MUSA RESMI PESERTA PILKADA KOTA CILEGON

CILEGON-KPUD Kota Cilegon menetapakan pasangan H.Ali Mujahidin.SH.I dan Syihabudin Sybli.BSc resmi sebagai peserta Pilkada Kota Cilegon 2010 pada Minggu (7/3). Pasangan yang disingkat menjadi MUSA telah menyatakan siap untuk maju sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota dihadapan para Juklak dan Gerakan Khusus Jaringan Pemenangan TPS Tim Sukses MUSA se-Kecamatan Purwakarta bertempat di Kampus Al-Khaeryiah Citangkil. Pasangan MUSA (Ali Mujahidin dan Syihabudin) diusung tiga partai yaitu, Partai Demokrat, PKB, dan PPP. Bersamamereka ingin mewujudkan perubahan kehidupan masyarakat Kota Cilegon yang lebih baik. “Kita sudah berani menyatakan diri sebagai calon walikota dan wakil walikota Cilegon, karena kami sudah dapat kabar dari KPUD bahwa MUSA telah resmi lolos administrasi,” ujar Syihabudin yang siap berlaga memenangkan Pilkada Cilegon pada 9 maret nanti.

Sementara itu, dalam kesempatan sambutannya, calon wakil Walikota, Syihab membantah keras mengenai isu yang berkembang dalam masyarakat, yakni pasangan MUSA hanyalah boneka yang sudah dibeli 24 milyar oleh lawan politiknya. “Itu adalah finah, isu yang menyesatkan dan sama sekali tidak benar,” kata Syihab meluruskan isu yang terlanjur berkembang dalam masayarakat saat ini.

Sedangkan calon Walikota Cilegon, H. Ali Mujahidin atau yang akrab disapa Mumu menyatakan bahwa perlu ada cita-cita perubahan dalam pembangunan kota Cilegon. ”Cita-cita perubahan saja tidaklah cukup. Cita-cita harus dibarengi dengan perjuangan yang ikhlas dengan testis dan strategi yang jitu. Kerjasama untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita rakyat yang menghendaki perubahan, ” kata Mumu yang mengajak para Tim Sukses MUSA untuk memperjuangkan perubahan bersama-sama. Jangan berlaku seperti preman karena masyarakat kota Cilegon sesungguhnya adalah Masyarakat santri berakhlakul kharimah yang memiliki martabat, kehormatan, dan harga diri. Kita lihat saja nanti! [RAMA]

MAKANAN TRADISIONAL SERABI GURIH DAN ALAMI

SERABI GURIH DAN ALAMI

Foto: http://miftahalfarissy.files.wordpress.com/2009/05/1surabi5.jpg

Oleh: Rama

Di pinggir jalan Bayangkara Sumampir Cilegon, atau tepatnya di depan Lapangan Bola Sumampir, lanjutkan membaca »

PELATIHAN PUISI SOL MTsN CILEGON

SERANG—Ratusan siswa dan siswi berseragam olahraga biru-putih bertuliskan Madrasah Tsanawiyah Negeri Cilegon di samping celana panjangnya, Sabtu (6/2) sekitar pukul 09.00 WIB berdatangan ke Rumah Dunia. Ratusan siswa-siswi MTs Negeri Cilegon itu sedang melaksanakan program sekolah Study Orientasi Lapangan (SOL) yang terdiri dari kelas VIII A, B, C, D, dan E. Sebelumnya, Rabu (27/1) yang lalu, dari MTs Negeri Cilegon kelas VII D dan F juga pernah melaksanakan program SOL-nya di Rumah Dunia dengan tema Mendongeng. Tapi, untuk kali ini program SOL MTs Negeri Cilegon untuk kelas VIII mengambil tema Belajar Puisi.

