<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Dunia Gol A Gong Banten Baca Buku Taman Bacaan Perpustakaan &#187; Change With Reading</title>
	<atom:link href="http://rumahdunia.com/isi/tag/change-with-reading/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahdunia.com/isi</link>
	<description>Rumah Dunia,Banten,buku,taman,bacaan,taman bacaan,Gol A Gong,majalah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 14:19:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>TIDAK LAGI SEPERTI KATAK DALAM TEMPURUNG</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/19/tidak-lagi-seperti-katak-dalam-tempurung/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/19/tidak-lagi-seperti-katak-dalam-tempurung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 13:38:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Change With Reading]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Banten]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2986</guid>
		<description><![CDATA[Ketika saya diberi tahu pencanangan “Change with Reading’ pada Sabtu, 9 Januari 2010 di Rumah Dunia, saya jadi ingat kampung sendiri, yang bernama Bojong Sukadalem, Waringinkurung, yang kini telah rusak oleh tebasan buldozer dan limbah kompleks. Ketika masih kecil, kampung saya sangatlah eksotis. Tak ada deru kendaran yang meraung-raung mengganggu gendang telinga, tak ada penggusuran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Abdul-Salam.jpg"><img class="size-full wp-image-2987  alignleft" title="Abdul Salam" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Abdul-Salam.jpg" alt="" width="380" height="406" /></a>Ketika saya diberi tahu pencanangan “Change with Reading’ pada Sabtu, 9 Januari 2010 di Rumah Dunia, saya jadi ingat kampung sendiri, yang bernama Bojong Sukadalem, Waringinkurung, yang kini telah rusak oleh tebasan buldozer dan limbah kompleks. Ketika masih kecil, kampung saya sangatlah eksotis. Tak ada deru kendaran yang meraung-raung mengganggu gendang telinga, tak ada penggusuran tanah, tak ada limbah yang menyebabkan badan gatal-gatal ketika mandi di sungai. Bahkan dulu ibuk pernah bercerita setiap hari sehabis ngangon kambing kalau pulang merasa haus, saya tinggal mencengkukkan kedua telapak tangan ke dalam air. Air sungai masih jernih sampai-sampai bisa langsung diminum.</p>
<p>KAMPUNG GUSUR</p>
<p>Tapi, sekitar tahun 1998 ketika Suharto runtuh dari jabatanya sebagai Presiden RI kedua, kampung saya jadi amburadul. Ladang, sawah, kebun semuanya hilang ditebas buldozer. Cerita dari ayah pada masa itu, masa ketika tanah, sawah, kebun ditebas buldozer gara-gara penguasa yang memaksa menyuruh menjual ladang, sawah, kebun milik masyarakat kampung Bojong. Waktu itu penjualan tanah tidak dengan harga yang semestinya diterima pemilik tanah. Sawah, ladang, kebun dibeli dengan harga yang cukup murah.</p>
<p>Bapak adalah salah satu orang yang tidak mau menjual ladang, sawahnya. Tapi, keadaan yang dihadapi Bapak memang dilematis. Kalau tak dijual tanah Bapak akan tergusur oleh penggusuran atau tanah di sekeliling tanah Bapak akan dikeruk dan tanah Bapak menjadi moncir (tinggi) sehinga lama-lama akan habis, longsor. Akhirnya, Bapak menjualnya dengan harga yang cukup murah meriah!</p>
<p>Dari situ, kampung yang eksotis dengan air sungai jernih  dan sawah ladang yang membentang, kini menjadi kompleks perumahan. Sungai, kini menjadi hitam bertabur sampah non organik mengambang dipermukaanya. Air sungai yang tadinya bisa langsung diminum, kini malah menimbulkan bencana penyakit gatal-gatal, kudis, dan koreng. Selamat tinggal kampung halaman. Kampung yang menampung kelahiran dan masa kanak-kana saya. Saya teringat sebuah sajak  penyair Toto ST Radik yang berjudul “Elegi Serang” (Ode Kampung, 1994); selamat pagi, cintaku/tanah sebelah mana lagikah/bakal kautanam pabrikpabrik/dan mimpi buruk?</p>
<p>SANTRI</p>
<p>Lulus dari sekolah dasar (SD) tahun 2004, saya mondok di pesantern Al-Irsyad, Waringinkurung. Waktu itu, resmilah saya menjadi seorang santri. Setip hari saya sekolah di SMP Al-Irsayd. Pulang sekolah, istrirahat sebentar lalu mengaji. Setelah mengaji sekitar setengah atau satu jam, berangkat lagi mengikuti ekskul di sekolah dari pukul  2 siang sampai 5 sore. Setelah eskul langsung beres-beres, mandi, makan dan berangkat lagi ke mushola; mengaji, sholawatan sambil menunggu beduk azan magrib. Setelah magrib, mengaji lagi. Santri-santri junior dibebaskan memilih tutor (kakak santri) yang sudah disepakati. Kegiatan malam, selain mengaji, juga belajar bahasa Inggris, bahasa Arab, kaligrafi, berceramah, dan fiqih. Setiap malam, kegiatan belajar seperti ini tak pernah libur. Dan santri yang tak mengikuti kegiatan belajar malam akan dihukum. Sangsinya beragam, mulai dari menghafal Juz Amma, membersihkan halaman, mencuci kamar mandi, dll.</p>
<p>Selama menjadi santri (tiga tahun) di Al-Irsyad, banyak kemajuan yang saya alami, salah satunya kulit saya agak menguning. Padahal, kata ibuku dan tetangga di rumah, dulu kulit saya hitam mirip silit kekenceng alias pantat wajan karena setiap hari ngangon kambing. Hal yang tak kalah penting &#8211; masih menurut ibu &#8211; saya sudah tak rajin menarik-narik kutang ibu lagi untuk meminta uang. Hanya tiga tahun saya mondok. Padahal ada yang bilang kalau mondok tiga tahun belum bisa dikatakan mondok. Syarat mondok itu harus enam tahun. Wih suwe amat!</p>
<p>Sayangnya, di tempat saya mondok tidak ada perpustakaan buku umum; novel misalnya. Atau buku-buku filsafat, sosiologi, sejarah, dan diiplin ilmu lainnya, sehingga saya kurang wawasan.</p>
<p>RUMAH DUNIA</p>
<p>Selesai Ujian Nasional, Bapak mengusulkan untuk pindah sekolah. Terus berdiam di satu tempat tak akan berkembang, baik pengalaman dan wawasan. Itu seperti katak dalam tempurung. Kakak saya, Rahmat Heldy membawa saya ke Rumah Dunia. Dia dulu pernah di Rumah Dunia.</p>
<p>Alhamdulillah saya dipertemukan langsung dengan pendiri Rumah Dunia, Gol A Gong. Obrolan kecil terjadi antara kakakku dengan Gol A Gong. Setelah Gol A Gong mengobrol dengan kakakku, Gol A Gong bertanya ini-itu. Pertanyaan yang diajukan seputar profilku. Obrolan pun terputus saat tamu dari majalah Annida datang. Mungkinkah Gol A Gong mengizinkan?</p>
<p>Ketika Gol A Gong pergi, kakaku mengobrol dengan Relawan Rumah Dunia; Roy Goozly, yang waktu itu masih pelajar di SMA PGRI 2 Serang. Kakakku menyakan kualitas SMA PGRI 2. Roy mnyarankan saya masuk ke SMA PGRI 1 saja. Kata Roy, kualitas dan disiplin SMA PGRI 1 lebih baik dari PGRI 2. Akhirnya, saya mendaftar di SMA PGRI 1.</p>
<p>Satu minggu kemudian, saya dan kakakku datang lagi ke Rumah Dunia. “Setelah saya sepakati dengan kawan-kawan yang ada disini, adikmu boleh tinggal di sini,” kata Gol A Gong. “Karena mengingat relawan disini juga sudah pada bekerja, seperti Aji Setiakarya, Langlang Randahawa, Rimba Alang-alang, dan Ibnu Adam Aviciena. Tapi, jangan malas karena disini selalu ada kegiatan setiap harinya,” lanjut Gong.</p>
<p>Saya seperti berada di sorga. Inilah mungkin yang dinamakan “Change with Reading”. Setiap hari saya berkubang dengan buku, diskusi, latihan pidato, menonton pertunjukkan puisi, berorganisasi, bertemu dengan pengarang-pengarang terkenal seperti Habiburahman El-shiraz, Asma Nadia, pejbat-pejbat pnting di Banten, dan masih banyak lagi orang-orang hebat yang saya lihast.</p>
<p>Sudah satu tahun enam bulan saya bergabung di Rumah Dunia. Alhamdulillah sudah banyak ilmu yang saya dapat baik ilmu berbicara, ilmu menulis, ilmu menerima tamu, dll. Saya yang tadinya minder menghadapi perempuan, kini gara-gar buku, tidak lagi. Saya bahkan sudah pandai mnulis puisi dan cerpen. Tulisan saya sudah dimuat di Radar Banten, <a href="http://www.kompas.com/">www.kompas.com</a>, dan <a href="http://www.rumhdunia.com/">www.rumhdunia.com</a>. Bahkan saya dipercaya jdi wartawan di <a href="http://www.rumahdunia.com/">www.rumahdunia.com</a>. Begitulah buku, sudah mngubah hidupku, yangn tadinya seperti katak dalam tempurung, kini tidak lagi. (*)</p>
<p>*) Abdul Salam HS, Pelajar SMA kelas dua di PGRI 1 Kota Serang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/19/tidak-lagi-seperti-katak-dalam-tempurung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CHANGE WITH READING MENUJU BANTEN MEMBACA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/12/change-with-reading-menuju-banten-jaya/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/12/change-with-reading-menuju-banten-jaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 15:29:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Banten Bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[Banten Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Change With Reading]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Minat Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Spirit Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Bacaan Masyarakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2808</guid>
		<description><![CDATA[Setelah pada Kamis, 31 Desember 2009, Rumah Dunia yang identik dengan taman bacaan masyarakat di Banten, menutup kegiatan selama 2009 dengan diskusi “Komunitas Sastra di Banten” dalam acara rutin “Detik Akhir, Detik Awal”, maka seminggu kemudian pada Sabtu 9 Januari 2010, Rumah Dunia memulai kegiatan sepanjang 2010 dengan pencanangan “Change with Reading” (CwR) oleh HM [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2805" title="Laput cwr" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>Setelah pada Kamis, 31 Desember 2009, Rumah Dunia yang identik dengan taman bacaan masyarakat di Banten, menutup kegiatan selama 2009 dengan diskusi “Komunitas Sastra di Banten” dalam acara rutin “Detik Akhir, Detik Awal”, maka seminggu kemudian pada Sabtu 9 Januari 2010, Rumah Dunia memulai kegiatan sepanjang 2010 dengan pencanangan “Change with Reading” (CwR) oleh HM Masduki, Wakil Gubernur Banten. Kegiatannya berupa lomba menggambar untuk SD dan poster tingkat SMP, serta lomba pidato untuk SMA dan perguruan tinggi se-Banten. Juga pertunjukan seni marawis dari Ponpes Nurul Fallah dan rampak bedug UKM Pandawa Untirta Serang.</p>
<p>LOMBA GAMBAR</p>
<p>“Mulai sekarang tidak ada waktu santai lagi,” kata Langlang Randhawa, <em>Secretary General</em> Rumah Dunia, yang ditemui di sela-sela pencanangan CwR. “Agenda Januari saja padat. Sabtu 16 Januari  diskusi ‘Lebak Membara’, mendatangkan nara sumber Amir Hamzah, wakil bupati Lebak. Sabtu 23 Januari festifal qasidah se-Banten,” tambah Langlang yang kebagian jadi Ketua Pelaksana CwR.</p>
<p>Pencanangan CwR dibuka oleh Nursalim, Kepala Bidang Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan Kota Serang, pukul 10.00 WIB dalam keadaan langit mendung. “Banten harus kembali jaya dengan kegiatan ini, karena buta aksara sudah berhasil kita berantas. Sekarang fasenya ‘Banten Membaca’, membaca seluruh isi alam semesta,’ kata Nursalim dalam sambutannya. “Kita sudah harus mengisi rumah dengan buku!”</p>
