BACA PUISI WONG CILIK #3 DI RUMAH DUNIA

Inilah aksi tukang ojek saat baca puisi

RUMAH DUNIA – Siapa pun bisa berpuisi. Mengekspresikan segala unek-unek dalam hati dalam curah kata-kata. Puisi tak hanya milik para penyair, karena puisi adalah milik manusia. Tak terkecuali adalah wong cilik; tukang ojek, tukang cendol, tukang dodol, tukang somay, pemulung, tukang gali sumur, atau profesi sejenisnya. Yah. Kini tiba lagi saatnya wong cilik di Serang dan sekitarnya berpuisi.

Nah. Setelah sukses pada tahun-tahun sebelumnya, untuk ketiga kalinya, Rumah Dunia yang identik dengan taman bacaan masyarakat, akan menggelar kegiatan bertajuk Lomba Tulis Dan Baca Puisi Wong Cilik Jilid#3 yang akan digelar pada Minggu (14/2) pukul 08:00 WIB s/d selesai. Ada pun terkait syarat apa saja bagi peserta yang akan ikut, Lanang Sejagat, ketua pelaksana mengatakan, syaratnya cukup mudah. “Sama seperti tahun lalu, syarat mengikuti lomba tersebut adalah tentunya mereka yang berporfesi sebagai petani, tukang becak, pedagang asongan, tukang parkir, tukang kuli panggul, dan sejenis profesi lainnya. Dan ini gratis!” ujar Lanang penuh semangat.  “Terkecuali tukang mencuri, atau tukang rampok dan tukang-tukang korupsi. Mereka tidak boleh ikut,” imbuh mahasiswa IAIN Banten ini.

Ada pun syarat lainnya adalah membuat atau menulis satu buah puisi karya sendiri yang akan dibacakan, menyertakan foto kopi KTP. Selain itu juga menurut Lanang, peserta dibatasi hanya 100 orang. Bagi mereka yang bisa memenangkan lomba ini, maka panitia akan menyiapkan hadiah total sebesar Rp 1.300.000 plus sekeranjang buku. “Nah, jika ada rekan-rekan yang mau daftar silahkan datang saja ke Rumah Dunia dengan alamat Komplek Hegar Alam No. 40, Ciloang. Atau telpon langsung ke panitia di 0254-224955,” jelas Lanang.

Selain pembacaan puisi, acara juga akan menghadirkan para pemenang dan finalis Wong Cilik Baca Puisi tahun-tahun sebelumnya. “Mereka akan melakukan mementaskan bagaimana cara baca puisi yang menarik,” ujar Lanang. Selain sebagai pengisi acara, mereka juga akan dilibatkan sebagai dewan juri.

Selanjutnya, bagi rekan-rekan yang ingin berpartisipasi baik menyumbang moril dan materil demi kelancaran acara ini, silakan saja kirim ke alamat Rumah Dunia ke transfer ke rekening Rumah Dunia. Bank BCA Cab. Serang. No. 245-118-5733 atas nama Asih Purwaningtyas Chasanah. Atau juga Bank Muamalat Cab. Serang No. 9085999799 atas nama Asih Purwaningtyas Chasanah. Ditunggu kehadirannya, ya! [Jang Rudun]

PAKET KREATIF RUMAH DUNIA SEHARGA RP. 100.000,-

Rumah Dunia, lini sosial Yayasan Pena Dunia, berakta notaris Fachrul Kesuma Dharma, SH, nomor 006 tanggal 12 Juni 2006, mengawali kegiatan sepanjang tahun 2010 dengan pencanangan tema besar “Change with Reading” (CwR); ubahlah dirimu dengan membaca oleh HM Masduki, Wakil Gubernur Provinsi Banten pada 9 Januari lalu. Januari 2010 sebentar lagi usai, berganti Februari.  Diskusi “Lebak Membara pada 16 Januari pun berhasil dilewati dengan menghadirkan pembicara Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah dan para tokoh pemuda Lebak.

