<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Dunia Gol A Gong Banten Baca Buku Taman Bacaan Perpustakaan &#187; baca</title>
	<atom:link href="http://rumahdunia.com/isi/tag/baca/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahdunia.com/isi</link>
	<description>Rumah Dunia,Banten,buku,taman,bacaan,taman bacaan,Gol A Gong,majalah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 14:19:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>DIALOG LIMA BELAS JUTA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/07/30/dialog-lima-belas-juta/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/07/30/dialog-lima-belas-juta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 08:54:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Essay]]></category>
		<category><![CDATA[baca]]></category>
		<category><![CDATA[cepat]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>
		<category><![CDATA[nganggur]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=4189</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Didaytea.
“Lima belas juta rupiah?” Pekik temanku dengan mata yang terbelalak sebesar-besarnya sampai terlihat hampir meninggalkan tempatnya, ketika aku bilang bahwa itu adalah nilai semua ratusan buku yang berbaris dan bertebaran di sekeliling kamarku. Aku beli semua buku itu selama bekerja hampir tujuh tahun. “Sayang banget , uang sebanyak itu kamu habiskan hanya untuk membeli [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Didaytea.</p>
<div id="attachment_4190" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/07/12.jpg"><img class="size-medium wp-image-4190" title="Sign dollar and the books on scales. 3D image." src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/07/12-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Foto: Dok.Net</p></div>
<p>“Lima belas juta rupiah?” Pekik temanku dengan mata yang terbelalak sebesar-besarnya sampai terlihat hampir meninggalkan tempatnya, ketika aku bilang bahwa itu adalah nilai semua ratusan buku yang berbaris dan bertebaran di sekeliling kamarku. Aku beli semua buku itu selama bekerja hampir tujuh tahun. “Sayang banget , uang sebanyak itu kamu habiskan hanya untuk membeli buku- buku ini, buku kan tidak bisa dijual, dan kalau pun dijual nilainya ya seperti barang loakan!” Itu adalah komentar paling “lucu” menurutku sepanjang aku bekerja di sebuah kota industri. Dan mungkin, itu adalah pendapat sebagian besar orang yang memahami bahwa lebih baik membeli rumah, kendaraan, tanah, bahkan makanan daripada membeli buku.  MEMBACA LEBIH CEPAT=BERPIKIR LEBIH CEPAT Alhamdulillah, sebelum mendapatkan ijazah kelulusan dari sebuah SMK di Bandung, aku sudah resmi menandatangani kontrak dengan sebuah perusahaan petrokikia di Cilegon. Tidak sehari pun waku dalam hidupku yang berstatus pengangguran setelah lulus dari sekolah. Hari Sabtu aku diwisuda, Seninnya aku sudah bekerja. Impianku waktu itu, aku ingin membeli semua buku yang aku inginkan sewaktu aku masih bersekolah. Karena waktu itu aku hanya mampu meminjam ke perpustakaan daerah Jawa Barat. Kurang sreg rasanya jika hanya meminjam, aku ingin bisa memiliki buku-buku tersebut.</p>
<p>Incaran utamaku adalah Quantum Learning. Buku yang pernah kupinjam dari seorang adik kelas. Buku ini yang paling berkesan untukku karena memberi paradigma baru ke dalam diriku tentang proses pembelajaran. Lebih spesifik lagi, yang paling menarik minatku adalah Bab tentang Membaca Cepat. Itu Skill utama yang sampai sekarang aku miliki, yang dihasilkan dari membaca buku tersebut. Dan mimpi itu pun menjadi kenyataan.  Ketika mudik pertama, hal yang pertama lakukan adalah langsung meluncur ke Palasari,dan membeli buku itu. Dan makin jatuh cintalah aku kepada buku-buku dengan tema yang berkaitan dengan proses pembelajaran, atau “belajar bagaimana belajar”. Sejak itulah, aku rajin berburu buku-buku dengan tema sejenis Accelerated Learning, Otak Sejuta Giga Bite, Super Brain Power, Berpikir Ala Einstein, Revolusi Cara Belajar, The Sharper Mind, Imagine That, Master Your Memory, Use Both Side Of Your Brain, Use Your Brain, Beyond Teaching and Learning, dan buku-buku lainnya. Semua buku itu penuh dengan metode-metode untukmeningkatkan kecerdasan, untuk memudahkan proses belajar kita, dan segudang “how-to” lainnya. Tapi mungkin karena diriku kurang cerdas dan kurang pemahaman, yang benar- benar “menempel” sebagai sebuah kemampuan di dalam diriku hanya kemampuan membaca cepat.  Sebelum aku mempelajari buku-buku tersebut, kecepatan membacaku (dengan berusaha membaca secepat mungkin) maksimal hanya 200-300 kata per menit. Tapi setelahnya, kecepatanku meningkat tajam sampai hampir 1400 kata per menit! Alhamdulillah, kecepatan membacaku bisa menutupi kelemahanku di dalam memahami pelajaran di sekolah dan kampus. Dengan membaca lebih cepat, otomatis aku pun bisa berpikir lebih cepat. Sehingga di dalam jangka waktu yang sama, aku mempunyai waktu lebih lama untuk bisa lebih memahami pelajaran. Yang paling terasa ketika ujian datang. Kecuali Kalkulus, Fisika, dan statistik, mata kuliah yang tidak memerlukan kecepatan membaca (dan memang aku mentok di dua mata kuliah itu), aku selalu dapat menyelesaikan soal- soal ujian jauh lebih cepat dari siswa/mahasiswa lain. Wajar saja kan, dengan kecepatan rata- rata orang biasa 200-300 kata per menit, aku melaju kencang dengan 1300 kata per menit. Dengan “meluangkan waktu” untuk memeriksa, memastikan dan mencocokkan jawaban dua kali saja, aku dipastikan bisa selesai dalam waktu sepertiga kali lebih cepat dibanding orang lain.</p>
