FKGS WARINGINKURUNG GELAR LOMBA KREATIVITAS

SERANG- Forum Komunikasi Guru dan Kepala Sekolah (FKGS)  Kecamatan Waringinkurung mengadakan rapat untuk menyambut Lomba Kreativitas Siswa (LKS), di  gedung serba guna Kecamatan Waringinkurung pada (8/3), lalu.

Rapat tersebut tidak hanya dihadiri oleh seluruh panitia saja, tetapi dewan juri yang akan melakukan penilaianpun diundang untuk membahas kisi-kisi penilaian yang relefan di tingkat Kabupaten-Serang. Ahmad Naji selaku ketua FKGS meminta kepada seluruh dewan juru yang diundang akan tanggungjawabnya dalam hal penilaian. “Dari setiap penilaian ini diminta tanggungjawabnya,” katanya. Masih menurut Naji, “Dalam hal penilian saya minta dewan juri untuk memberikan penilaian seobyektif mungkin, dan selururus-lurusnya, sebab nantinya para pemenang akan mewakili Kecamatan Waringinkurung di tingkat Kabupaten” tegasnya.

Sementara ketua LKS, Abdul fatah meminta kepada seluruh panitia dan dewan juri untuk ikhlas dalam menyukseskan kegiatan ini. Sedikitnya cabang lomba yang akan diadakan  12 cabang lomba, di anataranya; Baca Tulis menghitung (Calistung), komputer, nyanyi solo, sinopsis, baca puisi, pidato bahasa jawa, pidato bahasa inggris, pidato bahasa indonesia,  KTK, rumah adat, dll.

Tetapi, dari rapat yang dihasilkan dengan panitia LKS, sedikit ada jalan penerang untuk meminimalisir agar tidak terjadi kecurangan dalam hal penilian, sebab rata-rata dewan juri diambil dari tingkat SMP/MTs dan SMA di wilayah Kecamatan Waringinkurung. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pelaksanaan

Lomba yang diadakan pada tanggal 25 dan 27 Maret yang dihadiri hampir seluruh siswa- siswi se-Kecamatan Waringinkurung nampak antusias. Untuk lomba baca puisi, beberapa dewan juri yang didulat di antaranya; Rahmat Heldy HS (Penyair), Bambang (Ketua PGRI Kecamatan Waringinkurung) dan Rita (Kepsek SDN 4 Sasahan). Dari perlombaan ini terlihat ada geliat perubahan dalam pembelajaran sastra (puisi), secara kontekstual. Walaupun dibabak awal puisi dengan tema “Ibu” dibuat di sekolah masing-masing,  tetapi ketika mencari 10 finalis peserta membuat puisi sendiri dengan tema “Lingkungan,” inilah yang dimaksud kontekstual tadi. Murid yang membuat dengan jatah waktu 15 menit ini mampu menceritakan alam Waringinkurung dengan sangat lihai, ada yang menuliskan keindahan gunung sampai pengrusakan alam.

Dari hasil perlombaan itu juara I diraih Emah Hujaemah SDN Sukabares, juara II Siti Masyatul Laila SDN 2 Waringinkurung, dan juara III diraih oleh Qurotu A’yun SDIT Bina Insani.

Dalam hal lomba baca puisi, Rita selaku dewan juri puisi ketika diwawancaari wartawan Rumah Dunia.com menyampaikan unek-uneknya terkait perlombaan baca puisi tersebut. “Ekspresi dan mimik tidak begitu jelek dan juga tidak begitu baik, biasa-biasa saja. Begitu juga dalam hal intonasi” katanya. Tetapi ia meminta kepada guru-guru pendamping puisi, “Idealnya untuk guru-guru pendamping dapat melakukan perubahan dalam hal pembacaan, sebab setiap tahun gaya dan nada bacaan berubah,” tegasnya.” [Rahel]

KEKERASAN DI SEKOLAH

Kekerasan sekolahSERANG – Oleh Gading Tirta -

Ada ungkapan istimewa untuk guru sebagai seseorang yang mesti “digugu dan ditiru”. Apa pun yang dilakukan dan dikatakan guru adalah baik. Sedemikian mulia posisi guru dalam ungkapan ini. Mungkin, di jaman dahulu, guru memang orang-orang yang mumpuni dalam keilmuan dan arif dalam berkelakuan. Maka, lahirlah ungkapan di atas.

