata Agus, jumlah ideal guru PNS yang mengajar 12 mata pelajaran minimum dua belas orang, dengan perincian tiap mata pelajaran seperti, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, Matematika, IPS, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Jasmani, PPKN, Seni dan Budaya, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Mulok, dan Baca Tulis Alquran (BTQ). Jadi, jumlah keseluruhannya 12 orang guru yang mengajar dengan 3 rombongan belajar (rombel).</p>
<p>&#8220;SMPN 4 “Satap” Cipanas masih kekurangan  12 orang guru PNS untuk mengajar 3 rombel dengan jumlah siswa rata-rata 35 siswa per rombel,” kata Agus.</p>
<p>Pengajuan penambahan guru PNS, tambah Agus, sudah disampaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak. Namun, sejak sekolah ini berdiri pada 2007 silam belum ada realisasinya. Sedangkan bila dana BOS terus-menerus dipotong hanya untuk menggaji guru honorer, tentunya sulit bagi SMPN 4 “Satap” Cipanas meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan sekolah.</p>
<p>“Kegiatan belajar mengajar memang tetap berjalan. Tapi, kalau penambahan guru PNS segera direalisasikan, sehingga dana BOS yang turun tidak habis hanya untuk menggaji guru honorer. Tapi, dana itu dapat dialihkan untuk peningkatan mutu pendidikan siswa di sekolah,” ujar Agus.</p>
<p>Dihubungi via telepon genggam, Sekretaris Dindik Lebak H. Juanda menyatakan, pihaknya kini tengah mendata dan memetakan guru PNS yang akan ditempatkan dipelbagai wilayah di Kabupaten Lebak.</p>
<p>Saat di tanya kapan dan berapa guru PNS yang akan ditempatkan di SMPN 4 “Satap” Cipanas, ia belum bisa memastikan. “Berapa dan kapannya kami belum bisa memastikan. Kita juga mesti mendata sekolah mana saja yang kekurangan dan kelebihan guru PNS. Dari situ nanti kita tempatkan sesuai wilayahnya,” kata Juanda. (Harir Baldan)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2011/02/26/smpn-4-%e2%80%9csatap%e2%80%9d-cipanas-belum-memiliki-guru-pns/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GURU HARUS PANDAI MENDONGENG</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2011/01/26/guru-harus-pandai-mendongeng/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2011/01/26/guru-harus-pandai-mendongeng/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Jan 2011 00:29:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Mendongeng]]></category>
		<category><![CDATA[panadai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=4486</guid>
		<description><![CDATA[LEBAK&#8212;Dewasa ini tak sedikit tutor PAUD yang belum memahami strategi pembelajaran bermain melalui metode dongeng. Mayoritas guru PAUD dalam memperaktikkan dongengnya masih cenderung monoton, sehingga anak didik cenderung bosan dan berpotensi kurang mencerna. Padahal, pembelajaran dongeng untuk anak usia dini sangat penting. Karena, pada usia ini daya pikir atau saraf motorik anak akan berimajinasi. Demikianlah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/01/Dra.-Tioh-Pemateri-Metode-Dongeng-dari-UPT-SKB-Lebak.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4487" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/01/Dra.-Tioh-Pemateri-Metode-Dongeng-dari-UPT-SKB-Lebak.jpg" alt="" width="221" height="190" /></a>LEBAK&#8212;Dewasa ini tak sedikit tutor PAUD yang belum memahami strategi pembelajaran bermain melalui metode dongeng. Mayoritas guru PAUD dalam memperaktikkan dongengnya masih cenderung monoton, sehingga anak didik cenderung bosan dan berpotensi kurang mencerna. Padahal, pembelajaran dongeng untuk anak usia dini sangat penting. Karena, pada usia ini daya pikir atau saraf motorik anak akan berimajinasi. Demikianlah yang dikatakan pemateri Sosialiasi Metode Dongeng, Dra. Tioh dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sanggar Kegiatan Bersama (SKB) Kabupaten Lebak, Senin (24/1).</p>
<p>Hadir saat itu,  Kepala UPTD Pendidikan Cipanas Asep Sukmara, Kepala UPT SKB Kabupaten Lebak Sahri, Pemateri Tuti Dartiati selaku Pamong Belajar dari UPT SKB Lebak, serta Pengawas Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) UPTD Pendidikan Cipanas.</p>
<p>“PAUD adalah dunia bermain. karenanya, guru PAUD pada saat mendongeng harus menjiwai, memilah-milah cerita yang mendidik, mampu mengatur olah vokal, dan gerak tubuh. Dengan begitu, si anak akan terhibur dan mudah memahami pembelajaran,” kata Tioh.</p>
