NELAYAN BOJONEGARA ENGGAN MELAUT

nelayan wadasNELAYAN BOJONEGARA ENGGAN MELAUT

Oleh Rama Rahmat

Nelayan Wadas, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang enggan melaut akibat cuaca buruk yang merupakan dampak dari angin barat daya. Seminggu terakhir angin bertiup kencang membuat arus gelombang tinggi dilautan. Para nelayan enggan melaut karena takut. Selain itu ikan dilautan pun susah ditangkap. lanjutkan membaca »

PENYAIR NEGERI SIPIL DI BANTEN

PNS penyairPENYAIR NEGERI SIPIL

Oleh Rahmat Heldy HS

Menjadi Penyair nampaknya masih belum jadi pilihan hidup. Profesi yang satu ini amat tidak disukai oleh banyak kalangan. Selain memang penyair tak memiliki penghasilan tetap, juga kehidupan penyair masih memprihatinkan. lanjutkan membaca »

HARGA IKAN LAUT MELAMBUNG

PICT8316CILEGON – Oleh Gading Tirta – Musim hujan telah datang. Banyak konsekwensi yang akan didapat. Bagi petani mungkin berkah karena tanaman yang ada akan mendapatkan air yang berlimpah. Namun hal yang menguntungkan di satu sisi biasanya merugikan di sisi yang lain. Dan musim hujan merugikan nelayan yang akan melaut.

Dengan kondisi angin kencang dan gelombang air laut tinggi itu puluhan nelayan tidak bisa melaut. Selain membahayakan, ini juga berdampak pada mengurangnya jumlah ikan di lautan. Untuk mengisi kekosongan, para nelayan memilih menjadi pekerja srabutan dan berharap cuaca kembali cerah.

Karena tidak banyak yang melaut itulah maka harga ikan di pasaran menjadi mahal. Sesuai hukum dagang, barang yang sedikit dan banyak peminat maka akan mengalami harga yang relative mahal.

Seperti yang terjadi di pasar-pasar tradisional di Kota Cilegon. Di pasar-pasar ini, harga ikan naik di kisaran Rp 5 ribu sampai Rp 7 ribu dari harga biasa. Hampir semua ikan laut seperti cumi-cumi, kakap, udang dan ikan lainnya mengalami kenaikan.

Salah seorang pedagang ikan di Pasar Baru Kranggot Kota Cilegon, Tamrin, menuturkan harga ikan cumi yang awalnya Rp 15 ribu kini naik menjadi Rp 20 ribu, harga ikan kakap yang biasanya Rp 32 ribu kini naik menjadi Rp 37 ribu, dan harga udang laut yang biasanya Rp 16 ribu kini melonjak menjadi Rp 20 ribu. Supardi, pedagang ikan, juga mengamini hal yang sama.

Jika nelayan masih menggantungkan hidupnya pada cuaca baik, ada baiknya pemerintah membantu dengan memberikan pekerjaan sementara pada para nelayan saat cuaca buruk begini. Ini dimaksudkan agar istri dan anak mereka tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari sekalipun suami tidak bisa melaut. (*)

BANYAK MAFIA DI BANTEN

Foto headline DimyatiSERANG – Kata mafia sering terdengar akhir-akhir ini. Apalagi saat mantan Bupati Pandeglang Dimyati Natakusumah terjerat dugaan korupsi. Tapi apa sebenarnya mafia itu? Mafia adalah perkumpulan rahasia yang bergerak di bidang kejahatan (kriminal).

Selain istilah mafia kasus (atau biasa diakronimkan dengan markus), ada juga istilah bagi mafia-mafia lain seperti mafia sistem.

Mafia-mafia sistem inilah yang disebutkan oleh Aliansi Masyarakat Pemuda Peduli Banten (AMPPB) , yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat saat melakukan aksi unjuk rasa di Kejaksaan Tinggi Banten Jum’at (20/11). S. Sumarna, juru bicara AMPPB dengan tegas menuding, “Banyak oknum dan mafia-mafia sistem di sejumlah kantor dinas dan instansi pemerintah di Banten.” AMPPB menuntut kepada Kejati Banten agar mneyeret para okum yang merusak Banten tersebut.

