<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Dunia Gol A Gong Banten Baca Buku Taman Bacaan Perpustakaan &#187; Masjidku</title>
	<atom:link href="http://rumahdunia.com/isi/category/mesjid/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahdunia.com/isi</link>
	<description>Rumah Dunia,Banten,buku,taman,bacaan,taman bacaan,Gol A Gong,majalah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 13:56:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>MASJID AGUNG KOTA SERANG: PUSAT KEAGAMAAN WARGA SERANG</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/15/masjid-agung-kota-serang-pusat-keagamaan-warga-serang/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/15/masjid-agung-kota-serang-pusat-keagamaan-warga-serang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 12:21:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masjidku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2872</guid>
		<description><![CDATA[PUSAT KEAGAMAAN WARGA SERANG Masjid Agung Serang yang terletak di Jl. Veteran 43 Kota Serang, adalah masjid sentral bagi kegiatan keagamaan warga Kota Serang. Berbagai kegiatan yang bersifat membangun kesadaran rohani, wawasan dan intelektualitas islam seperti diskusi kerap diadakan di masjid ini. Setiap harinya masjid ini pun selalu dikunjungi oleh warga sekitar dan warga luar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PUSAT KEAGAMAAN WARGA SERANG</p>
<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/ds.jpg"><img class="size-medium wp-image-2873 alignleft" title="ds" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/ds-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Masjid Agung Serang yang terletak di Jl. Veteran 43 Kota Serang, adalah masjid sentral bagi kegiatan keagamaan warga Kota Serang. Berbagai kegiatan yang bersifat membangun kesadaran rohani, wawasan dan intelektualitas islam seperti diskusi kerap diadakan di masjid ini. Setiap harinya masjid ini pun selalu dikunjungi oleh warga sekitar dan warga luar Serang untuk menunaikan kewajiban sholat fardhu. <span id="more-2872"></span>Sementara untuk Hari Jum’at, selain dipadati para jemaah sholat jum’at, area masjid ini juga berubah menjadi pasar kaget. Para pedagang kakilima menjajakan berbagai barang-barang murah meriah, dari mulai perlengkapan sholat dan barang-barang umum.</p>
<p>Masjid yang didirikan pada masa kepemimpinan Bupati Serang R.T. Condronegoro (1849-1870) ini juga memiliki berbagi fasilitas lain, seperti perpustakaan, gedung serbaguna Islamic Center dan pusat pengobatan murah. Dijelaskan Roni Chaeroni, humas Masjid Agung Serang, ini adalah upaya agar keberadaan Masjid Agung Serang dapat bermanfaat tidak sebatas bagi kebutuhan fasilitas ibadah ritual, tapi menjangkau aspek yang lebih luas lagi.</p>
<p>“Untuk pemiliharaannya Masjid Agung Serang memiliki total karyawan sebanyak empat puluh orang yang bertugas mengurusi kebersihan, keamanan dan tugas-tugas lainnya,” terangnya.</p>
<p>Masjid atap tumpak tiga yang sempat dibongkar dan dibangun ulang pada tahun 1990 dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat R. Nuriana pada tahun 1994 ini beberapa struktur bangunannya meniru Masjid Agung Banten. Seperti pada beberapa umpak Masjid Agung Serang yang mirip dengan umpak di Masjid Agung Banten.</p>
