<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Dunia Gol A Gong Banten Baca Buku Taman Bacaan Perpustakaan &#187; Laporan Utama</title>
	<atom:link href="http://rumahdunia.com/isi/category/z1-laporan-utama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahdunia.com/isi</link>
	<description>Rumah Dunia,Banten,buku,taman,bacaan,taman bacaan,Gol A Gong,majalah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Sep 2011 14:25:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>TBM KOSALA LIBRARY, DITUTUP</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2011/09/20/tbm-kosala-library-ditutup/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2011/09/20/tbm-kosala-library-ditutup/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 14:21:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Kosala]]></category>
		<category><![CDATA[TBM]]></category>
		<category><![CDATA[tutup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=4864</guid>
		<description><![CDATA[Di saat Pemerintah Provinsi Banten membagi-bagikan dana hibah sebesar Rp 340 miliar kepada sekira 220 lembaga seperti orgmas, LSM, dan lainnya. Di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, sebuah taman bacaan masyarakat (TBM) bernama TBM Kosala Library terpaksa harus tutup, karena ketidakmampuan membayar sewa rumah berdurasi setahun sebesar 4,5 juta yang diminta oleh pemilik rumah. Sangat ironis, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/09/TBM1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4865" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/09/TBM1.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a>Di saat Pemerintah Provinsi Banten membagi-bagikan dana hibah sebesar Rp 340 miliar kepada sekira 220 lembaga seperti orgmas, LSM, dan lainnya. Di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, sebuah taman bacaan masyarakat (TBM) bernama TBM Kosala Library terpaksa harus tutup, karena ketidakmampuan membayar sewa rumah berdurasi setahun sebesar 4,5 juta yang diminta oleh pemilik rumah. Sangat ironis, padahal keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Lalu di mana peran pemerintah daerahnya? Bagaimana sekarang kondisi TBM Kosala Library?<br />
Sejak Idul Fitri 1432 H, TBM Kosala Library yang beralamat di Kampung Cipanas, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, resmi tidak memiliki sekretariat. Secara otomatis kegiatan rutin TBM pun terhenti.  Ketua TBM Kosala Library, Ahmad Arif mengatakan, seusai Lebaran semua buku dan barang lainnya dititipkan ke tempat tinggal orangtuanya di Kampung Hamberang, Desa Luhur Jaya, Kecamatan Cipanas. “Sesuai perjanjian setelah Lebaran, maka semua barang-barangnya kami angkut ke rumah orangtua saya. Untuk kegiatan terpaksa tidak berjalan karena belum ada sekretariatnya,” kata Arif.<br />
Upaya ingin kembali memiliki sekretariat akhirnya kesampaian, setelah pengelola diusulkan untuk menempati rumah dinas perhutanan dan perkebunan (Dishutbun) di jalan raya Rangkasbitung-Bogor kilometer 33, persisnya di Kampung Gajrug, Desa Bintangresmi, Kecamatan Cipanas. Izin menempati rumah dinas Dishutbun langsung atas rekomendasi Camat Cipanas Sukandi Mangkualam, setelah sebelumnya Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menghubunginya melalui telepon seluler.<br />
Namun, bekas rumah dinas Dishutbun itu tidak bisa langsung ditempati karena kondisinya sangat memprihatinkan. Pantauan di lapangan, Selasa (20/9), tembok rumah sudah terlihat rapuh. Begitu pun plapon sudah tampak jebol dan daun jendela tanpa kaca. Belum lagi, bekas rumah Dishutbun itu belum ada aliran listrik dan sarana air bersih, sehingga pengelola TBM Kosala Library harus memperbaiki dan mengadakan pemasangan listrik dan air bersih. <span id="more-4864"></span><br />
“Uang kas yang kami punya cuma satu juta. Sedangkan kerusakannya cukup parah. Tuh lihat, bagian atap dan jendelanya tidak ada kacanya. Ditambah, di sini belum ada aliran listrik  dan air bersih,” kata Arif.<br />
Ia menyatakan, pada Senin (19/7), pengelola TBM Kosala Library diminta datang menemui kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Ade Nurhikmat. Mereka berharap undangan itu dapat memberikan solusi tapi nyatanya lagi-lagi hasilnya nihil. “Kami nunggu sampai tiga jam di kantor Dindik, tapi tidak ke temu dengan pak kadis. Akhirnya cuma diwakili oleh sekdisnya (Juanda). Kata pak juanda, di Dindik Lebak tidak ada dana bantuan buat TBM. Mendengar begitu, kami pulang dan mendatangai kantor Setda Lebak untuk memberikan proposal ke bagian Kesra. Alhamdulillah proposal sudah diberikan tapi masih nunggu,” kata Arif.<br />
Kepala Dindik Provinsi Banten Ajak Muslim dihubungi via telepon genggamnya mengaku tidak mengetahui secara rinci. Ia menyarankan agar menghubungi bagian pendidikan informal dan nonformal (PNFI). “Saya tidak tahu soal dana dekonsentrasi untuk TBM Rintisan. Coba tanya ke Kabid PNFI pak Junaedi,” katanya.<br />
Kabid PNFI Dindik Provinsi Banten Junaedi dihubungi via telepon seluler mengatakan, belum bisa memberikan keterangan terkait dana dekonsentrasi TBM rintisan karena sedang berkabung. “Maaf ya pak, saya belum masuk kantor. Saya lagi berkabung. Keluarga saya ada yang meninggal dunia,” katanya.<br />
Senada dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Ade Nurhikmat. Ia mengatakan tidak ada dana dekonsentrasi untuk TBM rintisan di Kabupaten Lebak. “Tidak ada dana itu. Tapi coba teman-teman IKMC kirimkan proposal, nanti kami ajukan ke Pemda Lebak bagian Kesra,” katanya.<br />
Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Indonesia Gol A Gong mengatakan, pemerintah pusat melalui Kemendiknas menganggarkan dana dekonsentrasi untuk TBM rintisan di seluruh Indonesia. Kata Gong, dana dekonsentrasi merupakan dana yang diambil dari APBN yang ditempatkan di daerah. “Pada 2011 ada sekitar 400-an TBM di 33 provinsi untuk mendapatkan dana dekonsentrasi. Di Banten ada 10 titik yang mendapat dana dekon itu. Tiap TBM anggarannya sekira 25 juta,” kata Gong.<br />
Gong yang sedang memberikan pelatihan pengelolaan TBM di Palangkaraya, Kalimanta Barat, mengatakan dana dekonsentrasi di setiap provinsi ada sepuluh titik. “Di Kalimantan Barat juga sama dapat dana dekon untuk sepuluh titik. Informasi yang saya dapat dana tersebut baru delapan TBM yang menggunakannya. Berarti masih sisa 2 TBM lagi,” katanya.<br />
Kabag Sarana dan Prasarana Kemdiknas RI Ngasmawi dihubungi via telepon genggamnya membenarkan bahwa pemerintah pusat menganggarkan dana bantuan untuk TBM rintisan melalui pemerintah daerah masing-masing. Dana itu di sebut dana dekonsentrasi yang diambil dari APBN ditempatkan di setiap provinsi. “Ya benar, ada dana dekonsentrasi besarannya setiap TBM 20 juta. Setiap daerah (provinsi) jatahnya 10 titik,” kata Ngasmawi.<br />
Sekadar informasi, sekretariat untuk TBM Kosala Library dan IKMC sebelumnya disewa dari hasil pelatihan menulis “Be A Writer” di Ponpes La Tansa, Kampung Buluheun, Desa Banjaririgasi, Kecamatan Cipanas, sebesar Rp 4 juta, yang diadakan oleh Gol A Gong. Kemudian, rumah itu diserahkan untuk kegiatan TBM Kosala Library dan IKMC. Untuk biaya oprasionalnya, Gol A Gong berkerja sama dengan media harian lokal Banten Raya Post. Mahasiswa diminta mencari pelanggan koran sebanyak mungkin, dengan imbalan berita dari Cipanas dipublikasikan di media tersebut. Mulanya seminggu tiga kali yaitu setiap Senin, Rabu, dan Jumat berita dari Cipanas terbit di Baraya Post. Seiring waktu dan jumlah pelanggan koran pun bertambah. Atas kebijaksanaan redaksi pemuatan berita dari Cipanas dan sekitarnya hadir setiap hari.<br />
TBM Kosala Library dikelola oleh mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa Cipanas (IKMC) ini, kegiatannya mengadopsi dari TBM Rumah Dunia, Kota Serang, Banten, di antaranya, membaca, mewarnai, menggambar, mendongeng, dan kelas menulis yang diperuntukkan usia remaja dan dewasa, yang digelar setiap minggu sekali persisnya setiap hari Rabu dan Kamis. Sementara untuk aktivitas mahasiswa ada diskusi yang melibatkan dengan tokoh masyarakat sekitar. Nama kegiatan itu disebut diskusi IKMC. Waktu pelaksanaannya setiap hari Selasa.<br />
TBM Kosala Library sudah 2 tahun berjalan karena peluncurannya diresmikan oleh Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah pada 27 November 2009 silam. Pada saat itu, Wabup memberikan sumbangan sebesar Rp 3 juta untuk membantu biaya oprasional. Hadir saat itu, Gol A Gong Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat Indonesia (FTBM) Indonesia, Camat Cipanas Sukandi Mangkualam, unsur Dindik Lebak, UPTD Pendidikan Cipanas, anggota dewan almarhum Bela Adhikarya (Beben), tokoh masyarkat, dan alim-ulama setempat. Pada saat sambutan Gol A Gong mengatakan, launching TBM Kosala Library adalah gempa literasi pertama di Indonesia yang merupakan program kerja Forum TBM Indonesia.<br />
“Ini gempa literasi. Gempa yang tidak menghancurkan. Semoga air panas yang ada di Cipanas dapat menggelorakan minat baca masyarakat sekitar. Dari Cipanas menuju Indonesia membaca,” begitu tagline yang diungkapkan Gol A Gong pada saat launching.<br />
Penutupan TBM Kosala Library ini mendapat simpati dari warga sekitar. Salah satunya Yuyum. Ia menyayangkan dengan penutupan TBM Kosala Library. Kata Yuyum keberadaan TBM Kosala Library sangat membantu masyarakat dalam mengakses buku-buku bacaan yang baru karena gratis. “Pas saya tahu, katanya mau tutup. Saya kaget. Sayang sekali perpustakaannya harus tutup. Padahal anak-anak sekitar termasuk cucu saya sering datang dan baca di situ (TBM-red). Kepenginya mah tidak jauh dari sekitar sini, biar anak-anak bisa baca lagi,” harapnya. (HB)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2011/09/20/tbm-kosala-library-ditutup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PARA RELAWAN RUMAH DUNIA KE PERGURUAN TINGGI</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2011/07/14/para-relawan-rumah-dunia-ke-perguruan-tinggi/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2011/07/14/para-relawan-rumah-dunia-ke-perguruan-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 07:55:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[para]]></category>
		<category><![CDATA[perguruan]]></category>
		<category><![CDATA[relawan]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=4763</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Gol A Gong Aku baru saja menerima SMS dari Tias – istriku, “Pah, Aeni harus bayar kuliah Rp. 3,7 juta ke Untirta Kamis (14 Juli) besok. Jadi, Aeni harus buka rekening BTN dengan uang itu, nanti ditransfer ke rekening BTN Untirta. Gimana? Kalo besok gak bayar dianggap mundur. Aku sudah bilang, dia harus bayar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/07/100_88041.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4765" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/07/100_88041.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>Oleh Gol A Gong</p>
<p>Aku baru saja menerima SMS dari Tias – istriku, “Pah, Aeni harus bayar kuliah Rp. 3,7 juta ke Untirta Kamis (14 Juli) besok. Jadi, Aeni harus buka rekening BTN dengan uang itu, nanti ditransfer ke rekening BTN Untirta. Gimana? Kalo besok gak bayar dianggap mundur. Aku sudah bilang, dia harus bayar dengan honor menjaga TBM@Mal di Carrefour dan mulai menulis. Aini menyanggupi itu.”</p>
<p>JAGA TBM@MALL</p>
<p>Aku yang sedang menulis buku “Gempa Literasi: Think Big, Act Small, Move Fast” terinterupsi. Aku menulis jawaban, bahwa talangin dulu saja dari tabungan kami, tapi saat mengirim, pending. Pulsa habis. Tak lama, Tias menelepon. Aku langsung instruksikan agar segera mengambil uang di ATM dan membayar kuliah Aeni. Jika urusan sekolah, aku selalu teringat pesan Bapak dan Emak, “Bantu orang yang ingin sekolah semampu kamu. Ajak teman-temanmu juga. Berdosa kita jika membiarkan mereka tak bersekolah atau kuliah, hanya gara-gara tak mampu membayar.”</p>
<p>Aeni sudah aktif di Rumah Dunia sejak awal. Dia adalah warga asli kampung Ciloang. Rumahnya persis di depan mulut jalan masuk ke Rumah Dunia. Kakak Aeni, Muhzen Den alias Muhamad Jaeni, yang juga sudah ikut dengan kami sejak awal, sudah lulus S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra FKIP Untirta Banten, Mei lalu. Aeni pernah menginspirasi kami menulis novel “Lukisan Aini” (2008). Dari royalty novel itu, kami bisa membantu Aeni meneruskan sekolah ke SMA. Kini Aeni lolos test ke Untirta Banten, mengikuti jejak kakaknya, Muhzen Den.</p>
<p>Ada dua lagi relawan Rumah Dunia yang masuk ke Untirta Banten, yaitu Abdul Salam HS dan Siti Sahauni. Mereka gagal masuk lewat test SNMPTN, tapi saat ini sedang mengambil jalur UMM. Biaya perorangnya Rp. 5,7 jt. Keduanya mengambil jurusan yang sama, yaitu Pendidikan Bahasa dan Sastra. Abdul Salam HS sebetulnya cukup berprestasi di dunia tulis-menulis. Salam satu-satunya pelajar SMA, yang essay dan puisinya menghiasi Koran lokal. Bahkan Salam lolos seleksi ke Pertemuan Penyair Nusantara 2011, pada 16 – 19 Juli mendatang di Palembang.</p>
<p>Ayah Salam  petani. Kakaknya, Rahmat Heldy HS, PJ. Sastra Rumah Dunia, yang sedang mengambil S2 di Untirta dan sudah jadi penulis level nasional, menyanggupi akan mencarikan biaya buat adiknya. Sedangkan Sahauni, ayahnya pengangguran dan ibunya membuka warung kecil-kecilan di teras rumah dan sesekali menerima panggilan mencuci.  Kedua relawan ini sudah bertekad meneruskan kuliah. Mereka menjaga TBM@Mal di Carrefour dan berharap dari honornya bisa membiayai kuliah. Dulu Siti Sahauni pernah pula menginspirasi kami menulis novel “Mimpi Sauni” (2005). Dari royalty novel itu, kami bisa membantu Sahauni meneruskan sekolah ke SMP.</p>
<p>HONOR MENULIS</p>
<p>Sejak minggu lalu, aku sudah mengingatkan Sahauni, Aeni, dan Salam untuk terus memaksimalkan kemampuan menulisnya. Honor dari menulis, jika konsisten, bisa membantu biaya pendidikan. Aku mulai mengaktifkan lagi kursus menulis essay di malam hari. Mereka memutuskan, kursus menulis essay pada Sabtu malam.  Mereka memilih mengisi malam Minggu bukan untuk wakuncar (waktu kunjung pacar) atau plesiran, tetapi belajar menulis. Salam sudah membuktikan, tulisan essay-nya di koran Banten Raya Post dihargai Rp. 75.000,- Aku juga menganjurkan mereka untuk bergabung lagi di Kelas Menulis Rumah Dunia angkatan ke-18, yang akan aktif pada Minggu kedua Agustus 2011.</p>
<p>Beberapa relawan Rumah Dunia sudah membuktikan, bahwa honorarium menulis berhasil membantu biaya pendidikan mereka. Ibnu Adam Aviciena, Rimba Alangalang, Langlang Randhawa, Endang Rukmana, Lanang Sejagat, Aji Setiakarya, dan Muhzen Den. Tapi, jika ada pembaca yang ingin bergabung di program beasiswa pendidikan Rumah Dunia, silakan. Ini terbuka sejak dulu. Setiap ada anak-anak yang aktif di Rumah Dunia butuh support dana, Tias selalu mengirimkan SMS, mengajak yang lain ikut berpartisipasi. Jika kebaikan dilakukan secara berjamaah, indah sekali.</p>