<p>Peserta menggambar tingkat SD sejumlah 40-an anak dan lomba poster tingkat SMP dengan tema CwR digelar. Hujan pun turun. Mereka yang tadinya menyebar di tenda Taman Rumah Dunia seluas 969 m2 hadiah dari facebooker, mengungsi ke panggung. Tapi, untung hujan hanya sekejap. Lomba pun diteruskan. Tawa ceria anak-anak saat menggoreskan warna mengangkasa. “Yang penting anak-anak gembira,” kata Indra Kesuma, Ketua Juri menggambar. “Kalau hati mereka senang, insya Allah, minat membaca mereka terhadap buku akna meningkat.” Pemenangnya mendapatkan piala, sertifikat, uang Rp. 100.000,- dan paket buku. Juara I lomba lukis disabet Adelia Rahma Putri (SDN 20 Serang), kedua M. Anas (SDIT Ibadurahman), dan ketiga Kholifah (SDN Cipocok Jaya). Lomba poster digondol Kania Asri Liany (SMPN 4 Kota Serang, kedua M Sabihis (SMPN 3 Serang), terakhir Asep D (SMPN 3 Kota Serang).</p>
<div id="attachment_2806" class="wp-caption alignleft" style="width: 510px"><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr-1.jpg"><img class="size-full wp-image-2806" title="Laput cwr 1" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr-1.jpg" alt="" width="500" height="334" /></a><p class="wp-caption-text">Nursalim, Kabid PNF Kota Serang memberi sambutan</p></div>
<p>DUTA</p>
<p>Sedangkan di panggung Rumah Dunia diadakan lomba pidato “Duta CwR” tingkat SMA dan mahasiswa. Diikuti 20 SMA dan perguruan tinggi se-Banten. Duta-duta tingkat SMA dari SMAN 1 Ciruas, MAN 2 Serang, SMAN 2 Kota Serang, SMA El- Daar Qolam, SMA Al- Irsyad, SMAN 3 Rangkas, MAN Cilegon, SMAN 1 Serang, SMAN 5 Kota Serang dan SMAN 1 Pandeglang. Sedangkan tingkat mahasiswa,  yaitu STIE Bina Bangsa Serang, STIT Al-Khaeriyah Cilegon, UNMA Pandeglang, Untirta Serang dan IAIB Serang. Masing-masing peserta diwajibkan mengirimkan karya tulis berupa essay tentang CwR. “Kami kaget menerima tulisan mereka. Awalnya tidak percaya. Mereka sudah hebat menulis!” aku Firman Venayaksa, Presiden Rumah Dunia sekaligus juri.</p>
<p>Pemilihan duta CwR ini awalnya panitia mengirimkan surat permohonan kepada sekolah-sekolah dan PT untuk mengirimkan Duta pada acara CWR, berdasar rekomendasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Duta yang dikirim harus  mengumpulkan karya tulis bertema “Mengubah Hidup dengan Membaca”. Berdasar karya tulis inilah akan dipilih siapa yang terbaik. Untuk membuktikan orisinalitas gagasan, para duta itu di audisi dan diwawancarai . “Kami meniru ‘Indonesian Idol’!” kata Gol A Gong, pendiri Rumah Dunia. “Supaya ‘gaya’ dan mudah diterima anak muda sekarang. Duta baca itu harus ‘gaul’! Jangan lagi istilah kutu buku itu identik dengan kaca mata dan wajah jutek!” Tambah Gong, mestinya para duta baca itu wajahnya ganteng seperti “Rangga dan Cinta” di film “Ada Apa dengan Cinta”.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2807" title="Laput cwr 2" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr-2.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>Pada acara tersebut para peserta diuji dengan cara mempresentasikan tulisannya di depan peserta yang hadir. Dari kedua kategori tersebut nanti akan dipilih duta CwR SMA dan perguruan tinggi. Kedua Duta yang terpilih itu adalah orang yang terbaik dari segi tulisan dan lisan serta sikap. Mereka  nanti menjadi kordinator di kampus dan di sekolahnya, agar bisa mengajak teman-temannya supaya gemar membaca. Ketiga juri; Toto, Firman, dan Ibnu Adam Aviciena memilih dua orang duta yaitu, Sayuti Zakaria dari kampus STIT Al-Khaeriyah Cilegon dan Nastity dari pelajar SMA 1 Pandeglang. Mereka mendapatkan hadiah uang Rp. 200.000,- piala, sertifikat, dan paket buku. Kepada duta-duta yang tidak menang, mereka diberi sertifikat.</p>
<p>“Saya merasa senang sekali terpilih menjadi duta CwR ini. Tadinya saya mengira bukan saya yang akan mendapat kesempatan baik ini,” kata Sayuti Zakaria. Masih diakuinya, tulisan yang dipresentasikan olehnya itu isinya berdasarkan pengalaman pribadi yang terjadi di lapangan dan juga mengutip dari buku yang berjudul “Rahasia Sukses Orang Besar” karangan Dr. Aed Al- Qorni. Sayuti akan membetuk kelompok diskusi bersama teman-temannya di kampus dimana dia belajar. Kelompok diskusi itu bertujuan menyebarkan semangat betapa pentingnya membaca kepada para teman yang lain.  Kini Sayuti menjadi peserta Kelas Menulis Rumah Dunia angkatan ke-15.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr-3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2809" title="Laput cwr 3" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr-3.jpg" alt="Ubahlah dirimu dengan membaca!" width="500" height="388" /></a>Hal serupa  dijelaskan oleh Nursalim dalam  sambutannya, “Kita juga harus gemar membaca! Kita sebagai umat Islam harus merasa malu jika tidak gemar membaca,&#8221; tegasnya. Nursalim juga menghimbau kepada orang yang hadir khususnya kepada Rumah Dunia, supaya kegiatan ini terus berlangsung. “ Insya Allah akan menjadi dontur terhadap kegiatan ini,” tambahnya lagi. CwR diharapkan menjadi gerakan menuju Banten Membaca.</p>
<p>MOTIVASI</p>
<p>Usai lomba pidato, predikat duta CwR tidak berhenti dari sekedar menerima hadiah dan tepuk tangan. Rumah Dunia berencana menjadikan mereka sebagai Duta CwR. Tugas mereka memotivasi teman dan masyarakat di sekitar agar aktif membaca, dan secara terus-menerus  menyebarkan spirit bahwa dengan membaca bisa mengubah hidup kita menuju ke arah yang lebih baik.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr-4.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2810" title="Laput cwr 4" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr-4.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>Menurut Toto ST Radik, Ketua Juri CwR, “Wewenang seluruh Duta CwR adalah mengadakan acara dengan tujuan membuka wawasan teman dan masyarakat sekitar, misalnya dengan memulai dari kegiatan membaca dan berdiskusi. Duta CwR diperkenankan melakukan koordinasi dengan kami sebagai pencetus CwR, dengan sepengetahuan Kepala Sekolah dan guru pendamping.” Kelak, para duta ini yang menggerakkan taman bacaan masyarakat di kampungnya. Dan buta aksara di Banten tidak ada lagi.</p>
<p>Hal ini dilakukan berkelanjutan, agar  155.305 warga di Banten yang buta aksara dientaskan. Menurut Kompas edisi Senin (11/1), hingga akhir tahun 2009, jumlah warga usia 13 tahun ke atas yang masih buta aksara di Provinsi Banten tercatat 155.305 orang. Pada tahun 2010 pemerintah daerah setempat menargetkan penurunan jumlah warga buta aksara ini minimal 40.000 orang.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr-5.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2811" title="Laput cwr 5" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr-5.jpg" alt="Sayuti dan Nastity, para duta CwR" width="500" height="375" /></a>Saat menjadi pembicara di sesi diskusi CwR, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Eko Endang Koswara di Serang, Provinsi Banten mengatakan, “”Penyebab buta aksara ini antara lain karena faktor keterjangkauan akses, rendahnya minat belajar, dan juga faktor ekonomi.”</p>
<p>DUKUNG</p>
<p>Sekitar pukul 14.00 WIB, HM Masduki, Wagub Banten tiba beserta istrinya. Ruang tunggu VIP pun penuh. Selain HM Masduki, juga ada Ahmad Mukhlis Yusuf (direktur Antara), Endang Eko Koswara, Hafidzi (Kadisdik Kota Serang), Amriti (Perpusda Kota Serang, Nenny (Sekrtetaris Umum Yayasan Kesetiakawan dan Kepedulian Sosial Jakarta), Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D, Wien Muldian (Forum Indonesia Membaca), dan Sudiyati (Kepala Perpusda Banten).</p>
<p>Pertunjukan seni marawis dai SMPIT Darul Fallah dan rampak beduk UKM Pandawa Untirta Serang unjuk kabisa. Para peserta CwR, tamu dan undangan merasa terhibur. “Luar biasa, ya!” kata Wina dari TBM Zakiyah Bandung, peserta Kelas Menulis Rumah Dunia angkatan ke-15, yang sedang <em>technikal meeting</em>. Wina jauh-jauh dari Bandung, karma tertarik dengan kemasan Rumah Dunia dalam upayanya meningkatkan minat baca masyarakat.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr-6.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2812" title="Laput cwr 6" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Laput-cwr-6.jpg" alt="Pameran komunitas literasi" width="500" height="375" /></a>Kemudian HM Masduki memberi sambutan, bahwa pencanangan gerakan membaca ini untuk meningkatkan kualitas hidup. “Persoalan gerakan membaca ini bukan hnya urusan pemerintah, tapi kita semua. Rumah Dunia harus kita dukung.” Usai itu, HM Masduki mencanangkan CwR dengan pemecahan kendi berisi kartu-kartu bertuliskan huruf alphabet.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/CwR2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2813" title="CwR2" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/CwR2.jpg" alt="Diskusi CwR saat hujan" width="424" height="364" /></a>DISKUSI</p>
<p>Acara puncaknya adalah diskusi. Tapi sebelum diskusi ada penyerahan sumbangan. Alhamdulillah, saat CwR, Rumah Dunia kebanjiran hadiah. Pemprov Banten menyumbang voucher mebuler dan buku, Perpusda Banten se-dus besar buku, Aneka Swalayan 20 dus minuman mineral gelas, Universitas Serang Raya memberi beasiswa kepada Roy Goozly, relawan Rumah Dunia dan Untirta Serang juga memberi beasiswa kepada Muhzen Den. SUHUD Media Promo tak mau ketinggalan, urusan cetak-mencetak; standing banner, liflet, dan backdrop ditanggungnya.Yang kolosal sumbangan dari Yayasan Kepedulian dan Kesetiakawanan Sosial Jakarta berupa 2 komputer dan mejanya, 1 wireless, 100 kursi plastik, 50 meja gambar, dan printer. Bahkan Nenny Sri Utami (Sekretaris Umum YKDK) menambahkan, “Nanti menyusul tenda, buku, dan alat-alat kesenian marawis!”</p>
<p>Saat diskusi CwR dengan narasumber Endang Eko Koswara, Wien Muldian, Ella, hujan mengguyur. Tapi peserta tetap bertahan. Eko memberi informasi, bahwa upaya penuntasan buta aksara bagi ratusan ribu warga di Banten itu tidak mampu dilakukan sendirian oleh dinas pendidikan tanpa melibatkan sektor lain. ”Tanpa ada pendekatan budaya, misalnya, tidak mungkin bisa menuntaskan buta aksara di Baduy,” katanya. Demikian pula untuk menuntaskan buta aksara di kalangan anak jalanan, dinas pendidikan membutuhkan kerja sama dengan satuan polisi pamong praja dan dinas sosial.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/laput-cwr-7.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2814" title="laput cwr 7" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/laput-cwr-7.jpg" alt="Tias and his gank di stand CwR" width="500" height="375" /></a>Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Banten Sudiyati mengatakan, pihaknya berupaya mendekatkan akses masyarakat kepada buku dengan membangun taman bacaan, perpustakaan desa, juga mengirim mobil perpustakaan keliling. ”Saat ini di Banten ada sekitar 200 taman bacaan dan 143 perpustakaan desa. Tahun ini ada rencana penambahan 44 perpustakaan desa,” kata Sudiyati.</p>
