SDN 1 CIPANAS

Guna meningkatkan wajib belajar sembilan tahun banyak anak-anak kampung Cipanas dan sekitarnya yang sudah mengikuti program pemerintah ini, dan sekolah terdekat adalah SDN 1 CIPANAS di jalan raya Cipanas sekitar 30 meter dari pertigaan. Apalagi Lebak bercita-cita ingin menjadi Kabupaten Pendidikan. Dan Menurut cerita warga diatas tanah tersebut dulu ada bangunan Sekolah Rakyat. Namun karena gedung itu dijadikan markas Belanda akhirnya dibakar warga setempat.[Teks&Foto: Harir Baldan]

MUSIK ALTERNATIF ANAK LANGIT

PICT8624RUMAH DUNIA – Sekelompok pengamen jalanan yang tergabung dalam komunitas Anak Langit Tangerang beratraksi sambil bernyanyi di acara Pelatihan Pendampingan Musik Anak Jalanan Se-Banten, yang diadakan di Rumah Dunia Sabtu (21/11). Kata Edi Bonetsky yang jadi komandan, “Namanya Sirkus Perkusi!”

Atraksi dan nyanyi yang diperagakan oleh kelompok pengamen jalanan (KPJ) dari  Anak Langit Tangerang tersebut, menjadikan pipa paralon bekas dari berbagai ukuran panjang dan pendek sebagai alat musik yang mengiringi. Dengan sangat sederhana, KPJ Anak Langit tersebut menikmati permainan itu dengan unik dan menarik tepuk tangan para peserta yang semuanya adalah para pengamen jalanan. Begitulah suasana keceriaan yang terjadi pada Sabtu (21/11) pagi itu. Sebanyak 50 peserta pelatihan yang tergabung dari anak jalanan atau kelompok pengamen jalanan hadir di halaman utama Rumah Dunia. Mereka sengaja dihadirkan untuk mengikuti pelatihan yang dipemrakarsi oleh Balai Pelayanan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Banten, berkerjasama dengan Rumah Dunia sebagai penyelenggara.

Sejak ditemukan permainan alat yang terbuat dari plastik paralon sekitar setahun yang lalu, para pengamen jalanan kerap memanfaatkan alat tersebut sebagai alat alternatif bermain musik selain gitar. Sehingga alat tersebut mudah di cari dan gampang dijadikan sebuah pengiring musik lainnya. ‘Sirkus perkusi ini membawa berkah. Banyak tawaran manggung. Alhamdulillah, kita bisa ngidupin temen-temen. bahkan modalin temen kawin segala,” cerita Edi.

Menurut salah seorang pemain dari kelompok pengamen jalanan (KPJ) Anak Langit Tangerang, Eris Ramadhan namnya, “Alat perkusi paralon digunakan untuk mengiringi permainan gitar. Meski alat ini terbilang sederhana. Namun, dari ide kreatif yang kami lakukan dapat dijadikan contoh bagi para pengamen lain khususnya dan umumnya masyarakat dalam melakukan kegiatan seni.”

Ujang Rafiudin, Kasi Pembinaan di Balai Pelayanan Pendidikan Khusus dinas Pendidikan Proinsi Banten menyambut baik kegiatan ini. “Supaya para pemusik jalanan mningkatkan kualitasnya. Kalau nyanyinya enak, orang-orang juga seneng,” kata Ujang saat memberi sambutan. Tambah Ujang, alat musik yang digunakan Anak Langit sangat kreatif.

Di Bandung malah sirkus perkusi ini ditiru. “Nggak ape-ape. Tiru aja,” Edi mempersilahkan. Justru di situlah berkahnya. Amin ya rabbal alamin…[den]

PENGEDAR UANG PALSU DIBEKUK POLISI

Ung palsu bikin sengsara rakyat

Ung palsu bikin sengsara rakyat

TANGERANG- Anak selalu menjadi korban. Dalam pertengkaran keluarga, anaklah yang akan memikul penderitaan. Jika kemiskinan mengepung, maka anak-anak akan turun membantu orangtua. Namun tak lagi memikirkan tindakannya itu benar atau salah. Oleh kepolosannya, terkadang mereka dimanfaatkan untuk tindak kriminal.

