<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Dunia Gol A Gong Banten Baca Buku Taman Bacaan Perpustakaan &#187; Wisata Banten</title>
	<atom:link href="http://rumahdunia.com/isi/category/c1-wisata-banten/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahdunia.com/isi</link>
	<description>Rumah Dunia,Banten,buku,taman,bacaan,taman bacaan,Gol A Gong,majalah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 13:56:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/26/arung-jeram-wisata-dan-kemanusiaan/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/26/arung-jeram-wisata-dan-kemanusiaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 09:40:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Bacaan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[wisata banten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=3621</guid>
		<description><![CDATA[Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/03/2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3622" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2010/03/2.jpg" alt="" width="351" height="262" /></a>Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata Agus Riswanto Ketua Operasional Arung Jeram Ciberang seraya menjelaskan. “Kami juga pernah membantu korban banjir di Tangerang, dan Pandeglang,” akunya.</p>
<p>Untuk sampai ke sana anda bisa melalui jalur alternatif Jasinga, Bogor dengan jarak tempuh sekira 3-4 jam. Namun jika anda menggunakan rute Serang, melewati Pandeglang lalu ke Rangkasbitung jarak yang harus dicapai sekitar 80 kilometer atau membutuhkan waktu 2,5-3 jam.</p>
<p>Biaya pengarungan Rp. 185000,-/orang anda sudah bisa menikmati petualangan wisata arung jeram dengan ditemani 6 peserta berikut dengan pembinanya. Tapi jika musim kemarau datang perahu hanya bisa ditumpangi 4 orang saja.</p>
<p>Biaya sebesar itu anda tak usah kaget. Kata Agus, biaya itu sudah termasuk sewa peralatan olah raga arung jeram, makan siang, guide wisata alam arung jeram, snack tradisional dan biaya penjemputan peserta.</p>
<p>Setelah melewati rintangan jeram anda juga dimanjakan dengan wisata alam, dan kolam pancing. “fasilitas pendukung lainnya ada 4 saung tempat peristirahatan, mushola, 4 kamar mandi, 3 kamar ganti, lapangan parkir luas dan semuanya ini sudah termasuk biaya Rp. 185 ribu tadi,” terang lelaki yang mengaku berasal dari Tangerang ini.(Harir Baldan)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2010/03/26/arung-jeram-wisata-dan-kemanusiaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PEMANDIAN CIPANAS SEHAT DAN SEGAR</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/27/pemandian-cipanas-sehat-dan-segar/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/27/pemandian-cipanas-sehat-dan-segar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 01:37:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Air panas]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Cipanas]]></category>
		<category><![CDATA[Lebak]]></category>
		<category><![CDATA[Sulfur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2405</guid>
		<description><![CDATA[LEBAK &#8211; Selain mimpi jadi kota pelajar, Lebak yang belum lama berusia 181 tahun ini juga rupanya menyimpan banyak keindahan alam. Saya belum lama ini sempat coba-coba menelisik, mengunjungi dan menikmati bahkan tadinya ingin menjamah semua tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Lebak, baru sebagian saja sih, mengingat beberapa tujuan wisata masih cukup jauh dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2403" title="Ali-Cipanas gerbang" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/12/Ali-Cipanas-gerbang.jpg" alt="Ali-Cipanas gerbang" width="500" height="375" />LEBAK &#8211; Selain mimpi jadi kota pelajar, Lebak yang belum lama berusia 181 tahun ini juga rupanya menyimpan banyak keindahan alam. Saya belum lama ini sempat coba-coba menelisik, mengunjungi dan menikmati bahkan tadinya ingin menjamah semua tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Lebak, baru sebagian saja sih, mengingat beberapa tujuan wisata masih cukup jauh dan butuh ongkos lebih.</p>
<p>AIR PANAS</p>
<p>Satu tujuan wisata yang cukup menarik dan banyak diminati pendatang adalah Kolam pemandian Air Panas atau lebih dikenal pemandian Cipanas, karena lokasinya berada di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak di Banten Selatan. Dan sejak dikelola Pemkab Lebak pemandian air panas ini memiliki nama Tirta Lebak Buana. Meski begitu, tetap saja pengunjung dari Tangerang, Pandeglang, Bogor dan Jakarta banyak mengenalnya dengan sebutan pemandian Cipanas saja.</p>
<p>Tepat berada sekitar 100 meter dari Pasar Gajrug (kalau berangkat dari arah Serang, tetapi kalau dari arah Bogor ketemunya dari pasar Jasinga). Kalau mau tahu jarak dari kota Rangkasbitung, ibukota Kabupaten Lebak,_yaitu sekitar 40 kilometer, dan lurus saja maka Cipanas akan berada di tepi Jalan Raya Cipanas.</p>
<p>Dulu, pemandian ini masih kumuh, masih banyak tanah di sekitar kolam-kolamnya, penataan kamar ganti dan toilet-nya masih kurang tepat, kadang licin, becek dan_nggak ada ojek. Tapi anugerah bagi Lebak ini adalah, bahwa lokasinya yang dekat dengan sumber mata air panas sulfur, terus-menerus muncul tanpa ada habis-habisnya. Bahkan, belum lama muncul lagi sumber air panas baru di dekatnya.</p>
<p>TERAPI</p>
<p>Beberapa orang asing, seperti dari Swiss, Perancis dan turis lain yang kerap datang ke pemandian ini berkomentar, tempat ini adalah salah satu pemandian air panas terbaik di dunia lho. Kolam air panas dengan suhu antara 45 derajat dan 80 derajat Celsius ini memang tempat yang cocok untuk berendam, makanya jumlah pengunjung setiap tahunnya terus meningkat. Sebab pemandian air panas ini tidak hanya dijadikan tempat wisata, melainkan sebagai tempat terapi kesehatan.</p>