<p>Menurut Gol A Gong, pihaknya selama ini juga ikut berusaha menurunkan angka buta aksara, yakni dengan mengajari baca tulis bagi anak sekolah dasar—termasuk pemulung—yang belum bisa membaca. Terkait gerakan CwR, Gong mengatakan bahwa kegiatan itu dimaksudkan untuk menggelorakan ke seluruh warga Banten, bahwa dengan membaca bisa mengubah kualitas hidup warga. Hal laionnya, Banen akan kembali jaya seperti pada abad ke-16.</p>
<p>Sedangkan  menurut Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D, anak-anak yang  lebih memiliki minat baca akan mempunyai kinerja akademis yang lebih baik.  Laporan studi  PISA (2006) menunjukkan remaja dari berbagai kalangan termasuk dari latar belakang ekonomi yang paling kurang mampu dapat lebih cemerlang dari teman-teman sebaya mereka yang lebih kaya jika mereka secara teratur membaca buku-buku, surat kabar dan komik di luar sekolah.</p>
<p>Menurut laporan studi “Membaca untuk Perubahan” (2007) ditemukan secara signifikan  bahwa mendorong membaca untuk kesenangan bisa menjadi salah satu cara yang paling efektif untuk mewujudkan perubahan sosial. Remaja usia lima belas tahun  dengan status  pekerjaan orangtua yang rendah terbukti  mencapai nilai rata-rata membaca (540) bila sangat terlibat dalam kegiatan membaca. Skor ini sangat  signifikan lebih tinggi dari pencapaian remaja yang orangtuanya memiliki status pekerjaan tinggi, tetapi yang kurang terlibat dalam membaca.</p>
<p>Semua siswa yang sangat terlibat dalam membaca membaca terbukti secara signifikan dapat mencapai nilai di atas skor rata-rata  internasional, terlepas dari apa pun latar belakang keluarga mereka. Hal ini membuktikan bahwa, walaupun latar belakang sosio-ekonomi sangat berperan, bukan berarti dapat menjadi  faktor dominan dalam memprediksi keterlibatan  membaca bahan bacaan yang beragam.  Tetapi penelitian juga menemukan bahwa ketersediaan bahan bacaan di rumah sangat berperan dalam mengembangkan kemampuan membaca anak. Anak-anak yang memiliki akses ke sejumlah besar buku cenderung  untuk lebih tertarik membaca secara meluas. Sementara keterkaitan latar belakang  sosio-ekonomi dengan profil membaca lemah, keterkaitan akses ke banyak buku di rumah berperan lebih tinggi. (Jang RuDun/Laporan Lanang Sejagat, harir Baldan, Kompas dot com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/12/change-with-reading-menuju-banten-jaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MARAWIS DI CHANGE WITH READING</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/marawis-di-change-with-reading/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/marawis-di-change-with-reading/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 12:43:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Banten Bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[Change With Reading]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspresi]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Marawis]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Spirit Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Bacaan Masyarakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2777</guid>
		<description><![CDATA[
Rumah Dunia tidak pernah melupakan memberikan ruang dan waktu untuk anak-anak muda Banten berekspresi. Di Change with Reading selain rampak beduk UKM Pandawa Untirta unjuk kabisa, juga group marawis dari SMP Darul Fallah tampil menghibur peserta dan tamu.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/CwR-marawis.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2776" title="CwR marawis" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/CwR-marawis.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a></p>
<p>Rumah Dunia tidak pernah melupakan memberikan ruang dan waktu untuk anak-anak muda Banten berekspresi. Di Change with Reading selain rampak beduk UKM Pandawa Untirta unjuk kabisa, juga group marawis dari SMP Darul Fallah tampil menghibur peserta dan tamu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/marawis-di-change-with-reading/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DUTA CHANGE WITH READING</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/duta-change-with-reading/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/duta-change-with-reading/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 00:20:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[baca]]></category>
		<category><![CDATA[Banten Bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[Banten Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Change With Reading]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Spirit Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Bacaan Masyarakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2726</guid>
		<description><![CDATA[Change with Reading (CwR) ini bertujuan supaya masyarakat sadar betapa pentingnya membaca. Di acara ini juga diadakan lomba menggambar untuk SD, lomba poster untuk SMP se-Banten. Lalu ada pemilihan Duta CwR. Di pemilihan Duta CwR ini di ikuti oleh sejumlah perwakilan pelajar dari SMA se-Banten dan mahasiswa perguruan tinggi se-Banten.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/CwR-baca-com.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2728" title="CwR baca com" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/CwR-baca-com.jpg" alt="" width="600" height="506" /></a>Change with Reading (CwR) ini bertujuan supaya masyarakat sadar betapa pentingnya membaca. Di acara ini juga diadakan lomba menggambar untuk SD, lomba poster untuk SMP se-Banten. Lalu ada pemilihan Duta CwR. Di pemilihan Duta CwR ini di ikuti oleh sejumlah perwakilan pelajar dari SMA se-Banten dan mahasiswa perguruan tinggi se-Banten.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/duta-change-with-reading/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PENCANANGAN CHANGE WITH READING RUMAH DUNIA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/08/pencanangan-change-with-reading-rumah-dunia/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/08/pencanangan-change-with-reading-rumah-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 23:47:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Change With Reading]]></category>
		<category><![CDATA[Duta Baca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2709</guid>
		<description><![CDATA[
RUMAH DUNIA &#8211;  Sabtu 9 Januari 2010 ini, Rumah Dunia mencanangkan “Change With Reading” (CwR), yaitu sebuah gerakan kebudayaan untuk meningkatkan kualitas hidup warga Banten dari sekedar bisa mengeja huruf ke memaknai kata. “Kita harus meyakini, bahwa dengan membaca bisa memperbaiki nasib,” jelas Gol A Gong, pendiri Rumah Dunia. Misalnya dari bodoh ke pintar. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/change-21.jpg"><img class="size-full wp-image-2710 alignnone" title="change 2" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/change-21.jpg" alt="" width="449" height="218" /></a></p>
<p>RUMAH DUNIA &#8211;  Sabtu 9 Januari 2010 ini, Rumah Dunia mencanangkan “Change With Reading” (CwR), yaitu sebuah gerakan kebudayaan untuk meningkatkan kualitas hidup warga Banten dari sekedar bisa mengeja huruf ke memaknai kata. “Kita harus meyakini, bahwa dengan membaca bisa memperbaiki nasib,” jelas Gol A Gong, pendiri Rumah Dunia. Misalnya dari bodoh ke pintar. Dari miskin ke kaya. Harus yakin, membaca adalah bagian penting untuk mengubah nasib.  Membaca adalah bekal mencari pekerjaan. Membaca menjadikan kita kreatif. Membaca adalah alat pancing mencari pekrjaan. Gong juga menambahkan, CwR adalah tema besar kegiatan Rumah Dunia sepanjang tahun 2010.</p>
<p>Serangkaian acara akan digelar berupa lomba menggambar bagi anak SD dan poster untuk SMP pukul 09.00 – 12.00. “Temanya mengajak orang gemar membaca,” Langlang Randhawa selaku Ketua Pelaksana CwR. “Siapa saja boleh ikut serta, tidak ada uang pendaftaran! Alat menggambar bawa sendiri!”</p>
<p>Pada waktu yang sama sekitar 20 perwakilan pelajar dan mahasiswa se-Banten saling adu gagasan tentang CwR. Mereka mengirimkan tulisan terlebih daulu dan mempresentasikanya “Ini bagian dari empat ketrampilan berbahasa; mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Jika itu dilakukan dengan baik, insya Allahakan muncul pemimpin Banten di masa depan yang handal!” harap Firman Venayaksa, Presiden Rumah Dunia sekaligus juri.</p>
<p>Selepas Dzuhur digelar diskusi dengan pembicara Endang Eko Koswara (Kadisdik Banten), Ella Yulaelawati M.A., PhD (Direktur Penmas Depdiknas), Wien Muldian (Forum Indonesia Membaca, dan Ahmad Wayang (relawan Rumah Dunia).</p>
<p>Paling unik adalah Ahmad Wayang. “Saya grogi,” kata Ahmad. “Saya ini mantan penjual roti dan nasi uduk,” ceritanya lagi. “Baru sekitar 4 bulan jadi relawan sudah jadi pembicara di kegiatan besar. Apa saya sanggup?” Menurut Gol A Gong, penunjukkan  Ahmad Wayang tidak sembarangan. Ahmad adalah pelaku CwR.</p>
<p>Selain diskusi akan ada inspiring speech dari Ahmad Mukhlis Yusuf (Direktur LKBN Antara), parade testimony para relawan tentang kegemaran membaca yang sudah mengubah hidup mereka, pameran buku dan komunitas literasi, serta pencanangan CwR oleh HM.Masduki (Wakil gubernur Banten).  Juga ada penyerahan sumbangan dari Pemprov Banten berupa voucher pembangunan gedung Taman Bacaan Masyarakat dan dari Yayasan Kesetiakawanan dan Kepedulian Soial Jakarta berupa 2 unit computer plus mejanya, 2 kipa angin, 100 kursi plasti, megaphone wireless, 1 printer, 50 meja lipat untuk menggambar. (Jang RuDun)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/08/pencanangan-change-with-reading-rumah-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CHANGE WITH READING, MENGUBAH HIDUPKU</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/04/chage-with-reading-mengubah-hidupku/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/04/chage-with-reading-mengubah-hidupku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 13:02:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Essay]]></category>
		<category><![CDATA[Change With Reading]]></category>
		<category><![CDATA[Minder]]></category>
		<category><![CDATA[Penjual]]></category>
		<category><![CDATA[relawan]]></category>
		<category><![CDATA[Roti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2638</guid>
		<description><![CDATA[
CHANGE WITH READING, MENGUBAH HIDUPKU
Di Rumah Dunia, tanggal 09 Januari 2010 nanti, bekerjasama dengan Banten Raya Post, akan ada pencanangan “Change With Reading” (CwR).Kegiatan CwR atau “Ubahlah Dirimu dengan Membaca”, yang akan diselenggarakan secara kolosal.