<p>Kemampuanku membaca cepat juga ternyata berpengaruh kepada kemampuan berbahasaku juga. Hobiku menonton film menjadi “penyumbang” terbesar kemampuan bahasa Inggrisku. Dulu, ketika masih membaca dengan “biasa” aku malas untuk mendengar percakapan para tokoh di film- film itu. Lebih baik fokus ke cerita dan menikmati serunya filem, cukup dilengkapi dengan teks bahasa Indonesia. Jika aku set teksnya ke Bahasa Inggris, pasti memerlukan waktu untuk membaca, menerjemahkah ke Bahasa Indonesia dan menghubungkan teks dengan cerita dalam filem tersebut. Ketika aku bisa membaca lebih cepat, ide cemerlang pun muncul. Proses “Membaca-Menerjemahkan-Menghubungkan” kini bisa berlangsung lebih cepat, karena aku bisa membaca teks jauh lebih cepat, menerjemahkan (berpikir) lebih cepat, dan menghubungkan teks dengan cerita di film tersebut jauh lebih cepat dan lebih cepat. Setelah itu proses menonton film pun menjadi sangat menyenangkan buatku, karena bisa mendapat hiburan sekaligus menambah kemampuan berbahasa Inggrisku.  Alhamdulillah, walaupun tidak sampai sekelas penerjemah “asli”, dan Tata Bahasa Inggris “resmi” tidak pernah aku kuasai, tapi aku bisa berkomunikasi dengan cukup lancar di bahasa yang sebagian besar siswa dan mahasiswa takuti ketika seklah dan kuliah dulu. Dan aku sempat dipercaya untuk menerjemahkan beberapa tulisan Gola Gong di blognya, walaupun sangat jauh dari dibilang bagus dan baik. Dan puncaknya, adalah momen di mana seorang temanku datang ke rumahku dan berlangsunglah “dialog lima belas juta”, seperti di awal paragraf tulisan ini.  BALIK MODAL PLUS UNTUNG BESAR Beberapa waktu setelah “dialog lima belas juta” itu berlangsung, aku mendapat panggilan untuk bekerja di luar negeri. Entah kenapa, ketika itu aku sangat yakin dan percaya untuk bisa diterima. Karena ketika itu aku sedang mengalami periode “puncak kesulitan finansial” di dalam hidupku. Hanya itu harapanku untuk bisa survive.  Sebelum test berlangsung, aku melakukan persiapan habis- habisan demi menghadapi test tersebut. Aku pergi ke warnet setiap hari untuk mengunduh materi- materi yang berhubungan dengan perusahaan yang memanggilku untuk test tulis di Jakarta. Ketika hari yang sangat mendebarkan di dalam hidupku itu tiba, aku pun meluncur ke TKP, eh, sebuah hotel di Jakarta.</p>
<p>Sepanjang perjalanan, terus kuyakinkan diriku untuk yakn dan percaya diri bahwa aku bisa menembus persaingan yang sangat ketat, karena bakal ada puluhan orang yang menjadi sainganku. Dan ternyata benar, beberapa sainganku bahkan adalah kakak kelasku yang tujuh angkatan di atasku! Ada juga yang sudah menjadi supervisor di perusahaannya. Wah, harapanku semakin kecil nih. Dan satu hal lagi, aku paling muda diantara delapan puluh tiga peserta test yang datang hari itu. Dan Alhamdulillah, Subhanaloh, Allaahu Akbar! Ketika soal test dibagikan, sama sekali tidak ada test tentang hal-hal yang aku unduh dari internet, sama sekali tidak ada pertanyaan mengenai produkk perusahaan tersebut. Yang ada hanya soal- soal yang sangat dasar tentang kimia. Dan subyek lainnya, ini yang paling utama menurut perwakilan dari perusahaan tersebut adalah “The Learning Ability”, test kemampuan belajar. Soal- soal yang lebih menyerupai Test IQ dibanding test masuk perusahaan, hanya ini diujikan dalam bahasa Inggris. Soal- soal yang memang bakal menjadi “makanan empuk” untuk kecepatan membaca dan kecepatan berpikirku. Dan benar saja, dari satu jam yang diberikan oleh penguji, aku bisa menyelesaikannya hanya dalam waktu dua puluh menit! Alhamdulillah.  Setelah melalui proses wawancara dan test medis, akhirnya aku pun ditawari kontrak kerja melalui email. Ketika aku membuka file kontrak kerja dan jumlah yang tertera di kontrak itu seketika mulutku ternganga selebar-lebarnya, dan membuat jantungku berdegup kencang bukan main, dan aku pun langsung bersimpuh sujud syukur kepada Yang Maha Kaya. Bagaimana tidak, ketika hitungan “juta” pun sudah terasa sangat besar, karena aku baru bekerja enam setengah tahun,masa kerja yang jauh lebih singkat dari para sainganku itu, aku ditawari kontrak kerja dengan jumlah lebih dari lima belas kali dari jumlah yang biasa kuterima. Tanpa pikir panjang, aku pun langsung menandatangani kontrak itu dan mengirimnya ke bagian rekrutment perusahaan tersebut.  Seminggu sebelum aku terbang menuju negeri impian, aku bertemu dengan temanku di “dialog lima belas juta” itu, dan berbicara dengan yakin: “Mas, lima belas juta uangku yang kuhabiskan untuk membeli buku, dan mas bilang sia- sia, ternyata sekarang sudah balik modal, plus untungnya dikali beberapa puluh kali!” (*)</p>
<p>Didaytea!</p>
<p>Yang Sedang Sangat Beryukur Tak Henti-henti Di tengah musim panas yang sangat sejuk. 2</p>
<p>60720101045</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/07/30/dialog-lima-belas-juta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TAMAN BACA QI FALAH DIRESMIKAN</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/07/29/taman-baca-qi-falah-diresmikan/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/07/29/taman-baca-qi-falah-diresmikan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 07:51:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[baca]]></category>