UANG KAS

Rumah Dunia sebagai learning centre di jurnalistik, sastra, teater, seni rupa, dan film bagi masyarakat luas mencoba berpartisipasi meningkatkan kualitas generasi muda di Banten khususnya dan Indonesia umumnya. Fase membaca huruf sudah lewat, kini saatnya membaca dalam arti keseluruhan, mulai dari fenomena di sekitar (lokal) hingga tingkat global. Kini Rumah Dunia menggelinding ke tahun delapan sejak efektif  3 Maret 2002. Hari-hari bergulir dengan makna yang berbeda. Tergantung dengan warna apa mengguratkannya di kanvas. Hari-hari mengalir seperti air di sungai, terantuk batu-batu, atau setenang danau di tengah belantara tanpa riak.

Untuk mewujudkannya, Rumah Dunia pelan-pelan mencoba membebaskan tanah di pintu masuk. Areal seluas 1000 m2 sekarang dirasakan kurang. Alhamdulillah, berkat bantuan facebooker dan donatur perorangan dan perusahaan seperti U Saefudin Noor, Ahmad Mukhlis Yusuf, DR. Zulkieflimansyah SE MSc, Ganis Supriyadi, Fuad Hasyim, Iip Umar Rifai, Das Albantani, Herdy Prihanto, Riska Ruswandi, Tupperware, Marqueen, Belsoap, Suhud Media Promo, Elvy Z,  Eva B, Annis D, Boyke Pribadi, Ariful Amir, Ferijanto, Deddy Mulya Sugih, Jay “Teroris” Abidin, Aneka Swalayan, Yayasan Nurani Dunia, Yayasan Tunas Cendekia, noval Y. Ramsis, Lawang Bagja, Nurhayati, Ipang Aja, Ochan, Yulia Eka, Lies YA, Muchtar Mandala, Donny Nandika, dan yang tidak bisa kami sebutkan namanya atau yang terlewat berhasil membebaskan tanah seluas 969 m2 pada September 2009. Kini tanah itu sudah digunakan sebagai Taman Rumah Dunia dan perpustakaan anak dengan menggunakan gerobak bajay library dan motor perpustakaan yang rusak.

Bahkan pembebasan tanah Rumah Dunia tahap kedua seluas 1873 m2 berhasil mengumpulkan uang sejumlah Rp. 145 jt. Sayangnya, pemilik tanah tidak mau dicicil, ingin cash. Harga tanah waktu itu semeter Rp. 150.000,-, total uang yang dibutuhkan Rp. 280.850.000,-  Lalu sumbangan dari CSR Tupperware sebanyak Rp. 50 jt kami pergunakan untuk operasional Rumah Dunia sepanjang September – Desember 2009.Tersisa uang di kas Rumah Dunia sejumlah Rp. 104 jt.

Pada 18 Januari 2010, kami memutuskan membeli tanah lagi seluas 225 m2. Posisinya jika dari Taman Rumah dunia membentuk huruf “L”. Posisi Taman Rumah dunia berada di selatan, ditarik ke timur bersebelahan dengan tanah seluas 1873 m2 yang tidak berhasil dibebaskan, dan membelok ke barat; di sisi itulah tanah seluas 225 m2 kami beli. Harganya Rp. 250.000,-/m2. Setelah negosiasi, harganya dibulatkan jadi Rp. 55 jt. Kami bermimpi, tanah seluas 1873 m2 itu tahun ini berhasil kami bebaskan. Semoga ada sebuah perusahaan yang merelakan CSR kepada kami. Dari uang kas di Rumah Dunia yang tersisa Rp. 49 juta, musti dikeluarkan uang sebesar Rp. 10 jt untuk membuat surat akta jual beli tanah lewat perantara. Tanah seluas 969 m2 itu ternyata cukup rumit, berpindah tangan ke 4 orang kepemilikan.

Kini sisa uang kas Rumah Dunia sejumlah Rp. 39 juta. Kami berusaha agar uang kas ini tetap aman, karena niatnya diperuntukkan untuk membebaskan tanah. Alhamdulillah, untuk operasional dan kegiatan Rumah Dunia perbulannya, walaupun belum maksimal, beberapa donatur perorangan seperti Das Albantani, Ahmad Mukhlis Yusuf, Fuad Hasyim, Elvy Z, Nurhayati, Ochan, Deddy Mulyadi Sugih, Yulia Eka, Jay “Teroris”, Ipang, dan Herdy Prihanto rutin berbagi dengan kami.