<p>Dan bagi warga sekitar, berendam di Cipanas juga sesuai dengan kondisi cuaca Lebak yang lumayan agak sejuk udaranya jika di pagi dan malam hari, dan terkadang juga sering datang hujan, mungkin karena dekat sekali dengan perbatasan Bogor, jadi berendam bikin tubuh segar dan sehat dari penyakit kulit.</p>
<p>Saya tidak menyesal sudah datang untuk kali ketiganya ini. Meski perjalanan cukup jauh ditempuh dari Serang (hampir 3 jam) ditambah dengan terpaan angin dan bintik-bintik badai gerimis di bulan November, akhirnya terobati juga. Puas, sebab semua rasa pegal dan capek-capek hilang seketika usai tubuh ini berendam di kolam utama pemandian Cipanas.</p>
<p>Cukup dengan membayar tiket masuk Rp.7.000,- bagi dewasa, dan Rp. 5.000,- bagi usia anak-anak, air panas di Cipanas Lebak ini siap merelaksasi tubuh kita. siapkan juga seribu dan dua ribu rupiah untuk ruang bilas dan parkir kendaraan bermotor bagi yang membawa alat transport. Tenang, lahan parkir di halaman mampu menampung sampai 500 motor dan 25 mobil. Bagi yang tidak membawa, jadikanlah saung bambu di sekeliling kolam utama sebagai tempat istirahat yang nyaman.</p>
<p>Kolam yang tersedia ada enam, dua kolam utama dengan temperatur tinggi dan sedang, dan empat  kolam kecil tertutup dengan panas beragam, 1, 2, 3 dan 4 yang semakin rendah suhunya.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-2404" title="Ali-Berendam di cipanas" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/12/Ali-Berendam-di-cipanas.jpg" alt="Ali-Berendam di cipanas" width="500" height="375" />BELANDA</p>
<p>Menurut cerita, pemandian air panas itu dulunya digunakan pejabat kolonial Belanda sejak tahun 1927. Orang Belanda membangun dua kamar pemandian air panas, selain rumah peristirahatan.</p>
<p>&#8220;Menurut cerita kakek, pejabat kolonial Belanda itu biasanya Sabtu datang ke Cipanas, bermalam di sini, berendam air panas, lalu Minggu pergi memancing,&#8221; kata Rahmat, pengelola senior pemandian tersebut.</p>
<p>Tahun 2003, Pemerintah Kabupaten Lebak membantu membangun kolam air panas yang dapat menampung 300 orang sekaligus. Jumlah pengunjung meningkat dan target pajak Rp 18 juta per tahun selalu terpenuhi. Pantas, saya mau lagi berendam di sana tahun depan. 2010 pasti segar. (akhelbri)</p>
<p>Caption:</p>
<p>Foto 1: Penulis  di depan pintu masuk pemandian air panas Tirta Lebak Buana atau lebih dikenal pemandian Cipanas.</p>
<p>Foto 2: Penulis berendam, hiiih, seger, tapi puaannnaaasss</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/27/pemandian-cipanas-sehat-dan-segar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SENJA DI PULAU UMANG</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/21/senja-di-pulau-umang/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/21/senja-di-pulau-umang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 01:17:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Umang]]></category>
		<category><![CDATA[Sunrise]]></category>
		<category><![CDATA[Sunset]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2279</guid>
		<description><![CDATA[PANDEGLANG &#8211; Siapapun yang pernah berkunjung ke tempat ini sepakat, tidak ada yang lebih indah selain memandangi senja yang meremang atau menyongsong pagi menjelang, memandangi laut lepas dari tepi pantai Pulau Umang. Eksotika yang membuat hati nyaman, membayar lelahnya perjalanan yang ditempuh dengan jarak berjam-jam. Pulau Umang merupakan kawasan wisata yang berdiri di atas pulau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2281" title="OK EKSPRESIDIA-PULAU UMANG-1" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/12/OK-EKSPRESIDIA-PULAU-UMANG-1.jpg" alt="OK EKSPRESIDIA-PULAU UMANG-1" width="500" height="375" />PANDEGLANG &#8211; Siapapun yang pernah berkunjung ke tempat ini sepakat, tidak ada yang lebih indah selain memandangi senja yang meremang atau menyongsong pagi menjelang, memandangi laut lepas dari tepi pantai Pulau Umang. <span id="more-2279"></span>Eksotika yang membuat hati nyaman, membayar lelahnya perjalanan yang ditempuh dengan jarak berjam-jam.</p>
<p>Pulau Umang merupakan kawasan wisata yang berdiri di atas pulau kecil berukuran hanya 5 hektar. Tapi sanggup mendatangkan banyak wisatawan dari penjuru Indonesia hingga mancanegara. Pada akhir pekan, pulau terpencil ini tak ubahnya seperti obyek wisata yang berada di pusat kota. Dan secara otomatis, tidak membuat kita sebagai pengunjung merasa risih karena berada di pulau terpencil yang sangat kecil.</p>
<p>Pulau berada di Teluk Panaitan dan sebelah selatan Ujungkulon ini, memiliki daya tarik dengan pantainya yang berpasir putih serta panorama alam yang memukau.</p>
<p>Untuk dapat ke pulau ini, tidak terlalu sulit, juga tidak terlalu mudah. Namun lebih mudah jika menggunakan kendaraan sendiri, karena angkutan menuju Pulau Umang masih dibilang cukup jarang.</p>
<p>Obyek wisata ini bisa ditempuh melalui jalur Anyer-Carita-Labuan yang menjadi kawasan obyek wisata pantai unggulan Banten atau lewat jalur Pandeglang-Labuan. Dari dua rute tersebut pemberhentian terakhir di sebuah desa Kecamatan Sumur. Bagi yang pergi dengan angkutan umum, akan lebih mudah menempuh jalur Pandeglang-Labuan. Karena tersedia bis di sini, dan bisa melanjutkan dengan angkutan lain sejenis mikrolet sampai ke Kecamatan Sumur.</p>
<p>Di pulau ini, banyak hal yang bisa kita lakukan, seperti bermain air dan olahraga jet ski, banana boat, atau snorkeling. Bagi yang suka berenang, tersedia kolam renang yang berbatasan dengan pantai, jadi sambil berenang kita juga bisa menikmati indahnya pantai. Selesai berenang, tersedia jacuzzi untuk memijat tubuh yang pegal. Tersedia juga paket spa. Semua dilakukan di saung-saung yang berada di pinggir pantai.</p>
<p>Perairan di pulau ini masih banyak terdapat ikan. Di dekat dermaga, kita dapat melihat kumpulan ikan yang berkelompok. Bagi yang hobi memancing, tempat ini menjadi lokasi favorit. Di sisi lain, tersedia berbagai permainan anak seperti ayunan dan trombolin. Voli pantai menjadi alternatif lain mengisi waktu di pulau ini.</p>