		<category><![CDATA[Falah]]></category>
		<category><![CDATA[Lebak]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Taman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=4174</guid>
		<description><![CDATA[LEBAK- Bagi masyarakat yang ingin membangun taman baca haruslah melihat kondisi masyarakat sekitar. Jangan asal mendirikan begitu saja demi mendapatkan bantuan dari pemerintah. Hal dimaksudkan agar kehadiran taman baca memang dibutuhkan warga di sekitar taman baca tersebut. Jika masyarakat sudah merasa membutuhkan akan keberadaan taman baca, maka keberlangsungan taman baca akan awet dan tidak ditinggal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/07/qi1.jpg"><img class="size-medium wp-image-4175 alignleft" title="qi1" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/07/qi1-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a>LEBAK- Bagi masyarakat yang ingin membangun taman baca haruslah melihat kondisi masyarakat sekitar. Jangan asal mendirikan begitu saja demi mendapatkan bantuan dari pemerintah. Hal dimaksudkan agar kehadiran taman baca memang dibutuhkan warga di sekitar taman baca tersebut. Jika masyarakat sudah merasa membutuhkan akan keberadaan taman baca, maka keberlangsungan taman baca akan awet dan tidak ditinggal para pembacanya. Ada atau tidak ada bantuan, maka taman bacaan itu akan terus hidup karena memang dibutuhkan. Hal itu dipaparkan pendiri Rumah Dunia sekaligus Ketua Taman Baca Nasional Gol A Gong pada acara Dialog Publik sebagai salah satu rangkaian acara temu kangen alumni serta peresmian Taman Baca Qi Falah yang berada di areal Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Cikulur, Lebak, pada Selasa (27/7) dengan tema Eksistensi Taman Baca Dalam Mendukung Lebak Sebagai Kota Pendidikan. ”Jika taman baca sudah dibutuhkan, selanjutnya si pemilik taman baca harus rela jika tempatnya bakal didatangi banyak orang dan buku-bukunya berantakan,” ujar Gong. ”Di Rumah Dunia, buku bisa robek oleh anak-anak. Mereka jangan dimarahi. Tinggal diberi pengertian bahwa buku itu berharga. Terus dan terus sehingga mereka sendiri sadar bahwa buku itu sangatlah berharga,” imbuh Direktur Gong Publishing ini.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/07/qi2.jpg"><img class="size-medium wp-image-4176 alignleft" title="qi2" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/07/qi2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Hal senada juga diungkapkan wakil ketua komisi B DPRD Kabupaten Lebak A. Erwin Komara Sukma. Erwin menjelaskan bahwa buku adalah gudangnya ilmu. Meski demikian gudang tersebut akan didatangi orang jika minat mereka sendiri sudah tumbuh. Meski demikian, Erwin menambahkan, minat baca harus ditumbuhkan secara perlahan-lahan karena tanpa sadar manfaat membaca itu sangatlah banyak. Erwin mengakui, bahwa kebiasaannya membaca selama ini membawa manfaat baginya. ”Jika saya dulu tak banyak membaca, mungkin saya tidak bisa duduk di kursi dewan hingga seperti saat ini,” Ujar Erwin.  Sementara itu keberadaan Taman Baca Qi Falah sendiri sebenarnya sudah berjalan setahun lalu. Setelah dirasa efektif berjalan karena menggandeng dinas-dinas terkait serta taman bacaan yang lebih dulu berkiprah semisal Rumah Dunia, maka Taman Baca Qi Falah pun diresmikan. Setidaknya itulah yang diungkapkan Ido Nardallah selaku ketua panitia. ”Keberadaan taman baca Qi Falah ini diharapkan bisa merangsang minat baca siswa. Baik di lingkungan pesantren atau juga warga sekitar,” Ujar Ido.  Terkait dengan wacana Lebak sebagai Kota Pendidikan, di sela-sela kedatangannya saat berakhirnya acara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Ade Nur Hikmat mengungkapkan, keberadaan taman baca di Lebak selayaknya mendapatkan dukungan dari pemerintah karena sebenarnya mereka sudah melakukan kontribusi membantu pemerintah. Sementara itu soal kontribusi yang akan diberikan Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak sendiri, Ade menuturkan, bahwa yang disebut dengan kontribusi tidak semata berupa uang melainkan juga dukungan dalam hal program yang sesuai dengan cita-cita meningkatkan minat baca. “Bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional kemarin, kami sudah mencanagkan Lebak Membaca,” ujar Ade. “Nantilah, Dinas Pendidikan akan ikut menyumbangkan buku,” imbuh Ade. [Langlang Randhawa, Wakil Presiden Rumah Dunia]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/07/29/taman-baca-qi-falah-diresmikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DEDI SUWANDI GUMELAR: TINGKATKAN BUDAYA MEMBACA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/14/dedi-suwandi-gumelar-tingkatkan-budaya-membaca/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/14/dedi-suwandi-gumelar-tingkatkan-budaya-membaca/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 13:10:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[baca]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3560</guid>
		<description><![CDATA[CIPANAS&#8212;Kamis (11/3) kemarin, anggota Komisi X DPR RI, Dedi Suwandi Gumelar alias Miing bertandang ke Kosala Library, Cipanas, Lebak, Banten. Kedatangan Dedi disambut ketua Ikatan Keluarga Mahasiswa Cipanas (IKMC), Ahmad Arif dan beberapa mahasiswa serta Gol A Gong, selaku penasehat IKMC dan Kosala Library.
