PUISI-PUISI BUDHI SETYAWAN
langlang | Puisi | April 18th, 2010 | 2 Comments »
Yang Merawat Senyumku
: anak anakku
pada wajahmu ada sabana yang menjadi tempatku bercermin, menakar jejak kisah dan arah langkah. kudapati riuh wajahku, sendiri, menanyakan bayang. sungai kecil dengan air jernih sejuk mengalirkan gurat silsilah, sering aku bermain main disitu bercanda dengan musim. ketika sepoi kamar, masa silam dan masa depan sering berpapasan, kadang bertukar mimpi dan berbagi pengalaman. aku jadi ingat pagi di kampung, dedaun di kebun yang menjadi taman bagi capung, selalu ada rindu tertampung. di depanmu letih semacam pengecut yang lari terbirit, lalu lenyap tanpa menjerit. usahlah rintih menantang perih dan repih karena kecut rasa telah disapih.
***
Goresan Hujan
ini hujan
begitu gemar membangunkan kenangan
yang telah nyenyak rebah tiduran
di kamar kamar zaman
ini hujan
begitu rajin menyuburkan impian
yang tertanam begitu dalam
di taman taman bayangan
ini hujan
begitu tekun melukiskan kesepian
yang duduk termenung temaram
di kanvas kanvas rintihan
***
Surat Pendek Kepada Ibu
ibukota ini telah mencuriku, ketika aku baru saja meraut metafora bunyi. dan aku lama limbung lena dalam riuh pestanya. sementara dadaku kian geronggang nganga. menjejak senja yang purba. kekeringan adalah mata mata yang lihai mengaduk irama. menyisakan nanar yang ketika. aku ingin kembali padamu, dan menyusu lembut pada doamu.
***
Budhi Setyawan, lahir di Purworejo, Jawa Tengah, 9 Agustus 1969. Beberapa tulisannya dimuat di Tribun Kaltim, Republika, Jurnal Nasional, Sinar Harapan, Seputar Indonesia, Radar Bandung, Radar Banjarmasin, Radar Tasikmalaya, Majalah GONG, Majalah STORY, Jurnal The Sandour, Bulletin Littera, Bulletin Cangkir, Buletin Hysteria, Tabloid Apakabar (Hongkong), kompas.com, dll. Juga menulis puisi dalam bahasa jawa (geguritan) dimuat di majalah Damarjati, Panjebar Semangat, Jayabaya. Puisinya ada dalam antologi bersama: Kemayaan dan Kenyataan (Fordisastra, 2007), Pedas Lada Pasir Kuarsa (Temu Sastrawan Indonesia II Pangkalpinang, 2009), Kakilangit Kesumba (Purworejo, 2009), Antologi Penyair Nusantara: Musibah Gempa Padang (Kuala Lumpur, 2009). Buku antologi puisi tunggalnya: Kepak Sayap Jiwa (2006), Penyadaran (2006), Sukma Silam (2007). Sekarang aktif di kegiatan bulanan Sastra Reboan di Bulungan, Jakarta Selatan. blog: www.budhisetyawan.wordpress.com email: budhisetya69@yahoo.com
***
REDAKSI menerima kiriman puisi 5-6 judul disertai biodata, alamat, foto diri, dan nomor rekening bank dalam satu file attachment ke puisi@rumahdunia.com. Puisi yang dimuat akan diberi honorarium sebesar Rp. 50.000,- per-edisi.