<p>Sekarang pun sudah ada dua orang yang merespon, yaitu Boyke Pribadi Rp. 500.000,- dan teman-teman Siska Leonita di XL Rp. 400 ribu. Segerakan, jangan sungkan, jika ingin bergabung. Confirm ke Tias Tatanka di 081906311007 atau bisa langsung transfer ke:</p>
<p>BRI Serang 008-401-03-424-0505</p>
<p>An. Yayasan Pena Dunia</p>
<p>(Rumah Dunia lini sosial Yayasan Pena Dunia)</p>
<p>BCA Serang   245-188-5733</p>
<p>An. Asih Purwaningtyas C.</p>
<p>Bank Muamalat Serang  908-599-9799</p>
<p>An. Asih Purwaningtyas C. cq Rumah Dunia</p>
<p>Bank Mandiri Serang  155-00-021-46903</p>
<p>An. Asih Purwaningtyas C.</p>
<p>Terima kasih atas waktunya membaca tulisan saya ini.Mohon maaf, jika mengganggu kenysamanan. Semoga Allah SWT melimpahkan rezeki dan nikmat kepada kita semua. Amin. Insya Allah. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2011/07/14/para-relawan-rumah-dunia-ke-perguruan-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DUNIA IKAN DAN NELAYAN ALA GOL A GONG</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2011/06/10/dunia-ikan-dan-nelayan-ala-gol-a-gong/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2011/06/10/dunia-ikan-dan-nelayan-ala-gol-a-gong/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 02:58:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[ikan]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=4694</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Jang RuDun Meminjam kalimat sakti Julius Cesar, “Roma dibangun tidak dalam semalam”, maka Rumah Dunia, pusat belajar yang dibangun Gol A Gong, Tias Tatanka, Toto ST Radik, Firman Venayaksa, Ibnu Adam Aviciena, Muhzen Den, Langlang Randhawa dan para relawan lainnya,  juga tidak dalam satu malam. Digulirkan jauh sebelum Gol A Gong berkeluarga di era [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/06/COVER-Dunia-Ikan-OK-flat-copy.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4699" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/06/COVER-Dunia-Ikan-OK-flat-copy.jpg" alt="" width="300" height="221" /></a>Oleh Jang RuDun<br />
Meminjam kalimat sakti Julius Cesar, “Roma dibangun tidak dalam semalam”, maka Rumah Dunia, pusat belajar yang dibangun Gol A Gong, Tias Tatanka, Toto ST Radik, Firman Venayaksa, Ibnu Adam Aviciena, Muhzen Den, Langlang Randhawa dan para relawan lainnya,  juga tidak dalam satu malam. <span id="more-4694"></span>Digulirkan jauh sebelum Gol A Gong  berkeluarga di era 90-an, bersama Toto, (alm) Rys Revolta, Andi Trisnahadi, Maulana Wahid Fauzi, Taufiq Rohman, dan Mhaex Rangkuti, cikal bakal Rumah Dunia dimulai di jalanan. Kini Rumah Dunia merayap dan merangkak, menjadi seperti sekarang ini. Ya, tidak dalam satu malam.</p>
<p>Sejak 2008, Rumah Dunia menggulirkan penggalangan dana untuk membebasakan 3 lokasi tanah dengan kepemilikan yang berbeda. Tahap pertama, berkat honor-honor para relawan Rumah Dunia menjadi co-writer Gol A Gong dalam penulisan scenario, novel, dan menjadi pembicara, juga support  milis wongbanten  serta milis-milis tetangga, areal seluas 970 m2 dan areal 225 m2 berhasil dibebaskan.</p>
<p>Kini sejak 2010, tahap kedua membebaskan tanah seluas 1870-an meter persegi digulirkan lagi. Harga permeternya Rp. 200.000,-. Pembayaran pertama berupa uang muka sebesar Rp. 75 jutaan sudah dibayarkan pada Februari 2011. Pembayaran kedua 1<br />
Agustus 2011 sebesar Rp. 150 juta.  Jika tidak, maka uang muka akan hangus Rp. 30 jt. Pembayaran terakhir 1 Januari 2012 sebesar Rp. 150 jt.Solidaritas penulis pun dibangun. Banyak penulis yang menyumbangkan utuh royalti  buku-bukunya.</p>
<p>Penerbitan buku “Dunia Ikan” termasuk satu cara penggalangan dana untuk pembebasan tanah Rumah Dunia. Selain itu juga ikut merayakan &#8220;Hari Laut se-Dunia&#8221; yang jatuh pada 8 Juni. Untuk menarik minat penyumbang, Rumah Dunia merayakannya pada 11 Juni 2011 dalam bentuk acara peluncuran dan bedah buku, pelatihan puisi, pameran lukisan batik ikan karya Q&#8217;bro Pandam dan pameran lukisan foto-foto nelayan, ikan dan laut karya Muhammad Arif Kirdiat.  Menu tambahan pembacaan puisi oleh penyair dan nelayan Banten serta monolog kucing oleh para kucing.</p>
<p>&#8220;Monolog kucing ini unik. Nanti di areal Rumah Dunia akan ada banyak ikan mentah digantungkan, untuk memancing kucing datang berdiskusi. Nah, saat peserta mendapat nasi bungkus plus ikan goreng, saya harap kepala ikannya jangan dimakan. Tapi, nanti para peserta melemparkan kepala ikan goreng itu ke sebuah lingkaran. Semoga para kucing berebut kepala ikan itu dan kita nanti akan mendengarkan monolog mereka. Bukankah kita kadang seperti kucing? Sudah diberi jatah,tapi masih berebut?&#8221; kata Gol A Gong, tampak sudah tidak sabar.</p>
<p>Keunikan lain adalah kesediaan para relawan Rumah Dunia membacakan puisi-puisi<br />
&#8220;Dunia Ikan&#8221;. Harir Baldan, relawan RD mantan pedagang gorengan yang kini jadi wartawan Banten Raya Post, siap membacakan puisi berjudul &#8220;Kolam Ikan&#8221;. Harir alias Udin sudah berlatih keras. &#8220;Saya harus menghayati puisi ini.  Kata Mas Gong, puisi ini menceritakan rakyat Indonesia yang ingin memiliki rumah, tapi hanya mampu membeli tipe 21, yang seperti kandang kambing. Sempit. Padahal negeri ini luasnya minta ampun!&#8221; Harir membeberkan.</p>
<p>Abdul Salam HS, relawan RD yang baru lulus SMA dan sedang bingung mencari uang untuk meneruskan kuliah siap membacakan puisi, &#8220;Saya akan makan ikan mentah!&#8221; Salam juga siap ikut road show ke Bandung, Tasikmalaya, Cirebon dan Lampung. &#8220;Inilah moment yang saya tunggu-tunggu, membaca puisi seperti Sutardji Calzoum Bachri yang memakan daging saat membaca puisi. Tapi, saya tidak akan minum bir, nanti mabok. Naik bus saja saya masih suka mabok!&#8221;</p>
<p>Buku &#8220;Dunia Ikan&#8221; adalah respon Gol A Gong terhadap kondisi di Banten dan negeri<br />
ini. Ada persoalan sosial politik, mitos, cerita rakyat, pilkadal, dan kesenjangan sosial. &#8220;Puisi-puisinya, sih, biasa-biasa saja. Tapi, yang luar biasa adalah spirit literasinya! Puisi harus dikenalkan secara luas kepada warga kebanyakan,&#8221; Gong menjelaskan. &#8220;Terutama ke wong cilik,&#8221; tambah Gong. Itu dibuktikan dengan para nelayan dari komunitas “Tapak<br />
Bumi” pimpinan @dAs albantani, yang akan membacakan buku &#8220;Dunia Ikan&#8221;.</p>
<p>Tapi, Gong menulis “Dunia Ikan” tidak sekedar menulis. Seperti dikatakannya, “Saya sebetulnya menyisakan duri ikan setelah usai membaca buku ini. Ya, semoga pembaca merasakan ada duri ikan menancap di tenggorokan. Itulah sebetulnya filosofi ikan. Di balik kelezatan dagingnya, ada duri mengancam. Ketika kita tidak memaknai hidup, betapa bencana mengancam kita setiap saat!”</p>
<p>Maka, nikmati buku ini sambil makan nasi plus ikan, ditemani kucing-kucing. Sisakan kepala ikan untuk kucing-kucing.</p>
<p>Salam puisi. (*)</p>
<p>Insang Satu:<br />
Makan Nasi Ikan Ditemani Kucing<br />
Kutulis Alakadarnya Lewat Ikan<br />
Mencari Kebermaknaan Ikan-ikan<br />
Melihat Banten dengan Mata Ikan</p>
<p>Insang Dua:<br />
Aku Punya Cerita<br />
Sungai, dan Gunung<br />
Ode Nelayan<br />
Banten Lama<br />
Mencari Pelangi<br />
Belajarlah Pada Alam<br />
Banten 2020<br />
Sepanjang Tol Jakarta &#8211; Merak<br />
Di mana kau, Lio!<br />
Berkacalah, Bantenku! (Ikan Mati di Teluk Banten)</p>
<p>Insang Tiga:<br />
Asal Muasal Ikan<br />
Nelayan Serupa Tulang Ikan<br />
Kolam Ikan<br />
Ikan dalam Aquarium<br />
Kucing Sarapan Ikan<br />
Namaku Ikan<br />
Ikan Hias<br />
Putri Duyung<br />
Pepes Ikan<br />
Sate Bandeng.<br />
Nelayan, Mogoklah Melaut!<br />
Bandeng Lumpur<br />
Ikan dan Baliho<br />
Kucing Mencuri Ikan<br />
Deden, Pak Raden, dan Ikan Sarden<br />
Ikan, Kucing, dan Manusia<br />
Ikan Hiu, Putri Duyung dan Gurita<br />
Putri Duyung Melahirkan Gurita<br />
Pengakuan Nelayan<br />
Ikan di kampung Maling</p>
<p>Insang Empat<br />
Dinamo Gol A Gong<br />
Nyawa Ikan Pada Puisi Gong<br />
***</p>
<p>IKAN<br />
DAN<br />
BALIHO</p>
<p>Namaku<br />
: ikan tawar.<br />
Aku tinggal di kota,<br />
di kampung, di mana saja.<br />
Asal di negeri ini ada sungainya,<br />
tentu ada pabrik beserta limbahnya,<br />
di situlah aku tinggal. Setiap aku berenang<br />
melewati tikungan jalan, selalu banyak orang<br />
tersenyum sorga. Berjanji tak akan menangkapku,<br />
berjanji membersihkan sungai dari limbah.<br />
Kutatapi wajah-wajah polos tak berdosa itu.<br />
Banyak manusia belum mampu membacanya.<br />
Bagiku wajah-wajah itu bertaring, bermata merah,<br />
bertanduk, dan lidahnya berapi.<br />
Bagiku:<br />
mereka<br />
setan.</p>
<p>Rumah Dunia<br />
7 April 2011</p>
<p>***</p>
<p>APA KATA MEREKA:</p>
<p>”Ikan, seperti halnya kata lain yang mewakili wujud konkret, bukan abstrak, pun memiliki pesona yang berbeda pada satu dan orang lain. Ikan yang mengandung banyak protein itu, sedang disajikan dengan berbagai cara oleh Gol A Gong dalam bentuk puisi. Atas keberaniannya menyelenggarakan pesta ikan dengan atau tanpa pikir panjang, saya mendadak melupakan duri-durinya.  Saya lebih mengkhidmati niat dan perjuangannya yang (mungkin) membuat rasa ikan menari-nari di lidah pembacaan dan awet dalam sejarah kebudayaan yang sedang dibangun bersama teman-teman.” (Kurnia Effendi, penulis dan pencinta sastra)</p>
<p>Penutup:</p>
<p>Seluruh royalti buku “Dunia Ikan” ini didedikasikan untuk Rumah Dunia, sebuah<br />
komunitas belajar (jurnalistik, sastra, teater, rupa, swara, dan film) bagi masyarakat di Serang Banten, yang didirikan Gol A Gong dan Tias Tatanka, Toto ST Radik, dan Rys Revolta (alm).  Rumah Dunia kini tidak hanya untuk warga Banten, tapi juga untuk semua orang yang mencintai dunia literasi. Dia bisa berasal dari Sabang hingga Merauke, bahkan menyeberang ke Singapura, Malaysia, Timur Tengah, Arab Saudi, Mesir, Amerika, Korea, Australia, Perancis, Belanda, dan Jepang. Penerbitan buku ini adalah bagian dari solidaritas penulis untuk membebaskan tanah Rumah Dunia seluas 1873 meter persegi dengan harga @Rp. 200.000,-/m2. Kelak, di atas tanah itu akan dibangun gedung kesenian dan perpustakaan. Semoga Rumah Dunia bisa jadi buah hati kita dan warisan dari kita untuk menyiapkan pembaca dan penulis di masa depan. Terima kasih kepada para pembaca budiman, yang sudah membeli buku ini. Info selengkapnya bisa di<br />
klik di www.rumahdunia.net</p>
<p>Taman Bacaan Rumah Dunia di Serang Banten, yang didirikan Gol A Gong, akan<br />
membebaskan tanah seluas 1873 m2. Setelah uang muka pada Februari 2011sebesar Rp. 75 jt berhasil dibayarkan atas bantuan facebooker, milis-milis, dan tentu para relawan Rumah Dunia, kini pembayaran termin kedua sebesar Rp. 150 jt pada 1 Juli 2011. “Uang kas kami dihitung-hitung baru terkumpul Rp. 75 jt,” kata Tias Tatanka, pengelola<br />
Rumah Dunia.</p>
<p>Maka Gong Publishing, lini usaha Rumah Dunia menerbitkan buku terbaru Gol A Gong, yang berjudul “Dunia Ikan”. Harga Rp. 30.000 sudah termasuk ongkirim Jawa.. Untuk  Sumatra-Kalimantan Rp. 40.000,-</p>
<p>Silahkan transfer ke BCA Serang, atas nama Heri Hendrayana harris, norek: 245 1790 121. Jika sudah transfer, confirm ke 081906311007 (SMS only), tuliskan nama dan alamat pengiriman.***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2011/06/10/dunia-ikan-dan-nelayan-ala-gol-a-gong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BANJIR BANDANG PENULIS NASIONAL DI &#8220;HARI KEBANGKITAN BUKU #4&#8243;</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2011/05/06/banjir-bandang-penulis-nasional-di-hari-kebangkitan-buku-4/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2011/05/06/banjir-bandang-penulis-nasional-di-hari-kebangkitan-buku-4/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 May 2011 15:50:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[kebangkitan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=4665</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Gol A Gong SERANG&#8211;Setiap bulan Mei, Taman Bacaan Masyarakat “Rumah Dunia” di Provinsi Banten selalu menggelorakan gempa literasi bertajuk “Hari Kebangkitan Buku”. Ini sudah dilakukan sejak 2009. Berarti sudah yang ke-4 kegiatan tersebut berlangsung. Penamaan kegiatan ini terinspirasi dari 2 peristiwa di bulan Mei; yaitu “Hari Buku Nasional” pada 17 Mei dan “Hari Kebangkitan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/05/foto.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4666" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/05/foto.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>Oleh Gol A Gong</p>
<p>SERANG&#8211;Setiap bulan Mei, Taman Bacaan Masyarakat “Rumah Dunia” di Provinsi Banten selalu menggelorakan gempa literasi bertajuk “Hari Kebangkitan Buku”. Ini sudah dilakukan sejak 2009. Berarti sudah yang ke-4 kegiatan tersebut berlangsung. Penamaan kegiatan ini terinspirasi dari 2 peristiwa di bulan Mei; yaitu “Hari Buku Nasional” pada 17 Mei dan “Hari Kebangkitan Nasional” pada 20 Mei, maka jadilah “Hari Kebangkitan Buku” yang menggabungkan spirit itu. Pada 2010, kegiatan ini diboyong ke “Pesta Buku Jakarta” di Istora Senayan, Jakarta. Rumah Dunia memamerkan kesenian rampak beduk dan peluncuran 6 buku (bundel Balada Si Roy, Banten Bangkit, Melihat Tanpa Mata, Gadis Bukan Perawan, Tamasya ke Masjid, Gilalova #1).</p>
<p>Pada 2011 ini, kami memanfaatkan situasi “darurat”, yaitu penggalangan dana untuk pembebasan tanah Rumah Dunia seluas 1873 m2. Total uang yang harus kami sediakan sekitar Rp. 370 juta. Pembayaran pertama sebesar Rp. 70 juta sudah kami bayarkan pada januari 2011. Kini pembayaran kedua di depan mata, pada 1 Agustus 2011 sejumlah Rp. 150 juta. Kami baru ada Rp. 75 juta. Kelak, di tanah Rumah Dunia ini akan dibangun gedung kesenian, perpustakaan, sekretariat bersama bagi para penulis, warung jajanan bagi masyarakat, WC umum, dan play ground. Info bisa dilihat di www.rumahdunia.com dan www.rumahdunia.net.</p>
<p>Oleh karena itu, kami meluncurkan kegiatan “Banjir Bandang Penulis Nasional di Hari Kebangkitan Buku #4” di Rumah Dunia, 8 Mei, pukul 08:00 – 17:00 WIB. Kegiatannya berupa lomba mewarnai anak-anak (tingkat TK &amp; PAUD), pertunjukkan seni (musikalisasi puisi, dan pentas monolog dari komunitas teater Kopi Hitam Jakarta) dan band Fleksibel, serta pelatihan menulis (cerpen, puisi, dan skenario). Selain itu juga, ada bazaar buku murah terbita Gong Publishing dan penerbit naisonal lainnya. Pembicara yang akan hadir memberikan pelatihan menulis dari para penulis nasional yang mempunyai kualitas nasional juga. Mulai dari Pipit Senja, Gol A Gong, Lupus CS (Hilman Hariwijaya, Boim Lebon, Gusur Adhikarya), Fahri Asiza, penulis yang tergabung di group “Diskusi.Fiksi.MembacaFiksi.” (Universal Nikko+mayokOaikO) dan majalah teenlit Story; Donatus Nugroho, Reni Teratai Air, Putra Gara, dan Mayoko Aiko. “Kami siap support Rumah Dunia,” kata Donatus Nugroho, penulis kawakan yang terkenal dengan cerpen-cerpen populernya yang romantis dan menarik. Penulis Rumah Dunia seperti Toto ST Radik, Tias Tatanka, Langlang Randhawa, Rahmat Heldy HS, dan Hilal Ahmad juga meramaikan.</p>