Dalam kunjungan reses Dedi mengatakan, “Sangat mendukung keberadaan Kosala Library, karena biasanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/03/Dedi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3561" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/03/Dedi.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>CIPANAS&#8212;Kamis (11/3) kemarin, anggota Komisi X DPR RI, Dedi Suwandi Gumelar alias Miing bertandang ke Kosala Library, Cipanas, Lebak, Banten. Kedatangan Dedi disambut ketua Ikatan Keluarga Mahasiswa Cipanas (IKMC), Ahmad Arif dan beberapa mahasiswa serta Gol A Gong, selaku penasehat IKMC dan Kosala Library.</p>
<p>Dalam kunjungan <em>reses</em> Dedi mengatakan, “Sangat mendukung keberadaan Kosala Library, karena biasanya kegiatan belajar dan mengajar yang dilakukan di wadah seperti ini, berbeda dengan sekolah pada umumnya. Pendidikan di taman baca masyarakat tidak hanya sekedar baca dan tulis, tapi juga diwarnai dengan kegiatan seni seperti seni lukis, menggambar, dongeng, dan sebagainya,” kata Dedi, “Contohnya seorang birokrat berjiwa seni dengan yang tidak akan tampak berbeda. Birokrat yang berseni jiwanya akan indah dibanding dengan birokrat yang tak memiliki jiwa seni akan terlihat kering.”</p>
<p>Dikatakannya, budaya minat baca di Cipanas berbeda dengan di daerah Kabupaten Lebak lainnya. “Terkadang saya merasa aneh, kenapa tiap kali singgah di Cipanas hati saya tergerak untuk men<em>support</em> bidang pendidikan salah satunya melalui budaya minat baca. Lain dengan daerah saya sendiri (Warunggunung: red).”</p>
<p>Namun masih kata Dedi, bukan lantaran dia tak peduli dengan daerah lain. Ini karena budaya minat baca di daerah lain tidak sebesar di Cipanas. “Di Warunggunung saya belum menemukan <em>partner</em> yang benar-benar peduli dengan budaya minat baca. Dan saya bingung harus berdiskusi dengan siapa.”</p>
<p>Dedi juga berharap kepada Gol A Gong, gerakkan literasi lokal tidak hanya dilakukan di Cipanas saja, tapi juga diselenggarakan di Rangkasbitung, Warunggunung, dan lainnya. “Karena sebenarnya Kabupaten Lebak sangat potensial dalam sumber daya alamnya, tapi sayangnya masyarakat kurang sejahtera,” pungkasnya.</p>
<p>Acara <em>reses</em> tersebut dilanjutkan dengan peninjauan ruangan Kosala Library, koleksi buku dengan didampingi Gol A Gong dan Ketua IKMC, Ahmad Arif, dan terakhir foto bersama mahasiswa IKMC. “Saya berharap semoga pak Dedi turut membantu Kosala Library dengan pengadaan alat kantor seperti meja, kursi, lemari, dan tentunya juga persediaan buku.”</p>
<p>Dan menginformasikan bahwa, IKMC pada Selasa (16/3) mendatang akan mengadakan salah satu program kerja pertamanya, yaitu diskusi dua mingguan dengan tema “Masa Depan Pemuda Cipanas” yang akan menghadirkan pembicara: Sukmajaya Alang (Tokoh Crosser Cipanas), H. Ali Murtado (anggota DPRD Lebak), dan Nazmudin (Ustadz Muda Cipanas), bertempat di sekretariat IKMC di Kosala Library, Cipanas, Lebak.[Harir Baldan]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/14/dedi-suwandi-gumelar-tingkatkan-budaya-membaca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PELAYANAN PENDUKUNG MINAT BACA KURANG</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/12/pelayanan-pendukung-minat-baca-kurang/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/12/pelayanan-pendukung-minat-baca-kurang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 02:37:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[baca]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[pendukung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3500</guid>
		<description><![CDATA[CILEGON &#8211; Tingginya minat baca di Indonesia tidak diimbangi dengan tingginya daya beli buku. Sementara di Cilegon, tingginya minat baca selain tidak diimbangi dengan tingginya minat beli buku juga tidak diimbangi dengan pelayanan yang memadai oleh dinas terkait. Apalagi, untuk daerah-daerah yang terpencil seperti Pulomerak.
