Gola Gong | Warta Banten | May 31st, 2010 | No Comments »
Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi menyatakan dukungannya terkait Pandeglang Membaca yang digagas oleh Forum Pandeglang Bangkit. Menurutnya, hanya dengan gerakkan membaca Pandeglang bisa berkompetensi dengan daerah Kabupaten/Kota lain yang ada di Provinsi Banten. lanjutkan membaca »
rumahdunia | Warta Banten | April 3rd, 2010 | 1 Comment »
PANDEGLANG – Komunitas Pengamen Jalanan (KPJ) Pandeglang, Sabtu (3/4) siang tadi, menggelar Miladnya yang ke-11 di gedung Graha Pancasila di Jl. Alun-alun Pandeglang Kabupaten Pandeglang. KPJ Pandeglang yang berdiri sejak tanggal 31 Maret 2000 itu menggelar acara syukuran dengan serangkaian pementasan musik etnis, dialog dan teater, dengan mengusung tema “Genggam Erat Jiwa Yang Abadi”. Ratusan undangan KPJ dari Jakarta, Cilegon, Rangkas, Serang, Balaraja, Sukabumi dan Bandung pun turut memeriahkan Milad KPJ Pandeglang.
Beny Lembeng, selaku ketua pelaksana mengatakan, dalam peringatan Milad KPJ Pandeglang ini juga sebagai ajang silahtrurahmi antar sesama komunitas pengamen sekaligus merayakan hari jadi Kabupaten Pandeglang yang ke-136. Saat ditanya mengenai harapan KPJ Pandeglang ke depannya. Beny berharap KPJ bisa makin maju dan sukses. “Kami juga ingin punya rumah singgah untuk anak-anak KPJ ngumpul. Selama ini kami belum punya tempat.” tutur Beny yang mengaku setiap ada rapat atau sedang membicarakan acara-acara KPJ selalu bertempat di halte.
Hal senada—mengenai harapan KPJ ke depannya, juga di ungkapkan Ahmad Qodir, selaku ketua KPJ Pandeglang. “Semoga KPJ makin diperdulikan oleh pemerintah.” kata Qodir berharap. Diakui Qodir, selama ini pemerintah dinilai masih kurang perhatian terhadap KPJ Pandeglang.
Setiap KPJ mengadakan acara hasil patungan sesama anggota. Hasil dari mengamen dan sebaian dari uang kas. “Kami ngamen masal. Setiap kelompok wajib menyumbang 50 ribu.” jelas Qodir, meski ia tak menampik jika pengadaan dana juga ada yang didapat dari para donatur yang tidak tetap. Masih banyak harapan dan cita-cita yang ingin dicapai KPJ Pandeglang. Selain sukses dalam berkarya di jalan. “Jalanan bukan sekedar pelarian, tapi kehidupan.” begitu katanya.[Ahmad Wayang]
rumahdunia | Warta Banten | March 29th, 2010 | No Comments »
LEBAK – Menjelang Ujian Nasional (UN) tingkat SMP yang tinggal 2 hari, Senin (29/3) dimanfaatkan 184 pelajar SMPN 2 Cipanas untuk berserah diri meminta do’a agar diberikan kemudahan dalam menjalankan UN tahun ini.
Kepala Sekolah SMPN2 Cipanas Drs. Haryanto mengatakan, mudah-mudahan istigosah ini memberikan kemudahan dan kekuatan mental siswa terutama dalam mengerjakan soal-soalnya tidak mengalami kesulitan. “Karena secara fisik kami sudah berupaya diantaranya: bimbel (bimbingan belajar -red) yang dilaksanakan seminggu dua kali setiap Senin dan Kamis, dan try out tiga kali masing-masing tingkat kabupaten, wilayah binaan dan sekolah sendiri,” ujar Haryanto yang ditemui di kantornya, Sabtu (27/3) pagi tadi.
Haryanto juga optimis ratusan muridnya akan meraih kelulusan 100%. Kendati standar kelulusan mencapai 5,50. “Kami yakin siswa-siswi kelas 9 akan meraih kelulusan dengan hasil 100%. Karena pada tahun 2009 SMPN2 Cipanas berhasil lulus semua dengan rata-rata nilai 7,14,” harapnya.
