ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata Agus Riswanto Ketua Operasional Arung Jeram Ciberang seraya menjelaskan. “Kami juga pernah membantu korban banjir di Tangerang, dan Pandeglang,” akunya.

Untuk sampai ke sana anda bisa melalui jalur alternatif Jasinga, Bogor dengan jarak tempuh sekira 3-4 jam. Namun jika anda menggunakan rute Serang, melewati Pandeglang lalu ke Rangkasbitung jarak yang harus dicapai sekitar 80 kilometer atau membutuhkan waktu 2,5-3 jam.

Biaya pengarungan Rp. 185000,-/orang anda sudah bisa menikmati petualangan wisata arung jeram dengan ditemani 6 peserta berikut dengan pembinanya. Tapi jika musim kemarau datang perahu hanya bisa ditumpangi 4 orang saja.

Biaya sebesar itu anda tak usah kaget. Kata Agus, biaya itu sudah termasuk sewa peralatan olah raga arung jeram, makan siang, guide wisata alam arung jeram, snack tradisional dan biaya penjemputan peserta.

Setelah melewati rintangan jeram anda juga dimanjakan dengan wisata alam, dan kolam pancing. “fasilitas pendukung lainnya ada 4 saung tempat peristirahatan, mushola, 4 kamar mandi, 3 kamar ganti, lapangan parkir luas dan semuanya ini sudah termasuk biaya Rp. 185 ribu tadi,” terang lelaki yang mengaku berasal dari Tangerang ini.(Harir Baldan)

PEMANDIAN CIPANAS SEHAT DAN SEGAR

Ali-Cipanas gerbangLEBAK – Selain mimpi jadi kota pelajar, Lebak yang belum lama berusia 181 tahun ini juga rupanya menyimpan banyak keindahan alam. Saya belum lama ini sempat coba-coba menelisik, mengunjungi dan menikmati bahkan tadinya ingin menjamah semua tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Lebak, baru sebagian saja sih, mengingat beberapa tujuan wisata masih cukup jauh dan butuh ongkos lebih.

AIR PANAS

Satu tujuan wisata yang cukup menarik dan banyak diminati pendatang adalah Kolam pemandian Air Panas atau lebih dikenal pemandian Cipanas, karena lokasinya berada di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak di Banten Selatan. Dan sejak dikelola Pemkab Lebak pemandian air panas ini memiliki nama Tirta Lebak Buana. Meski begitu, tetap saja pengunjung dari Tangerang, Pandeglang, Bogor dan Jakarta banyak mengenalnya dengan sebutan pemandian Cipanas saja.

Tepat berada sekitar 100 meter dari Pasar Gajrug (kalau berangkat dari arah Serang, tetapi kalau dari arah Bogor ketemunya dari pasar Jasinga). Kalau mau tahu jarak dari kota Rangkasbitung, ibukota Kabupaten Lebak,_yaitu sekitar 40 kilometer, dan lurus saja maka Cipanas akan berada di tepi Jalan Raya Cipanas.

Dulu, pemandian ini masih kumuh, masih banyak tanah di sekitar kolam-kolamnya, penataan kamar ganti dan toilet-nya masih kurang tepat, kadang licin, becek dan_nggak ada ojek. Tapi anugerah bagi Lebak ini adalah, bahwa lokasinya yang dekat dengan sumber mata air panas sulfur, terus-menerus muncul tanpa ada habis-habisnya. Bahkan, belum lama muncul lagi sumber air panas baru di dekatnya.

TERAPI

Beberapa orang asing, seperti dari Swiss, Perancis dan turis lain yang kerap datang ke pemandian ini berkomentar, tempat ini adalah salah satu pemandian air panas terbaik di dunia lho. Kolam air panas dengan suhu antara 45 derajat dan 80 derajat Celsius ini memang tempat yang cocok untuk berendam, makanya jumlah pengunjung setiap tahunnya terus meningkat. Sebab pemandian air panas ini tidak hanya dijadikan tempat wisata, melainkan sebagai tempat terapi kesehatan.

Dan bagi warga sekitar, berendam di Cipanas juga sesuai dengan kondisi cuaca Lebak yang lumayan agak sejuk udaranya jika di pagi dan malam hari, dan terkadang juga sering datang hujan, mungkin karena dekat sekali dengan perbatasan Bogor, jadi berendam bikin tubuh segar dan sehat dari penyakit kulit.