<p>Vila yang dibangun dengan desain berpasangan, membuat kita merasa seperti tinggal di rumah sendiri. Feel hommy. Setiap vila mampu menampung maksimal 5 orang dengan tata ruang kamar di lantai atas dan ruang tamu, TV, dan kamar mandi, di lantai bawah.</p>
<p>Saat malam tiba, jangan lewatkan menu seafood mulai dari cumi, udang, sampai ikan yang disantap di tepi pantai sambil ditemani deburan ombak. Atau bisa juga di dalam kafe sambil mendengarkan alunan lagu yang dilantunkan penyanyi.</p>
<p>SUNSET DAN SUNRISE</p>
<p>Inilah hal yang tak boleh dilewatkan, menunggu matahari terbenam atau mengiringi matahari terbit dari anjungan atau dari balai gazebo atau pinggir pantai. Matahari tergelincir ke ufuk barat dengan sempurna. Menebarkan semburat jingga. Pada saat ini lepas semua kepenatan hidup, meski sesaat.</p>
<p>Atau pada pagi menjelang, mengiringi matahari terbit melupakan pengalaman tak terlupakan. Membangkitkan semangat baru. Dan menumbuhkan rasa optimis, betapa Tuhan tak menyia-nyiakan ciptaannya begitu saja melainkan berguna bagi manusia.</p>
<p>Inilah yang menjadi alasan siapapun berniat datang kembali dan kembali ke pulau ini. Walaupun pada mulanya, akan membosankan karena jaraknya yang jauh, jalan yang harus dilewati berkelok-kelok dan naik turun bukit serta melewati hutan belantara yang masih sangat sepi. Tapi kesan setelah berkunjung, tidak sedikit yang terpuka dan menceritakannya kepada sahabat atau menuliskannya di blog pribadi tentang keajaiban Tuhan yang ditemui di sudut Kabupaten Pandeglang, Banten.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-2280" title="OK EKSPRESIDIA-PULAU UMANG (2)-1" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/12/OK-EKSPRESIDIA-PULAU-UMANG-2-1.jpg" alt="OK EKSPRESIDIA-PULAU UMANG (2)-1" width="500" height="337" />PULAU OAR</p>
<p>Dekat dengan pulau Umang, terdapat pulau Oar yang luasnya 3,5 hektar. Pulau dengan pemandangan yang eksotis ini masih sangat virgin. Berbagai jenis kerang-kerangan masih banyak di tempat ini. Untuk menuju ke tempat ini, hanya 5 menit, ditempuh menggunakan kapal yang disediakan pengelola hotel dan resort Pulau Umang.</p>
<p>Pulau ini memiliki pantai yang jernih dan dapat menjadi daya tarik. Kita dapat melakukan snorekling atau menyelam di pingir pantai, juga naik banana dan speed boat. Well Sobeks, pulau ini terlalu indah untuk dilewatkan. (Hilal Ahmad &#8211; relawan Rumah Dunia)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/21/senja-di-pulau-umang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WANDI SI TUKANG OJEK JADI GUIDE</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/11/wandi-si-tukang-ojek-jadi-guide/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/11/wandi-si-tukang-ojek-jadi-guide/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 23:10:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Carita]]></category>
		<category><![CDATA[Guide]]></category>
		<category><![CDATA[Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Tour]]></category>
		<category><![CDATA[Turis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=2004</guid>
		<description><![CDATA[Profesi Herwandi (29thn) atau yang lebih akrab dengan panggilan Wandi ini memang sangat menarik. Kesehariannya sebagai seorang tukang ojek keliling di wilayah sekitar Kota Cilegon. Namun kerjaan sampingannya sebagai Guide itulah satu pengalaman yang luar biasa bagi Wandi. Pada bulan Juni 2009 yang lalu, dirinya menjadi Guide untuk seorang turis asing asal Spanyol bernama Alberto [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-2046  alignleft" title="WANDI DAN BULE" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/12/WANDI-DAN-BULE.jpg" alt="WANDI DAN BULE" width="500" height="375" />Profesi Herwandi (29thn) atau yang lebih akrab dengan panggilan Wandi ini memang sangat menarik. Kesehariannya sebagai seorang tukang ojek keliling di wilayah sekitar Kota Cilegon. <span id="more-2004"></span>Namun kerjaan sampingannya sebagai Guide itulah satu pengalaman yang luar biasa bagi Wandi.</p>
<p>Pada bulan Juni 2009 yang lalu, dirinya menjadi Guide untuk seorang turis asing asal Spanyol bernama Alberto Juan Ramires (35thn). Dimana Alberto datang ke Banten bertujuan mengunjungi Gunung Krakatau. Uniknya, dalam penjelajahan ke tempat-tempat wisata dengan mengendarai sepeda motor yang selama ini digunakan untuk narik ojek.</p>
<p>Pertemuan saat siang itu, Wandi sedang mangkal di depan Hotel Sukma, Cilegon. Dirinya tertarik ketika melihat Alberto yang baru turun dari angkot untuk menawarkan jasanya sebagai Guide. Padahal saat itu Alberto sedang mencari toilet.</p>
<p>“Waktu itu si bule (Alberto-red) baru saja turun dari angkot bersama seorang ibu. Terus saya samperin dan menawarkan diri untuk menjadi Guide,” kata Wandi kepada wartawan rumahdunia.com di pantai Anyer, Minggu petang (6/12). Tapi sayang waktu itu Alberto belum tertarik. Kemudian setelah keluar dari toilet Alberto naik angkot lagi menuju Labuhan.</p>
<p>“Saya harus dapatkan si bule. Saya ingat-ingat plat nomor angkot yang ditumpanginya,” kata Wandi yang mahir bahasa Inggris. Suami dari Yanti ini pun kemudian mengikuti mobil angkot yang ditumpangi Alberto hingga sampai dikawasan Pantai Matahari. Wandi yang pantang menyerah mengajak berdialog dengan Alberto membuahkan hasil. Si Bule yang berprofesi sebagai pengelola tempat hiburan dan tempat parkir di negaranya, akhirnya tertarik dan menerima Wandi sebagai Guide perjalanan menuju Gunung Krakatau di Selat Sunda, provinsi Lampung.</p>
<p>“Setelah Si Bule tertarik saya kemudian pulang ke rumah. Si Bule ingin istirahat dulu di sebuah hotel. Soalnya dua hari perjalanan si bule belum sempat tidur. Barulah 2 hari kemudian saya temui lagi si Bule di Hotel,” jelas bapak dari Zahra ini.</p>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-2048" title="CURUG" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/12/CURUG1.jpg" alt="CURUG" width="500" height="375" />CURUG GENDANG</strong></p>