Sekitar 20 SMA dan Pergurun Tinggi di Banten mengirimkan orang-orang terbaiknya. Tujuannya, selain untuk mengubah pola pikir juga meningkatkan kualitas hidup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><img class="size-full wp-image-2639  alignleft" title="Wayang" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Wayang.jpg" alt="Wayang" width="437" height="387" /></p>
<p style="text-align: left;">CHANGE WITH READING, MENGUBAH HIDUPKU</p>
<p style="text-align: left;">Di Rumah Dunia, tanggal 09 Januari 2010 nanti, bekerjasama dengan Banten Raya Post, akan ada pencanangan “Change With Reading” (CwR).<span id="more-2638"></span>Kegiatan CwR atau “Ubahlah Dirimu dengan Membaca”, yang akan diselenggarakan secara kolosal.</p>
<p style="text-align: left;">Sekitar 20 SMA dan Pergurun Tinggi di Banten mengirimkan orang-orang terbaiknya. Tujuannya, selain untuk mengubah pola pikir juga meningkatkan kualitas hidup dengan membaca.</p>
<p>PENJUAL ROTI</p>
<p>Gol A Gong, novelis sekaligus pendiri Rumah Dunia pernah berkata kepada saya, jika saya adalah pelaku CwR. Maka dari itu saya diminta menjadi salah satu pembicara dalam acara CwR nanti. Saya kira itu cuma candaan Gol A Gong. Tapi ternyata saya salah. Jujur, sebenarnya saya masih ragu dan bingung, apa benar saya sudah ada dalam lingkaran CwR? Apa iya? Saya rasa Gol A Gong telah salah menilai saya. Kenapa? Karena saya bukanlah siapa-siapa. Saya terlahir di kampung kecil bernama Kepondoan (saya yakin tidak banyak orang yang tahu dengan kampung ini) dan hidup dalam keluarga yang ‘memaksa’ saya agar jadi buruh pabrik saja, ketimbang terus sekolah.</p>
<p>Saya kecil nyaris tak pernah membaca buku. Baru mengenal buku itu sejak SMP, itu pun dikurangi dengan minat baca yang masih bolong-bolong. Lanjut sampai SMK di Kragilan, minat baca makin turun karena fasilitas buku (baca: perpustakaan) tak ada di sana. Dan lingkungan di sekitar saya, lagi-lagi ‘memaksa’ mendidik saya untuk mau tidak mau harus membudayakan nge-gosip, begadang dan nongkrong di pinggir jalan sambil ngomong ngalor-ngidul, ketimbang menomorsatukan baca. Apa benar, saya sudah mengubah hidup saya dengan membaca? Terlebih selama hampir delapan tahun, saya berjualan roti dan nasi bungkus di pabrik Nikomas sambil sekolah.</p>
<p>PENULIS</p>
<p>Sampai saat menulis esai ini pun saya masih ragu, perihal saya dan CwR itu. Tapi kemudian saya pikirkan perkataan Gol A Gong di atas. Saya merenung sambil tiduran. Lalu otak saya memutar film dimana saat saya pertama kali mengenal Rumah Dunia. Ya, saya dikenalkan Rumah Dunia oleh Gading Tirta (saudara saya), yang tulisan-ulisannya rajin nongol di Banten Raya Post. Entah virus jenis apa yang dijejalkan Gading Tirta ke dalam otak saya, sehingga saya jadi jatuh cinta pada Rumah Dunia dan ingin mengenal lebih jauh tentang Rumah Dunia, yang dengan program-program kegiatan di dalamnya, salah satunya belajar membuat cerpen. Saya makin tertarik ingin menyelam dalam dunia pembuatan cerpen. Gading Tirta terus menularkan ‘virus’ motivasinya. Dia mengajarkan, membimbing saya dan menuntun saya masuk dalam dunia yang penuh warna. Makin ke dalam saya menceburkan diri, makin senang dan enjoy rasanya.</p>
<p>Menggeluti dunia cerpen—dari mulai nol—seakan dunia yang berbeda, namun terasa indah penuh warna. Hingga suatu hari saya berikrar pada diri saya sendiri, jika saya ingin jadi seorang penulis, bukan buruh pabrik. Seperti apa yang diharapkan orang tua, bahwa saya jadi seorang buruh pabrik saja. Hingga 2006 saya mengikuti “Kelas Menulis Rumah Dunia” angkatan ke delapan dengan guru pembimbing Gol A Gong, . Saya makin menyelam, perlahan saya mulai mengerti tentang pembuatan cerpen. Saya dituntut harus banyak baca, karena jika ingin menjadi seorang penulis, syaratnya sangat gampang sekali, yaitu; baca, baca, baca, baca dan kemudian menulis.</p>
<p>Waktu, tanpa saya sadari terus berjalan. Perlahan saya makin mengerti dengan dunia cerpen atau tulis menulis. Mimpi saya jadi seorang penulis makin besar, tapi masih terbentur dengan keraguan keluarga yang masih mengiginkan saya jadi buruh pabrik. Hingga suatu malam saya bertanya pada Gading Tirta, “Pekerjaan apa di dunia ini yang enak dan gajinya besar?” Jawaban teman saya itu: penulis. Saya masih bingung dengan jawaban itu. Apa iya penulis itu pekerjaannya enak dan gajinya besar? Jawaban itu terus menghantui saya, dan makin saya memikirkannya, makin yakin jika memang benar penulis adalah pekerjaan yang enak dan bergaji besar. Gol A Gong saja mampu membeli mobil dan mendirikan Rumah Dunia.</p>
<p>RELAWAN</p>
<p>Sejak saya bergabung dngan Rumah Dunia, dan sekarang menjadi relawan di sana sejak Oktober 2009, bisa dibilang kehidupan saya berubah sembilan puluh persen. Sejak tinggal di Rumah Dunia, saya makin akrab dengan buku, juga lingkungan yang mengajak saya selalu harus banyak membaca, membaca, membaca dan membaca hingga selalu ada motivasi untuk saya, terus memupuk mimpi menjadi seorang penulis. Di Rumah Dunia, saya ditunjukkan jalan jadi penulis dan dilatih jadi wartawan. Itu semua secara perlahan menumbuhkan rasa percaya diri saya, yang tadinya sekedar penjual roti di pabrik Nikomas.</p>
<p>Saya yang berasal dari kampung, lulusan sekolah setingkat SLTA, dan penjual roti pula, berawal dari mimpi dan kesungguhan tekad yang besar ingin mengubah (minimal) pola pikir serta hidup saya. Maka dari itu, saya harus hijrah. Bukankah dalam QS Ar Ra’d, ayat 11 Allah telah berfirman: “<em>Saya tidak akan mengubah suatu kaum, sebelum kaum itu yang mengubahnya.” </em>Maka, jadilah saya hijrah dari kampung ke kota, yaitu di rumah Dunia. Alhamdulillah, berkat kesabaran dan kerja keras saya dalam berkomitmen ingin memperdalam dunia tulis menulis, beberapa karya saya berupa puisi dan cerpen menghiasi koran Radar Banten.</p>
<p>Saya rasa, Gol A Gong melihat semangat dan tekad saya yang tinggi dalam menggapai mimpi saya jadi seorang penulis. Hingga saya dianggapnya sebagai pelaku CwR. Atau mungkin yang lebih tepatnya, saya contoh kecil dari orang-orang yang ingin mengubah hidupnya dengan membaca. Banyak di antara kita yang sudah benar-benar gemar membaca dan sudah bisa mengubah hidupnya jadi lebih baik.</p>
<p>Saya menghimbau di momentum tanun baru yang akan tiba ini, semoga kita bisa sama-sama mengaplikasikan gerakan ‘Change With Reading’ menjadi mimpi kita di tahun depan, agar Banten kembali jaya seperti pada abad 17. Percayalah, dengan membaca, mengubah hiup kita. Saya sudah membuktikannya. (Ahmad Wayang)</p>
<p>*) Penulis adalah relawan sekaligus wartawan www.rumahdunia.com. Email: soby_rin@yahoo.co.id.</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/04/chage-with-reading-mengubah-hidupku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PARA DUTA CHANGE WITH READING</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/04/para-duta-change-with-reading/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/04/para-duta-change-with-reading/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 12:55:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gonjlengan]]></category>
		<category><![CDATA[Buta aksara]]></category>
		<category><![CDATA[Change With Reading]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Aksara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2635</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh Gol A Gong
Buta aksara di Indonesia jadi fenomena. Disinyalir sekitar 10 juta penduduk di Indonesia masih buta aksara. Mendiknas, Bambang Sudibyo, merasa yakin 2010 nanti angka buta aksara bisa diredam hingga ke 7 juta jiwa. Bagaimana dengan di Banten? Bambang Sudibyo pada puncak Perayaan Hari Aksara Internasinal (HAI) yang dipusatkan di Kota Cilegon, Banten, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><img class="size-full wp-image-2636 alignnone" title="change 2" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/change-2.jpg" alt="change 2" width="449" height="218" /></p>
<p style="text-align: left;">Oleh Gol A Gong</p>
<p style="text-align: left;">Buta aksara di Indonesia jadi fenomena. Disinyalir sekitar 10 juta penduduk di Indonesia masih buta aksara. Mendiknas, Bambang Sudibyo, merasa yakin 2010 nanti angka buta aksara bisa diredam hingga ke 7 juta jiwa. <span id="more-2635"></span>Bagaimana dengan di Banten? Bambang Sudibyo pada puncak Perayaan Hari Aksara Internasinal (HAI) yang dipusatkan di Kota Cilegon, Banten, Selasa (8/9) dalam sambutannya mengatakan, “Supaya tidak ada lagi warga buta aksara, wajib belajar sembilan tahun mesti bisa dinikmati semua warga. Kita perkuat terus wajib belajar.”</p>
<p>TEMA</p>
<p>Sementara, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengklaim Provinsi Banten telah berhasil menjalankan program pemberantasan buta aksara dengan baik dan mencapai sasaran. Jika sekitar lima tahun lalu, warga buta aksara mencapai 500 ribu lebih warga, pada tahun 2009 bisa berkurang tinggal sekitar 155 ribu warga. “Kini Banten masuk sepuluh besar provinsi terkecil memiliki penyandang buta aksara. Prestasi ini cukup menggembirakan dan mesti terus ditingkatkan supaya semua warga melek aksara,” kata Atut.</p>
<p>Maka Rumah Dunia yang didirikan pada 3 Maret 2002, merupakan lini sosial Yayasan Pena Dunia, berakta notaris Fachrul Kesuma Dharma, SH, Nomor 006 tanggal 12 Juni 2006, mencoba berpartisipasi dalam bentuk kegiatan sepanjang 2010 dengan tema  <em>Change with Reading”, </em>yang diartikan sebagai<em> </em>“Ubahlah dirimu dengan Membaca”.<em> </em>Rumah Dunia sebagai <em>learning centre</em> di bidang jurnalistik, sastra, teater, seni rupa, dan film bagi masyarakat luas mengajak waraga pelajar dan mahasiswa di Indonesia umumnya dan Banten khususnya memasuki fase membaca dalam arti keseluruhan, mulai dari fenomena di sekitar (lokal) hingga tingkat global.</p>
<p>MOTIVASI</p>
<p>Melalui tema “Change with Reading”, kegiatan di Rumah Dunia sepanjang 2010 dimaksudkan memotivasi seluruh lapisan masyarakat agar aktif membaca dan secara terus-menerus  menyebarkan spirit bahwa dengan membaca bisa mengubah hidup kita menuju ke arah yang lebih baik.</p>
<p>Membaca di sini tidak hanya secara tertulis, tetapi juga yang tersirat, seperti mendiskusikan  fenomena kedaerahan (lokal) hingga tingkat yang lebih luas lagi, yakni fenomena nasional bahkan global (dunia).</p>
<p>Tujuan yang diharapkan dari gerakan Change with Reading ini adalah membuka wawasan, mengubah pola pikir, dan meningkatkan kualitas hidup dengan memulai dari kegiatan membaca dan berdiskusi.</p>
<p>DUTA</p>