Empat tersangka pemilik dan pengedar dan uang palsu dibekuk aparat kepolisian Sektor Cipondoh, Kota Tangerang, Banten pada Sabtu (07/11). Diketahui, dua dari pelaku pengedar uang palsu ini ternyata masih di bawah umur dan berstatus pelajar.

Uang palsu sebanyak 152 lembar dalam bentuk pecahan 20 ribu rupiah berikut empat orang tersangka yakni Remon (14) Jamal (10), Dadang Suwandi dan Budi Santoso diamankan petugas. Dari empat tersangka yang berhasil diringkus, dua di antaranya masih berstatus Pelajar Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menangah Atas di daerah Ciledug, Kota Tangerang.

Modus yang digunakan para tersangka tergolong baru, yakni dengan memanfaatkan bocah di bawah umur untuk membelanjakan uang palsu dengan berpura-pura membeli rokok di warung-warung. Tujuannya agar warga tidak mencurigai aksi ini.

Kedua bocah juga mengaku diiming-imingi komisi sebesar 30 ribu rupiah setiap berhasil membelanjakan uang palsu senilai 100 ribu rupiah. Kedua bocah dibawah umur  ini tertarik dan mengedarkan uang palsu di daerah Cipete dan Pakojan.

Malang bagi bocah ini. Warga yang curiga dengan uang yang dibelanjakan tersangka langsung melaporkan kejadian ini ke polisi. Hingga kedua bocah itu pun diringkus.

Dalam keterangannya, kedua tersangka mengaku mau mengedarkan uang palsu tersebut lantaran untuk keperluan membayar biaya sekolah. Namun belum sempat menikmati komisi, mereka telah tertangkap petugas.

Sementara itu, dari hasil pengembangan petugas, dua pemilik uang palsu berhasil diringkus di rumah masing masing. Dalam penangkapan itu berhasil diamankan uang sebanyak 150 ribu rupiah yang diduga hasil dari pengedaran uang palsu.

Menurut tersangka salah satu tersangka, Budi Santoso, setiap anak yang mengedarkan uang sebesar 100 ribu rupiah maka anak tersebut menyetor sebesar 70 ribu rupiah kepadanya. Sementara untuk membeli uang palsu senilai 2,5 juta  dirinya membayar 1 juta rupiah.

Kapolsekta Cipondoh, AKP Sukarna, pengungkapan kasus ini berawal dari  penangkapan dua orang bocah yang membelanjakan uang palsu pecahan dua puluh ribu rupiah di warung rokok.  Para tersangka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan di ancam dengan pasal 245 tentang pengedaran uang palsu dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun penjara.

Kepada warga juga dihimbau agar lebih berhati-hati dengan maraknya peredaran uang palsu di masyarakat, dengan memeriksa dengan teliti setiap bertransaksi menggunakan uang kertas. [ahmadi]

KARENA PEDULI, GURU RELA ANTAR JEMPUT SISWA PAUD

LEBAK -  Karena sadar akan pentingnya pendidikan anak usia dini, beberapa warga rela menjadi relawan demi berdirinya sebuah kelompok bermain anak usia dini (KOBER-PAUD), yang di beri nama Bina Insani di Kampung Cimanggu Desa Rangkasbitung Timur. KOBER ini diperuntukan bagi pendidikan anak dengan rentang usia 0-6 tahun.

“Kelompok bermain ini dibentuk karena kepedulian yang tinggi terhadap minimnya tingkat pendidikan di kampung tersebut. Yang 90 persen warganya hanya lulusan SD,” kata Nurmanah, pengelola KOBER Bina Insani. Di jelaskannya pula bahwa untuk pendidikan setiap siswa KOBER Bina Insani tidak memungut biaya. Untuk biaya operasional mereka dibiayai oleh para donator di wilayah kota Rangkasbitung. Bahkan untuk menjaring  simpati warga serta memudahkan akses para siswanya yang bermukim cukup jauh, para relawan bersedia menjemput dan mengantarkan para siswa dari KOBER ke rumahnya.

