<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Dunia, Gol A Gong, Banten, Buku, Taman Bacaan</title>
	<atom:link href="http://rumahdunia.com/isi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahdunia.com/isi</link>
	<description>Rumah Dunia,Banten,buku,taman,bacaan,taman bacaan,Gol A Gong,majalah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Mar 2010 13:41:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>BABI NGEPET BUKU</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/09/babi-ngepet-buku/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/09/babi-ngepet-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 13:41:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[banten]]></category>
		<category><![CDATA[iqro]]></category>
		<category><![CDATA[perpus]]></category>
		<category><![CDATA[plato]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3492</guid>
		<description><![CDATA[Cerpen Langlang Randhawa*
Alkisah, Banten punya taman budaya yang megah. Gedung berlantai lima  yang berdiri di atas tanah bekas gedung kegubernuran Banten itu ramai  dengan diskusi mengalahkan hiruk-pikuk mall-mall. Selain berada di  jantung kota dan mewah, fasilitasnya pun mengalahkan Gedung Putih  Amerika; kenyamanan, keamanan, pelayanan, dan kebersihan sangatlah  terjaga dan tertata. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerpen Langlang Randhawa*</p>
<p>Alkisah, Banten punya taman budaya yang megah. Gedung berlantai lima  yang berdiri di atas tanah bekas gedung kegubernuran Banten itu ramai  dengan diskusi mengalahkan hiruk-pikuk mall-mall. Selain berada di  jantung kota dan mewah, fasilitasnya pun mengalahkan Gedung Putih  Amerika; kenyamanan, keamanan, pelayanan, dan kebersihan sangatlah  terjaga dan tertata. Ada perpustakaan di setiap sudut-sudut ruangan. Pun  di toilet. Akses internet gratis dan loadingnya secepat kilat  tergesa-gesa. Gedung itu sudah mencerdaskan warga Banten. Anak-anaknya  sehat dan cerdas. Pemudanya kritis dan santun. Pejabatnya bijak dan  berwibawa. Ekonomi rakyatnya sejehtera. Jalanan licin dan infastruktur  tertata rapih. Wisatanya menggeliat pesat. Tak ada lagi cottage yang  memagari pantai. Panorama lepas pandang pantai dan nelayan yang melaut  di samudra biru ternyata kunci sukses wisata bahari Banten. Investor  mengantri. Korupsi, kolusi, dan nepotisme sudah mati. Banten pun  diprediksi selamat dunia akhirat oleh para pengamat kehidupan dan  kematian. Sungguh prestasi yang didamba umat bangsa. Banten pun segera  menjadi kiblat peradaban dunia.</p>
<p>Suksesi ini hasil kerja sampingan. Tidak capek, dan sangat menyenangkan.  Kerja sambilan seorang pemuda tampan dan cerdas. Pemuda yang selalu  bermimpi. Pemuda yang bertahun-tahun bermimpi mendamba gedung kesenian  dan taman budaya. Baginya, setelah ada gedung kesenian dan taman budaya  yang mewah dan Islami, masyarakat akan cerdas sendiri. Cerdas Islami  berarti menuju sejahtera. Dia tidak harus memantau. Tidak repot. Tidak  ribet. Hidup pun bergairah. Penuh semangat. Semuanya aman. Polisi  tinggal santai karena warga tertib lalu-lintas. Hakim dan jaksa  menikmati hidup saja karena tak ada kasus di persidangan. Tak ada  maling, pengemis, anak jalanan. Semuanya sudah sejahtera. Kini pekerjaan  pemuda itu belajar dan belajar. Memimpin Banten adalah side job. Pemuda  itu memang fenomenal. Kiprahnya menggegerkan dunia. Entah dari mana,  buku-buku terbaru dari dalam dan luar negeri sudah ia koleksi dengan  cepat. Sebagian buat pribadi dan lainnya untuk perpustakaan. Maka  jadilah Banten jadi rujukan referensi pelajar, mahasiswa, dan kaum  intelektual dunia. Perpustakaan Leiden, Belanda, terancam tutup! Pemuda  ini benar-benar fantastic dan fenomenal. Sangat menggemparkan jagat raya  sesuai namanya yang dahsyat; Gel Egar! Yah, pemuda itu bernama Gel  Egar. Tapi di sini Anda cukup panggil saja dia Egar. Si Egar!</p>
<p>***</p>
<p>Gel Egar dulunya bernama Gel Isah. Sejak kecil ia selalu gelisah.  Gelisah jika ada sesuatu yang berantakan. Gelisahi apa saja. Gelisah  tentang masa depan anak-anak Banten. Gelisah jalan berantakan. Gelisah  sulit mencari buku. Gelisah masyarakat yang bodoh. Ia juga gelisah jika  teman-temannya hendak datang sementara rumahnya berantakan. Gelisah  membuatnya sibuk sendiri. Gelisah menjadikannya menyelesaikan segala hal  yang tidak beres sendirian. Gelisah membuatnya perfeksionis. Gelisah  pun membuatnya jadi anak laki-laki yang sedikit girly. Hingga remaja, ia  tidak gelisah saat temannya memanggilnya Neng Isah. Ia hanya  menggelisahi orang lain bukan dirinya sendiri. Gelisah pada cita-cita  Banten pun mengakibatkannya datang kepada seorang dukun intelektual  bernama Ki Cendiki Awan.</p>
<p>“Apa yang kau inginkan, Isah?”<br />
“Sesuatu yang bisa membuatku tidak gelisah dan membuat kotaku jaya, Ki.”<br />
“Itu gampang, Isah. Syaratnya cuma satu.”<br />
“Apa itu, Ki Cendik?”<br />
“Sebelum saya jawab, apakah kamu tidak gelisah dengan namamu, Isah?”<br />
“Tidak, Ki. Namaku memang Gel Isah sejak dulu.”<br />
“Baiklah. Syaratnya cuma satu. Kamu harus mengganti nama, Isah.”<br />
“Ganti nama? Tidak apa. Apa itu, Ki?”<br />
“Ganti namamu dengan Gel Egar!”<br />
“Gel Egar? Baiklah. Aku permisi kalau begitu.”<br />
“Tunggu Egar! Bawa benda ini!”<br />
“Apa ini?”<br />
“Itu lilin pintar dan buku cerdas dari Cina, Egar. Ilmu babi ngepet  buku!”<br />
“Babi ngepet buku? Caranya bagaimana?”<br />
“Nyalakan lilin itu tengah malam. Dirikan di atas buku.”<br />
“Lalu aku yang jadi babi? Aku tidak tertarik.”<br />
“Tidak. Kau akan jadi Egar saja. Biarkan babi biru yang bekerja. Babi  ini akan menarik buku-buku yang kau inginkan. Kapan dan di mana pun. Kau  akan jadi terkenal karena cerdas. Cerdaskan dirimu, lalu cerdaskan  orang lain! Maka dengan sendirinya kotamu akan jaya. Kau akan sukses.  Sukses itu, pemerintahannya jalan, pemimpinya jalan-jalan.”<br />
