ALDO NOVIARDO INGIN JADI PENEMU

1

INGIN JADI PENEMU

Prestasi besar adalah kumpulan dari berbagai prestasi kecil, perkataan orang bijak tersebut nampaknya memang tepat. Bahwa segala sesuatu memang berawal dari yang kecil sebagai sebuah proses. Sebab, perjalanan mengelilingi dunia pun dimulai dari satu langkah kaki di pintu depan rumah. Dan memang tidak ada kesuksesan yang instant. Jika pun ada, tentu usia kesuksesan itu akanlah singkat. Untuk itu, setiap orang yang menempuh jalan kesuksesan tentu mesti ikhlas dan sabar dalam menekuni proses, menerima segala yang kecil dan menelan segala rasa yang terkesan pahit.

Terkait hal tersebut, Aldo Noviardo (19), siswa SMA Negeri 1 Serang kelas XII IPA 3 ini selalu sabar dalam berproses menggapai cita-cintanya. Putra dari pasangan Afdhal Jamaludin dan Hartati ini mengaku, dirinya selalu rajin membaca buku yang berkaitan dengan ilmu-ilmu fisika. Selain itu, untuk mengukur sejauh apa kemampuannya, Aldo sempat mengikuti beberapa perlombaan ilmu astronomi yang diadakan di sekolah. Hasilnya, Aldo menjadi juara 1 dan dikirim oleh sekolah untuk mengikuti perlombaan serupa di tingkat Kabupaten Serang dan Propinsi Banten pada tahun 2007.

Dalam pertandingan tingkat Kabupaten Serang tersebut, Aldo mendapat juara 1 dan juara III tingkat Propinsi Banten. Aldo yang sebelumnya tak menyangka akan menjadi juara ini kian terpacu saja untuk terus serius dan lebih tekun lagi belajar.       “Hadiah yang diperoleh dari dua perlombaan tersebut memang tak seberapa nilai nominalnya, tapi saya sudah sangat gembira. Sebab ini adalah sebuah bukti kecil bahwa apa yang saya tekuni telah berbuah hasil,” terang cowok yang hobinya main sepak bola ini.

Selain menjadi juara di bidang ilmu astronomi, di tahun yang sama, Aldo juga pernah meraih juara III lomba cerdas cermat MIPA dan Bahasa Inggris tingkat Propinsi Banten. Aldo yang memiliki moto hidup, “Berusaha sedetik lebih baik daripada diam” ini mengaku ingin menjadi seorang penemu di bidang ilmu fisika.[RG]

ALDO DI MATA TEMAN

Teman adalah seseorang tempat berbagi suka dan duka. Teman juga berfungsi sebagai pengingat dikala seseorang lupa bersikap baik dan salah bertindak. Jadi posisi teman sangat dibutuhkan oleh setiap orang. Tak heran jika teman kariblah yang biasanya lebih tahu akan kepribadian seseorang di luar rumah dibandingkan keluarganya. Begitupun dengan Dhenis F (17), siswa SMA N 1 Serang kelas XII IPA 4 ini mengaku sangat mengenal kepribadian Aldo.

Lelaki jangkung ini mengatakan sudah kenal Aldo semasa masih duduk di bangku SMP. Dari sekian waktu yang cukup lama menjadi sahabat Aldo itulah, Dhenis jadi mengenal kepribadian Aldo. Menurutnya, Aldo adalah tipe teman yang sangat setia kawan, rajin dan baik hati. Karena keistmewaan Aldo itulah yang membuat Dhenis betah berkawan. Tapi selayaknya manusia yang tidak sempurna, di samping segala kelebihannya, Aldo juga memiliki banyak kekurangan. Yakni Aldo seringkali bersikap egois dan mudah cemburu.