<p>Ditambahkan Roni, Masjid Agung yang memiliki sebuah menara ini memiliki lahan seluas 2,6 hektar, namun lahan sekitar 1 hektar masih ditempati oleh penduduk sekitar. “Rencananya lahan tersebut akan dibangun untuk menambah luas Masjid Agung, namun kapan waktunya belum dapat dipastikan, karena segala persiapan kearah sana belum ada,” tuturnya.[<strong>RG</strong>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/15/masjid-agung-kota-serang-pusat-keagamaan-warga-serang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Jami Al-Hidayah: ADA RUANG KHUSUS MAJELIS TA’LIM</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/31/masjid-jami-al-hidayahada-ruang-khusus-majelis-ta%e2%80%99lim/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/31/masjid-jami-al-hidayahada-ruang-khusus-majelis-ta%e2%80%99lim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 18:35:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masjidku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/2009/12/31/masjid-jami-al-hidayahada-ruang-khusus-majelis-ta%e2%80%99lim/</guid>
		<description><![CDATA[ADA RUANG KHUSUS MAJLIS TALIM Masjid Jami AL-Hidayah yang terletak di Kampung Sambi Growong Kelurahan Sukawana, Serang ini terlihat cantik. Pantas jika Masjid ini menjadi masjid kebanggan warga Sambi Gerowong. Setiap ada acara keagaman pastilah masjid ini yang menjadi tempat pelaksanaannya. Karena Masjid Jami AL Hidayah inilah satu-satu tempat bagi pelaksanaan berbagai acara keagamaan, maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><img class="size-full wp-image-2524         alignleft" title="SYI" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/12/SYI.jpg" alt="SYI" width="400" height="300" />ADA RUANG KHUSUS MAJLIS TALIM</p>
<p style="text-align: left;">Masjid Jami AL-Hidayah yang terletak di Kampung Sambi Growong Kelurahan Sukawana, Serang ini terlihat cantik. <span id="more-2525"></span>Pantas jika Masjid ini menjadi masjid kebanggan warga Sambi Gerowong. Setiap ada acara keagaman pastilah masjid ini yang menjadi tempat pelaksanaannya. Karena Masjid Jami AL Hidayah inilah satu-satu tempat bagi pelaksanaan berbagai acara keagamaan, maka masjid ini pun menyediakan ruangan di lantai atas, persis di atas ruangan wudhu, sebagai tempat khusus kegiatan Majelis Ta’lim. Ruangan berukuran 5X8 ini dibangun untuk mendukung terciptanya suasana khusu saat pembelajaran di mejelis ta’lim berlangsung.</p>
<p style="text-align: left;">Dijelaskan H. Syamsudin. M.S (57), ruangan tersebut sampai saat ini hanya diisi dengan kegiatan mejelis ta’lim bapak-bapak pada setiap malam Sabtu. “Sebetulnya ruangan itu sejak semula dibangun bukan sekedar untuk acara pengajin bapak-bapak, tapi juga umum. Namun, karena jumlah pemuda di Kp. Sambi Growong ini cukup banyak sedangkan ruang khusus majelis ta’lim tersebut ukurannya tak seberapa besar, maka kegiatan pengajian pemuda dilakukan di teras masjid,” tutur H. Syamsudin yang sehari-harinya bertugas sebagai guru ngaji bagi seluruh warga Sambi Growong ini.</p>
<p style="text-align: left;">Ditambahkan H. Syamsudin, masjid Jami Al-Hidayah ini sudah berdiri sejak tahun 1935. Namun pada tahun 1997 masjid dengan luas lahan 500 meter persegi dan luas bangunan 18&#215;24 ini mengalami renovasi yang memakan waktu selama kurang lebih empat tahun. Dana pembangunan yang tak sedikit dikumpulkan warga dengan cara iuran yang sudah ditetapkan.</p>
<p style="text-align: left;">Untuk iuran yang sudah ditetapkan itu dibagi tiga kelas. Untuk warga yang digolongkan kelas satu wajib menyumbangkan uang sebesar satu juta, kelas dua tujuh ratus lima puluh ribu dan kelas tiga lima ratus ribu. “Namun untuk pembagian kelas tersebut tentu berdasarkan status ekonomi warga. Sementara untuk yang benar-benar tak mampu kami tak mewajibkan,” tuturnya.[RG]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/31/masjid-jami-al-hidayahada-ruang-khusus-majelis-ta%e2%80%99lim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Baitul Mu’min: SANTUNI LANSIA DAN FAKIR MISKIN</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/23/masjid-baitul-mu%e2%80%99min-santuni-lansia-dan-fakir-miskin/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/23/masjid-baitul-mu%e2%80%99min-santuni-lansia-dan-fakir-miskin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 03:12:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masjidku]]></category>