Demikian diungkapkan penanggung jawab Rumah Baca Al Hadi, Ayie Fatihi, Kamis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/03/mobil4Baca.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3501" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/03/mobil4Baca.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>CILEGON &#8211; Tingginya minat baca di Indonesia tidak diimbangi dengan tingginya daya beli buku. Sementara di Cilegon, tingginya minat baca selain tidak diimbangi dengan tingginya minat beli buku juga tidak diimbangi dengan pelayanan yang memadai oleh dinas terkait. Apalagi, untuk daerah-daerah yang terpencil seperti Pulomerak.</p>
<p>Demikian diungkapkan penanggung jawab Rumah Baca Al Hadi, Ayie Fatihi, Kamis (11/3), di sela-sela acara &#8220;Workshop Superbrain&#8221; dan &#8220;Launching Gerakan Satu Orang Satu Buku&#8221; yang diadakan di aula gedung DPRD Kota Cilegon. &#8220;Kita mengakui kalau daya baca masyarakat di Cilegon meningkat seperti yang diungkapkan Dinas Pendidikan dan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (Pusda). Hanya saja, hal itu untuk mereka yang ada di daerah perkotaan, yang dekat dengan pusat pemerintahan. Sementara yang jauh, tidak terjamah oleh fasilitas yang memadai,&#8221; ungkap Ayie.</p>
<p>Fasilitas yang di maksud Ayie adalah fasilitas yang sebetulnya dapat diberikan oleh pemerintah, dalam hal ini Pusda, untuk menjamah lokasi terpencil yang ada di Cilegon. &#8220;Karena kalau mengandalkan masyarakat yang membeli buku, mereka akan lebih memilih untuk membeli makanan dari pada buku. Maka, solusinya adalah pemerintah menjemput bola,&#8221; katanya.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/03/Anakbaca.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3502" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/03/Anakbaca.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Selama ini, lanjut Ayie, Pusda tidak mau jika diajak kerjasama mengunjungi daerah terpencil dengan perpustakaan keliling pada hari Sabtu dan Minggu dengan alasan di luar jam dinas. Padahal, Pusda di Serang bisa melakukan itu. Maka, melalui gerakan satu orang menyumbang satu buku ini pihaknya ingin menggerakkan semua orang untuk menyumbangkan buku yang dimiliki untuk mereka yang tempat tinggalnya terpencil terutama di daerah perbukitan. &#8220;Setelah semua buku terkumpul, maka akan kami sumbangkan ke daerah terpencil. Kami menargetkan di setiap kecamatan mesti ada satu taman bacaan masyarakat,&#8221; katanya. Sementara itu, Kepala Pusda Cilegon, Abadiah mengatakan pihaknya siap jika ada permintaan mengunjungi daerah mana pun.</p>
<p>Selama dua tahun terakhir, Rumah Baca Al Hadi juga melakukan gerakan yang sama dalam menanamkan minat baca. Pengelola rumah baca yang berada di Perum Bumi Cibeber (samping kantor PDAM) yang rata-rata mahasiswa ini mengajak semua masyarakat agar menyumbangkan buku untuk sesama. &#8220;Setiap hari Rumah Baca Al Hadi terbuka bagi semua donatur buku,&#8221; kata Ayie. [Gading Tirta]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/12/pelayanan-pendukung-minat-baca-kurang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SAHROJI; BACA PUISI SUDAH JADI HOBI</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/22/sahroji-baca-puisi-sudah-jadi-hobi/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/22/sahroji-baca-puisi-sudah-jadi-hobi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 02:52:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawara]]></category>
		<category><![CDATA[baca]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Wong Cilik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3422</guid>
		<description><![CDATA[

 
Sahroji atau akrab dipanggil Oji, ternyata selain sebagai tukang ojek, ia juga adalah ketua Rukun Tetangga (RT) di kampungnya, di Makambata Rt 12/06 Desa Sukadalem, Kecamatan Waringin Kurung, Serang. Ia mengaku mempunyai hobi membuat puisi sekaligus membacakan puisinya. Pasalnya, semenjak mengikuti lomba Baca Puisi Wong Cilik pertama (tahun 2008) yang diselenggarakan Rumah Dunia, Oji [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/Syahroji_1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3424" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/Syahroji_1.jpg" alt="" width="500" height="667" /></a>Sahroji atau akrab dipanggil Oji, ternyata selain sebagai tukang ojek, ia juga adalah ketua Rukun Tetangga (RT) di kampungnya, di Makambata Rt 12/06 Desa Sukadalem, Kecamatan Waringin Kurung, Serang. Ia mengaku mempunyai hobi membuat puisi sekaligus membacakan puisinya. Pasalnya, semenjak mengikuti lomba Baca Puisi Wong Cilik pertama (tahun 2008) yang diselenggarakan Rumah Dunia, Oji yang saat itu tidak tahu apa itu puisi dan bagaimana bentuknya, atas permintaan temanya, Rahmat Heldy HS, guru SMA Al-Irsyad Waringin Kurung, Oji pun memberanikan diri untuk ikut lomba. Tanpa di sangka, ternyata Oji mendapatkan juara satu pada saat itu. “Waktu itu, saya membacakan puisi yang berjudul Dibalik Tukang Ojek,” kenang Oji saat menghadiri lomba Baca Puisi Wong Cilik jilid 3 di Rumah Dunia, Minggu (14/2). Bapak dari dua anak ini mengaku menjadi tukang ojek sejak 2004 lalu. “Kadang saya jadi kuli bangunan jika ada proyek pembuatan rumah. Jadi petukang,” kenang Oji. Boleh di bilang semenjak ia menjadi juara satu dalam lomba Baca Wong Cilik pertama, Oji mengaku, sekarang sudah hobi buat puisi dan membaca puisi.</p>