<p>Perjalanan pertama diawali dengan mengunjungi wisata air terjun Curug Gendang yang tak jauh dari pantai Carita. Perjalanan ditempuh dengan berjalan kaki selama kurang lebih satu jam perjalanan. Jalur jalan setapak serta naik turun dan tebing jurang di kiri dan kanan menjadikan daerah menuju air terjun ini terasa menantang. Jalan setapak menjadikan suatu perpaduan panorama yang cukup indah nan eksotis.</p>
<p>Air Terjun Curug Gendang ini memiliki tinggi sekitar 15 meter dan berada kurang lebih 170 meter DPL (diatas permukaan laut). Karena suara gemuruh air terjun yang mirip bunyi alat musik tradisional bernama Gendang maka kemudian masyarakat setempat mengganti namanya menjadi Curug Gendang. Curug ini pula dipercaya masyarakat sekitar dulunya sebagai tempat persembunyian para tentara pejuang kemerdekaan saat dalam kejaran prajurit Belanda.</p>
<p>“Airnya jernih. Akhirnya kita disana langsung mandi,” kata Wadi. Air terjun sangat jernih airnya karena keberadaanya dikelilingi hutan hijau lebat dan rimbun. Masih alami, jadi nyaman untuk lama-lama berendam di bawa air terjun yang berasal dari mata air Gunung Panganjaran.</p>
<p><strong>Gunung Krakatau</strong></p>
<p>Sebagai tujuan utama si Bule, tempat utama yang dituju adalah Gunung Krakatau. Perjalanan ditempuh dengan mengendarai speedbot yang disewa dari pantai carita dengan biyaya sekitar tiga jutaan, dengan waktu tempuh 4 jam. Menyewa Speedboot sudah satu paket dengan makanan, buah-buahan, minuman, dan rokok.</p>
<p>“Jujur, sebenarnya saya gak pernah ke Gunung Krakatau,” Wandi mengakui. Ini adalah satu kesempatan luar biasa bisa mengujungi gunung Krakatau yang pernah meletus dengan dahsyatnya pada tahun 1883.</p>
<p>Gunung Purba yang berdiri kokoh ditengah selat Sunda dan masuk wilaya Provinsi Lampung ini terlihat berwarna kehijauan, membuat warna itu jadi kontras. Dengan warna laut Selat Sundah yang biru jernih. Di tepian Pulau ditumbuhi pohon-pohon pinus yang hijau dan subur.</p>
<p>“Kita disana sempat berenang dan Snorkeling di bawah Gunung Krakatau. Untungnya saat itu aktifitas vulkanik lagi tidak aktif. Kalau tiba-tiba meledak, kita bisa saja kejatuhan batu-batu api,” Wandi menuturkan pengalamannya.</p>
<p>Di Pulau Rakata, mereka mendirikan tenda untuk menginap satu malam. Selain itu secara kebetulan beberapa turis asing pun berada disana namun jaraknya cukup jauh dari perkemahan.</p>
<p>“Pemandangan malam hari jauh lebih indah. Kita bisa melihat semburan lava pijar yang bercahaya merah dari puncak Krakatau. Mirip dengan kembang api,” kata Wadi yang tak hendi-hentinya mengagumi keindahan alam.</p>
<p>Di pulau ini pula terdapat beberapa satwa, seperti Biyawak dan Kepiting, serta kunang-kunang yang cukup banyak. “Saya ingat guyonan si Bule, katanya, kalau saja seribu kunang-kunang dikupulkan, bisa menghidupkan satu kota,” kata Wandi sambil ketawa.</p>
<p>Keesokan harinya mereka pun mendaki gunung Krakatau hingga mendekati kawah. Namun mereka tidak bisa terus mendekat karena sudah ada pembatas dalam bentuk patok-patok. Mendekati kawah memang beresiko, jika sewaktu-waktu kawah menyemburkan lava bisa-bisa kejatuhan dan terbakar.</p>
<p>Saat mereka akan kembali ke Pantai Carita, satu sifat yang patut di contoh dari si Bule adalah yang menjaga kebersihan. “Bule itu orangnya bersih. Sebelum pulang munguti sampah-sampah dulu.” Wandi menambahkan, saking rajinnya tehadap kebersihan, sampai-sampai membuang satu batang korek api saja bingung harus buang kemana. Akhirnya si Bule menyimpan lagi ke kotak pembungkus. Bukan itu saja, di saku celananya saja banyak bungkus permen dan tisu yang disimpannya.</p>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-2049" title="NAIK KANO DI UJUNG KULON" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/12/NAIK-KANO-DI-UJUNG-KULON.jpg" alt="NAIK KANO DI UJUNG KULON" width="500" height="375" />UJUNG KULON</strong></p>
<p>“Sebenarnya kalau tujuan ke Ujung Kulon sendiri Alberto tidak merencanakannya. Tapi karena ada si Boy yang ditemuinya di Krakatau, akhirnya tertarik juga untuk mengunjungi Ujung Kulon,” kata Wandi.</p>
<p>Perjalanan ke Ujung Kulon dari Pantai Carita ditempuh dengan mengendarai motor. Perjalanan yang ditempuh cukup lama karena Alberto yang gemar fotografi suka mintak berhenti sejanak untuk mengambil beberapa objek foto yang diabadikan oleh kamera digitalnya.</p>
<p>“Alberto bisa aja mengambil anggel foto yang bagus. Seperti pemandangan di kampung Panimbang, sawah, pohon-pohon, orang disawa, sampai anak-anak yang berenang di sungai,” kata Wandi.</p>
<p>Sesampainya di Ujung Kulon sempat pula tracking keliling kampung, sawah, hutan sekitar, melihat monyet merah dan sempat pula mengujungi air terjun dan michusuar di Labuan.</p>
<p>Sebelum sampai ke Taman Nasional Ujung Kulon, wajib mengisi buku tamu pengunjung di pantai Tanjung Lesung. Gunanya untuk mengontrol dan mengetahui asal keberadaan para pengunjung jika terjadi sesuatu, seperti hilang atau kecelakaan. Barulah ketika senja mereka berangkat menuju Taman Nasional Ujung Kulon yang merupakan habitat kelangsungan hidup satwa langka badak Jawa (<em>Rhinoceros sondaicus</em>) dengan berlayar menggunakan perhu menuju Pulau Peucang selama satu jam. Taman Nasional Ujung Kulon bersama Cagar Alam Krakatau merupakan asset nasional, dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.</p>
<p>“Esok harinya, kita ingin melihat Badak dengan menggunakan perahu kano menyusuri sungai-suangai. Karena jika perjalanan darat membuat berisik dan Badak pergi duluan,” kata Wandi. Namun sangat disayangkan pencarian Badak hanya menemukan jejak kakinya saja yang masi hangat. Sepertinya seekor Badak baru saja pergi beberapa menit sebelum Wandi dan Alberto datang. Binatang lain yang bisa di jumpai seperti ular sanca, kerah, rusa, burung-burung, biyawak, dan masi banyak satwa lainnya.</p>
<p>Setelah itu waktu meraka habiskan lagi untuk berenang, Snorkeling, naik kano hingga akhirnya mereka kembali lagi ke Pantai Tanjung Lesung yang indah.</p>
