<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Dunia Gol A Gong Banten Baca Buku Taman Bacaan Perpustakaan &#187; Bayi</title>
	<atom:link href="http://rumahdunia.com/isi/tag/bayi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahdunia.com/isi</link>
	<description>Rumah Dunia,Banten,buku,taman,bacaan,taman bacaan,Gol A Gong,majalah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 13:56:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI MENURUN</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2011/01/26/angka-kematian-ibu-dan-bayi-menurun/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2011/01/26/angka-kematian-ibu-dan-bayi-menurun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Jan 2011 00:34:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=4490</guid>
		<description><![CDATA[LEBAK&#8212;Angka kematian bayi saat dilahirkan di Kecamatan Cipanas selama 2010, menurun sekitar 25% atau sebanyak 15 bayi. Sedangkan angka kematian ibu saat melahirkan nihil alias tidak ada. Sementara itu, pada 2009, angka kematian ibu saat melahirkan tercatat satu orang, berasal dari Desa Talagahiang. Sedangkan angka kematian bayi berjumlah 20 orang. Kepala UPTD Puskesmas Cipanas Suripto [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/01/hamil.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4491" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/01/hamil.jpg" alt="" width="200" height="237" /></a>LEBAK&#8212;Angka kematian bayi saat dilahirkan di Kecamatan Cipanas selama 2010, menurun sekitar 25% atau sebanyak 15 bayi. Sedangkan angka kematian ibu saat melahirkan nihil alias tidak ada. Sementara itu, pada 2009, angka kematian ibu saat melahirkan tercatat satu orang, berasal dari Desa Talagahiang. Sedangkan angka kematian bayi berjumlah 20 orang.<span id="more-4490"></span></p>
<p>Kepala UPTD Puskesmas Cipanas Suripto mengungkapkan, 15 bayi yang mengalami kematian itu berasal dari 8 Desa di Kecamatan Cipanas di antaranya, Desa Giriharja tercatat 3 bayi meninggal, Haurgajrug 3 bayi, Harumsari 2 bayi, Jayapura, Bintangsari, Pasirhaur masing-masing 1 bayi, Sipayung dan Cipanas juga mencatat masing-masing 2 bayi.</p>
<p>“Salah satunya pemanfaatan pelayanan posyandu ditiap Desa harus dioptimalkan. Dimana posyandu tempat melayani kesehatan bayi, ibu hamil, balita, dan akseptor KB,” kata Suripto, Minggu (23/1).</p>
<p>Dijelaskan, dari jumlah bayi yang mengalami kematian itu 6 di antaranya kematian bayi disebabkan prematur atau kematian bayi yang terjadi sebelum 9 bulan atau 36 minggu. “Kendala prematur lantaran ibu tidak secara teratur memeriksakan kandungannya minimal 4 kali selama sebulan. Ibu hamil kurang memerhatikan gizi kandungan, dan selama itu ibu hamil melakukan rutinitas berat, serta faktor jarak ibu hamil dari fasilitas ke pelayanan masyarakat,” ujarnya. (Harir Baldan)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2011/01/26/angka-kematian-ibu-dan-bayi-menurun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BAYI BERTULISKAN ALLAH</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/05/geger-bayi-bertuliskan-allah/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/05/geger-bayi-bertuliskan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 16:58:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Allah SWT]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=1944</guid>
		<description><![CDATA[TANGERANG- Warga Pondok Aren digegerkan dengan adanya tato bertuliskan lafadz Allah di tubuh seorang bayi yang baru berumur 7 bulan. Selain menghebohkan warga, kejadian yang jarang terjadi ini juga membuat orang tuanya menjadi tersadar untuk lebih meningkatkan ketaqwaan dan keimanan. Rana Miranti, nama bayi itu, yang masih berusia tujuh bulan menjadi tontonan warga kelurahan jombang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1943" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-1943" title="allah" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/12/allah.jpg" alt="Foto: http://img38.imageshack.us" width="500" height="357" /><p class="wp-caption-text">Foto: http://img38.imageshack.us</p></div>