Ketika ditanya, Risma (4 th) salah seorang siswa mengaku kalo dirinya merasa senang belajar bersama teman-temannya di KOBER Bina Insani.

Ironisnya, sejak berdiri tiga tahun silam, pemerintah kabupaten Lebak tetap saja masih memandang sebelah mata. Hal ini terasa karena perhatian dari Pemda tak juga dirasakan. Dengan kondisi bangunan yang masih mengontrak serta sarana prasarana yang masih minim, para relawan berharap pemerintah dapat memberikan bantuan. (RG)

advert

Tags Kata

Gonjlengan

MENGOPTIMALKAN POTENSI TAMAN BACAAN MASYARAKAT

Oleh Gol A Gong
Beberapa kali saya kedatangan tamu yang selalu minta diajari membuat proposal pembuatan taman bacaan masyarakat. Mereka adalah para mahasiswa. Mereka menduga, bahwa saya mendirikan taman bacaan masyarakat bernama Rumah Dunia dengan membuat proposal. Saya katakan kepada mereka, bahwa Rumah Dunia tidak dibangun dengan proposal, tapi dengan kata-kata. Juga Rumah Dunia tidak dibangun [...]

Full Story | February 21st, 2010

Banten Kuliner

MAKANAN TRADISIONAL SERABI GURIH DAN ALAMI

SERABI GURIH DAN ALAMI

Oleh: Rama
Di pinggir jalan Bayangkara Sumampir Cilegon, atau tepatnya di depan Lapangan Bola Sumampir,

Full Story | February 8th, 2010

advert

Wisata Banten

PEMANDIAN CIPANAS SEHAT DAN SEGAR

LEBAK – Selain mimpi jadi kota pelajar, Lebak yang belum lama berusia 181 tahun ini juga rupanya menyimpan banyak keindahan alam. Saya belum lama ini sempat coba-coba menelisik, mengunjungi dan menikmati bahkan tadinya ingin menjamah semua tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Lebak, baru sebagian saja sih, mengingat beberapa tujuan wisata masih cukup jauh dan [...]

Full Story | December 27th, 2009

advert

Cerpen

BABI NGEPET BUKU

Cerpen Langlang Randhawa*
Alkisah, Banten punya taman budaya yang megah. Gedung berlantai lima yang berdiri di atas tanah bekas gedung kegubernuran Banten itu ramai dengan diskusi mengalahkan hiruk-pikuk mall-mall. Selain berada di jantung kota dan mewah, fasilitasnya pun mengalahkan Gedung Putih Amerika; kenyamanan, keamanan, pelayanan, dan kebersihan sangatlah terjaga dan tertata. [...]

Full Story | March 9th, 2010

Novel

SEGERA “TEMBANG KAMPUNG HALAMAN” KARYA GOL A GONG

Nantikan di bulan Februari 2010, cerita bersambung “Tembang Kampung Halaman”  karya Gol A Gong – dulu Gola Gong. Cerita ini pernah dimuat di majalah HAI  tahun 1990-an dan diterbitkan jadi buku mungil oleh Gramedia. Menceritakan anak-anak kampung dari kampung yang agraris di wilayah pesisir utara, lalu mengalami perubahan sosial.  Mimpi-mimpi dilontarkan setinggi bintang dan ada [...]

Full Story | January 21st, 2010

Puisi

PUISI-PUISI DEA ANUGRAH

KEPADA PISAU

airmatamu mengalir
sampai jauh
pelan pelan menghampir kesunyianku.
***

BLUES BUAT PEREMPUAN R
di kotaku. di kotaku yang jauh ini
selalu kutemukan kilau senyummu
pada lampu lampu jalan, pada bau malam yang khas
juga pada dingin angin pelabuhan.
padahal hidup
hanya menunda kekalahan
seperti payung
yang perlahan lahan sobek
dikoyak moyak angin kencang jelek.
di kotaku.
di kotaku yang jauh ini
aku selalu mengingat senyummu
meski hidup hanya serupa
payung [...]

Full Story | March 9th, 2010