PARA PEJABAT NGUMPUL DI RUMAH DUNIA

Selain Wagub Banten, hadir pula di pencangan Change with Reading Endang Eko Koswara (Kadisdik Banten), Sudiyti (Kepala Perpusda Banten), Ahmad Mukhlis Yusuf (Direktur Antara), Hafidzi (Kadisdik Kota Serang), Amriti (Perpusda Kota Serang), Eneng Nurcahyati (Kepala Ketahanan Pangan Banten),  Nenny Sri Utami (Sekretaris Umum Lembaga Kesetiakawanan dan Kepedulian Sosial Jakarta), Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D (Direktur Penmas Depdiknas), dan Wien Muldian (forum Indonesia Membaca).

DUTA CHANGE WITH READING

Change with Reading (CwR) ini bertujuan supaya masyarakat sadar betapa pentingnya membaca. Di acara ini juga diadakan lomba menggambar untuk SD, lomba poster untuk SMP se-Banten. Lalu ada pemilihan Duta CwR. Di pemilihan Duta CwR ini di ikuti oleh sejumlah perwakilan pelajar dari SMA se-Banten dan mahasiswa perguruan tinggi se-Banten.

PONDOK BACA ZAKIAH BANDUNG BARAT

Zakiyah comRUMAH DUNIA – Di zaman modern sekarang, amat sedikiti orang yang peduli terhadap lingkungan sosial. Apalagi jika itu menyoal bidang literasi. Kita tahu bahwa minat baca di Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

WAKTU LUANG

Hal itu pula yang mendasari Ayu Puji Rahayu mendirikan pondok baca yang diberi nama “Zakiah”. Menurut Ayu, dibangunnya pondok baca Zakiah, agar waktu luang para pelajar di tempatnya bisa dimanfaatkan dengan baik. “Kami ingin waktu istirahat mereka dimanfaatkan dengan membaca,” ujar Ayu.

Pada 24 Desember 2009, Ayu dan beberapa pengurus pondok baca Zakiyah berkunjung ke Rumah Dunia. Mereka ingin belajar bagaimana mengelola taman bacaan masyarakat seperti Rumah Dunia. “Kok, Rumah Dunia ini bisa bertahan dan berkembang sert dikenal di mana-mana,” kata ayu keheranan.

Pondok baca yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Arafah, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, ini baru berdiri tiga bulan. Gagasan pendirian ini didukung Kepala Sekolah SD Arafah,  Sarip Mahmud.

Pondok baca Zakiah dibuka setiap Jum’at selepas Ashar untuk anak-anak SD. Sedangkan Minggu (dari jam 2-5 sore) untuk pelajar tingkat SMA. “Para pengunjungnya anak-anak Pesantren Arafah dan warga sekitar,” ujar bunda Zakiah ini.

Konsep belajar yang diberikan pondok baca ini sederhana, yaitu dibacakan cerita, diajarkan membaca, dan cerita bersama. Sedangkan untuk SMA belum ada kegiatan rutin selain membaca dan berdiskusi.

BUKU TERBATAS

Buku yang tersedia pun masih terbatas pada buku-buku umum dan majalah anak. “Buku-bukunya dapat sumbangan dari Kang Iqbal, relawan kami,” kata guru SD kelas 1 ini. Alasan itulah yang membuat pondok baca yang beralamat di Kampung Pasir Jati RT 03/17, Desa Muka Payung Cililin, Bandung Barat ini belum bisa meminjamkan buku kepada yang berkunjung.

Gol A Gong, yan hadir membagikan pengalamannya saat mengawali membangun Rumah Dunia menyarankan, “Coba dekati para penerbit buku. Biasanya setiap mereka menerbitkan buku-buku baru, selalu ada jatah untuk relasi atau dibagikan.”

Selain minimnya koleksi buku, Sumber Daya Manusia (SDM) di Zakiah juga sangat terbatas. pengurusnya baru tiga orang: Ayu Puji Rahayu dan dua orang siswi SMA Arafah. Selama ini, bantuan dari Pemerintah Pusat belum ada. Kendati demikian, pondok baca yang berdiri di teras rumah Ayu Puji Rahayu ini memiliki harapan emas untuk menumbuhkan minat baca minimal di lingkungan Pesantren. (Harir Baldan)

AKOER SUMBANG BUKU UNTUK RUMAH DUNIA

akoerRUMAH DUNIA — Jarak yang terbilang dekat dengan Jakarta tak lantas membuat Banten maju dari segi sumber daya manusia (SDM). Kenapa? Itu terbukti dari minimnya minat baca di daerah yang terkenal dengan debusnya ini. Faktor-faktor yang mempengaruhi itu diantaranya: minimnya minat baca masyarakat, masih jarangnya Taman Bacaan Masyarakat di sebuah daerah tersebut, jaraknya yang jauh dari perpustakaan dan terbatasnya persediaan buku.

