<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Dunia Gol A Gong Banten Baca Buku Taman Bacaan Perpustakaan &#187; Jurnal RumahDunia</title>
	<atom:link href="http://rumahdunia.com/isi/category/majurnal-rumah-dunia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahdunia.com/isi</link>
	<description>Rumah Dunia,Banten,buku,taman,bacaan,taman bacaan,Gol A Gong,majalah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Sep 2011 14:25:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>BACA PUISI WONG CILIK #3 DI RUMAH DUNIA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/08/baca-puisi-wong-cilik-3-siap-digelar/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/08/baca-puisi-wong-cilik-3-siap-digelar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 13:27:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langlang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal RumahDunia]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Pembacaan Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Bacaan Marakat]]></category>
		<category><![CDATA[Wong Cilik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3312</guid>
		<description><![CDATA[RUMAH DUNIA &#8211; Siapa pun bisa berpuisi. Mengekspresikan segala unek-unek dalam hati dalam curah kata-kata. Puisi tak hanya milik para penyair, karena puisi adalah milik manusia. Tak terkecuali adalah wong cilik; tukang ojek, tukang cendol, tukang dodol, tukang somay, pemulung, tukang gali sumur, atau profesi sejenisnya. Yah. Kini tiba lagi saatnya wong cilik di Serang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3313" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/df.jpg"><img class="size-full wp-image-3313" title="df" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/02/df.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Inilah aksi tukang ojek saat baca puisi</p></div>
<p>RUMAH DUNIA &#8211; Siapa pun bisa berpuisi. Mengekspresikan segala unek-unek dalam hati dalam curah kata-kata. Puisi tak hanya milik para penyair, karena puisi adalah milik manusia. Tak terkecuali adalah wong cilik; tukang ojek, tukang cendol, tukang dodol, tukang somay, pemulung, tukang gali sumur, atau profesi sejenisnya. Yah. Kini tiba lagi saatnya wong cilik di Serang dan sekitarnya berpuisi.</p>
<p>Nah. Setelah sukses pada tahun-tahun sebelumnya, untuk ketiga kalinya, Rumah Dunia yang identik dengan taman bacaan masyarakat, akan menggelar kegiatan bertajuk Lomba Tulis Dan Baca Puisi Wong Cilik Jilid#3 yang akan digelar pada Minggu (14/2) pukul 08:00 WIB s/d selesai. Ada pun terkait syarat apa saja bagi peserta yang akan ikut, Lanang Sejagat, ketua pelaksana mengatakan, syaratnya cukup mudah. “Sama seperti tahun lalu, syarat mengikuti lomba tersebut adalah tentunya mereka yang berporfesi sebagai petani, tukang becak, pedagang asongan, tukang parkir, tukang kuli panggul, dan sejenis profesi lainnya. Dan ini gratis!” ujar Lanang penuh semangat.  “Terkecuali tukang mencuri, atau tukang rampok dan tukang-tukang korupsi. Mereka tidak boleh ikut,” imbuh mahasiswa IAIN Banten ini.</p>
<p>Ada pun syarat lainnya adalah membuat atau menulis satu buah puisi karya sendiri yang akan dibacakan, menyertakan foto kopi KTP. Selain itu juga menurut Lanang, peserta dibatasi hanya 100 orang. Bagi mereka yang bisa memenangkan lomba ini, maka panitia akan menyiapkan hadiah total sebesar Rp 1.300.000 plus sekeranjang buku. “Nah, jika ada rekan-rekan yang mau daftar silahkan datang saja ke Rumah Dunia dengan alamat Komplek Hegar Alam No. 40, Ciloang. Atau telpon langsung ke panitia di 0254-224955,” jelas Lanang.</p>
<p>Selain pembacaan puisi, acara juga akan menghadirkan para pemenang dan finalis Wong Cilik Baca Puisi tahun-tahun sebelumnya. “Mereka akan melakukan mementaskan bagaimana cara baca puisi yang menarik,” ujar Lanang. Selain sebagai pengisi acara, mereka juga akan dilibatkan sebagai dewan juri.</p>
<p>Selanjutnya, bagi rekan-rekan yang ingin berpartisipasi baik menyumbang moril dan materil demi kelancaran acara ini, silakan saja kirim ke alamat Rumah Dunia ke transfer ke rekening Rumah Dunia. Bank BCA Cab. Serang. No. 245-118-5733 atas nama Asih Purwaningtyas Chasanah. Atau juga Bank Muamalat Cab. Serang No. 9085999799 atas nama Asih Purwaningtyas Chasanah. Ditunggu kehadirannya, ya! [Jang Rudun]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/02/08/baca-puisi-wong-cilik-3-siap-digelar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PAKET KREATIF RUMAH DUNIA SEHARGA RP. 100.000,-</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/19/paket-kreatif-rumah-dunia-seharga-rp-100-000/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/19/paket-kreatif-rumah-dunia-seharga-rp-100-000/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 03:31:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal RumahDunia]]></category>
		<category><![CDATA[Banten Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[CSR]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatifitas]]></category>
		<category><![CDATA[Lebak]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2969</guid>
		<description><![CDATA[Rumah Dunia, lini sosial Yayasan Pena Dunia, berakta notaris Fachrul Kesuma Dharma, SH, nomor 006 tanggal 12 Juni 2006, mengawali kegiatan sepanjang tahun 2010 dengan pencanangan tema besar “Change with Reading” (CwR); ubahlah dirimu dengan membaca oleh HM Masduki, Wakil Gubernur Provinsi Banten pada 9 Januari lalu. Januari 2010 sebentar lagi usai, berganti Februari.  Diskusi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Paket-4-com.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2968" title="Paket 4 com" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Paket-4-com.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a>Rumah Dunia, lini sosial Yayasan Pena Dunia, berakta notaris Fachrul Kesuma Dharma, SH, nomor 006 tanggal 12 Juni 2006, mengawali kegiatan sepanjang tahun 2010 dengan pencanangan tema besar “Change with Reading” (CwR); ubahlah dirimu dengan membaca oleh HM Masduki, Wakil Gubernur Provinsi Banten pada 9 Januari lalu. Januari 2010 sebentar lagi usai, berganti Februari.  Diskusi “Lebak Membara pada 16 Januari pun berhasil dilewati dengan menghadirkan pembicara Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah dan para tokoh pemuda Lebak.</p>
<p>UANG KAS</p>
<p>Rumah Dunia sebagai <em>learning centre</em> di jurnalistik, sastra, teater, seni rupa, dan film bagi masyarakat luas mencoba berpartisipasi meningkatkan kualitas generasi muda di Banten khususnya dan Indonesia umumnya. Fase membaca huruf sudah lewat, kini saatnya membaca dalam arti keseluruhan, mulai dari fenomena di sekitar (lokal) hingga tingkat global. Kini Rumah Dunia menggelinding ke tahun delapan sejak efektif  3 Maret 2002. Hari-hari bergulir dengan makna yang berbeda. Tergantung dengan warna apa mengguratkannya di kanvas. Hari-hari mengalir seperti air di sungai, terantuk batu-batu, atau setenang danau di tengah belantara tanpa riak.</p>
