rumahdunia | Warta Banten | August 29th, 2011 | No Comments »
CIPANAS–Bulan Ramadan adalah bulan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, yakni dengan memperbanyak amal ibadah. Momen tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh Yayasan Mulabaru Ponpes Al Marjan untuk saling berbagi kebahagiaan dengan sesama muslim.
Tepatnya Jum’at (26/8) sore, di halaman Ponpes yang beralamat di Kampung Malangnengah, Desa Sukasari, Kecamatan Cipanas, dipenuhi oleh ratusan kaum dhuafa dan anak yatim berasal dari Kampung sekitar. lanjutkan membaca »
rumahdunia | Warta Banten | August 19th, 2011 | No Comments »
CIPANAS – Sejumlah warga di 4 Desa yakni Sipayung, Luhur Jaya, Sukamaju, dan Bintangresmi, Kecamatan Cipanas, mengeluhkan kualitas air sungai Cimangeunteng yang bermuara di sepanjang ke empat desa tersebut. Mereka menengarai aktivitas penambangan emas dan batu di Gunung Gede, Kabupaten Bogor, menjadi penyebabnya. lanjutkan membaca »
rumahdunia | Warta Banten | August 19th, 2011 | No Comments »
CIPANAS – Kendati bulan puasa sudah memasuki hari ke-15, namun harga kebutuhan sembako di Pasar Tradisional Gajrug, Kecamatan Cipanas, relatif stabil. Pantauan di lokasi, Senin (15/8), harga sembako tersebut seperti, daging kerbau dan sapi per kilogram Rp 65 ribu, telur ayam per kilogram Rp 17 ribu, minyak sayur curah per liter Rp 8.500, gula putih Rp 5 ribu perkilogram, gula merah perkilogram Rp 4 tibu, minyak kemasan merek Sanco perliter Rp 13 ribu, dan minyak sayur kemasan bimoli perliter Rp 14 ribu.
H Dadi, penjual daging kerbau, mengatakan, harga daging kerbau sejak awal puasa belum menunjukkan kenaikan yang signifikan. Kendati demikian, tak mempengaruhi terhadap omset perharinya. “Hanya waktu mungga (awal-red) puasa harga daging kerbau naik dari Rp 60 ribu perkilogram menjadi Rp 70 ribu. Itu pun cuma bertahan dua hari saja. Setelah itu kembali lagi ke semula yaitu Rp 65 ribu,” katanya. lanjutkan membaca »
rumahdunia | Warta Banten | August 13th, 2011 | No Comments »
CIPANAS—Rehabilitasi UPTD Puskesmas Cipanas di jalan raya Gajrug-Muncang, kilometer 0.5, atau Kampung Pasir Manggu, Desa Haurgajrug, Kecamatan Cipanas, sudah dipasang papan nama proyek. Pantauan di lokasi, Juma’at (12/8), papan nama proyek sudah terpasang di bagian dinding depan Puskesmas yang sedang direhab. Beberapa pekerja pun tengah melakukan aktivitasnya.
Dalam papan nama tersebut tercantum No 22/Kep-PPK/SPKP/VI/2011. Tanggal pelaksanaan di mulai dari 28 Juni 2011, dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender. Lokasinya di Kecamatan Cipanas, dengan jenis kegiatan rehabilitasi puskesmas perawatan. Sedangkan pekerjaan rehabilitasi di Puskesmas DTP Cipanas, dengan biaya anggaran Rp 249 juta, yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Lebak. Sebagai pelaksana kegiatan PT Anggraeni Laksana Jaya.
Pemasangan papan nama proyek tersebut diduga lantaran ada teguran dari Dinkes Lebak kepada pihak rekanan pelaksana rehabilitasi gedung Puskesmas Cipanas, Kamis (11/8). Rabu (10/8), sejumlah warga mempertanyakan kegiatan rehabilitasi tersebut, karena tanpa papan nama proyek, sehingga terkesan tidak transparan.
Kepala UPTD Puskesmas Cipanas Suripto mengatakan, papan nama proyek dipasang oleh pihak rekanan pelaksana kegiatan atau pemborong yakni, PT Anggraeni Laksana Jaya. “Pemasangan papan nama proyek dilakukan Kamis sore,” kata Suripto. (HB)
rumahdunia | Warta Banten | August 13th, 2011 | No Comments »
CIPANAS—Kepala Desa Talagahiang Dede Kurnia Halim mengaku kerap didatangi oknum wartawan dan LSM yang meminta sejumlah uang. Hal itu membuat ia resah, karena oknum wartawan dan LSM tersebut acap kali mencari kesalahan atau alasan bahwa program pembangunan yang telah dilakukan tidak jelas. “Kemarin saja, empat orang oknum wartawan dan LSM datang ke rumah saya. Tujuan mereka tidak jelas karena orientasinya ke uang, bukan untuk konfirmasi suatu pemberitaan,” kata Dede, ditemui di kediamannya, Jum’at (12/8).
Pria berstatus mahasiswa di STISIP Banten ini mengatakan, peristiwa didatangi sejumlah oknum wartawan dan LSM itu bukan kali pertama. Kepada lembaga atau instansi pemerintahan yang ada di Kecamatan Cipanas pun kerap mendatangi. Oleh karena itu, ia berharap kepada Pemerintah Daerah Lebak (Pemkab) dan Aparat Kepolisian untuk menertibkan oknum wartawan yang melanggar kode etik jurnalistik, dan juga oknum LSM yang sudah berubah fungsi menjadi pelanggar hukum. “Wartawan dan LSM ‘kan tugasnya kontrol social, bukan sebagai penyidik. Harusnya peran mereka bisa membantu masyarakat, bukan malah mencari kesalahan atau menakut-nakuti narasumber. Kalau memang menemukan kasus dugaan korupsi, silakan laporkan ke aparat hukum,” ujarnya. (HB)