MAKANAN TRADISIONAL SERABI GURIH DAN ALAMI

SERABI GURIH DAN ALAMI

Foto: http://miftahalfarissy.files.wordpress.com/2009/05/1surabi5.jpg

Oleh: Rama

Di pinggir jalan Bayangkara Sumampir Cilegon, atau tepatnya di depan Lapangan Bola Sumampir, lanjutkan membaca »

ANTARA RABEG BANTEN DAN ARAB SAUDI

RABEG BANTEN DAN ARAB

Oleh Harir Baldan

Bicara Arab Saudi dengan Indonesia bukan hanya soal ibadah haji saja. Lebih dari itu, lanjutkan membaca »

NASI SUMSUM PURI KIAN DIGEMARI

sumCuaca di Kota Serang akhir-akhir ini sangat dingin. Hembusan angin kencang disertai hawa dingin membuat pengemudi kendaraan harus extra hati-hati. Kenapa? Karena cuaca seperti ini tidak baik untuk kesehatan. Apalagi si pengendara dalam keadaan perut kosong kroncong. Wah, bahaya itu! Tapi “don’t worry be happy”. Ada obat mujarab yang bisa menyembuhkan perut kosong kalian. Obat?  Yang pasti ini sangat sepesial. Bahkan bisa ketagihan! lanjutkan membaca »

KETAN BINTUL COCOK UNTUK SARAPAN

Ketan bintul Bu Ones di pasar tumpah Taman Sari, Royal, Serang

Ketan bintul Bu Ones di pasar tumpah Taman Sari, Royal, Serang

Apa menu sarapan kamu pagi ini? Nasi uduk, bubur ayam, atau lontong sayur? Kalau kamu bosan dengan itu semua, kamu bisa sarapan ketan bintul. Lho, emang ada? Bukannya ketan bintul ada di bulan Ramadhan aja? Umumnya memang pada bulan puasa, tapi sekarang tidak lagi. Jika penasaran, kamu bisa mengunjungi wisata kuliner di pasar tumpah Taman Sari Royal, Pasar Lama dan Pasar Induk Rau di Serang.  Kamu bakalan menemukan panganan yang terbuat asli dari ketan itu.

RIWAYAT

Tak ada yang tau pasti kapan ketan bintul dikenal masyarakat. Namun, seperti ditulis Harian Umum Pelita pada 31 Desember 2009, ketan bintul sudah akrab di warga Banten sejak abad ke-15. Konon, panganan ini digemari Sultan Maulana Hasanuddin, pangeran panutan kerajaan Banten pada waktu itu.

Luar biasa! Padahal makanan yang terbuat dari beras ketan ini adalah panganan rakyat jelata. Tapi Sultan Maulana Hasanuddin menyukai panganan ini, terutama saat berbuka puasa. Akhirnya menjadi tradisi bila seseorang berbuka puasa dengan ketan bintul, karena itu menghargai dan menghormati Sultan. Dan ada kebanggaan tersendiri saat menikmatinya. Hal itu dibenarkan Abdul Salam (17 th). Menurut warga Waringinkurung itu, “Buka puasa tanpa ketan bintul rasanya kurang pas.”

Ketan bintul okeWARGA SUKA

Ternyata ketan bintul digemari warga Banten tidak hanya saat puasa. Meski animo pembeli tak seramai di bulan Ramadhan, tapi ketan bintul Ones (47) tetap laris manis. ”Sehari saya bikin 10 liter, alhamdulillah habis,” ujar Ones, pedagang dari kampung Cikeusal. Kebanyakan pembelinya dari warga Serang.

Untuk mencicipi legitnya ketan bintul, kamu cukup merogoh kocek Rp 500,00-/iris yang sudah dibungkus daun. Murah’ kan?! “Enak, apalagi makannya ditemani kopi atau teh,” kata Agung (19) warga Cimuncang Sukasari yang memborong ketan bintul sebanyak 14 biji. Lain halnya Nawiyah (47), wanita asal Cipare, Serang, ini sudah sering berlangganan. “Saya beli 15 biji untuk dijual lagi,” tutur Nawiyah.