<p>Untuk mengampanyekan gerakan “Change With Reading” di Banten, maka Rumah Dunia bekerjasama dengan Banten Raya Post, Dinas Pendidikan Provinsi Banten dan Serang Kota mengumpulkan para duta “Change with Reading”; mulai dari pelajar tingkat SD, SLTP, SLTA hingga mahasiswa di perguruan tinggi negeri/swasta pada  Sabtu, 9 Januari 2010, pukul 09.00 – 17.00 WIB, bertempat di Rumah Dunia. Pada hari itu akan ada pencanangan “Change with Reading” bersama HM. Masduki, Wakil Gubernur Banten. Siapa saja boleh datang untuk meramaikan acara.</p>
<p>Selain pencanangan, para duta “Change with Reading” tingkat SD dan SLTP saling mengasah ekspresi dalam lomba menggambar poster. Sedangkan duta SLTA dan perguruan tinggi berkompetisi menuangkan gagasannya tentang “Change with Reading” dalam bentuk essay serta mempresentasikannya di depan dewan juri.</p>
<p>Dengan cara seperti ini, para duta “Change with Reading” sanggup memotivasi teman di sekolah dan kampus, bahkan /masyarakat sekitar agar aktif membaca, dan secara terus-menerus  menyebarkan spirit bahwa dengan membaca bisa mengubah hidup kita menuju ke arah yang lebih baik. Mereka juga diberi kesempatan  mengadakan acara dengan tujuan membuka wawasan teman/masyarakat sekitar, misalnya dengan memulai dari kegiatan membaca dan berdiskusi di sekolah/kampus.</p>
<p>DISKUSI</p>
<p>Selain lomba menggambar poster dan menulis essay bagi para duta “Change with Reading”, pada hari pencanangan itu juga akan ada pameran komunitas literasi serta bazaar buku murah, orasi oleh Ahmad Mukhlis Yusuf (Direktur LKBN Antara), pentas teater Remaja Ciloang dengan lakon “Waktu yang hilang”.</p>
<p>Tentu menu diskusi menjadi bumbu penyedap, yaitu Diskusi Interaktif dengan tema “Change with Reading: Mengubah Hidup dengan Membaca”. Para pembicaranya Eko Endang Koswara (Kadindik Prov. Banten), DR. H. Zulkieflimansyah, SE, MSc, Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D (Dirktur Penmas Depdiknas), dan Wien Muldian (Direktur Forum Indonesia Membaca).</p>
<p>Puncak acara Pencanangan “Change with Reading” oleh Wakil Gubernur Banten, dengan cara membagikan buku kumpulan karya tulis Duta CWR dan menuliskan testimony pada sebidang kanvas, diikuti oleh Ahmad Mukhlis Yusuf, Eko Koswara, Zulkieflimansyah, Ella Yulaelawati dan Wien Muldian.</p>
<p>BIAYA</p>
<p>Pencanangan “Change with Reading”  akan dihadiri sekitar 400 orang  dan memutuhkan biya sebesar Rp. memakan biaya sebagaibikut Rp. 15.000.000,- untuk kesekretariatan, perlengapan seperti menyewa tenda, kursi, dan sound sytem. Konsumsi peserta menyedot anggaran besar. Biaya lainnya untuk kepentingan publikasi (liflet, spandk, dan backdrop, serta hadiah bagi para pemenang lomba.</p>
<p>Jika ada perusahaan yang tertarik bekerjasama dalam bentuk barter; menyumbang konsumsi, misalnya, tentu akan meringankan beban anggaan. Tapi cara lain yang kami lakukan adalah “Galang Dana Rp. 50.000,-“ Itu sudah kami mulai dari para relawan. Jika Anda tertarik menyumbang langsung transfer saja ke BCA Serang, nomor rekening 245 188 5733, atas nama Asih Purwaningtyas C. Sumbangan Anda akan mengubah hidup orang lain. Insya Allah, barokah dan bermanfaat. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/04/para-duta-change-with-reading/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AGENDA RUMAH DUNIA JANUARI 2010</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/03/agenda-rumah-dunia-januari-2010/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/03/agenda-rumah-dunia-januari-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 23:07:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal RumahDunia]]></category>
		<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Change With Reading]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2608</guid>
		<description><![CDATA[Hari baru, semangat baru. Pada Desember 2009, kami sudah menyusun agenda kegiatan sepanjang 2010. Selain pertunjukan teater, musik, pemutaran film, festival, juga aneka lomba menulis cerpen-puisi, menggambar, tetap diusung. Pelatihan-pelatihan bagi guru mulai diadakan. Semangat mencerdasdkan dan membentuk gnerasi baru tetap bertumpu pada memberi ruang seluas mungkin kepada anak-anak. Agnda selama Januari adalah:
1 SENIN – [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2609" title="Redaksi 1" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Redaksi-1.jpg" alt="Redaksi 1" width="500" height="375" />Hari baru, semangat baru. Pada Desember 2009, kami sudah menyusun agenda kegiatan sepanjang 2010. Selain pertunjukan teater, musik, pemutaran film, festival, juga aneka lomba menulis cerpen-puisi, menggambar, tetap diusung. Pelatihan-pelatihan bagi guru mulai diadakan. Semangat mencerdasdkan dan membentuk gnerasi baru tetap bertumpu pada memberi ruang seluas mungkin kepada anak-anak. Agnda selama Januari adalah:</p>
<p>1 SENIN – JUM’AT  PUKUL 13.00 – 17.00 WIB:</p>
<p>- Reguler internal untuk anak-anak di sekitar Rumah Dunia dan para relawan; mengarang, nyanyi, dongeng, menggambar, English Friday , kursus bahasa Arab, disain grafis, pengajian politik, kitab kuning, latihan orasi, nonton bareng.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-2610" title="Suasana RD 2" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Suasana-RD-2.jpg" alt="Suasana RD 2" width="500" height="375" />2. SABTU 9 JAN 2010 = PENCANANGAN “CHANGE WITH READING”</p>
<p>- Pukul 09.00 – 12.00 WIB: Lomba menggambar SD dan membuat poster SMP, serta pidato SMA dan perguruan tinggi se-Banten dengan tema “Change with Reading”. Pembukaan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang.</p>
<p>- Pukul 13.00 – 17.00 WIB: Setelah ishoma pada pukul 13.00 ada pementasan marawis, teater Rumah Dunia  dengan lakon “Waktu yang Hilang”. Kemudian  diskusi bersama DR. H. Zulkieflimansyah SE, MSC (DPR RI), Wien Muldian (Forum Indonesia Membaca), Endang Eko Koswara (Kadisdik Prov. Banten), Ela Yulaelawati MA, PhD (Direktur PenMas Depdiknas) serta inspiring speech oleh Ahmad Mukhlis Yusuf (Direktur LKBN Antara). Acara ditutup dengan pencanangan gerakan Rumah Dunia sepanjang 2010 bertemakan “Change With Reading” oleh HM. Masduki, Wakil gubernur Banten.</p>
<p>3. MINGGU, 10 JAN 2010 = KELAS MENULIS RUMAH DUNIA</p>
<p>- Pertemuan pertama “Kelas Menulis Rumah Dunia” angkatan ke-15, setiap hari Minggu, pukul 13.00 – 17.00 WIB. Penajar Gol a Gong. Setiap peserta membawa tulisan berita dan feature (jurnalistik) dan cerpen (fiksi). Pendaftaran sudah dibuka dan langsug mendaftar ke Rumah Dunia; mengisi formulir, foto 2 lembar, dan infaq 2 buku (fiksi atau non fiksi) untuk Rumah Dunia. Pendidikan gratis.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-2614" title="Roy-Kia Amuk" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Roy-Kia-Amuk.jpg" alt="Roy-Kia Amuk" width="500" height="375" />4. JUM’AT, 15 JAN 2010 = MAJELIS PUISI</p>
<p>- Pertemuan pertama “Majelis Puisi”. Awalnya hanya untuk relawan. Kini terbuka luas untuk umum. Syarat membawa contoh puisi. Pengajar   Toto ST Radik. Pendaftaran di Rumah Dunia. Gratis juga.</p>
<p>5. SABTU 16 JAN 2010= LUMBUNG BANTEN</p>
<p>- Bedah buku “181 Tahun Bara Menjadi Daya” (Penerbit Humas &amp; Komunikasi Kab. Lebak) Pembicara: Amir Hamzah (Wakil Bupati Lebak), Rahmat Heldy HS (Guru SMP Al-Irsyad Waringin Kurung, Serang), Agus (Ketua Kubah Budaya, serang), Firman Venayaksa dan Fitron (editor buku 181 Tahun Bara Menjadi Daya). Dimeriahkan pembacaan puisi para penyair Lebak dan penampilan musik dari KPJ Rangkasbitung. Acara berlangsung pukul 13.00 s/d 17.00 WIB.</p>
<p>6. SABTU 23 JAN 2010= FESTIVAL QASIDAH SMA SE-BANTEN</p>
<p>- Jika thun 2009 Rumah Dunia menyelenggarakan festival marawis se-Banen dan sukses, kini giliran kesenian Qasidah diberi ruang. Pendaftaran sudah dimulai dari sekarang. Ditutup pada 21 Jan 2010. Acara berlangsung seharian  dari pukul 08.00 s/d 17.00 wib.</p>
<p>7. SABTU 30 JAN 2010= PANGGUNG RUMAH DUNIA</p>
<p>- Pelatihan musik “Sirkus Perkusi” oleh Komunitas Anak Langit, Tangerang pimpinan Edi Bonetsky. Peserta komunitas-komunitas seni SMA dan perguruan tinggi se-Banten.  Pukul 13.00 s/d 17.00 WIB.</p>
<p>8. MINGGU, 31 JAN 2010 = PUSLING RUMAH DUNIA</p>
<p>- Perpustakaan Keliling Rumah Dunia sebulan sekali. Pukul 09.00-12.00 WIB di Tembong kec. Cipocok Jaya kota Serang. Armada bajay dan gerobaknya (mobile library) sumbangan XL CARE dan Yayasan Nurani Dunia. Sedangkan motor perpustakaan keliling sumbang KPBA rusak. Andai saja ada yang memberi kami mobil perpustakaan keliling (mobil pintar). Kegiatannya diisi dengan expresi menggambar bagi anak-anak, pembacaan puisi, pelatihan menulis, menyanyi. Pooknya happy-happy!</p>
<p>SAMPAI JUMPA DI AGENDA FEBRUARI!</p>
<p>Jika ada perusahaan/lembaga atau perorangan yang ingin berbagi dalam bentuk buku, crayon, alat-alat tulis slahkan dikirim ke Rumah Dunia, Komplek Hegar Alam 40 Serang 42118, Banten.</p>
<p>Jika  Anda tertarik menyumbang dalam bentuk uang langsung transfer saja ke BCA Serang, nomor rekening 245 188 5733, atas nama Asih Purwaningtyas C. Sumbangan Anda akan mengubah hidup orang lain. Insya Allah, barokah dan bermanfaat.</p>
<p>Info lengkap bisa diperoleh di <a href="http://www.rumahdunia.net/">www.rumahdunia.net</a> dan <a href="http://www.rumahdunia.com/">www.rumahdunia.com</a>. (Jang Rudun)</p>
<p>***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/03/agenda-rumah-dunia-januari-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LPM SIGMA GELAR PELATIHAN JURNALISTIK DAN BROADCASTING</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/24/membaca-mengubah-kualitas-hidup-menjdi-lebih-baik/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/24/membaca-mengubah-kualitas-hidup-menjdi-lebih-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 22:31:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal RumahDunia]]></category>
		<category><![CDATA[Change With Reading]]></category>
		<category><![CDATA[IAIN SMH Bnten]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatinah]]></category>
		<category><![CDATA[Unma]]></category>
		<category><![CDATA[Unsera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2352</guid>
		<description><![CDATA[RUMAH DUNIA &#8211; Sekitar 50-an mahasiswa Banten dari berbagai perguruan tinggi seperti IAIN Sultan Maulana Hasanuddin, Universitas Serang Raya (Unsera), STIE Cilegon, Universitas Mathla&#8217;ul Anwar (UNMA) Pandeglang dan STAISMAN Pandeglang mengikuti Pelatihan Jurnalistik dan Broadcasting (PJB) yang diadakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SiGMA di Rumah Dunia pada Jum`at (18/12) lalu.