<p>Untuk mewujudkannya, Rumah Dunia pelan-pelan mencoba membebaskan tanah di pintu masuk. Areal seluas 1000 m2 sekarang dirasakan kurang. Alhamdulillah, berkat bantuan facebooker dan donatur perorangan dan perusahaan seperti U Saefudin Noor, Ahmad Mukhlis Yusuf, DR. Zulkieflimansyah SE MSc, Ganis Supriyadi, Fuad Hasyim, Iip Umar Rifai, Das Albantani, Herdy Prihanto, Riska Ruswandi, Tupperware, Marqueen, Belsoap, Suhud Media Promo, Elvy Z,  Eva B, Annis D, Boyke Pribadi, Ariful Amir, Ferijanto, Deddy Mulya Sugih, Jay “Teroris” Abidin, Aneka Swalayan, Yayasan Nurani Dunia, Yayasan Tunas Cendekia, noval Y. Ramsis, Lawang Bagja, Nurhayati, Ipang Aja, Ochan, Yulia Eka, Lies YA, Muchtar Mandala, Donny Nandika, dan yang tidak bisa kami sebutkan namanya atau yang terlewat berhasil membebaskan tanah seluas 969 m2 pada September 2009. Kini tanah itu sudah digunakan sebagai Taman Rumah Dunia dan perpustakaan anak dengan menggunakan gerobak bajay library dan motor perpustakaan yang rusak.</p>
<p>Bahkan pembebasan tanah Rumah Dunia tahap kedua seluas 1873 m2 berhasil mengumpulkan uang sejumlah Rp. 145 jt. Sayangnya, pemilik tanah tidak mau dicicil, ingin cash. Harga tanah waktu itu semeter Rp. 150.000,-, total uang yang dibutuhkan Rp. 280.850.000,-  Lalu sumbangan dari CSR Tupperware sebanyak Rp. 50 jt kami pergunakan untuk operasional Rumah Dunia sepanjang September – Desember 2009.Tersisa uang di kas Rumah Dunia sejumlah Rp. 104 jt.</p>
<p>Pada 18 Januari 2010, kami memutuskan membeli tanah lagi seluas 225 m2. Posisinya jika dari Taman Rumah dunia membentuk huruf “L”. Posisi Taman Rumah dunia berada di selatan, ditarik ke timur bersebelahan dengan tanah seluas 1873 m2 yang tidak berhasil dibebaskan, dan membelok ke barat; di sisi itulah tanah seluas 225 m2 kami beli. Harganya Rp. 250.000,-/m2. Setelah negosiasi, harganya dibulatkan jadi Rp. 55 jt. Kami bermimpi, tanah seluas 1873 m2 itu tahun ini berhasil kami bebaskan. Semoga ada sebuah perusahaan yang merelakan CSR kepada kami. Dari uang kas di Rumah Dunia yang tersisa Rp. 49 juta, musti dikeluarkan uang sebesar Rp. 10 jt untuk membuat surat akta jual beli tanah lewat perantara. Tanah seluas 969 m2 itu ternyata cukup rumit, berpindah tangan ke 4 orang kepemilikan.</p>
<p>Kini sisa uang kas Rumah Dunia sejumlah Rp. 39 juta. Kami berusaha agar uang kas ini tetap aman, karena niatnya diperuntukkan untuk membebaskan tanah. Alhamdulillah, untuk operasional dan kegiatan Rumah Dunia perbulannya, walaupun belum maksimal, beberapa donatur perorangan seperti Das Albantani, Ahmad Mukhlis Yusuf, Fuad Hasyim, Elvy Z, Nurhayati, Ochan, Deddy Mulyadi Sugih, Yulia Eka, Jay “Teroris”, Ipang, dan Herdy Prihanto rutin berbagi dengan kami.</p>
<p>SIAP TEMPUR</p>
<p>Jika melihat kegiatan sepanjang 2010, ciut hati kami. “Begitu kolosal,” komentar para relawan, saat kami menggodoknya di pantai Kelapa 7, Merak, pada 25 Desember 2009. Mungkinkah kami menjalankannya? Beberapa instansi di Banten hingga saat ini mendukung secara moril. Sedangkan perusahaan seperti XL Care dan Sampoerna Foundation sedang mempertimbangkannya. Semoga semuanya lancar.</p>
<p>Tapi walaupun minim dana, para relawan siap bertempur menghadapi beragam kegiatan regular, bulanan, tahunan, perayaan nasional, dan perayaan dunia. Aneka lomba kreativitas bagi anak-anak di Pesta Anak, Kado Lebaran, dan hari AIDS. Stimulus bagi pelajar dan mahasiswa di Perayaan Agustusan, World Book Day, Ode Kampung (Tenu Pencinta Indonesia), Festival teater, Festival marawis, Festival Film Pendek, diskusi dan bedah buku, dan Perayaan Provinsi Banten. Masyarakat umum seperti tukang ojek, petani, supir angkot, pedagang diberi ruang berekspresi dalam lomba pembacaan dan penulisisan puii wong cilik. Guru-guru bahasa Indonesia ditingkatkan kualitasnya dengan pelatihan penulisan. “Selalu ada orang baik yang mau berbagi dengan Rumah Dunia. Tuhan sudah merencanakan semuanya,” kata Gol A Gong, pendiri Rumah Dunia yakin.</p>
<p>Tapi, “Sayangnya perpustakaan keliling Rumah Dunia tahun 2010 ini tidak akan berlangsung,” Langlang Randhawa, Secretary General Rumah Dunia menjelaskan. Mobil bajay library dan motor perpustakaan sumbangan XL Care, Yayasan Nurani Dunia, dan Kelompok Pencinta Bacaan anak rusak, membutuhkan dana lumayan besar untuk memperbaikinya. “Tahun ini belum ada sponsor,” tambah Langlang.</p>
<p>GALANG DANA</p>
<p>Untuk menyiasati ini, Yayasan Pena Dunia sebagai lembaga yang menaungi, menggulirkan program “Galang Dana Paket Kreatif” seharga Rp. 100.000,- Menurut Gol A Gong, Ketua Yayasan Pena Dunia, “Selain menyumbang, mereka juga mendapatkan manfaat dari karya anak-anak Rumah Dunia.”</p>
<p>Paket kreatif Rumah Dunia seharga Rp. 100.000,- berupa CD album “Mencari Pelangi” Ki Amuk, 2 buku awal-mula Rumah Dunia; <em>Menyusun Batu dan Bata, </em>dan<em> Dari Koran ke Koran.</em> Plus stiker, gelas mug, dan pin Rumah Dunia.  Ki Amuk pimpinan Firman Venayaksa, Presiden Rumah Dunia pada 2009, diproduseri Lawang Bagja, merilis CD album “Mencari Pelangi”, dimana lagu-lagunya berdasarkan puisi para penyair Banten. Paket kreatif ini akan dikirim lewat pos bagi yang di luar Banten (tidak termasuk luar negeri). Jika masih di sekitar Banten, jika memungkinkan akan diantar langsung.</p>
<p>KONTAK</p>
<p>Dengan galang dana penjualan paket kreatif Rumah Dunia ini, diharapkan kegiatan Rumah Dunia sepanjang tahun 2010 lancar dan terkendali. Kepada para donatur perorangan yang dengan setia berbagi rezeki dan terus menyemangati, melebihi gunung dan samudra, kami haturkan terima kasih.</p>
<p>Jika ada yang berkenan membantu gerakan kebudayaan Rumah Dunia dengan tema “Change with Reading” sepanjang 2010 ini, sudilah kiranya mentransfer ke :</p>
<p>BRI CABANG SERANG,</p>
<p>Atas nama : Yayasan Pena Dunia</p>
<p>Nomor Rek. : 0084 – 01 – 034240 – 50 – 5<br />
BANK MUAMALAT CABANG SERANG</p>
<p>Atas nama: Asih Purwaningtyas C</p>
<p>Nomor Rek. : 9085 – 999 – 799<br />
BCA CABANG SERANG</p>
<p>Atas nama : Asih Purwaningtyas C</p>
<p>Nomor Rek. : 245 – 188 – 5733</p>
<p>Untuk confirmasi kirim e-mail alamat surat dan bio-data.ke email: <a href="mailto:rumahduniakreatif@yahoo.com">rumahduniakreatif@yahoo.com</a>. Semoga lembaga, instansi/kantor yang Bapak/Ibu pimpin bisa mendukung gerakan literasi lokal mneuju Indonesia Membaca. Semoga niat baik kita mendapat ridho Allah SWT dan diberi kemudahan dalam mewujudkannya. Sumbangan Anda – insya Allah, akan mengubah hidup orang lain menuju ke arah yang lebih baik. Amien ya rabbalalamien.</p>