“Menarik. Lalu apa aku harus cari tumbal?”<br />
“Tidak perlu. Babi ini sudah saya gajih. Dia tidak akan minta apa-apa.”<br />
“Baguslah kalau ia sadar posisi dan professional.”<br />
“Tapi ada satu syarat lagi, Egar!”<br />
“Apa itu, Ki?”<br />
“Jika sudah dapat bukunya, baca!”<br />
“Okeleh kalo begitu.”</p>
<p>***</p>
<p>Membaca membuat Egar cerdas. Cerdas membuatnya menjadi macho. Keren dan  kekar. Wajahnya bersih berseri. Jalannya berwibawa penuh senyum  berpesona. Egar Jadi buruan wartawan oleh ketenarannya. Kebanggan kepala  sekolah oleh prestasinya. Impian rektor karena kritis dan vokal. Idola  gadis jelita oleh lenjang dan ranggi tubuhnya. Idaman calon mertua oleh  budi dan dayanya. Tapi Egar tetap tegar. Ia biasa saja. Tidak sombong  dan tidak tergesa-gesa untuk menikah. Egar masih haus belajar. Egar  ingin lebih menggelegar. Ia asyik menarik buku-buku dengan babi bukunya.  Egar kaya dengan buku. Egar aman, karena tak ada satu pun orang yang  curiga. Tak banyak yang merasa kehilangan buku. Hanya beberapa gelintir  saja. Selebihnya orang-orang masa bodoh pada buku. Mereka hanya senang  mengkoleksi. Tidak ada lemari buku di rumah pada masa ini adalah sebuah  aib besar. Seperti aib dan cacat intelektual bagi Egar yang ditanya  wartawan filsafat, lalu tak bisa menjawabnya.</p>
<p>“Egar, Anda sebagai orang cerdas, saya mau konfirmasi sebentar. Bisa?”<br />
“Bisa. Soal apa?”<br />
“Ada beberapa pertanyaan.”<br />
“Apa saja?”<br />
“Di mana adanya Tuhan menurutmu?”<br />
“Lalu?”<br />
“Takdir itu apa, Egar?”<br />
“Yang lain?”<br />
“Soal setan dan nereka. Setan terbuat dari api. Neraka penuh bara.  Bagaimana Anda menyikapi kebijakan Tuhan yang hendak menghukum setan di  neraka. Secara logika, setan tidak akan menderita. Seharusnya api  dihukum di surga yang konon penuh air mengalir dan danau yang mempesona  supaya kobarannya padam. Ada komentar?”<br />
“Tidak ada.”<br />
“Kenapa, Egar?”<br />
“Untuk urusan ini kalianlah yang lebih tahu.”<br />
“Dari mana Anda berkesimpulan demikian?”<br />
“Kerena tugas filsafat bukan hanya bertanya, tapi juga menjawab dengan  benar.”<br />
“Oke. Saya sepakat. Tapi untuk tiga pertanyaan tadi kami tidak bisa.”<br />
“Kalai begitu bubarkan filsafat. Mubadzir otak kalian. Permisi!”<br />
“Okelah kalo begitu.”</p>
<p>***</p>
<p>Banten kian makmur, Egar pun sibuk kembali belajar. Ada pertanyaan yang  selama ini belum terjawab dalam hidupnya. Gara-gara wartawas filsafat.  Meski Egar terlihat cuek, tepi ia tetap saja memikirkannya. Soal takdir  manusia. Soal setan dan neraka. Hingga soal keberadaan Tuhan. Buku-buku  Egar tidak mampu memberikan jawaban yang memuaskan. Tokoh ulama dan  cendikia terlalu bertele-tele dan gagasanya berloncat-loncatan  memaparkan. Tidak jelas siapa ngomong apa. Egar tidak pernah puas. Meski  demikian, ia sendiri tidak pernah menyerah berusaha bersama si babi  biru. Ia terus membaca buku-buku terbaru hasil gesekan babi biru.  Buku-buku best seller. Mega best seller. Nasional dan internasional best  seller. Jika tidak didapat, maka ia akan mencari buku yang lain. Jika  Indonesia dan negara-negara asia tidak bisa menjawab, maka ia akan lari  ke negeri timur tengah. Gagal di timur tengah, meski tidak yakin, ia  akan lari ke negeri eropa untuk menemukan jawabannya. Egar tetap tidak  bisa mencari jawabannya.</p>
<p>Malam ini Egar sangat gelisah. Hari-harinya menjadi kian sibuk dan  semakin jauh dari Banten. Semakin lama meninggalkan rumah dan ibunya  sendirian. Ia khawatir umurnya akan habis, sementara jawaban itu belum  juga ditemukan. Egar pun kalah. Ia ingin curhat pada si babi biru doyan  buku. Segera ia nyalakan lilin yang sudah pendek. Diletakkannnya lilin  yang sudah menyala di atas buku tebal bergambar cover babi biru.  Seketika gambar babi biru itu meloncat keluar dari buku. Menjelma jadi  babi yang cute imut namun penuh wibawa.</p>
<p>“Pengen buku apa lagi, Tuan Egar?”<br />
“Tidak. Aku hanya minta saran.”<br />
“Saran?”<br />
“Ya. Karena kamu suka baca. Aku pikir kamu lebih cerdas dari manusia.”<br />
“Tidak sepenuhnya betul. Tapi bisa juga.”<br />
“Sudahlah. Aku anggap kamu cerdas. Aku pusing, Biru.”<br />
“Pusing tiga pertanyaan itu?”<br />
“Ya. Kau memang cerdas.”<br />
“Saran saya pulanglah ke Banten.”<br />
“Tidak. Banten sudah jaya. Ia bisa jalan sendiri.”<br />
“Bukan itu maksdukku, Tuan Egar. Temui ibumu.”<br />
“Ibu?”<br />
“Ibumu akan menyelesaikan masalahmu.”<br />
“Tidak. Aku tidak mau membebani dia. Ibu sudah tua. Tidak juga bisa  membaca.”<br />
“Tapi dia cerdas. Cerdas tidak harus rajin membaca. Dia cerdas  mengamati.”<br />
“Sudahlah. Aku minta saran lain.”<br />
“Tidak ada.”<br />
“Kenapa?”<br />
“Hari ini terakhir saya terakhir menemanimu, Tuan Egar.”<br />
“Oh iya. Cepet sekali. Tak terasa kerjasama kita akan berakhir.”<br />
“Begitulah. Jika tidak percaya, silahkan cek di MoU.”<br />
“Tidak usah. Aku percaya.”<br />
Egar diam sejenak. Pusing rupanya dia. Gara-gara wartawan filsafat  sialan.<br />
“Tuan Egar, karena kerja sama kita tanpa cacat. Saya akan kasih bonus.”<br />
“Apa itu, Biru?”<br />
“Sebenernya limit alokasi gesekanmu sudah habis. Tapi saya akan beri  kamu gesekan bonus yang juga berlaku buat menarik apa saja. Termasuk  menarik ibumu ke sini.”<br />
“Benarkah?”<br />
“Ya. Kamu mau.”<br />
“Ya. Aku mau.”<br />
Babi biru doyan buku segera menggesek-gesekkan badannya di tembok. Tak  butuh waktu lama, tiba-tiba Gele Pokh, ibunya Gel Egar menjelma bersama  cahaya putih.<br />
“Ibu!”<br />
“Lha! Egar? Ini di mana?”<br />
“Ini di rumah Egar, Bu. Di kawasan Real Madrid.”<br />