SIAP TEMPUR

Jika melihat kegiatan sepanjang 2010, ciut hati kami. “Begitu kolosal,” komentar para relawan, saat kami menggodoknya di pantai Kelapa 7, Merak, pada 25 Desember 2009. Mungkinkah kami menjalankannya? Beberapa instansi di Banten hingga saat ini mendukung secara moril. Sedangkan perusahaan seperti XL Care dan Sampoerna Foundation sedang mempertimbangkannya. Semoga semuanya lancar.

Tapi walaupun minim dana, para relawan siap bertempur menghadapi beragam kegiatan regular, bulanan, tahunan, perayaan nasional, dan perayaan dunia. Aneka lomba kreativitas bagi anak-anak di Pesta Anak, Kado Lebaran, dan hari AIDS. Stimulus bagi pelajar dan mahasiswa di Perayaan Agustusan, World Book Day, Ode Kampung (Tenu Pencinta Indonesia), Festival teater, Festival marawis, Festival Film Pendek, diskusi dan bedah buku, dan Perayaan Provinsi Banten. Masyarakat umum seperti tukang ojek, petani, supir angkot, pedagang diberi ruang berekspresi dalam lomba pembacaan dan penulisisan puii wong cilik. Guru-guru bahasa Indonesia ditingkatkan kualitasnya dengan pelatihan penulisan. “Selalu ada orang baik yang mau berbagi dengan Rumah Dunia. Tuhan sudah merencanakan semuanya,” kata Gol A Gong, pendiri Rumah Dunia yakin.

Tapi, “Sayangnya perpustakaan keliling Rumah Dunia tahun 2010 ini tidak akan berlangsung,” Langlang Randhawa, Secretary General Rumah Dunia menjelaskan. Mobil bajay library dan motor perpustakaan sumbangan XL Care, Yayasan Nurani Dunia, dan Kelompok Pencinta Bacaan anak rusak, membutuhkan dana lumayan besar untuk memperbaikinya. “Tahun ini belum ada sponsor,” tambah Langlang.

GALANG DANA

Untuk menyiasati ini, Yayasan Pena Dunia sebagai lembaga yang menaungi, menggulirkan program “Galang Dana Paket Kreatif” seharga Rp. 100.000,- Menurut Gol A Gong, Ketua Yayasan Pena Dunia, “Selain menyumbang, mereka juga mendapatkan manfaat dari karya anak-anak Rumah Dunia.”

Paket kreatif Rumah Dunia seharga Rp. 100.000,- berupa CD album “Mencari Pelangi” Ki Amuk, 2 buku awal-mula Rumah Dunia; Menyusun Batu dan Bata, dan Dari Koran ke Koran. Plus stiker, gelas mug, dan pin Rumah Dunia.  Ki Amuk pimpinan Firman Venayaksa, Presiden Rumah Dunia pada 2009, diproduseri Lawang Bagja, merilis CD album “Mencari Pelangi”, dimana lagu-lagunya berdasarkan puisi para penyair Banten. Paket kreatif ini akan dikirim lewat pos bagi yang di luar Banten (tidak termasuk luar negeri). Jika masih di sekitar Banten, jika memungkinkan akan diantar langsung.

KONTAK

Dengan galang dana penjualan paket kreatif Rumah Dunia ini, diharapkan kegiatan Rumah Dunia sepanjang tahun 2010 lancar dan terkendali. Kepada para donatur perorangan yang dengan setia berbagi rezeki dan terus menyemangati, melebihi gunung dan samudra, kami haturkan terima kasih.

