PELAYANAN PENDUKUNG MINAT BACA KURANG
rumahdunia | Warta Banten | March 12th, 2010 | No Comments »
CILEGON – Tingginya minat baca di Indonesia tidak diimbangi dengan tingginya daya beli buku. Sementara di Cilegon, tingginya minat baca selain tidak diimbangi dengan tingginya minat beli buku juga tidak diimbangi dengan pelayanan yang memadai oleh dinas terkait. Apalagi, untuk daerah-daerah yang terpencil seperti Pulomerak.
Demikian diungkapkan penanggung jawab Rumah Baca Al Hadi, Ayie Fatihi, Kamis (11/3), di sela-sela acara “Workshop Superbrain” dan “Launching Gerakan Satu Orang Satu Buku” yang diadakan di aula gedung DPRD Kota Cilegon. “Kita mengakui kalau daya baca masyarakat di Cilegon meningkat seperti yang diungkapkan Dinas Pendidikan dan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (Pusda). Hanya saja, hal itu untuk mereka yang ada di daerah perkotaan, yang dekat dengan pusat pemerintahan. Sementara yang jauh, tidak terjamah oleh fasilitas yang memadai,” ungkap Ayie.
Fasilitas yang di maksud Ayie adalah fasilitas yang sebetulnya dapat diberikan oleh pemerintah, dalam hal ini Pusda, untuk menjamah lokasi terpencil yang ada di Cilegon. “Karena kalau mengandalkan masyarakat yang membeli buku, mereka akan lebih memilih untuk membeli makanan dari pada buku. Maka, solusinya adalah pemerintah menjemput bola,” katanya.
Selama ini, lanjut Ayie, Pusda tidak mau jika diajak kerjasama mengunjungi daerah terpencil dengan perpustakaan keliling pada hari Sabtu dan Minggu dengan alasan di luar jam dinas. Padahal, Pusda di Serang bisa melakukan itu. Maka, melalui gerakan satu orang menyumbang satu buku ini pihaknya ingin menggerakkan semua orang untuk menyumbangkan buku yang dimiliki untuk mereka yang tempat tinggalnya terpencil terutama di daerah perbukitan. “Setelah semua buku terkumpul, maka akan kami sumbangkan ke daerah terpencil. Kami menargetkan di setiap kecamatan mesti ada satu taman bacaan masyarakat,” katanya. Sementara itu, Kepala Pusda Cilegon, Abadiah mengatakan pihaknya siap jika ada permintaan mengunjungi daerah mana pun.
Selama dua tahun terakhir, Rumah Baca Al Hadi juga melakukan gerakan yang sama dalam menanamkan minat baca. Pengelola rumah baca yang berada di Perum Bumi Cibeber (samping kantor PDAM) yang rata-rata mahasiswa ini mengajak semua masyarakat agar menyumbangkan buku untuk sesama. “Setiap hari Rumah Baca Al Hadi terbuka bagi semua donatur buku,” kata Ayie. [Gading Tirta]