<p><strong>RUMAH WADI</strong></p>
<p>Setelah menghabiskan waktu untuk menjelajahi tempat wisata, perjalanan kembali pulang menuju rumah kontrakan Wadi di Jl. Paus Kavling Blok C, Citangkil, Kota Cilegon, tentu saja perjalanan masih mengendarai motor ojek Wadi. Tujuanya karena Alberto ingin mengenal dekat Wandi serta keluarganya.</p>
<p>“Saya gak tega kalau Alberto terus-terusan membonceng di motor saya. Kelihatannnya capek. Pas sampai di Anyer, Alberto kemudian naik angkot. Saya mengikuti di belakang hingga sampai di depan Gedung DPRD Cilegon. Dari sana kemudian Albero naik motor saya lagi sampai rumah,” kata Wandi ketika menceritakan perjalanan pulangnya.</p>
<p>Kedatangan seorang Bule menarik perhatian untuk warga Kavling. Banyak yang datang melihat dan bertanya-tanya.</p>
<p>“Saya ajak Alberto keliling Cilegon, mulai dari rumah orang tua, mertua, mall dan ramayana.”</p>
<p>Pas malamnya, di rumah Wandi mengadakan makan bersama seluruh anggota keluarga Wandi. Menu favorit Alberto adalah sayur kangkung. “Sebelum Alberto makan, biasanya ia bertanya dulu, apakah baik atau tidak. Pas di Labuan, saya sarankan Alberto makan sayur kangkung yang berkasiat bikin sehat di badan dan enak tidur,” kata Wandi. Mulai dari sanalah Alberto suka makan sayur kangkung.</p>
<p>“Sempat juga Alberto dipijit oleh istri saya. Kebetulan istri saya juga bisa mijit. Alberto juga dikerik, meski awalnya takut infeksi. Saya bilang saja itu obat tradisional,” kata Wandi.</p>
<p><strong>MENUJU BANDARA</strong></p>
<p>Setelah 2 minggu di Indonesia, Alberto harus kembali lagi ke negara asalnya. Namun ia berencana akan datang lagi pada bulan sepertember 2010 bersama istri dan anaknya.</p>
<p>Perjalanan menuju Bandara Soekarno Hatta memiliki cerita tersendiri dengan mengendarai sepeda motor. Wandi mengaku tidak tahu jalan menuju Bandara. Ia pun tak malu-malu untuk bertanya. Padahal Alberto khawatir jika tidak sampai tepat waktu. Jam 6 petang Alberto harus sampai ke Bandara.</p>
<p>“Alhamdulillah akhirnya sampai juga ke Bandara dengan menempuh waktu perjalanan selama tiga jam, itu pun dengan kecepatan ekstra.”</p>
<p>Kebersamaan bersama Alberto mengukir kisah yang abadi hingga terbentuklah persahabatan antara Turis dan Guide. Wandi terharu dengan pesan Alberto, “Untuk menjadi suami yang baik, bertanggung jawab, dan mencari rezeki yang bersih dan hallal.” (Rama)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/12/11/wandi-si-tukang-ojek-jadi-guide/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BATIK LERENG LESUNG CILEGON</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/30/batik-lereng-lesung-khas-cilegon/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/30/batik-lereng-lesung-khas-cilegon/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 14:16:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[Lereng Lesung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=1826</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Rama Rahmat Batik merupakan warisan dan identitas bangsa Indonesi yang telah mendapatkan pengakuan oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009 yang lalu. Jika mendenger batik, pasti langsung tertuju ke daerah jawa. Namun kini perkembangan batik telah meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Begitu pun Kota Cilegon yang memiliki batik Lereng Lesung sebagai ciri khasnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1828" title="Batik 1" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/11/Batik-1.jpg" alt="Batik 1" width="500" height="375" />Oleh Rama Rahmat</p>
<p>Batik merupakan warisan dan identitas bangsa Indonesi yang telah mendapatkan pengakuan oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009 yang lalu. Jika mendenger batik, pasti langsung tertuju ke daerah jawa. Namun kini perkembangan batik telah meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Begitu pun Kota Cilegon yang memiliki batik Lereng Lesung sebagai ciri khasnya. Untuk mendapatkan batik lereng lesung bisa berkunjung ke Galeri Batik Dekranasda Kota Cilegon di lantai dasar Plaza Cilegon Mandiri, Jl. S.A Tirtayasa, Cilegon</p>
<p>Awal kemunculan batik lereng lesung bermula pada Lomba Desain Batik Cilegon 2006 yang diadakan Bidang Pariwisata dan Budaya Despindak. Agus Patria akhirnya lolos sebagai juara satu dengan desain batik lesungnya. Hingga akhirnya batik lesung diproduksi dan dipatenkan oleh Wali Kota Cilegon sebagai batik khas Cilegon.</p>
<p>Filosofi dalam desain batik lereng lesung:</p>
<p>Simbol ”rumput laut” yang di padu dengan ”isem-isem cecek krambyang” menggambarkan letak geografis Kota Cilegon yang dibatasi oleh garis pantai yang penuh dengan interaksi sebagai kota yang dinamis bagai air laut terus bergerak menghasilkan gelombang dan riaknya, hingga menjadikan kota ini serat dengan dinamika kehidupan.</p>
<p>Simbol ”Lesung” diangkat dari salah satu seni budaya tradisional Kota Cilegon yakni Bandrong Lesung yang merupakan seni budaya yang berkembang dalam masyarakat Kota Cilegon, sekaligus merupakan kristalisasi dari nilai-nilai budaya, estetika, sikap, dan tata kehidupan masyarakat Kota Cilegon. Selain itu simbol lesung berfungsi simbol kembar (lesung = kapal) dan rantai tali jangkar kapal yang melambangkan Kota Cilegon sebagai Kota Pelabuhan, dimana Kota Cilegon mempunyai pelabuhan Merak dan Cigading yang juga merupakan salah satu motor penggerak perekonomian dan pariwisata.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1829" title="Batik 2" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/11/Batik-2.jpg" alt="Batik 2" width="500" height="375" />Simbol ”Kuba Masjid” merupakan gambaran tentang kepercayaan adat istiadat dan agama di Kota Cilegon sebagai manifestasi dan komunikasi masyarakat Kota Cilegon yang bernuansa religius/agamis.</p>
