AKTIVIS KAMMI DEMO ATUT

Foto: http://1.bp.blogspot.com
Foto: http://1.bp.blogspot.com

SERANG – Perayaan Hari Ibu yang digelar setiap tanggal 22 Desember diisi aksi unjuk rasa oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banten pada Selasa (22/12). Para pengunjuk rasa ini melakukan orasi di depan Kantor Gubernur Banten yang menuntut Ratu Atut Chosiyah agar lebih dapat memberdayakan peran perempuan yang hingga saat ini terkesan dimarginalkan. Para pengunjuk rasa menilai, peranan Atut sebagai tampuk pimpinan Provinsi Banten yang juga sebagai seorang perempuan kinerjanya tidak terlihat dalam hal mendorong kaum perempuan untuk maju.

Selain menggelar orasi, para pengunjuk rasa juga membagi-bagikan sekutum mawar berwarna pink kepada petugas keamanan yang melakukan penjagaan di arena ujuk rasa.

Dikatakan kordinator aksi, Uswatun Hasanah, pihaknya kecewa terhadap Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang kurang peduli terhadap perkembangan wanita Banten. hal ini dibuktikan dengan tidak pernah datangnya Atut ke berbagai acara pemberdayaan perempuan yang KAMMI selenggarakan. Pada aksi ini, para pengunjuk rasa yang terdiri dari para kaum perempuan ini meminta Atut keluar dan menemui mereka untuk melakukan dialog. Namun karena telah lama menunggu dan Atut tidak juga keluar, sebagai bentuk protes, para pengunjuk rasa ini melempari kantor Gubernur Banten dengan puluhan bunga mawar berwarna pink. [Rudi gunawan]

PAKUPATAN RUSAK, SUPIR ANGKOT DEMO

SERANG – Kopas mogokPernahkah kamu diturunkan oleh sopir angkot ditengah jalan? Jika pernah, bagaimana perasaan kamu? Seorang penumpang, Udin, warga asal Sumur Pecung, Serang, pernah diturunkan dengan paksa. “Saat itu batin saya mengumpat habis-habisan, dongkol! Juga kesal, emosi, perjalanan terlambat, dan rencana jadi gagal,” cerita Udin. Peristiwa seperti itu terjadi juga pada Senin (16/11)  pukul 10.00 WIB. Ratusan penumpang dari berbagai daerah di Banten diturunkan dengan paksa oeh para sopirnya. Kok, bisa?

Bagi Ade Jaya Suryani, warga Cibaliung, yang sehari-hari asisten dosen di IAIN SMH Banten, KOPAS di serang itu tidak tahu aturan. “Berhenti dan jalan seenak udel. Kopas itu sama saja taksi. Kemana penumpang mau, diantarkan. Saya yang bermaksud ke tujuan Royal, dipaksa mengalah, muter dulu ke Cijawa, karena penumpangnya lebih banyak,” cerita Ade kesal. “Kalau menolak, ya, diturunkan!”

Peristiwa penurunkan paksa penumpang terjadi lagi Senin (16/11). Itu bermula saat massa yang menamakan diri “Paguyuban Angkot Kota Serang” (PAKS) menggelar aksi mogok massal, di depan gedung Walikota Serang dan DPRD kota Serang, jl. Jendral Sudirman, persis di depan kampus IAIN SMH Banten.  Aksi ini nyaris memicu terjadi bentrokkan kecil antara para sopir yang sedang berdemo dengan sopir angkot masih menarik penumpang di jalan Jenderal Sudirman. Alhasil, ratusan penumpang diturunkan dengan paksa dan terlantar. Para penumpang terpaksa berjalan sampai ke tempat tujuannya.

Dijelaskan Abah Jupri, seorang supir angkot, “Kami demo supaya Pemerintah Kota Serang merhatiin nasib kami (sopir – Red), yang selalu ngeluarin biaya perbaikan mobil. Soalnya jalan di terminal Pakupatan rusak berat. Padahal buat setoran aja nggak ketutup.” Abah Jupri beraslasan protes, karena terminal bus Pakupatan di Serang Timur kondisinya rusak berat. Jalanannya kalau musim kemarau berdebu dan musum hujan mirip sawah dengan kubangan kerbau.