“Misalnya jika saya mempunyai nilai mata pelajaran baik, maka Aldo selalu berusaha mengejarnya. Dia tak pernah rela dikalahakan saya. Dan selama ini kami juga sering bertengkar, tapi itu hanya pertengkaran sebatas mulut. Setelahnya, dalam waktu singkat kami akan kembali baikan,” terang cowok yang hobinya main komputer ini. [RG]

SANG JUARA MATEMATIKA

SANG JUARA MATEMATIKA

Oleh RG Kedungkaban

“Hampir setiap malam aku belajar seperti yang diajarkan di sekolah. Pelajaran yang paling aku senangi adalah matematika. lanjutkan membaca »

BERBEKAL BAMBU, MENGGALI DUNIA KALIGRAFI

Nuir RD ComUntuk menggapai prestasi gemilang tak melulu melalui tahapan panjang. Yang terpenting adalah menjaga kualitas waktu dengan tekun belajar dan terus menerus latihan. Setidaknya itulah yang nampak sesuai dengan perjalanan Nur Imanike (15) siswi kelas 3 A MTsN Serang, dalam menekuni bidang kaligrafi.

BAMBU

Lahir dari pasangan Sarwani dan Uliyah, gadis yang biasa disapa Ike ini, kerap menjuari  perlombaan kaligrafi yang digelar di Serang. Ike yang tinggal di Cinanggung ini pernah menyabet juara I lomba kaligrafi tingkat Putri dan menjadi siswi berprestai model Redip pada 2007. Di tahun yang sama, ia juga menggondol juara II pada lomba kaligrafi tingkat kabupaten Serang yang digelar di Islamic Centre Serang. Ike mengaku dirinya belajar kaligrafi baru 2 tahun, yakni sejak dirinya masuk MTsN Serang. Salah satu pelajaran ekstra kurikuler di sekolahnya adalah Baca tulis al-Qur’an yang di dalamnya terdapat pelajaran kaligrafi yang diasuh oleh gurunya yang bernama Jumroni. ”Selain belajar di sekolah, saya dan teman-teman juga mendatangi rumah Pak Guru untuk belajar kaligrafi,” ujarnya. Bagi Ike yang juga hobi baca buku kumpulan cerpen dan menulis puisi ini, kaligrafi adalah hal yang sangat menyenangkan. ”Kaligrafi itu asik. Hanya dengan sebilah Bambu kecil yang diolah sedikit, mampu menghasilkan karya yang menakjubkan,” ujar anak pertama dari tiga bersaudara ini. Kini ia terus mendalami kemahiranya dalam dunia kaligrafi dengan terus belajar dan berlatih. Ia ingin kaligrafi mengantarkannya pada cita-cita Ike selama ini. ”Cita-cita saya ingin jadi seorang Arsitek. Setidaknya saya bisa menjadi arsitek kaligrafi,” ungkapnya dengan tersenyum. [LR]

IKE DI MATA SAHABAT

Pembawaan Ike yang pendiam tapi disipilin ini ternyata membuat beberapa temannya bersimpati. Hal ini diungkapkan Fitri (14), salah satu sahabat Ike sejak kelas 1. Menurutnya, Ike termasuk teman yang asik dan selalu memotivasi dirinya agar terus berprestasi. Bisa disebut, Ike menjadi siswi yang patut dicontoh. ”Meski orangnya pendiam, tapi prestasinya oke!” tandas Fitri yang kini duduk di kelas 3 C MTsN Serang. Terkait kejelekan Ike sendiri di kelas, Fitri yang juga aktif mengelola Mading sekolah, mengaku selama ini enjoy-enjoy aja. Hampir nyaris tak ditemukan. ”Apa, ya…?” Fitri mengingat-ingat. Tak lama, ia pun menggelengkan kepala. ”Nggak ada, tuh!” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Anisa (15) siswi kelas 3 B MTsN Serang. Perkenalannnya dengan Ike bermula dari kelas 1. ”Ike itu sederhana, Rajin, dan Cerdas. Hanya saja ia terkadang terlalu pendiam,” ujar Anisa yang juga penggiat paskibra bareng Ike. Meski kini Anisa, Fitri, dan Ike berbeda kelas, namun jalinan persahabatan tetap terjalin erat. Semoga tetap awet! [LR]

RAJA BANTEN STAR JADI “SI ADUY” DI BANTEN TV

Raja Bnte Star 2006

Raja Bnte Star 2006

Suka nonton sinetron komedi “Si Aduy  [Anak Kampung Jadi Sarjana]” di Banten TV? Kita tentu gemas melihat acting “Si Aduy” yang polos, lucu, dan jujur itu. Siapa, sih, si Aduy? Dia adalah Anton, peraih penghargaan RAJA pada pemilihan Raja Dan Ratu Banten Star 2006.