Jika ada yang berkenan membantu gerakan kebudayaan Rumah Dunia dengan tema “Change with Reading” sepanjang 2010 ini, sudilah kiranya mentransfer ke :

BRI CABANG SERANG,

Atas nama : Yayasan Pena Dunia

Nomor Rek. : 0084 – 01 – 034240 – 50 – 5
BANK MUAMALAT CABANG SERANG

Atas nama: Asih Purwaningtyas C

Nomor Rek. : 9085 – 999 – 799
BCA CABANG SERANG

Atas nama : Asih Purwaningtyas C

Nomor Rek. : 245 – 188 – 5733

Untuk confirmasi kirim e-mail alamat surat dan bio-data.ke email: rumahduniakreatif@yahoo.com. Semoga lembaga, instansi/kantor yang Bapak/Ibu pimpin bisa mendukung gerakan literasi lokal mneuju Indonesia Membaca. Semoga niat baik kita mendapat ridho Allah SWT dan diberi kemudahan dalam mewujudkannya. Sumbangan Anda – insya Allah, akan mengubah hidup orang lain menuju ke arah yang lebih baik. Amien ya rabbalalamien.

Alamat RUMAH DUNIA:

Komplek Hegar Alam No. 40 Ciloang, Serang 42118, Banten.

Tlp 0254-224955, 0254 – 202861. E-mail: rumahduniakreatif@yahoo.com

Situs: www.rumahdunia.net, www.rumahdunia.com,

youtube: http://www.youtube.com/watch?v=3VsdCpbUPVg

AGENDA RUMAH DUNIA JANUARI 2010

Redaksi 1Hari baru, semangat baru. Pada Desember 2009, kami sudah menyusun agenda kegiatan sepanjang 2010. Selain pertunjukan teater, musik, pemutaran film, festival, juga aneka lomba menulis cerpen-puisi, menggambar, tetap diusung. Pelatihan-pelatihan bagi guru mulai diadakan. Semangat mencerdasdkan dan membentuk gnerasi baru tetap bertumpu pada memberi ruang seluas mungkin kepada anak-anak. Agnda selama Januari adalah:

1 SENIN – JUM’AT  PUKUL 13.00 – 17.00 WIB:

- Reguler internal untuk anak-anak di sekitar Rumah Dunia dan para relawan; mengarang, nyanyi, dongeng, menggambar, English Friday , kursus bahasa Arab, disain grafis, pengajian politik, kitab kuning, latihan orasi, nonton bareng.

Suasana RD 22. SABTU 9 JAN 2010 = PENCANANGAN “CHANGE WITH READING”

- Pukul 09.00 – 12.00 WIB: Lomba menggambar SD dan membuat poster SMP, serta pidato SMA dan perguruan tinggi se-Banten dengan tema “Change with Reading”. Pembukaan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang.

- Pukul 13.00 – 17.00 WIB: Setelah ishoma pada pukul 13.00 ada pementasan marawis, teater Rumah Dunia  dengan lakon “Waktu yang Hilang”. Kemudian  diskusi bersama DR. H. Zulkieflimansyah SE, MSC (DPR RI), Wien Muldian (Forum Indonesia Membaca), Endang Eko Koswara (Kadisdik Prov. Banten), Ela Yulaelawati MA, PhD (Direktur PenMas Depdiknas) serta inspiring speech oleh Ahmad Mukhlis Yusuf (Direktur LKBN Antara). Acara ditutup dengan pencanangan gerakan Rumah Dunia sepanjang 2010 bertemakan “Change With Reading” oleh HM. Masduki, Wakil gubernur Banten.

3. MINGGU, 10 JAN 2010 = KELAS MENULIS RUMAH DUNIA

- Pertemuan pertama “Kelas Menulis Rumah Dunia” angkatan ke-15, setiap hari Minggu, pukul 13.00 – 17.00 WIB. Penajar Gol a Gong. Setiap peserta membawa tulisan berita dan feature (jurnalistik) dan cerpen (fiksi). Pendaftaran sudah dibuka dan langsug mendaftar ke Rumah Dunia; mengisi formulir, foto 2 lembar, dan infaq 2 buku (fiksi atau non fiksi) untuk Rumah Dunia. Pendidikan gratis.

Roy-Kia Amuk4. JUM’AT, 15 JAN 2010 = MAJELIS PUISI

- Pertemuan pertama “Majelis Puisi”. Awalnya hanya untuk relawan. Kini terbuka luas untuk umum. Syarat membawa contoh puisi. Pengajar Toto ST Radik. Pendaftaran di Rumah Dunia. Gratis juga.