<p>Sahri mengatakan, maksud tujuan sosialiasai ini adalah untuk memberikan pembinaan dan pembekalan bagi guru PAUD se-Kecamatan Cipanas. “Diharapkan kegiatan ini bisa berkesinambungan, berkualitas dan berpedoman pada acuan yang didefinisikan pada buku modulnya,” ujar Sahri. (Harir Baldan)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2011/01/26/guru-harus-pandai-mendongeng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GURU IKUT LOMBA CERPEN</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2011/01/16/guru-ikut-lomba-cerpen/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2011/01/16/guru-ikut-lomba-cerpen/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Jan 2011 00:40:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=4398</guid>
		<description><![CDATA[CIPANAS&#8212;Neneng Hibatullah, guru di Ponpes Nurul Madaany ini mengaku, tengah sibuk membuat cerita pendek (cerpen). Menurutnya, pembuatan karya tulis itu dalam rangka mengikuti lomba cerpen Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Daerah (Himbasda) di kampusnya, STKIP Setia Budhi Rangkasbitung. “Ya rencananya saya mau ikut nulis cerpen buat lomba Himbasda. Tapi baru bikin kerangkanya,” ujarnya, saat dihubungi via [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/01/Neneg-Hibatullah.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4402" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/01/Neneg-Hibatullah.jpg" alt="" width="200" height="239" /></a>CIPANAS&#8212;Neneng Hibatullah, guru di Ponpes Nurul Madaany ini mengaku, tengah sibuk membuat cerita pendek (cerpen). Menurutnya, pembuatan karya tulis itu dalam rangka mengikuti lomba cerpen Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Daerah (Himbasda) di kampusnya, STKIP Setia Budhi Rangkasbitung.</p>
<p>“Ya rencananya saya mau ikut nulis cerpen buat lomba Himbasda. Tapi baru bikin kerangkanya,” ujarnya, saat dihubungi via telepon, Jum&#8217;at (14/1)</p>
<p>Penulis dalam antologi cerpen Gilalova # 1 ini mengatakan, tema untuk lomba cerpen yang akan digelar pada 15-17 Februari itu, tidak ditentukan oleh panitia alias bebas. Selain itu, kata Neneng, juga dilombakan debat bahasa, pidato, baca puisi, cerpen, naskah drama, baca berita, pentas teater seni karya Tardi Tradidi, dan karya tulis ilmiah. “Rencananya saya akan mengangkat tema tentang seorang remaja yang <em>keukeuh</em> ingin kuliah meski nggak ada biaya. Tapi kendalanya dalam tulis cerpen ini endingnya belum saya dapat,” tutur Neneng.</p>
<p>Mahasiswa jurusan Diksastriada ini menuturkan, keikutsertaanya dalam lomba cerpen, semata-mata untuk mengembangkan bakat dan memupuk rasa percaya diri. Akan tetapi, ia pun tak menampik bila nanti cerpen yang ditulisnya terpilih menjadi juara. “Nggak mikir ke situ dulu, dapat alhamdulillah, nggak dapat ya pengalaman lebih berharga daripada uang,” akunya. (Harir Baldan)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2011/01/16/guru-ikut-lomba-cerpen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FKGS WARINGINKURUNG GELAR LOMBA KREATIVITAS</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/04/01/fkgs-waringinkurung-gelar-lomba-kreativitas/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/04/01/fkgs-waringinkurung-gelar-lomba-kreativitas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2010 12:38:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Kreativitas]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3671</guid>
		<description><![CDATA[SERANG- Forum Komunikasi Guru dan Kepala Sekolah (FKGS)  Kecamatan Waringinkurung mengadakan rapat untuk menyambut Lomba Kreativitas Siswa (LKS), di  gedung serba guna Kecamatan Waringinkurung pada (8/3), lalu. Rapat tersebut tidak hanya dihadiri oleh seluruh panitia saja, tetapi dewan juri yang akan melakukan penilaianpun diundang untuk membahas kisi-kisi penilaian yang relefan di tingkat Kabupaten-Serang. Ahmad Naji [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/04/rahel11.jpg"><img class="size-full wp-image-3677 alignleft" title="rahel1" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/04/rahel11.jpg" alt="" width="214" height="160" /></a>SERANG- Forum Komunikasi Guru dan Kepala Sekolah (FKGS)  Kecamatan Waringinkurung mengadakan rapat untuk menyambut Lomba Kreativitas Siswa (LKS), di  gedung serba guna Kecamatan Waringinkurung pada (8/3), lalu.</p>
