SISWA SMKN 1 CIPANAS DEMO
rumahdunia | Warta Banten | March 16th, 2011 Comments Off
LEBAK—Ratusan siswa SMKN 1 Cipanas unjuk rasa di halaman sekolah setempat, Rabu (9/3). Dalam aksinya, siswa yang terdiri dari kelas X sampai XII itu membentangkan karton yang sudah dipenuhi tulisan tuntutan mereka. Demo yang digelar pukul 08.00 WIB sampai 12.00 WIB, berjalan lancar dan aman. Kendati, aparat keamanan dari Polsek dan Koramil Cipanas disiagakan. Setelah mencapai kesepakatan, aksi itu berpindah tempat ke ruang kelas dengan sistem dialog atau tanya-jawab.
Meliawati (17), Ketua OSIS SMKN 1 Cipanas sekaligus Koordinator aksi, saat diberi kesempatan menyampaikan aspirasi, menuntut pihak sekolah agar transparan terkait dana bantuan dan kenaikan dana operasional pembangunan (DOP) sekolah, Dana Sumbangan Pendidikan (DSP), disiplin waktu guru, fasilitas sekolah, kebijakan guru, kepala sekolah tidak salah gunakan dan diperjelas, dan hak-hak siswa.
“Kami minta pihak sekolah menjelaskan dengan transparan digunakan untuk apa dana bantuan yang masuk seperti BOMM (Bantuan Oprasional Menejemen Mutu), Bantuan Keluarga Miskin (BKM), dan kenaikan DOP dan DSP,” ujar Meliawati.
Senada dikatakan Anti (18), siswa kelas XII ini mengatakan, guru kerap melangar standar kompetensi kelulusan (SKL) dan melakukan indisipliner soal waktu dan menyalah-gunakan kebijakannya dalam hal memberikan pembelajaran. Padahal, kata Anti, siswa kelas XII sebentar lagi akan menghadapi ujian nasional.
“Kami hanya mau kami memperoleh hak kami sebagai siswa yang berhak memperoleh pengajaran yang sesuai dengan SKL. Bagaimana siswa mau pintar bila gurunya jarang masuk kelas dan kerap terlambat datang,” tegas Anti.
Kepala SMKN 1 Cipanas, Roshadi Rizky, mengakui dana bantuan yang masuk sekolah seperti BOMM, Bantuan Oprasional Sekolah Daerah (BOSDA), BKM, DOP, dan DSP, DOP, tidak dipublikasikan ke siswa.
“Semua itu pertanggung jawabannya sudah kami laporkan ke pusat (Kemendiknas) dan Pemda Lebak bukan ke siswa. Begitu juga dengan DSP dan DOP hasilnya sudah kami laporkan ke orangtua masing-masing,” kata Roshadi, yang disaksikan Kapolsek Cipanas, Asep Sukandarsuman, dan dewan guru SMKN 1 Cipanas.
Terkait fasilitas sekolah, Roshadi membenarkan, saat ini pihak sekolah baru menyediakan komputer, laptop, bangku, dan lapangan voli yang anggarannya diambil dari sisa BOMM tahun kemarin.
“Ya dana BOMM memang diperuntukkan untuk barang yang mudah habis seperti tinta, kertas, ATK dan lainnya. Tetapi itu sudah melalui kesepakatan dengan menejer BOMM,” ujarnya, seraya mengatakan, per siswa mendapat Rp 120 ribu/tahun 2010 dengan nilai Rp 31.990.000 untuk 2 jurusan tehnik komputer jaringan (TKJ) dan akuntansi. (Harir Baldan).

Pernahkah kamu diturunkan oleh sopir angkot ditengah jalan? Jika pernah, bagaimana perasaan kamu? Seorang penumpang, Udin, warga asal Sumur Pecung, Serang, pernah diturunkan dengan paksa. “Saat itu batin saya mengumpat habis-habisan, dongkol! Juga kesal, emosi, perjalanan terlambat, dan rencana jadi gagal,” cerita Udin. Peristiwa seperti itu terjadi juga pada Senin (16/11) pukul 10.00 WIB. Ratusan penumpang dari berbagai daerah di Banten diturunkan dengan paksa oeh para sopirnya. Kok, bisa?