Peserta PJB dari lima perguruan tinggi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2355" title="change RD COM" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/12/change-RD-COM1.jpg" alt="change RD COM" width="500" height="243" />RUMAH DUNIA &#8211; Sekitar 50-an mahasiswa Banten dari berbagai perguruan tinggi seperti IAIN Sultan Maulana Hasanuddin, Universitas Serang Raya (Unsera), STIE Cilegon, Universitas Mathla&#8217;ul Anwar (UNMA) Pandeglang dan STAISMAN Pandeglang mengikuti Pelatihan Jurnalistik dan Broadcasting (PJB) yang diadakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SiGMA di Rumah Dunia pada Jum`at (18/12) lalu.</p>
<p>Peserta PJB dari lima perguruan tinggi itu mendapat materi langsung dari praktisi menulis seperti Gol A Gong dan  Ibnu Adam Aviciena, novelis yang dijuluki “filsuf Rumah Dunia”.Pelatihan nberlangsung dari pukul 09.00 &#8211; 13.00 WIB diselingi acara makan siang bersama relawan Rumah Dunia.</p>
<p>“Kegiatan ini sangat menarik dan mengisi ceruk ketidaktahuan saya tentang menulis, baik cerpen, novel, artikel, dan esai,” kata Iin Hajiah Faujiah, mahasiswa IAIN. Hal yang sama juga dialami Ipin. “Dengan adanya acara ini saya bisa paham jurnalistik,” tegas Ipin, mahasiswa IAIN pula.</p>
<p>Saat membuka pelatihan, Gol A Gong menanyakan siapa yang sudah pernah membaca novel. Dari 50-an peserta PJB, hanya satu orang saja yang mengacungkan tangan. Kita bisa melihat betapa rendahnya kualitas membaca mahasiswa Banten khususnya dan umumnya orang Indonesia. Dengan cepat, Gol A Gong memberikan novel &#8220;Bangkok Dalam Kenangan&#8221;, novel karangannya sendiri, sebagai penghargaan kepada mahasiswa yang mengacungkan tangan tadi.</p>
<p>“Rumah Dunia menampung orang-orang kampung yang mau maju,” tutur Gol A Gong. Lalu Gol A Gong mencontohkan tiga relawan Rumah Dunia seperti Ibnu, Harir, dan Wayang, yang berasal dari kampung dan sudah mengalami kemajuan. Ibnu Adam yang kini sudah menulis novel dan menyelesaikan kuliah di Laiden Universty, Belanda. Relawan lain, Harir Baldan, dari seorang penjual gorengan menjadi seorang wartawan di www.rumahdunia.com. Dan Ahmad Wayang dari penjual roti menjadi seorang penulis. Beberapa cerpen dan puisi Ahmad Wayang sudah dimuat di koran Radar Banten dan Fajar Banten.</p>
<p>Gong juga mengingatkan para peserta, bahwa di Indonesia itu kemiskinan bermula dari rendahnya kualitas pendidikan mereka. Misalnya, mengapa Ibu dan bapak kita yang bekerja, berdagang, bertani atau buruh begitu-begitu saja kualitas hidupnya? Tidak ada peningkatan. bahkan seorang petani yang tadinya memiliki sawah, kini hanya jadi penggarap saja, karena sawahnya sudah dijual. Sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi. Tapi yang lebih dominan adalah faktor membaca. Kalau ibu dan bapak kita mau membaca pasti akan menjadi pedagang dan petani yang mengerti tentang menejemen.</p>
<p>Gola A Gong lalu menceritakan kisah dua orang pemuda yang suka membaca dan tidak. Pemuda pertama berbadan besar tak membaca sedangkan yang satu kurus dan mau membaca. Setiap hari dua pemuda itu bekerja mengangkut air dari bukit ke kampung untuk dijual kepada warga. Satu pikul air dihargai Rp 1.000. Suatu hari, si kurus berpikir untuk membuat instalasi air. Uang yang dikumpulkan dari memikul air ia keluarkan untuk membeli pohon bambu dan mengupahi pekerja. Sedangkan si badan besar terus saja mengumpulkan uang hasil dari penjualan air. Pekerjaan si kurus membuat instalasi air sangat lama hampir satu tahun. Setelah  instalasi air jadi, si badan besar terus saja memikul air dengan  kondisi fisik yang semakin lemah dan akhirnya sakit. Akibatnya, uang yang dikumpukan si besar dari hasil perih memikul air habis untuk berobat. Sedangkan si kurus yang tadinya memikul air kini jadi menejer perusahaan air. Dia tinggal menyalurkan air ke rumah-rumah dan harga yang tadinya satu pikul Rp 1.000, menjadi Rp 500. Dengan begitu, si kurus bisa memperingan kantong warga yang membeli air. Dari keuntunganya, dia juga bisa membantu biaya pengobatan si besar dan mengajak si besar bergabung di perusahaannya.</p>
<p>Dari kisah di atas, kita bisa melihat kualitas antara orang yang membaca dan tidak. Allah pun bejanji akan mengangkat derajat manusia yang berilmu dan beriman dengan beberapa derajat dibandingkan orang yang tidak berilmu. Hal itu sejalan dengan tema besar kegiatan Rumah Dunia sepanjang 20010, yaitu &#8220;Change with Reading&#8221; (CwR). Gerakan Cwr itu sudah direspon dengan baik oleh warga Banten serta instansi terkait. Terbukti saat  pencanangan CwR  pada 9 Januari 2010 nanti akan dihadiri HM. Masduki, wakil gubernur Bnten dan Kepala Dinas Pendidikan Bnen, Drs. Eko Koswara. (AS. Kelanaraya)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/24/membaca-mengubah-kualitas-hidup-menjdi-lebih-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DICARI SPONSOR DAN DONATUR &#8220;CHANGE WITH READING&#8221; RUMAH DUNIA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/01/dicari-sponsor-dan-donatur-change-with-reading-rumah-dunia/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/01/dicari-sponsor-dan-donatur-change-with-reading-rumah-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 04:42:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Change With Reading]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=1856</guid>
		<description><![CDATA[CHANGE WITH READING RUMAH DUNIA 2010
I. PENDAHULUAN
Rumah Dunia adalah learning centre non formal di bidang jurnalistik, sastra, teater, seni rupa, dan film bagi masyarakat luas. Didirikan pada 3 Maret 2002 dan merupakan lini sosial di bawah naungan Yayasan Pena Dunia berakta notaris Fachrul Kesuma Dharma, SH, nomor 006 tanggal 12 Juni 2006.
II. TEMA
Setiap penghujung tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1857" title="change RD COM" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/12/change-RD-COM.jpg" alt="change RD COM" width="500" height="243" />CHANGE WITH READING RUMAH DUNIA 2010</p>
<p>I. PENDAHULUAN</p>
<p>Rumah Dunia adalah learning centre non formal di bidang jurnalistik, sastra, teater, seni rupa, dan film bagi masyarakat luas. Didirikan pada 3 Maret 2002 dan merupakan lini sosial di bawah naungan Yayasan Pena Dunia berakta notaris Fachrul Kesuma Dharma, SH, nomor 006 tanggal 12 Juni 2006.</p>
<p>II. TEMA</p>
<p>Setiap penghujung tahun di bulan Desember disusun rencana kegiatan setahun ke depan. Tema kegiatan RUMAH DUNIA sepanjang 2010 adalah <strong><em>“Change with Reading”.</em></strong></p>
<p>III. TUJUAN</p>
<p>Melalui kegiatan di Rumah Dunia sepanjang 2010, menyebarkan spirit atau motivasi bagi seluruh lapisan masyarakat, bahwa dengan membaca bisa mengubah hidup kita menuju ke arah yang lebih baik. Meningkatkan kualitas hidup harus dimulai dari membaca.</p>
<p>IV. RELAWAN</p>
<p>Kegiatan ini ditangani para relawan Rumah Dunia; bekerja sebagai dosen, wartawan, dan praktisi TV. Juga mahasiswa IAIN SMH Banten dan Untirta Serang, serta beberapa orang masih pelajar. Sejak 2007 Rumah Dunia dikelola oleh:<br />
Presiden : Firman Venayaksa</p>
<p>Sekretaris : Roy Goozly</p>
<p>Bendahara : Muhzen Den</p>
<p>Penanggung Jawab Perpustakaan : Nadrotul Ain dan Siti Sahauni</p>
<p>Penanggung Jawab Lumbung Banten : Ibnu Adam Aviciena</p>
<p>Penanggung Jawab Sastra dan Jurnalistik : Langlang Randhawa, Gading Tirta, Harir Baldan, Ahmad Wayang</p>
<p>Penanggung Jawab Artistik : Piter Tamba, Rimba Alangalang</p>
<p>Penanggung Jawab Teater : Dedi Setiawan, Bonang Purbaya</p>
<p>Penanggung Jawab Dokumentasi : Aji Setiakarya, Fery Benggala, RG Kedungkaban</p>
<p>Penanggung Jawab IT : Awi Suling</p>
<p>Penanggung Jawab Kegiatan Reguler : Pramita Gayatri, Abdul Salam, Lanang Sejagat</p>
<p>Penanggung Jawab Situs : Noval Ramsis, Adi Bustaman dan Andre Birowo</p>
<p>Unit Usaha : Gong Media Cakrawala</p>
<p>Situs : <a href="http://www.rumahdunia.net/">www.rumahdunia.net</a> dan <a href="http://www.rumahdunia.com/">www.rumahdunia.com</a></p>
<p>e-mail : <a href="mailto:rumahdunia@yahoo.com">rumahdunia@yahoo.com</a></p>
<p>youtube: <a href="http://www.youtube.com/watch?v=3VsdCpbUPVg" target="_blank">http://www.youtube.com/watch?v=3VsdCpbUPVg</a><br />
Didukung Penasehat: Gol A Gong, Tias Tatanka, Toto ST Radik, Wien Muldian, Andi Suhud  Trisnahadi, NP Rahadian, Dadie RsN, MW Fauzi, H. Embay Mulya Syarief, U Saefudin Noor, Halim HD, Wati Wasito, DR Akhmad Mukhlis Yusuf, DR. H. Zulkieflimansyah SE MSc, Dodi Nandika, Muchtar Mandala, N Syamsudin Ch. Haesy, Fuad Hasyim, Mukoddas Syuhada, Prof DR Yoyo Mulyana,  Aendra H Medita, Ariful Amir, Jodhi Yudono.</p>
<p>Ambassador: Jaya Komarudin (Dubai), Dedy Mulyadi Sugih (Qatar), Adkhilni Ms (Jakarta), Bambang Q. Anees dan Heru hikayat (Bandung), Iip Umar Rifai (Yogya), Herli Salim (Australia)</p>
<p>Jaringan Kerja sama: Forum Lingkar Pena, Yayasan Tunas Cendekia, Forum Indonesia Membaca, 1001buku, Eco Village, Wongbanten, Perpusda Banten, Dinas Pendidikan Banten, Library@Senayan (Perpustakaan Diknas), Yayasan Nurani Dunia, Forum Taman Baca Indonesia, XL, Koperasi Jasa Keuangan Syariah “Ibu Mandiri”, Tupperware, Mizan, Marqueen, Belsoap, Gramedia, Senayan Abadi, GIP, Salamadani, Tiga Serangkai, Gagasmedia, Sygma Bandung, Zikrul Hakim, Suhud Mediapromo, Rekonvasi Bhumi, Banten TV,  Yayasan Nurani Dunia, Banten Raya Pos. Institute Kemandirian,Teater Studio Indonesia</p>
<p>V. PENGUNJUNG</p>