Untuk SOL sendiri, menurut Niken Puji Suharti, S.Pd.I selaku ketua panitia mengatakan bahwa program SOL sudah diadakan setiap tahunnya. “Program SOL ini disesuaikan dengan materi pelajaran. Kebetulan tema kali ini tentang Puisi maka sesuai dengan materi pelajaran Bahasa Indonesia dan Sastra,” terang Niken, yang di sekolah menjabat sebagai guru Bimbingan Konseling, “Untuk pengadaan SOL sendiri dilaksanakan setiap semester 2 atau semester 3. Saat ini jumlah siswa ada 198 orang,” sambungnya.

Sebelum acara pemaparan materi Puisi di mulai. Terlebih dahulu, Muhzen Den salah satu relawan Rumah Dunia yang bertanggungjawab dalam acara kunjungan ini menyapa siswa-siswi dan para guru dari MTs Negeri Cilegon sambil mengenalkan beberapa relawan dan menjelaskan tentang  Rumah Dunia. “Nanti materi puisi akan disampaikan oleh Mas Toto ST Radik selaku penasehat RD dan penyair nasional serta Rahmat Heldy HS selaku guru SMA Al Irsyad dari Waringin Kurung,” Deden biasa dipanggil membuka acara. “Baik, untuk selanjutnya, mari kita sama-sama menonton film dokumenter tentang RD,” katanya sambil tersenyum ramah. Sekitar 15 menit siswa MTs Negeri Cilegon diperkenalkan tentang Rumah Dunia dan menonton film dokumenternya, barulah acara inti tentang pembelajaran puisi di mulai.

Tips Menulis Puisi “Acak Kata”

Pada awal pemaparan materi tentang puisi, Toto ST Radik tidak langsung ke inti melainkan mengenalkan apa itu puisi? Lalu setelah itu, ia menyampaikan bagaimana menulis puisi? “Menulis puisi itu gampang-gampang susah atau bisa saja susah-susah gampang. Kenapa bisa begitu? Karena menulis puisi butuh perenungan dan kata yang di tulis tidak asal, kata-katanya terpilih,” terang Toto sambil menunjukkan puisi karya siswa MTs yang di tulis di selembar kertas setelah di awal dibacakan oleh siswa tersebut. “Contohnya seperti puisi berjudul Bunda karya Mila ini. Kata-katanya terpilih, dan tidak biasa,” tambah Toto. Di sela-sela memaparkan materi tentang puisi, Toto ST Radik juga memanggil kang Rahel panggilan akrab Rahmat Heldy HS untuk membacakan puisi-puisinya.

Setelah itu, Toto juga menerangkan untuk membuat puisi kita harus mempunyai bendahara kata yang banyak dalam otak kita. Oleh karena dengan begitu kita mampu memilih kata yang bagus. “Jika bendahara kita sedikit, pasti kata-kata dalam puisi kita hanya akan ada kata-kata itu-itu saja,” kata Toto. Toto juga menjelaskan dengan metode acak kata, yang setiap kata-katanya di pilih oleh siswa dan ditulis di papan tulis. Masing-masing siswa menyumbang satu kata yang menurutnya menarik dan favorit. Lalu dari kata itu dibuat satu paragraf puisi, dengan cara disambung-sambungkan menjadi sebuah kalimat. Begitulah cara Toto ST Radik menerangkan cara pembelajaran puisi. “Bagaimana adik-adik, mudah tidak membuat puisinya!” tegas Toto memberi pemahaman kepada 198 siswa yang hadir saat itu. Namun siswa tak ada yang berani mengatakan mudah dalam membuat puisi itu. “Susah-susah gampang!” dan “Gampang-gampang susah!” begitu jawaban siswa MTs Negeri cilegon secara serempak dengan nada malu-malu ketika saat sesi tanya-jawab.