<p>Alamat RUMAH DUNIA:</p>
<p>Komplek Hegar Alam No. 40 Ciloang, Serang 42118, Banten.</p>
<p>Tlp 0254-224955, 0254 &#8211; 202861. E-mail: <a href="mailto:rumahduniakreatif@yahoo.com">rumahduniakreatif@yahoo.com</a></p>
<p>Situs: <a href="http://www.rumahdunia.net/">www.rumahdunia.net</a>, <a href="http://www.rumahdunia.com/">www.rumahdunia.com</a>,</p>
<p>youtube: <a href="http://www.youtube.com/watch?v=3VsdCpbUPVg" target="_blank">http://www.youtube.com/watch?v=3VsdCpbUPVg</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/19/paket-kreatif-rumah-dunia-seharga-rp-100-000/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AGENDA RUMAH DUNIA JANUARI 2010</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/03/agenda-rumah-dunia-januari-2010/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/03/agenda-rumah-dunia-januari-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 23:07:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal RumahDunia]]></category>
		<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Change With Reading]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2608</guid>
		<description><![CDATA[Hari baru, semangat baru. Pada Desember 2009, kami sudah menyusun agenda kegiatan sepanjang 2010. Selain pertunjukan teater, musik, pemutaran film, festival, juga aneka lomba menulis cerpen-puisi, menggambar, tetap diusung. Pelatihan-pelatihan bagi guru mulai diadakan. Semangat mencerdasdkan dan membentuk gnerasi baru tetap bertumpu pada memberi ruang seluas mungkin kepada anak-anak. Agnda selama Januari adalah: 1 SENIN [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2609" title="Redaksi 1" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Redaksi-1.jpg" alt="Redaksi 1" width="500" height="375" />Hari baru, semangat baru. Pada Desember 2009, kami sudah menyusun agenda kegiatan sepanjang 2010. Selain pertunjukan teater, musik, pemutaran film, festival, juga aneka lomba menulis cerpen-puisi, menggambar, tetap diusung. Pelatihan-pelatihan bagi guru mulai diadakan. Semangat mencerdasdkan dan membentuk gnerasi baru tetap bertumpu pada memberi ruang seluas mungkin kepada anak-anak. Agnda selama Januari adalah:</p>
<p>1 SENIN – JUM’AT  PUKUL 13.00 – 17.00 WIB:</p>
<p>- Reguler internal untuk anak-anak di sekitar Rumah Dunia dan para relawan; mengarang, nyanyi, dongeng, menggambar, English Friday , kursus bahasa Arab, disain grafis, pengajian politik, kitab kuning, latihan orasi, nonton bareng.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-2610" title="Suasana RD 2" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Suasana-RD-2.jpg" alt="Suasana RD 2" width="500" height="375" />2. SABTU 9 JAN 2010 = PENCANANGAN “CHANGE WITH READING”</p>
<p>- Pukul 09.00 – 12.00 WIB: Lomba menggambar SD dan membuat poster SMP, serta pidato SMA dan perguruan tinggi se-Banten dengan tema “Change with Reading”. Pembukaan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang.</p>
<p>- Pukul 13.00 – 17.00 WIB: Setelah ishoma pada pukul 13.00 ada pementasan marawis, teater Rumah Dunia  dengan lakon “Waktu yang Hilang”. Kemudian  diskusi bersama DR. H. Zulkieflimansyah SE, MSC (DPR RI), Wien Muldian (Forum Indonesia Membaca), Endang Eko Koswara (Kadisdik Prov. Banten), Ela Yulaelawati MA, PhD (Direktur PenMas Depdiknas) serta inspiring speech oleh Ahmad Mukhlis Yusuf (Direktur LKBN Antara). Acara ditutup dengan pencanangan gerakan Rumah Dunia sepanjang 2010 bertemakan “Change With Reading” oleh HM. Masduki, Wakil gubernur Banten.</p>
<p>3. MINGGU, 10 JAN 2010 = KELAS MENULIS RUMAH DUNIA</p>
<p>- Pertemuan pertama “Kelas Menulis Rumah Dunia” angkatan ke-15, setiap hari Minggu, pukul 13.00 – 17.00 WIB. Penajar Gol a Gong. Setiap peserta membawa tulisan berita dan feature (jurnalistik) dan cerpen (fiksi). Pendaftaran sudah dibuka dan langsug mendaftar ke Rumah Dunia; mengisi formulir, foto 2 lembar, dan infaq 2 buku (fiksi atau non fiksi) untuk Rumah Dunia. Pendidikan gratis.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-2614" title="Roy-Kia Amuk" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/01/Roy-Kia-Amuk.jpg" alt="Roy-Kia Amuk" width="500" height="375" />4. JUM’AT, 15 JAN 2010 = MAJELIS PUISI</p>
<p>- Pertemuan pertama “Majelis Puisi”. Awalnya hanya untuk relawan. Kini terbuka luas untuk umum. Syarat membawa contoh puisi. Pengajar   Toto ST Radik. Pendaftaran di Rumah Dunia. Gratis juga.</p>
<p>5. SABTU 16 JAN 2010= LUMBUNG BANTEN</p>
<p>- Bedah buku “181 Tahun Bara Menjadi Daya” (Penerbit Humas &amp; Komunikasi Kab. Lebak) Pembicara: Amir Hamzah (Wakil Bupati Lebak), Rahmat Heldy HS (Guru SMP Al-Irsyad Waringin Kurung, Serang), Agus (Ketua Kubah Budaya, serang), Firman Venayaksa dan Fitron (editor buku 181 Tahun Bara Menjadi Daya). Dimeriahkan pembacaan puisi para penyair Lebak dan penampilan musik dari KPJ Rangkasbitung. Acara berlangsung pukul 13.00 s/d 17.00 WIB.</p>
<p>6. SABTU 23 JAN 2010= FESTIVAL QASIDAH SMA SE-BANTEN</p>
<p>- Jika thun 2009 Rumah Dunia menyelenggarakan festival marawis se-Banen dan sukses, kini giliran kesenian Qasidah diberi ruang. Pendaftaran sudah dimulai dari sekarang. Ditutup pada 21 Jan 2010. Acara berlangsung seharian  dari pukul 08.00 s/d 17.00 wib.</p>
<p>7. SABTU 30 JAN 2010= PANGGUNG RUMAH DUNIA</p>
<p>- Pelatihan musik “Sirkus Perkusi” oleh Komunitas Anak Langit, Tangerang pimpinan Edi Bonetsky. Peserta komunitas-komunitas seni SMA dan perguruan tinggi se-Banten.  Pukul 13.00 s/d 17.00 WIB.</p>
<p>8. MINGGU, 31 JAN 2010 = PUSLING RUMAH DUNIA</p>
<p>- Perpustakaan Keliling Rumah Dunia sebulan sekali. Pukul 09.00-12.00 WIB di Tembong kec. Cipocok Jaya kota Serang. Armada bajay dan gerobaknya (mobile library) sumbangan XL CARE dan Yayasan Nurani Dunia. Sedangkan motor perpustakaan keliling sumbang KPBA rusak. Andai saja ada yang memberi kami mobil perpustakaan keliling (mobil pintar). Kegiatannya diisi dengan expresi menggambar bagi anak-anak, pembacaan puisi, pelatihan menulis, menyanyi. Pooknya happy-happy!</p>
<p>SAMPAI JUMPA DI AGENDA FEBRUARI!</p>
<p>Jika ada perusahaan/lembaga atau perorangan yang ingin berbagi dalam bentuk buku, crayon, alat-alat tulis slahkan dikirim ke Rumah Dunia, Komplek Hegar Alam 40 Serang 42118, Banten.</p>
<p>Jika  Anda tertarik menyumbang dalam bentuk uang langsung transfer saja ke BCA Serang, nomor rekening 245 188 5733, atas nama Asih Purwaningtyas C. Sumbangan Anda akan mengubah hidup orang lain. Insya Allah, barokah dan bermanfaat.</p>
<p>Info lengkap bisa diperoleh di <a href="http://www.rumahdunia.net/">www.rumahdunia.net</a> dan <a href="http://www.rumahdunia.com/">www.rumahdunia.com</a>. (Jang Rudun)</p>