“Lha! Kenapa bisa begini. Bukannya tadi ibu masih di stasiun  Rangkasbitung!?”<br />
“Ibu sedang apa sampe ke Rangkas segala? Egar yang bawa ibu ke sini.”<br />
“Yah!”<br />
Gelephkh! Egar ditampar. Bu Gele Pokh memang demikian kalau lagi  refleks.<br />
“Yah! Padahal ibu lagi transaksi jual tikar! Batal, deh. Uangnya hilang.  Cape, deh!”<br />
Gelephkh! Egar ditampar. Bu Gele Pokh memang demikian kalau lagi  refleks.<br />
“Buat apa kamu bawa ibu ke sini, Egar?”<br />
“Mau tanya sesuatu. Tentang di mana Tuhan? Apa itu takdir? Kenapa setan  dimasukan ke neraka, padahal ia juga terbuat dari api? Tidak sakit dong  setan.”<br />
Gelephkh! Egar ditampar. Bu Gele Pokh memang demikian kalau lagi  refleks.<br />
“Lha kok ditampar lagi?”<br />
“Egar. Gitu aja tidak bisa. Mubadzir otak kamu itu. Buat apa kuliah  jauh-jauh!”<br />
“Emang ibu tau?”<br />
Gelephkh! Egar ditampar. Bu Gele Pokh memang demikian kalau lagi  refleks.<br />
“Kak ditampar lagi?”<br />
“Itu jawabannya. Sakitkan?”<br />
“Iya.”<br />
“Sakit itu seperti apa. Itulah Tuhan. Terasa namun tidak nampak.”<br />
“Pernah berfikir kamu akan ditampar ibu seperti ini?”<br />
“Tidak.”<br />
“Itulah takdir.”<br />
“Tangan ibu kulit. Pipimu juga kulit. Tapi sakit kan?”<br />
“Iya. Setan. Api dan api bisa menyakitkan. Seperti kulit dan kulit tadi.  Puas?”<br />
“Okelah kalo begitu.”<br />
Alkisah, Egar dan ibunya pulang kampung ke Banten. Ia terpesona melihat  Banten. Di negerinya banyak orang berdiskusi dan mengaji. Betapa  kagetnya Egar melihat Socrates dan Plato sedang belajar Iqro pada ustadz  Sanusi. Sastrawan-sastrawan sudah menjadi ulama.<br />
“Manteplah kalau begini!”</p>
<p>======<br />
*Warga Tangerang, penulis novel Slonong Boy Millionaire.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Frumahdunia.com%2Fisi%2F2010%2F03%2F09%2Fbabi-ngepet-buku%2F&amp;linkname=BABI%20NGEPET%20BUKU"><img src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/09/babi-ngepet-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PUISI-PUISI DEA ANUGRAH</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/09/puisi-puisi-dea-anugrah/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/09/puisi-puisi-dea-anugrah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 13:28:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[bintang]]></category>
		<category><![CDATA[malam]]></category>
		<category><![CDATA[mengalir]]></category>
		<category><![CDATA[Penyair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3488</guid>
		<description><![CDATA[KEPADA PISAU
 
airmatamu mengalir
sampai jauh
pelan pelan menghampir kesunyianku.
***
 
BLUES BUAT PEREMPUAN R
di kotaku. di kotaku yang jauh ini
selalu kutemukan kilau senyummu
pada lampu lampu jalan, pada bau malam yang khas
juga pada dingin angin pelabuhan.
padahal hidup
hanya menunda kekalahan
seperti payung
yang perlahan lahan sobek
dikoyak moyak angin kencang jelek.
di kotaku.
di kotaku yang jauh ini
aku selalu mengingat senyummu
meski hidup hanya serupa
payung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEPADA PISAU</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>airmatamu mengalir</p>
<p>sampai jauh</p>
<p>pelan pelan menghampir kesunyianku.</p>
<p>***</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>BLUES BUAT PEREMPUAN R</strong></p>
<p>di kotaku. di kotaku yang jauh ini</p>
<p>selalu kutemukan kilau senyummu</p>
<p>pada lampu lampu jalan, pada bau malam yang khas</p>
<p>juga pada dingin angin pelabuhan.</p>
<p>padahal hidup</p>
<p>hanya menunda kekalahan</p>
<p>seperti payung</p>
<p>yang perlahan lahan sobek</p>
<p>dikoyak moyak angin kencang jelek.</p>
<p>di kotaku.</p>
<p>di kotaku yang jauh ini</p>
<p>aku selalu mengingat senyummu</p>
<p>meski hidup hanya serupa</p>
<p>payung sobek!</p>
<p><em>(2008-2009)</em></p>
<p>***</p>
<p><strong>NYANYIAN DIRI SENDIRI</strong></p>
<p>di antara bulan sekarat</p>
<p>dan tiang tiang penuh ukiran</p>
<p>seorang penyair sedang birahi</p>
<p>memandangi malam</p>
<p>dibayangkannya malam itu</p>
<p>dibayangkannya bintang bintang pengecut itu</p>
<p>sebagai wajah kekasih</p>
<p>yang pergi meninggalkannya</p>
<p>o penyair yang sejenak lupa akan sajak sajak!</p>
<p>perlahan dihitung hitungnya kenangan</p>
<p>diketuk ketuknya lagi boks ingatan</p>
<p>tentang kulit pipi</p>
<p>dan nafas kekasih yang harum</p>
<p>serupa asap gaharu</p>
<p>di pemakaman.</p>
<p><em>(2009-2010)</em></p>
<p>***</p>
<p><strong>SERIBU TAHUN CHAIRIL ANWAR</strong></p>
<p>seribu tahun, chairil. seribu tahun</p>
<p>adalah revolver verlaine dan tangisan rimbaud</p>
<p>yang meriuh seperti cip cip cip</p>
<p>dalam meditasi ginsberg di pegunungan rocky</p>
<p>atau jemari jilan yang mungil</p>
<p>belajar menggenggam dalam kepala afrizal.</p>
<p>seribu tahun, chairil.</p>
<p>seribu tahun angin lalu menghela deru dingin</p>
<p>seperti puisi dalam rangkulan euphrosyne</p>
<p>dan cintanya yang ganjil kepada penyair</p>
<p>seribu tahunmu, chairil</p>
<p>seribu tahunmu itulah</p>
<p>yang membuatku betah menemui malam</p>
<p>dan berteriak teriak</p>
<p>menantang rembulan</p>
<p>&#8211;terus menuliskan sajak sajak</p>
<p>dari dunia yang tak kupahami sedikitpun</p>
<p>lalu membikin sekerat janji</p>
<p>untuk  hidup abadi.</p>
<p><em>Desember 2009</em></p>
<p>***</p>
<p><strong><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/03/Dhea.jpg"><img class="size-full wp-image-3489 alignleft" title="Dhea" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/03/Dhea.jpg" alt="" width="160" height="205" /></a>D</strong><strong>ea Anugrah</strong> lahir di Pangkalpinang, Bangka Belitung, 27 Juni 1991. Aktif menulis puisi, sesekali menulis cerpen dan artikel. Karya-karyanya dipublikasikan di berbagai media lokal dan nasional serta beberapa antologi bersama. Kuliah di Fakultas Filsafat UGM. <em>Penyair (itu) Bodoh</em> (Greentea Publishing, 2009) adalah buku kumpulan puisi tunggalnya yang pertama. Menghabiskan waktunya untuk membaca, menulis, naik bis Trans Jogja, bersepeda dan menemani ikan-ikan hias di kamar kosnya yang kecil dan berdebu. Email<strong>: </strong><a href="mailto:sorrow_still_sad@yahoo.co.id">sorrow_still_sad@yahoo.co.id</a>, HP<strong>: </strong>085273131839.</p>
