GMC GARAP VIDEO PROFIL MAN 2 SERANG

SERANG- Sebagai sekolah berstandar Internasional, MAN 2 Serang yang berada di Jalan KH. Abdul Hadi No.3 Cijawa Serang, terus melakukan terobosan. Kali ini, agar lebih dikenal masyarakat luas, pihak MAN 2 Serang membuat profil lembaga selama tiga hari. Sementara harinya tidak berurutan. Shooting akan dilaksanakan pada Senin (18/1), Rabu (20/1), dan Sabtu (23/1). Untuk penggarapannya sendiri, MAN 2 mempercayakan pada Gong Media Cakrawala (GMC). GMC adalah Production House (PH) yang merupakan badan usaha Rumah Dunia. Menurut Aji setiakarya, pimpinan proyek ini, GMC sudah cukup berpengalaman dalam penggarapan company profile. “Kita pernah garap profil Banten dari Humas Pemprov dan juga profil Polda Banten,” ujar Aji.

Kru yang diturunkan sendiri adalah RG Kedung Kaban sebagai kamera 1, dan Renaldi sebagai kamera 2.  Sementara bagian unit produksi dihandle saya.

Selain aktivitas pelajara dan guru, gambar yang diambil pun meliputi peringatan upacara, ruang lab-lab; lab IPA, Bahasa Inggris, Agama, dan lab Komputer. “Meski capek, kami tetap berusaha professional,” ujar RG yang sudah berpengalaman dalam pembuatan film indie. [Ahmad Wayang]

FILM ALA ANAK KELAS SD

Foto: http://i32.tinypic.com/14jqfbm.jpg

Foto: http://i32.tinypic.com/14jqfbm.jpg

CILEGON – Bisakah anak usia Sekolah Dasar (SD) membuat film? Jawabannya, asal diberi arahan, disediakan fasilitas, ternyata mereka bisa, kok.

Dulu, membuat film merupakan hal yang sulit kalau tiak memiliki dana besar. Sekarang? Dengan semakin canggihnya peralatan perekam gambar yang bisa didapatkan dari handycam atau handphone, berbekal dana relatif sedikit, sekarang orang bisa memprodeksi film. Film juga bisa diproduksi oleh hanya beberapa orang bahkan sendirian. Film jenis ini—yang dalam kualitas tidak kalah bagus dengan film komersil—biasa disebut film indie. Salah satu stasiun televisi swasta bahkan setiap tahun mengadakan kompetisi film indie.

Film juga ternyata bisa dikerjakan tidak hanya oleh dewasa melainkan juga oleh anak usia SD. Siswa kelas 6 SD Yayasan Mutiara Bunda Cilegon pada Jumat (27/11) lalu berhasil membuat sebuah film “detektif” yang ditonton bersama-bersama siswa lain. Tema film yang digarap adalah aksi pembongkaran penculikan seorang murid oleh penjahat. Film ini berdurasi sekitar 30 menit. Hebatnya, hampir semua digarap oleh siswa kelas 6 (mulai dari pemain sampai tim produksi) tanpa bantua para guru. Fairas Tsiqat, siswa kelas 6 SD, yang ikut menjadi tim prouksi film penculikan yang dibuatnya bersama teman-teman mengaku senang karena film yang diproduksinya akhirnya selesai juga.

Film ini adalah karya yang membanggakan baginya juga teman-temannya yang lain. Apalagi sebelumnya ia belum pernah membuat film.

Sebelum membuat film, para siswa diberikan pelatihan pembuatan film oleh pihak sekolah. Rencana tindak lanjur dari pelatihan itu para murid diberikan tugas membuat film. Dan hasilnya, membanggakan; anak SD bisa membuat film.

Kita berharap akan lahir sineas-sineas muda dari Banten yang akan membuat film-film berkualitas seperti Teguh Karya yang berasal dari Pandeglang itu. Siapa tahu salah satunya adalah para murid yang membuat film penculikan itu. [Gading Tirta]

KREATIFITAS SISWA MUTIARA BUNDA

mutiaraCILEGON, Roy Goozly – Membuat film kini bukan hanya milik orang dewasa, dengan membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan peralatan serba canggih. Sekarang pembuatan film sudah bisa dilakukan oleh para siswa termasuk sekolah dasar. Namun, tentu siswa SD kelas saja hasil produksinya akan berbeda. Hal itu terbukti dari hasil kreatifitas 6 sekolah Yayasan Mutiara Bunda Kota Cilegon.