<p>Untuk bazaar buku murah, Penerbit Balai Pustaka akan menghibahkan bukunya pada Rumah Dunia. Nanti buku-buku itu akan dijual murah kepada masyarakat. “Uangnya untuk pembebasan tanah Rumah Dunia,” ujar Ibnu Adam Aviciena, Presiden ketiga Rumah Dunia. Penerbit Gagas Media juga akan ikut bazaar. “Kami siap datang. Selain menyumbang buku, juga ikut bazaar,” Hikmat Kurnia, boss Gagas Media menegaskan.</p>
<p>Siapa saja boleh mengikuti kegiatan ini. Tiap peserta dimintai sumbangannya sebesar Rp. 50.000,-. Peserta akan mendapat sebuah buku novel karya mereka. Dengan Rp. 50 ribu mendapatkan 3 ilmu (menulis novel, puisi, dan scenario).  Dapat pahala juga karena sudah menyumbang dan dapat ilmu yang bermanfaat. Sekali dayung dari Banten, mengarungi samudara nan luas bernama nusantara. Setiap peserta juga akan mnedapatkan bonus dari majalah teenlit Story dan tabloid Gaul, yang mendukung acara ini. Pokoknya, tidak rugi dijamin happy.</p>
<p>Ayo, serbu Rumah Dunia. Para orangtua bisa mengasuh anaknya di lomba mewarnai sambil ikut pelatihan menulis (cerpen, puisi, dan scenario). Hal lainnya, berkenalan dengan para penulis nasional. Kapan lagi? Ayo! Jika dari luar kota, bisa menginap di rumah penduduk. Biaya Rp. 25.000,-/malam, sudah termasuk mandi. Ditunggu kedatangannya. (*)</p>
<p>Didukung oleh: Forum Taman Bacaan Masyarakat, Antara News, Balai Pustaka, Aneka Swalayan, Banten Raya Post, Kompas.com, Radar Banten, Tabloid Gaul, Gagas Media, majalah Teenlit Story, Baraya TV</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2011/05/06/banjir-bandang-penulis-nasional-di-hari-kebangkitan-buku-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEMARAK CERIA SEMBILAN TAHUN RUMAH DUNIA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2011/03/26/semarak-ceria-sembilan-tahun-rumah-dunia/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2011/03/26/semarak-ceria-sembilan-tahun-rumah-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Mar 2011 15:38:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[banten]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Futsal]]></category>
		<category><![CDATA[sembilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=4600</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Langlang Randhawa* Sembilan tahun sudah Rumah Dunia, lembaga nirlaba sebagai pusat belajar  masyarakat Banten, menggelinding bagai bola salju. Didirikan oleh pasangan penulis Gol A Gong dan Tias Tatanka dan didukung oleh para relawan, Rumah Dunia terus bergerak membesar membawa visi misinya Mencerdaskan dan Membentuk Generasi Baru. Lewat Jurnalistik, sastra, rupa, dan film, Rumah Dunia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Langlang Randhawa*</strong></p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/03/DSCF3737.jpg"><img class="size-full wp-image-4602 alignleft" title="DSCF3737" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/03/DSCF3737.jpg" alt="" width="267" height="200" /></a>Sembilan tahun sudah Rumah Dunia, lembaga nirlaba sebagai pusat belajar  masyarakat Banten, menggelinding bagai bola salju. Didirikan oleh pasangan penulis Gol A Gong dan Tias Tatanka dan didukung oleh para relawan, Rumah Dunia terus bergerak membesar membawa visi misinya Mencerdaskan dan Membentuk Generasi Baru. Lewat Jurnalistik, sastra, rupa, dan film, Rumah Dunia perlahan menghapus stigma Banten yang identik dengan mistik dan sifat jawara. Hingga kini, bagai jamur di musim hujan, para penulis muda Banten sudah bermunculan di kancah lokal dan nasional. Belakangan Rumah Dunia, mulai merambat pada fase selanjutnya; tidak hanya mencerdaskan otak tetapi juga menyehatkan fisik agar seimbang. Maka dibuatlah lapangan futsal umum di areal tanah Rumah Dunia yang masih dalam tahap usaha pembebasan hingga hari ini.</p>
<p><strong>Sang Pelatih</strong></p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/03/DSCF3674.jpg"><img class="size-full wp-image-4604 alignleft" title="DSCF3674" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/03/DSCF3674.jpg" alt="" width="200" height="150" /></a>Ma’rifat (45), seorang ibu-ibu rumah tangga, terpaksa meninggalkan cucian yang belum selesai di rumahnya. Ia teringat suatu pertandingan, dan ia harus hadir untuk memberikan arahan-arahan penting. Langkahnya yang lebar-lebar segera bergegas ke Rumah Dunia. Setibanya, ia langsung ke lapangan futsal berupa sebidang tanah bergelombang &#8212; yang saat ini oleh Rumah Dunia masih dalam proses penggalangan dana untuk dibebaskan &#8212; sudah dipadati para penonton dan supporter tim futsal yang sedang bertanding tanpa seragam dan sepatu alias nyeker. Sekali putar kepalanya, ia sudah menemukan anak didiknya yang tergabung dalam klub futsal anak asuhannya bernama Trens Soccer. Mereka sedang berkerumun menonton sesekali mendiskusikan strategi permainan dengan sesama teman. Ma’rifat segera mengangkat dan menepuk tangan sambil teriak memanggil pasukannya. Para pemain Trens Soccer segera menoleh dan menghambur mendekat. Ma’rifat nampaknya tidak mau strateginya didengarkan orang lain. “Kalian siap, ya. Sepuluh menit lagi kalian main. Kumpul di sini semua,” ujar Ma’rifat mulai memaparkan strategi, menganalisis kekuatan SD Sumber Agung FC yang akan menjadi lawannya sore itu. Dengan tegas Ma’rifat menunjuk pemain yang akan diturunkan di awal babak, sambil berkali-kali melirik stopwatch di tangannya.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/03/DSCF36641.jpg"><img class="size-full wp-image-4603 alignleft" title="DSCF3664" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/03/DSCF36641.jpg" alt="" width="200" height="150" /></a>Hingga giliran tanding tiba, Ma’rifat berkali-kali teriak-teriak mengarahkan pemainnya dari tepi lapangan. “Daud, tutup rapat belakang! Febi ayo maju serang lagi! Umpan ke teman! Ayo kerjasama!” Jika dinilainya pemainnya kalah head to head, ia segera menerjunkan pemain cadangan yang nampak sudah tidak sabar. Bongkar pasang pergantian pemain yang dilakukan Ma’rifat tak kalah cepat dengan ritme permainan dan tepuk tangan riuh. Usahahnya tidak sia-sia. Trens Soccer unggul dengan scors 5-2 menumbangkan tim SD Sumber Agung FC yang bertanding tanpa pelatih.</p>
<p><strong>Semangat</strong></p>
<p>Ma’rifat adalah salah satu ibu-ibu warga Ciloang yang antusias melatih dan setia mengikuti jalannya pertandingan Liga Futsal Bocah Kampung yang diikuti 14 tim dari kampung sekitar Rumah Dunia.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/03/DSCF3728.jpg"><img class="size-full wp-image-4605 alignleft" title="DSCF3728" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/03/DSCF3728.jpg" alt="" width="267" height="200" /></a>Acara ini adalah salah satu rangkaian acara HUT ke-9 Rumah Dunia yang akan dimeriahkan dengan aneka lomba; menggambar, mengarang, dan baca puisi, dan joget jeruk, sebagai acara puncak pada Sabtu (26/3). Anas, selaku ketua panitia memaparkan, meski meriah oleh Futsal Bocah Kampung yang digelar sejak tanggal 14 Maret, ulang tahun Rumah Dunia tahun ini ini memang tidak begitu banyak lomba seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana Rumah Dunia biasa menggelar lomba balap karung, pukul balon, memasukkan belut dan paku ke dalam botol, makan kerupuk, dan lain-lain. “Saat ini kas Rumah Dunia terkuras karena tahun ini kami ingin fokus membebaskan tanah. Jadi, kami harus mengirit pengeluaran,” ujar relawan asal Menes, Pandeglang, ini.  Saat ditanya darimana saja penyumbang acara ini, Anas mengungkapkan jika Rumah Dunia mempunyai tradisi patungan atau gotong royong. Termasuk juga masalah keuangan. “Kebanyakan dari para relawan sendiri, meski dari luar juga ada yang memberi.” imbuh lelaki yang mahir membuat sketsa wajah ini.</p>
<p><strong>Kerja Keras</strong></p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/03/DSCF4006.jpg"><img class="size-full wp-image-4606 alignleft" title="DSCF4006" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/03/DSCF4006.jpg" alt="" width="267" height="200" /></a>Hingga Jum’at (25/30) sekitar pukul 20:30 Wib, ‘Aen,‘Aini, Dina, dan Tuti, yang tak lain adalah para relawan asal kampung Ciloang yang 10 tahun lalu menjadi peserta kini sudah menginjak remaja dan menjadi panitia HUT Rumah Dunia. Ditemani Ahmad Wayang, mantan penjual roti yang kini menjadi wartawan <a href="http://www.rumahdunia.com/">www.rumahdunia.com</a> yang sibuk membuat tulisan latar panggung buat esok hari, mereka sibuk membungkus hadiah-hadiah yang akan dibagikan pada minggu nanti. Panitia juga merekap sekitar 200 nama anak-anak yang sudah mendaftarkan diri dan siap mengikuti aneka lomba pada puncak perayaan Dasawarsa Rumah Dunia. Meski tidak banyak dana yang diperoleh, namun panitia tetap antusias menggelar lomba ini karena ajang lomba ini secara tidak langsung mendidik anak untuk semangat dalam meraih kemenangan cita-cita dengan bekerja keras dan ditambah strategi mumpuni.</p>
<p><strong>Batu di Jidat</strong></p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/03/DSCF4010.jpg"><img class="size-full wp-image-4607 alignleft" title="DSCF4010" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/03/DSCF4010.jpg" alt="" width="267" height="200" /></a>Semangat juga terlihat dari aksi Kiki dan Bahrul, dua pasang bocah yang siap mengikuti lomba joget jeruk. Tidak tanggung-tanggung mereka berlatih berjoget menggunakan batu serpihan bangunan sebagai pengganti buah jeruk yang diletakkan di jidat masing-masing. Mulailah mereka berjoget di sudut Rumah Dunia, meski sesekali mereka mengaduh karena batu itu berkali-kali jatuh dan yang terakhir mengenai kaki Bahrul. Panitia yang memergoki aksi mereka langsung meminta penjelasan. “Kita lagi latihan, Kak,” ujar Kiki. “Iya, Kak. Supaya kita menang!” Bahrul menyambar penuh semangat.  Tak lama kemudian, aneka lomba segera digelar. Dari sekian banyak lomba, menggambar dan joget jeruk adalah lomba yang paling banyak diminati anak-anak yang masih duduk di bangkus SD. Sementara lomba baca puisi dan mengarang lebih banyak diikuti siswa-siswi SMP.</p>
<p><strong>Bagi Hadiah </strong></p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/03/DSCF4043.jpg"><img class="size-full wp-image-4608 alignleft" title="DSCF4043" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/03/DSCF4043.jpg" alt="" width="267" height="200" /></a>Pada puncak acara yang juga menjadi penutup anak-anak disuguhi film Alangkah Lucunya Negeri Ini. Mereka nampak sekali serius menonton, meski ada saja yang lari-lari ke sana kemari. Aksi anak-anak pencopet yang sedang dididik agar insyaf dalam film tersebut membuat anak-anak bergelak tawa. Hingga akhirnya, tawa mereka ditutup dengan rona bahagia saat pembagian hadiah siap diumumkan. Dan hasilnya, untuk lomba futsal Trens Soccer meraih juara dua setelah dikalahkan CKC Football Club. Sementara lomba baca puisi dimenangkan Iyah selaku juara pertama, Via juara kedua, dan Indah sang juara ketiga. Nida Amila terpilih sebagai juara pertama lomba menggambar, mengalahkan Syifa Fiqhiyah pada peringkat ke-dua dan Abdul Adim Wahid sebagai juara ketiga. Para calon pengarang masa depan dari Rumah Dunia pun yang memenangkan lomba mengarang adalah Vira Safitri selaku juara pertama, Elisah sebagai juara kedua, dan Toifatul sang juara ketiga. Sementara lomba Joget Jeruk yang mengundang decak tawa dan tarian anak-anak dimenangkan pasangan Imas dan Ida selaku juara pertama, Uja dan Ela sebagai juara kedua, Sementara Syifa dan Nafida didaulat menjadi juara ketiga. Akhirnya anak-anak pulang dengan riang! Salam.</p>
<p><strong><em>**Penulis wakil presiden Rumah Dunia dan penulis novel Merah Putih di Old Trafford. </em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2011/03/26/semarak-ceria-sembilan-tahun-rumah-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ROYALTI “GADIS BUKAN PERAWAN” DAN “MELIHAT TANPA MATA”</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2011/02/14/royalti-%e2%80%9cgadis-bukan-perawan%e2%80%9d-dan-%e2%80%9cmelihat-tanpa-mata%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2011/02/14/royalti-%e2%80%9cgadis-bukan-perawan%e2%80%9d-dan-%e2%80%9cmelihat-tanpa-mata%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 06:10:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[bukan]]></category>
		<category><![CDATA[gadis]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[melihat]]></category>
		<category><![CDATA[perawan]]></category>
		<category><![CDATA[royalti]]></category>
		<category><![CDATA[tanpa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=4558</guid>
