GELANGGANG REMAJA RUMAH DUNIA

Saat saya SMA, saya terkesan dengan Taman Ismail Marzuki (TIM), Gelanggang Remaja Bulungan (GRB) Jakarta, dan Gelanggang Remaja Merdeka (GRM) Bandung. Anak-anak remaja difasilitasi; antara olahraga dan seni. Ini sejalan dengan ungkapan “mens sana in corpore sano”, kalimat sakti pujangga Romawi, Decimus Iunius Iuvenalis, yang ditafsirkan “di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat”. Saya ingin antara olahraga dan seni berdampingan. Para olahragawan memiliki cita rasa seni atau para seniman tubuhnya sehat. lanjutkan membaca »

TBM KOSALA LIBRARY, DITUTUP

Di saat Pemerintah Provinsi Banten membagi-bagikan dana hibah sebesar Rp 340 miliar kepada sekira 220 lembaga seperti orgmas, LSM, dan lainnya. Di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, sebuah taman bacaan masyarakat (TBM) bernama TBM Kosala Library terpaksa harus tutup, karena ketidakmampuan membayar sewa rumah berdurasi setahun sebesar 4,5 juta yang diminta oleh pemilik rumah. Sangat ironis, padahal keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Lalu di mana peran pemerintah daerahnya? Bagaimana sekarang kondisi TBM Kosala Library?
Sejak Idul Fitri 1432 H, TBM Kosala Library yang beralamat di Kampung Cipanas, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, resmi tidak memiliki sekretariat. Secara otomatis kegiatan rutin TBM pun terhenti.  Ketua TBM Kosala Library, Ahmad Arif mengatakan, seusai Lebaran semua buku dan barang lainnya dititipkan ke tempat tinggal orangtuanya di Kampung Hamberang, Desa Luhur Jaya, Kecamatan Cipanas. “Sesuai perjanjian setelah Lebaran, maka semua barang-barangnya kami angkut ke rumah orangtua saya. Untuk kegiatan terpaksa tidak berjalan karena belum ada sekretariatnya,” kata Arif.
Upaya ingin kembali memiliki sekretariat akhirnya kesampaian, setelah pengelola diusulkan untuk menempati rumah dinas perhutanan dan perkebunan (Dishutbun) di jalan raya Rangkasbitung-Bogor kilometer 33, persisnya di Kampung Gajrug, Desa Bintangresmi, Kecamatan Cipanas. Izin menempati rumah dinas Dishutbun langsung atas rekomendasi Camat Cipanas Sukandi Mangkualam, setelah sebelumnya Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menghubunginya melalui telepon seluler.
Namun, bekas rumah dinas Dishutbun itu tidak bisa langsung ditempati karena kondisinya sangat memprihatinkan. Pantauan di lapangan, Selasa (20/9), tembok rumah sudah terlihat rapuh. Begitu pun plapon sudah tampak jebol dan daun jendela tanpa kaca. Belum lagi, bekas rumah Dishutbun itu belum ada aliran listrik dan sarana air bersih, sehingga pengelola TBM Kosala Library harus memperbaiki dan mengadakan pemasangan listrik dan air bersih. lanjutkan membaca »

PARA RELAWAN RUMAH DUNIA KE PERGURUAN TINGGI

Oleh Gol A Gong

Aku baru saja menerima SMS dari Tias – istriku, “Pah, Aeni harus bayar kuliah Rp. 3,7 juta ke Untirta Kamis (14 Juli) besok. Jadi, Aeni harus buka rekening BTN dengan uang itu, nanti ditransfer ke rekening BTN Untirta. Gimana? Kalo besok gak bayar dianggap mundur. Aku sudah bilang, dia harus bayar dengan honor menjaga TBM@Mal di Carrefour dan mulai menulis. Aini menyanggupi itu.”

JAGA TBM@MALL

Aku yang sedang menulis buku “Gempa Literasi: Think Big, Act Small, Move Fast” terinterupsi. Aku menulis jawaban, bahwa talangin dulu saja dari tabungan kami, tapi saat mengirim, pending. Pulsa habis. Tak lama, Tias menelepon. Aku langsung instruksikan agar segera mengambil uang di ATM dan membayar kuliah Aeni. Jika urusan sekolah, aku selalu teringat pesan Bapak dan Emak, “Bantu orang yang ingin sekolah semampu kamu. Ajak teman-temanmu juga. Berdosa kita jika membiarkan mereka tak bersekolah atau kuliah, hanya gara-gara tak mampu membayar.”

Aeni sudah aktif di Rumah Dunia sejak awal. Dia adalah warga asli kampung Ciloang. Rumahnya persis di depan mulut jalan masuk ke Rumah Dunia. Kakak Aeni, Muhzen Den alias Muhamad Jaeni, yang juga sudah ikut dengan kami sejak awal, sudah lulus S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra FKIP Untirta Banten, Mei lalu. Aeni pernah menginspirasi kami menulis novel “Lukisan Aini” (2008). Dari royalty novel itu, kami bisa membantu Aeni meneruskan sekolah ke SMA. Kini Aeni lolos test ke Untirta Banten, mengikuti jejak kakaknya, Muhzen Den.