<p>***</p>
<p>REDAKSI menerima kiriman puisi 5-6 judul disertai biodata, alamat, foto diri, dan nomor rekening bank dalam satu file attachment ke puisi@rumahdunia.com. Puisi yang dimuat akan diberi honorarium sebesar Rp. 50.000,- per-edisi.</p>
<p><strong> </strong></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Frumahdunia.com%2Fisi%2F2010%2F03%2F09%2Fpuisi-puisi-dea-anugrah%2F&amp;linkname=PUISI-PUISI%20DEA%20ANUGRAH"><img src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/09/puisi-puisi-dea-anugrah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MUSA RESMI PESERTA PILKADA KOTA CILEGON</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/09/musa-resmi-peserta-pilkada-kota-cilegon/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/09/musa-resmi-peserta-pilkada-kota-cilegon/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 13:19:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Cilegon]]></category>
		<category><![CDATA[cita]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[musa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3484</guid>
		<description><![CDATA[CILEGON-KPUD Kota Cilegon menetapakan pasangan H.Ali Mujahidin.SH.I dan Syihabudin Sybli.BSc resmi sebagai peserta Pilkada Kota Cilegon 2010 pada Minggu (7/3). Pasangan yang disingkat menjadi MUSA telah menyatakan siap untuk maju sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota dihadapan para Juklak dan Gerakan Khusus Jaringan Pemenangan TPS Tim Sukses MUSA se-Kecamatan Purwakarta bertempat di Kampus Al-Khaeryiah Citangkil. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/03/DSA.jpg"><img class="size-medium wp-image-3483 alignleft" title="DSA" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/03/DSA-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>CILEGON-KPUD Kota Cilegon menetapakan pasangan H.Ali Mujahidin.SH.I dan Syihabudin Sybli.BSc resmi sebagai peserta Pilkada Kota Cilegon 2010 pada Minggu (7/3). Pasangan yang disingkat menjadi MUSA telah menyatakan siap untuk maju sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota dihadapan para Juklak dan Gerakan Khusus Jaringan Pemenangan TPS Tim Sukses MUSA se-Kecamatan Purwakarta bertempat di Kampus Al-Khaeryiah Citangkil. Pasangan MUSA (Ali Mujahidin dan Syihabudin) diusung tiga partai yaitu, Partai Demokrat, PKB, dan PPP. Bersamamereka ingin mewujudkan perubahan kehidupan masyarakat Kota Cilegon yang lebih baik. “Kita sudah berani menyatakan diri sebagai calon walikota dan wakil walikota Cilegon, karena kami sudah dapat kabar dari KPUD bahwa MUSA telah resmi lolos administrasi,” ujar Syihabudin yang siap berlaga memenangkan Pilkada Cilegon pada 9 maret nanti.</p>
<p>Sementara itu, dalam kesempatan sambutannya, calon wakil Walikota, Syihab membantah keras mengenai isu yang berkembang dalam masyarakat, yakni pasangan MUSA hanyalah boneka yang sudah dibeli 24 milyar oleh lawan politiknya. “Itu adalah finah, isu yang menyesatkan dan sama sekali tidak benar,” kata Syihab meluruskan isu yang terlanjur berkembang dalam masayarakat saat ini.</p>
<p>Sedangkan calon Walikota Cilegon, H. Ali Mujahidin atau yang akrab disapa Mumu menyatakan bahwa perlu ada cita-cita perubahan dalam pembangunan kota Cilegon. ”Cita-cita perubahan saja tidaklah cukup. Cita-cita harus dibarengi dengan perjuangan yang ikhlas dengan testis dan strategi yang jitu. Kerjasama untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita rakyat yang menghendaki perubahan, ” kata Mumu yang mengajak para Tim Sukses MUSA untuk memperjuangkan perubahan bersama-sama. Jangan berlaku seperti preman karena masyarakat kota Cilegon sesungguhnya adalah Masyarakat santri berakhlakul kharimah yang memiliki martabat, kehormatan, dan harga diri. Kita lihat saja nanti! [RAMA]</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Frumahdunia.com%2Fisi%2F2010%2F03%2F09%2Fmusa-resmi-peserta-pilkada-kota-cilegon%2F&amp;linkname=MUSA%20RESMI%20PESERTA%20PILKADA%20KOTA%20CILEGON"><img src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/09/musa-resmi-peserta-pilkada-kota-cilegon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMPN 1 CIPANAS GELAR ISTIGOSAH BERSAMA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/08/smpn-1-cipanas-gelar-istigosah-bersama/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/08/smpn-1-cipanas-gelar-istigosah-bersama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 17:24:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[istigosah]]></category>
		<category><![CDATA[UN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3477</guid>
		<description><![CDATA[CIPANAS &#8211; Menjelang Ujian Nasional (UN) yang akan diselenggarakan pada 29 Maret nanti, sekitar 715 pelajar dari kelas 7, 8 dan 9 SMPN 1 “Green School” Cipanas menggelar istigosah bersama di halaman sekolah, di jalan Raya Rangkasbitung-Bogor Km.36 Cipanas-Lebak, Jumat (5/3) lalu. “Kegiatan semacam ini biasa dilakukan menjelang UN,” kata Wakasek Humas, M. Zain Zakariya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/03/istigosah3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3478" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/03/istigosah3.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>CIPANAS &#8211; Menjelang Ujian Nasional (UN) yang akan diselenggarakan pada 29 Maret nanti, sekitar 715 pelajar dari kelas 7, 8 dan 9 SMPN 1 “Green School” Cipanas menggelar istigosah bersama di halaman sekolah, di jalan Raya Rangkasbitung-Bogor Km.36 Cipanas-Lebak, Jumat (5/3) lalu. “Kegiatan semacam ini biasa dilakukan menjelang UN,” kata Wakasek Humas, M. Zain Zakariya, M.Pd, dalam sambutannya. Sebelumnya, dari pihak sekolah juga menggelar shalat Duha bersama di lapangan basket.</p>