<p>***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/01/03/agenda-rumah-dunia-januari-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GALANG LIMAPULUH RIBU RUPIAH “CHANGE WITH READING”</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/30/galang-limapuluh-ribu-rupiah-%e2%80%9cchange-with-reading%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/30/galang-limapuluh-ribu-rupiah-%e2%80%9cchange-with-reading%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 01:55:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal RumahDunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2493</guid>
		<description><![CDATA[Buta aksara di Indonesia jadi fenomena. Disinyalir sekitar 10 juta penduduk di Indonesia masih buta aksara. Mendiknas, Bambang Sudibyo, merasa yakin 2010 nanti angka buta aksara bisa diredam hingga ke 7 juta jiwa. Bagaimana dengan di Banten? Bambang Sudibyo pada puncak Perayaan Hari Aksara Internasinal (HAI) yang dipusatkan di Kota Cilegon, Banten, Selasa (8/9) dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-2492 alignnone" title="change 2" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/12/change-2.jpg" alt="change 2" width="449" height="218" /></p>
<p>Buta aksara di Indonesia jadi fenomena. Disinyalir sekitar 10 juta penduduk di Indonesia masih buta aksara. Mendiknas, Bambang Sudibyo, merasa yakin 2010 nanti angka buta aksara bisa diredam hingga ke 7 juta jiwa. Bagaimana dengan di Banten? Bambang Sudibyo pada puncak Perayaan Hari Aksara Internasinal (HAI) yang dipusatkan di Kota Cilegon, Banten, Selasa (8/9) dalam sambutannya mengatakan, “Supaya tidak ada lagi warga buta aksara, wajib belajar sembilan tahun mesti bisa dinikmati semua warga. Kita perkuat terus wajib belajar.”</p>
<p>TEMA</p>
<p>Sementara, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengklaim Provinsi Banten telah berhasil menjalankan program pemberantasan buta aksara dengan baik dan mencapai sasaran. Jika sekitar lima tahun lalu, warga buta aksara mencapai 500 ribu lebih warga, pada tahun 2009 bisa berkurang tinggal sekitar 155 ribu warga. “Kini Banten masuk sepuluh besar provinsi terkecil memiliki penyandang buta aksara. Prestasi ini cukup menggembirakan dan mesti terus ditingkatkan supaya semua warga melek aksara,” kata Atut.</p>
<p>Maka Rumah Dunia yang didirikan pada 3 Maret 2002, merupakan lini sosial Yayasan Pena Dunia, berakta notaris Fachrul Kesuma Dharma, SH, Nomor 006 tanggal 12 Juni 2006, mencoba berpartisipasi dalam bentuk kegiatan sepanjang 2010 dengan tema  <em>Change with Reading”, </em>yang diartikan sebagai<em> </em>“Ubahlah dirimu dengan Membaca”.<em> </em>Rumah Dunia sebagai <em>learning centre</em> di bidang jurnalistik, sastra, teater, seni rupa, dan film bagi masyarakat luas mengajak waraga pelajar dan mahasiswa di Indonesia umumnya dan Banten khususnya memasuki fase membaca dalam arti keseluruhan, mulai dari fenomena di sekitar (lokal) hingga tingkat global.</p>
<p>MOTIVASI</p>
<p>Melalui tema “Change with Reading”, kegiatan di Rumah Dunia sepanjang 2010 dimaksudkan memotivasi seluruh lapisan masyarakat agar aktif membaca dan secara terus-menerus  menyebarkan spirit bahwa dengan membaca bisa mengubah hidup kita menuju ke arah yang lebih baik.</p>
<p>Membaca di sini tidak hanya secara tertulis, tetapi juga yang tersirat, seperti mendiskusikan  fenomena kedaerahan (lokal) hingga tingkat yang lebih luas lagi, yakni fenomena nasional bahkan global (dunia).</p>
<p>Tujuan yang diharapkan dari gerakan Change with Reading ini adalah membuka wawasan, mengubah pola pikir, dan meningkatkan kualitas hidup dengan memulai dari kegiatan membaca dan berdiskusi.</p>
<p>DUTA</p>
<p>Untuk mengampanyekan gerakan “Change With Reading” di Banten, maka Rumah Dunia mengumpulkan para duta “Change with Reading” mulai dari pelajar tingkat SD, SLTP, SLTA hingga mahasiswa di perguruan tinggi negeri/swasta pada  Sabtu, 9 Januari 2010, pukul 09.00 – 17.00 WIB, bertempat di Rumah Dunia. Pada hari itu akan ada pencanangan “Change with Reading” bersama HM. Masduki, Wakil Gubernur Banten.</p>
<p>Selain pencanangan, para duta “Change with Reading” tingkat SD dan SLTP saling mengasah ekspresi dalam lomba menggambar poster. Sedangkan duta SLTA dan perguruan tinggi berkompetisi menuangkan gagasannya tentang “Change with Reading” dalam bentuk essay serta mempresentasikannya di depan dewan juri.</p>
<p>Dengan cara seperti ini, para duta “Change with Reading” sanggup memotivasi teman di sekolah dan kampus, bahkan /masyarakat sekitar agar aktif membaca, dan secara terus-menerus  menyebarkan spirit bahwa dengan membaca bisa mengubah hidup kita menuju ke arah yang lebih baik. Mereka juga diberi kesempatan  mengadakan acara dengan tujuan membuka wawasan teman/masyarakat sekitar, misalnya dengan memulai dari kegiatan membaca dan berdiskusi di sekolah/kampus.</p>
<p>DISKUSI</p>
<p>Selain lomba menggambar poster dan menulis essay bagi para duta “Change with Reading”, pada hari pencanangan itu juga akan ada pameran komunitas literasi serta bazaar buku murah, orasi oleh Ahmad Mukhlis Yusuf (Direktur LKBN Antara), pentas teater Remaja Ciloang dengan lakon “Waktu yang hilang”.</p>
<p>Tentu menu diskusi menjadi bumbu penyedap, yaitu Diskusi Interaktif dengan tema “Change with Reading: Mengubah Hidup dengan Membaca”. Para pembicaranya Eko Endang Koswara (Kadindik Prov. Banten), DR. H. Zulkieflimansyah, SE, MSc, Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D (Dirktur Penmas Depdiknas), dan Wien Muldian (Direktur Forum Indonesia Membaca).</p>
<p>Puncak acara Pencanangan “Change with Reading” oleh Wakil Gubernur Banten, dengan cara membagikan buku kumpulan karya tulis Duta CWR dan menuliskan testimony pada sebidang kanvas, diikuti oleh Ahmad Mukhlis Yusuf, Eko Koswara, Zulkieflimansyah, Ella Yulaelawati dan Wien Muldian.</p>
<p>BIAYA</p>
<p>Pencanangan “Change with Reading”  akan dihadiri sekitar 400 orang  dan memutuhkan biya sebesar Rp. memakan biaya sebagaibikut Rp. 15.000.000,- (Lima Belas Juta Rupiah) untuk kesekretariatan, perlengapan seperti menyewa tenda, kursi, dan sound sytem. Konsumsi peserta menyedot anggaran besar. Biaya lainnya untuk kepentingan publikasi (liflet, spandk, dan backdrop, serta hadiah bagi para pemenang lomba.</p>
<p>Jika ada perusahaan tertarik bekerjasama dalam bentuk barter; menyumbang konsumsi, misalnya, akan meringankan beban anggaran. Perusahaan tersebut diperbolehkan memasang spanduk dan membuka stand. Logo perusahaan juga akan kami sertakan di liflet, spanduk, dan backdrop. Tapi ada cara lain yang kami lakukan adalah “Galang Dana Rp. 50.000,-“</p>
<p>DAFTAR PENYUMBANG</p>
<p>Itu sudah kami mulai dari para relawan, yaitu:</p>
<ol>
<li>Gol A Gong</li>
<li>Toto ST      Radik</li>
<li>Firman      Venayaksa</li>
<li>Hilal      Ahmad</li>
<li>Rama      Rahmat</li>
<li>Aji      Setiakarya</li>
<li>Ibnu Adam      Aviciena</li>