5. SABTU 16 JAN 2010= LUMBUNG BANTEN

- Bedah buku “181 Tahun Bara Menjadi Daya” (Penerbit Humas & Komunikasi Kab. Lebak) Pembicara: Amir Hamzah (Wakil Bupati Lebak), Rahmat Heldy HS (Guru SMP Al-Irsyad Waringin Kurung, Serang), Agus (Ketua Kubah Budaya, serang), Firman Venayaksa dan Fitron (editor buku 181 Tahun Bara Menjadi Daya). Dimeriahkan pembacaan puisi para penyair Lebak dan penampilan musik dari KPJ Rangkasbitung. Acara berlangsung pukul 13.00 s/d 17.00 WIB.

6. SABTU 23 JAN 2010= FESTIVAL QASIDAH SMA SE-BANTEN

- Jika thun 2009 Rumah Dunia menyelenggarakan festival marawis se-Banen dan sukses, kini giliran kesenian Qasidah diberi ruang. Pendaftaran sudah dimulai dari sekarang. Ditutup pada 21 Jan 2010. Acara berlangsung seharian  dari pukul 08.00 s/d 17.00 wib.

7. SABTU 30 JAN 2010= PANGGUNG RUMAH DUNIA

- Pelatihan musik “Sirkus Perkusi” oleh Komunitas Anak Langit, Tangerang pimpinan Edi Bonetsky. Peserta komunitas-komunitas seni SMA dan perguruan tinggi se-Banten.  Pukul 13.00 s/d 17.00 WIB.

8. MINGGU, 31 JAN 2010 = PUSLING RUMAH DUNIA

- Perpustakaan Keliling Rumah Dunia sebulan sekali. Pukul 09.00-12.00 WIB di Tembong kec. Cipocok Jaya kota Serang. Armada bajay dan gerobaknya (mobile library) sumbangan XL CARE dan Yayasan Nurani Dunia. Sedangkan motor perpustakaan keliling sumbang KPBA rusak. Andai saja ada yang memberi kami mobil perpustakaan keliling (mobil pintar). Kegiatannya diisi dengan expresi menggambar bagi anak-anak, pembacaan puisi, pelatihan menulis, menyanyi. Pooknya happy-happy!

SAMPAI JUMPA DI AGENDA FEBRUARI!

Jika ada perusahaan/lembaga atau perorangan yang ingin berbagi dalam bentuk buku, crayon, alat-alat tulis slahkan dikirim ke Rumah Dunia, Komplek Hegar Alam 40 Serang 42118, Banten.

Jika  Anda tertarik menyumbang dalam bentuk uang langsung transfer saja ke BCA Serang, nomor rekening 245 188 5733, atas nama Asih Purwaningtyas C. Sumbangan Anda akan mengubah hidup orang lain. Insya Allah, barokah dan bermanfaat.

Info lengkap bisa diperoleh di www.rumahdunia.net dan www.rumahdunia.com. (Jang Rudun)

***

GALANG LIMAPULUH RIBU RUPIAH “CHANGE WITH READING”

change 2

Buta aksara di Indonesia jadi fenomena. Disinyalir sekitar 10 juta penduduk di Indonesia masih buta aksara. Mendiknas, Bambang Sudibyo, merasa yakin 2010 nanti angka buta aksara bisa diredam hingga ke 7 juta jiwa. Bagaimana dengan di Banten? Bambang Sudibyo pada puncak Perayaan Hari Aksara Internasinal (HAI) yang dipusatkan di Kota Cilegon, Banten, Selasa (8/9) dalam sambutannya mengatakan, “Supaya tidak ada lagi warga buta aksara, wajib belajar sembilan tahun mesti bisa dinikmati semua warga. Kita perkuat terus wajib belajar.”

TEMA

Sementara, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengklaim Provinsi Banten telah berhasil menjalankan program pemberantasan buta aksara dengan baik dan mencapai sasaran. Jika sekitar lima tahun lalu, warga buta aksara mencapai 500 ribu lebih warga, pada tahun 2009 bisa berkurang tinggal sekitar 155 ribu warga. “Kini Banten masuk sepuluh besar provinsi terkecil memiliki penyandang buta aksara. Prestasi ini cukup menggembirakan dan mesti terus ditingkatkan supaya semua warga melek aksara,” kata Atut.