Tips Menulis Puisi Copy The Master

Setelah Mas Toto ST Radik selesai memaparkan tentang materi puisinya dengan metode yang ia gunakan. Kali ini, Rahel mendapat giliran untuk menyampaikan materi yang sama tapi dengan metode yang berbeda. Rahel dalam penyampaian materinya itu lebih kepada bagaimana membuat puisi itu dengan cara copy the master atau dengan menuliskan kembali puisi orang lain, lalu tiap larik di ganti dengan kata-kata dari kita. “Jika sudah diubah, puisi punya orang tadi kita ganti dengan kata-kata yang kita punya,” kata Rahel. “Tapi, jangan sampai ada yang sama. Itu namanya plagiat atau meniru,” sambungnya.

Dalam pemaparan materi puisinya, Rahel lebih banyak mencontohkan bagaimana membaca puisi yang baik. Dia membaca beberapa contoh puisi karyanya sendiri yang terkumpul di buku puisi Kampung Ular, dan  beberapa puisi karya penyair lainnya seperti Chairil Anwar dan Sutardji Calsoum Bachri. “Kalau mau membacakan puisi jangan dengan gaya tahun 70-an. Masa baca puisi dengan gaya lemes tanpa ekspresi. Harus dengan gaya baru. Dengan gaya 2010-an yang penuh semangat di tambah dengan gestur tubuh serta ekspresi, agar pembacaan puisinya tampak berani dan percaya diri,” ujar Rahel penuh semangat menggebu-gebu yang membuat para siswa yang hadir terantusias dan bersemangat. “Biasa saja ya, melihat Bapak baca puisi. Jangan sampai ada yang melamun. Nanti takut kesurupan,” masih Rahel. Terlebih saat Rahel, di tengah-tengah pembacaan puisi Air Mata Kami karya Sutardji sampai ‘muncrat’ saking semangatnya. “Itu, tenaga dalam saya. Saya kadang menggunakan tenaga dalam saya, jika sedang membaca puisi,” kilah Rahel yang langsung di sambut suara tawa dari para siswa.

Diakui juga oleh Mila Ulfah salah satu siswa MTs Negeri saat di tanya oleh wartawan www.rumahdunia.com mengenai cara pembuatan puisi. “Puisi berjudul Bunda itu adalah puisi pertama saya,” kata siswi kelas VIII B ini menjelaskan. “Membuat puisi gampang-gampang susah. Tapi ketika menyaksikan pemaparan tadi membuat saya bersemangat dan tertantang,”  masih Ulfah.

Ketika jarum jam menunjukkan pukul 01.30 WIB, acara pembelajaran puisi itupun usai dengan pemberian cideramata dari MTs Negeri Cilegon pada Rumah Dunia. “Semoga dengan pembelajaran puisi ini, anak-anak bisa lebih berkembang dan bisa menjadi penerus penyair di Banten nantinya,” kata Zakiya S.Pd., berharap.[Ahmad Wayang]

PUISI-PUISI TATANG ADE CHANDRA

KEPASTIAN TENTANG KERAGUAN

Seperti kau tak menerima pendapatku, aku juga tak begitu saja menerima pendapatmu.

Hingga akhirnya aku terantukantuk sesuatu yang tak bisa aku ketuk. Segala resah, keluh dan kesah. Entah, sepertinya mau sirna dan berubah.

mungkin itu dirimu

di balik jeruji yang sudah terbuka

apakah itu bayangmu

yang bisa keluar masuk terali jiwa

Tak mungkin angin membawa kabar, mustahil nyanyian dari rumput yang bergoyang. Mulutmu pembawa kabar yang memuntahkan kata. Nyanyian itu di jiwamu mendesahkan senandung.

adalah suatu kepastian yang aku inginkan darimu

dasar harapan tentang

keraguan yang ingin kusingkirkan darimu

***

1/3 MALAM

Malam ini kita melukis apa?

Bintang atau gelap?

Berbincang dengan pekat

Senda tanpa sendawa

Melihat dengan picingan mata dan

sedikit kerutan dahi

Sudah menambahkah pengetahuan kita

hari ini?