<p>Lalu apa puisi bagi Oji sendiri? “Puisi bagi saya adalah sebuah ungkapan perasaan pribadi seseorang,” kata Oji. Oleh karena itu, puisi-puisi yang lahir dari tangan Oji, semuanya bercerita tentang kehidupan sehari-harinya. Seperti pada puisi ’Di Balik Tukang Ojek’ yang menceritakan pengalamannya menunggu penumpang di pangkalan ojek saat terik mentari menyengat tubuh dan debu-debu yang menempel di wajahnya, serta doa kegetiran seorang tukang ojek yang mempunyai keluarga berjuang mencari nafkah demi sesuap nasi. Begitulah kiranya isi dari puisi ’Di Balik Tukang Ojek’ yang memang belakangan Oji mengaku puisi itu bukan murni dari buah pikiranya, melainkan ada sebagian masukan kata dari sahabatnya, Rahmat Heldi HS, penyair Kampung Ular dan relawan RD. “Puisi Dibalik Tukang Ojek itu sebagian saya yang tulis dan sebagian lagi di tulis Pak Rahmat,” kata Oji mengaku. “Tapi, ide awalnya dari saya,” sambungnya kemudian.</p>
<p>Seperti orang kebanyakan, Oji pun mengaku gemetaran saat menunggu giliran maju untuk tampil baca puisi di atas panggug. “Dulu sempat gemeteran. Deg-degan. Tapi, setelah maju (diatas panggung) nggak gemetaran lagi,” kata laki-laki yang berumur 32 tahun ini.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/Syahroji_2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3425" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/Syahroji_2.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a>Tapi, pada kesempatan kali ini, Oji tidak sedang ikut lagi dalam Lomba Wong Cilik Jilid 3. Melainkan Oji di minta oleh RD menjadi tamu sekaligus membacakan puisinya di depan. Hitung-hitung sebagai hiburan dan mengisi waktu kosong menunggu dewan juri menilai para peserta Wong Cilik jilid 3, yang sudah di mulai sekitar pukul 08.00 WIB.</p>
<p>Jika arti puisi menurut Oji adalah sebuah ungkapan perasaan pribadi seseorang. Apakah puisi Di Balik Tukang Ojek juga bagian dari perasaan pribadinya dan warna dalam kehidupannya? Lalu apa arti hidup bagi Oji? “Hidup ini terlalu keras. Dari mancari nafkah, zaman sekarang cari duit susah.” Kata Oji yang masih tetap bersemangat mencari uang lebih banyak lagi. “Karena saya sebagai tulang punggung keluarga. Jadi saya harus bertanggung jawab menghidupi anak dan istri saya,” katanya dengan mantap.[Ahmad Wayang]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/22/sahroji-baca-puisi-sudah-jadi-hobi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LAUNCHING TBM KSB KOTA SERANG</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/08/launching-tbm-ksb-kota-serang/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/08/launching-tbm-ksb-kota-serang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 08:24:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[baca]]></category>
		<category><![CDATA[Kota]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Serang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3242</guid>
		<description><![CDATA[SERANG- Pasangan suami-istri, Deni Abrianto dan Junita Bahari Nonci, mengaku mempunyai keinginan untuk membuat TBM itu berawal dari mimpi. Setelah sekian tahun, akhirnya mimpi itu baru sekarang terlaksana. “Dari kecil, memang sudah mempunyai mimpi ingin buka TMB.” Ujar Junita Bahari Nonci.  Dengan berdirinya Taman Baca Masyarakat Kreatifitas Seni dan Baca (TBM KSB) yang berada di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/21.jpg"><img class="size-medium wp-image-3243 alignleft" title="2" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/21-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>SERANG- Pasangan suami-istri, Deni Abrianto dan Junita Bahari Nonci, mengaku mempunyai keinginan untuk membuat TBM itu berawal dari mimpi. Setelah sekian tahun, akhirnya mimpi itu baru sekarang terlaksana. “Dari kecil, memang sudah mempunyai mimpi ingin buka TMB.” Ujar Junita Bahari Nonci.  Dengan berdirinya Taman Baca Masyarakat Kreatifitas Seni dan Baca (TBM KSB) yang berada di Jl. Higland Park, Kota Serang Baru (KSB), Kawasan Permata Hijau Blok P No.7, Minggu (7/2) baru saja diresmikan—dengan simbol pemotongan pita—Pukul 08.00 WIB, oleh sekretaris Rukun Warga (RW) Sukarji. Dalam sambutannya, Sukarji berharap TBM KSB semoga bisa bermanfaat dan menjadi hunian yang berkualitas.</p>
<p>Kenapa nama TBM-nya di berani nama KSB, itu karena supaya sama dengan nama komplek Kota Serang Baru. Diakui Deni dan Junita, keberadaan KSB yang bertempat di rumah ber-type 21 Studio itu hasil sumbangan warga sekitar. “Rumah ini (TBM KSB) awlanya tidak dipakai oleh pemiliknya, ibu Tomy. Saat kami nego, Ibu Tomy mengiklaskan rumah miliknya untuk dijadikan TBM. Namun, kami merasa tidak enak. Jalan keluarnya, rumah ini kami sewa dengan harga yang sangat murah sekali,” kata Juanita selaku pengelola TBK KSB tidak mau menyebut nominal harga untuk sewa rumah itu. Rumah Ibu Tomy, lalu direnovasi secara gotong royong, dari sumbangan warga. “Ada yang menyumbang cat tembok, paku, dan uang,” terang Junita yang mengenakan kerudung puitih ini.