Maka Rumah Dunia yang didirikan pada 3 Maret 2002, merupakan lini sosial Yayasan Pena Dunia, berakta notaris Fachrul Kesuma Dharma, SH, Nomor 006 tanggal 12 Juni 2006, mencoba berpartisipasi dalam bentuk kegiatan sepanjang 2010 dengan tema  Change with Reading”, yang diartikan sebagai “Ubahlah dirimu dengan Membaca”. Rumah Dunia sebagai learning centre di bidang jurnalistik, sastra, teater, seni rupa, dan film bagi masyarakat luas mengajak waraga pelajar dan mahasiswa di Indonesia umumnya dan Banten khususnya memasuki fase membaca dalam arti keseluruhan, mulai dari fenomena di sekitar (lokal) hingga tingkat global.

MOTIVASI

Melalui tema “Change with Reading”, kegiatan di Rumah Dunia sepanjang 2010 dimaksudkan memotivasi seluruh lapisan masyarakat agar aktif membaca dan secara terus-menerus  menyebarkan spirit bahwa dengan membaca bisa mengubah hidup kita menuju ke arah yang lebih baik.

Membaca di sini tidak hanya secara tertulis, tetapi juga yang tersirat, seperti mendiskusikan  fenomena kedaerahan (lokal) hingga tingkat yang lebih luas lagi, yakni fenomena nasional bahkan global (dunia).

Tujuan yang diharapkan dari gerakan Change with Reading ini adalah membuka wawasan, mengubah pola pikir, dan meningkatkan kualitas hidup dengan memulai dari kegiatan membaca dan berdiskusi.

DUTA

Untuk mengampanyekan gerakan “Change With Reading” di Banten, maka Rumah Dunia mengumpulkan para duta “Change with Reading” mulai dari pelajar tingkat SD, SLTP, SLTA hingga mahasiswa di perguruan tinggi negeri/swasta pada  Sabtu, 9 Januari 2010, pukul 09.00 – 17.00 WIB, bertempat di Rumah Dunia. Pada hari itu akan ada pencanangan “Change with Reading” bersama HM. Masduki, Wakil Gubernur Banten.

Selain pencanangan, para duta “Change with Reading” tingkat SD dan SLTP saling mengasah ekspresi dalam lomba menggambar poster. Sedangkan duta SLTA dan perguruan tinggi berkompetisi menuangkan gagasannya tentang “Change with Reading” dalam bentuk essay serta mempresentasikannya di depan dewan juri.

Dengan cara seperti ini, para duta “Change with Reading” sanggup memotivasi teman di sekolah dan kampus, bahkan /masyarakat sekitar agar aktif membaca, dan secara terus-menerus  menyebarkan spirit bahwa dengan membaca bisa mengubah hidup kita menuju ke arah yang lebih baik. Mereka juga diberi kesempatan  mengadakan acara dengan tujuan membuka wawasan teman/masyarakat sekitar, misalnya dengan memulai dari kegiatan membaca dan berdiskusi di sekolah/kampus.

DISKUSI

Selain lomba menggambar poster dan menulis essay bagi para duta “Change with Reading”, pada hari pencanangan itu juga akan ada pameran komunitas literasi serta bazaar buku murah, orasi oleh Ahmad Mukhlis Yusuf (Direktur LKBN Antara), pentas teater Remaja Ciloang dengan lakon “Waktu yang hilang”.

Tentu menu diskusi menjadi bumbu penyedap, yaitu Diskusi Interaktif dengan tema “Change with Reading: Mengubah Hidup dengan Membaca”. Para pembicaranya Eko Endang Koswara (Kadindik Prov. Banten), DR. H. Zulkieflimansyah, SE, MSc, Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D (Dirktur Penmas Depdiknas), dan Wien Muldian (Direktur Forum Indonesia Membaca).

Puncak acara Pencanangan “Change with Reading” oleh Wakil Gubernur Banten, dengan cara membagikan buku kumpulan karya tulis Duta CWR dan menuliskan testimony pada sebidang kanvas, diikuti oleh Ahmad Mukhlis Yusuf, Eko Koswara, Zulkieflimansyah, Ella Yulaelawati dan Wien Muldian.

