Sate Bandeng Khas Banten

advert
Nenek Maryamah menurunkan resepnya ke Nur

Nenek Maryamah menurunkan resepnya ke Nur

Apa yang kamu tahu tentang makanan khas tradisional Banten? Menurut data sementara yang telah dihimpun oleh Diparsenibud Kota Serang, panganan khas Banten yang sudah terdata sekitar 37 panganan. Dari 37 panganan khas Banten ada yang berkembang tapi juga ada yang hampir punah. Dari beberapa makanan khas tersebut terdapat satu panganan yang paling digemari dan banyak dicari, yaitu sate bandeng. Makanan khas ini pernah diikutsertakan dalam kontes sate Bandeng di Amsterdam,  Belanda pada tahun 1992 di Tropic Museum, Royal Institute. (www.radiospin.net).

NENEK MARYAMAH

Tidak banyak yang tahu tentang sejarah sate bandeng. Kata Samsun, pedagang sate Bandeng yang sudah berjualan sejak tahun 1987, “Sate Bandeng sudah ada sejak jamannya Sultan Maulana Hasanudin Banten. Saya tahu dari kakek saya.”

Seiring banyaknya permintaan yang datang, pedagang-pedagang sate Bandeng pun mulai ramai bermunculan di mana-mana. Bak jamur di musim hujan. Dari mulai warung-warung di pinggir jalan samapi sampai toko-toko ikut meramaikan. Salah satunya adalah Maryamah (98) yang sejak tahun 60an sudah berjualan sate bandeng secara turun menurun. Sekarang sudah masuk ke generasi dua.

Nenek 10 orang anak itu kini telah menurunkan ilmunya pada anak dan menantunya, Nur (30). Setiap hari Nenek Maryamah bisa menjual 150 tusuk sate bandeng. Maklum, sate bandengnya sudah dikenal banyak orang. Bahkan sudah mempunayi banyak pelanggan. Mulai dari hotel-hotel, instansi-instansi di tingkat provinsi, Krakatau Steel, perusahaan-perusahaan di Suralaya-Merak, bahkan pernah dipesan untuk oleh-oleh ke Belanda dan Al-Jazair. Beberapa artis terkenal seperti Dorce Gamalama, Elvi Sukaesih dan Wahyu bule pun pernah datang dan mencicipi sate Bandeng Nenek Maryamah.  Untuk harga satu bijinya nek Maryamah menjualnya dengan harga Rp 18.000.

Sate bandeng dipanggang

Sate bandeng dipanggang

RESEP

Saat dimintai resep pembuatan sate bandeng oleh wartawan www.rumahdunia.com, Nek Maryamah tak segan untuk membaginya. Mau tahu apa aja tentang resep sate bandeng nek Maryamah?

Bahan-bahannya cukup sederhana saja dan mudah didapat. Selain garam dan vetsin, bawang goreng,  ketumbar yang sudah ditumbuk halus, gula merah, sedikit tambahan gula pasir serta santan secukupnya. Semua bumbu-bumbu itu (keculai santan) digiling halus, kemudian diaduk dengan santan dan campurkan daging bandeng yang sudah di halusi dan di buang tulang-tulangnya.

Nur, menantu Nek Maryamah mengatakan, “Kalau ingin hasilnya bagus, harus memilih bandeng yang segar. Jangan pilih bandeng yang lunak atau merah. Biasanya, kalau bandengnya bermata merah nanti sate bandeng jadi gatal dan tidak enak. Palng juga hanya bisa bertahan selama tiga hari.”

Hmmm, lezat sate bandengnya

Hmmm, lezat sate bandengnya

OLEH-OLEH

Kekhasan sate Bandeng membuat Bilpi (27), perempuan asal Bekasi ini tertarik menjual sate bandeng. Sejak tahun 2003 lalu, berlokasi di bahu jalan pintu tol Serang, tepatnya di Jl. Jendral Sudirman ia mulai berjualan panganan khas ini. “Lumayan, untungnya bisa dapet dua kali lipat. Soalnya banyak orang yang nyari sate Bandeng buat oleh-oleh,” kata ibu dua orang anak ini.

Di jalan menuju pintu tol Serang timur banyak kios makanan khas Banten untuk oleh-oleh para turis lokal. Sate bandeng termasuk yang laris dibeli orang selain ceplis dan  gipang. Tapi sayangnya Deperindakop (Departemen Perindustrian Perdagangan dan Koperasi) belum memiliki program untuk untuk menjaga dan melestarikan makanan  khas banten tersebut. Ditemui dikantornya, Hasmin (52), Kasie Makanan Tradisonal Deperindakop menjelaskna, “Untuk saat ini belum ada. Tapi, rencananya akan kita lestarikan”.