<p>Rapat tersebut tidak hanya dihadiri oleh seluruh panitia saja, tetapi dewan juri yang akan melakukan penilaianpun diundang untuk membahas kisi-kisi penilaian yang relefan di tingkat Kabupaten-Serang. Ahmad Naji selaku ketua FKGS meminta kepada seluruh dewan juru yang diundang akan tanggungjawabnya dalam hal penilaian. “Dari setiap penilaian ini diminta tanggungjawabnya,” katanya. Masih menurut Naji, “Dalam hal penilian saya minta dewan juri untuk memberikan penilaian seobyektif mungkin, dan selururus-lurusnya, sebab nantinya para pemenang akan mewakili Kecamatan Waringinkurung di tingkat Kabupaten” tegasnya.</p>
<p>Sementara ketua LKS, Abdul fatah meminta kepada seluruh panitia dan dewan juri untuk ikhlas dalam menyukseskan kegiatan ini. Sedikitnya cabang lomba yang akan diadakan  12 cabang lomba, di anataranya; Baca Tulis menghitung (Calistung), komputer, nyanyi solo, sinopsis, baca puisi, pidato bahasa jawa, pidato bahasa inggris, pidato bahasa indonesia,  KTK, rumah adat, dll.</p>
<p>Tetapi, dari rapat yang dihasilkan dengan panitia LKS, sedikit ada jalan penerang untuk meminimalisir agar tidak terjadi kecurangan dalam hal penilian, sebab rata-rata dewan juri diambil dari tingkat SMP/MTs dan SMA di wilayah Kecamatan Waringinkurung. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p><strong><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/04/rahel2.jpg"><img class="size-medium wp-image-3673 alignleft" title="rahel2" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/04/rahel2-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a>Pelaksanaan<br />
</strong></p>
<p>Lomba yang diadakan pada tanggal 25 dan 27 Maret yang dihadiri hampir seluruh siswa- siswi se-Kecamatan Waringinkurung nampak antusias. Untuk lomba baca puisi, beberapa dewan juri yang didulat di antaranya; Rahmat Heldy HS (Penyair), Bambang (Ketua PGRI Kecamatan Waringinkurung) dan Rita (Kepsek SDN 4 Sasahan). Dari perlombaan ini terlihat ada geliat perubahan dalam pembelajaran sastra (puisi), secara kontekstual. Walaupun dibabak awal puisi dengan tema “Ibu” dibuat di sekolah masing-masing,  tetapi ketika mencari 10 finalis peserta membuat puisi sendiri dengan tema “Lingkungan,” inilah yang dimaksud kontekstual tadi. Murid yang membuat dengan jatah waktu 15 menit ini mampu menceritakan alam Waringinkurung dengan sangat lihai, ada yang menuliskan keindahan gunung sampai pengrusakan alam.</p>
<p>Dari hasil perlombaan itu juara I diraih Emah Hujaemah SDN Sukabares, juara II Siti Masyatul Laila SDN 2 Waringinkurung, dan juara III diraih oleh Qurotu A’yun SDIT Bina Insani.</p>
<p>Dalam hal lomba baca puisi, Rita selaku dewan juri puisi ketika diwawancaari wartawan Rumah Dunia.com menyampaikan unek-uneknya terkait perlombaan baca puisi tersebut. “Ekspresi dan mimik tidak begitu jelek dan juga tidak begitu baik, biasa-biasa saja. Begitu juga dalam hal intonasi” katanya. Tetapi ia meminta kepada guru-guru pendamping puisi, “Idealnya untuk guru-guru pendamping dapat melakukan perubahan dalam hal pembacaan, sebab setiap tahun gaya dan nada bacaan berubah,” tegasnya.” [Rahel]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/04/01/fkgs-waringinkurung-gelar-lomba-kreativitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEKERASAN DI SEKOLAH</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/23/kekerasan-masih-terjadi-di-sekolah/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/23/kekerasan-masih-terjadi-di-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 16:35:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kepsek]]></category>
		<category><![CDATA[Murid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=1573</guid>
		<description><![CDATA[SERANG – Oleh Gading Tirta - Ada ungkapan istimewa untuk guru sebagai seseorang yang mesti “digugu dan ditiru”. Apa pun yang dilakukan dan dikatakan guru adalah baik. Sedemikian mulia posisi guru dalam ungkapan ini. Mungkin, di jaman dahulu, guru memang orang-orang yang mumpuni dalam keilmuan dan arif dalam berkelakuan. Maka, lahirlah ungkapan di atas. Lalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1574" title="Kekerasan sekolah" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/11/Kekerasan-sekolah.jpg" alt="Kekerasan sekolah" width="500" height="375" />SERANG – Oleh Gading Tirta -</p>