Ada dua lagi relawan Rumah Dunia yang masuk ke Untirta Banten, yaitu Abdul Salam HS dan Siti Sahauni. Mereka gagal masuk lewat test SNMPTN, tapi saat ini sedang mengambil jalur UMM. Biaya perorangnya Rp. 5,7 jt. Keduanya mengambil jurusan yang sama, yaitu Pendidikan Bahasa dan Sastra. Abdul Salam HS sebetulnya cukup berprestasi di dunia tulis-menulis. Salam satu-satunya pelajar SMA, yang essay dan puisinya menghiasi Koran lokal. Bahkan Salam lolos seleksi ke Pertemuan Penyair Nusantara 2011, pada 16 – 19 Juli mendatang di Palembang.

Ayah Salam  petani. Kakaknya, Rahmat Heldy HS, PJ. Sastra Rumah Dunia, yang sedang mengambil S2 di Untirta dan sudah jadi penulis level nasional, menyanggupi akan mencarikan biaya buat adiknya. Sedangkan Sahauni, ayahnya pengangguran dan ibunya membuka warung kecil-kecilan di teras rumah dan sesekali menerima panggilan mencuci.  Kedua relawan ini sudah bertekad meneruskan kuliah. Mereka menjaga TBM@Mal di Carrefour dan berharap dari honornya bisa membiayai kuliah. Dulu Siti Sahauni pernah pula menginspirasi kami menulis novel “Mimpi Sauni” (2005). Dari royalty novel itu, kami bisa membantu Sahauni meneruskan sekolah ke SMP.

HONOR MENULIS

Sejak minggu lalu, aku sudah mengingatkan Sahauni, Aeni, dan Salam untuk terus memaksimalkan kemampuan menulisnya. Honor dari menulis, jika konsisten, bisa membantu biaya pendidikan. Aku mulai mengaktifkan lagi kursus menulis essay di malam hari. Mereka memutuskan, kursus menulis essay pada Sabtu malam.  Mereka memilih mengisi malam Minggu bukan untuk wakuncar (waktu kunjung pacar) atau plesiran, tetapi belajar menulis. Salam sudah membuktikan, tulisan essay-nya di koran Banten Raya Post dihargai Rp. 75.000,- Aku juga menganjurkan mereka untuk bergabung lagi di Kelas Menulis Rumah Dunia angkatan ke-18, yang akan aktif pada Minggu kedua Agustus 2011.

Beberapa relawan Rumah Dunia sudah membuktikan, bahwa honorarium menulis berhasil membantu biaya pendidikan mereka. Ibnu Adam Aviciena, Rimba Alangalang, Langlang Randhawa, Endang Rukmana, Lanang Sejagat, Aji Setiakarya, dan Muhzen Den. Tapi, jika ada pembaca yang ingin bergabung di program beasiswa pendidikan Rumah Dunia, silakan. Ini terbuka sejak dulu. Setiap ada anak-anak yang aktif di Rumah Dunia butuh support dana, Tias selalu mengirimkan SMS, mengajak yang lain ikut berpartisipasi. Jika kebaikan dilakukan secara berjamaah, indah sekali.

Sekarang pun sudah ada dua orang yang merespon, yaitu Boyke Pribadi Rp. 500.000,- dan teman-teman Siska Leonita di XL Rp. 400 ribu. Segerakan, jangan sungkan, jika ingin bergabung. Confirm ke Tias Tatanka di 081906311007 atau bisa langsung transfer ke:

BRI Serang 008-401-03-424-0505

An. Yayasan Pena Dunia

(Rumah Dunia lini sosial Yayasan Pena Dunia)

BCA Serang   245-188-5733

An. Asih Purwaningtyas C.

Bank Muamalat Serang  908-599-9799

An. Asih Purwaningtyas C. cq Rumah Dunia

Bank Mandiri Serang  155-00-021-46903

An. Asih Purwaningtyas C.

Terima kasih atas waktunya membaca tulisan saya ini.Mohon maaf, jika mengganggu kenysamanan. Semoga Allah SWT melimpahkan rezeki dan nikmat kepada kita semua. Amin. Insya Allah. (*)

DUNIA IKAN DAN NELAYAN ALA GOL A GONG

Oleh Jang RuDun
Meminjam kalimat sakti Julius Cesar, “Roma dibangun tidak dalam semalam”, maka Rumah Dunia, pusat belajar yang dibangun Gol A Gong, Tias Tatanka, Toto ST Radik, Firman Venayaksa, Ibnu Adam Aviciena, Muhzen Den, Langlang Randhawa dan para relawan lainnya,  juga tidak dalam satu malam. lanjutkan membaca »