BIAYA

Pencanangan “Change with Reading”  akan dihadiri sekitar 400 orang  dan memutuhkan biya sebesar Rp. memakan biaya sebagaibikut Rp. 15.000.000,- (Lima Belas Juta Rupiah) untuk kesekretariatan, perlengapan seperti menyewa tenda, kursi, dan sound sytem. Konsumsi peserta menyedot anggaran besar. Biaya lainnya untuk kepentingan publikasi (liflet, spandk, dan backdrop, serta hadiah bagi para pemenang lomba.

Jika ada perusahaan tertarik bekerjasama dalam bentuk barter; menyumbang konsumsi, misalnya, akan meringankan beban anggaran. Perusahaan tersebut diperbolehkan memasang spanduk dan membuka stand. Logo perusahaan juga akan kami sertakan di liflet, spanduk, dan backdrop. Tapi ada cara lain yang kami lakukan adalah “Galang Dana Rp. 50.000,-“

DAFTAR PENYUMBANG

Itu sudah kami mulai dari para relawan, yaitu:

  1. Gol A Gong
  2. Toto ST Radik
  3. Firman Venayaksa
  4. Hilal Ahmad
  5. Rama Rahmat
  6. Aji Setiakarya
  7. Ibnu Adam Aviciena
  8. RG Kedungkaban
  9. Langlang Randhawa
  10. Siapa menyusul?

Jika Anda tertarik menyumbang langsung transfer saja ke BCA Serang, nomor rekening 245 188 5733, atas nama Asih Purwaningtyas C. Sumbangan Anda akan mengubah hidup orang lain. Insya Allah, barokah dan bermanfaat. (Gol A Gong)

PONDOK BACA ZAKIAH BANDUNG BARAT

Zakiyah comRUMAH DUNIA – Di zaman modern sekarang, amat sedikiti orang yang peduli terhadap lingkungan sosial. Apalagi jika itu menyoal bidang literasi. Kita tahu bahwa minat baca di Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

WAKTU LUANG

Hal itu pula yang mendasari Ayu Puji Rahayu mendirikan pondok baca yang diberi nama “Zakiah”. Menurut Ayu, dibangunnya pondok baca Zakiah, agar waktu luang para pelajar di tempatnya bisa dimanfaatkan dengan baik. “Kami ingin waktu istirahat mereka dimanfaatkan dengan membaca,” ujar Ayu.

Pada 24 Desember 2009, Ayu dan beberapa pengurus pondok baca Zakiyah berkunjung ke Rumah Dunia. Mereka ingin belajar bagaimana mengelola taman bacaan masyarakat seperti Rumah Dunia. “Kok, Rumah Dunia ini bisa bertahan dan berkembang sert dikenal di mana-mana,” kata ayu keheranan.

Pondok baca yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Arafah, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, ini baru berdiri tiga bulan. Gagasan pendirian ini didukung Kepala Sekolah SD Arafah,  Sarip Mahmud.

Pondok baca Zakiah dibuka setiap Jum’at selepas Ashar untuk anak-anak SD. Sedangkan Minggu (dari jam 2-5 sore) untuk pelajar tingkat SMA. “Para pengunjungnya anak-anak Pesantren Arafah dan warga sekitar,” ujar bunda Zakiah ini.

Konsep belajar yang diberikan pondok baca ini sederhana, yaitu dibacakan cerita, diajarkan membaca, dan cerita bersama. Sedangkan untuk SMA belum ada kegiatan rutin selain membaca dan berdiskusi.

BUKU TERBATAS

Buku yang tersedia pun masih terbatas pada buku-buku umum dan majalah anak. “Buku-bukunya dapat sumbangan dari Kang Iqbal, relawan kami,” kata guru SD kelas 1 ini. Alasan itulah yang membuat pondok baca yang beralamat di Kampung Pasir Jati RT 03/17, Desa Muka Payung Cililin, Bandung Barat ini belum bisa meminjamkan buku kepada yang berkunjung.