<p>Ada ungkapan istimewa untuk guru sebagai seseorang yang mesti “digugu dan ditiru”. Apa pun yang dilakukan dan dikatakan guru adalah baik. Sedemikian mulia posisi guru dalam ungkapan ini. Mungkin, di jaman dahulu, guru memang orang-orang yang mumpuni dalam keilmuan dan arif dalam berkelakuan. Maka, lahirlah ungkapan di atas.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan guru-guru masa kini? Mungkin jangan terlalu berharap para murid akan dengan <em>nurut</em> menerima perlakuan dari guru apalagi jika perlakuan yang dilakukan adalah perlakuan kekerasan dan melewati batas. Karena bisa jadi akan dilaporkan oleh murid.</p>
<p>Ini juga yang terjadi pada kepala sekolah SMA PGRI 2 Kota Serang yang dilaporkan oleh murid-muridnya (kelas 11 dan 12) pada Minggu, (22/11) karena dinilai melakukan kekerasan kepada beberapa muridnya. Belasan pelajar SMA PGRI 2 Kota Serang mengadu ke Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia Hak Asasi Manusia (LPSDM HAM) di kawasan Ciceri Kota Serang.</p>
<p>Para siswa ini mengaku diperlakukan tidak manusiawi hari Jumat sebelumnya. Mereka ditampar dan dicukur dengan paksa oleh Kepala Sekolah mereka. Malah, ada seorang pelajar putri yang masih terbaring di rumah akibat perlakuan kasar sang Kepala Sekolah. Karena perlakuan kasar itulah para pelajar ini meminta perlindungan dan bantuan kepada LPSDM HAM.</p>
<p>Diungkapkan para pelajar, bahwa perlakuan kasar Kepala Sekolah mereka secara tiba-tiba. Saat mereka memauki gerbang, Kepala Sekolah langsung menampar dan mencukur rambut mereka secara paksa. Dan ternyata, tindakan kasar seperti ini tidak hanya terjadi saat ini. Beberapa kali sang Kepala Sekolah sering melampiaskan kekesalan dan amarah kepada para siswa. Mereka juga mengaku orang tua mereka tidak terima anaknya diperlakukan demikian.</p>
<p>Direktur LPSDM HAM Agus Sutisna menilai perlakuan yang dilakukan Kepala Sekolah tersebut adalah salah dan dia berjanji akan terus memantau perkembangan kasus ini. Dia juga berjanji akan melaporkan hal tersebut ke Polres Serang, Kepala Dinas Pendidikan, dan Yayasan PGRI setempat. (Gading Tirta)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/23/kekerasan-masih-terjadi-di-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MGMP KABUPATEN SERANG GELAR LOMBA BACA PUISI</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/09/mgmp-kabupaten-serang-gelar-lomba-baca-puisi/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/09/mgmp-kabupaten-serang-gelar-lomba-baca-puisi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 10:35:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[MGMP]]></category>
		<category><![CDATA[Pembacaan Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/2009/11/09/mgmp-kabupaten-serang-gelar-lomba-baca-puisi/</guid>
		<description><![CDATA[SERANG –Dalam rangka meningkatkan kemampuan apresiasi siswa terhadap sastra, maka, pada hari sabtu (7/11) kemarin, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Kabupaten Serang, mengadakan lomba baca puisi tingkat SMP Se- Kabupaten Serang, bertempat di Gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Serang di Penancangan. Pada perlombaan tersebut, yang diadakan sejak pukul ; 08.-01 siang, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_688" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><strong><strong><img class="size-medium wp-image-688" title="Warta Banten com" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/11/Warta-Banten-com-300x225.jpg" alt="Pembacaan puisi di Banten Songo" width="300" height="225" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">Pembacaan puisi di Banten Songo</p></div>
<p><strong>SERANG</strong> –Dalam rangka meningkatkan kemampuan apresiasi siswa terhadap sastra, maka, pada hari sabtu (7/11) kemarin, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Kabupaten Serang, mengadakan lomba baca puisi tingkat SMP Se- Kabupaten Serang, bertempat di Gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Serang di Penancangan. Pada perlombaan tersebut, yang diadakan sejak pukul ; 08.-01 siang, dan  diikuti oleh 32 peserta dari seluruh sekolah SMP Se- Kabupaten Serang. Bertindak sebagai dewan juri; Toto St. Radik (Penyair nasional), Firman Venayaksa (Dosen Untirta dan Presiden Rumah Dunia) dan Rahmat Heldy HS (Penyair Muda Banten dan Guru Bahasa dan Sastra di SMP-SMA Al Irsyad Banten).</p>