Saat ditemui www.rumahdunia.com di Untirta Serang, Selasa (3/11), Anton menyebut “berdoa dan berusaha” adalah falsafah hidupnya.  “Yang penting adalah prosesnya,” ujar pemilik nama lengkap Anton Candra kelahiran Serang, 08 juni 1987. Untuk membuktikan perkataannya Anton juga berlatih dengan keras untuk memerankan tokoh “Si Aduy” [Anak Kampun Jadi Sarjana] yang disiarkan Banten TV channel 22 UHF, setiap Sabtu, pukul 21.00 WIB. Setelah “Si Aduy” memasuki episode ke-13, Anton merasakan dampaknya. “Saat KKM di daerah Petir, saya dikenalkan sebagai artis,” katanya tersenyum.

Anton juga telah mencoba aktingnya di beberapa film sebelum membintangi film “Si Aduy” yang digarap Rambat Ahmadi dan Piter Tamba, seperti film pendek Padi Memerah” besutan Piter Tamba, yang dirilis Juni 2007 di Perpustakaan Nasional Jakarta, cafe Soleh (2007, RCTI) dan Ujang Santri (2007, RCTI). Anton berharap agar teman-teman Banten Star tidak lelah dalam berproses, begitulah pinta Aktor terbaik apresiasi seni pelajar Sukabumi dan penggermar berat Iwan Fals ini. Anton juga terpilih jadi host atau presenter di Festival Film Banten 2007 di Banten TV. “Grogi juga jadi presenter televisi, ya!”

Ditanya mengenai “Banten Star 2010’ di Banten TV, Anton menyambut dengan antusias. “Itu kesempatan. Daripada kita bengong, ayo, kita isi dengan hal-hal positif! Banten Star, giliranmu jadi bintang!” Anton menutup pembicaraan. (Jang RuDun)

ANGGI “NENG CITRA” TERKESAN YOGYA

Neng Citra pacar Si Aduy

Neng Citra pacar Si Aduy

Anggi Rospidia, Ratu Banten Star 2006, tokoh “Citra’ di sinetron komedi “Si Aduy”,  disiarkan Banten TV setiap Sabtu, pukul 21.00 WIB,  baru pulang dari Kota Jogja. Di kota pelajar itu, Anggi bukan untuk bertamasya, tapi mengikuti ajang modeling perwakilan Banten dalam program Porseni dan Jambore tingkat Nasional yang diikuti oleh 33 propinsi. Meski tidak menang, gadis manis kelahiran serang 1992 ini masuk 10 besar. Tentu saja ini harus tetap disyukuri, sebab segala sesuatunya memanglah proses. Karena prestasi besar adalah kumpulan prestasi-prestasi kecil.

Ketika diwawancarai www.rumahdunia.com di sela-sela syuting “Si Aduy” di Untirta Serang, Selasa (3/11) tentang aktifitasnya selama di Jogja, Anggi menjawab dengan senyuman khasnya, “Kegiatannya memang melelahkan, tapi Anggi seneng, kok. Karena Anggi bisa punya banyak teman dari berbagai kota. Malahan Anggi jadi punya teman baru, dia model tapi tuna rungu. Luar biasa dia.”

Selain bercerita tentang segala aktifitasnya di Kota Jogja, gadis dengan segudang prestasi ini juga banyak bercerita tentang kenyamanan Kota Jogja. Menurutnya, orang Yogta  ramah-ramah dan baik-baik. Saat menuju gedung acara tempat perlombaan diselenggarakan misalnya, Anggi sempat kebingungan, namun beruntung Anggi diantarkan tukang becak yang baik hati. “Tukang becak itu hanya memasang tarif tiga ribu, padahal jaraknya mencapai lima kilo km!” kenang Anggi. Selain itu, harga makanannya pun murah meriah. “Ah, pokoknya Anggi terkesan banget dengan kota ini,” ujarnya senang. Ngomong-ngomong, nyobain nasi gudeg ‘kan? Atau nasi aking? Hiih, salah. Nasi hik alias nasi kucing, nyobain juga?(RG)

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Full Story | July 18th, 2010