<p>TANGERANG- Warga Pondok Aren digegerkan dengan adanya tato bertuliskan lafadz Allah di tubuh seorang bayi yang baru berumur 7 bulan. Selain menghebohkan warga, kejadian yang jarang terjadi ini juga membuat orang tuanya menjadi tersadar untuk lebih meningkatkan ketaqwaan dan keimanan. Rana Miranti, nama bayi itu, yang masih berusia tujuh bulan menjadi tontonan warga kelurahan jombang Rt 001/009, Kota Tangerang Selatan pada Sabtu (5/12). Pasalnya anak pasangan Surneti dan Rahmat ini memiliki lafadz Allah di bagian tubuh sebelah kiri.</p>
<p>Kejadian ini berawal dari 3 bulan lalu saat Rana Miranti diserang demam dan panas tinggi, yang memunculkan bintik merah di tubuhnya. Namun hingga bayi mulai masuk usia tujuh bulan, bintik tersebut menghilang. Namun bintik yang berada di dada sebelah kiri jutru tidak hilang dan justru semakin tebal. Dan yang membuatnya kaget kaget kedua orangtua Rana adalah, bintik merah tersebut menyerupai tulisan allah yang terbalik. Khawatir dengan adanya penyakit, Rana pun diperiksakan ke dokter. Namun ternyata kondisi Rana tetap sehat dan tidak ada tanda kelainan. Termasuk bintik merah yang ada di dadanya bukanlah sebuah penyakit yang harus dikhawatirkan.</p>
<p>Sang Ibu bayi, Surneti, mengatakan, sebelum muncul tanda di bayinya dirinya pernah mendapatkan mimpi melihat sinar yang sangat terang datang padanya. Kerana itu hanya mimpi maka ia tak pernah menghiraukannya. Barulah saat bayinya lahir dan ditubuhnya muncul tulisan Allah ini, ia tersadar untuk lebih introspeksi diri.</p>
<p>Adanya kejadian ini, justru membuat orang tua termotivasi lebih bertaqwa dan mempertebal keimanannya. Bisa juga hadirnya bayi ini mungkin merupakan teguran dari Allah kepada keluarga dan warga setempat untuk mempercayai kebesaran Allah. [ahmadi]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/05/geger-bayi-bertuliskan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IBU LEBAK MELAHIRKAN BAYI KEMBAR SIAM</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/18/seorang-seorang-ibu-muda-melahirkan-bayi-kembar-siam/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/18/seorang-seorang-ibu-muda-melahirkan-bayi-kembar-siam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 17:05:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[ajidarmo]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[kembar siam]]></category>
		<category><![CDATA[melahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[menangis]]></category>
		<category><![CDATA[terbaring.]]></category>
		<category><![CDATA[tim medis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=1318</guid>
		<description><![CDATA[LEBAK-Siapapun tidak akan pernah menyangka kalau bayi yang  dilahirkannya akan mengalami kelainan. Hal inilah yang dialami seorang ibu muda dari kampung Caruluk desa Bojong Leles kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak. Beliau melahirkan bayi kembar siam berjenis kelamin perempuan Selasa (17/11) pagi pukul 06.45 WIB di Rumah Sakit Dr. Adjidarmo Lebak. Bayi seberat 6.45 Kilogram tersebut memiliki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1322" class="wp-caption alignleft" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-1322" title="kembar siam" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/11/kembar-siam.jpg" alt="foto:www.kabarindonesia.com/beritaprint.php?id=200..." width="500" height="338" /><p class="wp-caption-text">foto:www.kabarindonesia.com/beritaprint.php?id=200...</p></div>
<p>LEBAK-Siapapun tidak akan pernah menyangka kalau bayi yang  dilahirkannya akan mengalami kelainan. Hal inilah yang dialami seorang ibu muda dari kampung Caruluk desa Bojong Leles kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak. Beliau melahirkan bayi kembar siam berjenis kelamin perempuan Selasa (17/11) pagi pukul 06.45 WIB di Rumah Sakit Dr. Adjidarmo Lebak. Bayi seberat 6.45 Kilogram tersebut memiliki dua kepala, dua tangan dan empat kaki.</p>
<p>Dikatakan Rohiah, nenek sang bayi, bahwa mereka tidak menyangka kalau anaknya akan melahirkan kembar siam. “ Dengan adanya peristiwa ini tentu saja keluarga sangat sedih. Tapi kami berusaha untuk menerima takdir ini dengan ikhlas,” ujarnya.</p>
<p>Sebelum neghembuskan nafas terakhir, bayi kembar siam dari pasangan Rosi Setiawati dan Jeni ini sempat menghirup udara selama dua jam. Bahkan seperti bayi biasa pada umunya sempat menangis ketika dilahirkan. Setelah itu dua jam kemudian, tangisan bayi tersebut berhenti hingga akhrinya meninggal dunia.</p>