Lalu bagaimana dengan guru-guru masa kini? Mungkin jangan terlalu berharap para murid akan dengan nurut menerima perlakuan dari guru apalagi jika perlakuan yang dilakukan adalah perlakuan kekerasan dan melewati batas. Karena bisa jadi akan dilaporkan oleh murid.

Ini juga yang terjadi pada kepala sekolah SMA PGRI 2 Kota Serang yang dilaporkan oleh murid-muridnya (kelas 11 dan 12) pada Minggu, (22/11) karena dinilai melakukan kekerasan kepada beberapa muridnya. Belasan pelajar SMA PGRI 2 Kota Serang mengadu ke Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia Hak Asasi Manusia (LPSDM HAM) di kawasan Ciceri Kota Serang.

Para siswa ini mengaku diperlakukan tidak manusiawi hari Jumat sebelumnya. Mereka ditampar dan dicukur dengan paksa oleh Kepala Sekolah mereka. Malah, ada seorang pelajar putri yang masih terbaring di rumah akibat perlakuan kasar sang Kepala Sekolah. Karena perlakuan kasar itulah para pelajar ini meminta perlindungan dan bantuan kepada LPSDM HAM.

Diungkapkan para pelajar, bahwa perlakuan kasar Kepala Sekolah mereka secara tiba-tiba. Saat mereka memauki gerbang, Kepala Sekolah langsung menampar dan mencukur rambut mereka secara paksa. Dan ternyata, tindakan kasar seperti ini tidak hanya terjadi saat ini. Beberapa kali sang Kepala Sekolah sering melampiaskan kekesalan dan amarah kepada para siswa. Mereka juga mengaku orang tua mereka tidak terima anaknya diperlakukan demikian.

Direktur LPSDM HAM Agus Sutisna menilai perlakuan yang dilakukan Kepala Sekolah tersebut adalah salah dan dia berjanji akan terus memantau perkembangan kasus ini. Dia juga berjanji akan melaporkan hal tersebut ke Polres Serang, Kepala Dinas Pendidikan, dan Yayasan PGRI setempat. (Gading Tirta)

MGMP KABUPATEN SERANG GELAR LOMBA BACA PUISI

Pembacaan puisi di Banten Songo

Pembacaan puisi di Banten Songo

SERANG –Dalam rangka meningkatkan kemampuan apresiasi siswa terhadap sastra, maka, pada hari sabtu (7/11) kemarin, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Kabupaten Serang, mengadakan lomba baca puisi tingkat SMP Se- Kabupaten Serang, bertempat di Gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Serang di Penancangan. Pada perlombaan tersebut, yang diadakan sejak pukul ; 08.-01 siang, dan  diikuti oleh 32 peserta dari seluruh sekolah SMP Se- Kabupaten Serang. Bertindak sebagai dewan juri; Toto St. Radik (Penyair nasional), Firman Venayaksa (Dosen Untirta dan Presiden Rumah Dunia) dan Rahmat Heldy HS (Penyair Muda Banten dan Guru Bahasa dan Sastra di SMP-SMA Al Irsyad Banten).

Toto St. Radik, dalam sambutannya sebagai perwakilan dewan juri, menyampaikan ihwal penilaian, “Dalam hal penilaian ada tiga aspek yang menjadi penilaian dewan juri; yaitu vocal, penghayatan dan penampilan,” katanya. Lebih lanjut Toto menjelaskan “Selain tiga aspek tadi yang dianggap penting, maka penting pula para peserta untuk menjaga emosi dalam bacaan, sebab, ketika seseorang sudah pada taraf bacaan yang tinggi, maka kesalahan bisa sering terjadi, seperti; kesalahan bacaan, hilangnya baris dalam bacaan.  Dan juga keceletot lidah,”imbuhnya.