		<category><![CDATA[DKM]]></category>
		<category><![CDATA[Fakir]]></category>
		<category><![CDATA[Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[Miskin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/2009/12/23/masjid-baitul-mu%e2%80%99min-santuni-lansia-dan-fakir-miskin/</guid>
		<description><![CDATA[SANTUNI LANSIA DAN FAKIR MISKIN DKM merupakan kependekan dari “Dewan Kesejahteraan Masjid” dan ada pula yang mengatakan “Dewan Kemakmuran Masjid.” Singkatnya, DKMlah yang bertanggungjawab atas kemakmuran masjid dan masyarakat di sekitarnya. Namun disayangkan, peran DKM kebanyakan cenderung berkutat hanya pada persoalan ritualitas ibadah semata. Dan melupakan aspek sosial, yakni kesejahteraan masyarakat di sekitar masjid tersebut. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-2326 alignleft" title="MASJID" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/12/MASJID.jpg" alt="MASJID" width="400" height="300" />SANTUNI LANSIA DAN FAKIR MISKIN</p>
<p>DKM merupakan kependekan dari “Dewan Kesejahteraan Masjid” dan ada pula yang mengatakan “Dewan Kemakmuran Masjid.” <span id="more-2327"></span>Singkatnya, DKMlah yang bertanggungjawab atas kemakmuran masjid dan masyarakat di sekitarnya. Namun disayangkan, peran DKM kebanyakan cenderung berkutat hanya pada persoalan ritualitas ibadah semata. Dan melupakan aspek sosial, yakni kesejahteraan masyarakat di sekitar masjid tersebut.</p>
<p>Tentu ini bukan generalisasi yang dianggap shahih sepenuhnya. Di antara sekian DKM yang hanya mengurusi persoalan formalitas dan ritualitas, terdapat juga yang telah mencakup peran sosial. DKM Masjid Baitul Mu’min  salahsatunya.</p>
<p>Masjid Baitul Mu’min yang berada di Kp. Ciruas Pasar, Ds. Citerep, Kec. Ciruas, Kab. Serang, melalui DKM-nya sejak September 2007 lalu menggelar program Pos Daya. Program ini bertujuan mesehjahterakan warga yang bermukim di sekitar masjid, dengan ketentuan warga yang masuk dalam kategori fakir miskin dan lansia kurang mampu.</p>
<p>Dijelaskan KH. Amin Isro, Ketua DKM Masjid Baitul Mu’min, santunan yang diberikan berupa uang masing-masing senilai Rp. 50.000, yang diberikan kepada warga yang masuk kategori tersebut. “Melalui program ini, sebanyak 23 orang fakir miskin dan lansia yang sudah terbantu,” tutur ketua DKM yang juga sebagai Ketua MUI Kecamatan Ciruas ini.</p>
<p>Ditambahkan KH. Amin Isro, selain mengupayakan kesejahteraan masyarakat sekitar, DKM juga menfasilitasi kesehatan masyarakat. Untuk itu DKM Masjid Baitul Mu’min menjalin kerjasama dengan Puskesmas Kecamatan Ciruas, mengadakan senam untuk lansia di setiap hari Jum’at dan pengobatan gratis satu bulan sekali. “Melalui program-program ini, kami berharap peran DKM dalam mensejahterakan masyarakat dapat terwujud dengan baik. Dan semoga hal ini dapat menjadi inspirasi bagi DKM lainnya,” tukasnya. [Dading]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/23/masjid-baitul-mu%e2%80%99min-santuni-lansia-dan-fakir-miskin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Al-Ikhlas: Masjid Ala Timur Tengah</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/18/al-ikhlas-masjid-ala-timur-tengah/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/18/al-ikhlas-masjid-ala-timur-tengah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 12:05:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masjidku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2188</guid>
		<description><![CDATA[MASJID ALA TIMUR TENGAH Bagi sebagian orang, menunaikan shalat di masjid merupakan suatu keharusan. Selain nilai ibadahnya lebih tinggi dari shalat di rumah, juga bisa lebih khusyuk dengan cara shalat berjamaah. Apalagi jika dilaksanakan di masjid yang unik, bersih, terawat, memiliki nilai historis dan ikatan emosional dengan jamaahnya, tentu ritualitas ibadah akan lebih bermakna. Hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-2187 alignleft" title="sy1" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/12/sy1.jpg" alt="sy1" width="400" height="300" /></p>