Untuk yang terakhir, relawan Rumah Dunia termasuk yang beruntung. Apa pasal? Coba bayangkan, di saat sebagian orang sulit membeli buku, Sabtu (26/12) pagi tadi, Rumah Dunia mendapat sumbangan buku dari Penerbit Andal Krida Nusantara (Akoer). Buku sumbangan itu berjumlah tiga puluh satu buku, antara lain “30 Hari Jadi Murid Anakku” (Mel), “Prahara Asmara” (Zara Zettira Zr), “Prahara Asmara Sucinya Noda 2” (Zara Zettira Zr), “Kasmaran: Sebuah Memoar Cinta” (Kafi Kurnia & Dwitri Waluyo), “Tanril Siege Of King Naum 2” (Nafta S Meika), “Kembar Keempat” (Sekar Ayu Asmara), “Pintu Terlarang” (Sekar Ayu Asmara), “Pucuk Cinta Bougenville” (Sitta Wulandari), “Nagabonar Jadi 2” (Akmal Nasery Basral), “Kenangan Abu-Abu” (Winna Efendi), “Burger, Pizza & Semur Jengkol” (Wibi A. R.), “Digitariumdan” (Baron Leonard), “Biola Tak Berdawai” (Seno Gumira Aji Darma), dan “Imperia” (Akmal Nasery Basral).

Dulu, Akoer juga menerbitkan buku kumpulan cerpen Rumah Dunia berjudul “Harga Sebuah Hati” (2005) dimana royaltinya disumbangkan untuk Rumah Dunia. Pada 2005, buku “Imperia” karangan Akmal Nasery Basral diluncurkan di Rumah Dunia. Semoga semakin banyak penerbit yang menyumbangkan buku ke Rumah Dunia, karena Rumah Dunia sering didatangi taman-taman bacaan masyarakat di Bnatne. “Kami suka tidak tega menolaknya. Sebetulnya itu bukan urusan kami. Tapi, sebgai bentuk solidaritas, biasanya satu dus buku plus majalah, kami sumbangkan,” kata Sobirin, relawan Rumah Dunia. “Mas Gong pernah bilang, insya Allah akan diganti lagi oleh penerbit,” Sobirin mengakhiri percakapan. (Harir Baldan)

RUMAH DUNIA SUMBANG GRIYA BACA LAMPUNG

Pusling RDRUMAH DUNIA – Sabtu malam (12/12), Rumah Dunia kedatangan dua orang tamu perwakilan dari Griya Baca Himpunan Mahasiswa Serang dan Cilegon (HIMSAC) Bandar Lampung. “Ada keperluan apa? Apa yang bisa kami Bantu?” kata Gol A Gong selaku pendiri Rumah Dunia dengan ramah. Saat itu Gong dan relawan sedang berkumpul di Panggung.

Tb. A. Hizbullah, selaku sekertaris umum dan Dika Ferdiansyah selaku ketua umum HIMAC, memperkenalkan diri dan langsung menjelaskan maksud kedatangannya. “Griya Baca HIMAC  akan mengadakan relaunching untuk yang kedua kalinya. Kami meminta bantuan sumbangan berupa buku dari Rumah Dunia,” kata Hizbullah, yang bisa sapa dangan sebutan Tb.

Gol A Gong langsung menanggapinya dengan baik. “Bisa, bisa. Kapan mau diambil bukunya? Apa mau sekarang?” Gong menawarkan. Tapi, karena dirasa terlalu terburu-buru, ahirnya perwakilan dari Griya Baca HIMAC sepakat akan mengambil bukunya besok siang.

Sebenarnya Griya Baca sudah mengadakan launching pertamanya, yaitu  pada tahun 2004 lalu. Dan rencananya pada tanggal 26 Desember 2009 mendatang akan diadakan launching yang kedua. Griya Baca yang bermarkas di Jl. Bumi Mati II, Gang Surya Kencana 2 Kampung Baru, Bandar Lampung ini hanya baru mempunyai koleksi buku sekitar 200 ribu.

Griya Baca yang mempunyai visi memberantas buta aksara dan menumbuh kembangkan minat baca pada masyarakat ini sudah pernah mengadakan semacam lomba cerpen untuk Mahasiswa, serta mengundang sastrawan Lampung, Isbedi Setiawan. “Tapi Griya Baca sekarang lebih memfokuskan pada minat baca, khususnya anak-anak,” kata Tb, yang datang hari Sabtu (12/12) siang, bersama ketua umum, Dika Ferdiansyah.

Selain meminta sumbangan buku di Rumah Dunia, Griya Baca juga meminta sumbangan dari Ikatan Alumni Imsak, Serang. Selain juga sudah meminta bantuan di Bandar Lampung, pada Dinas Pendidikan, Perpustakaan Bnadar Lampung, Griya Baca juga akan mencari sumbangan buku di sekitar Taman Baca Masyarakan Lampung. Lalu, siapa berikutnya yang ingin menyumbang buku untuk Griya Baca HIMAC? (Wayang)

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Full Story | July 18th, 2010