***

KOSONG

laparku sudah mengendap

terjejali kosongnya waktu

kukembangkan kematian jadi dahaga

aku bingung dengan langkah

aku kehilangan hari-hariku

sesak, sesaak!

aku tak bisa menjawab pertanyaan

“bagaimana selanjutnya?”

***

Tatang Ade Chandra, kelahiran Ciomas Banten, buruh pabrik lulusan Teknik Kimia Untirta. Pernah mengikuti Kelas Menulis di Rumah Dunia, Serang, Banten.

***

REDAKSI menerima kiriman puisi 5-6 judul disertai biodata, alamat, foto diri, dan nomor rekening bank dalam satu file attachment ke puisi@rumahdunia.com. Puisi yang dimuat akan diberi honorarium sebesar Rp. 50.000,- per-edisi.

PALM HILL FOOD ARCEDE DENGAN PEMANDANGAN KOTA CILEGON

CILEGON – Palm Hill Food Arcede merupakan area pusat jajanan outdoor yang dibangun di lereng bukit yang terletak di kawasan Perumahan Palm Hill Cilegon. Suguhan yang paling menarik dari tempat ini adalah pengunjung dapat menikmati suasan yang berbeda, yaitu selain menikmati sajian aneka makanan Nusantara, pengunjung juga dapat melihat panorama indah Kota Cilegon dari bukit.

Letak Palm Food Arcede (pondok palem) sangat strategis. Jika anda keluar dari pintu Tol Cilegon Barat, anda bisa mengambil jalan kampung Kubang Wates ke kiri, terus hingga sampai ke pintu gerbang Perumahan Palm Hill, jarak yang ditempu sekitar 800 meter. Sedangkan jika anda dari arah Kota Cilegon atau Merak, sesampainya di Pusdiklat atau Kampus Untirta Cilegon, anda bisa memasuki kawasan Komplek KS dengan mengambil Jln. Semang Raya (melewati kampus SMAN2 KS dan RS KS), jarak yang ditempuh sekitar 1 km.

Palm Hill Food Arcede merupakan satu-satunya tempat makan yang berada di perbukitan kota Cilegon dan menawarkan pemandangan indah kota Cilegon secara langsung. Jika anda datang pada siang atau pun sore hari, anda bisa mendapatkan pemandangan kota cilegon yang terlihat hijau, rentetan atap-atap rumah, kawasan pabrik industri, pusat perbelanjaan seperti mal, bahkan masjid terbesar di kota cilegon, yaitu Masjid Agung Nurul Ikhlas. Jika berpaling ke arah barat, anda bisa melihat laut selat sunda. Tak kalah indahnya jika anda datang pada malam hari, Kota Cilegon seolah berubah dengan gemerlapnya lampu-lampu. Terutama jika anda melirik ke kawasan Industri, pemandangan lampu-lampu memang indah untuk selalu dinikmati. Kapal-kapal yang berada di perairan selat sunda pun seolah tak mau kalah dengan memamerkan gemerlap lampunya.

Berbagai fasilitas pendukung dibangun dikawasan ini. Seperti adanya 30 kios yang dibangun dengan nuansa back to nature, menyajikan makanan khas nusantara dengan ditunjang deretan tempat makan yang luas. Dilengkapi pula dengan aula yang bisa digunakan untuk live musik. Sebuah areal hall seluas 100m2 dengan atap light steel. Pengunjung juga jangan merasa khawatir dengan kendaraan, karena areal parkir yang cukup luas itu dijaga ketat oleh petugas dan dibebaskan dari biaya parkir alias gratis. Fasilitas umamnya pun tersedia seperti toilet dan musolah. Pihak pengelola berencana dalam waktu dekat ingin memasang hot spot internet yang bisa di akses oleh pengunjung.

Palm Hill Food Arced dibuka sejak bulan mei 2008. Langsung mendapatkan sambutan yang bagus dengan banyaknya pengunjung. Bahkan menurut Marketing Exekutive Palm Hill, Agnes Dewi mengatakan, pengunjung bukan hanya berasal dari masyarakat Cilegon saja, melainkan dari luar kota seperti Serang dan Tangerang. Bahkan tempat ini biasanya dijadikan persinggahan para wisatawan dari Jakarta ataupun daerah lainnya dalam perjalanan wisata kawasan Pantai Anyer dan Carita.