Saya tidak menyesal sudah datang untuk kali ketiganya ini. Meski perjalanan cukup jauh ditempuh dari Serang (hampir 3 jam) ditambah dengan terpaan angin dan bintik-bintik badai gerimis di bulan November, akhirnya terobati juga. Puas, sebab semua rasa pegal dan capek-capek hilang seketika usai tubuh ini berendam di kolam utama pemandian Cipanas.

Cukup dengan membayar tiket masuk Rp.7.000,- bagi dewasa, dan Rp. 5.000,- bagi usia anak-anak, air panas di Cipanas Lebak ini siap merelaksasi tubuh kita. siapkan juga seribu dan dua ribu rupiah untuk ruang bilas dan parkir kendaraan bermotor bagi yang membawa alat transport. Tenang, lahan parkir di halaman mampu menampung sampai 500 motor dan 25 mobil. Bagi yang tidak membawa, jadikanlah saung bambu di sekeliling kolam utama sebagai tempat istirahat yang nyaman.

Kolam yang tersedia ada enam, dua kolam utama dengan temperatur tinggi dan sedang, dan empat  kolam kecil tertutup dengan panas beragam, 1, 2, 3 dan 4 yang semakin rendah suhunya.

Ali-Berendam di cipanasBELANDA

Menurut cerita, pemandian air panas itu dulunya digunakan pejabat kolonial Belanda sejak tahun 1927. Orang Belanda membangun dua kamar pemandian air panas, selain rumah peristirahatan.

“Menurut cerita kakek, pejabat kolonial Belanda itu biasanya Sabtu datang ke Cipanas, bermalam di sini, berendam air panas, lalu Minggu pergi memancing,” kata Rahmat, pengelola senior pemandian tersebut.

Tahun 2003, Pemerintah Kabupaten Lebak membantu membangun kolam air panas yang dapat menampung 300 orang sekaligus. Jumlah pengunjung meningkat dan target pajak Rp 18 juta per tahun selalu terpenuhi. Pantas, saya mau lagi berendam di sana tahun depan. 2010 pasti segar. (akhelbri)

Caption:

Foto 1: Penulis di depan pintu masuk pemandian air panas Tirta Lebak Buana atau lebih dikenal pemandian Cipanas.

Foto 2: Penulis berendam, hiiih, seger, tapi puaannnaaasss

SENJA DI PULAU UMANG

OK EKSPRESIDIA-PULAU UMANG-1PANDEGLANG – Siapapun yang pernah berkunjung ke tempat ini sepakat, tidak ada yang lebih indah selain memandangi senja yang meremang atau menyongsong pagi menjelang, memandangi laut lepas dari tepi pantai Pulau Umang. lanjutkan membaca »

WANDI SI TUKANG OJEK JADI GUIDE

WANDI DAN BULEProfesi Herwandi (29thn) atau yang lebih akrab dengan panggilan Wandi ini memang sangat menarik. Kesehariannya sebagai seorang tukang ojek keliling di wilayah sekitar Kota Cilegon. lanjutkan membaca »

BATIK LERENG LESUNG CILEGON

Batik 1Oleh Rama Rahmat

Batik merupakan warisan dan identitas bangsa Indonesi yang telah mendapatkan pengakuan oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009 yang lalu. Jika mendenger batik, pasti langsung tertuju ke daerah jawa. Namun kini perkembangan batik telah meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Begitu pun Kota Cilegon yang memiliki batik Lereng Lesung sebagai ciri khasnya. Untuk mendapatkan batik lereng lesung bisa berkunjung ke Galeri Batik Dekranasda Kota Cilegon di lantai dasar Plaza Cilegon Mandiri, Jl. S.A Tirtayasa, Cilegon

Awal kemunculan batik lereng lesung bermula pada Lomba Desain Batik Cilegon 2006 yang diadakan Bidang Pariwisata dan Budaya Despindak. Agus Patria akhirnya lolos sebagai juara satu dengan desain batik lesungnya. Hingga akhirnya batik lesung diproduksi dan dipatenkan oleh Wali Kota Cilegon sebagai batik khas Cilegon.

Filosofi dalam desain batik lereng lesung:

Simbol ”rumput laut” yang di padu dengan ”isem-isem cecek krambyang” menggambarkan letak geografis Kota Cilegon yang dibatasi oleh garis pantai yang penuh dengan interaksi sebagai kota yang dinamis bagai air laut terus bergerak menghasilkan gelombang dan riaknya, hingga menjadikan kota ini serat dengan dinamika kehidupan.