<p>“Selain Istigosah, acara ini juga sekalian memperingati Maulid Nabi,” kata ketua pelaksana, Abdul Waseh seusai acara. Masih kata Waseh, tujuan diadakan istigosah ini meminta pada Allah SWT, agar saat UN nanti, siswanya—khususnya kelas 9, bisa lulus 100%. “Serta si anak mempunyai moral baik dan disiplin yang kuat, lewat peringatan maulid ini,” tambah Waseh berharap.</p>
<p>Istigosah bersama yang memakan waktu sekitar 20 menit, terlihat khusyuk dan tertib. Siswa beserta guru, ikut hanyut dalam doa bersama yang dipimpin oleh H. Kholil Abdul Kholik, S.Ag. MM, selaku pendiri pondok pesantren Al-Farhan, Babakanpedes-Cipanas. “Semoga anak-anak bisa lebih disiplin dan mengenal penciptanya.” Kata Waseh. (Ahmad Wayang)</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Frumahdunia.com%2Fisi%2F2010%2F03%2F08%2Fsmpn-1-cipanas-gelar-istigosah-bersama%2F&amp;linkname=SMPN%201%20CIPANAS%20GELAR%20ISTIGOSAH%20BERSAMA"><img src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/08/smpn-1-cipanas-gelar-istigosah-bersama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HERI: USAHA WARNET BERKAT DOA ORANGTUA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/03/heri-usaha-warnet-berkat-doa-orangtua/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/03/heri-usaha-warnet-berkat-doa-orangtua/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 11:59:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawara]]></category>
		<category><![CDATA[berkat]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[keras]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3474</guid>
		<description><![CDATA[LEBAK, Cipanas&#8211;Dengan niat dan kerja keras serta sungguh-sungguh menjalankan suatu pekerjaan, apapun pekerjaan itu, pasti akan berhasil. Sekiranya itulah yang sudah dilakukan Heri Sumantri (23), pemilik warnet ‘Vega’ yang sudah bisa dikatakan berhasil dalam menjalankan usahanya.
Lelaki lulusan SMAN 1 Cipanas itu menuturkan, awalnya ia hanya belajar kursus komputer pada seorang guru bernama Indra, selama satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/03/HERI2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3475" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/03/HERI2.jpg" alt="" width="500" height="559" /></a>LEBAK, Cipanas&#8211;Dengan niat dan kerja keras serta sungguh-sungguh menjalankan suatu pekerjaan, apapun pekerjaan itu, pasti akan berhasil. Sekiranya itulah yang sudah dilakukan Heri Sumantri (23), pemilik warnet ‘Vega’ yang sudah bisa dikatakan berhasil dalam menjalankan usahanya.</p>
<p>Lelaki lulusan SMAN 1 Cipanas itu menuturkan, awalnya ia hanya belajar kursus komputer pada seorang guru bernama Indra, selama satu bulan. Dari situ ia sering diminta untuk membantu dalam jasa pengetikan. Namun, pada 2009 Indra menawarkan usahanya pada Heri. “Waktu itu pak Indra diangkat menjadi pegawai negeri, jadi saya yang meneruskan usahanya,” kenang Heri saat ditemui di tempat warnet Vega-nya, Selasa (02/3).</p>
<p>Berkat doa dan dukungan moril maupun materil dari kedua orangtuanya, Heri meminjam modal dari orangtuanya senilai 2 juta. “Tapi, sekarang alhamdullilah, sudah bisa bayar modal pada ibu dan sekarang tinggal menuai untungnya,” tutur Heri. Diakui Heri, hasil dari membuka warung internet (warnet) tersebut mendapat keuntungan 3 juta perbulannya. “Itu saya niatkan untuk usaha dan dengan sungguh-sungguh saya kelola,” lanjutnya.</p>
<p>Mengingat sekarang ini, usaha warnet semakin menjamur, khususnya di kampung kelahirannya, Sipayung-Cipanas, Heri hanya mengatakan enjoy-enjoy saja. “Saya tidak merasa ada persaingan, urusan rizki itu sudah ada yang mengatur,” katanya sambil mengatakan dirinya hanya berusaha untuk membuat pengunjung nyaman, dengan memasang stiker pengumuman, jika ada yang tidak mengerti tanyakan pada operator. “Saya akan siap melayani dan membantu (pengunjung) sampai  paham,” kata lelaki yang bercita-cita ingin menjadi guru ini.</p>
<p>Di tanya mengenai arti hidup, bagi Heri, hidup ini menyenangkan, “Karena mencari rizki Allah itu mudah, asalkan ada ridho dari orangtua,serta kerja keras intinya,” katanya sambil tersenyum.[Ahmad Wayang]</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Frumahdunia.com%2Fisi%2F2010%2F03%2F03%2Fheri-usaha-warnet-berkat-doa-orangtua%2F&amp;linkname=HERI%3A%20USAHA%20WARNET%20BERKAT%20DOA%20ORANGTUA"><img src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/03/heri-usaha-warnet-berkat-doa-orangtua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MAULIDAN BERNUANSA KAMPANYE</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/03/maulidan-bernuansa-kampanye/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/03/maulidan-bernuansa-kampanye/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 11:41:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[maulid]]></category>
		<category><![CDATA[nuansa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3470</guid>
		<description><![CDATA[CILEGON&#8212;Mendekati Pilkada Cilegon 2010 ada saja pihak yang memanfaatkan momen peringatan hari besar Maulid Nabi Muhammad SAW dengan berkampanye. Seperti halnya pasangan calon Walikota Cilegon Iman dan Edi yang langsung diwakili Walikota Cilegon Aat Safaat pada Selasa (2/2) bertempat di halaman Masjid Al-Iman, Link. Kaligandu Kulon, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon.