		<description><![CDATA[Sahabat, ini cerita tentang kampung lagi, Banten. Kampung kami tercinta, yang tidak memiliki estetika. Yang para pemimpinnya tidak merasa, bahwa perpustakaan itu harus dinomorsatukan. Jalan-jalan pada rusak, warga menanaminya dengan pohon pisang. Sekolah-sekolah dasar banyak yang mirip kandang kambing. Pejabatnya berjamaah masuk penjuara. Sementara  para tikus busuk tertawa di pinggir sawah. Inilah cerita tentang kami, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/02/buku-saja.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4559" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/02/buku-saja.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Sahabat, ini cerita tentang kampung lagi, Banten. Kampung kami tercinta, yang tidak memiliki estetika. Yang para pemimpinnya tidak merasa, bahwa perpustakaan itu harus dinomorsatukan. Jalan-jalan pada rusak, warga menanaminya dengan pohon pisang. Sekolah-sekolah dasar banyak yang mirip kandang kambing. Pejabatnya berjamaah masuk penjuara. Sementara  para tikus busuk tertawa di pinggir sawah. Inilah cerita tentang kami, yang mencoba menggerakkan warga, agar rajin membaca. Kami berkumpul di Rumah Dunia sejaktahun  2000 menggelorakan itu.<span id="more-4558"></span></p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Kami mau bercerita tentang cara kami menggalang dana.  Berawal dari spirit zakat, infaq dan sedekah. Sekarang dengan cara Gong Publishing,  lini penerbitan Rumah Dunia. Diniatkan sebagai unit usaha Rumah Dunia sekaligus memompa kelahiran penulis-penulis Banten untuk menembus pasar nasional.</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Alhamdulillah, sejak digulirkan pada “Hari Kebangkitan Buku #3” pada 17 Mei 2011, Gong Publishing terus bergulir. Sudah 15 buku diterbitkan. Yang paling membanggakan, ada 2 penulis dari luar Banten yang karyanya diterbitkan oleh Gong Publishing; “Curhat Abis Bu Guru Kita” karya Ida Cholisa, guru Bahasa Inggris SMAN 1 Cilengsi, Bogor pada September 2010 dan Maret 2011 nanti “Negeri Cinta Batanghari”, kumcer 25 penulis muda Jambi yang tergabung di Forum Lingkar Pena.</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Gong Publishing dan Rumah Dunia memang setali tiga uang. Spiritnya adalah menggerakkan masyarakat agar mau menulis. Gagasan harus disampaikan. Para calon penulis berebut kesempatan agar bukunya diterbitkan. Di sini mereka sadar, bahwa penulis bukan hanya mendapatkan uang semata, kepopuleran, tapi juga seberapa besar mereka mampu berbagi. Untuk bisa berbagi sebetulnya tidak membutuhkan apa-apa, selain keberanian. Sedikit orang yang memiliki keberanian untuk mau berbagi, karena selalu merasa “yang sudah didapat pasti tidak akan mencukupi”.</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Itu terjadi dengan Jeenny Ervina, buruh migrant asal Petir, Serang-Banten, yang berdomisili di Sinchu, Taiwan. Jenny menulis kumcer “Gadis Bukan Perawan” (Mei 2010) bukan semata-mata ingin terkenal atau kaya. Jenny merasa yakin, bahwa menulis akan membukakan pintu-pintu lain, yang  akan membawanya ke dunia yang lebih luas. “Seluruh fryalti buku Jen, disumbangkan ke Rumah Dunia, terutama untuk pembebasan tanah.”</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Kini buku “Gadis Bukan Perawan” diterbitkan di Taiwan oleh Penerbit Indosuara. “Jenny juga sudah berani memberikan pelatihan menulis kepada para buruh migrant di Taiwan. Bahkan Rumah Dunia juga “memaksa” Jenny untuk mau jadi duta besar Rumah Dunia di Taiwan. Tugasnya berat, mempromosikan Rumah Dunia dan mencari donatur-doonatur baru bagi Rumah Dunia. Gaji Jenny sebagai duta besar tentu besar, yaitu pahala berlipat-lipat dari Allah SWT. Jenny dengan sangat senang menerima amanah ini.</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Abdul Latief S. Mulyadi, pegawai di lingkungan Astra motor juga melakukan hal yang sama. Royalti buku “Melihat Tanpa Mata” (Mei 2010) yang ditulisnya disumbangkan ke gerakan pembebasan tanah Taman Budaya Rumah Dunia. “Semoga tanah itu bisa kita bebaskan.” Bahkan Latief mencoba mengetuk hati teman-temannya yang mengurusi CSR di Astra.</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Kedua buku tersebut; “Gadis Bukan” Perawan dan “Melihat Tanpa Mata” bisa diperoleh di toko buku Gramedia dan Tiga Serangkai. Juga buku-buku terbitan Gong Publishing lainnya. Jadi, jika Anda membeli buku tersebut di toko buku, secara tidak sadar itu bersama kamu di gerbong gerakan literasi lokal untuk Indonesia Membaca.</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">SALDO</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Nah, teman-teman, dimanapun, yang merasakan hal sama, bahwa mengubah Indonesia bisa dimulai dari kampung, ayo bergabunglah bersama kami. Sementara itu pengumpulan dana terus bergulis. Per-11 Ffebruari beberapa nama masuk daftar penyumbang:</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Uang yang terkumpul sejak 17 Desember 2010 hingga 27 Januari 2011 adalah rp. 86.029.000,- Pada 27 Januari 2011 dibayarkan uang muka sebesar Rp. 74.800.000 kepada Bu Prie sebagai pemilik tanah. Maka perinciannya:</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msolistparagraph" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">1. Saldo 31 Januari 2011 Rp. 11.229.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">2. SMP Madani Islamic School Cilegon Rp 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">3. Arif Kirdiat Rp 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">4. Adam &amp; Sun Foundation Rp 1.000.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">5. Ahmad mukhlis Yusuf Rp. 500.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">6. Windy Wirdianty Rp. 50.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">7. Dedy Mulyady Sugih Rp. 250.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">8. Aris Rp. 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">9. Fatah Sulaeman Rp. 300.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">10. Anis Rp. 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">11. Eli Rp. 50.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">12. Ehan-Badran Rp. 50.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">13. Andria Sonhedia Rp. 150.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">14. Kelas Menulis Rumah Dunia angktan 17 tahap 2 Rp. 1 jt</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">15. Toto ST Radik Rp. 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">16. M. Rizal Krisna Rp. 500.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">17. Solichin Rp. 250.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">18. Emi &amp; mita Rp. 40.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">19. Hamba Allah Rp. 2.500.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">20. SDN 1 Cipocok Jaya Serang Rp. 500.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">21. Dokter Fanni Fathihah Rp. 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">22. Royalti kumcer “Gadis Bukian Perawan” (Gong Publishing) karya Jenny Ervina Rp. 3.311.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">23.  Royalti buku “Melihat Tanpa Mata” (Gonng Publishing) karya Abdul Latief Rp. 3.291.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">24.  Siapa menyusul?</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxsplast" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxsplast" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Saldo per 11 Februari 2011 Rp 26.131.000. Pada awal Agustus 2011 harus ada pembayaran kedua sebesar Rp. 149 juta. Semoga terwujud. Kami menunggu dukungan teman-teman.</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Kepada yang belum, silahkan transfer ke:</p>
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">BCA Serang   245-188-5733</p>
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">An. Asih Purwaningtyas C.</p>
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">BRI Serang 008-401-03-424-0505</p>
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">An. Yayasan Pena Dunia</p>
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Bank Muamalat Serang  908-599-9799</p>
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">An. Asih Purwaningtyas C. cq Rumah Dunia</p>
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Bank Mandiri Serang  155-00-021-46903</p>
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">An. Asih Purwaningtyas C.</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Terima kasih tak terhingga, temans.</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Semoga Allah melimpahkan rezeki-Nya.</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Tetap semangat</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Gol A Gong, Tias Tatanka</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Toto ST Radik, Firman Venayaksa</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Ibnu Adam Aviciena, Langlang Randhawa</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">*) situs: <a href="http://www.rumahdunia.net/" target="_blank">www.rumahdunia.net</a>, <a href="http://www.rumahdunia.com/" target="_blank">www.rumahdunia.com</a></p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Lampiran daftar penyumbang  sebelumnya dimulai sejak 17 Desember 2010 hingga 31 Januari 2011:<span> Bottom of Form</span></p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>1.<span> </span></span>Hudaya Latuconsina (Kadis Desperindag Banten) Rp. 5 jt</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>2.<span> </span></span>Marvin Sitorus (<a href="http://www.hargahotel.com/" target="_blank">www.hargahotel.com</a>) Rp. 2 jt</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>3.<span> </span></span>Relawan Rumah Dunia Rp. 2 jt</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span>4.<span> </span></span>Royalti (sementara) novel ”Guruku Sayang Dibuang Jangan”(Gong Publishing) karya Rahmat Heldy HS Rp. 2 jt.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>5.<span> </span></span>Immelda Emma Veronica Coutrier (Japan) Rp. 600.000,-</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>6.<span> </span></span>Tiwi Rizkiyani (Serang), Rp. 500 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>7.<span> </span></span>Gandung Ismato (dosen Untirta Banten) Rp. 1 jt</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>8.<span> </span></span>Gading Tirta (Serang) Rp. 200 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>9.<span> </span></span>Mamun Chudari (Serang), Rp. 200 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>10.<span> </span></span>Rendra (Crew Syiar Alif TV Jakarta) Rp. 500 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>11.<span> </span></span>Zaim Uchrowi (Direktur Balai Pustaka) Rp. 1,5 jt</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>12.<span> </span></span>Prof. Dr. Yoyo Mulyana, MEd (Rektor UnBaJa) Rp. 1,5 jt</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>13.<span> </span></span>Class of Wrting, IMM UIN Ciputat Rp. 300 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>14.<span> </span></span>Fuad Hasyim, Serang, Rp. 1 jt</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>15.<span> </span></span>Rahmat&amp;Budi, Rp. 200 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>16.<span> </span></span>Ai Aurora, medan, Rp. 200 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>17.<span> </span></span>Sri Maryati, Rp. 200 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>18.<span> </span></span>Ali Nurdin, Serang Rp. 1 jt</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>19.<span> </span></span>Laborattorium Pemuda dan Pelajar Serang R. 500 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>20.<span> </span></span>M. Ridwan, Serang, Rp. 500 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>21.<span> </span></span>Rimba Alangalang Rp. 200 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>22.<span> </span></span>Aji Setiakarya Rp. 200 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>23.<span> </span></span>Hamba Allah Rp. 100 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>24.<span> </span></span>Royalti nover serial Si Aduy (Zikrul Hakim) Rp. 2 jt</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>25.<span> </span></span>Tommy Be Chandra, Rp. 400.000,-</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span>26.<span> </span></span>Azizi Muhammad Rp. 375.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraph" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">27.  Dwi Ari Nugroho Rp. 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">28.  Hartini Rp. 100.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">29.  Dian Kristiani  Rp. 30.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">30.  Abid Ibnu Husen Rp. 50.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">31.  Drs A Bunyamin AM Rp. 50.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">32.  Nana Prayatna Rahardian rp. 500.000,&#8211;</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">33.  Selamat Sunarjo Rp. 150.025,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">34.  Wayan Udiana Rp. 10.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">35.  Nissa Cita Adinia Rp. 10.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">36.  Imelda Emma Veronica Courtier Rp. 10.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">37.  Charity Soedargo Rp. 10.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">38.  Desi Septina Wati Rp. 10.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">39.  Abdul Latief Rp. 100.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">40.  Ela Setianingsih Rp. 10.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">41.  Hudaya Latuconsina Rp. 5.000.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">42.  Kas Rumah Dunia Rp 20.000.000,- (pinjeman)</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">43.  Tb. Iman Aryadi Rp. 10 jt</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">44.  Amalia Husna dkk Rp. 50.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">45.  Felicia Permata SA Rp. 10.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">46.  Puspa Wulandari Rp. 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">47.  Maria Margaretha Rp. 10.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">48.  Margo Purnomo Rp. 10.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">49.  Eka Ria Desmawati Rp. 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">50.  Lisa Febriyanti Rp. 500.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">51.  Dede Syada’ah Rp. 500.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">52.  Yoga Amaliasari Rp. 300.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">53.  Vivi Maghfiroh Rp. 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">54.  Fery cs Rp. 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">55.  Budi K Rp. 1.000.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">56.  Indah Rp. 500.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">57.  Ani Rp. 50.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">58.  Ratna P Rp. 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">59.  Jordy Rp. 10.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">60.  Febriati Nadira Rp. 1.000.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">61.  Lili Romli Rp. 2,5 jt -</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">62.  U. Saefudin Noor Rp. 5.000.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">63.  TW (Mandiri) Rp. 309.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">64.  Hamba Allah (Mandiri) Rp. 500.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">65.  Hamba Allah (Mandiri) Rp. 100.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">66.  Hamba Allah (Mandiri) Rp. 1.000.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">67.  Nungki P Rp 2.000.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">68.  Humaeroh (BRI) Rp 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">69.  Hj Atisah Rp 100.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">70.  Ganis Supriyadi Rp. 1.000.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">71.  Ida Maryati Rp. 5.000.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">72.  Rina Milawati Rp. 50.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">73.  Irvan (Tabloid dbuz) Rp. 500.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">74.  Wong Djun Kong Rp. 1.000.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">75.  Gilalover via BBM      Rp 155.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">76.  Emqie syich Rp    50.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">77.  Ujang Rafiudin Rp 1.000.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">78.  MA Mathlaul anwar Pusat      Rp 500.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">79.  Kelas menulis angkatan 17 tahap 1     Rp 900.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">80.  Soga Romero Rp. 10.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxsplast" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">81.  Siapa menyusul?</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Jumlah Sementara: Rp. 86.029.000,-</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Pengeluaran untuk uang muka Rp. 74.800.000,-</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Sisa Uang per 31 Januari 2011 Rp. 11.229.000,-</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Masih sekitar Rp. 290 jutaan lagi yang harus kami bayar selama 1 tahun, dengan 2 kali pembayaran.</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">***</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;">