<li>RG      Kedungkaban</li>
<li>Langlang      Randhawa</li>
<li>Siapa      menyusul?</li>
</ol>
<p>Jika Anda tertarik menyumbang langsung transfer saja ke BCA Serang, nomor rekening 245 188 5733, atas nama Asih Purwaningtyas C. Sumbangan Anda akan mengubah hidup orang lain. Insya Allah, barokah dan bermanfaat. (Gol A Gong)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/30/galang-limapuluh-ribu-rupiah-%e2%80%9cchange-with-reading%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PONDOK BACA ZAKIAH BANDUNG BARAT</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/30/pondok-baca-zakiah-bandung-bara/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/30/pondok-baca-zakiah-bandung-bara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 22:30:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal RumahDunia]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Minat Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok baca]]></category>
		<category><![CDATA[TBM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2488</guid>
		<description><![CDATA[RUMAH DUNIA &#8211; Di zaman modern sekarang, amat sedikiti orang yang peduli terhadap lingkungan sosial. Apalagi jika itu menyoal bidang literasi. Kita tahu bahwa minat baca di Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. WAKTU LUANG Hal itu pula yang mendasari Ayu Puji Rahayu mendirikan pondok baca yang diberi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2489" title="Zakiyah com" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/12/Zakiyah-com.jpg" alt="Zakiyah com" width="500" height="376" />RUMAH DUNIA &#8211; Di zaman modern sekarang, amat sedikiti orang yang peduli terhadap lingkungan sosial. Apalagi jika itu menyoal bidang literasi. Kita tahu bahwa minat baca di Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.</p>
<p>WAKTU LUANG</p>
<p>Hal itu pula yang mendasari Ayu Puji Rahayu mendirikan pondok baca yang diberi nama “Zakiah”. Menurut Ayu, dibangunnya pondok baca Zakiah, agar waktu luang para pelajar di tempatnya bisa dimanfaatkan dengan baik. “Kami ingin waktu istirahat mereka dimanfaatkan dengan membaca,” ujar Ayu.</p>
<p>Pada 24 Desember 2009, Ayu dan beberapa pengurus pondok baca Zakiyah berkunjung ke Rumah Dunia. Mereka ingin belajar bagaimana mengelola taman bacaan masyarakat seperti Rumah Dunia. “Kok, Rumah Dunia ini bisa bertahan dan berkembang sert dikenal di mana-mana,” kata ayu keheranan.</p>
<p>Pondok baca yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Arafah, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, ini baru berdiri tiga bulan. Gagasan pendirian ini didukung Kepala Sekolah SD Arafah,  Sarip Mahmud.</p>
<p>Pondok baca Zakiah dibuka setiap Jum’at selepas Ashar untuk anak-anak SD. Sedangkan Minggu (dari jam 2-5 sore) untuk pelajar tingkat SMA. “Para pengunjungnya anak-anak Pesantren Arafah dan warga sekitar,” ujar bunda Zakiah ini.</p>
<p>Konsep belajar yang diberikan pondok baca ini sederhana, yaitu dibacakan cerita, diajarkan membaca, dan cerita bersama. Sedangkan untuk SMA belum ada kegiatan rutin selain membaca dan berdiskusi.</p>
<p>BUKU TERBATAS</p>
<p>Buku yang tersedia pun masih terbatas pada buku-buku umum dan majalah anak. “Buku-bukunya dapat sumbangan dari Kang Iqbal, relawan kami,” kata guru SD kelas 1 ini. Alasan itulah yang membuat pondok baca yang beralamat di Kampung Pasir Jati RT 03/17, Desa Muka Payung Cililin, Bandung Barat ini belum bisa meminjamkan buku kepada yang berkunjung.</p>
<p>Gol A Gong, yan hadir membagikan pengalamannya saat mengawali membangun Rumah Dunia menyarankan, “Coba dekati para penerbit buku. Biasanya setiap mereka menerbitkan buku-buku baru, selalu ada jatah untuk relasi atau dibagikan.”</p>
<p>Selain minimnya koleksi buku, Sumber Daya Manusia (SDM) di Zakiah juga sangat terbatas. pengurusnya baru tiga orang: Ayu Puji Rahayu dan dua orang siswi SMA Arafah. Selama ini, bantuan dari Pemerintah Pusat belum ada. Kendati demikian, pondok baca yang berdiri di teras rumah Ayu Puji Rahayu ini memiliki harapan emas untuk menumbuhkan minat baca minimal di lingkungan Pesantren. (Harir Baldan)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/30/pondok-baca-zakiah-bandung-bara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TBM ZAKIYAH BANDUNG DAN BEM FIB UI BERKUNJUNG KE RUMAH DUNIA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/26/berkunjung-dan-sharing-ke-rumah-dunia/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/26/berkunjung-dan-sharing-ke-rumah-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 16:44:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal RumahDunia]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Bacaan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2392</guid>
		<description><![CDATA[RUMAH DUNIA &#8211; Mendirikan taman bacaan masyarakat (TBM) tak segampang mendirikan warung, ataupun tak semudah menggelar tikar di tanah. Harus menata diri, mulai dari kebiasaan, maksud dan tujuan, kemudian melihat kondisi lingkungan. Hal tersebut sedang dilalui tujuh orang yang mengaku dari Taman Bacaan Masyarakat Zakiyah, Bandung, Kamis (24/12) kemarin yang berkunjung ke Rumah Dunia sekitar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2393" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/12/PICT0368.JPG" alt="PICT0368" width="667" height="500" /></p>
<p><strong>RUMAH DUNIA &#8211; </strong>Mendirikan taman bacaan masyarakat (TBM) tak segampang mendirikan warung, ataupun tak semudah menggelar tikar di tanah. Harus menata diri, mulai dari kebiasaan, maksud dan tujuan, kemudian melihat kondisi lingkungan. Hal tersebut sedang dilalui tujuh orang yang mengaku dari Taman Bacaan Masyarakat Zakiyah, Bandung, Kamis (24/12) kemarin yang berkunjung ke Rumah Dunia sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam kunjungannya, TBM Zakiyah yang beralamat di Jl. Kampung Pasir Jati Rt/Rw 03/17 Desa Muka Payung Kecamatan Cililin Bandung ini ingin <em>sharing</em> perihal cara pengelolahan TBM.</p>
<p>“Maksud kedatangan kami, selain ingin tahu tentang Rumah Dunia sekaligus <em>sharing</em> tentang TBM. Cara pengelolaan, metode dan konsep yang diterapkan Rumah Dunia itu seperti apa?” kata Ayu Puji Rahayu (32), pendiri Taman Bacaan Masyarakat Zakiyah. Guru SD kelas 1 itu menambahkan, &#8220;Saya ingin TBM saya awet, tidak musiman.&#8221;</p>
<p>Gol A Gong, pendiri Rumah Dunia, menyambut hangat kedatangaan TBM Zakiyah ke Rumah Dunia. Memang, usia keberadaan TBM Zakiyah masih tergolong muda, tiga bulan. Dan, koleksi buku-buku masih terbilang belum lengkap, baru ada buku-buku pelajaran dan majalah anak. Alhasil, TBM Zakiyah belum berani dibuka untuk umum, hanya kalangan masyarakat sekitar. Namun, taman bacaan masyarakat ini memiliki gerakan penyebaran minat baca  untuk menciptakan budaya dan generasi membaca bagi masyarakat kelak. “TBM Zaskiyah berdekatan dengan pondok pesantren. Sementara ini, hanya untuk anak-anak sekolah dasar, sekolah menengah atas dan ponpes sekitar saja,” ujar Ayu, menambahkan.</p>