Nuansa kampanye jelas terasa ketimbang perayaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/03/Maulid.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3471" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/03/Maulid.jpg" alt="" width="320" height="240" /></a>CILEGON&#8212;Mendekati Pilkada Cilegon 2010 ada saja pihak yang memanfaatkan momen peringatan hari besar Maulid Nabi Muhammad SAW dengan berkampanye. Seperti halnya pasangan calon Walikota Cilegon Iman dan Edi yang langsung diwakili Walikota Cilegon Aat Safaat pada Selasa (2/2) bertempat di halaman Masjid Al-Iman, Link. Kaligandu Kulon, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon.</p>
<p>Nuansa kampanye jelas terasa ketimbang perayaan Maulidnya. Terdapat puluhan bendera dan poster yang dipasang di pinggir jalan serta pernyataan dukungan atas Iman dan Edi dengan spanduk yang dibentangkan diatas jalan.</p>
<p>”Ini namanya muludan sekaligus kampanye,” kata Jahiri saat mengobrol bersama wartawan <a href="http://www.rumahdunia.com/">www.rumahdunia.com</a> yang sedang menyaksikan jalannya acara tersebut. Jahiri menambahkan bahwa untuk mengadakan acara tersebut tiap kepala keluarga Link Kaligandu Kulon, khususnya RT 11/RW 10 diharuskan membayar iuran sebesar Rp.120.000.</p>
<p>Acara yang berlangsung sejak pukul20.00 WIB ini dihadiri oleh anggota DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Parta Golkar yaitu Rahmatullah dan Supriyanto, Camat Purwakarta, Lurah Purwakarta, para tim sukses Iman-Edi, tokoh masyarakat dan warga sekitar.</p>
<p>Dalam kesempatan sambutan tokoh masyarakat Link. Kaligandu Kulon, H. Sadeli  jelas menghimbau warga untuk mendukung Iman selaku putra Walikota Cilegon untuk meneruskan kekuasaan nomor satu di Cilegon menggantikan ayahnya. Begitupun juga pada sambutan selanjutnya yang disampaikan oleh tokoh pemuda Kecamatan Purwakarta dan sekaligus Anggota DPRD Kota Cilegon, Rahmatullah yang terpilih dari partai Golkar wilayah Kecamatan Purwakarta dan Kecamatan Jombang, mengungkapkan rasa terima kasih kepada warga serta menghimbau kepada warga untuk mendukung partai Golkar dalam Pilkada Cilegon nanti.</p>
<p>Sayangnya acara tersebut sebenarnya berniat untuk mendatangkan Iman Ariadi, namun anggota DPR RI dari Faksi Partai Golkar tersebut berhalangan hadir. Menurut Aat, putranya tidak bisa hadir karena sedang menghadiri sidang Paripurna di Senayan Jakarta, membahas mengenai kasus Bank Century.</p>
<p>Ditengah kesempatan untuk naik ke atas panggung, Walikota Cilegon yang jabatannya akan berkahir pada tahun ini sesekali menyelipkan kata-kata himbauan untuk mendukung putranya dalam sambutan yang membahas pembangunan kota Cilegon saat ini. ”Para ulama mendatangi saya dan mengaharapkan anak saya untuk meneruskan perjuangan dalam pembangunan Kota Cilegon ke depan,” kata Aat di hadapan Warga. Aat pula menyerukan kepada warga untuk beristiqharoh dan berdoa saat Pilkada nanti, supaya pasangan calon walikota yang terpilih nanti adalah orang yang mampu membawa perubahan pembangunan Kota Cilegon ke yang lebih baik.</p>
<p>Pada akhir sambutannya, Aat menyerahkan sumbangan berupa uang sebesar 20 juta rupiah untuk pembangunan Masjid Al-Iman. ”Sepuluh juta sumbangan dari Pemda. Sedangkan sepuluh juta lagi dari pribadi saya,” kata Aat yang kemudian memberikan uang tersebut kepada tokoh masyarakat Link. Kaligandu Kulon.</p>
<p>PRO-KONTRA</p>
<p>Penyelenggaraan acara Maulid Nabi Muhammad SAW justru menuai pro-kontra dalam masyarakat Link. Kaligandu Kulon. Pasalnya sebagian warga masih menghendaki acara Maulidan digelar seperti biasanya dengan mengadakan panjang Maulid.</p>
<p>Jahiri selaku warga menilai, Maulidan kali ini sama saja ingin menghapus tradisi panjang Maulid. Padahal jika menggelar acara panjang Maulid lebih ramai dan tidak akan memutus silaturahmi kepada keluarga untuk mengantarkan berkat ke mesjid.</p>
<p>Banyak pihak yang menilai acara tersebut tidak ubahnya seperti memancing, yaitu mengharapkan mendapat uang dari calon Walikota dalam masa kampanye untuk biaya pembangunan Masjid Al-Iman, tidak pada hakekat perayaan Maulid sebenarnya. (RAMA)</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Frumahdunia.com%2Fisi%2F2010%2F03%2F03%2Fmaulidan-bernuansa-kampanye%2F&amp;linkname=MAULIDAN%20BERNUANSA%20KAMPANYE"><img src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/03/maulidan-bernuansa-kampanye/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SISWI SMP 2 CIPANAS: RAIH SEPULUH BESAR PASPIDA SE-INDONESIA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/03/siswi-smp-2-cipanas-raih-sepuluh-besar-paspida-se-indonesia/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/03/siswi-smp-2-cipanas-raih-sepuluh-besar-paspida-se-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 17:06:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banten Star]]></category>
		<category><![CDATA[besar]]></category>
		<category><![CDATA[raih]]></category>
		<category><![CDATA[sepuluh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3466</guid>
		<description><![CDATA[LEBAK, CIPANAS&#8212;Mungkin bagi sebagian orang, pelajaran matematika adalah pelajaran yang paling tidak disukai. Mendengarnya saja sudah membuat pusing kepala, apalagi sampai harus dihadapkan dengan soal matematika yang buat otak muter tujuh keliling. Tapi pernyataan itu tidak berlaku bagi Ariske Mardiyah, salah satu siswi dari SMPN 2 Cipanas, yang mengaku hobi dengan pelajaran matematika sejak duduk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/03/wayang-astri11.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3468" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/03/wayang-astri11.jpg" alt="" width="480" height="640" /></a>LEBAK, CIPANAS&#8212;Mungkin bagi sebagian orang, pelajaran matematika adalah pelajaran yang paling tidak disukai. Mendengarnya saja sudah membuat pusing kepala, apalagi sampai harus dihadapkan dengan soal matematika yang buat otak muter tujuh keliling. Tapi pernyataan itu tidak berlaku bagi Ariske Mardiyah, salah satu siswi dari SMPN 2 Cipanas, yang mengaku hobi dengan pelajaran matematika sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. “Dari SD saya sudah suka dengan hitung-hitungan,” kata Ariske Mardiyah.</p>
