PENGEDAR UANG PALSU DIBEKUK POLISI

Ung palsu bikin sengsara rakyat

Ung palsu bikin sengsara rakyat

TANGERANG- Anak selalu menjadi korban. Dalam pertengkaran keluarga, anaklah yang akan memikul penderitaan. Jika kemiskinan mengepung, maka anak-anak akan turun membantu orangtua. Namun tak lagi memikirkan tindakannya itu benar atau salah. Oleh kepolosannya, terkadang mereka dimanfaatkan untuk tindak kriminal.

Empat tersangka pemilik dan pengedar dan uang palsu dibekuk aparat kepolisian Sektor Cipondoh, Kota Tangerang, Banten pada Sabtu (07/11). Diketahui, dua dari pelaku pengedar uang palsu ini ternyata masih di bawah umur dan berstatus pelajar.

Uang palsu sebanyak 152 lembar dalam bentuk pecahan 20 ribu rupiah berikut empat orang tersangka yakni Remon (14) Jamal (10), Dadang Suwandi dan Budi Santoso diamankan petugas. Dari empat tersangka yang berhasil diringkus, dua di antaranya masih berstatus Pelajar Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menangah Atas di daerah Ciledug, Kota Tangerang.

Modus yang digunakan para tersangka tergolong baru, yakni dengan memanfaatkan bocah di bawah umur untuk membelanjakan uang palsu dengan berpura-pura membeli rokok di warung-warung. Tujuannya agar warga tidak mencurigai aksi ini.

Kedua bocah juga mengaku diiming-imingi komisi sebesar 30 ribu rupiah setiap berhasil membelanjakan uang palsu senilai 100 ribu rupiah. Kedua bocah dibawah umur  ini tertarik dan mengedarkan uang palsu di daerah Cipete dan Pakojan.

Malang bagi bocah ini. Warga yang curiga dengan uang yang dibelanjakan tersangka langsung melaporkan kejadian ini ke polisi. Hingga kedua bocah itu pun diringkus.

Dalam keterangannya, kedua tersangka mengaku mau mengedarkan uang palsu tersebut lantaran untuk keperluan membayar biaya sekolah. Namun belum sempat menikmati komisi, mereka telah tertangkap petugas.

Sementara itu, dari hasil pengembangan petugas, dua pemilik uang palsu berhasil diringkus di rumah masing masing. Dalam penangkapan itu berhasil diamankan uang sebanyak 150 ribu rupiah yang diduga hasil dari pengedaran uang palsu.

Menurut tersangka salah satu tersangka, Budi Santoso, setiap anak yang mengedarkan uang sebesar 100 ribu rupiah maka anak tersebut menyetor sebesar 70 ribu rupiah kepadanya. Sementara untuk membeli uang palsu senilai 2,5 juta  dirinya membayar 1 juta rupiah.

Kapolsekta Cipondoh, AKP Sukarna, pengungkapan kasus ini berawal dari  penangkapan dua orang bocah yang membelanjakan uang palsu pecahan dua puluh ribu rupiah di warung rokok.  Para tersangka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan di ancam dengan pasal 245 tentang pengedaran uang palsu dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun penjara.

Kepada warga juga dihimbau agar lebih berhati-hati dengan maraknya peredaran uang palsu di masyarakat, dengan memeriksa dengan teliti setiap bertransaksi menggunakan uang kertas. [ahmadi]

KARENA PEDULI, GURU RELA ANTAR JEMPUT SISWA PAUD

LEBAK -  Karena sadar akan pentingnya pendidikan anak usia dini, beberapa warga rela menjadi relawan demi berdirinya sebuah kelompok bermain anak usia dini (KOBER-PAUD), yang di beri nama Bina Insani di Kampung Cimanggu Desa Rangkasbitung Timur. KOBER ini diperuntukan bagi pendidikan anak dengan rentang usia 0-6 tahun.

“Kelompok bermain ini dibentuk karena kepedulian yang tinggi terhadap minimnya tingkat pendidikan di kampung tersebut. Yang 90 persen warganya hanya lulusan SD,” kata Nurmanah, pengelola KOBER Bina Insani. Di jelaskannya pula bahwa untuk pendidikan setiap siswa KOBER Bina Insani tidak memungut biaya. Untuk biaya operasional mereka dibiayai oleh para donator di wilayah kota Rangkasbitung. Bahkan untuk menjaring  simpati warga serta memudahkan akses para siswanya yang bermukim cukup jauh, para relawan bersedia menjemput dan mengantarkan para siswa dari KOBER ke rumahnya.

Ketika ditanya, Risma (4 th) salah seorang siswa mengaku kalo dirinya merasa senang belajar bersama teman-temannya di KOBER Bina Insani.

Ironisnya, sejak berdiri tiga tahun silam, pemerintah kabupaten Lebak tetap saja masih memandang sebelah mata. Hal ini terasa karena perhatian dari Pemda tak juga dirasakan. Dengan kondisi bangunan yang masih mengontrak serta sarana prasarana yang masih minim, para relawan berharap pemerintah dapat memberikan bantuan. (RG)

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Full Story | July 18th, 2010