WARGA KESULITAN AIR BERSIH

CIPANAS—Akibat musim kemarau, sejumlah warga Kecamatan Cipanas mengalami kesulitan air bersih. Air sumur atau jet pump yang biasa dijadikan sumber andalan, namun semenjak musim panas ini warga terpaksa memanfaatkan air sungai yang terdapat di sekitar tempat tinggal mereka. Hal itu terlihat di Sungai Cimangeunteng, Kampung Sukamaju, Desa Talagahiang, Kecamatan Cipanas, Selasa (9/8). Tidak sedikit warga menggunakan air sungai untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus. Padahal kondisi air sungai tampak keruh dan kotor, karena dipenuhi oleh sampah rumah tangga.

Hj. Bay Jubaedah, warga Kampung Sukamaju, Desa Talagahiang, mengatakan, krisis air bersih yang melanda kampungnya sudah berlangsung sejak sepuluh hari lalu. Akibatnya, ia harus membeli air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya, terutama pada bulan Ramadhan ini. “Sejak sumur di rumah kering, saya tidak lagi bisa memasak air. Untuk keperluan air minum saya membeli air aqua yang harganya mencapai tiga belas ribu rupiah. Sedangkan air satu galon hanya mencukupi untuk dua hari,” kata Bay.

Hal senada dikatakan Oon, ibu beranak 2 ini mengatakan, semenjak sumur jet pump-nya kering. Segala aktivitas dan kebutuhan sehari-harinya terpaksa harus memanfaatkan aliran sungai Cimangeunteng yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Ia mengakui bahwa menggunakan air sungai yang kotor rawan penyakit. “Ya mesti gimana lagi, sumurnya kering, jet pump juga tersendat-sendat. Tapi kalau untuk kebutuhan air minum saya sering minta ke saudara saya yang tinggal di dekat rumah,” kata Oon.

Kepala Desa Talagahiang Dede Kurnia Halim mengakui, banyak warganya yang kekurangan air bersih lantaran musim kemarau. Akibatnya mereka memanfaatkan air yang seadanya. “Berharap pemerintah bisa memfasilitasi masalah kesulitan air bersih di Desa kami, dengan membangun sarana air bersih. Oleh karena, air merupakan kebutuhan primer untuk keperluan sehari-hari,” ujar Dede. (HB)

PGRI CIPANAS BERSIKAP NETRAL

CIPANAS—PGRI Cabang Cipanas menyatakan sikap netral dalam ajang pemilukada bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang digelar pada 22 Oktober mendatang. Hal itu diungkapkan oleh Ketua PGRI Cabang Cipanas Abdul Waseh Hasas, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/8).

Waseh merasa yakin seluruh anggota PGRI Cabang Cipanas akan bersikap netral dan tidak memihak pada salah satu bakal calon gubernur dan wakil gubernur. “Kalau ada salah seorang dari anggota kami, yang terjun ke politik praktis menjadi anggota tim sukses salah satu bakal calon, maka saya akan laporkan hal itu ke dewan kehormatan kabupaten,” tegas Waseh. lanjutkan membaca »

NYENYORE ALA RUMAH DUNIA #2: CERPENIS JUGA BISA EKSIS!

SERANG–Bulan puasa adalah bulan penuh berkah bagi ummat muslim yang menjalankan ibadah puasa. Setiap kegiatan yang berbau kebaikan dianggap ibadah. Fenomena yang terjadi dikalangan masyarakat ketika menjelang buka puasa, biasanya melakukan ngabuburit atau nyenyore kata orang Serang. Nyenyore ini sudah menjadi kegiatan tradisi di masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, Rumah Dunia memanfaatkan kegiatan nyenyore sebagai kegiatan yang positif dan cerdas, dengan cara mengajak masyarakat Banten berkumpul sambil berdiskusi tentang dunia kepenulisan. lanjutkan membaca »

WARGA TALAGAHIANG MINTA TURAB

CIPANAS—Sejumlah warga yang tinggal di bantaran Sungai Cimangeunteng, Kampung Sukamaju, Desa Talagahiang, meminta kepada Pemerintah Daerah Lebak agar memasang kawat bronjong atau pondasi turab di pesisir sungai tersebut. Hal itu, perlu dilakukan mengingat jarak tempat tinggal warga dengan sungai sangat dekat. Pantauan di lokasi, Sabtu (6/8), belasan rumah warga Kampung Sukamaju yang tinggal di bantaran sungai Cimangeunteng jaraknya sekitar 1 meter. Bahkan, ada beberapa tebing yang sudah tampak longsor. Kondisi itu sangat memungkinkan terjadinya longsor bila musim hujan datang dan di saat sungai tengah pasang. lanjutkan membaca »

SDN 2 HAURGAJRUG BUTUH REHAB

CIPANAS—SDN 2 Haurgajrug terletak di kampung Nanggerang, Desa Haurgajrug, Kecamatan Cipanas. Di sekolah itu, baru ada 7 ruang; 5 ruang untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa, 1 kantor guru, dan 1 ruang perpustakaan. Lima ruang kelas yang ada, 2 diantaranya kondisinya mengkhawatirkan. Dua ruang itu yakni ruang kelas 1 dan 3. Pantauan di lokasi, Jumat (5/8), kedua ruangan itu, kayu langit rumahnya sudah banyak yang lapuk atau kropos. Itu dibuktikan dengan plaponnya sudah ada yang jebol. lanjutkan membaca »

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Full Story | July 18th, 2010