Siswa Dituntut Beretika Baik Saat Prakerin

advert

Cipanas, Lebak — SMK Pertanian Matlaul Hidayah, Rabu (7/4), menggelar pelepasan siswa praktik kerja industri (Prakerin) di halaman Ponpes Matlaul Hidayah atau persisnya di jalan raya Rangkasbitung-Bogor, kilometer 39, Luhur Jaya, Kecamatan Cipanas.

Pada kesempatan itu hadir Kepala Sekolah SMK Pertanian Matlaul Hidayah Jahar Hermawan, M.Pd, Pimpinan Ponpes Matlaul Hidayah KH. Acep Amarullah, Kepala Sekolah SMP Matlaul Hidayah Ujang Awalludin, S.Pd.I, dan jajaran dewan guru SMK dan SMP Yayasan Matlaul Hidayah.

Jahar Hermawan berpesan, siswa dan siswi yang ikut prakerin agar menjaga etika, moral, disiplin dan menunjukkan kemampuan atau kompetensinya. “Sebab segala tingkah laku dan tutur bahasa kalian akan di nilai oleh tim perusahaan dan masyarakat setempat,” papar Jahar dalam sambutannya. Masih kata Jahar, ”Kunjungan kalian bukan semata prakerin tapi sekaligus syiar Ponpes Matlaul Hidayah.”

Jahar pun menekankan, 24 peserta agar meraih standar nilai prakerin yakni 7.0. “Sebab jika tidak mencapai batas minimal nilai tersebut, kalian dinyatakan tidak lulus. Karena prakerin itu syarat mutlak untuk mengikuti Ujian Nasional,” terang Jahar.

Ia menuturkan, prakerin ini untuk yang kali pertama. “Mereka akan di bimbing selama sebulan di CV.Insun Medal, Kalapa lima, Kabupaten Serang,” kata Jahar seraya mengatakan, ”Tahun ajaran 2010-2011, pihaknya akan menambah 2 jurusan lagi yaitu Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dan Akuntansi.”

Sesaat sebelum pemberangkatan, peserta prakerin menyanyikan 2 lagu secara bersama-sama. Lalu dilanjutkan dengan berpamitan seraya meminta do’a kepada pimpinan Ponpes, kepala sekolah, jajaran dewan guru, dan siswa siswi Matlaul Hidayah. Namun, ketika hendak pemberangkatan. Isak tangis puluhan adik kelasnya mengiringi peserta prakerin. Peluk, cium, dan do’a pun tak terelakan dari seluruh adik kelasnya. Salah satunya, Lisda. Siswi kelas kelas 2 SMP Matlaul Hidayah ini mengaku merasa kesepian dengan pemberangkatan kelas 5. “Karena selama ini mereka yang membimbing kami baik itu dalam hal pelajaran ataupun soal pribadi,” tutur Lisda yang masih tersedu-sedu.

Hal senada pun terucap oleh Pupung Fauziah.  Remaja yang duduk di kelas 4 ini mengaku belum siap dengan pelepasan prakerin kakak kelasnya. “Meskipun hanya sebulan kami merasa belum siap untuk mengganti posisi mereka selaku pembimbing OSIS kami,” ujar Pupung. Alhasil, peristiwa ini sempat menunda pemberangkatan peserta selama 30 menit. [Harir Baldan]

Share

Leave a Reply

advert

Gonjlengan

Badminton Itu Sehat, Membaca Itu Hebat

Kawan, kutulis ini dengan maksud berbagi pengalaman hidup. Mari, kita saling memberi semangat. Dengan begitu, akupun serasa muda terus. Baiklah, kumulai ceritaku ya: Tidak banyak orang yang tahu, bahwa aku sebetulnya seorang atlet badminton. Setelah tangan kiriku diamputasi (1974), Bapak mengajakku berolahraga dan membaca buku. Dua kegiatan itulah, kata Bapak, yang akan menjadikanku tetap semangat […]

Share

Full Story | April 15th, 2015

Kuliner

Sarapan Jus di Bangkok

Jangan khawatir soal makan di Bangkok. Indian Food itu halal. Mereka tidak makn daging berkaki empat. Ada ayam. Juga ada banyak makanan halal. Order saja ke pemiliknya nasi putih dan telor ayam halal. Atau menu nsai putih dan ayam. Tapi, saya sangat suka jajan buah-buahan di Bangkok. Ini surga sarapan di “street food” Bangkok. Segelas […]

Share

Full Story | April 6th, 2015

advert

Traveling

Xplore Bangkok 4 : Serasa Jadi Warga Bangkok

Di hari kedua, Kamis 2/2/2015, kami serasa jadi orang Bangkok. Jalan kaki, naik kereta, bus, dan perahu. Sangat menyenangkan.  Saya sudah 4 kali ke Bangkok dan belum bosan. Sejak 1/4/-4/4 2015 saya sedang di Bangkok beserta rombongan “Gong Traveling : Xplore Bangkok”.Selain senang menyusuri Chao Phraya seperti di sungai Musi, Palembang, makan buah-buahannya, juga menikmati […]

Share

Full Story | April 6th, 2015

advert

Cerpen

Air Mata Ibu yang Jatuh di Atas Sepiring Nasi Ketika Senja Tiba

Oleh Ade Ubaidil   Di antara ketiga anak mendiang Pak Anwar, Salma-lah yang dianggap paling rajin. Bukan hanya ibu dan bapaknya saja yang mengakui hal tersebut, Retno dan Lisna juga mengakui adiknya itu lebih baik dari mereka. Setiap pukul 03.00, Salma sudah terjaga dari tidurnya. Apa pun ia kerjakan, seperti mencuci piring, mencuci pakaian, menanak […]

Share

Full Story | February 6th, 2015

Novel

GOL : Gol A Gong On Line

GOL – Gol A Gong On Line. Ini paket lain yang ditawarkan GONG SHOW (Gol A Gong School of Writing). Ini adalah cara mudah belajar menulis on line. Jarak jauh tidak jadi halangan. Sekarang sedang berlangsung. Untuk Februari sudah 8 peserta: dari Kuala Lumpur, Jepang, Taiwan, Indramayu, Jakarta, dan Belitung. Biaya Rp. 1 juta/orang. Metodenya […]

Share

Full Story | February 7th, 2015

Puisi

Andai Aku Bisa Bicara

Proses kreatif menulis sajak ini, ketika sepulang dari bekerja di RCTI, aku berjalan-jalan menghirup udara segar di halaman belakang rumah, dimana Rumah Dunia berada. Saat itu sekitar tahun 2002. Aku kaget dan marah, begitu melihat buku-buku tua (album cerita bergambar) tergolek robek di antara batang-batang pohon pisang. Aku mencari istriku – Tias Tatanka. Aku katakan […]

Share

Full Story | December 18th, 2014