SMPN 4 “SATAP” CIPANAS BELUM MEMILIKI GURU PNS

LEBAK—SMPN 4 “Satap” Cipanas yang berlokasi di Kampung Gununghaur, Desa Pasirhaur, Kecamatan Cipanas, belum memiliki guru tetap. Akibatnya, pihak sekolah mempekerjakan guru honorer dengan gaji setiap kali mengajar Rp 15 ribu per jam. lanjutkan membaca »

GURU HARUS PANDAI MENDONGENG

LEBAK—Dewasa ini tak sedikit tutor PAUD yang belum memahami strategi pembelajaran bermain melalui metode dongeng. Mayoritas guru PAUD dalam memperaktikkan dongengnya masih cenderung monoton, sehingga anak didik cenderung bosan dan berpotensi kurang mencerna. Padahal, pembelajaran dongeng untuk anak usia dini sangat penting. Karena, pada usia ini daya pikir atau saraf motorik anak akan berimajinasi. Demikianlah yang dikatakan pemateri Sosialiasi Metode Dongeng, Dra. Tioh dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sanggar Kegiatan Bersama (SKB) Kabupaten Lebak, Senin (24/1).

Hadir saat itu,  Kepala UPTD Pendidikan Cipanas Asep Sukmara, Kepala UPT SKB Kabupaten Lebak Sahri, Pemateri Tuti Dartiati selaku Pamong Belajar dari UPT SKB Lebak, serta Pengawas Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) UPTD Pendidikan Cipanas.

“PAUD adalah dunia bermain. karenanya, guru PAUD pada saat mendongeng harus menjiwai, memilah-milah cerita yang mendidik, mampu mengatur olah vokal, dan gerak tubuh. Dengan begitu, si anak akan terhibur dan mudah memahami pembelajaran,” kata Tioh.

Sahri mengatakan, maksud tujuan sosialiasai ini adalah untuk memberikan pembinaan dan pembekalan bagi guru PAUD se-Kecamatan Cipanas. “Diharapkan kegiatan ini bisa berkesinambungan, berkualitas dan berpedoman pada acuan yang didefinisikan pada buku modulnya,” ujar Sahri. (Harir Baldan)

GURU IKUT LOMBA CERPEN

CIPANAS—Neneng Hibatullah, guru di Ponpes Nurul Madaany ini mengaku, tengah sibuk membuat cerita pendek (cerpen). Menurutnya, pembuatan karya tulis itu dalam rangka mengikuti lomba cerpen Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Daerah (Himbasda) di kampusnya, STKIP Setia Budhi Rangkasbitung.

“Ya rencananya saya mau ikut nulis cerpen buat lomba Himbasda. Tapi baru bikin kerangkanya,” ujarnya, saat dihubungi via telepon, Jum’at (14/1)

Penulis dalam antologi cerpen Gilalova # 1 ini mengatakan, tema untuk lomba cerpen yang akan digelar pada 15-17 Februari itu, tidak ditentukan oleh panitia alias bebas. Selain itu, kata Neneng, juga dilombakan debat bahasa, pidato, baca puisi, cerpen, naskah drama, baca berita, pentas teater seni karya Tardi Tradidi, dan karya tulis ilmiah. “Rencananya saya akan mengangkat tema tentang seorang remaja yang keukeuh ingin kuliah meski nggak ada biaya. Tapi kendalanya dalam tulis cerpen ini endingnya belum saya dapat,” tutur Neneng.

Mahasiswa jurusan Diksastriada ini menuturkan, keikutsertaanya dalam lomba cerpen, semata-mata untuk mengembangkan bakat dan memupuk rasa percaya diri. Akan tetapi, ia pun tak menampik bila nanti cerpen yang ditulisnya terpilih menjadi juara. “Nggak mikir ke situ dulu, dapat alhamdulillah, nggak dapat ya pengalaman lebih berharga daripada uang,” akunya. (Harir Baldan)

FKGS WARINGINKURUNG GELAR LOMBA KREATIVITAS

SERANG- Forum Komunikasi Guru dan Kepala Sekolah (FKGS)  Kecamatan Waringinkurung mengadakan rapat untuk menyambut Lomba Kreativitas Siswa (LKS), di  gedung serba guna Kecamatan Waringinkurung pada (8/3), lalu.

Rapat tersebut tidak hanya dihadiri oleh seluruh panitia saja, tetapi dewan juri yang akan melakukan penilaianpun diundang untuk membahas kisi-kisi penilaian yang relefan di tingkat Kabupaten-Serang. Ahmad Naji selaku ketua FKGS meminta kepada seluruh dewan juru yang diundang akan tanggungjawabnya dalam hal penilaian. “Dari setiap penilaian ini diminta tanggungjawabnya,” katanya. Masih menurut Naji, “Dalam hal penilian saya minta dewan juri untuk memberikan penilaian seobyektif mungkin, dan selururus-lurusnya, sebab nantinya para pemenang akan mewakili Kecamatan Waringinkurung di tingkat Kabupaten” tegasnya.