Contoh yang paling terang menurut mereka adalah saat para mafia ini “mencaplok” uang bangunan yang sebenarnya diperuntukkan untuk membangun sekolah, sehingga bangunan sekolah tidak tahan lama karena dana yang dibelanjakan untuk membangun kurang dari yang ditetapkan. Bukti kongkritnya, di koran-koran lokal dan televisi banyak diberitakan sekolah yang ambruk di Banten padahal baru beberapa hari diperbaiki.

AMPPB juga memperkirakan, bahwa ada mafia-mafia yang memiliki pengaruh kuat yang melakukan korupsi di kantor Dinas Pendidikan dan Dinas Bina Marga Tata Ruang atau Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Banten. Para demonstran menyebar brosur berisi tuntutan kepada Kejati agar segera bergerak menyikapi sejumlah mafia yang ada di sejumlah kantor dinas. Massa kemudian membubarkan diri tanpa ada yang menemui mereka dari pihak Kejati Banten. (Gading Tirta)

BULAN KEJEPIT DI MAKAM SULTAN MAULANA YUSUF

PICT8319 KASEMEN — Bulan-bulan ini, pemakaman Maulana Yusuf, putra Sultan Maulana Hasanuddin Banten, yang ada di Desa Kasunyatan, Kecamatan Kasemen sepi.

Seperti tampak pada hari Minggu lalu. Siang itu, suasana bangunan tempat makam Maulana Yusuf terlihat lengang. Tidak ada peziarah selain beberapa orang yang sedang tidur-tiduran di dalam dan di luar bangunan makam. “Kalo bulan-bulan sekarang mah bulan ‘kejepit’,” kata Endung yang sehari-hari bekerja sebagai tukang sapu di makam.

Bulan ‘kejepit’ yang dimaksud Endung adalah sebagai bulan yang tidak banyak memberikan penghasilan yang lumayan karena pemasukan yang didapatkannya atau kuncen yang suka menziarahi hanya dari keroyalan penziarah. Hari itu saja Endung hanya mendapatkan Rp 18 ribu. Menurut bapak dua anak ini, bulan-bulan sekarang yang datang untuk berziarah hanya dua sampai tiga bis saja. “Kalo yang rame itu bulan Muharam,” ungkap lelaki asal Kasunyatan ini. “Itu bisa nyampe 20 bis!” lanjutnya.

Meski merupakan bulan kejepit, tapi ada saja yang berkunjung untuk ziarah kesana. Agus (51) contohnya. Ia bersama 60 peziarah lain yang datang dari Bogor menumpangi satu bus datang sekitar jam satu siang. Ketua rombongan dan ketua sebuah majelis taklim di daerahnya ini mengaku sering berziarah ke Banten. “Ya nggak tentu sebulan berapa kali tapi saya sering (ziarah) kesini,” katanya yang saat itu didampingi sang istri.

Setelah berziarah di makam Maulana Yusuf, Agus langsung membimbing rombongannya ke makam Sultan Maulana Hasanuddin di Banten lama.  (Gading Tirta)

advert

Tags Kata

Gonjlengan

BE A WRITER: DARI YANG REGULER HINGGA EXCLUSIVE”

Pingin jadi pengarang? Penuli skenario? Jangan pusing-pusing. Untuk mengisi liburan pelajar/mahasiswa, yuk, kita isi dengan kegiatan bermanfaat.

Full Story | May 20th, 2010

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa*
Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari tabung [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong
MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak mengganggu [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK
I.
“ora et labora”
di pertigaan jalan menuju rumah
beberapa tukang becak menyemadikan nasib
: bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha
- memejam di tempat duduk
masingmasing-
II.
“nrimo ing pandum”
kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan
begitu saja kepada puingan matahari dan purnama
mereka mengabadikannya sebagai penanda becak
yang telah menerima dan menemukan kesadaran bahwa
lapar dan haus adalah
foto-doa
III.
“kerja adalah ibadah”
di sisi adzan,
kretek [...]

Full Story | July 18th, 2010