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/31.jpg"><img class="size-medium wp-image-3244 alignleft" title="3" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/31-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Untuk koleksi buku yang ada sekarang, mencapai 7000 buku dari yang ditargetkan 1000 buku. Yang terdiri dari buku anak, keterampilan memasak, dan bigrafi. Untuk kedepannya, TBM KSB juga sudah merencanakan agenda tiap tahunnya, seperti cerita/dongeng, seni marawis, gambar, menari dan menyanyi. “Juga kami akan megajarkan hidup sehat pada anak-anak lewat lewat mendongeng nanti, misalnya bagaimana pentingnya cuci tangan sebelum makan,” tutur Deni, yang mengatakan TBM KSB mempunyai visi: Meningkatkan minat baca pada anak dan warga, khususnya orang tua.  “Untuk itu, perlu adanya <em>balanced</em> terhadap anak-anak agar tidak terlalu sering bermain, tanpa belajar atau membaca buku,” kata Deni yang prihatin dengan kebiasaan anak-anak komplek yang lebih banyak bermain, ketimbang baca.</p>
<p>Dalam peresmian TBM KSB juga diisi dengan lomba menggambar tingkat TK dan SD, serta bazar makanan, baju, dan kaligrafi. “Ya, ini untuk memeriaahkan saja. Yang buka bazar ini, seuanya ibu-ibu komplek Kota Serang Baru,” kata Junita disela-sela istirahatnya.</p>
<p>Junita juga tak lupa turut berterimakasih kepada Rumah Dunia, yang telah menyumbang satu dus buku serta para penymbang yang lainnya dalam bentuk barang, buku, maupun dalam bentuk do’a.  Saat ditanya oleh wartawan <a href="http://www.rumahdunia.com/">www.rumahdunia.com</a> perihal langkah ke depan TBM KSB, Juanita berkata. “Yang penting, bahwa harta yang paling berharga itu adalah dapat membina generasi muda dengan ilmu yang bermanfaat,” tandasnya. Siapa yang ingin menyusul untuk menyumbang di TBM Kreatif Seni dan Baca? [Ahmad Wayang]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/08/launching-tbm-ksb-kota-serang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>STAND RUMAH DUNIA JAJAKAN BUKU</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/17/stand-rumah-dunia-jajakan-buku/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/17/stand-rumah-dunia-jajakan-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 16:08:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[baca]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Pintar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2936</guid>
		<description><![CDATA[Guna meriahkan acara Lebak Membara, Rumah Dunia juga menggelar stand yang menjajakan Buku-buku karya Gol A Gong dan relawan Rumah Dunia, serta pernak-pernik, tentunya dengan harga terjangkau. Jika masih ada yang berminat, silahkan datang saja langsung ke Rumah Dunia. Soalnya limited Edition! Iklan dikit, ya. [Teks: Langlang/Foto: Muhzen]
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Lebak_4.jpg"><img class="size-medium wp-image-2937 alignleft" title="Lebak_4" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Lebak_4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Guna meriahkan acara Lebak Membara, Rumah Dunia juga menggelar stand yang menjajakan Buku-buku karya Gol A Gong dan relawan Rumah Dunia, serta pernak-pernik, tentunya dengan harga terjangkau. Jika masih ada yang berminat, silahkan datang saja langsung ke Rumah Dunia. Soalnya limited Edition! Iklan dikit, ya. [Teks: Langlang/Foto: Muhzen]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/17/stand-rumah-dunia-jajakan-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PARA PEJABAT NGUMPUL DI RUMAH DUNIA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/para-pejabat-ngumpul-di-rumah-dunia/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/para-pejabat-ngumpul-di-rumah-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 01:01:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[baca]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Bacaan Masyarakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2758</guid>
		<description><![CDATA[Selain Wagub Banten, hadir pula di pencangan Change with Reading Endang Eko Koswara (Kadisdik Banten), Sudiyti (Kepala Perpusda Banten), Ahmad Mukhlis Yusuf (Direktur Antara), Hafidzi (Kadisdik Kota Serang), Amriti (Perpusda Kota Serang), Eneng Nurcahyati (Kepala Ketahanan Pangan Banten),  Nenny Sri Utami (Sekretaris Umum Lembaga Kesetiakawanan dan Kepedulian Sosial Jakarta), Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D (Direktur Penmas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/CwR-pejabat.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2759" title="CwR pejabat" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/CwR-pejabat.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Selain Wagub Banten, hadir pula di pencangan Change with Reading Endang Eko Koswara (Kadisdik Banten), Sudiyti (Kepala Perpusda Banten), Ahmad Mukhlis Yusuf (Direktur Antara), Hafidzi (Kadisdik Kota Serang), Amriti (Perpusda Kota Serang), Eneng Nurcahyati (Kepala Ketahanan Pangan Banten),  Nenny Sri Utami (Sekretaris Umum Lembaga Kesetiakawanan dan Kepedulian Sosial Jakarta), Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D (Direktur Penmas Depdiknas), dan Wien Muldian (forum Indonesia Membaca).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/para-pejabat-ngumpul-di-rumah-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DUTA CHANGE WITH READING</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/duta-change-with-reading/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/duta-change-with-reading/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 00:20:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[baca]]></category>