Apa yang disampaikan oleh Abah Jupri diamini oleh Yusi (45), sopir asal Ciomas. Dia mengharapkan, semoga empat tuntutan segera direalisasikan. Yosi menjelaskan 4 tuntutan itu, “Perbaiki jalan terminal Pakupatan, rapihkan teryek di kota Serang yang semrawut, hilangkan terminal bayangan di Warung Pojok, Kemang, Kebon Jahe dan berdayakan terminal Cipocok Jaya.”  Masih kata Yusi, sebelum aksi demo ke gedung walikota Serang, para sopir yang tergabung di PAKS mendatangi terminal Pakupatan. “Kami menanam menamam pohon pisang dan ikan lele di kubangan air.’ Jalan di dalan terminal Pakupatan banyak yang berlubang dan kalau musim hujan mirip kubangan kerbau.

Seperti diberitakan “Banten Pagi” di Banten TV edisi Selasa (17/11), Sulhi Choir, Sekot Serang mengatakan, “Pemkot bersama Pemprov Banen akan membangun terminal Pakupatan menjadi lebih baik.” Untuk jalan terminal sementara akan diurug dulu. Tapi perbaikkannya di tahun 2010. Pihak Pemkot Serang tidak berani mengambil keputusan terkait tuntutan para supir angkot, karena Ketua Organda yang baru dilantik minggu depan. Sabar, ya, sabar. (Harir Baldan)

WARGA NILAI WALIKOTA CILEGON PENJAJAH

Jika pemuda malas,maka itu danger alias berbahaya

CILEGON – Ribuan warga yang mengatasnamakan Solidaritas Perjuangan Masyarakat Cilegon Menggugat demo Walikota Cilegon Tubagus Aat Syafaat (10/11). Mereka berasal dari para serikat buruh kontrak PT. Krakatau Steel dan unsur masyarakat umum. Mereka mendatangi kantor Walikota Cilegon dan menyatakan bahwa Walikota Cilegon sebagai penjajah dan raja maling.

Para pengujuk rasa nyaris bentrok dengan ratusan massa lainnya yang mendukung walikota yang berada di dalam kantor Walikota Cilegon. Untungnya, pihak kepolisian Polres Cilegon dapat mengendalikan adu bentrok massa pendukung dan pendemo walikota ini.

Ribuan massa ini datang dalam tiga tahap. Awalnya, masa datang dengan jumlah puluhan. Tak lama kemudian ratusan warga datang membentangkan baliho besar bertuliskan “Walikota Cilegon Aat Safaat penjajah dan raja maling”. Terakhir, ribuan massa kembali datang bergabung. Mereka berasal dari serikat buruh PT. Krakatau Steel Cilegon yang sejak Kamis 5 November lalu menuntut pembayaran dana Jamkesos.

Sejumlah tuntutan dari pengunjuk rasa mereka tujukan kepada Walikota Cilegon di antaranya mereka meminta pertanggungjawaban pengelolaan dana Jamsostek, pembebasan lahan Kubangsari, serta tuntut raja koruptor. Tak hanya itu, mereka juga menyatakan bahwa Walikota Cilegon telah berbuat sewenang-wenang dengan jabatannya untuk kepentingan pribadi. Bahkan mereka menilai Aat Safaat telah mengadu domba masyarakat. (BH)

advert

Tags Kata

Gonjlengan

BE A WRITER: DARI YANG REGULER HINGGA EXCLUSIVE”

Pingin jadi pengarang? Penuli skenario? Jangan pusing-pusing. Untuk mengisi liburan pelajar/mahasiswa, yuk, kita isi dengan kegiatan bermanfaat.

Full Story | May 20th, 2010

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa*
Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari tabung [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong
MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak mengganggu [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK
I.
“ora et labora”
di pertigaan jalan menuju rumah
beberapa tukang becak menyemadikan nasib
: bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha
- memejam di tempat duduk
masingmasing-
II.
“nrimo ing pandum”
kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan
begitu saja kepada puingan matahari dan purnama
mereka mengabadikannya sebagai penanda becak
yang telah menerima dan menemukan kesadaran bahwa
lapar dan haus adalah
foto-doa
III.
“kerja adalah ibadah”
di sisi adzan,
kretek [...]

Full Story | July 18th, 2010