INGIN JADI PENULIS
rumahdunia | Banten Star | May 13th, 2010 | No Comments »
Pribahasa mengatakan, bisa karena terbiasa. Itu kiranya tepat dilayangkan pada Pipit Fiharsi (26) salah satu penulis kumpulan cerpen FLP (Forum Lingkar Pena) Banten asal Cipanas, Lebak, yang berjudul GilaLova; Segila-gilanya Cinta. Kumcer ini murni ditulis oleh penulis asal Banten yang menceritakan tentang remaja dengan seting berbalut masalah sosial budaya di Banten. Meski terbilang pemula, gadis yang akrab disapa Pipit ini mampu membuat cerita pendek berjudul ‘Nyanyian Ciberang’ hanya dalam tempo sehari semalam. “Itu asli cerpen baru saya. Dari mulai judul, proses pengerjaan, dan editing,” ujar Pipit. “Pikiran saya terfokus pada tulisan dan untungnya tidak ada jadwal ngajar di malam hari,” imbuh Pipit yang dihubungi via telepon pada Kamis (13/5).
Dikatakan Pipit, keterlibatannya dalam pembuatan kumcer (kumpulan Cerpen) ini merupakan cita-citanya sejak SMA. Selain itu sekaligus ia ingin memberikan motivasi pada masyarakat di Kabupaten Lebak khususnya, agar bagi mereka yang minat bacanya tinggi bisa menyalurkan lewat karya tulis berupa cerita pendek. Apalagi Pipit adalah seorang guru Bahasa Indonesia. “Ini adalah wawasan khusus dan sangat diperlukan, mengingat status saya sebagai guru bahasa indonesia,” terang Pipit yang kini mengajar di Ponpes Nurul Madaany di Kampung Babakanpedes, Cipanas.
Pipit juga menambahkan, buku kumcer GilaLova ini diterbitkan, Gong Publishing, sebuah penerbit baru di Banten, yang merupakan lini usaha dari Rumah Dunia. Rencananya kumcer tersebut akan dilaunching pada Hari Kebangkitan Buku#3 di Banten pada Sabtu (15/5) besok. “Selain GilaLova, ada empat buku penulis Banten lainnya seperti bundel Balada Si Roy karya Gol A Gong, Membaca Banten Membaca Indonesia karya Iwan K Hamdan, Melihat Tanpa Mata karya Abdul Latief, Gadis Bukan Perawan karya Jeni Ervina, dan serangkaian buku penulis relawan Rumah Dunia yang diterbitkan secara Indie di Lumbung Banten, yang juga merupakan lumbung arsip literatur tentang atau ditulis oleh wong Banten,” jelas pengurus FLP Lebak ini. [Harir Baldan]