TARIK WISATAWAN

Menilik database Disporasenibud Kota Serang tahun 2009, ketan bintul termasuk salah satu dari tiga puluh tujuh panganan khas Banten. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Seksi Adat dan Nilai Budaya, Baini S.pd. “Ketan Bintul dan Nasi sumsum juga termasuk panganan khas Banten,” ujar Baini. Kondisi panganan tersebut hingga saat ini terus hidup dan berkembang lanjut Baini,“Tetap dilestarikan aja,” ujarnya singkat.

Namun apa yang dituturkan Baini tak sepadan dengan pengakuan Teguh (45). Staf Pusat Bahasa Indonesia itu mengatakan baru mencicipi ketan bintul di Rumah Dunia saat menggelar “Bengkel Sastra” pada 3 – 4 Desember 2009. “Ketan bintul ini saya baru nyoba,” akunya.

Bagaimana ini promosinya? Bahkan untuk promosinya, Baini sudah mengusulkan ke Pemkot Kota Serang. “Sudah diusulkan pada 2010, database sudah dimasukkan. Tapi belum mampu untuk membuatnya,” tambah Baini lagi. Oh, pantas saja turis nusantara seperti Teguh baru nyoba. Lha wong usulannya aja baru 2010. (Harir Baldan)

ES KUWUT, MENYEGARKAN SEKALIGUS MENYEHATKAN

kuwutDi tengah Kota Serang yang panas, Sabtu (5/12) siang, saya mengunjungi sebuah café minuman yang berada di Bundaran Ciceri, Serang, Banten. Bangunan café itu sederhana saja namun bergaya khas anak muda. Cocok buat nongkrong santai. Di bagian atas cafe terdapat plang bertuliskan; Es Kuwut.

Es Kuwut adalah minuman andalan di café tersebut. Jujur harus saya katakan bahwa saya masih asing dengan nama es itu. Bagaimana dengan Anda? Pernah mendengar Es Kuwut?

Es Kuwut berasal dari bahasa Bali yang berarti es kelapa. Namun dalam penyajiannya Es Kuwut tidak hanya daging kelapa dan es seperti lazimnya es kelapa. Selain menggunakan daging kelapa muda, Es Kuwut juga dikombinasikan dengan bahan-bahan lain—yang semuanya alami—seperti melon, salasih, dan jeruk nipis.

Bagi warga Kota Serang, meminum Es Kuwut di siang hari adalah pengalaman yang eksotis dan tak terlupakan. Di tengah cuaca Serang yang panas, Es Kuwut menjadi sangat menyegarkan. Apalagi meminumnya sepulang sekolah atau kerja ketika terik matahari di atas ubun-ubun.

Namun Es Kuwut tidak hanya menyegarkan tetapi juga menyehatkan. “Seperti diketahui, air kelapa dapat bermanfaat membuang racun dari dalam tubuh. Jeruk nipis mengandung vitamin C tinggi, salasih bisa mengobati sakit perut dan sariawan,” terang Muhamad Ramelan (39), pemilik Es Kuwut.

Es Kuwut di jalan KH Fatah Hasan ini  sudah ada di Banten sejak lima tahun silam. Keberadaan Es Kuwut di Banten dibawa oleh Ramelan. “Biar pun es Kuwut ini berasal dari Kuta Bali tapi berbeda dengan yang ada di Bali. Es Kuwut yang berada di Bundaran Ciceri ini suda dimodifikasi,” ujar lelaki Pekalongan yang pernah tinggal di Bali ini menerangkan.

Setiap hari, Es Kuwut modifikasian Ramelan tak pernah sepi pembeli. Pengunjungnya pun tidak hanya terbatas para pelajar di sekolah-sekolah dekat cafe itu tapi juga guru sampai pegawai kantoran.  Kecuali  hari Ju`mat tentu saja karena hari itu tutup.