<p>Di bawah pohon mangga yang rindang, Gol A Gong dengan semangat membagi pengalaman tentang metode yang diterapkannya dalam mengelola RD. Gong lebih berseangat lagi ketika ada oleh-oleh kue Maya Sari. Begitu juga para relawan yang biasa ngemil pisang goreng dan bakwan. “Rumah Dunia bertujuan selain pada kepenulisan, juga untuk membagun generasi muda yang cerdas dan kritis,” tutur Gong sambil menghabiskan 3 kue.</p>
<p>Ba’da duhur, rombongan Zakiyah pamit keluar untuk membeli makan siang. “Nanti kalau mau ikutan, setelah ini ada kunjungan dari Universitas Indonesia yang mau belajar jurnalistik,” kata Gong menawarkan. Gong pun pamit untuk istirahat sejenak karena lehernya mulai sakit lagi.</p>
<p><strong>KUNJUNGAN UI<br />
</strong></p>
<p>Tak lama setelah tamu dari Bandung pergi mencari makan siang, giliran dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Depok datang. Almamater kuningnya terlihat begitu meriah dan serempak. Rombongan UI  yang berjumblah 24 orang tiba sekitar Pukul 13.00 WIB memakai bus kampus. Setelah istirahat sejenak, barulah acara perkenalan dimulai. Firman Venayaksa selaku presiden Rumah Dunia memandu acara. Para relawan memperkenalan diri masing-masing pada mahasiswa UI.</p>
<p>Menurut Noory Okthariza, selaku ketua BEM, tujuan UI berkunjung ke RD untuk refresing, karena baru selesai ujian dan masih libur. Selain itu, mereka mengaku ingin berada ditengah-tengah komunitas literasi. Noory pertama kali melihat RD sangat takjub sekali. Ia juga senang bisa berada di komunitas yang masih <em>concern</em> dengan dunia literasainya. Dikatakan Noory, dalam perkenalannya, rombongan yang dipimpinnya terdiri dari 15 jurusan yang mayorits dari Jurusan Sastra mulai dari semester 1 sampai 7. “Saya sendiri dari Jurusan Filsafat,” Noory memperkenalkan diri.</p>
<p>Selama kurang lebih satu jam setengah, Firman Venayaksa (Presiden RD) dan Gol A Gong  mengenalkan RD sekaligus memberi sekilas materi tentang jurnalistik pada mahasiswa UI. Mereka, mayoritas merasa bingung dengan adanya boneka yang terbuat dari jerami yang berada di sekitar RD, yang diyakini sebagai penangkal hujan.</p>
<p>Sebelum acara kunjungan berakhir, mahasiswa UI memberikan kenang-kenangan cinderamata dan sebuah amplop pada Gol A Gong. “Lho, kok ada amplop segala?” kata Gong heran.</p>
<p>“Ga’ papa. Ini hanya sebagai kenang-kanangan dari kami saja, “ kata Noory berterimakasih pada semuanya.</p>
<p>Akhyar, salah satu mahasiswa UI, mengaku sangat terkesan dengan RD. “Sangat bagus. Sangat terinspirasi bisa mengenal Gol A Gong dan relawan yang punya niat bagus dalam hal literasi. Saya harap RD tetap bertahan dan terus dalam idealismenya,” tutur lelaki yang mengambil Jurusan Sastra Jepang ini.</p>
<p>Sebelum para mahasiswa ini pulang, mereka mengajak para relawan RD makan sore bersama di Komplek Makmur Jaya Kecamatan Taktakan, Serang. Di komplek itu, ternyata ada rumah Gina, salah satu mahasiswa UI yang memang asli Serang. Namun dari sekitar 8 relawan yang ada di RD, cuma saya dan Harir Baldan yang ikut makan. Terimakasih UI dan Teh Gina. Salam dari kami, relawan RD. [<strong>Ahmad Wayang</strong>]<strong></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/26/berkunjung-dan-sharing-ke-rumah-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AKOER SUMBANG BUKU UNTUK RUMAH DUNIA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/26/akoer-sumbang-buku-untuk-rumah-dunia/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/26/akoer-sumbang-buku-untuk-rumah-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 16:05:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal RumahDunia]]></category>
		<category><![CDATA[Akoer]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2387</guid>
		<description><![CDATA[RUMAH DUNIA &#8212; Jarak yang terbilang dekat dengan Jakarta tak lantas membuat Banten maju dari segi sumber daya manusia (SDM). Kenapa? Itu terbukti dari minimnya minat baca di daerah yang terkenal dengan debusnya ini. Faktor-faktor yang mempengaruhi itu diantaranya: minimnya minat baca masyarakat, masih jarangnya Taman Bacaan Masyarakat di sebuah daerah tersebut, jaraknya yang jauh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2388" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/12/akoer.JPG" alt="akoer" width="667" height="500" />RUMAH DUNIA &#8212; Jarak yang terbilang dekat dengan Jakarta tak lantas membuat Banten maju dari segi sumber daya manusia (SDM). Kenapa? Itu terbukti dari minimnya minat baca di daerah yang terkenal dengan debusnya ini. Faktor-faktor yang mempengaruhi itu diantaranya: minimnya minat baca masyarakat, masih jarangnya Taman Bacaan Masyarakat di sebuah daerah tersebut, jaraknya yang jauh dari perpustakaan dan terbatasnya persediaan buku.</p>
<p>Untuk yang terakhir, relawan Rumah Dunia termasuk yang beruntung. Apa pasal? Coba bayangkan, di saat sebagian orang sulit membeli buku, Sabtu (26/12) pagi tadi, Rumah Dunia mendapat sumbangan buku dari Penerbit Andal Krida Nusantara (Akoer). Buku sumbangan itu berjumlah tiga puluh satu buku, antara lain “30 Hari Jadi Murid Anakku” (Mel), “Prahara Asmara” (Zara Zettira Zr), “Prahara Asmara Sucinya Noda 2” (Zara Zettira Zr), “Kasmaran: Sebuah Memoar Cinta” (Kafi Kurnia &amp; Dwitri Waluyo), “Tanril Siege Of King Naum 2” (Nafta S Meika), “Kembar Keempat” (Sekar Ayu Asmara), “Pintu Terlarang” (Sekar Ayu Asmara), “Pucuk Cinta Bougenville” (Sitta Wulandari), “Nagabonar Jadi 2” (Akmal Nasery Basral), “Kenangan Abu-Abu” (Winna Efendi), “Burger, Pizza &amp; Semur Jengkol” (Wibi A. R.), “Digitariumdan” (Baron Leonard), “Biola Tak Berdawai” (Seno Gumira Aji Darma), dan “Imperia” (Akmal Nasery Basral).</p>
<p>Dulu, Akoer juga menerbitkan buku kumpulan cerpen Rumah Dunia berjudul “Harga Sebuah Hati” (2005) dimana royaltinya disumbangkan untuk Rumah Dunia. Pada 2005, buku “Imperia” karangan Akmal Nasery Basral diluncurkan di Rumah Dunia. Semoga semakin banyak penerbit yang menyumbangkan buku ke Rumah Dunia, karena Rumah Dunia sering didatangi taman-taman bacaan masyarakat di Bnatne. &#8220;Kami suka tidak tega menolaknya. Sebetulnya itu bukan urusan kami. Tapi, sebgai bentuk solidaritas, biasanya satu dus buku plus majalah, kami sumbangkan,&#8221; kata Sobirin, relawan Rumah Dunia. &#8220;Mas Gong pernah bilang, insya Allah akan diganti lagi oleh penerbit,&#8221; Sobirin mengakhiri percakapan. (Harir Baldan)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/26/akoer-sumbang-buku-untuk-rumah-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LPM SIGMA GELAR PELATIHAN JURNALISTIK DAN BROADCASTING</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/24/membaca-mengubah-kualitas-hidup-menjdi-lebih-baik/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/24/membaca-mengubah-kualitas-hidup-menjdi-lebih-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 22:31:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal RumahDunia]]></category>
