MILAD KPJ PANDEGLANG KE-11: GENGGAM ERAT JIWA YANG ABADI

advert

PANDEGLANG – Komunitas Pengamen Jalanan (KPJ) Pandeglang, Sabtu (3/4) siang tadi, menggelar Miladnya yang ke-11 di gedung Graha Pancasila di Jl. Alun-alun Pandeglang Kabupaten Pandeglang.  KPJ Pandeglang yang berdiri sejak tanggal 31 Maret 2000 itu menggelar acara syukuran dengan serangkaian pementasan musik etnis, dialog dan teater, dengan mengusung tema “Genggam Erat Jiwa Yang Abadi”. Ratusan undangan KPJ dari Jakarta, Cilegon, Rangkas, Serang, Balaraja, Sukabumi dan Bandung pun turut memeriahkan Milad KPJ Pandeglang.

Beny Lembeng, selaku ketua pelaksana mengatakan, dalam peringatan Milad KPJ Pandeglang ini juga sebagai ajang silahtrurahmi antar sesama komunitas pengamen sekaligus merayakan hari jadi Kabupaten Pandeglang yang ke-136. Saat ditanya mengenai harapan KPJ Pandeglang ke depannya. Beny berharap KPJ bisa makin maju dan sukses. “Kami juga ingin punya rumah singgah untuk anak-anak KPJ ngumpul. Selama ini kami belum punya tempat.” tutur Beny yang mengaku setiap ada rapat atau sedang membicarakan acara-acara KPJ selalu bertempat di halte.

Hal senada—mengenai harapan KPJ ke depannya, juga di ungkapkan Ahmad Qodir, selaku ketua KPJ Pandeglang. “Semoga KPJ makin diperdulikan oleh pemerintah.” kata Qodir berharap. Diakui Qodir, selama ini pemerintah dinilai masih kurang perhatian terhadap KPJ Pandeglang.

Setiap KPJ mengadakan acara hasil patungan sesama anggota. Hasil dari mengamen dan sebaian dari uang kas. “Kami ngamen masal. Setiap kelompok wajib menyumbang 50 ribu.” jelas Qodir, meski ia tak menampik jika pengadaan dana juga ada yang didapat dari para donatur yang tidak tetap. Masih banyak harapan dan cita-cita yang ingin dicapai KPJ Pandeglang. Selain sukses dalam berkarya di jalan. “Jalanan bukan sekedar pelarian, tapi kehidupan.” begitu katanya.[Ahmad Wayang]

Share

One Response to “MILAD KPJ PANDEGLANG KE-11: GENGGAM ERAT JIWA YANG ABADI”

  1. harirbaldan Says:

    Wih….mantap ey bisa meliput artis ibu kota. Bisa ketemuan dan foto bareng artis dong.

Leave a Reply

advert

Gonjlengan

Hari Puisi 2015

Ini catatan ringan buat saya atau untuk kita. Sekadar instropeksi saja. Saya ingat, pada Hari Puisi Indonesia 2013, saya mengirimkan buku puisi “Membaca Diri” (Gong Publishing, April 2013). Saat itu saya pesimis, karena puisi-puisi biasa saja. Tapi, saat itu saya berdo’a di dalam hati, “Ya, Rabb.., unuk tahun 2014, ijinkan buku puisi ‘Air Mata Kopi’ […]

Share

Full Story | July 21st, 2014

Kuliner

Sarapan Nasi Megono di Pekalongan

Beribu pagi di kepalaku Masihkah Engkau bersembunyi di kota lain yang belum kusinggahi sementara nafasku sudah di genggaman-Mu Hotel Princess, Palembang, 16 Juli 2012 *** Saya sangat menyukai pagi. Saya selalu memaksakan diri untuk bisa menikmati pagi. Termasuk di Pekalongan. Saya dan Abdul Salam HS – relawan Rumah Dunia, datang di Pekalongan pukul 05:30, Minggu […]

Share

Full Story | July 22nd, 2014

advert

Traveling

10 Kota Romantis di Indonesia

Selama saya menyusuri kota demi kota di bumi Indonesia, saya menemukan banyak keunikan diluar kota besar seperti Jakarta, Medan, Surabaya, Denpasar. Ada kota-kota yang dianugrahi laut dan pantai yang indah seperti Balikpapan, Makasar, Padang, dan Bengkulu. Ada kota yang memiliki pesona gunung seperti Bukit Tinggi, Yogya, Bandung dan Bogor. Ada yang mendapat kado sungai seperti […]

Share

Full Story | July 20th, 2014

advert

Cerpen

Memace

Cerpenis rumahdunia.com pekan ini ialah Dini Surya Triani. Ia lahir di Serang, 11 Maret 1994. Sekarang sedang menempuh pendidikan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia semester empat. Salah satu mimpinya menjadi cerpenis. Berdomisili di Kota Cilegon. Oleh Dini Surya Triani   Rumah-rumah berdempetan. Bangunannya kokoh berdinding semen. Masyarakat Kampung Daliran sudah […]

Share

Full Story | July 1st, 2014

Novel

Tembang Kampung Halaman [9]

BAB lll — DI KAMAR NOMOR SEMBILAN — IPULtergopoh-gopohturun dari becak sambil membopong tubuh perempuan. Dia disambut oleh Mardi dan Ramli dengan beribu pertanyaan. Antara keheranan dan menyudutkan. Tanpa menjawab dulu Ipul langsung membawa Maisaroh ke kamarnya, kamar nomor sembilan. “Cepat ambil air hangat!” Mardi memerintah Ramli. “kamu apakan dia, heh?!” bentaknya gusar pada Ipul. […]

Share

Full Story | July 20th, 2014

Puisi

Tiga Puisi Anna Lestari

lahir di Tangerang 19 Februari 1990. Selalu jatuh cinta pada senja dan puisi. Belajar menulis novel dan puisi di Rumah Dunia dengan Gol A Gong dan Toto ST Radik. Terus melatih menulis di bengkelbacatariblogspot.com. Suka memotret dan ingin jadi fotogarfer. Kini menghabiskan hari-harinya di Bengkel Baca Mini Library di samping rumahnya.         […]

Share

Full Story | July 7th, 2014