<div style="width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]-->&lt;!&#8211;[if !mso]&gt;<object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="100" height="100" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><embed type="application/x-shockwave-flash" width="100" height="100"></embed></object> &lt;!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &#8211;&gt; <!--[endif]--><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">ROYALTI “GADIS BUKAN PERAWAN” DAN “MELIHAT TANPA MATA”</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Sahabat, ini cerita tentang kampung lagi, Banten. Kampung kami gtercinta, yang tidak mmeiliki estetika. Yang para pemimpinnya tidak merasa, bahwa perpustakaan itu harus dinomorsatukan. Inilah cerita tentang kami, yang mncoba menggerakkan warga, agar rajin membaca. Kami brekumpul di Rumah Dunia menggelorakan itu.</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Kami mau bercerita tentang cara kami menggalagn dana. Sekarang tentang Gong Publishing,  lini penerbitan Rumah Dunia. Diniatkan sebagai unit usaha Rumah Dunia sekaligus memompa kelahiran penulis-penulis Banen untuk menembus pasar nasional. Alhamdulillah, xsejak diguloirkan pada “Hari Kebangkitan Buku IV” pada 17 Mei 2011, Gong Publishing terus bergulir. Sudah 15 buku diterbitkan. Yang paling membanggakan, ada 2 penulis dari luar Banten yang karyanya diterbitkan oleh Gong Publishing; “Curhat Abis Bgu Guru Kita” karya Ida Cholisa, guru Bahasa Inggris asman 1 Cilengsi, Bogor pada September 2010 dan Maret 2011 nanti “Negeri Cinta Batanghari”, kumcer 25 penulis muda jambi yang tergabung di Forum Lingkar Pena.</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Gong Publoishing dan Rumah Dunia memang setali tiga uang. Spiritnya adalah menggerakkan masyarakat agar mau menulis. Gagasan harus disampaikan. Para calon penulis berebut kesempatan agar bukunya diterbitkan. Di sini mreka sadarq, bahwa penulis bukan hanya mendapatkan uang semata, kepopuleran, gtapi juga seberapa besar mereka mampu berbaghi. Untuk bisa berbagi sebetulnya tideak membutuhkan apa-apa, selain keberanian. Sedikit orang yang memi8liki keberanian untuk mau berbagi, karena selalu merasa “yang sudah didapat pasti tidak akan mencvukupi”.</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Itu terjadi dengan Jeenny Ervina, buruh migrant aswal Petir, Serang-Banten, yang berdomisili di Sinchu, Taiwan. Jenny menulis kumcer “Gadis Bukan Perawan” byukan semata-mata ingin terkenal atau kayan. Jenny merasa yakin, bahwa menulis akan membukakan pintu-pintu lain, yang  akan membawanya ke dunia yang lebih luas. “zseluruh froyalti buku Jen, disumbangkna ke Rumah Dunia, terutama untuk pembebasan tanah.”</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Kini buku “Gadis Bukan Perawan” diterbitkan di Taiwan oleh Penerbit Indosuara. “Jenny juga sudah berani memberikan pelatihan menulis kepada para buruh migrant di Taiwan. Bahkan Rumah Dunia juga “memakisa” Jenny untuki mau jadi duta besar Rumah Dunia di Taiwan. Tugasnya berat, mempromosikan Rumah Dunia dan mrencari donatur-doonatur baru bagi Rumah Dunia. Gajinya besar, yaitu pahala berlipat-lipat dari Allah SWT. Jenny dengan sangat senang meneruma amnah ini.</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Abdul Latief S. Mulyadi, pegawai di lingkungan Astra motor juga melakukan hal yang sama. Royalti buku “Melihat Tanpa Mata” yang ditulisnya disumbangkan ke gerakan pembebasan tanah Taman Budaya Rumah Dunia. “Semoga tanah itu bisa kita bebaskan.” Bahkan Latief mencoba mengetuk hati teman-temannya yang mengurusi CSR di Astra.</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Kedua buku tersebut; “Gadis Bukan” Perawan dan “Melihat Tanpa Mata” bisa diperoleh di toko buku Gramedia dan Tiga Serangkai. Juga buku-buku terbitan Gong Publishing lainnya.</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">SALDO</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Nah, teman-teman, dimanapun, yang merasakan hal sama, bahwa mengubah Indonesia bisa dimulai dari kampung, ayo bergbunglah bersama kami. Sementara itu pengumpulan dana terus bergulis. Per-11 Ffebruari beberapa nama masuk daftar penyumbang:</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Uang yang terkumpul sejak 17 Desember 2010 hingga 27 Januari 2011 adalah rp. 86.029.000,- Pada 27 Januari 2011 dibayarkan uang muka sebesar Rp. 74.800.000 kepada Bu Prie sebagai pemilik tanah. Maka perinciannya:</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msolistparagraph" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">1. Saldo 31 Januari 2011 Rp. 11.229.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">2. SMP Madani Islamic School Cilegon Rp 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">3. Arif Kirdiat Rp 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">4. Adam &amp; Sun Foundation Rp 1.000.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">5. Ahmad mukhlis Yusuf Rp. 500.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">6. Windy Wirdianty Rp. 50.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">7. Dedy Mulyady Sugih Rp. 250.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">8. Aris Rp. 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">9. Fatah Sulaeman Rp. 300.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">10. Anis Rp. 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">11. Eli Rp. 50.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">12. Ehan-Badran Rp. 50.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">13. Andria Sonhedia Rp. 150.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">14. Kelas Menulis Rumah Dunia angktan 17 tahap 2 Rp. 1 jt</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">15. Toto ST Radik Rp. 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">16. M. Rizal Krisna Rp. 500.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">17. Solichin Rp. 250.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">18. Emi &amp; mita Rp. 40.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">19. Hamba Allah Rp. 2.500.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">20. SDN 1 Cipocok Jaya Serang Rp. 500.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">21. Dokter Fanni Fathihah Rp. 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">22. Royalti kumcer “Gadis Bukian Perawan” (Gong Publishing) karya Jenny Ervina Rp. 3.311.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">23.  Royalti buku “Melihat Tanpa Mata” (Gonng Publishing) karya Abdul Latief Rp. 3.291.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">24.  Siapa menyusul?</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxsplast" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Saldo per 11 Februari 2011 Rp 26.131.000. Pada awal Agustus 2011 harus ada pembayaran kedua sebesar Rp. 149 juta. Semoga terwujud. Kami menunggu dukungan teman-teman.</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Kepada yang belum, silahkan transfer ke:</p>
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">BCA Serang   245-188-5733</p>
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">An. Asih Purwaningtyas C.</p>
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">BRI Serang 008-401-03-424-0505</p>
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">An. Yayasan Pena Dunia</p>
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Bank Muamalat Serang  908-599-9799</p>
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">An. Asih Purwaningtyas C. cq Rumah Dunia</p>
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Bank Mandiri Serang  155-00-021-46903</p>
<p style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">An. Asih Purwaningtyas C.</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Terima kasih tak terhingga, temans.</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Semoga Allah melimpahkan rezeki-Nya.</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Tetap semangat</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Gol A Gong, Tias Tatanka</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Toto ST Radik, Firman Venayaksa</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Ibnu Adam Aviciena, Langlang Randhawa</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">*) situs: <a href="http://www.rumahdunia.net/" target="_blank">www.rumahdunia.net</a>, <a href="http://www.rumahdunia.com/" target="_blank">www.rumahdunia.com</a></p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Lampiran daftar penyumbang  sebelumnya dimulai sejak 17 Desember 2010 hingga 31 Januari 2011:<span> Bottom of Form</span></p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>1.<span> </span></span>Hudaya Latuconsina (Kadis Desperindag Banten) Rp. 5 jt</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>2.<span> </span></span>Marvin Sitorus (<a href="http://www.hargahotel.com/" target="_blank">www.hargahotel.com</a>) Rp. 2 jt</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>3.<span> </span></span>Relawan Rumah Dunia Rp. 2 jt</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span>4.<span> </span></span>Royalti (sementara) novel ”Guruku Sayang Dibuang Jangan”(Gong Publishing) karya Rahmat Heldy HS Rp. 2 jt.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>5.<span> </span></span>Immelda Emma Veronica Coutrier (Japan) Rp. 600.000,-</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>6.<span> </span></span>Tiwi Rizkiyani (Serang), Rp. 500 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>7.<span> </span></span>Gandung Ismato (dosen Untirta Banten) Rp. 1 jt</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>8.<span> </span></span>Gading Tirta (Serang) Rp. 200 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>9.<span> </span></span>Mamun Chudari (Serang), Rp. 200 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>10.<span> </span></span>Rendra (Crew Syiar Alif TV Jakarta) Rp. 500 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>11.<span> </span></span>Zaim Uchrowi (Direktur Balai Pustaka) Rp. 1,5 jt</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>12.<span> </span></span>Prof. Dr. Yoyo Mulyana, MEd (Rektor UnBaJa) Rp. 1,5 jt</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>13.<span> </span></span>Class of Wrting, IMM UIN Ciputat Rp. 300 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>14.<span> </span></span>Fuad Hasyim, Serang, Rp. 1 jt</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>15.<span> </span></span>Rahmat&amp;Budi, Rp. 200 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>16.<span> </span></span>Ai Aurora, medan, Rp. 200 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>17.<span> </span></span>Sri Maryati, Rp. 200 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>18.<span> </span></span>Ali Nurdin, Serang Rp. 1 jt</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>19.<span> </span></span>Laborattorium Pemuda dan Pelajar Serang R. 500 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>20.<span> </span></span>M. Ridwan, Serang, Rp. 500 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>21.<span> </span></span>Rimba Alangalang Rp. 200 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>22.<span> </span></span>Aji Setiakarya Rp. 200 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>23.<span> </span></span>Hamba Allah Rp. 100 ribu</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>24.<span> </span></span>Royalti nover serial Si Aduy (Zikrul Hakim) Rp. 2 jt</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"><span>25.<span> </span></span>Tommy Be Chandra, Rp. 400.000,-</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span>26.<span> </span></span>Azizi Muhammad Rp. 375.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraph" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">27.  Dwi Ari Nugroho Rp. 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">28.  Hartini Rp. 100.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">29.  Dian Kristiani  Rp. 30.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">30.  Abid Ibnu Husen Rp. 50.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">31.  Drs A Bunyamin AM Rp. 50.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">32.  Nana Prayatna Rahardian rp. 500.000,&#8211;</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">33.  Selamat Sunarjo Rp. 150.025,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">34.  Wayan Udiana Rp. 10.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">35.  Nissa Cita Adinia Rp. 10.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">36.  Imelda Emma Veronica Courtier Rp. 10.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">37.  Charity Soedargo Rp. 10.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">38.  Desi Septina Wati Rp. 10.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">39.  Abdul Latief Rp. 100.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">40.  Ela Setianingsih Rp. 10.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">41.  Hudaya Latuconsina Rp. 5.000.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">42.  Kas Rumah Dunia Rp 20.000.000,- (pinjeman)</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">43.  Tb. Iman Aryadi Rp. 10 jt</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">44.  Amalia Husna dkk Rp. 50.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">45.  Felicia Permata SA Rp. 10.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">46.  Puspa Wulandari Rp. 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">47.  Maria Margaretha Rp. 10.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">48.  Margo Purnomo Rp. 10.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">49.  Eka Ria Desmawati Rp. 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">50.  Lisa Febriyanti Rp. 500.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">51.  Dede Syada’ah Rp. 500.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">52.  Yoga Amaliasari Rp. 300.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">53.  Vivi Maghfiroh Rp. 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">54.  Fery cs Rp. 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">55.  Budi K Rp. 1.000.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">56.  Indah Rp. 500.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">57.  Ani Rp. 50.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">58.  Ratna P Rp. 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">59.  Jordy Rp. 10.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">60.  Febriati Nadira Rp. 1.000.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">61.  Lili Romli Rp. 2,5 jt -</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">62.  U. Saefudin Noor Rp. 5.000.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">63.  TW (Mandiri) Rp. 309.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">64.  Hamba Allah (Mandiri) Rp. 500.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">65.  Hamba Allah (Mandiri) Rp. 100.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">66.  Hamba Allah (Mandiri) Rp. 1.000.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">67.  Nungki P Rp 2.000.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">68.  Humaeroh (BRI) Rp 200.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">69.  Hj Atisah Rp 100.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">70.  Ganis Supriyadi Rp. 1.000.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">71.  Ida Maryati Rp. 5.000.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">72.  Rina Milawati Rp. 50.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">73.  Irvan (Tabloid dbuz) Rp. 500.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">74.  Wong Djun Kong Rp. 1.000.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">75.  Gilalover via BBM      Rp 155.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">76.  Emqie syich Rp    50.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">77.  Ujang Rafiudin Rp 1.000.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">78.  MA Mathlaul anwar Pusat      Rp 500.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">79.  Kelas menulis angkatan 17 tahap 1     Rp 900.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">80.  Soga Romero Rp. 10.000,-</p>