<p>Siswi kelahiran Lebak, 20 Oktober 1994 ini, mengaku sejak SD nilai matematikanya selalu paling besar di kelas. Jadi tidak salah,  kalau Asri panggilan akrabnya, kini tercatat sebagai peserta finalis yang masuk sepuluh besar dalam PASPIDA Se Indonesia VI tingkat Kabupaten Lebak. “Meski baru masuk tingkat sepuluh besar, tapi kami berharap mudah-mudahan Asri bisa dapat rengking di tingkat nasional. Itu tentu suatu kebanggaan bagi SMPN 2 Cipanas tentunya,” kata Drs. Haryanto, M.Pd., selaku kepala sekolah SMPN 2 Cipanas berharap.</p>
<p>Menurut Asri, ia sering kali bangun pada pukul 02 .00 dini hari sampai pukul 04.00 untuk belajar matematika. Alasannya biar bisa konsentrasi dalam belajar nanti. Asri yang tinggal di kampung Rangkas Majaya, Desa Sukanarga, Sajra-Lebak, sudah mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk mengikuti final pada Sabtu (20/2) di SMA Al-Azhar Serang dan berharap bisa masuk final.</p>
<p>Anak ke 2 dari 5 bersaudara pasangan Sumarjo dan Sudarna itu, juga masih mempunyai sederet prestasi lainnya, seperti juara 2 Cerdas Cermat Tingkat kabupaten (2009). Siswi yang suka hobi membuat puisi dan cerpen ini banyak memperoleh dukungan dari para guru atau murid-murid lainnya. Seperti yang diungkapkan Nia, kelas VIII E. “Semoga Asri bisa jadi juara,” kata Nia saat di wawancara oleh crew wartawan <a href="http://www.rumahdunia.com/">www.rumahdunia.com</a> di sekolahnya Jumat, (19/2) pagi tadi. Diakui Nia, sosok Asri selain pintar, Asri juga orang yang baik dan tidak pernah membedakan teman dalam hal bergaul. (<strong>Ahmad Wayang</strong>)</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Frumahdunia.com%2Fisi%2F2010%2F03%2F03%2Fsiswi-smp-2-cipanas-raih-sepuluh-besar-paspida-se-indonesia%2F&amp;linkname=SISWI%20SMP%202%20CIPANAS%3A%20RAIH%20SEPULUH%20BESAR%20PASPIDA%20SE-INDONESIA"><img src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/03/siswi-smp-2-cipanas-raih-sepuluh-besar-paspida-se-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GRASSTRACK KEJURDA DI TUGU WATES CIPANAS</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/28/grasstrack-kejurda-di-tugu-wates-cipanas/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/28/grasstrack-kejurda-di-tugu-wates-cipanas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 16:09:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[juara]]></category>
		<category><![CDATA[tugu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3458</guid>
		<description><![CDATA[LEBAK, CIPANAS&#8211;Kejuaraan Daerah (Kejurda) Grasstrack, seri A kelas 13, Minggu (28/2) berlangsung meriah di sirkuit Tugu Jaya Wates, Kampung Hamberang, Desa Luhur Jaya, Cipanas-Lebak. Sebelumnya, Sabtu (27/2) Kejurda Grasstrack telah dibuka olah Wakil Bupati Lebak, H. Amir Hamzah pada babak kualifikasi sebelum pertandingan merebut piala. Ajang bergengsi itu diikuti oleh 300 peserta motorcross dari berbagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/kross1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3459" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/kross1.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>LEBAK, CIPANAS&#8211;Kejuaraan Daerah (Kejurda) Grasstrack, seri A kelas 13, Minggu (28/2) berlangsung meriah di sirkuit Tugu Jaya Wates, Kampung Hamberang, Desa Luhur Jaya, Cipanas-Lebak. Sebelumnya, Sabtu (27/2) Kejurda Grasstrack telah dibuka olah Wakil Bupati Lebak, H. Amir Hamzah pada babak kualifikasi sebelum pertandingan merebut piala. Ajang bergengsi itu diikuti oleh 300 peserta motorcross dari berbagai provinsi. “Dari Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten tentunya,” kata Sukma Jaya atau biasa dipanggil Alang, selaku ketua penyelenggara. Masih kata Alang, “Kejurda ini adalah agenda otomotif pengurus daerah Ikatan Motor Indonesia (IMI) Banten.”</p>
<p>Untuk lomba tingkat Kejurda, diakui Alang memang yang pertama kalinya. “Tapi, untuk tingkat lokal kami sudah pernah mengadakan, tepatnya tahun lalu pada bulan Desember,” tuturnya.</p>
<p>Grasstrack yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini dihadiri sekitar 5 ribu-an penonton dan akan berakhir sekitar pukul 05.00 WIB nanti. Untuk total hadiah pada Kejurda ini mencapai 30 juta dalam bentuk tropi dan uang pembinaan.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/kross2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3460" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/kross2.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Diakui Beben, penanggung jawab Kejurda, acara ini adalah sekaligus launching sirkuit Tugu Jaya Wates Cipanas dengan luas 1000 m/2 yang rencananya akan dijadikan sirkuit permanen, sambil berharap sirkuit ini bisa menjadi salah satu objek wisata yang ada di Cipanas. “Mudah-mudahan pemerintah daerah mau memperhatikan dan melihat (sirkuit) ini agar jadi aset daerah yang bisa dikembangkan,” kata anggota DPRD Lebak penuh harap.</p>
<p>Hal yang sama juga diungkapkan Alang, dirinya beserta panitia Cipanas Lebak Otomotif Club berharap Tugu Jaya Cipanas ini bisa menjadi satu paket objek wisata bersama pemandian air panas Tirta Lebak Buana di Cipanas dan Arung Jeram di Lebak Gedong. Dalam kesempatan itu, hadir pula Kapolres Lebak, Endang Hermawan, Camat Cipanas, Sukandi Mangku Alam, Kepala Desa Luhur Jaya dan Koramil, Asropi.[ Ahmad Wayang]</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Frumahdunia.com%2Fisi%2F2010%2F02%2F28%2Fgrasstrack-kejurda-di-tugu-wates-cipanas%2F&amp;linkname=GRASSTRACK%20KEJURDA%20DI%20TUGU%20WATES%20CIPANAS"><img src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/28/grasstrack-kejurda-di-tugu-wates-cipanas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SUKMAJAYA ALANG: PEDULI ANAK MUDA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/28/sukmajaya-alang-peduli-anak-muda/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/28/sukmajaya-alang-peduli-anak-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 15:56:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawara]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3452</guid>
		<description><![CDATA[SUKMAJAYA ALANG: PEDULI ANAK MUDA
Oleh: Harir Baldan
LEBAK&#8211;Cipanas terkenal dengan objek wisata alamnya seperti, pemandian air panas, dan Arung Jeram Ciberang, ternyata masih menyimpan satu potensi lain. Yakni, ajang motorcross yang terletak di Tugu Wates, Hamberang, Luhur Jaya, Cipanas, Lebak.