Dari perlombaan menyambut Bulan Bahasa tersebut, dengan sangat alot dan penuh kehati-hatian,  akhirnya ketiga dewan juri, memutuskan pemenang dalam lomba baca puisi tersebut, diantaranya; juara I diraih oleh Yeti Hildian dengan nilai 679 pesetra nomor urut 4 perwakilan dari SMPN 2 Waringinkurung, Juara II diraih oleh Istiqomah dengan nilai 677 peserta nomor 16 perwakilan dari SMPN I Mancak dan juara III diraih oleh Lia Nujulia dengan total nilai 676 perwakilan dari SMPN I Kramatwatu. Setelah para pemenang dibacakan dan diberi piala, atas desakan para guru selaku pembimbing, akhirnya, para dewan juri diminta untuk membacakan puisi. Rahmat Heldy HS, membacakan puisi “Kerawang-Bekasi” karya: Taufik Ismail, Firman Venayaksa memabaca puisi WS Rendra dengan judul “Terbunuhnya Atmokarpo” dan Toto ST Radik membaca puisi Taufik Ismail “Tukang Rambutan” dengan membacanya ketiga dewan juri diharapkan apresisai baca puisi tingkat SMP Se-Kabupaten Serang terus dapat ditingkatkan*** (Rahel)

SEMINAR SASTRA INDONESIA BAGI GURU SMP SE-KABUPATEN SERANG

SERANG—Untuk membekali ilmu pengetahuan guru Bahasa Indonesia tentang sastra, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Serang menggelar Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia, yang dilaksanakan di Aula Gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, komplek P dan K, Penancangan, Kota Serang pada Jumat (6/11).

Acara seminar tersebut diadakan terkait perlunya pengetahuan dan pembelajaran sastra untuk melatih kepekaan sosial terhadap prilaku dan budi pekerti anak didik. Pembekalan ilmu sastra bagi para guru sebagai penerapan pembelajaran bagi siswa di sekolah. Dalam Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia tersebut, menghadirkan pembicara seorang budayawan dan sastrawan Banten, bernama Gola Gong.

Menurut panitia penyelenggara bahwa ilmu sastra yang ada dalam penerapan kegiatan belajar dan mengajar tidak disampaikan secara khusus. Sementara keberadaan sastra dirasa sangat penting. Disamping itu, seminar ini dapat memperkaya ilmu bidang sastra. Bagi seseorang yang mendalami dan mengaplikasikan ilmu sastra tersebut diakui dapat menumbuhkan sikap kepekaan dan berbudi pekerti terhadap masyarakat dan alam.

Eroh Suneroh, salah satu orang dari MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Serang menegaskan, “Hasil dari seminar ini diharapkan para guru yang menjadi peserta dapat menerapkan ilmu sastra bagi anak didiknya secvara maksimal, sehingga dapat meredam prilaku negatif yang mengancam generasi muda karena pengaruh budaya asing.”[ND]

advert

Tags Kata

Gonjlengan

BE A WRITER: DARI YANG REGULER HINGGA EXCLUSIVE”

Pingin jadi pengarang? Penuli skenario? Jangan pusing-pusing. Untuk mengisi liburan pelajar/mahasiswa, yuk, kita isi dengan kegiatan bermanfaat.

Full Story | May 20th, 2010

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa*
Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari tabung [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong
MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak mengganggu [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK
I.
“ora et labora”
di pertigaan jalan menuju rumah
beberapa tukang becak menyemadikan nasib
: bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha
- memejam di tempat duduk
masingmasing-
II.
“nrimo ing pandum”
kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan
begitu saja kepada puingan matahari dan purnama
mereka mengabadikannya sebagai penanda becak
yang telah menerima dan menemukan kesadaran bahwa
lapar dan haus adalah
foto-doa
III.
“kerja adalah ibadah”
di sisi adzan,
kretek [...]

Full Story | July 18th, 2010