<p class="yiv597797891msolistparagraphcxsplast" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">81.  Siapa menyusul?</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Jumlah Sementara: Rp. 86.029.000,-</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Pengeluaran untuk uang muka Rp. 74.800.000,-</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Sisa Uang per 31 Januari 2011 Rp. 11.229.000,-</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Masih sekitar Rp. 290 jutaan lagi yang harus kami bayar selama 1 tahun, dengan 2 kali pembayaran.</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">***</p>
<p class="yiv597797891msonormal" style="margin: 6pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;">
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2011/02/14/royalti-%e2%80%9cgadis-bukan-perawan%e2%80%9d-dan-%e2%80%9cmelihat-tanpa-mata%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ROAD SHOW PEMBEBASAN TANAH TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2011/02/08/road-show-pembebasan-tanah-taman-budaya-rumah-dunia-oleh-jang-rudun/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2011/02/08/road-show-pembebasan-tanah-taman-budaya-rumah-dunia-oleh-jang-rudun/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2011 06:30:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[dana]]></category>
		<category><![CDATA[galang]]></category>
		<category><![CDATA[tanah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=4537</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Jang RuDun Insya Allah, pada 22 Februari, buku “Tiga Ombak” karya Gol A Gong terbit. Buku  ini adalah bundel 3 novelet berjudul Moonlight, Al-Bahri, dan Anak Malam. Tujuan penerbitan buku ini selain mendokumentasikan karya Gol A Gong, juga dalam rangka penggalangan dana untuk pembebasan tanah Taman Budaya Rumah Dunia seluas 1873 m2. Harga permeternya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/02/tmn.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4538" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/02/tmn.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a></p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Oleh Jang RuDun</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Insya Allah, pada 22 Februari, buku “Tiga Ombak” karya Gol A Gong terbit. Buku  ini adalah bundel 3 novelet berjudul Moonlight, Al-Bahri, dan Anak Malam. Tujuan penerbitan buku ini selain mendokumentasikan karya Gol A Gong, juga dalam rangka penggalangan dana untuk pembebasan tanah Taman Budaya Rumah Dunia seluas 1873 m2. Harga permeternya Rp. 200.000,-, total harga sebesar Rp. 370 jutaan. Uang muka sudah dibayarkan sebesar Rp. 74.800.000,- Pembayaran kedua pada awal Agustus 2011 sebesar Rp. 149 jutaan. Pembayaran terakhir pada awal Januari 2012. Jika pada Juli 2011 tidak sanggup memenuhi kewajiban, maka akan ada sanksi pemotongan sebesar 50% dari uang muka, yaitu Rp. 37 jutaan. Ini nanti akan ditanggung dari uang masuk yang berasal dari Rumah Dunia (www.rumahdunia.net). Jadi, kalau kemungkinan buruk terjadi, maka seluruh uang yang masuk dari donator di luar Rumah Dunia, akan dikembalikan.<span id="more-4537"></span></p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">MENERBITKAN BUKU</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Strategi untuk menuju pembayaran kedua pada awal Agustus 2011, Gong Publishing menerbitkan buku-buku:</p>
<p class="yiv1967548447msolistparagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in;text-align: justify;text-indent: -0.25in"><span>1.<span> </span></span>Negeri Cinta Batanghari (Berlian Santosa Dkk); berupa kumpulan cerpen 25 penulis muda Jambi, yang bergabung di Forum Lingkar Pena. Buku ini akan terbit awal Maret.</p>
<p class="yiv1967548447msolistparagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in;text-align: justify;text-indent: -0.25in"><span>2.<span> </span></span>Gila,lova #3: Cinta Datang tak Diundang, Pulang tak Diantar. Ini seri ketiga. Hilal Ahmad dkk yang tergabung di Forum Lingkar Pena Banten.</p>
<p class="yiv1967548447msolistparagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in;text-align: justify;text-indent: -0.25in"><span>3.<span> </span></span>Tiga Ombak; bundel 3 novelet karya Gol A Gong. Lewat on line harga Rp. 100.000,- (udah ongkirim Jawa/luar Jawa). Semuanya untuk pembebasan dana tanah Taman Budaya <a title="Untuk menandai seseorang, ketik @ diikuti dengan nama teman Anda" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1758934707" target="_blank">Rumah Dunia</a>.</p>
<p class="yiv1967548447msolistparagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in;text-align: justify;text-indent: -0.25in"><span>4.<span> </span></span>Mother Monster; Tias Tatanka – Gol A Gong dan kawan-kawan di facebook.</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Jika tidak ada halangan, akan diluncurkan pada saat  Islamic Book Fair, Maret 2011 nanti. Buku ini akan beredar di toko-toko buku besar. Semoga para sahabat bisa membelinya, karena keuntungan akan disumbangkan ke pembebasan tanjah Rumah Dunia.</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">ROAD SHOW</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Strategi lain, pada Maret 2011, Gol A Gong berencana akan road show buku TIGA OMBAK. Jika ada yang tertarik jadi coordinator di serbu, cukup dengan membayar Rp. 50.000,- per-orang,  minimal ada 50 orang, Gong akan datang untuk berbagi pengalaman menulis (workshiop sehari). Mulai dari membentuk karakter tokoh sehingga hidup, kunci sukses menulis cerita serial, atau cara mengelola Taman Bacaan Masyarakat.</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Cerita serial Golo A Gong yang ditulis bersama Tias Tatanka sudah setahun masih tayang di tabloid Gaul. Bahkan Penerbit Dar! Mizan sudah menerbitkan buku pertama, yaitu “Backpacker Surprise: Larasati Tomboy”. Selain penulis, Gol A Gong juga Ketua Umum Forum Taman Bacaan Masyarakat. Jadi, bisa ada bonus tips mengelola taman bacaan masyarakat, seperti halnya Rumah Dunia, yang dikelola Gol A Gong.</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Keuntungan membeli buku “Tiga Ombak” berlipat-lipat. Selain dengan Rp.50 ribu akan mendapatkan buku “Tiga Ombak’ dan workshop sehari tentang menulis novel, juga ikut membantu gerakan pembebasan tanah Taman Budaya Rumah Dunia. “Ini amal yang akan terus mengalir sepanjang hayat, bahkan mengalir terus setelah kita mati.</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Jika tertarik, secara perseorangan atau lembaga, silahkan kontak Tias di 081906311007. Akan kami agendakan segera. Jadwal yang dekat adalah pada 14 Februari di STKIP Rangkasbitung. Juga pada 23 – 25 Februari di Bojonegoro atas undangan Perpusda setempat. Mungkin frekan-rekan di sekitar Jawa Timur bisa memanfaatkan keberadaan saya di Bojonegoro, sehingga sy tidak perlu pulang dulu ke Serang untuk menghemat transportasi. April di Jambi dan Palembang. Ayo, siapa lagi berminat?</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">PENDDIDIKAN KARAKTER</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Hal tak terduga pada Sabtu malam, 5 Februari 2011, Prof. Yoyo Mulyana, M.Ed, yang kini Rektor Universitas Banten Jaya datang bersama Nandang aradea, sutradara Teater studio Indonesia. Prof. Yoyo sebagai penasehat Rumah Dunia turun gunung. “saya siap road show di Banten,” katanya bersemangat.</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Prof. Yoyo mengusulkan ada workshop kepada para guru di Banten, yaitu tentang pengembangan karakter lewat media pembelajaran sastra. Firman Venayaksa siap menggodok. “Nanti kita bekerjasama dengan lembaga profesi guru,” kata Firman.</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">SALDO DANA</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Sementara itu pengumpulan dana terus bergulis. Per-7 Februari beberapa nama masuk daftar penyumbang:</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">
<p class="yiv1967548447msolistparagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Saldo 31 Januari 2011 Rp. 11.229.000,-</p>
<p class="yiv1967548447msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in;text-align: justify;text-indent: -0.25in"><span>1.<span> </span></span>SMP Madani Islamic School Cilegon Rp 200.000,-</p>
<p class="yiv1967548447msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in;text-align: justify;text-indent: -0.25in"><span>2.<span> </span></span>Arif Kirdiat Rp 200.000,-</p>
<p class="yiv1967548447msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in;text-align: justify;text-indent: -0.25in"><span>3.<span> </span></span>Adam &amp; Sun Foundation Rp 1.000.000,-</p>
<p class="yiv1967548447msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in;text-align: justify;text-indent: -0.25in"><span>4.<span> </span></span>Ahmad mukhlis Yusuf Rp. 500.000,-</p>
<p class="yiv1967548447msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in;text-align: justify;text-indent: -0.25in"><span>5.<span> </span></span>Windy Wirdianty Rp. 50.000,-</p>
<p class="yiv1967548447msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in;text-align: justify;text-indent: -0.25in"><span>6.<span> </span></span>Dedy Mulyady Sugih Rp. 250.000,-</p>
<p class="yiv1967548447msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in;text-align: justify;text-indent: -0.25in"><span>7.<span> </span></span>Aris Rp. 200.000,-</p>
<p class="yiv1967548447msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in;text-align: justify;text-indent: -0.25in"><span>8.<span> </span></span>Fatah Sulaeman Rp. 300.000,-</p>
<p class="yiv1967548447msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in;text-align: justify;text-indent: -0.25in"><span>9.<span> </span></span>Anis Rp. 200.000,-</p>
<p class="yiv1967548447msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in;text-align: justify;text-indent: -0.25in"><span>10.<span> </span></span>Eli Rp. 50.000,-</p>
<p class="yiv1967548447msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in;text-align: justify;text-indent: -0.25in"><span>11.<span> </span></span>Ehan-Badran Rp. 50.000,-</p>
<p class="yiv1967548447msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in;text-align: justify;text-indent: -0.25in"><span>12.<span> </span></span>Andria Sonhedia Rp. 150.000,-</p>
<p class="yiv1967548447msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in;text-align: justify;text-indent: -0.25in"><span>13.<span> </span></span>Kelas Menulis Rumah Dunia angktan 17 tahap 2 Rp. 1 jt</p>
<p class="yiv1967548447msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in;text-align: justify;text-indent: -0.25in"><span>14.<span> </span></span>Toto ST Radik Rp. 200.000,-</p>
<p class="yiv1967548447msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in;text-align: justify;text-indent: -0.25in"><span>15.<span> </span></span>M. Rizal Krisna Rp. 500.000,-</p>
<p class="yiv1967548447msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in;text-align: justify;text-indent: -0.25in"><span>16.<span> </span></span>Solichin Rp. 250.000,-</p>
<p class="yiv1967548447msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in;text-align: justify;text-indent: -0.25in"><span>17.<span> </span></span>Emi &amp; mita Rp. 40.000,-</p>
<p class="yiv1967548447msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in;text-align: justify;text-indent: -0.25in"><span>18.<span> </span></span>Siapa menyusul?</p>
<p class="yiv1967548447msolistparagraphcxspmiddle" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in;text-align: justify">Saldo per 7 Februari 2011 Rp 16.329.000,-</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Kepada yang belum, silahkan transfer ke:</p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">BCA Serang   245-188-5733</p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">An. Asih Purwaningtyas C.</p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">BRI Serang 008-401-03-424-0505</p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">An. Yayasan Pena Dunia</p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Bank Muamalat Serang  908-599-9799</p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">An. Asih Purwaningtyas C. cq Rumah Dunia</p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Bank Mandiri Serang  155-00-021-46903</p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">An. Asih Purwaningtyas C.</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Terima kasih tak terhingga, temans.</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Semoga Allah melimpahkan rezeki-Nya.</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Tetap semangat</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Gol A Gong, Tias Tatanka</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Toto ST Radik, Firman Venayaksa</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Ibnu Adam Aviciena, Langlang Randhawa</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">*) situs: <a href="http://www.rumahdunia.net/" target="_blank">www.rumahdunia.net</a>, <a href="http://www.rumahdunia.com/" target="_blank">www.rumahdunia.com</a></p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Lampiran daftar penyumbang  sebelumnya dimulai sejak 17 Desember 2010 hingga 31 Januari 2011:</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify"><span>Bottom of Form</span></p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">