		<category><![CDATA[Change With Reading]]></category>
		<category><![CDATA[IAIN SMH Bnten]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatinah]]></category>
		<category><![CDATA[Unma]]></category>
		<category><![CDATA[Unsera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2352</guid>
		<description><![CDATA[RUMAH DUNIA &#8211; Sekitar 50-an mahasiswa Banten dari berbagai perguruan tinggi seperti IAIN Sultan Maulana Hasanuddin, Universitas Serang Raya (Unsera), STIE Cilegon, Universitas Mathla&#8217;ul Anwar (UNMA) Pandeglang dan STAISMAN Pandeglang mengikuti Pelatihan Jurnalistik dan Broadcasting (PJB) yang diadakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SiGMA di Rumah Dunia pada Jum`at (18/12) lalu. Peserta PJB dari lima perguruan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2355" title="change RD COM" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/12/change-RD-COM1.jpg" alt="change RD COM" width="500" height="243" />RUMAH DUNIA &#8211; Sekitar 50-an mahasiswa Banten dari berbagai perguruan tinggi seperti IAIN Sultan Maulana Hasanuddin, Universitas Serang Raya (Unsera), STIE Cilegon, Universitas Mathla&#8217;ul Anwar (UNMA) Pandeglang dan STAISMAN Pandeglang mengikuti Pelatihan Jurnalistik dan Broadcasting (PJB) yang diadakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SiGMA di Rumah Dunia pada Jum`at (18/12) lalu.</p>
<p>Peserta PJB dari lima perguruan tinggi itu mendapat materi langsung dari praktisi menulis seperti Gol A Gong dan  Ibnu Adam Aviciena, novelis yang dijuluki “filsuf Rumah Dunia”.Pelatihan nberlangsung dari pukul 09.00 &#8211; 13.00 WIB diselingi acara makan siang bersama relawan Rumah Dunia.</p>
<p>“Kegiatan ini sangat menarik dan mengisi ceruk ketidaktahuan saya tentang menulis, baik cerpen, novel, artikel, dan esai,” kata Iin Hajiah Faujiah, mahasiswa IAIN. Hal yang sama juga dialami Ipin. “Dengan adanya acara ini saya bisa paham jurnalistik,” tegas Ipin, mahasiswa IAIN pula.</p>
<p>Saat membuka pelatihan, Gol A Gong menanyakan siapa yang sudah pernah membaca novel. Dari 50-an peserta PJB, hanya satu orang saja yang mengacungkan tangan. Kita bisa melihat betapa rendahnya kualitas membaca mahasiswa Banten khususnya dan umumnya orang Indonesia. Dengan cepat, Gol A Gong memberikan novel &#8220;Bangkok Dalam Kenangan&#8221;, novel karangannya sendiri, sebagai penghargaan kepada mahasiswa yang mengacungkan tangan tadi.</p>
<p>“Rumah Dunia menampung orang-orang kampung yang mau maju,” tutur Gol A Gong. Lalu Gol A Gong mencontohkan tiga relawan Rumah Dunia seperti Ibnu, Harir, dan Wayang, yang berasal dari kampung dan sudah mengalami kemajuan. Ibnu Adam yang kini sudah menulis novel dan menyelesaikan kuliah di Laiden Universty, Belanda. Relawan lain, Harir Baldan, dari seorang penjual gorengan menjadi seorang wartawan di www.rumahdunia.com. Dan Ahmad Wayang dari penjual roti menjadi seorang penulis. Beberapa cerpen dan puisi Ahmad Wayang sudah dimuat di koran Radar Banten dan Fajar Banten.</p>
<p>Gong juga mengingatkan para peserta, bahwa di Indonesia itu kemiskinan bermula dari rendahnya kualitas pendidikan mereka. Misalnya, mengapa Ibu dan bapak kita yang bekerja, berdagang, bertani atau buruh begitu-begitu saja kualitas hidupnya? Tidak ada peningkatan. bahkan seorang petani yang tadinya memiliki sawah, kini hanya jadi penggarap saja, karena sawahnya sudah dijual. Sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi. Tapi yang lebih dominan adalah faktor membaca. Kalau ibu dan bapak kita mau membaca pasti akan menjadi pedagang dan petani yang mengerti tentang menejemen.</p>
<p>Gola A Gong lalu menceritakan kisah dua orang pemuda yang suka membaca dan tidak. Pemuda pertama berbadan besar tak membaca sedangkan yang satu kurus dan mau membaca. Setiap hari dua pemuda itu bekerja mengangkut air dari bukit ke kampung untuk dijual kepada warga. Satu pikul air dihargai Rp 1.000. Suatu hari, si kurus berpikir untuk membuat instalasi air. Uang yang dikumpulkan dari memikul air ia keluarkan untuk membeli pohon bambu dan mengupahi pekerja. Sedangkan si badan besar terus saja mengumpulkan uang hasil dari penjualan air. Pekerjaan si kurus membuat instalasi air sangat lama hampir satu tahun. Setelah  instalasi air jadi, si badan besar terus saja memikul air dengan  kondisi fisik yang semakin lemah dan akhirnya sakit. Akibatnya, uang yang dikumpukan si besar dari hasil perih memikul air habis untuk berobat. Sedangkan si kurus yang tadinya memikul air kini jadi menejer perusahaan air. Dia tinggal menyalurkan air ke rumah-rumah dan harga yang tadinya satu pikul Rp 1.000, menjadi Rp 500. Dengan begitu, si kurus bisa memperingan kantong warga yang membeli air. Dari keuntunganya, dia juga bisa membantu biaya pengobatan si besar dan mengajak si besar bergabung di perusahaannya.</p>
<p>Dari kisah di atas, kita bisa melihat kualitas antara orang yang membaca dan tidak. Allah pun bejanji akan mengangkat derajat manusia yang berilmu dan beriman dengan beberapa derajat dibandingkan orang yang tidak berilmu. Hal itu sejalan dengan tema besar kegiatan Rumah Dunia sepanjang 20010, yaitu &#8220;Change with Reading&#8221; (CwR). Gerakan Cwr itu sudah direspon dengan baik oleh warga Banten serta instansi terkait. Terbukti saat  pencanangan CwR  pada 9 Januari 2010 nanti akan dihadiri HM. Masduki, wakil gubernur Bnten dan Kepala Dinas Pendidikan Bnen, Drs. Eko Koswara. (AS. Kelanaraya)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/24/membaca-mengubah-kualitas-hidup-menjdi-lebih-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AGENDA DESEMBER 2009 DI RUMAH DUNIA</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/19/agenda-desember-2009-di-rumah-dunia/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/19/agenda-desember-2009-di-rumah-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 09:40:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal RumahDunia]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Monolog]]></category>
		<category><![CDATA[Penyair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2234</guid>