<p>Toto St. Radik, dalam sambutannya sebagai perwakilan dewan juri, menyampaikan ihwal penilaian, “Dalam hal penilaian ada tiga aspek yang menjadi penilaian dewan juri; yaitu vocal, penghayatan dan penampilan,” katanya. Lebih lanjut Toto menjelaskan “Selain tiga aspek tadi yang dianggap penting, maka penting pula para peserta untuk menjaga emosi dalam bacaan, sebab, ketika seseorang sudah pada taraf bacaan yang tinggi, maka kesalahan bisa sering terjadi, seperti; kesalahan bacaan, hilangnya baris dalam bacaan.  Dan juga keceletot lidah,”imbuhnya.</p>
<p>Dari perlombaan menyambut Bulan Bahasa tersebut, dengan sangat alot dan penuh kehati-hatian,  akhirnya ketiga dewan juri, memutuskan pemenang dalam lomba baca puisi tersebut, diantaranya; juara I diraih oleh Yeti Hildian dengan nilai 679 pesetra nomor urut 4 perwakilan dari SMPN 2 Waringinkurung, Juara II diraih oleh Istiqomah dengan nilai 677 peserta nomor 16 perwakilan dari SMPN I Mancak dan juara III diraih oleh Lia Nujulia dengan total nilai 676 perwakilan dari SMPN I Kramatwatu. Setelah para pemenang dibacakan dan diberi piala, atas desakan para guru selaku pembimbing, akhirnya, para dewan juri diminta untuk membacakan puisi. Rahmat Heldy HS, membacakan puisi “Kerawang-Bekasi” karya: Taufik Ismail, Firman Venayaksa memabaca puisi WS Rendra dengan judul “Terbunuhnya Atmokarpo” dan Toto ST Radik membaca puisi Taufik Ismail “Tukang Rambutan” dengan membacanya ketiga dewan juri diharapkan apresisai baca puisi tingkat SMP Se-Kabupaten Serang terus dapat ditingkatkan*** (Rahel)</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/09/mgmp-kabupaten-serang-gelar-lomba-baca-puisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEMINAR SASTRA INDONESIA BAGI GURU SMP SE-KABUPATEN SERANG</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/06/seminar-sastra-indonesia-bagi-guru-smp-se-kabupaten-serang/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/06/seminar-sastra-indonesia-bagi-guru-smp-se-kabupaten-serang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 16:22:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=546</guid>
		<description><![CDATA[SERANG&#8212;Untuk membekali ilmu pengetahuan guru Bahasa Indonesia tentang sastra, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Serang menggelar Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia, yang dilaksanakan di Aula Gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, komplek P dan K, Penancangan, Kota Serang pada Jumat (6/11). Acara seminar tersebut diadakan terkait perlunya pengetahuan dan pembelajaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>SERANG&#8212;Untuk membekali ilmu pengetahuan guru Bahasa Indonesia tentang sastra, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Serang menggelar Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia, yang dilaksanakan di Aula Gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, komplek P dan K, Penancangan, Kota Serang pada Jumat (6/11).</p>
<p>Acara seminar tersebut diadakan terkait perlunya pengetahuan dan pembelajaran sastra untuk melatih kepekaan sosial terhadap prilaku dan budi pekerti anak didik. Pembekalan ilmu sastra bagi para guru sebagai penerapan pembelajaran bagi siswa di sekolah. Dalam Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia tersebut, menghadirkan pembicara seorang budayawan dan sastrawan Banten, bernama Gola Gong.</p>
<p>Menurut panitia penyelenggara bahwa ilmu sastra yang ada dalam penerapan kegiatan belajar dan mengajar tidak disampaikan secara khusus. Sementara keberadaan sastra dirasa sangat penting. Disamping itu, seminar ini dapat memperkaya ilmu bidang sastra. Bagi seseorang yang mendalami dan mengaplikasikan ilmu sastra tersebut diakui dapat menumbuhkan sikap kepekaan dan berbudi pekerti terhadap masyarakat dan alam.</p>
<p>Eroh Suneroh, salah satu orang dari MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Serang menegaskan, “Hasil dari seminar ini diharapkan para guru yang menjadi peserta dapat menerapkan ilmu sastra bagi anak didiknya secvara maksimal, sehingga dapat meredam prilaku negatif yang mengancam generasi muda karena pengaruh budaya asing.”[ND]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/06/seminar-sastra-indonesia-bagi-guru-smp-se-kabupaten-serang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