Sebagai bentuk kreatifitasnya puluhan siswa sekolah dasar dari Yayasan Mutiara Bunda Cilegon, Jum’at (27/11), berhasil membuat sebuah film semi drama. Meski dibuat dengan sederhana namun hasilnya cukup membanggakan bagi siswa seusia mereka. “Film ini menceritakan tentang penculikan. Seorang teman yang diculik oleh penjahat saat mereka sedang bermain bersama.” ujar Fairas Tsiqat, siswa kelas 6, salah satu tim pembuatan film tersebut. Lalu dengan ke kompakkan serta kecerdasan teman lainnya penculikan itu pun akhirnya bisa terbongkar.

Film berdurasi sekitar 30 menit ini hampir semuanya dikerjakan oleh para siswa-siswi sekolah dasar kelas enam, mulai dari para pemain hingga tim produksinya. Hasil pembuatan film mereka diputar di hadapan puluhan adik-adik kelasnya. Film ini dibuat setelah mereka mengikuti pelatihan pembuatan film beberapa waktu lalu yang diadakan pihak sekolahnya dan tugas dari pelatihan tersebut adalah membuat film secara langsung dengan peralatan yang seadanya.

Pengalaman pembuatan film ini adalah yang pertama kali bagi fairas. Ia mengaku sangat senang karena akhirnya filmnya bisa selesai, yang lebih seru lagi menurut fairas hampir semuanya dilakukan para siswa. Para guru pendamping hanya memberikan araha-arahan secukupnya saja.[]

PADUKAN KURIKULUM BERBASIS ALAM

BALARAJA – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Itqon didirikan pada 1 Muharram 1428 Hijriyah, tepat pada 20 Januari 2007 di bawah yayasan El Rashied. Yayasan ini konsen pada bidang pengembangan sumber daya manusia berupa lembaga pendidikan, bimbingan, pelatihan, kursus, dan konsultasi pendidikan.

KURIKULUM

Tak banyak Sekolah yang memadukan kurikulum DIKNAS dan kurikulum khas (unggulan) berbasis alam seperti halnya SDIT Al Itqon, Balaraja, Tangerang ini. Selain itu al-Itqon punya kurikulum unggulan: Syirah Nabawiyah, Tahsin dan Tahfiz Al Qur’an, Outbond training, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, Multimedia, Traditional Games, Tadabur Alam dan berkebun, serta Life skill.

“Selain menciptakan lingkungan belajar yang islami, SDIT Al Itqon juga berupaya mengembangkan budaya belajar untuk belajar (learning how to learn) serta belajar sepanjang hayat (long life education),” papar Qomaruzzaman M.Ed, selaku ketua SDIT Al Itqon. ”Semoga tumbuh jiwa kemandirian dan kegemaran beribadah pada diri-diri anak didik sehingga bisa menjadi teladan bagi keluarga dan lingkungannya sebagai generasi Qur’ani,” imbuhnya.

Untuk kesadaran nilai-nilai ke-Islaman, anak-anak dilatih dengan kegiatan sosial: bulan amal, Pundi Amal Anak Soleh (PAAS) dengan menderma setiap Jum’at, kunjungan ke panti asuhan dan perkampungan kumuh, dan kebersihan diri dan sekolah.

PROSES BELAJAR

Pembelajaran dipagi hari dimulai dengan morning activities: pembukaan kelas, observasi kebun (menyiram tanaman), shalat Dhuha berjamaah, bimbingan baca Al Qur’an (tahsin dan tahfiz) dan praktik ibadah.

Untuk kelas 1, 2, dan 3 mereka lebih ditekankan perihal pertumbuhan motorik (bermain) dan perilaku akhlak Islami, amalan ibadah keseharian, tajwid, tahsin, hapalan juz amma dan surat Yasin.

Sedangkan kelas 3 sampai kelas 6 lebih pada dunia pengenalan komputer (multimedia), hapalan surat-surat pilihan Al Qur’an, teknologi tepat guna, serta diwajibkan berbahasa Arab dan Inggris pada hari dan tempat tertentu. Hari Sabtu yang merupakan X day (hari ekstrakulikuler), sebagai hari libur pembelajaran formal dalam kelas, diisi dengan kegiatan kesenian angklung. Sementara Selasa anak-anak libur belajar di kelas, dan diganti outbound dan life skill.

Hal yang unik dari proses pembelajaran SDIT ini adalah, penggunaan pengantar musik klasik atau sufi yang mengalun menyertai proses belajar. Hal ini di yakini agar sensor otak kanan berfungsi dengan baik. Selain itu, laporan hasil prestasi belajar siswa diberikan kepada wali murid dalam dua bentuk, yaitu buku hasil prestasi belajar (buku lapor) dan visual, gambaran kegiatan siswa selama proses pembelajaran dan aktivitas lainnya dalam bentuk VCD.