BANJIR BANDANG PENULIS NASIONAL DI “HARI KEBANGKITAN BUKU #4″

Oleh Gol A Gong

SERANG–Setiap bulan Mei, Taman Bacaan Masyarakat “Rumah Dunia” di Provinsi Banten selalu menggelorakan gempa literasi bertajuk “Hari Kebangkitan Buku”. Ini sudah dilakukan sejak 2009. Berarti sudah yang ke-4 kegiatan tersebut berlangsung. Penamaan kegiatan ini terinspirasi dari 2 peristiwa di bulan Mei; yaitu “Hari Buku Nasional” pada 17 Mei dan “Hari Kebangkitan Nasional” pada 20 Mei, maka jadilah “Hari Kebangkitan Buku” yang menggabungkan spirit itu. Pada 2010, kegiatan ini diboyong ke “Pesta Buku Jakarta” di Istora Senayan, Jakarta. Rumah Dunia memamerkan kesenian rampak beduk dan peluncuran 6 buku (bundel Balada Si Roy, Banten Bangkit, Melihat Tanpa Mata, Gadis Bukan Perawan, Tamasya ke Masjid, Gilalova #1).

Pada 2011 ini, kami memanfaatkan situasi “darurat”, yaitu penggalangan dana untuk pembebasan tanah Rumah Dunia seluas 1873 m2. Total uang yang harus kami sediakan sekitar Rp. 370 juta. Pembayaran pertama sebesar Rp. 70 juta sudah kami bayarkan pada januari 2011. Kini pembayaran kedua di depan mata, pada 1 Agustus 2011 sejumlah Rp. 150 juta. Kami baru ada Rp. 75 juta. Kelak, di tanah Rumah Dunia ini akan dibangun gedung kesenian, perpustakaan, sekretariat bersama bagi para penulis, warung jajanan bagi masyarakat, WC umum, dan play ground. Info bisa dilihat di www.rumahdunia.com dan www.rumahdunia.net.

Oleh karena itu, kami meluncurkan kegiatan “Banjir Bandang Penulis Nasional di Hari Kebangkitan Buku #4” di Rumah Dunia, 8 Mei, pukul 08:00 – 17:00 WIB. Kegiatannya berupa lomba mewarnai anak-anak (tingkat TK & PAUD), pertunjukkan seni (musikalisasi puisi, dan pentas monolog dari komunitas teater Kopi Hitam Jakarta) dan band Fleksibel, serta pelatihan menulis (cerpen, puisi, dan skenario). Selain itu juga, ada bazaar buku murah terbita Gong Publishing dan penerbit naisonal lainnya. Pembicara yang akan hadir memberikan pelatihan menulis dari para penulis nasional yang mempunyai kualitas nasional juga. Mulai dari Pipit Senja, Gol A Gong, Lupus CS (Hilman Hariwijaya, Boim Lebon, Gusur Adhikarya), Fahri Asiza, penulis yang tergabung di group “Diskusi.Fiksi.MembacaFiksi.” (Universal Nikko+mayokOaikO) dan majalah teenlit Story; Donatus Nugroho, Reni Teratai Air, Putra Gara, dan Mayoko Aiko. “Kami siap support Rumah Dunia,” kata Donatus Nugroho, penulis kawakan yang terkenal dengan cerpen-cerpen populernya yang romantis dan menarik. Penulis Rumah Dunia seperti Toto ST Radik, Tias Tatanka, Langlang Randhawa, Rahmat Heldy HS, dan Hilal Ahmad juga meramaikan.

Untuk bazaar buku murah, Penerbit Balai Pustaka akan menghibahkan bukunya pada Rumah Dunia. Nanti buku-buku itu akan dijual murah kepada masyarakat. “Uangnya untuk pembebasan tanah Rumah Dunia,” ujar Ibnu Adam Aviciena, Presiden ketiga Rumah Dunia. Penerbit Gagas Media juga akan ikut bazaar. “Kami siap datang. Selain menyumbang buku, juga ikut bazaar,” Hikmat Kurnia, boss Gagas Media menegaskan.

Siapa saja boleh mengikuti kegiatan ini. Tiap peserta dimintai sumbangannya sebesar Rp. 50.000,-. Peserta akan mendapat sebuah buku novel karya mereka. Dengan Rp. 50 ribu mendapatkan 3 ilmu (menulis novel, puisi, dan scenario).  Dapat pahala juga karena sudah menyumbang dan dapat ilmu yang bermanfaat. Sekali dayung dari Banten, mengarungi samudara nan luas bernama nusantara. Setiap peserta juga akan mnedapatkan bonus dari majalah teenlit Story dan tabloid Gaul, yang mendukung acara ini. Pokoknya, tidak rugi dijamin happy.

Ayo, serbu Rumah Dunia. Para orangtua bisa mengasuh anaknya di lomba mewarnai sambil ikut pelatihan menulis (cerpen, puisi, dan scenario). Hal lainnya, berkenalan dengan para penulis nasional. Kapan lagi? Ayo! Jika dari luar kota, bisa menginap di rumah penduduk. Biaya Rp. 25.000,-/malam, sudah termasuk mandi. Ditunggu kedatangannya. (*)

Didukung oleh: Forum Taman Bacaan Masyarakat, Antara News, Balai Pustaka, Aneka Swalayan, Banten Raya Post, Kompas.com, Radar Banten, Tabloid Gaul, Gagas Media, majalah Teenlit Story, Baraya TV

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Full Story | July 18th, 2010