Sebelum acara istigosah ratusan pelajar dan guru melakukan sholat dhuha berjamaah di lapangan SMPN2 Cipanas. Kemudian disambung dengan acara tausiyah yang dipimpin oleh Ustadz Syaepudin Abu Syaudi, S.Ag yang juga pimpinan Ponpes Al Marjan Malangnengah Cipanas.[Teks: Harir Baldan, Fhoto: Net]
rumahdunia | Jawara | March 26th, 2010 | 1 Comment »
CIPANAS—Mungkin akan berkisah lain jika tanah yang dimiliki Rahmat Hernandi (59) tak ada batu ‘Kancah’-nya. Konon menurutnya, dari batu itulah mata-mata air panas bercucuran. Keterangan ini agak sedikit menggelitik penulis. Tapi apa yang dikatakannya mungkin ada benarnya, sehingga pancuran air itu membuat kubangan yang tak terhingga debit airnya sampai sekarang. Bahkan masih kata istri Euis ini, mampu mengisi empat kolam sekaligus. Dua diantaranya kolam pemandian Tirta Lebak Buana yang lokasinya 20 meter dari pemandian Savanah Batu Kancah.
Persisnya pada tahun 2008 Rahmat memulai usaha pemandian air panasnya. Keinginan ini timbul selain dilatari sudah pensiun dari Dinas Kehutanan juga ingin memanfaatkan tanahnya yang mencapai 2 hektar. “Alasannya karena ingin mengembangkan potensi alamnya yakni, air panasnya,” Rahmat menjelaskan.
Niat Rahmat membuka objek Pariwisata air panas bukan tanpa pengorbanan dan kerja keras. Untuk membangun pemandian Savannah Batu Kancah dia harus mengeluarkan Rp. 250 juta. “Modalnya dari tabungan hasil 9 kali panen jeruk,” akunya.
Modal sebesar itu dipergunakan untuk pembangunan kolam, saung-saung peristirahatan, 6 kamar mandi, dan peralatan lainnya. Kendati sarana dan prasana belum melengkapi namun pemandian yang berada di jalan Raya Rangkasbitung Km 38, Lebak ini, sudah memiliki surat izin. Surat izin ini terdiri dari Surat Izin Usaha Pariwisata (SIUP), Surat Izin Gangguan (SIGA), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan Surat Izin Usaha Perorangan (SIUP). “Pemandian ini legal, mas. Ada surat izinnya,”tambah Rahmat, “Surat izin kan kewajiban, peraturan Pemerintah. Jadi kita jangan melanggar aturan itu,” tutur Rahmat.
Masih dikatakannya, surat-surat izinnya selalu diperpanjang. “Surat Izin Usaha Pariwisata kebetulan masanya 3 tahun sudah mau habis dan akan saya perpanjang di Pemkab Lebak,” imbuhnya. (Harir Baldan)
rumahdunia | Warta Banten | February 26th, 2010 | 1 Comment »
SERANG – Agus Kuncoro sumbang buku ke Rumah Dunia bersama komunitas sepeda Bikepacker Indonesia (Jum’at/26/2) sore tadi. Dalam rangka touring Jakarta – Banten dengan menggunakan sepeda, pemain film Kun Fayakun ini menyempatkan diri singgah sejenak di Rumah Dunia. “Kami berangkat jam 5 subuh dari Jakarta. Dan alhamdulilah, kami bisa sampai di sini (Rumah Dunia -red).” kata Agus.
Bikepacker Indonesia yang alamat di Jl. Veteran Kav.Iv No.1 Tanah Kusir-Bintaro Jakarta Selatan 12330, telah membawa rombongan sebanyak 22 orang. Namun di tengah perjalanan 4 orang teipisah dari rombongan. “Empat orang lagi masih di perjalanan.” ungkap Asep, salah satu rombongan saat memberi sambutan.
Di sela-sela para Bikepacker Indonesia istirahat, hadir pula sejumlah pelajar dari SMPN Cikesal yang akan belajar junalistik dan sastra di Rumah Dunia. Pada kesempatan itu, para pelajar SMPN Cikesal berebut tanda tangan dan photo bareng dengan suami Anggie ini sebelum pemberian materi dimulai.
Salah satu guru SMP Cikesal Lela, sekaligus ketua pelaksana pada acara kunjungan tersebut berharap anak didiknya nanti bisa membuat karya tulis usai mengikuti pelatihan jurnalistik dan sastra di Rumah Dunia. “Dengan belajar di luar kelas ini semoga kami terus mendapat banyak informasi dan inspirasi.” ucapnya, menambahkan.[Lanang Sejagat, Roy Goozly]