<p>MASJID ALA TIMUR TENGAH</p>
<p>Bagi sebagian orang, menunaikan shalat di masjid merupakan suatu keharusan. <span id="more-2188"></span>Selain nilai ibadahnya lebih tinggi dari shalat di rumah, juga bisa lebih khusyuk dengan cara shalat berjamaah. Apalagi jika dilaksanakan di masjid yang unik, bersih, terawat, memiliki nilai historis dan ikatan emosional dengan jamaahnya, tentu ritualitas ibadah akan lebih bermakna.</p>
<p>Hal inilah yang coba ditawarkan Masjid Al-Ikhlas. Masjid yang terletak di Jalan KH. Abdul Fatah Hasan ini tak pernah sepi dari aktivitas ibadah meski bangunan fisiknya belum selesai seratus persen. Setiap waktu shalat tiba, warga Cijawa yang berada di sekitar masjid berduyun-duyun untuk melaksanakan shalat berjamaah. Hal ini berkat keteladan KH. Jaidi selaku iman masjid yang selalu tampil awal waktu. Sebelum adzan berkumandang, beliau sudah berada di dalam masjid menunggu warga untuk shalat berjamaah.</p>
<p>Pembangunan masjid ini memakan waktu yang cukup lama. Peletakan batu pertama dilakukan pada tahun 2000. Sampai sekarang, masjid ini masih dalam proses pembangunan. Panjangnya proses pembangun ini dikarenakan warga Cijawa sepakat untuk tidak meminta sumbangan di jalan-jalan. Pembangunannya diperkirakan baru mencapai sembilan puluh persen. Menurut ketua DKM masjid Al-Ikhlas H. M. Zen, budget yang sudah dikeluarkan untuk pembangunan mesjid ini mencapai dua milyar lebih. Meski demikian warga Cijawa masih bersemangat menyisihkan sebagian hartanya untuk pembangunan masjid Al-Ikhlas.</p>
<p>Biaya pembangunan masjid ini murni dari hasil swadaya masyarakat. Maka tak heran bila <em>sense of belonging</em> masyarakat terhadap masjid Al-Ikhlas sangat tinggi. Hal itu telihat dari kebiasaan warga yang lebih memilih shalat berjamaah di masjid daripada shalat munfarid di rumah masing-masing.</p>
<p>Bermula dari kerinduan kepada sang Khalik, beberapa ustadz Cijawa bermusyawarah untuk mendirikan sebuah masjid sebagai tempat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dari hasil musyawarah itu maka didirikanlah masjid Al-Ikhlas di atas tanah seluas 20 meter persegi. Tanah tersebut merupakan hasil pembebasan dari tiga bangunan rumah warga.</p>
<p>Yang menarik dari masjid Al-Ikhlas adalah arsitektur bangunannya yang unik. Beda dari bentuk bangunan masjid yang ada di kota Serang pada umumnya. Setelah ditelusuri, ternyata masjid Al-Ikhlas dirancang oleh seorang arsitek yang bekerja sebagai konsultan di PT Krakatau Steel. Rancang bangun masjid Al-Ikhlas tak ubahnya seperti bangunan-bangunan masjid yang ada di Timur Tengah. Unik, indah, dan eksotik. Karena Tuhan maha indah dan mencintai keindahan, masjid ini pun sangat kental dengan sentuhan estetis. [<strong>Ado</strong>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/18/al-ikhlas-masjid-ala-timur-tengah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MESJID NURUL HUDA CILOANG TANPA BANTUAN PEMERINTAH</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/07/mesjid-nurul-huda-ciloang-masjid-tanpa-bantuan-pemerintah/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/07/mesjid-nurul-huda-ciloang-masjid-tanpa-bantuan-pemerintah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 07:22:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masjidku]]></category>
		<category><![CDATA[Ciloang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=1974</guid>