Simbol ”Lesung” diangkat dari salah satu seni budaya tradisional Kota Cilegon yakni Bandrong Lesung yang merupakan seni budaya yang berkembang dalam masyarakat Kota Cilegon, sekaligus merupakan kristalisasi dari nilai-nilai budaya, estetika, sikap, dan tata kehidupan masyarakat Kota Cilegon. Selain itu simbol lesung berfungsi simbol kembar (lesung = kapal) dan rantai tali jangkar kapal yang melambangkan Kota Cilegon sebagai Kota Pelabuhan, dimana Kota Cilegon mempunyai pelabuhan Merak dan Cigading yang juga merupakan salah satu motor penggerak perekonomian dan pariwisata.

Batik 2Simbol ”Kuba Masjid” merupakan gambaran tentang kepercayaan adat istiadat dan agama di Kota Cilegon sebagai manifestasi dan komunikasi masyarakat Kota Cilegon yang bernuansa religius/agamis.

Simbol ”Bunga Melati, Mawar, dan Rumput laut” adalah simbol keadaan alam flora dan fauna Kota Cilegon yang memberikan gambaran bahwa masyarakat Kota Cilegon penuh kasih, cinta, dan ramah tama.

Simbol desain Motor Elektronik” merupakan gambaran bahwa Kota Cilegon dikenal sebagai kota industri baik secara skala nasional maupun internasional, dan terbuka untuk infestor.

Batik Lereng Lesung terdapat enam jenis warna, yaitu merah, kuning, hijau, biri, coklat, dan ungu.

Sayangnya menurut Samani, bagian Pengadaan Oprasional Galeri Batik Dekranasda Kota Cilegon (25/11), Batik Lereng Lesung belum bisa diproduksi di Cilegon, melainkan di laur kota. Karena belum ada tenaga akhli dan tempat untuk memproduksi.

Galeri Batik Dekranasda Kota Cilegon yang di buka sejak empat bulan yang lalu cukup banyak yang berkunjung, terutama para PNS dan pegawai suasta. Dimana setiap hari jumat diwajibkan untuk para PNS dan beberapa pegawai perusahaan suasta untuk mengenakan batik. Harga batik cukup terjangkau dengan harga bahan Rp. 20 ribu permeter atau harga batik kemeja siap jadi mulai dari kisaran harga Rp. 50 ribu hingga Rp. 150 ribu, tergantung warna dan jenis kain.

Menuru Alfi bagian pemasaran, peminat batik Lereng Lesung kebanyakan orang dewasa. ”Biasanya yang laku kemeja untuk orang kantoran atau PNS, dan sepasang pakaian mama-papa untuk pasangan suami istri,” jelasnya. Alfi menambahkan, untuk para remaja belum ada respon yang baik, karena stok yang ada belum ada pakain batik modifikasi dengan segmen pakaian remaja.

Dinas Kebudaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cilegon sudah menggencarkan promosi batik Lereng Lesung dengan melalui berbagai event dan pameran-pameran baik di dalam daerah maupun luar daerah.

Sekertaris Dinas Disbudpar Kota Cilegon, Heni Anita Susila  saat ditemi di kantor dinasnya yang baru pindah di lantai 2 Plaza Cilegon Mandiri oleh wartawan www.rumahdunia.com mengungkapkan harapannya terhadap Batik Lereng Lesung, ”semoga batik Lereng Lesung menjadi identitas Kota Cilegon. Biarpun saat ini masih dikalangan PNS dan pegawai suasta lainnya, tapi juga bisa menyentu masyarakat umum.” (Rama)

advert

Tags Kata

Gonjlengan

BE A WRITER: DARI YANG REGULER HINGGA EXCLUSIVE”

Pingin jadi pengarang? Penuli skenario? Jangan pusing-pusing. Untuk mengisi liburan pelajar/mahasiswa, yuk, kita isi dengan kegiatan bermanfaat.

Full Story | May 20th, 2010

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa*
Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari tabung [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong
MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak mengganggu [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK
I.
“ora et labora”
di pertigaan jalan menuju rumah
beberapa tukang becak menyemadikan nasib
: bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha
- memejam di tempat duduk
masingmasing-
II.
“nrimo ing pandum”
kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan
begitu saja kepada puingan matahari dan purnama
mereka mengabadikannya sebagai penanda becak
yang telah menerima dan menemukan kesadaran bahwa
lapar dan haus adalah
foto-doa
III.
“kerja adalah ibadah”
di sisi adzan,
kretek [...]

Full Story | July 18th, 2010