Dengan tenaga pengajar berjumlah 10 orang, SDIT Al Itqon mempunyai jadwal kegiatan temporal yang bersifat mingguan: Outbound, keterampilan tepat guna dan kesenian, pemutaran film islami. Ada pulan yang bersifat bulanan: up grading khusus tim fasilitator dan observasi lapangan (fildtrip) sesuai dengan tema besar pelajaran dalam satu semester, yang digelar tiga bulan sekali. Sementara untuk persemester, diadakan seminar wali murid. Sedangkan Balaraja Festival Expo digelar setahun sekali, dalam rangka milad pertama Al Itqon setiap 1 Muharram, dengan kegiatan Market Day, pameran kreasi siswa, open house, olimpiade al Qur’an dan sains, panggung seni kanak-kanak dan seminar pendidikan.

Terakhir adalah Al Itqon Super Camp (kemah bersama) yang merupakan kegiatan setiap akhir semester ganjil dan diadakan diluar lingkungan sekolah. [KH]

advert

Tags Kata

Gonjlengan

MENGOPTIMALKAN POTENSI TAMAN BACAAN MASYARAKAT

Oleh Gol A Gong
Beberapa kali saya kedatangan tamu yang selalu minta diajari membuat proposal pembuatan taman bacaan masyarakat. Mereka adalah para mahasiswa. Mereka menduga, bahwa saya mendirikan taman bacaan masyarakat bernama Rumah Dunia dengan membuat proposal. Saya katakan kepada mereka, bahwa Rumah Dunia tidak dibangun dengan proposal, tapi dengan kata-kata. Juga Rumah Dunia tidak dibangun [...]

Full Story | February 21st, 2010

Banten Kuliner

MAKANAN TRADISIONAL SERABI GURIH DAN ALAMI

SERABI GURIH DAN ALAMI

Oleh: Rama
Di pinggir jalan Bayangkara Sumampir Cilegon, atau tepatnya di depan Lapangan Bola Sumampir,

Full Story | February 8th, 2010

advert

Wisata Banten

PEMANDIAN CIPANAS SEHAT DAN SEGAR

LEBAK – Selain mimpi jadi kota pelajar, Lebak yang belum lama berusia 181 tahun ini juga rupanya menyimpan banyak keindahan alam. Saya belum lama ini sempat coba-coba menelisik, mengunjungi dan menikmati bahkan tadinya ingin menjamah semua tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Lebak, baru sebagian saja sih, mengingat beberapa tujuan wisata masih cukup jauh dan [...]

Full Story | December 27th, 2009

advert

Cerpen

BABI NGEPET BUKU

Cerpen Langlang Randhawa*
Alkisah, Banten punya taman budaya yang megah. Gedung berlantai lima yang berdiri di atas tanah bekas gedung kegubernuran Banten itu ramai dengan diskusi mengalahkan hiruk-pikuk mall-mall. Selain berada di jantung kota dan mewah, fasilitasnya pun mengalahkan Gedung Putih Amerika; kenyamanan, keamanan, pelayanan, dan kebersihan sangatlah terjaga dan tertata. [...]

Full Story | March 9th, 2010

Novel

SEGERA “TEMBANG KAMPUNG HALAMAN” KARYA GOL A GONG

Nantikan di bulan Februari 2010, cerita bersambung “Tembang Kampung Halaman”  karya Gol A Gong – dulu Gola Gong. Cerita ini pernah dimuat di majalah HAI  tahun 1990-an dan diterbitkan jadi buku mungil oleh Gramedia. Menceritakan anak-anak kampung dari kampung yang agraris di wilayah pesisir utara, lalu mengalami perubahan sosial.  Mimpi-mimpi dilontarkan setinggi bintang dan ada [...]

Full Story | January 21st, 2010

Puisi

PUISI-PUISI DEA ANUGRAH

KEPADA PISAU

airmatamu mengalir
sampai jauh
pelan pelan menghampir kesunyianku.
***

BLUES BUAT PEREMPUAN R
di kotaku. di kotaku yang jauh ini
selalu kutemukan kilau senyummu
pada lampu lampu jalan, pada bau malam yang khas
juga pada dingin angin pelabuhan.
padahal hidup
hanya menunda kekalahan
seperti payung
yang perlahan lahan sobek
dikoyak moyak angin kencang jelek.
di kotaku.
di kotaku yang jauh ini
aku selalu mengingat senyummu
meski hidup hanya serupa
payung [...]

Full Story | March 9th, 2010