Selain memiliki sumber daya alam yang menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sumber daya manusia-nya (SDA) pun tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/MTR-CROS1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3454" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/MTR-CROS1.jpg" alt="" width="500" height="472" /></a>SUKMAJAYA ALANG: PEDULI ANAK MUDA</p>
<p>Oleh: Harir Baldan</p>
<p>LEBAK&#8211;Cipanas terkenal dengan objek wisata alamnya seperti, pemandian air panas, dan Arung Jeram Ciberang, ternyata masih menyimpan satu potensi lain. Yakni, ajang motorcross yang terletak di Tugu Wates, Hamberang, Luhur Jaya, Cipanas, Lebak.</p>
<p>Selain memiliki sumber daya alam yang menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sumber daya manusia-nya (SDA) pun tak kalah potensial. Khusus di 2 Kecamatan; Cipanas dan Lebak Gedong banyak menyimpan bakat-bakat muda yang jago ngebut di jalan raya.</p>
<p>Alhasil, berawal dari sanalah ide menggelar motorcross dimulai. “Lomba balap motorcross pertama diadakan pada 12-13 Desember 2009,” kata Alang. Untuk mengadakan acara itu Alang harus menghabiskan modal Rp. 37 juta. “ 7 juta untuk buka lahan dan 30 juta untuk biaya pelaksanaannya,” terang Alang. Kendati begitu, Alang berharap kerja keras dan pengorbanannya dapat apresiasi dari Pemda Lebak. “Karena turnamen ini bisa mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Desa, Kecamatan, dan Pemda Lebak.” Masih Alang.</p>
<p>Menurut lelaki beranak 2 ini tujuan diadakan Grasstrack untuk menggali SDM dan SDA khususnya di Kecamatan Cipanas dan Lebak Gedong. “Selain itu untuk mengantisipasi kecelakaan di jalan dan memfasilitasi bakat-bakat pembalap muda,” terangnya.[]</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Frumahdunia.com%2Fisi%2F2010%2F02%2F28%2Fsukmajaya-alang-peduli-anak-muda%2F&amp;linkname=SUKMAJAYA%20ALANG%3A%20PEDULI%20ANAK%20MUDA"><img src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/28/sukmajaya-alang-peduli-anak-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CIPANAS IQRA, GEMPA LITERASI MENUJU INDONESIA MEMBACA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/28/cipanas-iqra-gempa-literasi-menuju-indonesia-membaca/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/28/cipanas-iqra-gempa-literasi-menuju-indonesia-membaca/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 18:16:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Banten]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[iqra]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3446</guid>
		<description><![CDATA[LEBAK–Kegiatan “Gempa Literasi: Cipanas Iqra”  di Kampung Cipanas, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas-Lebak, Sabtu (27/2) pukul 09.00 WIB sukses dibuka oleh Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah. Wakaf buku terkumpul 150 buku dari Rumah Dunia, 50 buku dari warga Cipanas, uang tunai Rp. 3.000.000 dari Wakil Bupati Lebak dan Rp. 150.000 dari Bela Adikarya, anggota DPRD Lebak. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/Panas.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3449" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/Panas.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>LEBAK–Kegiatan “Gempa Literasi: Cipanas Iqra”  di Kampung Cipanas, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas-Lebak, Sabtu (27/2) pukul 09.00 WIB sukses dibuka oleh Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah. Wakaf buku terkumpul 150 buku dari Rumah Dunia, 50 buku dari warga Cipanas, uang tunai Rp. 3.000.000 dari Wakil Bupati Lebak dan Rp. 150.000 dari Bela Adikarya, anggota DPRD Lebak. Gempa literasi pun terasa menggoncang Lebak hingga kekuatan skala 26 HA (huruf alphabet).</p>
<p><strong>FORUM TBM</strong><strong> </strong></p>
<p>Sejak pukul 09.00 WIB Kampung Cipanas yang berada di jalur Rangkasbitung–Jasinga, Bogor, terasa hangat dengan nyanyian dan gerak tubuh para santri dari Ponpes Nurul Madaany, dari Babakan Pedes, Sipayung-Cipanas. “Kampung Cipanas akan dicatat dalam sejarah perpustakaan yang dikelola masyarakat atau jadi pelopor dalam gerakan taman bacaan masyarakat Indonesia, dengan mengawali gempa literasi ini,” Gol A Gong, Ketua Umum Taman Bacaan Masyarakat Indonesia, pada saat memberi sambutan.</p>
<p>Kata Gong, “Cipanas Iqra bagian dari program besar Taman Bacaan Masyarakat Indonesia, yaitu ‘gempa literasi’. Dan Cipanas adalah titik gempa literasi pertama. Ini bukan gempa yang menghancurkan, tapi gempa yang akan membangun, menuju Cipanas membaca terus ke Banten mambaca, dan meluber ke Indonesia Membaca.”</p>
<p><strong>AGEN</strong><strong></strong></p>
<p>Selain wakaf buku, di Cipanas Iqra juga diadakan peresmian sekretariat Ikatan Keluarga Mahasiswa Cipanas (IKMC) sekaligus <em>launching</em> taman bacaan masyarakat “Kosala Library”. Untuk peresmian sekretariat IKMC dan Peluncuran Kosala Library sendiri dilakukan oleh Wakil Bupati Lebak Ir. H. Amir Hamzah. Dalam sambutannya, Amir  berharap, “Kosala Library harus menjadi tempat mencari ilmu. Dan IKMC bisa menjadi agen perubahan.”  Amir mengingatkan, bahwa Jasinga yang menjadi tetangga Cipanas sudah diagendakan jadi Kabupaten Bogor Barat. “Jadi, kehadiran ‘Kosala Library’ sangat tepat, karena melengkapi potensi Cipanas yang sudah ada, yaitu arena motor cross, off road, arung jeram sungai Ciberang, dan pemandian air panas.”</p>
<p>Ditemui usai acara, Ahmad Arif, selaku ketua IKMC menjelaskan, “Kosala Library  membuka kursus menulis cerpen, novel, sekenario film bersama Gol A Gong.  Setiap Selasa, Rabu dan Kamis. Juga diskusi mingguan, kajian bulanan, dan sanggar dongeng anak,” kata Arif menginginkan keberadaan “Kosala Library” bisa diterima masyarakat Cipanas dan memacu kreativitas anak-anak.</p>
<p>Dalam acara itu hadir pula camat  Cipanas, H. Sukandi Mangku Alam, DPRD Lebak, Bela Adikarya, Asep Sukmara selaku Ketua (UPTD) Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan, Ade Mujhaerimi dari Komisi Transparasi dan Partisipasi, perwakilan Ponpes Daur El-Irfan, Tokoh masyarakat Cipanas, Kepala Sekolah SD dan SMA  Cipanas, serta mahasiswa IKMC.  Gempa Literasi Cipanas Iqra ini terselenggara berkat support Rumah Dunia, Suhud Media Promo, Banten Raya Post, IKMC, Nurul Madaany, Himpunan Keluarga Muda-mudi Kampung Lurah, dan Forum Lingkar Pena Lebak.( Ahmad Wayang)</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Frumahdunia.com%2Fisi%2F2010%2F02%2F28%2Fcipanas-iqra-gempa-literasi-menuju-indonesia-membaca%2F&amp;linkname=CIPANAS%20IQRA%2C%20GEMPA%20LITERASI%20MENUJU%20INDONESIA%20MEMBACA"><img src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/28/cipanas-iqra-gempa-literasi-menuju-indonesia-membaca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
