MENGUKIR UMUR SEJARAH
rumahdunia | Jeda | May 13th, 2010 | No Comments »
Ada yang berkesan dari perbincangan pagi itu antara peserta Rakernas LKBN ANTARA yang berkunjung memenuhi undangan sarapan pagi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di rumah jabatan Wisma Pakuan, Bandung, baru-baru ini. Rakernas kami tahun ini diadakan di Bandung. Perbincangan kami pagi itu adalah seputar bagaimana melakukan karya terbaik buat negeri ini.
Salah satu perbincangan paling berkesan adalah ajakan Gubernur tentang bagaimana setiap manusia sejatinya memiliki kesempatan sama untuk mengukir umur sejarah yang dapat melampaui umur biologis. Apa pun jabatan dan amanah kemanusiaan yang disandangnya.
Gubernur bertutur tentang sejarah Wisma Pakuan. Gedung indah dan megah itu masih tegak berdiri meskipun sang arsitek telah wafat. “Banyak orang mengenang siapa arsitek dan yang membangunnya”, demikian Gubernur menambahkan.
Dalam catatan sejarah, gedung itu awalnya dibangun sebagai kediaman Residen Priangan yang pindah dari Cianjur. Kini, gedung tersebut menjadi rumah dinas jabatan Guberbur Jawa Barat.
Meski usia bangunan sudah lama, namun gedung ini masih kokoh. Menurut catatan MAJ Kelling (1935), gedung itu mulai dibangun oleh Residen der Moore tahun 1864.
Perbincangan pagi itu kemudian mengingatkan saya dan boleh jadi semua peserta Rakernas juga; kita sering mengenang karya dan kebaikan seseorang dari apa yang ditinggalkan ketika sudah wafat.
Kebaikan itu kemudian menjadi inspirasi bagi kita yang masih hidup untuk melakukan hal yang sama.
Sebuah gedung yang tidak bernyawa saja dapat menjadi buah karya yang terus dikenang, apalagi bila kita mampu mengukir hidup yang berarti yang bermanfaat bagi orang lain saat kita hidup maupun setelah kematian kelak.
Apa yang membedakan diri kita dengan manusia rendah hati dan terpuji yang sudah wafat; Buya Hamka (alm.), W.S. Rendra (alm.) atau Muhammad Natsir (alm)?.
Selengkapnya, sahabat dapat mengklik:
http://www.antaranews.com/jeda/?i=1272857077
Salam,
MY

DADANG MUWARDI, PENDIDIK YANG MEMBEBASKAN
AJAKAN BERBAGI, KHUTBAH JUM’AT YANG MENGGETARKAN