<p>Orang-orang yang datang ke Rumah Dunia terdiri dari anak-anak, pelajar, mahasiswa, guru, dosen, pedagang, pemulung, anak jalanan, atau ibu rumah tangga dari sekitar Rumah Dunia radius 1 km. Tapi di hari Sabtu dan Minggu banyak keluarga dari seluruh penjuru Banten mengikui peluncuran buku, pertunjukkan musik, teater, pameran lukisan, dan ikut aneka lomba. Pesertanya tidak hanya dari Banten saja, tapi Jabodetabek. Tidak jarang ada peserta diskusi datang dari Bandung, Cirebon, Semarang, hinggga Yogya.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1858" title="change 4" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/12/change-4.jpg" alt="change 4" width="306" height="394" />VI. NARA SUMBER</p>
<p>Sepanjang 2002 – 2009, untuk diskusi hari Sabtu pembicara dari luar Banten dan berkompeten di bidangnya. Goenawan Muhammad (pendiri majalah Tempo), Taufik Ismal (penyair), Ahmad Mukhlis Yusuf (Direktur LKBN Antara), Udin Saefudin Noor (bankir), Zulkieflimansyah (anggota DPR RI),  Muchtar Mandala (pengusaha), Doddy Nandika (Depdiknas), Irwansyah (artis), Dick Doang (artis), Helvy Tiana Rossa (penulis), Ahmadun Yosy Herfanda (redaktur budaya koran Republika) Habiburahman El-Shirazy (Ayat-ayat Cinta), Asma Nadia (Emak Ingin Naik Haji).</p>
<p>Nara sumber lokal pun mewarnai, seperti para rektor di Banten, para politisi, para seniman, budyawan, ketua LSM, para kepala sekolah. Bahkan wong cilik seperti tukng becak, petani, pembantu jadi pembicara.</p>
<p>Diskusi meluas ke topik-topik yang sedang hangat dibicarakan. Bahkan bisa masuk ke ranah politik; misalnya debat visi-misi calon kepala daerah. Mulai dari Rt. Atut Chosiyah (Gubernur Banten), HA Taufik Nuriman (Bupati Serang), H. Bunyamin (Walkota Serang) pernah datang berdiskusi.</p>
<p>VII. KEGIATAN REGULER</p>
<p>Kegiatan reguler Rumah Dunia berlangsung setiap Senin hingga Minggu, pukul 13.00 – 17.00  WIB. Kegiatan ini sudah rutin sejak tahun 2002. Penamaan kegiatan agar ramah di mata anak-anak dengan sebutan “wisata”. Kegiatan itu berupa:</p>
<p>1. Senin = wisata tulis</p>
<p>2. Selasa = wisata gambar</p>
<p>3. Rabu = wisata dongeng</p>
<p>4. Kamis = wisata mengarang</p>
<p>5. Jum’at = English on Friday dan pusi</p>
<p>6. Sabtu = diskusi mingguan Lumbung Banten</p>
<p>7. Minggu = kelas menulis (sudah angkatan 15)</p>
<p>8. Senin – Kamis = kursus komputer</p>
<p>9. Pusling = Sebulan sekali perpustakaan keliling mengunjungi desa-desa di Banten. Kegiatannya menggambar/mewarnai, dongeng, puisi.</p>
<p>10. Panggung teater = Sebulan sekali pertunjukan teater sekolah/kampus. Sudah berlangsung sejak 2008.</p>
<p>VIII. BIAYA OPERASIONAL</p>
<p>Biaya operasional rutin perbulan Rumah dunia dibiayai donatur yang tidak mengikat. Siapa pu boleh ikut serta dan dibuka kesempatan seluasnya. Biaya opersional itu meliputi:</p>
<p>Biaya operasional rutin perbulan Rumah dunia dibiayai donatur yang tidak mengikat. Siapa pu boleh ikut serta dan dibuka kesempatan seluasnya. Biaya opersional itu meliputi:</p>
<p>1. Kesekretariatan               Rp.    1.000.000,-</p>
<p>2. Cicilan 2 motor dinas               Rp.       750.000,-</p>
<p>3. Perpustakaan Keliling       Rp.       500.000,-</p>
<p>4. Internet (hot spot)          Rp.    1.000.000,-</p>
<p>5. Telepon                          Rp.       500.000,-</p>
<p>6. Listrik                            Rp.       250.000,-</p>
<p>7. Panggung teater              Rp.       500.000,-</p>
<p>8. Diskusi Mingguan (4 x)     Rp.    1.000.000,-</p>
<p>9. Alat menggambar            Rp.       500.000,-</p>
<p>10.</p>
<p>=================== +</p>
<p>Total         Rp.    6.000.000,-</p>
<p>(E n a m  j u t a  R u p i a h )</p>
<p>IX. KEGIATAN UNGGULAN</p>
<p>Selain kegiatan reguler yang rutin diselenggarakan Rumah Dunia, setiap bulannya sepanjang tahun 2010 ada beberapa kegiatan unggulan yang banyak menarik pengunjung. Yaitu:</p>
<p>JANUARI 2010</p>
<p>1 SENIN – JUM’AT :</p>
<p>- Reguler untuk internal anak-anak di sekitar Rumah Dunia dan para relawan; tulis, nyanyi, dongeng, gambar, English Friday dan kelas puisi, kursus bahasa Arab, pengajian politik, kitab kuning, latihan orasi, nonton bareng</p>
<p>2 MINGGU :</p>
<p>- Perpustakaan Keliling Rumah Dunia sebulan sekali minggu pertama, pukul 09.00-12.00 WIB di Tembong kec. Cipocok Jaya kota Serang (Pj. Gading Tirta, Lanang Sejagat, Harir Baldan, Ahmad Wayang, dan Abdul Salam)</p>
<p>- Kelas Menulis Rumah Dunia, tiap pukul 14.00 – 17.00 WIB</p>
<p>3. PROGRAM UNGGULAN:</p>
<p>- Sabtu 9 Jan = Diskusi dan sosialisasi tagline Rumah Dunia “Change With Reading” bersama Wien Muldian, Nursalim (Pendidikan Non Formal) dan pementasan teater Harta Karun Buku oleh teater Recilo. Pukul 13.00 s/d 17.00 WIB. Pj. Langlang.</p>
<p>- Sabtu 16 Jan = Lumbung Banten; Bedah buku “181 Tahun Bara Menjadi Daya” (penerbit Humas &amp; Komunikasi Kab. Lebak) pembicara: Firman Venayaksa dan Fitron. Pukul 13.00 s/d 17.00 WIB. Pj. Ibnu .</p>
<p>- Sabtu 23 Jan = Festival Qasidah SMA se-Banten. Pukul 08.00 s/d 17.00 WIB. Pj. Gading.</p>
<p>Sabtu 30 Jan = Diskusi dari cerpen ke film bersama Aditya Gumay. Pj. Tias. Pukul 13.00 s/d 17.00 WIB.</p>
<p>- Sabtu 30 Jan = Panggung teater Rumah Dunia  pukul 20.00-22.00 WIB. Pj. Roy.</p>
<p>***</p>
<p>FEBRUARI 2010</p>
<p>1 SENIN – JUM’AT :</p>
<p>- Reguler untuk internal anak-anak di sekitar Rumah Dunia dan para relawan; tulis, nyanyi, dongeng, gambar, English Friday dan kelas puisi, kursus bahasa Arab, pengajian politik, kitab kuning, latihan orasi, nonton bareng</p>
<p>2. MINGGU :</p>
<p>- Perputakaan Keliling RD di Warung Selikur kec. Kibin kab. Serang(Pj. Gading Tirta, Lanang Sejagat, Harir Baldan, Ahmad Wayang, dan Abdul Salam)</p>
<p>- Kelas Menulis Rumah Dunia, tiap pukul 14.00 – 17.00 WIB</p>
<p>3. PROGRAM UNGGULAN:</p>
<p>- Sabtu 6 Feb = Lomba baca puisi Wong Cilik. Bintang tamu Taufiq Ismail. Pukul 08.00 s/d 17.00 WIB. Pj. Rimba.</p>
<p>- Sabtu 13 Feb = Lumbung Banten: Bedah buku “Demokrasi Seolah-olah” karya Iwan K Hamdan (penerbit Piksi Input). Pembicara: Ali Suro (aktivis FAM), perwakilan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM Banten), GP Anshor. Pukul 13.00 s/d 17.00 WIB. Pj. Ibnu.</p>
<p>- Sabtu 20 Feb = Bursa buku murah Rumah Dunia (mizan, gagasmedia, gramedia). Pukul 08.00-17.00 WIB. Pj. Muhzen.</p>
<p>- Sabtu 27 Feb = Panggung teater, Pukul 20.00-22.00 WIB. Pj. Roy.</p>
<p>***</p>
<p>MARET 2010</p>
<p>1 SENIN – JUM’AT :</p>
<p>- Reguler untuk internal anak-anak di sekitar Rumah Dunia dan para relawan; tulis, nyanyi, dongeng, gambar, English Friday dan kelas puisi, kursus bahasa Arab, pengajian politik, kitab kuning, latihan orasi, nonton bareng</p>
<p>2. MINGGU :</p>
<p>- Perputakaan Keliling RD di Kasunyatan Kasemen Serang (Pj. Gading Tirta, Lanang Sejagat, Harir Baldan, Ahmad Wayang, dan Abdul Salam)</p>
<p>- Kelas Menulis Rumah Dunia, tiap pukul 14.00 – 17.00 WIB</p>
<p>3. PROGRAM UNGGULAN:</p>
<p>- Sabtu-Minggu 6-7 Mar = Ulang tahun Rumah Dunia ke-8: Delapan Pesta di Rumah Dunia (lomba dari 8 sekolah tingkat SD-SMP-SMA se-Banten. Lomba: baca puisi (SMP), menulis cerpen (SMA), orasi budaya (SMA) ttg ketahanan pangan, menggambar (SD), karikatur (SMA), acting (SD-SMP), mendongeng (SMP-SMA), Lomba photo ttg Banten tingkat umum. Festival makanan khas Banten: sumsum, rabeg, sate bandeng, ketan bintul, cecuwer, serabi, gipang, emping, dll.</p>
<p>Diskusi “www.rumahdunia.com: Spirit Banten Untuk Dunia”. Pembicara: Harir Baldan, LC (wartawan www.rumahdunia.com), Ahmad Mukhlis Yusuf (direktur Antara), Noval Y Ramsis (webmaster). Bintang tamu: Tere ( anggota DPR RI komisi X). Pentas Terbang Gede/Rudat Cadas Putih Taktakan versus Rampak Bedug Ciwasiat.  pukul 08.00-17.00 WIB. Pj. Firman.</p>
<p>- Sabtu 13 Mar =  Bedah Buku Kumpulan Puisi Candu Rindu (penerbit Kubah Budaya). Pembedah: Iwan Gunadi (penyair). Pj. Wahyu Arya Wiyata</p>
<p>- Sabtu 20 Mar = Pelatihan Penulisan Essay bersama Ahmad Sobari. Pukul 13.00-17.00 WIB. Pj. Gading</p>
<p>- Sabtu 27 Mar = Diskusi Lumbung Banten: “Kehidupan Beragama di Banten”. Pembicara: Depag Banten, Forum Komunikasi Umat Beragama, dr pihak Gereja. Pukul 13.00 s/d 17.00 WIB. Pj. Ibnu.</p>
<p>***</p>
<p>APRIL 2010</p>
<p>1 SENIN – JUM’AT :</p>
<p>- Reguler untuk internal; tulis, nyanyi, dongeng, gambar, English Friday dan kelas puisi, kursus bahasa Arab, kitab kuning, latihan orasi, nonton bareng</p>
<p>2. MINGGU :</p>
<p>- Perputakaan Keliling RD di Petir Serang</p>
<p>- Kelas Menulis Rumah Dunia, tiap pukul 14.00 – 17.00 WIB</p>
<p>3. PROGRAM UNGGULAN:</p>
<p>- Sabtu 3 Apr = Diskusi Citizen Journalism (pembicara Kompasiana) pukul 13.00-17.00 WIB. Pj. Gading.</p>
<p>- Sabtu 10 Apr = Pelatihan Komik bersama Beni dan Mice dan MW Fauzi. 08.00-17.00 WIB. Pj. Ahmad Wayang.</p>
<p>- Sabtu 17 Apr = Lomba baca puisi guru se-Banten. Tema “Habis Gelap Terbitlah Terang” pukul 08.00-17.00 WIB. Pj. Muhzen.</p>
<p>- Sabtu 24 Apr = Mengikuti perayaan World Book Day 2010 di Jakarta</p>
<p>MEI 2010</p>
<p>1 SENIN – JUM’AT :</p>
<p>- Reguler untuk internal; tulis, nyanyi, dongeng, gambar, English Friday dan kelas puisi, kursus bahasa Arab, kitab kuning, latihan orasi, nonton bareng</p>
<p>2. MINGGU :</p>
<p>- Perputakaan Keliling RD di Petir Serang</p>
<p>- Kelas Menulis Rumah Dunia, tiap pukul 14.00 – 17.00 WIB</p>
<p>3. PROGRAM UNGGULAN:</p>
<p>- Sabtu 1 Mei = Diskusi ttg Pendidikan di Banten. “Kebangkitan Pendidikan di Banten”. pembicara: Eko Endang Koswara (Kadindik Banten), Mulya Rahayu (ketua YPI), Prof. Dr. Rahman Abdullah (rector Untirta), Ibnu AA (Kepala Sekolah SMA Generasi Baru Rumah Dunia). Pukul 13.00-17.00 WIB. Pj. Langlang.</p>
<p>- Sabtu 8 Mei = Pelatihan pembacaan puisi untuk guru dan siswa tingkat SMP-SMA. Pembicara; Iman Soleh (aktor). Pukul 08.00-17.00 WIB. Pj. Wahyu Arya Wiyata</p>