<p>Sedangkan Rosi, ibu muda yang melahirka bayi tersebut, ketika akan dimintai konfirmasinya masih terbaring lemah dan dalam perawatan tim medis.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/18/seorang-seorang-ibu-muda-melahirkan-bayi-kembar-siam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RUMAH KITA DI BANTEN</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/08/rumah-kita-di-banten-2/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/08/rumah-kita-di-banten-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 07:56:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Hamil]]></category>
		<category><![CDATA[Ini Rumah Kita Sayang]]></category>
		<category><![CDATA[Morning Sickness]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=655</guid>
		<description><![CDATA[http://lydiarachman.multiply.com/reviews/item/2 Aku taburkan rumput di halaman belakang di antara pohon lengkeng dan mangga sudah tumbuhkah bunganya? Aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh melihat angkasa dan bintang-bintang dari atap rumah kita Aku akan ceritakan kelak pada anak-anak tentang matahari, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_613" class="wp-caption alignleft" style="width: 183px"><img class="size-medium wp-image-613" title="Rumah Kita com" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/11/Rumah-Kita-com-173x300.jpg" alt="Rumah Idaman Keluarga" width="173" height="300" /><p class="wp-caption-text">Rumah Idaman Keluarga</p></div>
<p>http://lydiarachman.multiply.com/reviews/item/2</p>
<p>Aku taburkan rumput di halaman belakang<br />
di antara pohon lengkeng dan mangga<br />
sudah tumbuhkah bunganya?<br />
Aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak<br />
di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung<br />
karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh<br />
melihat angkasa dan bintang-bintang<br />
dari atap rumah kita</p>
<p>Aku akan ceritakan kelak<br />
pada anak-anak tentang matahari, bulan, laut,<br />
gunung, pelangi, sawah, bau embun, dan tanah.<br />
Aku ajari anak-anak mengerti hijau rumput<br />
Warna bunga dan suara.</p>
<p>***<span id="more-655"></span></p>
<p>Buku ini bercerita tentang Gola Gong &amp; Tyas Tatanka, mulai cerita sebelum menikah, “manisnya setelah pernikahan&#8221;, masa hamil &amp; ngidam dan cerita detik-detik menjalang melahirkan. Uniknya di buku ini dalam satu cerita yang sama ada dua sudut pandang yang berbeda, sudut pandang pria dan sudut pandang wanita. Cerita versi Gola Gong dan versi Tyas Tatanka.</p>
<p>Buku ini dibagi menjadi 4bab, Merenda Masa Depan, Jalan Setapak, Mata Air Kebahagiaan, dan Anugerah Terindah.</p>
<p>Bab “Merenda Masa Depan”; kita dihadapkan pada suasana hati sebelum menikah, idealisme seorang laki-laki, rasa hati menjelang pernikahan dan rasa ikhlas Tyas untuk berhenti bekerja.</p>
<p>&#8220;Padanyalah saya bersandar kemudian, menyerahkan kodrat saya sebagai istri. Memintanya untuk menjadi imam dan pengawas kadar iman saya. Bukankah kelak saat hari akhir tiba para suami akan ditanya perihal istrinya?&#8221; (page 40)</p>
<p>Bab “Jalan Setapak” menceritakan tentang mimpi dan obsesi pasangan ini untuk membuat Rumah Dunia, walaupun saat itu Gola Gong sempat opname, tapi mereka tetap bersemangat.</p>
<p>Bab “Mata Air Kebahagiaan” menceritakan tentang morning sickness, rasa sensitif khas ibu-ibu hamil, dan ngidam permen cak-cak, permen warna-warni yang bentuknya spt telur cicak.  Merasakan tendangan pertama sang bayi dan kesibukan mencari nama yang nyentrik. Nama “Dini Hari Menjelang” untuk anak perempuan dan “Fajar Senantiasa Bersinar” untuk anak laki-laki ini versinya Gola Gong. Sedangkan “Nabila Nurkhalishah” dan “Gabriel Firmansyah” ini pilihannya Tyas Tatanka.<br />
Bab “Anugerah Terindah” menceritakan proses persalinan dengan detail. Aaaah&#8230; beneran, bikin hati mengharu-biru, membayang proses kontraksi yang 2 hari.</p>
<p>Intinya buku ini menceritakan keinginan Gola Gong &amp; Tyas Tatanka untuk membangun &#8220;Rumah Kita-Rumah Dunia&#8221; tentang pola parenting dan kecintaannya terhadap Banten. (*)</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<p><!--Session data--></p>
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/08/rumah-kita-di-banten-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