		<description><![CDATA[MESJID TANPA BANTUAN PEMERINTAH Tiga Dzulqoidah 1409 atau 5 Juni 1989.  Catatan itu Tertulis dalam bahasa Arab  di sebuah gapura, pintu masuk Mesjid Nurul Huda yang terletak di Kampung Ciloang Kelurahan Sumur Pecung Kecamatan Serang Kota Serang Banten. Catatan ditulis dengan gaya kaligrafi itu bukan tanggal dibangunnya mesjid Nurul Huda, namun tanggal renovasi. Sama seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp" style="text-align: left;">
<dl id="attachment_1975" class="wp-caption   alignleft" style="width: 410px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-full wp-image-1975" title="3" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/12/3.jpg" alt="KH. Djawahir di depan masjid" width="400" height="300" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">
</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: left;">MESJID TANPA BANTUAN PEMERINTAH</p>
<p style="text-align: left;">Tiga Dzulqoidah 1409 atau 5 Juni 1989.  Catatan itu Tertulis dalam bahasa Arab  di sebuah gapura, pintu masuk Mesjid Nurul Huda yang terletak di Kampung Ciloang Kelurahan Sumur Pecung Kecamatan Serang Kota Serang Banten. <span id="more-1974"></span>Catatan ditulis dengan gaya kaligrafi itu bukan tanggal dibangunnya mesjid Nurul Huda, namun tanggal renovasi.</p>
<p style="text-align: left;">Sama seperti mesjid-mesjid yang lain di Serang, Mesjid Nurul Huda ini tidak memiliki dokumen tertulis kapan mesjid itu mulai dibangun. K.H Djawahir yang menjadi tokoh masyarakat pun tidak bisa mengingatnya. Namun lelaki yang tengah menginjak usia 70-an ini mengungkapkan Mesjid Nurul Huda mulai berperan  saat K.H Subki, tokoh masyarakat Ciloang memiliki pondok pesantren di kampung itu. Kala itu K.H Subki, cerita Jauhari adalah kiayi yang disegani di Serang. Muridnya datang dari berbagai daerah di Banten dari mulai Pandeglang sampai Tangerang.  Selain untuk keperluan santri, Mesjid Nurul Huda ini menjadi tempat sholat  untuk masyarakat. Menurut, Djawahir ada beberapa nama yang tercatat memiliki andil besar dalam perkembangan Mesjid yang dibangunnya di atas wakaf ini antara lain K.H Subki, Kiyai Gojali dan Kiyai Mus. Mereka ini adalah orang yang pintar yang disegani oleh masyarakat.</p>
<p style="text-align: left;">Sebagai tongkat estafet tokoh masyarakat Ciloang K.H  Djawahir mengaku hanya melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang diwariskan oleh terdahulunya. Misalnya melestarikan dan menjaga Mesjid Nurul Huda ini.</p>
<p style="text-align: left;">Setahu K.H. Djawahir bentuk mesjid yang ada saat ini adalah bukan yang aslinya. Sebelum direnovasi pada 1989, mesjid ini tidak memiliki menara. Mesjid ini juga tidak mempunyai tempat wudhu yang sekarang ini. “Dulu kolam luas,” cerita Djawahir. Baru saat renovasi sekitar 1989 K.H Subkhi mengusulkan pembangunan menara. “Tujuannya bukan untuk variasi tapi untuk mengajak orang sholat. Muazdin di sana. Dan masyarakat tahu waktu sholat datang,” ungkapnya.</p>
<p style="text-align: left;">Sementara itu soal proses pembangunan mesjid K.H  Jawahir mengaku tidak pernah mendapatkan sumbangan dari pemerintah. “Tanah, pasir dan bata dibuat dengan tenaga sendiri,” kenangnya. Cerita ini ditegaskan oleh Abdul Malik, lelaki berusia 65 tahun yang sejak usia 15 tahun melakukan tarhim, membangunkan warga dengan shalawat sebelum waktu subuh tiba. Menurutnya pembangunan mesjid ini memang ikhlas dari masyarakat. “Tanahnya kalau tidak salah wakaf salah satu masyarakat yang kaya di Ciloang.  Sementara untuk pasir, warga Ciloang menggali sendiri di sungai  Kulung Watu,” cerita Pak Malik. Dulu menurut Pak Malik bangunanya tidak menggunakan  semen tapi apu. “Saya dan kawan-kawan berjalan ke daerah Walantaka untuk membawa apu,” kenangnya sambil tertawa.   Tapi masyarakat semuanya, kata K.H Jawahir ridho untuk membangun mesjid untuk hanya berniat ibadah kepada Allah.</p>