<p>Simbol ”Bunga Melati, Mawar, dan Rumput laut” adalah simbol keadaan alam flora dan fauna Kota Cilegon yang memberikan gambaran bahwa masyarakat Kota Cilegon penuh kasih, cinta, dan ramah tama.</p>
<p>Simbol desain Motor Elektronik” merupakan gambaran bahwa Kota Cilegon dikenal sebagai kota industri baik secara skala nasional maupun internasional, dan terbuka untuk infestor.</p>
<p>Batik Lereng Lesung terdapat enam jenis warna, yaitu merah, kuning, hijau, biri, coklat, dan ungu.</p>
<p>Sayangnya menurut Samani, bagian Pengadaan Oprasional Galeri Batik Dekranasda Kota Cilegon (25/11), Batik Lereng Lesung belum bisa diproduksi di Cilegon, melainkan di laur kota. Karena belum ada tenaga akhli dan tempat untuk memproduksi.</p>
<p>Galeri Batik Dekranasda Kota Cilegon yang di buka sejak empat bulan yang lalu cukup banyak yang berkunjung, terutama para PNS dan pegawai suasta. Dimana setiap hari jumat diwajibkan untuk para PNS dan beberapa pegawai perusahaan suasta untuk mengenakan batik. Harga batik cukup terjangkau dengan harga bahan Rp. 20 ribu permeter atau harga batik kemeja siap jadi mulai dari kisaran harga Rp. 50 ribu hingga Rp. 150 ribu, tergantung warna dan jenis kain.</p>
<p>Menuru Alfi bagian pemasaran, peminat batik Lereng Lesung kebanyakan orang dewasa. ”Biasanya yang laku kemeja untuk orang kantoran atau PNS, dan sepasang pakaian mama-papa untuk pasangan suami istri,” jelasnya. Alfi menambahkan, untuk para remaja belum ada respon yang baik, karena stok yang ada belum ada pakain batik modifikasi dengan segmen pakaian remaja.</p>
<p>Dinas Kebudaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cilegon sudah menggencarkan promosi batik Lereng Lesung dengan melalui berbagai event dan pameran-pameran baik di dalam daerah maupun luar daerah.</p>
<p>Sekertaris Dinas Disbudpar Kota Cilegon, Heni Anita Susila  saat ditemi di kantor dinasnya yang baru pindah di lantai 2 Plaza Cilegon Mandiri oleh wartawan <a href="http://www.rumahdunia.com/">www.rumahdunia.com</a> mengungkapkan harapannya terhadap Batik Lereng Lesung, ”semoga batik Lereng Lesung menjadi identitas Kota Cilegon. Biarpun saat ini masih dikalangan PNS dan pegawai suasta lainnya, tapi juga bisa menyentu masyarakat umum.” (Rama)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/30/batik-lereng-lesung-khas-cilegon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KAFE KEBUN OREGANO</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/18/kafe-kebun-oregano/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/18/kafe-kebun-oregano/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 05:12:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rumahdunia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Banten]]></category>
		<category><![CDATA[bayangkara]]></category>
		<category><![CDATA[beef lasagna]]></category>
		<category><![CDATA[cafe]]></category>
		<category><![CDATA[kebun]]></category>
		<category><![CDATA[makanan eropa]]></category>
		<category><![CDATA[mix schalslik]]></category>
		<category><![CDATA[oregano]]></category>
		<category><![CDATA[Serang]]></category>
		<category><![CDATA[spaghetthi         bolognese]]></category>
		<category><![CDATA[T-bone steak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=1375</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah kita berwisata ke gunung? Pasti, dong! Ke pantai? Apalagi! Pariwisata Banten memang andalannya pantai; Anyer, Carita. Tapi, jika sedang berada di kota Serang, pilihan apa yang bisa kita tentukna untuk berwisata? Tentu wisata kota. Ke mana? Alun-alun Serang, pasar loak di gang rendah, wisata budaya ke bangunna-bangunn tua dan msjid tua. Royal tentu saja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1374" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/11/oregano.jpg" alt="cafe oregano" width="500" height="375" /></p>
<p>Pernahkah kita berwisata ke gunung? Pasti, dong! Ke pantai? Apalagi! Pariwisata Banten memang andalannya pantai; Anyer, Carita. Tapi, jika sedang berada di kota Serang, pilihan apa yang bisa kita tentukna untuk berwisata? Tentu wisata kota. Ke mana? Alun-alun Serang, pasar loak di gang rendah, wisata budaya ke bangunna-bangunn tua dan msjid tua.  Royal tentu saja untuk wisata belanja. Ada lagi? Bagaimana kalau mencoba berwisata kuliner? Kita ajak keluarga berwisata untk urusannya perut. Ke mana?  Ke cafe kebun Oregano.</p>
<p>Jika kita ke cafe kebun Oregno, muncul sesuatu yang khas. Itu tentu akan memberikan nuansa yang berbeda. Karena nuansa yang berbeda itulah biasanya dapat membekas lekat dalam ingatan setiap orang. Apalagi kekhasan itu bersifat indah. <em>Nah</em>, untuk membicarakan kekhasan yang indah tentu akan lebih pas kalau Anda langsung saja berwisata ke  Kafe Kebun Oregano di Jalan Bayangkara No 17, Serang.</p>
<p>Sesuai dengan namanya, Kafe Kebun Oregano memanglah kafe yang dibangun di kawasan dengan banyak pepohonan rindang dengan luas tanah 5000 meter persegi. Di antaranya pohon Kamboja Kuning, Palm, Sawo Belanda dan masih banyak lagi. Selain itu, di tengah-tengah kafe juga terdapat kolam ikan seluas 4&#215;8 meter.</p>
<p>Bharata Puradiredja, pemilik Kafe Kebun Oregano mengatakan, kafe dengan kosep kebun ini adalah satu upaya memberikan kenyamanan kepada para konsumen. Diharapakan, Kafe Kebun Oregano dapat memberikan kesan wisata terhadap konsumen.</p>
<p>“Seperti kita ketahui, kafe yang berada di perkotaan umumnya dibangun dalam bentuk gedung dan cenderung jauh dengan nuasan alami. Untuk itu, Kafe Kebun Oregano ingin hadir sebagai kafe dengan konsep berbeda. Sementara Oregano sendiri adalah nama rempah-rempah yang dikenal cukup populer sebagai bumbu penyedap di dunia masak memasak,” tutur Bharata yang juga sepupunya presenter Dewi Huges ini.</p>
<p>Selain hadir berbeda dengan nuasa kafenya, Oregano juga hadir berbeda pada menu masakannya. Yakni berbagai menu special ala Eropa yang sebagian besarnya menggunakan bumbu penyedap Oregano. Di antara masakan itu ialah, <em>T-Bone Steak</em>, <em>Mix Schaslik</em>, <em>Sphagetthi Bolognese</em> dan <em>Beef Lasagna</em>. Selain masakan Eropa, Kafe Kebun Juga menyediakan masakan dalam negeri, seperti nasi goreng yang disajikan dengan sate ayam, telor goreng dan emping.</p>