Palm Hill Food Arcede memang cocok di kunjungi oleh berbagai kalangan. “Kami disini mengkonsep tempat yang memang cocok untuk tempat berkumpul, baik tempat nongkrong para pemuda, berkumpul dengan keluarga, bahkan golongan pekerja eksekutive yang biasanya berkumpul seusai jam kerja,” kata Agnes saat di kunjungi wartawan rumahdunia.com di kantor pemasaran Palm Hill.

Prospek pedagang cukup bagus. Terutama pada malam minggu yang biasanya rame. Namun saat di singgung masalah pendapatan, Jaka sala satu pemilik kios mengatakan, “Masalah pendapatan tidak bisa tetap, namanya juga dagang, kadang ada kurang dan ada lebihnya. Tapi setidaknya untuk menutup modal bisalah.”

Hal serupa di katakan Ibu Tomas, sala satu pemiliki kios, jika suasana rame kadang dagangannya bisa habis. “Kalo hari malam minggu selalu ramai oleh para pemuda yang berkumpul, komunitas motor, atau siapa punlah. Sampai-sampai meja kadang penuh dan gak muat,” kata Ibu Tomas yang mumbuka usahanya sejak awal dibukanya pondok makan ini. Ibu Tomas menambahkan, “Pelanggan biasanya sepi kalau siang hari, atau saat cuaca buruk seperti hujan terus-terusan.”

Karena berdekatan dengan tempat tinggalnya, Sinta seorang ibu muda warga Kompleks KS menuturkan alasanya sering mengunjungi Palm Hill Food Arcede karena lebih senang makan diluar bersama suami dan seorang putrinya. “Kadang kita pengen santai saja setelah beraktifitas. Apalagi suami capek seharian kerja dan saya juga kerja. Di rumah malah tambah jenuh. Jadi apa salahnya melepas lelah dengan bersantai disini,” kata Sinta, seorang karyawati di perusahaan suasta di Cilegon.

Berada di lereng Bukit pada malam hari, jelas saja menyiratkan suasana sejuk dan romantis bagi pasangan yang kasmaran. Seperti Edo dan Stela yang baru menjalin kasih tiga minggu yang lalu. Dengan malu-malu Edo mengaku kalau ini sebenarnya moment kencan pertamanya. “Gue tahu dari temen aja, kalau tempat ini asik. Ya udah kita kesini. Lagian kalau ke mol kayanya udah biasa ya,” kata Edo, mahasiwa Untirta.

Palm Hill Food Arcede sering menggelar berbagai event. Seperti pernah mengadakan pertunjukan magician ternama yaitu Master Sutarno, promosi album band indie, serta promosi berbagai produk makanan. {Rama Rahmat)

advert

Tags Kata

Gonjlengan

BE A WRITER: DARI YANG REGULER HINGGA EXCLUSIVE”

Pingin jadi pengarang? Penuli skenario? Jangan pusing-pusing. Untuk mengisi liburan pelajar/mahasiswa, yuk, kita isi dengan kegiatan bermanfaat.

Full Story | May 20th, 2010

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa*
Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari tabung [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong
MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak mengganggu [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK
I.
“ora et labora”
di pertigaan jalan menuju rumah
beberapa tukang becak menyemadikan nasib
: bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha
- memejam di tempat duduk
masingmasing-
II.
“nrimo ing pandum”
kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan
begitu saja kepada puingan matahari dan purnama
mereka mengabadikannya sebagai penanda becak
yang telah menerima dan menemukan kesadaran bahwa
lapar dan haus adalah
foto-doa
III.
“kerja adalah ibadah”
di sisi adzan,
kretek [...]

Full Story | July 18th, 2010