TBM ZAKIYAH BANDUNG DAN BEM FIB UI BERKUNJUNG KE RUMAH DUNIA
rumahdunia | Jurnal RumahDunia | December 26th, 2009 | No Comments »
RUMAH DUNIA – Mendirikan taman bacaan masyarakat (TBM) tak segampang mendirikan warung, ataupun tak semudah menggelar tikar di tanah. Harus menata diri, mulai dari kebiasaan, maksud dan tujuan, kemudian melihat kondisi lingkungan. Hal tersebut sedang dilalui tujuh orang yang mengaku dari Taman Bacaan Masyarakat Zakiyah, Bandung, Kamis (24/12) kemarin yang berkunjung ke Rumah Dunia sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam kunjungannya, TBM Zakiyah yang beralamat di Jl. Kampung Pasir Jati Rt/Rw 03/17 Desa Muka Payung Kecamatan Cililin Bandung ini ingin sharing perihal cara pengelolahan TBM.
“Maksud kedatangan kami, selain ingin tahu tentang Rumah Dunia sekaligus sharing tentang TBM. Cara pengelolaan, metode dan konsep yang diterapkan Rumah Dunia itu seperti apa?” kata Ayu Puji Rahayu (32), pendiri Taman Bacaan Masyarakat Zakiyah. Guru SD kelas 1 itu menambahkan, “Saya ingin TBM saya awet, tidak musiman.”
Gol A Gong, pendiri Rumah Dunia, menyambut hangat kedatangaan TBM Zakiyah ke Rumah Dunia. Memang, usia keberadaan TBM Zakiyah masih tergolong muda, tiga bulan. Dan, koleksi buku-buku masih terbilang belum lengkap, baru ada buku-buku pelajaran dan majalah anak. Alhasil, TBM Zakiyah belum berani dibuka untuk umum, hanya kalangan masyarakat sekitar. Namun, taman bacaan masyarakat ini memiliki gerakan penyebaran minat baca untuk menciptakan budaya dan generasi membaca bagi masyarakat kelak. “TBM Zaskiyah berdekatan dengan pondok pesantren. Sementara ini, hanya untuk anak-anak sekolah dasar, sekolah menengah atas dan ponpes sekitar saja,” ujar Ayu, menambahkan.
Di bawah pohon mangga yang rindang, Gol A Gong dengan semangat membagi pengalaman tentang metode yang diterapkannya dalam mengelola RD. Gong lebih berseangat lagi ketika ada oleh-oleh kue Maya Sari. Begitu juga para relawan yang biasa ngemil pisang goreng dan bakwan. “Rumah Dunia bertujuan selain pada kepenulisan, juga untuk membagun generasi muda yang cerdas dan kritis,” tutur Gong sambil menghabiskan 3 kue.
Ba’da duhur, rombongan Zakiyah pamit keluar untuk membeli makan siang. “Nanti kalau mau ikutan, setelah ini ada kunjungan dari Universitas Indonesia yang mau belajar jurnalistik,” kata Gong menawarkan. Gong pun pamit untuk istirahat sejenak karena lehernya mulai sakit lagi.
KUNJUNGAN UI
Tak lama setelah tamu dari Bandung pergi mencari makan siang, giliran dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Depok datang. Almamater kuningnya terlihat begitu meriah dan serempak. Rombongan UI yang berjumblah 24 orang tiba sekitar Pukul 13.00 WIB memakai bus kampus. Setelah istirahat sejenak, barulah acara perkenalan dimulai. Firman Venayaksa selaku presiden Rumah Dunia memandu acara. Para relawan memperkenalan diri masing-masing pada mahasiswa UI.
Menurut Noory Okthariza, selaku ketua BEM, tujuan UI berkunjung ke RD untuk refresing, karena baru selesai ujian dan masih libur. Selain itu, mereka mengaku ingin berada ditengah-tengah komunitas literasi. Noory pertama kali melihat RD sangat takjub sekali. Ia juga senang bisa berada di komunitas yang masih concern dengan dunia literasainya. Dikatakan Noory, dalam perkenalannya, rombongan yang dipimpinnya terdiri dari 15 jurusan yang mayorits dari Jurusan Sastra mulai dari semester 1 sampai 7. “Saya sendiri dari Jurusan Filsafat,” Noory memperkenalkan diri.
Selama kurang lebih satu jam setengah, Firman Venayaksa (Presiden RD) dan Gol A Gong mengenalkan RD sekaligus memberi sekilas materi tentang jurnalistik pada mahasiswa UI. Mereka, mayoritas merasa bingung dengan adanya boneka yang terbuat dari jerami yang berada di sekitar RD, yang diyakini sebagai penangkal hujan.
Sebelum acara kunjungan berakhir, mahasiswa UI memberikan kenang-kenangan cinderamata dan sebuah amplop pada Gol A Gong. “Lho, kok ada amplop segala?” kata Gong heran.
“Ga’ papa. Ini hanya sebagai kenang-kanangan dari kami saja, “ kata Noory berterimakasih pada semuanya.
Akhyar, salah satu mahasiswa UI, mengaku sangat terkesan dengan RD. “Sangat bagus. Sangat terinspirasi bisa mengenal Gol A Gong dan relawan yang punya niat bagus dalam hal literasi. Saya harap RD tetap bertahan dan terus dalam idealismenya,” tutur lelaki yang mengambil Jurusan Sastra Jepang ini.
Sebelum para mahasiswa ini pulang, mereka mengajak para relawan RD makan sore bersama di Komplek Makmur Jaya Kecamatan Taktakan, Serang. Di komplek itu, ternyata ada rumah Gina, salah satu mahasiswa UI yang memang asli Serang. Namun dari sekitar 8 relawan yang ada di RD, cuma saya dan Harir Baldan yang ikut makan. Terimakasih UI dan Teh Gina. Salam dari kami, relawan RD. [Ahmad Wayang]
RUMAH DUNIA – Sekitar 50-an mahasiswa Banten dari berbagai perguruan tinggi seperti IAIN Sultan Maulana Hasanuddin, Universitas Serang Raya (Unsera), STIE Cilegon, Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Pandeglang dan STAISMAN Pandeglang mengikuti Pelatihan Jurnalistik dan Broadcasting (PJB) yang diadakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SiGMA di Rumah Dunia pada Jum`at (18/12) lalu.
Selama Desember 2009, di Rumah Dunia diisi kegiatan bekerjasama dengan pihak luar. Ada bengkel Sastra pada 2 – 3 Desember, bekerjasama dengan Pusat Bahasa Depdiknas. Kemudian perpindahan tahun baru Islam (17/12) di Rumah Dunia ditandai dengan refleksi diri, hening dan merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan Allah SWT dengan cara pembelajaran orasi (muhadhoroh) dengan tema hijrah. Pada Minggu (20/12), Taman Bacaan Masyarakat Kota Serang akan mengadakan kegiatan halal bi halal pelantikan pengurus periode 2010 di Rumah Dunia. Pada Kamis (21/12), sekitar 30-an guru SMP Penabur, Kali Malang Jakarta akan datang ke Rumah Dunia untuk pelatihan creative writing dengan Gol A Gong.
SERANG – Tahun baru Islam atau dikenal dengan tahun hijriyah memiliki sejarah sebagai perpindahan (hijrah) Nabi Muhammad dan pengikutnya dari dari Mekah ke Madinah. Seiring berkembangnya pengetahuan, hijrah kemudian dimaknai dengan berbagai macam salah satunya pindah dari yang buruk ke yang lebih baik.