<ol style="margin-top: 0in" type="1">
<li class="MsoNormal">Hudaya Latuconsina (Kadis Desperindag Banten) Rp. 5      jt</li>
<li class="MsoNormal">Marvin Sitorus (<a href="http://www.hargahotel.com/" target="_blank">www.hargahotel.com</a>) Rp. 2 jt</li>
<li class="MsoNormal">Relawan Rumah Dunia Rp. 2 jt</li>
<li class="MsoNormal">Royalti (sementara) novel ”Guruku Sayang Dibuang      Jangan”(Gong Publishing) karya Rahmat Heldy HS Rp. 2 jt.</li>
<li class="MsoNormal">Immelda Emma Veronica Coutrier (Japan) Rp. 600.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Tiwi Rizkiyani (Serang), Rp. 500 ribu</li>
<li class="MsoNormal">Gandung Ismato (dosen Untirta Banten) Rp. 1 jt</li>
<li class="MsoNormal">Gading Tirta (Serang) Rp. 200 ribu</li>
<li class="MsoNormal">Mamun Chudari (Serang), Rp. 200 ribu</li>
<li class="MsoNormal">Rendra (Crew Syiar Alif TV Jakarta) Rp. 500 ribu</li>
<li class="MsoNormal">Zaim Uchrowi (Direktur Balai Pustaka) Rp. 1,5 jt</li>
<li class="MsoNormal">Prof. Dr. Yoyo Mulyana, MEd (Rektor UnBaJa) Rp. 1,5      jt</li>
<li class="MsoNormal">Class of Wrting, IMM UIN Ciputat Rp. 300 ribu</li>
<li class="MsoNormal">Fuad Hasyim, Serang, Rp. 1 jt</li>
<li class="MsoNormal">Rahmat&amp;Budi, Rp. 200 ribu</li>
<li class="MsoNormal">Ai Aurora, medan, Rp. 200 ribu</li>
<li class="MsoNormal">Sri Maryati, Rp. 200 ribu</li>
<li class="MsoNormal">Ali Nurdin, Serang Rp. 1 jt</li>
<li class="MsoNormal">Laborattorium Pemuda dan Pelajar Serang R. 500 ribu</li>
<li class="MsoNormal">M. Ridwan, Serang, Rp. 500 ribu</li>
<li class="MsoNormal">Rimba Alangalang Rp. 200 ribu</li>
<li class="MsoNormal">Aji Setiakarya Rp. 200 ribu</li>
<li class="MsoNormal">Hamba Allah Rp. 100 ribu</li>
<li class="MsoNormal">Royalti nover serial Si Aduy (Zikrul Hakim) Rp. 2 jt</li>
<li class="MsoNormal">Tommy Be Chandra, Rp. 400.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Azizi Muhammad Rp. 375.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Dwi Ari Nugroho Rp. 200.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Hartini Rp. 100.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Dian Kristiani  Rp. 30.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Abid Ibnu Husen Rp. 50.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Drs A Bunyamin AM Rp. 50.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Nana Prayatna Rahardian rp. 500.000,&#8211;</li>
<li class="MsoNormal">Selamat Sunarjo Rp. 150.025,-</li>
<li class="MsoNormal">Wayan Udiana Rp. 10.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Nissa Cita Adinia Rp. 10.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Imelda Emma Veronica Courtier Rp. 10.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Charity Soedargo Rp. 10.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Desi Septina Wati Rp. 10.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Abdul Latief Rp. 100.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Ela Setianingsih Rp. 10.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Hudaya Latuconsina Rp. 5.000.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Kas Rumah Dunia Rp 20.000.000,- (pinjeman)</li>
<li class="MsoNormal">Tb. Iman Aryadi Rp. 10 jt</li>
<li class="MsoNormal">Amalia Husna dkk Rp. 50.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Felicia Permata SA Rp. 10.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Puspa Wulandari Rp. 200.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Maria Margaretha Rp. 10.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Margo Purnomo Rp. 10.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Eka Ria Desmawati Rp. 200.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Lisa Febriyanti Rp. 500.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Dede Syada’ah Rp. 500.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Yoga Amaliasari Rp. 300.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Vivi Maghfiroh Rp. 200.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Fery cs Rp. 200.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Budi K Rp. 1.000.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Indah Rp. 500.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Ani Rp. 50.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Ratna P Rp. 200.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Jordy Rp. 10.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Febriati Nadira Rp. 1.000.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Lili Romli Rp. 2,5 jt –</li>
<li class="MsoNormal">U. Saefudin Noor Rp. 5.000.000,-</li>
<li class="MsoNormal">TW (Mandiri) Rp. 309.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Hamba Allah (Mandiri) Rp. 500.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Hamba Allah (Mandiri) Rp. 100.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Hamba Allah (Mandiri) Rp. 1.000.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Nungki P Rp 2.000.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Humaeroh (BRI) Rp 200.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Hj Atisah Rp 100.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Ganis Supriyadi Rp. 1.000.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Ida Maryati Rp. 5.000.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Rina Milawati Rp. 50.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Irvan (Tabloid dbuz) Rp. 500.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Wong Djun Kong Rp. 1.000.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Gilalover via BBM Rp 155.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Emqie syich Rp    50.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Ujang Rafiudin Rp 1.000.000,-</li>
<li class="MsoNormal">MA Mathlaul anwar Pusat Rp 500.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Kelas menulis angkatan 17 tahap 1 Rp 900.000,-</li>
<li class="MsoNormal">Soga Romero Rp. 10.000,-</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;text-align: justify">Siapa menyusul?</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;text-align: justify">Jumlah Sementara: Rp. 86.029.000,-</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Pengeluaran untuk uang muka Rp. 74.800.000,-</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Sisa Uang per 31 Januari 2011 Rp. 11.229.000,-</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">Masih sekitar Rp. 290 jutaan lagi yang harus kami bayar selama 1 tahun, dengan 2 kali pembayaran.[]&lt;p&gt;</p>
<p class="yiv1967548447msonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p><img src="/rb3%20foto/Foto/Taman%20RD/Taman%20RD%20ground.jpg" alt="" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2011/02/08/road-show-pembebasan-tanah-taman-budaya-rumah-dunia-oleh-jang-rudun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KUNJUANGAN MA MATHLAUL ANWAR PUSAT KE RUMAH DUNIA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2011/01/31/kunjuangan-ma-mathlaul-anwar-pusat-ke-rumah-dunia/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2011/01/31/kunjuangan-ma-mathlaul-anwar-pusat-ke-rumah-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Jan 2011 01:10:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[mathlaul anwar]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=4518</guid>
		<description><![CDATA[SERANG&#8212;Minggu (30/1/11) pagi, sinar matahari yang jatuh di permukaan Taman Budaya Rumah Dunia atau persisnya di Kampung Ciloang, Kota Serang, Banten, begitu terasa berbeda, cerah dan penuh sesak. Taman Budaya Rumah Dunia yang luasnya hampir 1000 m2 hasil sumbangan dari para facebooker di akun Gol A Gong dan donatur Rumah Dunia, dibanjiri siswa-siswi MA Mathlaul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/01/MA.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4519" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/01/MA.jpg" alt="" width="476" height="364" /></a>SERANG&#8212;Minggu (30/1/11) pagi, sinar matahari yang jatuh di permukaan Taman Budaya Rumah Dunia atau persisnya di Kampung Ciloang, Kota Serang, Banten, begitu terasa berbeda, cerah dan penuh sesak. Taman Budaya Rumah Dunia yang luasnya hampir 1000 m2 hasil sumbangan dari para facebooker di akun Gol A Gong dan donatur Rumah Dunia, dibanjiri siswa-siswi MA Mathlaul Anwar Pusat (Almapus) Menes, Pandeglang. Kehadiran mereka ke RD merupakan rangkaian kegiatan yang mengusung tema, ‘Menulis dan Menggali sejarah dengan mengunjungi perziarahan di Banten lama’.<span id="more-4518"></span></p>
<p>Sebanyak 303 siswa mendapatkan materi penulisan sastra yaitu membuat cerita pendek (cerpen) dan puisi yang dipandu langsung Gol A Gong dan Toto ST Radik selaku pendiri RD. Gong membahas unsur-unsur insterinsik di antaranya, tokoh, karakter, latar waktu, tempat, dan lainnya. “Bakat saja tak cukup untuk menjadi seorang penulis harus diiringi banyak bacaan dan terus berlatih menulis,” ujar Gong di sela-sela acara.</p>
<p>Selanjutnya, metode penyampaian materi dikemas secara tanya-jawab. Acara semakin meriah saat para peserta berhasil menjawab pertanyaan dari pemateri karena diberikan <em>doorprize</em> beberapa buku terbitan Gong Publishing.</p>
<p>Gong menyatakan, saat ini RD memang tengah menyosialisasikan tanah RD seluas hampir 1800 m2, yang akan dijadikan sebagai taman budaya di Banten, seperti halnya taman Ismail Marjuki. Pihaknya juga tengah gencar mengkampanyekan gerakan shodakoh Rp 10 ribu/orang guna membantu pembebasan lahan tersebut. “Ini adalah gerakkan penyelamatan uang receh dari masyarakat Banten,” tandasnya.</p>
<p>Sekretaris kegiatan Dede Rahmawati Anugrah mengatakan, kunjungan ke RD adalah untuk mempraktikkan 3 mata pelajaran yaitu, Bahasa Indonesia, Sosiologi, dan Sejarah. Bermaksud untuk memberikan motivasi kepada siswa perihal teknik penulisan cerita pendek dn puisi. “Kami sengaja pilih Rumah Dunia karena di sini tempat yang tepat untuk belajar sastra dan bisa bertemu dengan pakarnya langsung,” ujarnya.</p>
<p>Guru bahasa Indonesia ini menuturkan, setelah kunjungan ke RD ratusan siswa selanjutnya akan mengunjungi obyek wisata ziarah di Banten lama. Ia berharap, kegiatan itu juga dapat menambah khazanah tentang ilmu kesejarahan terlebih sejarah lokal. “Mudah-mudahan siswa tertarik menulis dan mengetahui sejarah tentang Banten,” tandasnya.</p>
<p>Zia Ulhaq (15), salah satu siswa mengaku, sangat terkesan bisa berkunjung ke Rumah Dunia. Jauh sebelum bertandang ke RD, ia berimajinasi RD tempat yang sangat besar sesuai namanya. “Tapi, saya sangat senang bisa datang ke sini, karena bisa mendapat ilmu langsung dengan penulis hebat seperti pak Gol A Gong dan lainnya,” ujarnya sumringah.</p>
<p>Senada dikatakan Daril Farhana, siswi yang duduk di kelas VIII ini mengemukakan, bisa menimba ilmu di Rumah Dunia dengan para penulis terkenal merupakan pengalaman yang sangat langka. “Saya juga jadi tahu banyak penulis dari Banten khususnya yang lahir dari Rumah Dunia,” kata Daril, seraya mengatakan, suatu saat ia berkeinginan untuk belajar menulis secara regular di RD. (Harir Baldan)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2011/01/31/kunjuangan-ma-mathlaul-anwar-pusat-ke-rumah-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TIGA OMBAK MENYELAMATKAN RUMAH DUNIA?</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2011/01/21/tiga-ombak-menyelamatkan-rumah-dunia/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2011/01/21/tiga-ombak-menyelamatkan-rumah-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Jan 2011 08:16:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=4462</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Gol A Gong Juma’at, 21 Januari 2011, sekitar pukul 09.00 WIB, gerimis masih saja turun. Sat jitu saya sedang menulis scenario film layar lebar “Balada Si Roy”. Sudah seminggu saya mengurung ditri di kamar atas, berusaha menulis sebaik mungkin dan tentu komersil, agar ada PH dan produser yang tertarik. Rencana saya, jika film layar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/01/Tiga-Ombak-laput.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4463" title="Tiga Ombak laput" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/01/Tiga-Ombak-laput.jpg" alt="" width="323" height="500" /></a>Oleh Gol A Gong</strong></p>
<p>Juma’at, 21 Januari 2011, sekitar pukul 09.00 WIB, gerimis masih saja turun. Sat jitu saya sedang menulis scenario film layar lebar “Balada Si Roy”. Sudah seminggu saya mengurung ditri di kamar atas, berusaha menulis sebaik mungkin dan tentu komersil, agar ada PH dan produser yang tertarik. Rencana saya, jika film layar lebar “Balada Si Roy” goal, gerakan pembebasan tanah Taman Budaya Rumah Dunia cepat teratasi.<span id="more-4462"></span></p>
<p>Keasikan saya menulis scenario terpotong oleh panggiln Muhzen Den, relawan Rumah Dunia. “Ada Bu Prie!” Muhzen member tahu. Saya seperti tersengat listrik. Bu Prie adalah pemilik tanah yang sedang kami upayakan untuk bisa duibeli. Hati saya deg-degan. Ada apa, ya?</p>
<p>Saya bergegas menemui Bu Pri, yang datang ditemani Misru, anaknya. Bu Prie menyodorkan draft surat perjanjian di bawah ini:</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top"><strong> </strong></p>
<p><strong>SURAT   PERJANJIAN JUAL BELI TANAH</strong></p>
<p>Yang bertanda tangan di bawah ini:</p>
<p>Nama: Eko Sulistyawati</p>
<p>Pekerjaan : Wiraswasta</p>
<p>Alamat saat ini  : Komplek   Kidemang blok F1 No. 14 Unyur Serang-Banten</p>
<p>Untuk selanjutnya di sebuat pihak   ke-1 (penjual)</p>
<p>Nama  : Heri Hendrayana   Harris</p>
<p>Pekerjaan : Wiraswasta</p>
<p>Alamat saat ini  : Komplek   Hegar Alam No.40, Ciloang, Serang-Banten</p>
<p>Untuk selanjutnya di sebuat pihak   ke-2 (pembeli)</p>
<p>Pada hari tanggal 19 Januari 2011   pihak ke-1, telah menjual lepas/mutlak sebidang tanah darat seluas 1.870 M2   kepada pihak ke-2 yang terletak di Kelurahan Sumur Pecung Serang-Banten,   dengan harga tunai Rp 374.000.000,- (tiga ratus tujuh puluh empat juta   rupiah). Pembayaran dilakukan di hadapan saksi-saksi dengan cara chas   bertahap.</p>
