SEGERA “TEMBANG KAMPUNG HALAMAN” KARYA GOL A GONG

Nantikan di bulan Februari 2010, cerita bersambung “Tembang Kampung Halaman”  karya Gol A Gong – dulu Gola Gong. Cerita ini pernah dimuat di majalah HAI  tahun 1990-an dan diterbitkan jadi buku mungil oleh Gramedia. Menceritakan anak-anak kampung dari kampung yang agraris di wilayah pesisir utara, lalu mengalami perubahan sosial.  Mimpi-mimpi dilontarkan setinggi bintang dan ada yang berhasil menjangkau, tapi ada yang terhempas.

Kata Gong, ‘Ini tentang sisi kelabu manusia! Tunggu saja!” Sekarang Gol A Gong sedang menulis novel anak-anak dibantu Tias Tatanka, istrinya. “Bahkan dalam penulisanya, saya dibantu para relawan Rumah Dunia!” terang Gong. “Makl;um, tangan saya sering kesemutan, mesti dibantuin!”

*) Foto: Gol A Gong (dulu penulisanya Gola Gong) berfoto bersama saat launching buku ‘The Journey” di stand Salamadi

SENJA DI SELAT SUNDA [25]

Oleh Gol A Gong

Aku mengucap syukur dalam hati. Pertolongan pun akhirnya datang. Lelaki Baduy ini seperti sudah paham apa yang terjadi. Dia menyuruh kami untuk berkemas. Kami mengikutinya menuruni bukit dan menyeberangi sungai kecil. Beberapa kali kami naik-turun bukit, lalu sampai ke panamping Kadu Keter. Kampung ini adalah pos terakhir jika kita masuk lewat pintu utara. lanjutkan membaca »

SENJA DI SELAT SUNDA [24]

Gong [ki], Aris Buntarman, Zara [ka]

Oleh Gol A Gong

Jubah-jubah hitam sekarang berkepak-kepak menutupi bumi. Semua orang kini, selain pada Tuhan, menggantungkan hidupnya pada nyala senter. lanjutkan membaca »

SENJA DI SELAT SUNDA [23]

Oleh Gol A Gong

Eri dan Yanto langsung membongkar ranselnya. Barang-barang mereka disebar pada ransel yang lain. Lalu ranselku dijejalkan ke ransel Eri. Aku berharap nanti bisa melanjutkan perjalanan lagi dengan lenggang kangkung. lanjutkan membaca »

SENJA DI SELAT SUNDA [22]

Anak Matahari-GGOleh Gol A Gong

Persis tengah hari kami sampai di Cikeusik. Yang paling menarik, sebelum memasuki tangtu, di setiap utara kampung selalu ada leuit. Pada tiang-tiangnya dibuat lempengan papan seperti piring. Gunanya untuk mencegah tikus nakal naik ke lumbung. lanjutkan membaca »

advert

Tags Kata

Gonjlengan

MENGOPTIMALKAN POTENSI TAMAN BACAAN MASYARAKAT

Oleh Gol A Gong
Beberapa kali saya kedatangan tamu yang selalu minta diajari membuat proposal pembuatan taman bacaan masyarakat. Mereka adalah para mahasiswa. Mereka menduga, bahwa saya mendirikan taman bacaan masyarakat bernama Rumah Dunia dengan membuat proposal. Saya katakan kepada mereka, bahwa Rumah Dunia tidak dibangun dengan proposal, tapi dengan kata-kata. Juga Rumah Dunia tidak dibangun [...]

Full Story | February 21st, 2010

Banten Kuliner

MAKANAN TRADISIONAL SERABI GURIH DAN ALAMI

SERABI GURIH DAN ALAMI

Oleh: Rama
Di pinggir jalan Bayangkara Sumampir Cilegon, atau tepatnya di depan Lapangan Bola Sumampir,

Full Story | February 8th, 2010

advert

Wisata Banten

PEMANDIAN CIPANAS SEHAT DAN SEGAR

LEBAK – Selain mimpi jadi kota pelajar, Lebak yang belum lama berusia 181 tahun ini juga rupanya menyimpan banyak keindahan alam. Saya belum lama ini sempat coba-coba menelisik, mengunjungi dan menikmati bahkan tadinya ingin menjamah semua tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Lebak, baru sebagian saja sih, mengingat beberapa tujuan wisata masih cukup jauh dan [...]

Full Story | December 27th, 2009

advert

Cerpen

BABI NGEPET BUKU

Cerpen Langlang Randhawa*
Alkisah, Banten punya taman budaya yang megah. Gedung berlantai lima yang berdiri di atas tanah bekas gedung kegubernuran Banten itu ramai dengan diskusi mengalahkan hiruk-pikuk mall-mall. Selain berada di jantung kota dan mewah, fasilitasnya pun mengalahkan Gedung Putih Amerika; kenyamanan, keamanan, pelayanan, dan kebersihan sangatlah terjaga dan tertata. [...]

Full Story | March 9th, 2010

Novel

SEGERA “TEMBANG KAMPUNG HALAMAN” KARYA GOL A GONG

Nantikan di bulan Februari 2010, cerita bersambung “Tembang Kampung Halaman”  karya Gol A Gong – dulu Gola Gong. Cerita ini pernah dimuat di majalah HAI  tahun 1990-an dan diterbitkan jadi buku mungil oleh Gramedia. Menceritakan anak-anak kampung dari kampung yang agraris di wilayah pesisir utara, lalu mengalami perubahan sosial.  Mimpi-mimpi dilontarkan setinggi bintang dan ada [...]

Full Story | January 21st, 2010

Puisi

PUISI-PUISI DEA ANUGRAH

KEPADA PISAU

airmatamu mengalir
sampai jauh
pelan pelan menghampir kesunyianku.
***

BLUES BUAT PEREMPUAN R
di kotaku. di kotaku yang jauh ini
selalu kutemukan kilau senyummu
pada lampu lampu jalan, pada bau malam yang khas
juga pada dingin angin pelabuhan.
padahal hidup
hanya menunda kekalahan
seperti payung
yang perlahan lahan sobek
dikoyak moyak angin kencang jelek.
di kotaku.
di kotaku yang jauh ini
aku selalu mengingat senyummu
meski hidup hanya serupa
payung [...]

Full Story | March 9th, 2010