Gola Gong | Novel | January 21st, 2010 | No Comments »
Nantikan di bulan Februari 2010, cerita bersambung “Tembang Kampung Halaman” karya Gol A Gong – dulu Gola Gong. Cerita ini pernah dimuat di majalah HAI tahun 1990-an dan diterbitkan jadi buku mungil oleh Gramedia. Menceritakan anak-anak kampung dari kampung yang agraris di wilayah pesisir utara, lalu mengalami perubahan sosial. Mimpi-mimpi dilontarkan setinggi bintang dan ada yang berhasil menjangkau, tapi ada yang terhempas.
Kata Gong, ‘Ini tentang sisi kelabu manusia! Tunggu saja!” Sekarang Gol A Gong sedang menulis novel anak-anak dibantu Tias Tatanka, istrinya. “Bahkan dalam penulisanya, saya dibantu para relawan Rumah Dunia!” terang Gong. “Makl;um, tangan saya sering kesemutan, mesti dibantuin!”
*) Foto: Gol A Gong (dulu penulisanya Gola Gong) berfoto bersama saat launching buku ‘The Journey” di stand Salamadi
Gola Gong | Novel | January 7th, 2010 | No Comments »
Oleh Gol A Gong
Aku mengucap syukur dalam hati. Pertolongan pun akhirnya datang. Lelaki Baduy ini seperti sudah paham apa yang terjadi. Dia menyuruh kami untuk berkemas. Kami mengikutinya menuruni bukit dan menyeberangi sungai kecil. Beberapa kali kami naik-turun bukit, lalu sampai ke panamping Kadu Keter. Kampung ini adalah pos terakhir jika kita masuk lewat pintu utara. lanjutkan membaca »
Gola Gong | Novel | January 4th, 2010 | No Comments »
Oleh Gol A Gong
Jubah-jubah hitam sekarang berkepak-kepak menutupi bumi. Semua orang kini, selain pada Tuhan, menggantungkan hidupnya pada nyala senter. lanjutkan membaca »
Gola Gong | Novel | January 3rd, 2010 | No Comments »
Oleh Gol A Gong
Eri dan Yanto langsung membongkar ranselnya. Barang-barang mereka disebar pada ransel yang lain. Lalu ranselku dijejalkan ke ransel Eri. Aku berharap nanti bisa melanjutkan perjalanan lagi dengan lenggang kangkung. lanjutkan membaca »
Gola Gong | Novel | January 2nd, 2010 | No Comments »
Oleh Gol A Gong
Persis tengah hari kami sampai di Cikeusik. Yang paling menarik, sebelum memasuki tangtu, di setiap utara kampung selalu ada leuit. Pada tiang-tiangnya dibuat lempengan papan seperti piring. Gunanya untuk mencegah tikus nakal naik ke lumbung. lanjutkan membaca »