<p>Khusus untuk pengunjung yang hanya sekedar ingin santai, Kafe Oregano menyediakan berbagai menu kue dan aneka juice buah. Mulai <em>Blackberries Forest</em>, <em>New York Cheesecake</em> dan <em>Tiramisu Snickers Pie</em>. Jika Anda penasaran dan ingin membuktikannya, datang saja ke Kafe Kebun Oregano![RG]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/18/kafe-kebun-oregano/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WISATA PASAR LOAK DI KEMANG SERANG</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/15/wisata-pasar-lowak-di-kemang/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/15/wisata-pasar-lowak-di-kemang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 19:29:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Kemang]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Loak]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Kota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/?p=1116</guid>
		<description><![CDATA[SERANG &#8211; Orang-orang selalu beranggapan kalau berwisata itu harus selalu ke pantai, ke Ancol, ke tempat hiburan, ke gunung, atau ke mall berwisata belaja. Saya maumenajak Anda berwisata di kota saja, yang biasa disebut wisata kota atau kernnya city tour. Tidak usah jauh-jauh, di kota Serang banyak sekali daerah tujuan wista kota; alun-alun Serang, pasar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1117" title="Pasar loak" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/11/Pasar-loak.jpg" alt="Pasar loak" width="500" height="375" />SERANG &#8211; Orang-orang selalu beranggapan kalau berwisata itu harus selalu ke pantai, ke Ancol, ke tempat hiburan, ke gunung, atau ke mall berwisata belaja. Saya maumenajak Anda berwisata di kota saja, yang biasa disebut wisata kota atau kernnya <em>city tour.</em> Tidak usah jauh-jauh, di kota Serang banyak sekali daerah tujuan wista kota; alun-alun Serang, pasar ikan hias di Taman Sari, dan pasar loak. Hah, pasar loak? Apa tidak salah?</p>
<p>ONDERDIL BEKAS</p>
<p>“Ayo, kang, gelati apeu? Merene,” panggil seorang penjual onderdil bekas dengan logat Serang, seraya melambaikan tangannya ke arah saya. Dia merayu saya untuk membeli barang-barang bekasnya. Seutas senyum kecil saya layangkan padanya seraya mendekati. Saat itu matahari lumayan cerah. Sambil memperkenalkan diri saya sebgai wartawan <a href="http://www.rumahdunia.com/">www.rumahdunia.com</a>, tatapan mata saya tak luput dari onderdil bekas yang dipajang; spion, striping atau sayap motor, sokbeker, lampu, rantai dan banyak lainnya yang menggantung di tiang-tiang balok. Kemudian pandangan saya beralih ke kios-kios yang tertutup rapat, tidak ada mushola, toilet, tempat sampah dan sepinya pengunjung.</p>
<p>Ada sebersit tanya mencuat dalam hati, secara geografis mestinya pasar loak Kemang Jaya ini ramai, apalagi jarak dari kota lumayan dekat. Hanya saja lokasinya dibawah jalan Kemang – persis setelah keluar di pintu tol Serang timur, membelok ke kiri, di samping kantor PJR, dekat kawasan Patung. Andai saja pemerintah kota Seragn dan intansi terkait ikut membantu pembangunan pasar loak ini, mungkin pengunjung-pengunjung dari sekitar Banten dan luar Banten akan ramai berdatangan.</p>
<p>Dijelaskan Dasuki, pengunjung yang datang bukan dari daerah Banten saja,”Dari Asem Reges Jakarta, Lampung dan Malang ,” kata bapak beranak satu ini. Masih kata dia, pasar loak onderdil bekas untuk kendaraan bermotor, ini berdiri pada tahun 1999. Tapi, ada juga yang bilang tahun 2003. “Ketua pasarnya H. Badrul Kubang Jaya, Desa Warung Jaud, Kasemen,” kata lelaki berusia 28 tahun ini.</p>
<p>Selama bekerja di pasar lowak, Dasuki tak pernah dipinta bayaran atau pungutan sejenis lainnya dari oknum instansi manapun. “Alhamdulillah, aman,”singkatnya. Selain menjual, pasar loak ini kerap melayani pembelian langsung atau tukar tambah. Penghasilan sehari yang hanya Rp 30 ribu dan tak tentu, tak membuat Dasuki putus asa. Sebagai manusia normal dia pun memiliki mimpi ingin membuka kios onderdil. “Saya ingin mandiri. Ingin buka usaha sendiri,”harap Dasuki.</p>
<p>PEMBELI MALANG</p>
<p>Dari tiga puluh kios yang ada, hanya empat yang buka. Namun bukan berarti Joko Santoso, seorang pengunjung,  tak bisa membawa pulang onderdil yang dia cari. “Saya beli boljoin, perkeong dan sokbeker. Totalnya kira-kira 2 jutaan,” kata lelaki asal Malang, Jawa Timur ini.  Ditambahkan bapak berusia 41 tahun ini, dia rela mengemudikan setir mobilnya berjam-jam di jalan. “Saya berangkat dari kota Batu Malang jam 2 siang, tiba di Serang jam 11 siang keesokan harinya. Kalau di Malang pasarnya kecil, tapi peminatnya banyak. Soal harga tetap sama. Cuman di sini, di pasar loak Kemang, lebih komplit,” jelas pemilik bengkel mobil di kota Batu Malang ini.</p>
<p>Joko Santoso bisa jadi langganan pasar loak Kemang, karena pernah enam tahun buka bengkel di kota Cilegon. “Saya pernah di banen. Jadi tahulah pasar loak ini,” kenangya. “Saya datang ke pasar loak setiap 2 bulan sekali,” pungkasnya yang saat itu sedang nego harga. (Harir Baldan)</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/11/15/wisata-pasar-lowak-di-kemang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RUMAH HUTAN ADA DI BANTEN</title>
		<link>http://rumahdunia.com/isi/2009/10/29/rumah-hutan-ada-di-banten/</link>