Gol A Gong, yan hadir membagikan pengalamannya saat mengawali membangun Rumah Dunia menyarankan, “Coba dekati para penerbit buku. Biasanya setiap mereka menerbitkan buku-buku baru, selalu ada jatah untuk relasi atau dibagikan.”

Selain minimnya koleksi buku, Sumber Daya Manusia (SDM) di Zakiah juga sangat terbatas. pengurusnya baru tiga orang: Ayu Puji Rahayu dan dua orang siswi SMA Arafah. Selama ini, bantuan dari Pemerintah Pusat belum ada. Kendati demikian, pondok baca yang berdiri di teras rumah Ayu Puji Rahayu ini memiliki harapan emas untuk menumbuhkan minat baca minimal di lingkungan Pesantren. (Harir Baldan)

advert

Tags Kata

Gonjlengan

MENGOPTIMALKAN POTENSI TAMAN BACAAN MASYARAKAT

Oleh Gol A Gong
Beberapa kali saya kedatangan tamu yang selalu minta diajari membuat proposal pembuatan taman bacaan masyarakat. Mereka adalah para mahasiswa. Mereka menduga, bahwa saya mendirikan taman bacaan masyarakat bernama Rumah Dunia dengan membuat proposal. Saya katakan kepada mereka, bahwa Rumah Dunia tidak dibangun dengan proposal, tapi dengan kata-kata. Juga Rumah Dunia tidak dibangun [...]

Full Story | February 21st, 2010

Banten Kuliner

MAKANAN TRADISIONAL SERABI GURIH DAN ALAMI

SERABI GURIH DAN ALAMI

Oleh: Rama
Di pinggir jalan Bayangkara Sumampir Cilegon, atau tepatnya di depan Lapangan Bola Sumampir,

Full Story | February 8th, 2010

advert

Wisata Banten

PEMANDIAN CIPANAS SEHAT DAN SEGAR

LEBAK – Selain mimpi jadi kota pelajar, Lebak yang belum lama berusia 181 tahun ini juga rupanya menyimpan banyak keindahan alam. Saya belum lama ini sempat coba-coba menelisik, mengunjungi dan menikmati bahkan tadinya ingin menjamah semua tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Lebak, baru sebagian saja sih, mengingat beberapa tujuan wisata masih cukup jauh dan [...]

Full Story | December 27th, 2009

advert

Cerpen

BABI NGEPET BUKU

Cerpen Langlang Randhawa*
Alkisah, Banten punya taman budaya yang megah. Gedung berlantai lima yang berdiri di atas tanah bekas gedung kegubernuran Banten itu ramai dengan diskusi mengalahkan hiruk-pikuk mall-mall. Selain berada di jantung kota dan mewah, fasilitasnya pun mengalahkan Gedung Putih Amerika; kenyamanan, keamanan, pelayanan, dan kebersihan sangatlah terjaga dan tertata. [...]

Full Story | March 9th, 2010

Novel

SEGERA “TEMBANG KAMPUNG HALAMAN” KARYA GOL A GONG

Nantikan di bulan Februari 2010, cerita bersambung “Tembang Kampung Halaman”  karya Gol A Gong – dulu Gola Gong. Cerita ini pernah dimuat di majalah HAI  tahun 1990-an dan diterbitkan jadi buku mungil oleh Gramedia. Menceritakan anak-anak kampung dari kampung yang agraris di wilayah pesisir utara, lalu mengalami perubahan sosial.  Mimpi-mimpi dilontarkan setinggi bintang dan ada [...]

Full Story | January 21st, 2010

Puisi

PUISI-PUISI DEA ANUGRAH

KEPADA PISAU

airmatamu mengalir
sampai jauh
pelan pelan menghampir kesunyianku.
***

BLUES BUAT PEREMPUAN R
di kotaku. di kotaku yang jauh ini
selalu kutemukan kilau senyummu
pada lampu lampu jalan, pada bau malam yang khas
juga pada dingin angin pelabuhan.
padahal hidup
hanya menunda kekalahan
seperti payung
yang perlahan lahan sobek
dikoyak moyak angin kencang jelek.
di kotaku.
di kotaku yang jauh ini
aku selalu mengingat senyummu
meski hidup hanya serupa
payung [...]

Full Story | March 9th, 2010