Oleh Gol A Gong
Aku baru saja menerima SMS dari Tias – istriku, “Pah, Aeni harus bayar kuliah Rp. 3,7 juta ke Untirta Kamis (14 Juli) besok. Jadi, Aeni harus buka rekening BTN dengan uang itu, nanti ditransfer ke rekening BTN Untirta. Gimana? Kalo besok gak bayar dianggap mundur. Aku sudah bilang, dia harus bayar dengan honor menjaga TBM@Mal di Carrefour dan mulai menulis. Aini menyanggupi itu.”
JAGA TBM@MALL
Aku yang sedang menulis buku “Gempa Literasi: Think Big, Act Small, Move Fast” terinterupsi. Aku menulis jawaban, bahwa talangin dulu saja dari tabungan kami, tapi saat mengirim, pending. Pulsa habis. Tak lama, Tias menelepon. Aku langsung instruksikan agar segera mengambil uang di ATM dan membayar kuliah Aeni. Jika urusan sekolah, aku selalu teringat pesan Bapak dan Emak, “Bantu orang yang ingin sekolah semampu kamu. Ajak teman-temanmu juga. Berdosa kita jika membiarkan mereka tak bersekolah atau kuliah, hanya gara-gara tak mampu membayar.”
Aeni sudah aktif di Rumah Dunia sejak awal. Dia adalah warga asli kampung Ciloang. Rumahnya persis di depan mulut jalan masuk ke Rumah Dunia. Kakak Aeni, Muhzen Den alias Muhamad Jaeni, yang juga sudah ikut dengan kami sejak awal, sudah lulus S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra FKIP Untirta Banten, Mei lalu. Aeni pernah menginspirasi kami menulis novel “Lukisan Aini” (2008). Dari royalty novel itu, kami bisa membantu Aeni meneruskan sekolah ke SMA. Kini Aeni lolos test ke Untirta Banten, mengikuti jejak kakaknya, Muhzen Den.
Ada dua lagi relawan Rumah Dunia yang masuk ke Untirta Banten, yaitu Abdul Salam HS dan Siti Sahauni. Mereka gagal masuk lewat test SNMPTN, tapi saat ini sedang mengambil jalur UMM. Biaya perorangnya Rp. 5,7 jt. Keduanya mengambil jurusan yang sama, yaitu Pendidikan Bahasa dan Sastra. Abdul Salam HS sebetulnya cukup berprestasi di dunia tulis-menulis. Salam satu-satunya pelajar SMA, yang essay dan puisinya menghiasi Koran lokal. Bahkan Salam lolos seleksi ke Pertemuan Penyair Nusantara 2011, pada 16 – 19 Juli mendatang di Palembang.
Ayah Salam petani. Kakaknya, Rahmat Heldy HS, PJ. Sastra Rumah Dunia, yang sedang mengambil S2 di Untirta dan sudah jadi penulis level nasional, menyanggupi akan mencarikan biaya buat adiknya. Sedangkan Sahauni, ayahnya pengangguran dan ibunya membuka warung kecil-kecilan di teras rumah dan sesekali menerima panggilan mencuci. Kedua relawan ini sudah bertekad meneruskan kuliah. Mereka menjaga TBM@Mal di Carrefour dan berharap dari honornya bisa membiayai kuliah. Dulu Siti Sahauni pernah pula menginspirasi kami menulis novel “Mimpi Sauni” (2005). Dari royalty novel itu, kami bisa membantu Sahauni meneruskan sekolah ke SMP.
HONOR MENULIS
Sejak minggu lalu, aku sudah mengingatkan Sahauni, Aeni, dan Salam untuk terus memaksimalkan kemampuan menulisnya. Honor dari menulis, jika konsisten, bisa membantu biaya pendidikan. Aku mulai mengaktifkan lagi kursus menulis essay di malam hari. Mereka memutuskan, kursus menulis essay pada Sabtu malam. Mereka memilih mengisi malam Minggu bukan untuk wakuncar (waktu kunjung pacar) atau plesiran, tetapi belajar menulis. Salam sudah membuktikan, tulisan essay-nya di koran Banten Raya Post dihargai Rp. 75.000,- Aku juga menganjurkan mereka untuk bergabung lagi di Kelas Menulis Rumah Dunia angkatan ke-18, yang akan aktif pada Minggu kedua Agustus 2011.
Beberapa relawan Rumah Dunia sudah membuktikan, bahwa honorarium menulis berhasil membantu biaya pendidikan mereka. Ibnu Adam Aviciena, Rimba Alangalang, Langlang Randhawa, Endang Rukmana, Lanang Sejagat, Aji Setiakarya, dan Muhzen Den. Tapi, jika ada pembaca yang ingin bergabung di program beasiswa pendidikan Rumah Dunia, silakan. Ini terbuka sejak dulu. Setiap ada anak-anak yang aktif di Rumah Dunia butuh support dana, Tias selalu mengirimkan SMS, mengajak yang lain ikut berpartisipasi. Jika kebaikan dilakukan secara berjamaah, indah sekali.
Sekarang pun sudah ada dua orang yang merespon, yaitu Boyke Pribadi Rp. 500.000,- dan teman-teman Siska Leonita di XL Rp. 400 ribu. Segerakan, jangan sungkan, jika ingin bergabung. Confirm ke Tias Tatanka di 081906311007 atau bisa langsung transfer ke:
BRI Serang 008-401-03-424-0505
An. Yayasan Pena Dunia
(Rumah Dunia lini sosial Yayasan Pena Dunia)
BCA Serang 245-188-5733
An. Asih Purwaningtyas C.
Bank Muamalat Serang 908-599-9799
An. Asih Purwaningtyas C. cq Rumah Dunia
Bank Mandiri Serang 155-00-021-46903
An. Asih Purwaningtyas C.
Terima kasih atas waktunya membaca tulisan saya ini.Mohon maaf, jika mengganggu kenysamanan. Semoga Allah SWT melimpahkan rezeki dan nikmat kepada kita semua. Amin. Insya Allah. (*)