		<comments>http://rumahdunia.com/isi/2009/10/29/rumah-hutan-ada-di-banten/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 23:35:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Gola Gong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Banten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahdunia.com/isi/2009/10/29/rumah-hutan-ada-di-banten/</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah kita membayangkan, kalau hutan adalah tempat yang nyaman bagi kita? Bukankah selama ini hutan identik dengan semak belukar, ular, dan setan? Setidak-tidaknya, begitulah yang ada di benak masyarakat Kampung Bojong, Cilowong, Serang. Tapi, siapa pernah menyangka, jika hutan yang kita bayangkan seperti itu ternyata tidak terbukti? CITA-CITA Lim Oei Ping (67 th), lelaki Cina [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-140" title="Rumah Hutan#1" src="http://rumahdunia.com/isi/wp-content/uploads/2009/10/Rumah-Hutan1-300x225.jpg" alt="Rumah Hutan#1" width="300" height="225" />Pernahkah kita membayangkan, kalau hutan adalah tempat yang nyaman bagi kita? Bukankah selama ini hutan identik dengan semak belukar, ular, dan setan? Setidak-tidaknya, begitulah yang ada di benak masyarakat Kampung Bojong, Cilowong, Serang. Tapi, siapa pernah menyangka, jika hutan yang kita bayangkan seperti itu ternyata tidak terbukti?</p>
<p>CITA-CITA</p>
<p>Lim Oei Ping (67 th), lelaki Cina asal Sulawesi Tengah, yang merantau ke Serang sejak 1962, punya cita-cita ingin menjadikan hutan di Banten sebagai surga. Koh Iping, panggilan akrabnya, dengan bertumpu pada sebatang kayu, menaiki serta menuruninya untuk sampai ke “surga” miliknya, di tengah hutan, gunung Sayar, presis di Kampung Cidampit, Bojong, Cilowong, Serang. Usianya yang lanjut tidak menjadikannya loyo, malah seperti masih berusia 50-an saja.</p>
<p>”Saya ingin membawa hutan di kampung saya ke Banten. Di kampung saya, di daerah Toli-toli, hutan sangat nyaman untuk dihuni, dijadikan tempat berkebun dan bercocok tanam. Tidak ada kesan angker. Tapi anehnya di Banten, orang-orang membiarkan hutan dipenuhi semak belukar, seram, dan jadi sarang ular tanah. Malah ada yang menganggap hutan itu tempat setan!” kata pemilik Toko Krakatau di Royal ini.</p>
<p>Koh Iping pelan-pelan mewujudkan cita-citanya. Pada 2005, dia membeli tanah seluas 6000 m2. ”Saya ajak beberapa warga untuk menatanya. Pohon-pohon yang tidak perlu dibabat, sehingga beberapa pohon durian tampak indah seperti bonsai raksasa. Semak-semaknya dibuang. Saya tanami rumput,” kenangnya.</p>
<p>Lalu dia membangun pondok-pondok, lumbung padi, perpustakaan, lapangan badminton, kandang ayam dan kambing. Diberinya nama ”Rumah Hutan”. Koh Iping berkelakar, ”Sekarang ’Rumah Dunia’ ada saingan, yaitu ’Rumah Hutan’ punya saya.” Setiap sebulan sekali, dia datang ke surganya. ”Saya paling suka duduk di <em>paninjauan</em> ini,” katanya. <em>Paninjauan</em> adalah pondok kayu 2 lantai. ”Saya merasa bahagia melihat pohon durian. Jika diibaratkan perempuan, kita bisa melihat utuh pohon durian dari mulai kaki, tangan, hingga ujung rambutnya.”</p>
<p><em>TREE IN ONE</em></p>
<p>Bagi Koh Iping, hutan adalah anugrah terindah dari Allah SWT. ”Bodoh, jika kita menyia-nyiakannya. Hutan itu harus <em>tree in one</em>; bisa dihuni, ditanami, dan jadi tempat berternak.” Dia tahu, menghuni hutan sangat bertentangan dengan tradisi di Banten yang agamis. ”Bagi warga di Kampung Bojong ini, tinggal di hutan sama saja dengan menyalahi aturan. Bagaimana nanti ke mesjid, untuk sholat berjamaah? Padahal bagi saya, hutan itu mestinya nyaman. Semua yang kita inginkan ada di hutan. Kita tidak perlu menanam, tinggal merawat saja, sehingga nanti panen bisa berlipat-lipat.”</p>
<p>Koh Iping menawari beberapa warga untuk menjaga ”surga” miliknya. Bahkan memberinya gaji rutin perbulan. ”Mereka kaget. Tinggal di hutan bukanlah tradisi mereka. Padahal saya menawarkan sistem ’hak milik’. Mereka saya berdayakan dan saya beri penghargaan dengan cara memiliki setiap tanaman yang mereka tanam. Saya tidak menjadikan para petani kuli, tapi justru merekalah pemiliknya,” papar pengagum Bung Karno ini. Untung ada sebuah keluarga yang menerima tawarannya.Baginya, jika kita mau menghuni hutan, itu sama dengan melestarikan hutan pemberian Tuhan.</p>
<p>Setelah 2 tahun berlalu, pohon-pohon yang ditaman, seperti pisang dan nangka, berbuah. Koh Iping membelinya jika sedang berkunjung. Untuk dibawa pulang ke kota. Bahkan setiap apa yang dimakan dan diminumnya, dia membayarnya. ”Dengan begitu, kita menghargai setuiap jerih payah kita. Terlebih lagi, kita menghargai pemberian Tuhan,” tegasnya.</p>
<p>PERPUSTAKAAN</p>
<p>Lebih unik lagi, Koh Iping, yang selagi mudanya termasuk pemain badminton papan atas diSerang, membangun lapangan badminton dan perpustakaan. Jika dipikir matang, siapa yang mau membaca buku di tengah hutan dan main badminton? Tapi dugaan itu salah. Selepas jam sekolah, anak-anak kampung berwisata di ”rumah hutan’ miliknya. Koh iping menyediakan raket serta koknya. Anak-anak bisa bermain badminton di tengah hutan, yang tentu udaranya bersih. Setelah main badminton, anak-anak itu membaca buku. “Memang bukunya belum banyak. Semoga ‘Rumah Dunia’ bisa menyumbang,” harap Koh Iping.</p>
<p>Keberadaan ”rumah hutan” ini dirasakan juga oleh Muhamad (15), siswa kelas 3 MTs Daarul Musyaroh, Pereng, Taktakan. ”Hampir setiap pulang sekolah saya dan teman-teman selalu ke sini. Selain bisa baca buku, saya juga bisa main bulu tangkis gratis,” ujar Muhamad yang bercita-cita menjadi pemain sepak bola handal. ”Sayangnya belum ada lapangan bola dan basketnya juga!” tambahnya.</p>
<p>Harapan lainnya, koh Iping menginginkan ”rumah hutan” miliknya ini menjadi percontohan di Banten. ”Para pejabat di Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Pendidikan bekerjasama dengan Camat untuk membangun ’rumah-rumah hutan’ di tempat lain. Dengan begitu, para petani di Banten akan menikmati hasilnya, yaitu panen raya!” Jika sudah begitu, ”Saya bahagia. Itulah makna hidup. Kesejahteraan dan bermanfaat. Saya akan merasa sepeti berada di sebuah puncak gunung. Walaupun capek, rasa bahagianya sudah di puncak, tinggal bertemu dengan ’rumah Tuhan’ saja.”</p>
<p>Bagaimana, Bapak-bapak? (GG)</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahdunia.com/isi/2009/10/29/rumah-hutan-ada-di-banten/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