		<description><![CDATA[Selama Desember 2009, di Rumah Dunia diisi kegiatan bekerjasama dengan pihak luar. Ada bengkel Sastra pada 2 – 3 Desember, bekerjasama dengan Pusat Bahasa Depdiknas. Kemudian perpindahan tahun baru Islam (17/12) di Rumah Dunia ditandai dengan refleksi diri, hening dan merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan Allah SWT dengan cara pembelajaran orasi (muhadhoroh) dengan tema hijrah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2235" title="Pelatihan_1" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/12/Pelatihan_1.jpg" alt="Pelatihan_1" width="500" height="375" />Selama Desember 2009, di Rumah Dunia diisi kegiatan bekerjasama dengan pihak luar. Ada bengkel Sastra pada 2 – 3 Desember, bekerjasama dengan Pusat Bahasa Depdiknas. Kemudian perpindahan tahun baru Islam (17/12) di Rumah Dunia ditandai dengan refleksi diri, hening dan merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan Allah SWT dengan cara pembelajaran orasi (muhadhoroh) dengan tema hijrah.  Pada Minggu (20/12), Taman Bacaan Masyarakat Kota Serang akan mengadakan kegiatan halal bi halal pelantikan pengurus periode 2010 di Rumah Dunia. Pada Kamis (21/12), sekitar 30-an guru SMP Penabur, Kali Malang Jakarta akan datang ke Rumah Dunia untuk pelatihan creative writing dengan Gol A Gong.</p>
<p>Puncak kegiatan di Desember 2009 adalah  DETIK AKHIR 2009, DETIK AWAL 2010 di Rumah Dunia dirayakan dengan diskusi REFLEKSI KOMUNITASSASTRA DI BANTEN, pada 31 Desember 2009, pukul 20.00 &#8211; 23.00 WIB, bertempat di Rumah Dunia. Ini bekerjasama dengan komunitas Kubah Budaya yang didirikan (alm) Wan Anwar. Kegiatan ini mencoba merekam gelas  2009 , dimana dunia sastra di Banten mengalami gonjang-ganjing. Dimulai dari ketidakbecusan Disbudpar Banten mengurusi seniman di Banten, sehingga batal menirimkan para penyairya I ajang MPU di Solo. Akibatnya, para senimna sepakat memboikot seluruh kegiatan Dispudbar Banten hingga batas waktu tak terbatas.</p>
<p>Kata Gol A Gong, penggagas boikot, “Jika kinerja Disbudpar Banten membaik, maka kami akan mencabut boikot itu!” Juga akan dibahas nasib Kubah Budaya sepeninggal  Wan Anwar. Kubah Budaya adalah warisan Wan Anwar, yang telah melahirkn penyair-penyair muda berbakat di Banten.  Pembicaranya Toto ST Radik (Pensehat Rumah Dunia) mengusung &#8220;Posisi Rumah Dunia sebagai Komunitas di Banten&#8221;, Sulaiman Djaya dari Kubah Budaya dengan catatannya; Quo Vadis, Komunitas Sastra di Banten, dan Indra Kusumah, sales marketing koran Fajar Banten memamparkan &#8220;Seberapa Penting Halaman Koran Untuk Rubrik Budaya.&#8221; Menu tambahan pembacaan puisi penyair Banten seperti Irwan Sofwan (Kubah Budaya), Ibnu PS Megananda (Forum Kesenian Banten), Rahmat Heldy HS (Al-Irsyad), dan monolog Dedi Setiawan.</p>
<p>Silahkan gabung. Gratis. Ada menu tambahan yang gurih; pembacaan puisi para penyair Banten dan monolog. Tebtu tidak ketinggalan menu hangat bandrek atau bajigur. (Jang RuDun)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/19/agenda-desember-2009-di-rumah-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PINDAH DAN BERMIMPILAH</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/18/pindah-dan-bermimpilah/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/18/pindah-dan-bermimpilah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 08:24:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnal RumahDunia]]></category>
		<category><![CDATA[Hijrah]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Samudra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2165</guid>
		<description><![CDATA[SERANG – Tahun baru Islam atau dikenal dengan tahun hijriyah memiliki sejarah sebagai perpindahan (hijrah) Nabi Muhammad dan pengikutnya dari dari Mekah ke Madinah. Seiring berkembangnya pengetahuan, hijrah kemudian dimaknai dengan berbagai macam salah satunya pindah dari yang buruk ke yang lebih baik. “Mari kita hijrah dari otot ke otak,” ajak Gol A Gong saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2166" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/12/TBI-2.jpg" alt="TBI 2" width="325" height="216" />SERANG – Tahun baru Islam atau dikenal dengan tahun hijriyah memiliki sejarah sebagai perpindahan (hijrah) Nabi Muhammad dan pengikutnya dari dari Mekah ke Madinah. Seiring berkembangnya pengetahuan, hijrah kemudian dimaknai dengan berbagai macam salah satunya pindah dari yang buruk ke yang lebih baik.</p>
<p>“Mari kita hijrah dari otot ke otak,” ajak Gol A Gong saat <em>talkshow</em> di acara malam bina iman dan taqwa (Mabit) memeriahkan pergantian tahun baru Islam (17/12) di masjid An Nur, Rumah Sakit Sari Asih, Kota Serang. Menurut Gol A Gong, saat ini masyarakat Banten dikenal oleh orang di luar Banten sebagai masyarakat yang lebih banyak mengedepankan otot daripada otak.</p>
<p>Stigma ini melekat sudah lama dan makin melekat setelah Imam Samudra (orang Banten asli) meledakkan Bali. Sayangnya, setelah peledakan itu, tidak ada ulama Banten yang menulis di media massa dan menjelaskan perbuatan Imam Samudra itu sebagai perbuatan yang salah dalam pandangan Islam karena bertentangan dengan ajaran Islam yang mengusung misi sebagai penebar kedamaian di muka bumi, <em>rohmatan lil’alamin</em>.</p>
<p>Maka, momen peringatan tahun baru Islam sangat tepat menebarkan perpindahan dari kebiasaan mengedepankan kekerasan ke budaya intelektual. Gong, begitu ia biasa dipanggil, juga sedang menggulirkan gerakan kebudayaan “<em>Change with Reading</em>” di Banten melalui Rumah Dunia mengawali tahun 2010. “<em>Change with Reading</em>” diharapkan bisa menggelinding dan seperti maksudnya, membuat masyarakat gemar membaca sehingga dapat mengubah hidup mereka menjadi lebih baik.</p>
<p>Pembicara lain, Yayat Suhartono, memaknai hijrah sebagai langkah besar menuju kemenangan atau perjuangan dari kedzoliman seperti yang dilakukan Muhammad. Praktisi bisnis ini menekankan akan pentingnya umat Islam saat ini memanfaatkan waktu untuk berbuat amal saleh.</p>
<p>Sedangkan Zulkieflimansyah (anggota DPR) menyeru agar umat Islam mau dan berani bermimpi. “Kita harus punya keberanian bermimpi dengan hal-hal fisik. Misalnya, bermimpi punya mobil,” katanya mencontohkan. Dengan memiliki mimpi seseorang akan lebih terpacu dalam hidup. Selain bermimpi tentanng hal-hal fisik, lelaki yang pernah mencalonkan Gubernur Banten ini juga mengajak agar berani bermimpi dengan tujuan sosial dan intelektual. “Misalnya tahun depan saya akan membaca sekian buku,” Zul menambahkan.</p>
<p>Acara pringatan tahun baru Islam yang dimulai pukul 20.00 WIB ini tidak hanya menggelar <em>talkshow</em> tapi juga disertai dengan kegiatan lain yang dapat mendekatkan diri dengan Allah seperti <em>qiyamul lail</em> atau sholat tahajud berjamaah. Lalu ada muhasabah, dzikir dan sholat subuh bersama, sampai pukul 05.30. (GT)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/18/pindah-dan-bermimpilah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