Sementara ketua LKS, Abdul fatah meminta kepada seluruh panitia dan dewan juri untuk ikhlas dalam menyukseskan kegiatan ini. Sedikitnya cabang lomba yang akan diadakan  12 cabang lomba, di anataranya; Baca Tulis menghitung (Calistung), komputer, nyanyi solo, sinopsis, baca puisi, pidato bahasa jawa, pidato bahasa inggris, pidato bahasa indonesia,  KTK, rumah adat, dll.

Tetapi, dari rapat yang dihasilkan dengan panitia LKS, sedikit ada jalan penerang untuk meminimalisir agar tidak terjadi kecurangan dalam hal penilian, sebab rata-rata dewan juri diambil dari tingkat SMP/MTs dan SMA di wilayah Kecamatan Waringinkurung. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pelaksanaan

Lomba yang diadakan pada tanggal 25 dan 27 Maret yang dihadiri hampir seluruh siswa- siswi se-Kecamatan Waringinkurung nampak antusias. Untuk lomba baca puisi, beberapa dewan juri yang didulat di antaranya; Rahmat Heldy HS (Penyair), Bambang (Ketua PGRI Kecamatan Waringinkurung) dan Rita (Kepsek SDN 4 Sasahan). Dari perlombaan ini terlihat ada geliat perubahan dalam pembelajaran sastra (puisi), secara kontekstual. Walaupun dibabak awal puisi dengan tema “Ibu” dibuat di sekolah masing-masing,  tetapi ketika mencari 10 finalis peserta membuat puisi sendiri dengan tema “Lingkungan,” inilah yang dimaksud kontekstual tadi. Murid yang membuat dengan jatah waktu 15 menit ini mampu menceritakan alam Waringinkurung dengan sangat lihai, ada yang menuliskan keindahan gunung sampai pengrusakan alam.

Dari hasil perlombaan itu juara I diraih Emah Hujaemah SDN Sukabares, juara II Siti Masyatul Laila SDN 2 Waringinkurung, dan juara III diraih oleh Qurotu A’yun SDIT Bina Insani.

Dalam hal lomba baca puisi, Rita selaku dewan juri puisi ketika diwawancaari wartawan Rumah Dunia.com menyampaikan unek-uneknya terkait perlombaan baca puisi tersebut. “Ekspresi dan mimik tidak begitu jelek dan juga tidak begitu baik, biasa-biasa saja. Begitu juga dalam hal intonasi” katanya. Tetapi ia meminta kepada guru-guru pendamping puisi, “Idealnya untuk guru-guru pendamping dapat melakukan perubahan dalam hal pembacaan, sebab setiap tahun gaya dan nada bacaan berubah,” tegasnya.” [Rahel]

KEKERASAN DI SEKOLAH

Kekerasan sekolahSERANG – Oleh Gading Tirta -

Ada ungkapan istimewa untuk guru sebagai seseorang yang mesti “digugu dan ditiru”. Apa pun yang dilakukan dan dikatakan guru adalah baik. Sedemikian mulia posisi guru dalam ungkapan ini. Mungkin, di jaman dahulu, guru memang orang-orang yang mumpuni dalam keilmuan dan arif dalam berkelakuan. Maka, lahirlah ungkapan di atas.

Lalu bagaimana dengan guru-guru masa kini? Mungkin jangan terlalu berharap para murid akan dengan nurut menerima perlakuan dari guru apalagi jika perlakuan yang dilakukan adalah perlakuan kekerasan dan melewati batas. Karena bisa jadi akan dilaporkan oleh murid.

Ini juga yang terjadi pada kepala sekolah SMA PGRI 2 Kota Serang yang dilaporkan oleh murid-muridnya (kelas 11 dan 12) pada Minggu, (22/11) karena dinilai melakukan kekerasan kepada beberapa muridnya. Belasan pelajar SMA PGRI 2 Kota Serang mengadu ke Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia Hak Asasi Manusia (LPSDM HAM) di kawasan Ciceri Kota Serang.

Para siswa ini mengaku diperlakukan tidak manusiawi hari Jumat sebelumnya. Mereka ditampar dan dicukur dengan paksa oleh Kepala Sekolah mereka. Malah, ada seorang pelajar putri yang masih terbaring di rumah akibat perlakuan kasar sang Kepala Sekolah. Karena perlakuan kasar itulah para pelajar ini meminta perlindungan dan bantuan kepada LPSDM HAM.

Diungkapkan para pelajar, bahwa perlakuan kasar Kepala Sekolah mereka secara tiba-tiba. Saat mereka memauki gerbang, Kepala Sekolah langsung menampar dan mencukur rambut mereka secara paksa. Dan ternyata, tindakan kasar seperti ini tidak hanya terjadi saat ini. Beberapa kali sang Kepala Sekolah sering melampiaskan kekesalan dan amarah kepada para siswa. Mereka juga mengaku orang tua mereka tidak terima anaknya diperlakukan demikian.

Direktur LPSDM HAM Agus Sutisna menilai perlakuan yang dilakukan Kepala Sekolah tersebut adalah salah dan dia berjanji akan terus memantau perkembangan kasus ini. Dia juga berjanji akan melaporkan hal tersebut ke Polres Serang, Kepala Dinas Pendidikan, dan Yayasan PGRI setempat. (Gading Tirta)

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Full Story | July 18th, 2010