<p>Pembayaran tanda jadi/DP sebesar   20% (Rp 74.800.000,-<em> tujuh puluh empat juta delapan ratus ribu rupiah</em>),   dari nilai jumlah jual setelah penandatangan surat jual beli, yang   selanjutnya Pihak ke-2 akan melunasi dengan cara mencicil selama 1 (satu)   dengan rincian 50% (Rp 187.000.000,- <em>seratus delapan puluh tujuh juta   rupiah</em>), di bayar selama 6 (enam) bulan. Dan sisanya di bayar 50% Rp   187.000.000,- <em>seratus delapan puluh tujuh juta rupiah</em>) dibayar selama   6 (enam) bulan kemudian.</p>
<p>Apabila Pihak ke-2 tidak dapat   melunasi jangka waktu yang telah disepakati, maka Pihak ke-1 berhak untuk   mengembalikan uang muka sebesar 50% dari nilai uang muka/DP, sebesar Rp   37.400.000,- (<em>tiga puluh tujuh empat ratus ribu rupiah</em>). Dan Pihak   ke-1 berhak menjual ke pihak yang lain tanpa ada persetujuan dari pihak ke-2   dan Pihak ke-2 tidak boleh menggunakan fasilitas tanah selama pembayaran   belum dilunasi.</p>
<p>Demikian surat perjanjian jual   beli tanah ini dibuat dengan sebenar-benarnya tanpa adanya unsur paksaan dari   pihak manapun, dan dalam keadaan sehat walafiat. Surat perjanjian jual beli   tanah ini dibuat rangkap dua yang memiliki kekuatan hukum yang sama.</p>
<p>Serang, 19 Januari 2011</p>
<p>Pihak kesatu</p>
<p>Pihak kedua</p>
<p>Saksi-saksi</p>
<p>***</p>
<p>Saya menghela napas. Saya yang sedang   full konsentrasi menulis scenario film lebar “Balada Si Roy jadi terganggu.   Saya jadi tervburu-buru ingin menyelreesaikan scenario. Ini diluar dugaan   saya. Tadinya saya kira selama 6 bulan saya mengumpulkan uang, terkumpul sekian   langsung disetorkan. Tapi saya tidak bisa menyalahkan Bu Prie, karena sedang   butuh uang. Saya konsultasi ke Emak. Saya setuju kata Emak, “Jika Kamis nanti   usahamu tidak berhasil, jangan dipaksakan.:” Ya, jika tidak terkumpul, saya   akan melupakan hal ini, walaupun saya yakin, saya akan menyesali ini   sepanjang hidup saya.</p>
<p>Selepas Jum’atan saya kumpulkan   para relawan; Firman Venayaksa, Muhzen Den, Awi Suling, Abdul salam, Anas   Nashrudin, dan Ahmad Wayang. Saya ceritakan ;perkara tanah. Saya juga   menceritakan strategi yang sedang saya susun kepada mereka. Pertama dengan   Bambang Trim dari Penerbit Tiga Serangkai. Saya dan Bambang sedang menggagas   penulisan buku-buku long tail (seri panjang) dimana para relawan sebagai   co-writernya. Aka ada subsidi dari buku-buku ini untuk tanah Rumah Dunia. Kata   Bambang, sekitar 100 judul buku bisa dikerjakan. Kalau 1 buku bisa   disubsidikan Rp. 1 jt untuk tanah Rumah Dunia, berarti ada Rp. 100 jt.   Semoga. Tapi, ini baru akna berjalan sekitar Maret atau April 2011.</p>
<p>Kedua, saya dan Langlang Randhawa   menulis buku seri “Si Aduy: Anak Kampung Jadi Sarjana” untuk Remon Agus dari   Penerbit Zikrul Hakim. Sekitar Rp. 2 jt kami sisihkan untuk tanah Rumah Dunia.   Ketiga, tentu film lebar “Balada Si Roy” yang masih dalam tahap penulisan scenario   dan belum ada PH/Produser yang tertarik. Semoga kalau skenarionya selesai,   ada PH/Produser yang tertarik.</p>
<p>Keempat, ini yang utama, lewat   Gong Publishing menerbitkan kumpulan novelette “Tiga Ombak (Moonlight,   Al-Bahri, Anak Malam)” karya saya. Harganya Rp. 100.000,- sudah termasuk   ongkos kirim Jawa dan Luar Jawa. Seluruh keuntungan dan royalty saya   sumbangkan untuk pembebasan tanah Rumah Dunia. Asumsi sy, andai saja ada 5000   orang membeli buku “Tiga Ombak” seharga Rp. 100.000,-, tanah seluas 1800 m2   itu akan berhasil kita bebaskan. Dan kita menjadi bagian dari gerakan untuk   perubahan Indonesia kea rah yang lebih baik dimulai dari kampung Ciloang,   Serang-Banten, dimana Rumah Dunia berada. Nanti gerakan ini kita jadikan   model untuk kita terapkan di wilayah lain.</p>
<p>Sementara ini, Sejak 17   Desember 2010 hingga 21 Jan 2011, sudah terkumpul dana Rp. 23, 4 jt dari   kebutuhan sekitar Rp. 360 jt (luas tanah 1800 m2). Perinciannya per-20 Jan adalah:</p>
<ol>
<li>Hudaya Latuconsina (Kadis        Desperindag Banten) Rp. 5 jt</li>
<li>Marvin Sitorus (<a href="http://www.hargahotel.com/" target="_blank">www.hargahotel.com</a>)        Rp. 2 jt</li>
<li>Relawan Rumah Dunia Rp. 2 jt</li>
<li>Royalti (sementara) novel        ”Guruku Sayang Dibuang Jangan”(Gong Publishing) karya Rahmat Heldy HS        Rp. 2 jt.</li>
<li>Immelda Emma Veronica        Coutrier (Japan) Rp. 600.000,-</li>
<li>Tiwi Rizkiyani (Serang), Rp.        500 ribu</li>
<li>Gandung Ismato (dosen Untirta        Banten) Rp. 1 jt</li>
<li>Gading Tirta (Serang) Rp. 200        ribu</li>
<li>Mamun Chudari (Serang), Rp.        200 ribu</li>
<li>Rendra (Crew Syiar Alif TV        Jakarta) Rp. 500 ribu</li>
<li>Zaim Uchrowi (Direktur Balai        Pustaka) Rp. 1,5 jt</li>
<li>Prof. Dr. Yoyo Mulyana, MEd        (Rektor UnBaJa) Rp. 1,5 jt</li>
<li>Class of Wrting, IMM UIN        Ciputat Rp. 300 ribu</li>
<li>Fuad Hasyim, Serang, Rp. 1 jt</li>
<li>Ir. Mas Rahmad/Dra. Budi        Krisnawati, Rp. 200 ribu</li>
<li>Ai Aurora, medan, Rp. 200        ribu</li>
<li>Sri Maryati, Rp. 200 ribu</li>
<li>Ali Nurdin, Serang Rp. 1 jt</li>
<li>Laborattorium Pemuda dan        Pelajar Serang R. 500 ribu</li>
<li>M. Ridwan, Serang, Rp. 500        ribu</li>
<li>Rimba Alangalang Rp. 200 ribu</li>
<li>Aji Setiakarya Rp. 200 ribu</li>
<li>Hamba Allah Rp. 100 ribu</li>
<li>Royalti nover serial Si Aduy        (Zikrul Hakim) Rp. 2 jt</li>
<li>Ayo, siapa menyusul?</li>
</ol>
<p>Insya Allah kami akan terus   berusaha untuk mendapatkan uang, dengan cara halal, semampu kami, untuk   target uang mukla sebesar Rp. 70 jt. Jika tidak, berarti selesai hingga di   sini. Allah berarti tidak mengijinkan. Kepada perorangan atau lembaga, yang   ingin bergabung dengan kami, silahkan transfer ke:</p>
<p>BCA Serang     245-188-5733</p>
<p>An. Asih Purwaningtyas C.</p>
<p>BRI Serang 008-401-03-424-0505</p>
<p>An. Yayasan Pena Dunia</p>
<p>Bank Muamalat Serang    908-599-9799</p>
<p>An. Asih Purwaningtyas C. cq Rumah   Dunia</p>
<p>Bank Mandiri Serang  155-00-021-46903</p>
<p>An. Asih Purwaningtyas C.</p>
<p>Kami berharap jalan yang hendak   ditempuh ini barakah untuk semua, dimudahkan dan diridlai Allah SWT.</p>
<p>Wass</p>
<p>Gol A Gong – Tias Tatanka</p>
<p><a href="http://www.rumahdunia.net/">www.rumahdunia.net</a></p>
<p><a href="http://www.rumahdunia.com/">www.rumahdunia.com</a></p>
<p><a href="http://www.tokorumahdunia.com/">www.tokorumahdunia.com</a></p>
<p>081906311000</p>
<p>081513310132</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><strong> </strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2011/01/21/tiga-ombak-menyelamatkan-rumah-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;BACKPACKER SURPRISE&#8221; UNTUK TANAH RUMAH DUNIA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2011/01/04/backpacker-surprise-untuk-tanah-rumah-dunia/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2011/01/04/backpacker-surprise-untuk-tanah-rumah-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Jan 2011 01:04:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=4344</guid>
		<description><![CDATA[Ini masih cerita tentang kampungku bernama Banten. Janganlah berpikir mengubag Indonesia dul, bahkan Banten yang juga amburadil. Tapi, ubahlah lingkunganmu. Maka saya, Tias Tatanka dan teman-teman di lingkungan kampung Ciloang mendirikan komunitas Rumah Dunia. Jatuh-bangun kami menghidupi Rumah Dunia sejak 2000 hingga 2011. Para donatur trus berdatangan. Mulai dari garasi, berpindah ke lahan seluas 500 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/01/Back-laput-com-copy.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4353" title="Back laput com copy" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/01/Back-laput-com-copy.jpg" alt="" width="373" height="500" /></a>Ini masih cerita tentang kampungku bernama Banten. Janganlah berpikir mengubag Indonesia dul, bahkan Banten yang juga amburadil. Tapi, ubahlah lingkunganmu. Maka saya, Tias Tatanka dan teman-teman di lingkungan kampung Ciloang mendirikan komunitas Rumah Dunia. Jatuh-bangun kami menghidupi Rumah Dunia sejak 2000 hingga 2011. Para donatur trus berdatangan. Mulai dari garasi, berpindah ke lahan seluas 500 m2, 100 m2, kini kami mengincar tanah seluas 1800 m2.<span id="more-4344"></span></p>
<p>Sekitar Oktober 2009, Gusur Adhikarya (Tabloid Gaul) dan Reni Teratai Air (Redpel majalah Story) menawariku menulis serial. Di Indonesia, penulis cerita serial memang jarang. Selain dibutuhkan ide segar, unik, juga harus memahami strategi menggali karakter tokoh utama, agar cerita bernafas panjang. Selain itu, tokoh utama garus membumi dan oleh pembaca harus dianggap sebagai perwakilan dirinya. Jika pembaca merespon begini, ”Wah, itu mirip dengan kisahku!” atau ”Gue banget!”, itu berarti setengah perjalanan menuju kesuksesan. Apalagi jika, ”Apa cerita yang kamu tulis itu kisah nyata?” Hohohoho, maka serial kita akan berumur panjang.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/01/Back-com.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4346" title="Back com" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/01/Back-com.jpg" alt="" width="200" height="268" /></a>Kembali ke tawaran Gusur, maka aku dan Tias langsung berdikusi. Langkah awal adalah melakukan pemetaan. Lagi-lagi di majalah atau tabloid remaja, nyaris tidak ada cerita bertemakan petualangan. Aku memiliki pengalaman panjang menulis cerita serial dengan tema petualangan, yaitu ”Balada Si Roy”. Kami pun memulai mernacang cerita secara prosedural; tema, sinopsis, tokoh, karakter tokoh, setting lokasi dan waktu, konflik, dan ending.</p>
<p>Kami memutuskan temanya petualangan, tokoh utama bernama Larasati (17 th), cewek keturunan keraton, setting lokasi di Solo dan komfliknya seputar Larasati dengan ayah dan ibunya yang bercerai, teman-temannya di sekolah, serta par kumbang yang mencintainya. Ketika mencari judul, kami sangat alot. Awalnya ”Larasati si Putri Solo”, ”Petualangan Laras”, ”Ransel Laras”, dan kemudian ”Backpacker Surprise”. Kami memilih judul ”Backpacker Surprise”, karena trennya ”backpacker”. Penyertaan ”surprise”, karena cerita petualangannya penuh kejutann.</p>
<p>Sejak November 2009, saya dan Tias Tatanka memulau menulis episode pertama ”Backpacker Surprise” berjudul ”Namaku Larasati”. Di tabloid”Gaul”. Pelan tapi pasti, respon dari pembaca terus berdatangan. Apalagi setelah kami mencantumkan nomor HP untuk kritik dan saran, sehari bisa mencapai 100-an SMS, yang dominan menyenangi dan menganggap tokoh Larasati adalah bagian dari diri mereka. Alhamdulillah, smbutan pembaca luar biasa.</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/01/Back-2-com.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4348" title="Back 2 com" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2011/01/Back-2-com.jpg" alt="" width="97" height="130" /></a>Benny Rhamdani, menejer penerbutan ”Dar! Mizan” pun tertarik menerbitkan cerita sesrial kami ke dalam bentuk novel. Maka pada Desember 2010, novel terbaru kami, ”Backpacker Surprise, Namaku Larasati! (DAR! Mizan)” terbit dan menghiasi rak-rak di toko buku Gramedia dan yang lainnya. Semoga novel ini menginspirasi pembaca.</p>
<p>Jika ada yang tertarik membeli langsung kepada kami, bisa pesan ke 081513310132, 081906311000, harga Rp 50.000,- sudah termasuk ongkos kirim Jawa, Sumatra, dan Bali. Untuk Kalimantan, Sulawsi, NTT, Papua Rp. 60.000,-  Tentu akan ada tandatangan dan senyum persahabatan dari aku dan Tias Tatanka.</p>
<p>Keuntungannya membeli dengan memesan langsung kepada kami adalah: membeli sambil mneyumbang ke gerakan pembebasan tanah Rumah Dunia. Harga buku Rp. 50.000,- trmasuk ongkos kirim, sebesar Rp. 10.000,- disumbangkan ke pembebasan tanah Rumah Dunia (klik www.rumahdunia.net) . Teman-teman tentu sudah pernah membaca, bahwa Rumah Dunia yang berda di lini sosial Yayasan Pena Dunia, sejak Desember 2010 menggulirkan penggalangan dana untuk perluasan Taman Budaya Rumah Dunia seluas 1800 m2. Harga yang tadinya Rp. 150.000,-, naik ke Rp. 250.000,-, kini diturunkan lagi oleh Bu Prie – pemiliknya, jadi Rp. 200.000,-/m2. Total dana yang dibutuhkan Rp. 360.000.000,- ”Saya beri waktu 6 bulan untuk mengumpulkan dana,” kata Bu Prie, pemilik tanah.</p>
<p>Alhamdulillah, sejak November – Desember 2010 sudah terkumpul sebanyak Rp. 17, 3  jt. Pada akhir tahun 2010, persis di acara &#8220;Kampung Kreatif&#8221; ada 3 penyumbang, yaitu Rendra, Zaim Uchrowi, danProf. Yoyo Mulyana, MEd. Pada 2 Jan 2011, sekitar 20 mahasdiswa UIN Ciputat, Tangerang, yang tergabung dalam Class of Writing IMM menyumbang Rp. 300 ribu.</p>
<p>Perinciannya adalah:</p>
<ol>
<li>Hudaya Latuconsina (Kadis Desperindag      Banten) Rp. 5 jt</li>
<li>Marvin Sitorus (<a href="http://www.hargahotel.com/" target="_blank">www.hargahotel.com</a>) Rp. 2 jt</li>
<li>Relawan Rumah Dunia Rp. 2 jt</li>
<li>Royalti (sementara) novel ”Guruku      Sayang Dibuang Jangan”(Gong Publishing) karya Rahmat Heldy HS Rp. 2 jt.</li>
<li>Immelda Emma Veronica Coutrier      (Japan) Rp. 600.000,-</li>
<li>Tiwi Rizkiyani (Serang), Rp. 500 ribu</li>
<li>Gandung Ismato (dosen Untirta Banten)      Rp. 1 jt</li>
<li>Gading Tirta (Serang) Rp. 200 ribu</li>
<li>Mamun Chudari (Serang), Rp. 200 ribu</li>
<li>Rendra (Crew Syiar Alif TV Jakarta)      Rp. 500 ribu</li>
<li>Zaim Uchrowi (Direktur Balai Pustaka)      Rp. 1,5 jt</li>
<li>Prof. Dr. Yoyo Mulyana, MEd (Rektor      UnBaJa) Rp. 1,5 jt</li>
<li>Class      of Wrting, IMM UIN Ciputat Rp. 300 ribu</li>
<li>Ayo,      siapa menyusul?</li>
</ol>
<p>Insya Allah kami akan terus berusaha untuk mendapatkan uang, dengan cara halal, semampu kami, untuk menepati tenggat waktu sementara enam bulan ke depan. Jika ada yang menanyakan caranya, kami mungkin bisa mengajukan usulan cara seperti ini:</p>
<p>-Melalui sebagian royalti atau keuntungan penjualan buku-buku terbitan Gong Publishing.</p>
<p>-Sebagian pembayaran dari Produser yang berminat membeli hak cipta film/sinetron dari buku-buku kami.</p>
<p>-Sebagian honorarium dari Penerbit yang bersedia menerbitkan naskah-naskah yang  kami ajukan.</p>
<p>-Sumbangan langsung secara pribadi/lembaga untuk membeli tanah.</p>
<p>Kepada perorangan atau lembaga, yang ingin bergabung dengan kami, silahkan transfer ke:</p>
<p>BCA Serang   245-188-5733</p>
<p>An. Asih Purwaningtyas C.</p>
<p>BRI Serang 008-401-03-424-0505</p>
<p>An. Yayasan Pena Dunia</p>
<p>Bank Muamalat Serang  908-599-9799</p>
<p>An. Asih Purwaningtyas C. cq Rumah Dunia</p>
<p>Bank Mandiri Serang  155-00-021-46903</p>
<p>An. Asih Purwaningtyas C.</p>
<p>Kami berharap jalan yang hendak ditempuh ini barakah untuk semua, dimudahkan dan diridlai Allah SWT.</p>
<p>Wass</p>
<p>Gol A Gong – Tias Tatanka</p>
<p><a href="http://www.rumahdunia.net/">www.rumahdunia.net</a></p>
<p><a href="http://www.rumahdunia.com/">www.rumahdunia.com</a></p>
<p><a href="http://www.tokorumahdunia.com/">www.tokorumahdunia.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2011/01/04/backpacker-surprise-untuk-tanah-rumah-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