<p style="text-align: left;">Saat ini, Mesjid Nurul Huda, berdiri kokoh dengan gaya arstektur khas Banten. Pengelolaannya digarap sama-sama oleh masyarakat sekitar.  Meskipun tidak memiliki nilai arsitektur yang wah, mesjid ini menjadi simbol semangat masyarakat Ciloang mencintai Allah  dan Agama Islam.   [Aji]</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/07/mesjid-nurul-huda-ciloang-masjid-tanpa-bantuan-pemerintah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JAMI&#8217; AL-IITIHAD: TEMPAT PEMERSATU WARGA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/30/masji-jami-al-ittihad-didirikan-sebagai-tempat-pemersatu-warga/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/30/masji-jami-al-ittihad-didirikan-sebagai-tempat-pemersatu-warga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 14:38:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masjidku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=1841</guid>
		<description><![CDATA[MESJID PEMERSATU WARGA Kerukunan bermasyarakat tentu sangatlah penting. Sebuah masyarakat yang selalu dapat bergandeng tangan dan beriringan dalam tugas-tugas sosial akan mendatangkan banyak keuntungan. Sebab, pada dasarnya, manusia memanglah makluk yang tidak dapat bekerja sendiri-sendiri. Apa jadinya jika masyarakat di sebuah lingkup tertentu tak dapat bersatu dan cenderung masing-masing, bahkan sering terlibat tawuran. Tentu kondisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1842" class="wp-caption alignleft" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-1842" title="masjidku" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/11/masjidku.jpg" alt="Masjid Al-Ittihad" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Masjid Al-Ittihad</p></div>
<p>MESJID PEMERSATU WARGA</p>
<p>Kerukunan bermasyarakat tentu sangatlah penting. Sebuah masyarakat yang selalu dapat bergandeng tangan dan beriringan dalam tugas-tugas sosial akan mendatangkan banyak keuntungan. <span id="more-1841"></span>Sebab, pada dasarnya, manusia memanglah makluk yang tidak dapat bekerja sendiri-sendiri. Apa jadinya jika masyarakat di sebuah lingkup tertentu tak dapat bersatu dan cenderung masing-masing, bahkan sering terlibat tawuran. Tentu kondisi ini sangat memprihatinkan! Terkait hal itu, Masjid Al Ittihad yang berada di kampung Tanggul, Serang, dibangun selain untuk sarana ibadah, juga sebagai tempat pemersatu warga Kampung Tanggul.</p>
<p>Menurut H. Hamim (64), mantan Ketua RK Tanggul, pada tahun 50-an kampung Tanggul memiliki sebuah masjid dan sebuah mushola. Dua sarana ibadah tersebut letaknya terpisah cukup jauh. Hingga warga Tanggul yang rumahnya dekat dengan masjid aktivitas ibadahnya dilakukan di Masjid, sedangkan yang rumahnya di dekat Mushola melakukan aktivitas ibadahnya di mushola.</p>
<p>Secara otomatis, meski masih berada dalam satu kampung, pemuda di Kampung Tanggul terbagi menjadi dua kelompok. Karena hal ini, membuat dua kelompok pemuda tersebut tak dapat rukun. Bahkan pemuda yang sudah terbagi dua kelompok itu sering terlibat tawuran.</p>
<p>“Untuk menyiasatinya, para sesepuh di kampung ini menyarankan untuk membongkar masjid dan mushola tersebut serta membangun sebuah masjid baru yang lebih besar, agar dapat dijadikan sebagai tempat ibadah bersama,” terang mantan RK yang sempat mejabat selama 44 tahun ini.</p>
<p>Karena persoalan pendanaan, pembangunan yang dimaksud dapat dilakukan pada tahun 1984 dan diberi nama Masjid Jami Al Ittihad. Setelah masjid yang memiliki lahan seluas 1500 meter persegi itu rampung, warga dapat melakukan ibadah bersama dan dapat hidup berdampingan dengan rukun hingga kini.</p>