		<category><![CDATA[Banten Bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[Banten Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Change With Reading]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Spirit Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Bacaan Masyarakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2726</guid>
		<description><![CDATA[Change with Reading (CwR) ini bertujuan supaya masyarakat sadar betapa pentingnya membaca. Di acara ini juga diadakan lomba menggambar untuk SD, lomba poster untuk SMP se-Banten. Lalu ada pemilihan Duta CwR. Di pemilihan Duta CwR ini di ikuti oleh sejumlah perwakilan pelajar dari SMA se-Banten dan mahasiswa perguruan tinggi se-Banten.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/CwR-baca-com.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2728" title="CwR baca com" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/CwR-baca-com.jpg" alt="" width="600" height="506" /></a>Change with Reading (CwR) ini bertujuan supaya masyarakat sadar betapa pentingnya membaca. Di acara ini juga diadakan lomba menggambar untuk SD, lomba poster untuk SMP se-Banten. Lalu ada pemilihan Duta CwR. Di pemilihan Duta CwR ini di ikuti oleh sejumlah perwakilan pelajar dari SMA se-Banten dan mahasiswa perguruan tinggi se-Banten.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/11/duta-change-with-reading/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PEMERINTAH GELAR BAZAR BUKU</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/01/kantor-perpustakaan-gelar-bazar-buku/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/01/kantor-perpustakaan-gelar-bazar-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 15:50:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[baca]]></category>
		<category><![CDATA[bazar]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[gelar]]></category>
		<category><![CDATA[minat]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=1874</guid>
		<description><![CDATA[KOTA TANGERANG, Muhzen Den&#8212;Dari dulu sampai sekarang yang menghambat minat baca masyarakat adalah, 1) Kurangnya bahan bacaan, 2) Kurangnya akses informasi tentang bacaan, 3) Kurangnya perhatian khusus dari pihak pemerintah dan swasta, 4) Masih banyaknya masyarakat yang tidak paham tentang pentingnya melek aksara. Dari keempat butir yang dipaparkan butir ke ketiga dan keempat yang perlu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1875" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/12/Bazar-Buku1.jpg" alt="Bazar Buku" width="500" height="332" />KOTA TANGERANG, Muhzen Den&#8212;Dari dulu sampai sekarang yang menghambat minat baca masyarakat adalah, 1) Kurangnya bahan bacaan, 2) Kurangnya akses informasi tentang bacaan, 3) Kurangnya perhatian khusus dari pihak pemerintah dan swasta, 4) Masih banyaknya masyarakat yang tidak paham tentang pentingnya melek aksara. Dari keempat butir yang dipaparkan butir ke ketiga dan keempat yang perlu dikaji dan diperbaiki kinerjanya.</p>
<p>Dari butir tiga dan empat sepertinya pemerintah masih ragu-ragu dalam menindak hal tersebut, sehingga wajar bila masyarakat terancam kebodohan karena perhatian dari pemerintah pun masih setengah-setangah. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan dan membudayakan minat baca dikalangan masyarakat. Pemerintah Kota Tangerang melalui kantor Perpusatakaan Kota Tengerang mengadakan semacam bazaar buku atau menggelar Book Fair 2009 selama empat hari dari hari Senin (30/11) sampai Kamis depan, bertempat di gedung Plaza Puspem Kota Tangerang.</p>
<p>Acara Book Fair 2009 ini di isi oleh 21 stand yang menjual puluhan ribu buku dari berbagai jenis ditawarkan dengan potongan harga yang relatif murah dari 10-70 persen. Selain ada bazaar buku juga kantor Perpustakaan Kota Tangerang akan mengadakan lomba pidato, lomba mewarnai, dan bedah buku. Sengaja hal seperti ini digelar guna menarik minat masyarakat kota agar membeli dan membaca.</p>
<p>Salah satu pengunjung bazaar, Ita mengaku antusias dengan digelarnya Book Fair ini. Pasalanya di acara ini pengunjung dapat mencari buku yang diinginkan dengan harga murah, dan berharap bazaar buku ini akan terus  digelar rutin setiap tahun. Supaya masyarakat memiliki budaya dan minat baca yang tinggi sejak dini.</p>
<p>Sedangkan menurut Kepala Kantor Perpustakaan Kota Tangerang, Erna Herningsih saat di wawancara oleh crew <a href="http://www.rumahdunia.com/">www.rumahdunia.com</a> pada Selasa (1/12) mengatakan, “Acara Book Fair 2009 ini bertujuan untuk menarik minat pengunjung terutama masyarakat kota agar gemar membaca.” Diharapkan juga digelarnya Book Fair ini untuk meningkatkan minat baca, sehingga masyarakat sadar akan kebutuhan membeli buku dan memiliki budaya baca yang tinggi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/01/kantor-perpustakaan-gelar-bazar-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