Seperti diakui tiga pelajar SMA 1 Serang yang sedang menikmati Es Kuwut. Mereka mengaku sering mengunjungi cafe Es Kuwut setelah pulang sekolah. Alasanya? “Es Kuwut cocok dengan cuaca Kota Serang yang panas,” kata mereka kompak.

Keterangan ini juga diperkuat oleh Akbar (20), seorang karyawan perusahaan Indomarco. Ia mengaku Es Kuwut segaaaaar. “Apalagi diminum siang-siang seperti ini,” ujarnya.

Kalau Anda kepanasan di Kota Serang, jangan lupa kunjungi Es Kuwut, ya! {AS Kelanaraya}

advert

Tags Kata

Gonjlengan

MENGOPTIMALKAN POTENSI TAMAN BACAAN MASYARAKAT

Oleh Gol A Gong
Beberapa kali saya kedatangan tamu yang selalu minta diajari membuat proposal pembuatan taman bacaan masyarakat. Mereka adalah para mahasiswa. Mereka menduga, bahwa saya mendirikan taman bacaan masyarakat bernama Rumah Dunia dengan membuat proposal. Saya katakan kepada mereka, bahwa Rumah Dunia tidak dibangun dengan proposal, tapi dengan kata-kata. Juga Rumah Dunia tidak dibangun [...]

Full Story | February 21st, 2010

Banten Kuliner

MAKANAN TRADISIONAL SERABI GURIH DAN ALAMI

SERABI GURIH DAN ALAMI

Oleh: Rama
Di pinggir jalan Bayangkara Sumampir Cilegon, atau tepatnya di depan Lapangan Bola Sumampir,

Full Story | February 8th, 2010

advert

Wisata Banten

PEMANDIAN CIPANAS SEHAT DAN SEGAR

LEBAK – Selain mimpi jadi kota pelajar, Lebak yang belum lama berusia 181 tahun ini juga rupanya menyimpan banyak keindahan alam. Saya belum lama ini sempat coba-coba menelisik, mengunjungi dan menikmati bahkan tadinya ingin menjamah semua tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Lebak, baru sebagian saja sih, mengingat beberapa tujuan wisata masih cukup jauh dan [...]

Full Story | December 27th, 2009

advert

Cerpen

BABI NGEPET BUKU

Cerpen Langlang Randhawa*
Alkisah, Banten punya taman budaya yang megah. Gedung berlantai lima yang berdiri di atas tanah bekas gedung kegubernuran Banten itu ramai dengan diskusi mengalahkan hiruk-pikuk mall-mall. Selain berada di jantung kota dan mewah, fasilitasnya pun mengalahkan Gedung Putih Amerika; kenyamanan, keamanan, pelayanan, dan kebersihan sangatlah terjaga dan tertata. [...]

Full Story | March 9th, 2010

Novel

SEGERA “TEMBANG KAMPUNG HALAMAN” KARYA GOL A GONG

Nantikan di bulan Februari 2010, cerita bersambung “Tembang Kampung Halaman”  karya Gol A Gong – dulu Gola Gong. Cerita ini pernah dimuat di majalah HAI  tahun 1990-an dan diterbitkan jadi buku mungil oleh Gramedia. Menceritakan anak-anak kampung dari kampung yang agraris di wilayah pesisir utara, lalu mengalami perubahan sosial.  Mimpi-mimpi dilontarkan setinggi bintang dan ada [...]

Full Story | January 21st, 2010

Puisi

PUISI-PUISI DEA ANUGRAH

KEPADA PISAU

airmatamu mengalir
sampai jauh
pelan pelan menghampir kesunyianku.
***

BLUES BUAT PEREMPUAN R
di kotaku. di kotaku yang jauh ini
selalu kutemukan kilau senyummu
pada lampu lampu jalan, pada bau malam yang khas
juga pada dingin angin pelabuhan.
padahal hidup
hanya menunda kekalahan
seperti payung
yang perlahan lahan sobek
dikoyak moyak angin kencang jelek.
di kotaku.
di kotaku yang jauh ini
aku selalu mengingat senyummu
meski hidup hanya serupa
payung [...]

Full Story | March 9th, 2010