<p>- Sabtu 15 Mei = Hari kebangkitan buku ke-3: Iwan K Hamdan, Mufti Ali, Hendri F Isnaeni, Agus Sutisna, Kubah Budaya, Fatih Beeman. Pukul 13.00-17.00 WIB. Pj. Gading Tirta.</p>
<p>- Sabtu 22 Mei = Diskusi Lumbuung Banten tema Kebangkitan Banten. Pembicara: para ketua DPRD Banten, Kota Serang dan Kab. Serang. Pukul 13.00-17.00 WIB. Pj. Ibnu AA</p>
<p>- Sabtu 29 Mei = Panggung teater dari Recilo (remaja Ciloang).  Pukul 20.00-22.00 WIB. Pj. Sauni cs.</p>
<p>***</p>
<p>JUNI 2010</p>
<p>1 SENIN – JUM’AT :</p>
<p>- Reguler untuk internal; tulis, nyanyi, dongeng, gambar, English Friday dan kelas puisi, kursus bahasa Arab, kitab kuning, latihan orasi, nonton bareng</p>
<p>2. MINGGU :</p>
<p>- Perputakaan Keliling RD di Warung Jaud (Ponpes Fahmil Quran) Serang</p>
<p>- Kelas Menulis Rumah Dunia, tiap pukul 14.00 – 17.00 WIB</p>
<p>3. PROGRAM UNGGULAN:</p>
<p>- Sabtu 24, 25, 26 Jun = Pelaksanaan Ode Kampung Ke-4 Temu Pecinta Indonesia. Pertunjukan teater Studio Indonesia (Nandang Aradea) dan Musik (Iwan Fals), Diskusi Para Indonesianis (Imam Prasodjo, Radar Panca Dahana, Halim HD), Seni Rupa Lingkungan (Eco Village Karangantu, Banten Lama),</p>
<p>***</p>
<p>JULI 2010</p>
<p>1 SENIN – JUM’AT :</p>
<p>- Reguler untuk internal; tulis, nyanyi, dongeng, gambar, English Friday dan kelas puisi, kursus bahasa Arab, kitab kuning, latihan orasi, nonton bareng</p>
<p>2. MINGGU :</p>
<p>- Perpustakaan Keliling RD di Trondol Serang</p>
<p>- Kelas Menulis Rumah Dunia, tiap pukul 14.00 – 17.00 WIB</p>
<p>3. PROGRAM UNGGULAN:</p>
<p>- Sabtu 3 Juli = Diskusi Buku Lumbung Banten. Pukul 13.00-17.00 WIB. Pj. Ibnu</p>
<p>- Sabtu 10 Juli = Panggung Teater: Pementasan teater rakyat “Ubrug” (pimpinan Mang Cantel). Pukul 20.00-23.00 WIB. Pj. Rimba</p>
<p>- Sabtu 17 Juli = Launching Buku (jumpa pengarang).</p>
<p>- Sabtu 24 Juli = Pesta Anak ke-9: Lomba mengarang cerita anak untuk SD se-Banten, lomba cerita anak untuk guru TK se-Banten, Pameran Lukisan Anak, Operet “si Belis dan Sepatu Baru” bersama Ki Amuk. Pukul 08.00-22.00 WIB. Pj. Harir Baldan, Lanang Sejagat, Ahmad Wayang, Abdul Salam, dan Roy Goozly.</p>
<p>***</p>
<p>AGUSTUS 2010</p>
<p>1 SENIN – JUM’AT :</p>
<p>- Reguler untuk internal; tulis, nyanyi, dongeng, gambar, English Friday dan kelas puisi, kursus bahasa Arab, kitab kuning, latihan orasi, nonton bareng</p>
<p>2. MINGGU :</p>
<p>- Perputakaan Keliling RD di Trondol Serang</p>
<p>- Kelas Menulis Rumah Dunia, tiap pukul 14.00 – 17.00 WIB</p>
<p>3. PROGRAM UNGGULAN:</p>
<p>Sabtu 7 Agust = Diskusi HUT Kota Serang ke-3 “Serang di Mata Wong Cilik” (pembicara: supir angkot, tukang ojek, petani)</p>
<p>***</p>
<p>SEPTEMBER 2010</p>
<p>1 SENIN – JUM’AT :</p>
<p>- Reguler untuk internal; tulis, nyanyi, dongeng, gambar, English Friday dan kelas puisi, kursus bahasa Arab, kitab kuning, latihan orasi, nonton bareng</p>
<p>3. PROGRAM UNGGULAN:</p>
<p>Sabtu 4 Sept  = Kado Lebaran ke-8 bersama Gita Gutawa.</p>
<p>Sabtu 25 Sept = Halal Bi Halal bersama Hadad Alwi</p>
<p>***</p>
<p>OKTOBER 2010</p>
<p>1 SENIN – JUM’AT :</p>
<p>- Reguler untuk internal; tulis, nyanyi, dongeng, gambar, English Friday dan kelas puisi, kursus bahasa Arab, kitab kuning, latihan orasi, nonton bareng</p>
<p>2. MINGGU :</p>
<p>- Perputakaan Keliling RD di Desa Kaong, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang. Pj. Abdul Salam, Ahmad Wayang, Lanang Sejagat,</p>
<p>- Kelas Menulis Rumah Dunia, tiap pukul 14.00 – 17.00 WIB</p>
<p>3. PROGRAM UNGGULAN:</p>
<p>- Sabtu 2 Okt = Lumbung Banten: Diskusi perayaan sepuluh tahun Banten. Tema Banten Sepuluh (sepuluh perempuan Banten bicara). Pengisi orasi: Ratu Atut Chosiyah (gubernur Banten), Eneng Nurcahyati (kepala Badan Ketahanan Pangan Banten), Ei Nurul Khotima (Anggota DPRD Banten), Tias Tatanka (Rumah Dunia), Ijah Faijah (ketua Yayasan Bina Wanita Bahagia), ketua front aksi mahasiswi Banten (FAMi), Bidan Ros (dokter Baduy), Nazla Thoyib Amir (seniman), ketua Konsorsium Perempuan, Nita (wartawan Kompas). Para pembicara menulis makalah untuk dibukukan.</p>
<p>- Sabtu 9 Okt  =  Parade film pendek se-Banten.</p>
<p>- Sabtu 16 Okt = Jumpa Pengarang.</p>
<p>- Sabtu 23 Okt = Panggung teater.</p>
<p>***</p>
<p>NOVEMBER 2010</p>
<p>1 SENIN – JUM’AT :</p>
<p>- Reguler untuk internal; tulis, nyanyi, dongeng, gambar, English Friday dan kelas puisi, kursus bahasa Arab, kitab kuning, latihan orasi, nonton bareng</p>
<p>2. MINGGU :</p>
<p>- Perputakaan Keliling RD di …..</p>
<p>- Kelas Menulis Rumah Dunia, tiap pukul 14.00 – 17.00 WIB</p>
<p>3. PROGRAM UNGGULAN:</p>
<p>- Sabtu 2 Nov  = Peluncuran Buku “Change With Reading” karya relawan Rumah Dunia. Buku ini tentang proses kreatif relawan setelah membaca, misalnya Harir Baldan dari pedagang keliling, dan Ahmad Wayang dari pedagang roti menjadi penulis.***</p>
<p>DESEMBER 2010</p>
<p>1 SENIN – JUM’AT :</p>
<p>- Reguler untuk internal; tulis, nyanyi, dongeng, gambar, English Friday dan kelas puisi, kursus bahasa Arab, kitab kuning, latihan orasi, nonton bareng</p>
<p>2. MINGGU :</p>
<p>- Perputakaan Keliling RD di …..</p>
<p>- Kelas Menulis Rumah Dunia, tiap pukul 14.00 – 17.00 WIB</p>
<p>3. PROGRAM UNGGULAN:</p>
<p>- Sabtu 2 Des  = Peluncuran Buku Kumpulan Cerpen Rumah Dunia.</p>
<p>***</p>
<p>X. KONTRAPRESTASI SPONSORSHIP</p>
<p>Kontribusi perusahaan sangat menentukan kelancaran “CHANGE WITH READING” RUMAH DUNIA 2010 ini sehingga maksud dan tujuan dari acara ini dapat terlaksana dengan baik. Bagi perusahaan, melalui acara ini, mendapatkan peluang untuk menanamkan <em>brand image</em> serta mempromosikan produk.</p>
<p>Perusahaan/ badan usaha dapat melaksanakan tanggung jawab sosialnya (CSR – Corporate Social Responsibility) seperti yang diwajibkan dalam Undang-Undang No 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, aik terhadap pengembangan sumber daya manusia Indonesia, di mana perusahaan secara proaktif berinvestasi dalam gerakan INDONESIA MEMBACA; sebagai pembentukan generasi muda Indonesia yang gemar membaca</p>
<p><strong>X. 1. JENIS SPONSORSHIP</strong></p>
<p>Kami menawarkan 4<strong> paket <em>sponsorship</em> utama, </strong>yaitu:</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>X. 1.1. Paket A (100% dari anggaran dana)          = Rp 6,000,000,-/bulan x 12 bulan (selama setahun) dengan total RP. 72,000,000,-</strong></p>
<p>Kontraprestasi sebagai berikut:</p>
<p>a. Logo perusahaan tercantum di setiap backdrop  kegiatan (100 % dari kolom sponsor)</p>
<p>b. Logo perusahaan tercantum di liflet (100 % dari kolom sponsor)</p>
<p>b. Adlips MC pada saat acara berlangsung</p>
<p>c. Iklan di <a href="http://www.rumahdunia.com/">www.rumahdunia.com</a> dan <a href="http://www.rumahdunia.net/">www.rumahdunia.net</a></p>
<p>d. Branding di setiap kegiatan (materi dari perusahaan)</p>
<p><strong>X. 1.2. Paket B (50% dari anggaran dana)  = Rp 3.000,000,-/bulan x 12 bulan (selama setahun) dengan total RP. 36,000,000,-</strong></p>
<p>Kontraprestasi sebagai berikut:</p>
<p>a. Logo perusahaan tercantum di setiap backdrop  kegiatan (50 % dari kolom sponsor)</p>
<p>b. Logo perusahaan tercantum di liflet (50 % dari kolom sponsor)</p>
<p>b. Adlips MC pada saat acara berlangsung</p>
<p>c. Iklan di <a href="http://www.rumahdunia.com/">www.rumahdunia.com</a> dan <a href="http://www.rumahdunia.net/">www.rumahdunia.net</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>X. 1.3. Paket C (25% dari anggaran dana)  = Rp 1,500,000,- /bulan x 12 bulan (selama setahun) dengan total RP. 18,000,000,-</strong></p>
<p>Kontraprestasi sebagai berikut:</p>
<p>a. Logo perusahaan tercantum di setiap backdrop  kegiatan (25 % dari kolom sponsor)</p>
<p>b. Logo perusahaan tercantum di liflet (25 % dari kolom sponsor)</p>
<p>b. Iklan di <a href="http://www.rumahdunia.com/">www.rumahdunia.com</a></p>
<p><strong>X. 1.4. Paket Donasi </strong></p>
<p>Paket ini dikhususkan bagi perusahaan/ perseorangan yang bermaksud memberikan dana, barang, dan jasa.  Kerja sama ini tetap menjaga independensi dan intregritas kedua belah pihak.</p>
<p>XI. TATA CARA PEMBAYARAN</p>
<p>Menentukan dan memilih paket <em>sponsorship </em>yang ditawarkan. Mengisi surat perjanjian kontrak dan menandatangani di atas materai. Melaksanakan pembayaran <em>sponsorship</em> dengan cara :</p>
<p>a) Pembayaran pertama (<em>Down Payment)</em> dengan jumlah 60% dari nilai kontrak dan dibayarkan satu minggu setelah kontrak ditandatangani.</p>
<p>b) Pelunasan pembayaran dilakukan paling lambat dua minggu setelah pembayaran pertama.</p>
<p>c) Pembayaran dilakukan melalui transfer ke :</p>
<p>BRI CABANG SERANG,<br />
Atas nama : Yayasan Pena Dunia<br />
Nomor Rek. : 0084 – 01 – 034240 – 50 – 5</p>
<p>BANK MUAMALAT CABANG SERANG<br />
Atas nama: Asih Purwaningtyas C<br />
Nomor Rek. : 9085 – 999 &#8211; 799</p>
<p>BCA CABANG SERANG<br />
Atas nama : Asih Purwaningtyas C<br />
Nomor Rek. : 245 – 188 &#8211; 5733</p>
<p>X. PENUTUP</p>
<p>Demikianlah rincian kegiatan “Change with Reading Rumah Dunia 2010”. Semoga lembaga, instansi/kantor yang Bapak/Ibu pimpin bisa mendukung gerakan literasi local ini. Semoga niat baik kita mendapat ridho Allah SWT dan diberi kemudahan dalam mewujudkannya. Amien ya rabbalalamien.</p>
<p>Serang, 30 November 2009</p>
<p>Gola Gong &#8211; Ketua Yayasan Pena Dunia</p>
<p>Firman Venayaksa &#8211; Presiden Rumah dunia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/01/dicari-sponsor-dan-donatur-change-with-reading-rumah-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