<p>“Sejak saat itu, seluruh warga kampung Tanggul kegiatan ibadahnya dipusatkan di Masjid Al Ittihad. Seperti pengajian umum yang dilakukan rutin pada malam rabu, dan senin pagi. <em>Alhamdulillah</em>, karena dalam aktivitas ibadahnya selalu bersama membuat sekat-sekat antara warga Tanggul kini tidak ada lagi,” tuturnya dengan tersenyum.[RG]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/30/masji-jami-al-ittihad-didirikan-sebagai-tempat-pemersatu-warga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MASJID KUNO KAUJON TAK DIKETAHUI TAHUN PEMBUATANNYA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/19/masjid-kuno-kaujon-masjid-yang-tak-diketahui-tahun-pembuatannya/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/19/masjid-kuno-kaujon-masjid-yang-tak-diketahui-tahun-pembuatannya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 15:12:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masjidku]]></category>
		<category><![CDATA[dibangun tahun 1875]]></category>
		<category><![CDATA[kaujon serang]]></category>
		<category><![CDATA[majlis ta'lim]]></category>
		<category><![CDATA[masjid kuno]]></category>
		<category><![CDATA[pancaniti]]></category>
		<category><![CDATA[tablig akbar]]></category>
		<category><![CDATA[tahun1936]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=1467</guid>
		<description><![CDATA[MESJID KUNO KAUJON Dalam Undang-undang Republik Indonesia no 5 Tahun 1992, Tentang Benda Cagar Budaya Pasal 26, terdapat pelarangan tentang perbuatan yang dapat menyebabkan kerusakan, kehilangan atau perpindahan posisi benda yang telah berusia ratusan tahun. Dalam undang-undang tersebut juga terdapat ancaman berupa hukuman penjara selama 10 tahun dan denda uang sebesar 100 juta bagi si [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1468" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/11/MASJIDKU.jpg" alt="MASJIDKU" width="500" height="375" />MESJID KUNO KAUJON</p>
<p>Dalam Undang-undang Republik Indonesia no 5 Tahun 1992, Tentang Benda Cagar Budaya Pasal 26, terdapat pelarangan tentang perbuatan yang dapat menyebabkan kerusakan, kehilangan atau perpindahan posisi benda yang telah berusia ratusan tahun. <span id="more-1467"></span>Dalam undang-undang tersebut juga terdapat ancaman berupa hukuman penjara selama 10 tahun dan denda uang sebesar 100 juta bagi si pelanggar. Ancaman tersebut memang terdengar cukup menakutkan dan membuat banyak orang mematuhi peraturan tersebut.</p>
<p>Tapi, bagi warga Kaujon Rw 1, Kelurahan Serang, Serang-Bnaten, kepatuhan mereka sesuai hukum Cagar Budaya yang berlaku bukan karena takut akan ancaman hukumannya, tapi karena cinta. Masjid kuno yang telah berusia ratusan tahun yang berada di lingkungan Kaujon RW 1, mereka jaga dan rawat dengan baik. Bagi warga Kaujon RW 1 khususnya dan warga Serang umumnya, tentu masjid tersebut mempunyai nilai sejarah yang sangat berarti. Masjid yang luas keseluruhannya 703 meter persegi, terdiri dari ruang sholat laki-laki, ruang sholat perempuan, pendopo gudang dan tempat wudhu ini adalah masjid kebanggaan mereka.</p>
<p>Dijelaskan Ustad Mukmin Satari, selaku Ketua DKM, Masjid Kuno Kaujon tadinya memiliki sebuah pancaniti yang fungsinya di saat dahulu sebagai tempat azdan, pengumuman waktu imsak dan lain kegunaan. Namun karena usia, pancaniti itu roboh dengan sendirinya. “Warga bukannya tidak merawat, tapi toh semua tentu ada waktunya untuk rusak,” terangnya.</p>
<p>Ditambahkan Ustad Mukmin, sejak Tahun 1936 hingga Tahun 2002, Masjid Kuno Kaujon telah mengalami banyak renovasi. Di antaranya ialah dibangunnya pagar, jendela dan gudang, perbaikan ruang sholat ibu-ibu dan perbaikan yang lainnya. “Tapi renovasi tersebut tidak mengurangi keaslian dari masjid ini. Bagian masjid yang asli masih tetap terjaga,” ujar ustad yang dituakan oleh warganya ini.</p>
<p>Hingga saat ini, masjid kuno selalu dipakai untuk bermacam kegiatan keagamaan. Seperti Majelis Ta’lim yang rutin dilakukan seminggu sekali dan Tablig Akbar se Banten. Hanya yang sangat disayangkan, tidak ada satu orang pun yang tahu tanggal, bulan, dan tahun berapa tepatnya masjid kuno dibangun. Menurut Ustad Mukmin, tiga generasi kakeknya pun tak mengetahuinya.</p>