Hal senada juga terjadi di Diparsenibud  Kota Serang. “Belum, tapi tahun 2007 sudah ada pengajuan untuk program melestarikan sate Bandeng dan penganan lainya. Tapi belum ada keputusan dari provinsi. Tahun 2010 rencananya akan kami ajukan kembali anggarannya,” ujar Baini, S.Pd, Kasi Adat dan Budaya.

Wah, lambat sekali, ya! Padahal Banten sudah 9 tahun jadi provinsi. Cepetan lho, Pak. Nanti diklaim lagi sama Malaysia, lho!(Ahmad Wayang)

Share

3 Responses to “Sate Bandeng Khas Banten”

  1. Harir Baldan Says:

    Dagingnya itu lho tanpa yang membuat lidah kita menari-nari. So, selamat menikmati dan banyak ditemukan di pusat kota Serang.

  2. Harir Baldan Says:

    Ironis sekali, masak Satu Bandeng yang sudah tersohor di punjuru nusantara ini, bahkan dunia, belum ada program untuk pelestarian dan menjaganya. Awas nanti di bapak/ibu pemerintah daerah Banten nanti diklaim oleh Negara lain,lho. hehehehe….

  3. young Says:

    boleh minta alamatnya mas ???

Leave a Reply

advert

Gonjlengan

Meledakkan Setting Lokasi dan Riset Lapangan

Thailand itu negeri unik. Pertama kali saya masuk ke negeri gajah itu lewat darat, bersepeda dari Kuala Lumpur, Hatyai, Patani, Songkla, Bangkok. Lalu saya mengitarinya dengan bus dan kereta, hingga ke Chiang May, masuk ke desa-desanya, tidur di kampung-kampung suku pedalaman seperti Dayak, Baduy, atau suku anak dalam. Sangat menyenangkan. Itu sekitar tahun 1991. Kemudian […]

Share

Full Story | March 2nd, 2015

Kuliner

Kuliner Banten Berbumbu Kacang

Serang–Yang paling menarik dari Restoran H. Nasir adalah letaknya yang kurang lebih hanya 100 meter dari stasiun kereta api Kota Serang. Bagi teman-teman yang berasal dari luar kota Serang dan menempuh perjalanan menggunakan kereta api, keluar saja dari gerbang stasiun lalu belok ke arah kanan, selusuri sepanjang jalan Kitapa dan di nomor 118 itulah restoran […]

Share

Full Story | August 27th, 2014

advert

Traveling

Xplore Bangkok Nulis Buku

Gong Traveling kembali meluncurkan paket travel writing ke Bangkok pada 1 – 4 April 2015. Kenapa harus Bangkok? Baiklah. Saya ingin bercerita tentang kota yang unik, yaitu Bangkok. Pertama kali saya ke Bangkok tahun 1990. Saya naik sepeda ke Bangkok dari Kuala Lumpur. Tiga bulan saya menjelajah Thailand. Saya ke Bangkok lagi setelah itu (1994). Novel “Bangkok Love […]

Share

Full Story | February 21st, 2015

advert

Cerpen

Air Mata Ibu yang Jatuh di Atas Sepiring Nasi Ketika Senja Tiba

Oleh Ade Ubaidil   Di antara ketiga anak mendiang Pak Anwar, Salma-lah yang dianggap paling rajin. Bukan hanya ibu dan bapaknya saja yang mengakui hal tersebut, Retno dan Lisna juga mengakui adiknya itu lebih baik dari mereka. Setiap pukul 03.00, Salma sudah terjaga dari tidurnya. Apa pun ia kerjakan, seperti mencuci piring, mencuci pakaian, menanak […]

Share

Full Story | February 6th, 2015

Novel

GOL : Gol A Gong On Line

GOL – Gol A Gong On Line. Ini paket lain yang ditawarkan GONG SHOW (Gol A Gong School of Writing). Ini adalah cara mudah belajar menulis on line. Jarak jauh tidak jadi halangan. Sekarang sedang berlangsung. Untuk Februari sudah 8 peserta: dari Kuala Lumpur, Jepang, Taiwan, Indramayu, Jakarta, dan Belitung. Biaya Rp. 1 juta/orang. Metodenya […]

Share

Full Story | February 7th, 2015

Puisi

Andai Aku Bisa Bicara

Proses kreatif menulis sajak ini, ketika sepulang dari bekerja di RCTI, aku berjalan-jalan menghirup udara segar di halaman belakang rumah, dimana Rumah Dunia berada. Saat itu sekitar tahun 2002. Aku kaget dan marah, begitu melihat buku-buku tua (album cerita bergambar) tergolek robek di antara batang-batang pohon pisang. Aku mencari istriku – Tias Tatanka. Aku katakan […]

Share

Full Story | December 18th, 2014