PENUMPANG LION AIR MENGAMUK

advert
Foto: http://images.businessweek.com

Foto: http://images.businessweek.com

TANGERANG- Puluhan calon penumpang pesawat Lion Air kembali mengamuk di counter ticketing maskapai penerbangan Lion Air, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada Kamis (3/12). Aksi itu dilakukan karena merasa  dirugikan pihak Lion Air, lantaran harus menambah biaya pembelian tiket dengan alasan kedatangan penumpang yang terlambat. Aksi ini dipicu saat pihak Lion Air meminta baiaya tambahan yang tidak wajar bagi calon penumpang. Tidak tanggung tanggung, setiap penumpang dikenakan biaya dan diharuskan membayar sebesar 2 juta rupiah agar dapat diterbangkan ke daerah tujuannya masing-masing. Selain itu, alasan keterlambatan penumpang juga dibantah calon penumpang. Mereka mengaku telah datang 45 menit sebelum pesawat diterbangkan. Mereka menilai hal ini wajar untuk melakukan check in ke dalam pesawat. Akibatnya dari aksi ini, puluhan calon penumpang Lion Air tujuan Denpasar, Bali, mengamuk di Counter Lion Air terminal 1-A Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.
Sementara itu, petugas ticketing Lion Air tak bergeming saat menghadapi amarah calon penumpang. Mereka menganggap kesalahan tetap ada pada para penumpang dan pihak Lion Air tetap meminta sejumlah uang tambahan kepada penumpang.  Sejauh ini, pihak Lion Air tidak mau berkomentar atas kejadian ini. Mereka justru menyalahkan penumpang atas insiden ini. [ahmadi]

Share

Leave a Reply

advert

Gonjlengan

Badminton Itu Sehat, Membaca Itu Hebat

Kawan, kutulis ini dengan maksud berbagi pengalaman hidup. Mari, kita saling memberi semangat. Dengan begitu, akupun serasa muda terus. Baiklah, kumulai ceritaku ya: Tidak banyak orang yang tahu, bahwa aku sebetulnya seorang atlet badminton. Setelah tangan kiriku diamputasi (1974), Bapak mengajakku berolahraga dan membaca buku. Dua kegiatan itulah, kata Bapak, yang akan menjadikanku tetap semangat […]

Share

Full Story | April 15th, 2015

Kuliner

Sarapan Jus di Bangkok

Jangan khawatir soal makan di Bangkok. Indian Food itu halal. Mereka tidak makn daging berkaki empat. Ada ayam. Juga ada banyak makanan halal. Order saja ke pemiliknya nasi putih dan telor ayam halal. Atau menu nsai putih dan ayam. Tapi, saya sangat suka jajan buah-buahan di Bangkok. Ini surga sarapan di “street food” Bangkok. Segelas […]

Share

Full Story | April 6th, 2015

advert

Traveling

Xplore Bangkok 4 : Serasa Jadi Warga Bangkok

Di hari kedua, Kamis 2/2/2015, kami serasa jadi orang Bangkok. Jalan kaki, naik kereta, bus, dan perahu. Sangat menyenangkan.  Saya sudah 4 kali ke Bangkok dan belum bosan. Sejak 1/4/-4/4 2015 saya sedang di Bangkok beserta rombongan “Gong Traveling : Xplore Bangkok”.Selain senang menyusuri Chao Phraya seperti di sungai Musi, Palembang, makan buah-buahannya, juga menikmati […]

Share

Full Story | April 6th, 2015

advert

Cerpen

Air Mata Ibu yang Jatuh di Atas Sepiring Nasi Ketika Senja Tiba

Oleh Ade Ubaidil   Di antara ketiga anak mendiang Pak Anwar, Salma-lah yang dianggap paling rajin. Bukan hanya ibu dan bapaknya saja yang mengakui hal tersebut, Retno dan Lisna juga mengakui adiknya itu lebih baik dari mereka. Setiap pukul 03.00, Salma sudah terjaga dari tidurnya. Apa pun ia kerjakan, seperti mencuci piring, mencuci pakaian, menanak […]

Share

Full Story | February 6th, 2015

Novel

GOL : Gol A Gong On Line

GOL – Gol A Gong On Line. Ini paket lain yang ditawarkan GONG SHOW (Gol A Gong School of Writing). Ini adalah cara mudah belajar menulis on line. Jarak jauh tidak jadi halangan. Sekarang sedang berlangsung. Untuk Februari sudah 8 peserta: dari Kuala Lumpur, Jepang, Taiwan, Indramayu, Jakarta, dan Belitung. Biaya Rp. 1 juta/orang. Metodenya […]

Share

Full Story | February 7th, 2015

Puisi

Andai Aku Bisa Bicara

Proses kreatif menulis sajak ini, ketika sepulang dari bekerja di RCTI, aku berjalan-jalan menghirup udara segar di halaman belakang rumah, dimana Rumah Dunia berada. Saat itu sekitar tahun 2002. Aku kaget dan marah, begitu melihat buku-buku tua (album cerita bergambar) tergolek robek di antara batang-batang pohon pisang. Aku mencari istriku – Tias Tatanka. Aku katakan […]

Share

Full Story | December 18th, 2014