<p>“Namun semua orangtua di sini tahu kalau masjid kuno ini jauh lebih tua dari usia jembatan kaujon yang dibangun pada tahun 1875,” ungkapnya.[RG]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/19/masjid-kuno-kaujon-masjid-yang-tak-diketahui-tahun-pembuatannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MESJID AL-IKHLAS KEBANGGAAN WARGA CIWADUK</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/14/mesjid-al-ikhlas-kebanggaan-warga-ciwaduk/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/14/mesjid-al-ikhlas-kebanggaan-warga-ciwaduk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 17:21:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masjidku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=1053</guid>
		<description><![CDATA[Siapa kira masjid cantik nan megah yang berada di Kp. Ciwaduk Cilik, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon ini dibangun dengan modal awal 32 juta. Dituturkan Afifi Driana, Ketua DKM Masjid Al Ikhlas, pada tahun 2000 dua orang tokoh masyarakat, yakni Syair (alm) dan Abu Bakar (72) mengumpulkan warga Kp. Ciwaduk Cilik untuk melakukan pembahasan mengenai pembangunan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1054" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1054" title="Mesjidku 1" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/11/Mesjidku-1-300x225.jpg" alt="Tempat kita sholat" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Tempat kita sholat</p></div>
<p>Siapa kira masjid cantik nan megah yang berada di Kp. Ciwaduk Cilik, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon ini dibangun dengan modal awal 32 juta. Dituturkan Afifi Driana, Ketua DKM Masjid Al Ikhlas, pada tahun 2000 dua orang tokoh masyarakat, yakni Syair (alm) dan Abu Bakar (72) mengumpulkan warga Kp. Ciwaduk Cilik untuk melakukan pembahasan mengenai pembangunan masjid. Rencana pembangunan tersebut tak lain karena melihat keadaan masjid yang sudah tidak lagi mampu menampung warga Kp. Ciwaduk Cilik dan warga sekitarnya untuk melakukan berbagai kegiatan keagamaan secara berjamaah.</p>
<p>“Saat itu jika hendak melaksanakan shalat Jum’at, para jemaah yang datangnya belakangan harus rela shalat di luar masjid, karena Masjid Al Ikhlas yang kala itu masih berukuran kecil tak mampu menampung,” tutur pria asal Ciukesal, Serang ini.</p>
<p>Karena luas masjid yang tak memungkinkan menampung aktifitas berjamaah warga Kp. Ciwaduk Cilik ini, akhirnya rencanan pembangunan masjid dilaksanakan atas persetujuan warga. Dari dana sebesar 32 juta tersebut panitia pembangunan masjd Al Ikhlas beserta warga tetap optimis dapat merampungkan masjid sesui sekema yang telah dibuat.</p>
<p>Optimisme tersebut ternyata tidak sia-sia, sejak awal pembangunan, sumbangan dari berbagai pihak berdatangan, baik dari iuran warga, perusahaan lokal dan berbagai perusahaan besar seperti PT. KS yang menyumbangkan besi beton seberat 1, 4 ton.</p>
<p>“Dana sumbangan dari warga Kp. Ciwaduk Cilik yang berjumlah 180 KK ialah 90 juta, dari kota amal jariyah yang disimpan di jalan mencapi 70 juta dan tentu saja ditambah dengan sumbangan-sumbangan lainnya dari berbagai pihak,” tutur Afifi.</p>
<p>Selain sumbangan dalam bentuk uang dan materil, warga juga secara bergotong royong rela menyumbangkan tenaganya untuk membangun masjid. Karena kekompakan tersebut, masjid bertingkat satu dengan luas bangunan 14×19 ini dapat rampung dalam waktu setahun. Kini di masjid yang cantik ini kerap juga dijadikan warga sebagai tempat majelis ta’lim.[<strong>RG</strong>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/14/mesjid-al-ikhlas-kebanggaan-warga-ciwaduk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

